English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 09 Februari 2010 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Matius 24:45-51 adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 November 2012 (Senin Sore)
Disertai penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Doa Puasa Session III (Doa Penyembahan) Malang, 06 Januari 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:29-30, adalah keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali, yaitu: ad....

Ibadah Doa Malang, 15 November 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 November 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:33-39 adalah tentang hal berpuasa.

Lukas...

Ibadah Doa Ucapan Syukur Surabaya, 28 Desember 2009 (Senin Sore)
1 Tesalonika 5: 18
Kita harus mengucap syukur dalam segala hal.

3 hal...

Ibadah Doa Malang, 19 Februari 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15
28:11 Ketika mereka di tengah jalan,...

Ibadah Persekutuan Ciawi II, 20 April 2012 (Jumat Pagi)
Tema:
"Aku menjadikan segala sesuatu baru" (Wahyu...

Ibadah Raya Malang, 03 Maret 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk tentang...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2016 (Sabtu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 6-12
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 27 November 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 menunjuk tentang sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati dan menyempurnakan sidang jemaat, yaitu tujuh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:8
1:8 ďAku adalah Alfa dan Omega, firman...

Ibadah Doa Malang, 17 Mei 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:3-5 tentang Paskah.

Keluaran 12:3-5
12:3...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Januari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 01 Juli 2018 (Minggu Pagi)

IBADAH PENYERAHAN ANAK

Anak ini mengalami kegembiraan/ kebahagiaan karena Tuhan sebagai hakimnya, sebagai pembelanya. Maka anak ini akan mengalami kebahagiaan Sorga mulai di bumi sampai kebahagiaan Sorga kekal di takhta Sorga selamanya.

Ada tiga tingkatan kegembiraan/ kebahagiaan Sorga:
  1. Berbahagia orang yang diampuni dosanya.
    Mazmur 32:1
    32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

    Ini kegembiraan dari salib Tuhan. Yesus sudah rela mati di kayu salib untuk menebus dosa kita.
    Pembelaan Tuhan lewat salibNya adalah kita mau mengalami sengsara daging untuk beribadah melayani Tuhan, sampai garis akhir, sampai Tuhan datang kedua kali.

  2. Berbahagia orang yang suci hatinya.
    Matius 5:8
    5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

    Pembelaan Tuhan lewat Ruangan Suci/ kandang penggembalaan, yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Di dalam kandang penggembalaan, kita disucikan oleh Tuhan sehingga mata bisa melihat Tuhan sebagai Gembala Agung yang memelihara, membela, melindungi, dan membahagiakan kita.

  3. Kebahagiaan dalam perjamuan kawin Anak Domba saat Tuhan Yesus datang kedua kali.
    Wahyu 19:9
    19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Kehidupan yang digembalakan akan disempurnakan, sehingga layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan permai sampai masuk kebahagiaan Sorga kekal selamanya.

Tuhan memberkati.


IBADAH RAYA
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 22:14
22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Ini dikaitkan dengan perumpamaan tentang perjamuan kawin anak raja itulah perjamuan kawin Anak Domba di awan yang permai jika Yesus datang kembali kedua kali.

Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih. Jadi banyak kehidupan Kristen sudah yang menerima panggilan Tuhan yaitu percaya, bertobat, baptisan air, baptisan Roh Kudus, sehingga diselamatkan (tidak dihukum) dan diberkati oleh Tuhan. Tetapi sedikit yang dipilih untuk disempurnakan/ untuk bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai saat Yesus datang kedua kali di awan permai.

Matius 22:13
22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Banyak kehidupan Kristen yang ketinggalan/ tidak terpilih saat Yesus datang kedua kali = ketinggalan saat Yesus datang kedua kali dan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap dan mengalami ratap tangis dan kertak gigi selama-lamanya = binasa selamanya di neraka.

Contoh: Bangsa Israel keluar dari Mesir sebanyak enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang laki-laki di atas 20 tahun. Inilah kehidupan yang selamat, diberkati, dan mengalami mujizat Tuhan. Tetapi hanya dua orang yang masuk ke Kanaan (Yosua dan Kaleb). Yang lain dicampakan ke dalam kegelapan yang paling gelap, sehingga mengalami ratap tangis dan kertak gigi selamanya, binasa selamanya.

Mengapa tidak terpilih?
Matius 22:11-12
22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

Sebab tidak berpakaian pesta. Sekalipun demikian, raja tidak langsung menghukum, tetapi raja masih bertanya mengapa tidak memakai pakaian pesta. Ini menunjuk kemurahan dan kebaikan Tuhan untuk selalu memberi kesempatan supaya kita memakai pakaian pesta dan terpilih untuk masuk Perjamuan kawin Anak Domba. Ini namanya sistem penggembalaan.

