English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 30 Juli 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 26 Agustus 2013)
Tayang: 29 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 19 Agustus 2013)
Tayang: 27 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 07 April 2014)
Tayang: 25 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 01 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 28 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 09 April 2007)
Tayang: 11 November 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 08 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 30 April 2007)
Tayang: 20 Januari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 12 Februari 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 07 Juni 2007

Surat Yudas ini hanya terdiri dari satu fatsal dan terdiri dari duapuluh lima ayat, dan akan kita pelajari ayat per ayat. Dan srt Yudas ini bukan ditulis oleh Yudas Iskariot, tetapi oleh Yudas yang adalah saudara dari Yakobus. Saya akan menerangkan srt Yudas ini di dalam susunan dari tabernakel dan di dalam tabernakel, srt Yudas ini terkena pada tudung kulit lumba-lumba. Istilah tudung ini berarti perlindungan. Seperti kehidupan sehari-hari yaitu di meja makan di rumah kita, maka makanan itu ditudungi dan ini berarti ada perlindungan dan pemeliharaan. Jadi, surat Yudas ini menunjuk perlindungan dan pemeliharaan TUHAN bagi gereja yang benar dan sekaligus merupakan pemisahan dari gereja yang palsu. Jadi, karena ditudungi, maka berarti terjadi pemisah dengan yang ada di luar. Sekarang ini masih terjadi percampuran antara ilalang dengan gandum/antara gereja yang palsu dengan gereja yang benar dan semua orang mengatakan bahwa itu sama saja. Tetapi tidak demikian, sebab satu waktu akan terjadi pemisahan yang jelas antara gereja yang benar dengan gereja yang palsu.

Sekarang ini saya akan menunjuk di dalam tabernakel tentang tudung terlebih dahulu, baru nanti kita akan membaca ayat-ayatnya. Dikatakan bahwa srt Yudas ini, di dalam tebernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba.
Sebenarnya di dalam tabernakel itu ada empat macam tudung yaitu

Lihat gambar di http://www.gptkk.org/tudung.php

  1. tudung tabernakel >>> yang seperti rumah/bangunan ini, maka tudung ini adalah yang dapat dilihat/plafon, tudung bagian bawah/menjadi atap dari tabernakel. Tudung ini disebut tudung iman dan perbuatan iman dan ini yang paling bawah/dapat dilihat. Di dalam ktb perj.baru, maka tudung ini ditunjukan dalam srt Yakobus.
  2. tudung bulu kambing = tudung kesucian dan pengharapan di dalam Roh.Kudus. Di dalam ktb perj,baru, maka tudung ini ditunjukan oleh
    srt 1 & 2 Petrus.
  3. tudung kulit domba jantan diwarnai merah = tudung kasih dan pengorbananan dari Anak ALLAH. Di dalam ktb perj. baru, maka tudung ini ditunjukan oleh srt Yohanes.
  4. tudung kulit lumba-lumba = tudung penghukuman. Di dalam ktb perj. baru, maka tudung ini yang ditunjukan oleh srt Yudas.
    Inilah keempat macam tudung.

Saya berterima kasih kepada TUHAN sebab di Malang, pengajaran di sana adalah di dalam injil Matius 23 dan ini berbicara tentang penghukuman dan di Surabaya ini adalah tentang tudung penghukuman yaitu di dalam srt Yudas, jadi cocok. Di Malang tentang penghukuman sedangkan di Surabaya tentang tudung penghukuman.

Sekarang kita tidak akan mempelajari tentang srt Yudas ini tetapi saya akan tunjukan tentang tudungnya terlebih dahulu yaitu yang pertama ialah:
tudung tabernakel yaitu tudung iman ini di dalam ktb Keluaran 26 : 1, "Kemah Suci itu haruslah kaubuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal benangnya dan dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun, haruslah kaubuat semuanya itu.

Tudung tabernakel ini memiliki empat warna utama yaitu:

  • kain ungu muda = ungu
  • kain ungu tua = biru laut
  • kain kirmizi = merah
  • lenan halus = putih

Empat warna dari tudung tabernakel/tudung yang pertama ini memiliki tirai yang warnanya sama dengan tirai dari pintu gerbang >>> Keluaran 27 : 16, tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya--tenunan yang berwarna-warna--dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu.
Saudara tahu, pintu gerbang itu berbicara tentang iman, oleh sebab itu tudung tabernakel ini juga disebut dengan iman, demikian juga di dalam srt Yakobus yang berbicara tentang iman sebab warna tudung tabernakel = warna dari pintu gerbang = iman = kebenaran.
Tudung tabernakel/tudung iman ini sebagai penentu, sebab jika tidak ada tudung tabernakel ini, maka tudung lainnya juga tidak akan ada.