Mazmur 23:1,6
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Jika memilih kebajikan dan kemurahan Tuhan, kita akan selalu tergembala dengan benar dan baik.
Jika memilih keinginan daging/ dosa, pasti tersingkir dan tidak terpilih untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba.

Tetapi sayang orang itu diam saja. Artinya menolak kemurahan kebajikan Tuhan, menolak sistem penggembalaan, tidak mau tergembala. Akibatnya adalah dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, mengalami ratap tangis selamanya, tidak terpilih masuk perjamuan kawin Anak Domba tetapi harus masuk kebinasaan selama-lamanya.

Contoh kehidupan yang menolak kebajikan dan kemurahan Tuhan, tidak mau tergembala sehingga dicampakkan ke dalam kegelapan paling gelap dan mengalami ratap tangis selamanya adalah Esau.

Kejadian 25:25-27
25:25 Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.
25:26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
25:27 Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

Sebenarnya Esau adalah gambaran orang Kristen yang hebat, yang diberkati Tuhan.
  • Warnanya merah, yaitu ada tanda darah, sama dengan bertobat.
  • Ada jubah bulu, yaitu urapan Roh Kudus.
  • Punya hak sulung, yaitu hak untuk menikah/ hak untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, hak untuk mewarisi kerajaan Sorga yang kekal.

Esau punya dasar kekristenan yang kuat tetapi sayang dalam pertumbuhan rohani Esau suka tinggal di padang, tidak suka tinggal di kemah. Artinya tidak tergembala, menolak sistem penggembalaan. Ibadah pelayanannya hanya untuk mengejar hawa nafsu daging, keinginan daging, keinginan mata, dan keinginan telinga. Sehingga tidak pernah puas.

Praktek sehari-hari kehidupan yang tidak tergembala:
  1. Seperti Esau memandang rendah dan menjual hak kesulungan = mempunyai nafsu yang rendah/ cabul.
    Kejadian 25:29-34
    25:29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
    25:30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
    25:31 Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
    25:32 Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
    25:33 Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
    25:34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

    Ibrani 12:16-17
    12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
    12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

    Yakobus 1:18
    1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

    Firman kebenaran selalu menyucikan kita sampai suatu waktu sempurna (anak sulung).

    Nafsu cabul artinya menolak pekerjaan firman pengajaran yang benar/ firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/ firman penyucian = meringankan kebaktian Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Akibatnya adalah tetap mempertahankan dosa-dosa, mengulang-ulangi dosa-dosa sehingga dosa memuncak sampai dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

    Sebaliknya, jika kita mau disucikan secara terus-menerus oleh pedang firman, maka suatu waktu akan memuncak sampai kesempurnaan/ tidak bercacat cela.

    Wahyu 22:11
    22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

    Dua arus yang dahsyat ini melanda akhir zaman:
    Arus I: siapa jahat tetap jahat, siapa yang najis tetap najis/ cemar sampai dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan (Babel) yang akan dibinasakan.
    Arus II: arus kebenaran dan kesucian, sehingga mengarah pada pembangunan tubuh Kristus.

  2. Kejadian 26:34-35
    26:34 Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia mengambil Yudit, anak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.
    26:35 Kedua perempuan itu menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.

    Angka 40 adalah angka perobekan daging. Pada saat Esau berumur 40 tahun, ia mengambil istri dari orang Het (Kanaan), yang sebenarnya menurut firman tidak boleh.

    Kejadian 24:2-3
    24:2 Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: "Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku,
    24:3 supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam.

    Ulangan 7:1-4
    7:1 "Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih banyak dan lebih kuat dari padamu,
    7:2 dan TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan mereka kepadamu, sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan mereka dan janganlah engkau mengasihani mereka.
    7:3 Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki;
    7:4 sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.

    Pada usia 40 Esau mengambil istri orang Het, artinya:
    • Esau menolak perobekan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya sehingga Esau jatuh dalam kawin campur. Kalau sudah kawin campur sebentar lagi kawin cerai, sampai kawin-mengawinkan.
      Oleh sebab itu, Rasul Paulus menulis dalam surat Roma, kalau seorang perempuan kawin campur lalu yang tidak beriman menceraikan, maka harus bertahan (berdiam diri dan berdoa) untuk menyelamatkan suami.

    • Meringankan/ tidak tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan, termasuk doa puasa dan doa semalam suntuk. Akibatnya adalah tidak mengalami pembaharuan hidup, tetap manusia daging yang tidak taat dan tidak dengar-dengaran seperti zaman Nuh.

      Kejadian 6:2,6
      6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
      6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

      Apa tidak taatnya zaman Nuh? Yaitu kawin campur. Sehingga segala perbuatannya, nikahnya memilukan hati Tuhan, memedihkan hati orang tua, membuat keluh kesah seorang gembala. Sehingga hidupnya juga pilu, nikahnya pilu dan penuh cucuran air mata, tidak bahagia, bahkan akan masuk hukuman Tuhan, cucuran air mata selama-lamanya.

      Sebaliknya kalau kita mau mengalami perobekan daging sampai daging tak bersuara, maka kita mengalami keubahan hidup, kita menjadi taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Kita menjadi kehidupan yang menyenangkan hati Tuhan, menyenangkan hati orang tua dan gembala, maka Tuhan yang akan membahagiakan hidup dan nikah kita dengan kebahagiaan Sorga.

  3. Kejadian 27:15
    27:15 Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.

    Esau kehilangan pakaian indah. Artinya:
    • Tidak setia bahkan tinggalkan ibadah dan jabatan pelayanan sehingga diambil oleh Yakub. Hidup Esau menjadi tidak indah.
      Jangan main-main dengan pakaian indah, sebab pakaian indah adalah seharga korban Kristus di kayu salib. Dia rela ditelanjangi, mati di kayu salib untuk memberikan pakaian indah, pakaian pelayanan kepada kita.
    • Meringankan Ibadah Raya dan Ibadah Persekutuan/ fellowship.

    Akibatnya adalah kehilangan masa depan yang indah, telanjang, dipermalukan, hidupnya penuh cucuran air mata

Kesimpulannya adalah jika tidak tergembala maka hidup kita seperti Esau.

Kejadian 25:29-30
25:29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
25:30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.

Akibatnya adalah letih lesu, beban berat, tidak ada damai sejahtera, tidak ada kelegaan, tidak enak dan tidak ringan, tidak bahagia, terlantar, tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatan hidupnya.

Kejadian 27:33-34
27:33 Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati."
27:34 Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!"

Esau meraung-raung, menjadi kehidupan mengalami ratap tangis untuk selama-lamanya, tidak terpilih masuk perjamuan kawin Anak Domba, ketinggalan saat Yesus datang kedua kali. Semua yang kita rasa hebat di dunia ini akan menjadi sia-sia dan binasa.


Sikap yang benar adalah kita harus tergembala dengan benar dan baik, menghargai kemurahan dan kebajikan Tuhan. Kita selalu berada di dalam kandang penggembalaan (ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok):
  • Pelita Emas, yaitu ketekunan dalam Ibadah Raya.
  • Meja Roti Sajian, yaitu ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
  • Mezbah Dupa, yaitu ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.
Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian terus-menerus dari keinginan daging, hawa nafsu daging, keinginan mata, keinginan telinga, sehingga kita bisa taat dengar-dengaran pada suara Gembala/ firman penggembalaan. Kita lari dari suara asing/ suara yang tidak senada dengan firman penggembalaan. Kita bisa taat pada suara Gembala, sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan sehingga ada kepastian kita berada dalam tangan Gembala Manis, Gembala Baik, Gembala Agung. Kehidupan kita tidak bisa direbut oleh siapa pun.

Yesaya 40:10-11
40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Hasilnya adalah:
  • Tangan Gembala sanggup menghimpunkan kita/ menyatukan kita mulai nikah, penggembalaan, antar pengemblaan, sampai satu tubuh Kristus yang sempurna. Satu hati = satu pengajaran, satu suara = satu penyembahan.
    Mazmur 133:1-3
    133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
    133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
    133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

    Kita dalam kesatuan dan kerukunan. Maka Tuhan memerintahkan berkat-berkat yang tidak bisa dihalangi, tidak bisa dipikir oleh manusia, berkat jasmani, berkat rohani, berkat rumah tangga, sampai berkat hidup kekal. Sampai berkat terbesar adalah berkat kesempurnaan menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

  • Tangan Gembala Agung memangku, memeluk, menanggung segala letih lesu dan beban berat. Kita diberi kelegaan, damai sejahtera, semua enak dan ringan, bahagia. Gembala Agung menanggung segala ketidakberdayaan kita, menyelesaikan semua masalah yang sudah mustahil bagi kita.

  • Tangan Gembala menuntun kita [Yesaya 40:11] ke Yerusalem Baru.
    Artinya membaharui kita, mulai dari jujur dan kuat teguh hati. Kita tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan, tetap percaya dan berharap Tuhan. Mujizat jasmani juga terjadi, dari tidak ada menjadi ada, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mungkin menjadi mungkin. Sampai saat Yesus datang kita diubahkan menjadi sempurna, layak menyambut kedatanganNya kedua kali, masuk perjamuan kawin Anak Domba, sampai penggembalaan terakhir di Yerusalem Baru.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Juli 2018 - 02 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top