Darimana datangnya iman? Roma 10 : 17, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Firman Kristus = Firman yang diurapi oleh Roh.Kudus.
Di saat-saat mendengarkan Firman, ini yang menentukan apakah kita mendapatkan tudung atau tidak? Siswa/i perhatikan, saat mendengarkan Firman itu adalah saat pemisahan sebab apakah kita ditudungi atau tidak? Kalau di dalam mendengarkan Firman sikap kita tidak benar karena mengantuk, maka itu berarti kita tidak memiliki tudung sehingga akan terpisah dan termasuk dalam gereja yang palsu. Bagi siswa/i Lempin-El yang berjumlah tigapuluh sembilan orang >>> saudara sekarang ini masih tercampur baur tetapi satu waktu akan terpisah dan penentunya adalah bagaimana saudara mendengarkan Firman. Juga bagi sidang jemaat, bagaimana cara saudara mendengarkan Firman dan Firman apa yang saudara dengar sebab ini yang menentukan saudara terpisah atau tidak. Sekarang ini saudara menganggap semuanya itu sama saja >>> tidak sama, sebab satu waktu akan terpisah. Inilah tudung tabernakel yang memiliki warna yang sama dengan pintu gerbang, jadi disebut iman karena pintu gerbang itu menunjuk pada iman. Iman dari mendengarkan Firman yang diurapi dengan Roh.Kudus.

Tudung tabernakel ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:

  • bagian pertama menutupi ruangan suci.
  • bagian kedua menutupi ruangan maha suci.
    Tabernakel itu terdiri dari halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci dan dipisahkan oleh tirai. Tadi harus dibuatkan sepuluh tenda (Keluaran 26 : 1) Keluaran 26 : 3, Lima dari tenda itu haruslah dirangkap menjadi satu, dan yang lima lagi juga harus dirangkap menjadi satu.
    Sepuluh tenda yang kecil disambung-sambung >>> lima tenda dirangkap menjadi satu. Satu rangkap menutupi ruangan suci dan satu rangkap yang lain menutupi ruangan maha suci yang dipisahkan oleh kaitan.

Jadi tudung tabernakel yang memiliki dua bagian itu adalah:

  • lima tenda menutupi ruangan suci dan ini menunjuk pada iman
  • lima tenda menutupi ruangan maha suci dan ini menunjuk pada perbuatan iman.

Kedua tenda itu dikaitkan menjadi satu sehingga tidak dapat terlepas, demikian juga iman dan perbuatan iman juga harus menjadi satu sebab iman tanpa perbuatan iman = mati >>> Yakobus 2 : 26, Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Jadi, tudung tabernakel menunjuk pada iman dan perbuatan iman.

Sekarang contoh/praktek iman dan perbuatan iman:

  • Yakobus 2 : 21, 22,
    21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
    22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

    Contoh/praktek iman dan perbuatan iman itu adalah Abraham mempersembahkan Ishak >>> artinya Abraham tidak menolak/dapat memberi apa yang TUHAN minta untuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Untuk kita sekarang ini, mungkin TUHAN meminta waktu kita, meminta kemampuan kita dalam bermain musik, berkorban tenaga sampaipun berkorban keuangan dlsbnya untuk pembangunan Tubuh Kristus >>> kita jangan menolak. Tempat Ishak dikorbankan yaitu di G.Muria menjadi tempat berdirinya bait ALLAH Samolo. Semoga kita dapat mengerti.
  • Satu lagi contoh iman dan perbuatan iman dari bangsa kafir >>>
    Yakobus 2 : 25, Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain? Rahab ini adalah bangsa kafir/najis, itulah saya dan saudara tetapi TUHAN masih memberikan kesempatan untuk bisa memiliki iman dan perbuatan iman. Waktu Yozua akan memasuki tanah Kanaan, ia mengirimkan pengintai. Mereka bertemu dengan orang-orang Yerikho tetapi mereka disembunyikan oleh Rahab. Dan kalau ketahuan, maka Rahab sekeluarga harus mati. Bangsa kafir ikut serta waktu Yozua akan memasuki tanah Kanaan dan untuk sekarang ini berarti kegerakan hujan akhir. Abraham meletakan dasar untuk pembangunan Tubuh Kristus tetapi bangsa kafir ini sudah menunjuk pada kegerakan hujan akhir/penyelesaian pembangunan Tubuh. Prakteknya adalah bangsa kafir tidak takut/kuatir bahkan tidak menghiraukan nyawanya untuk dapat dipakai di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang terakhir/kegerakan Roh.Kudus hujan akhir >>> inilah bangsa kafir yang memiliki iman dan perbuatan iman. Semoga kita mengerti.

Inilah tudung tabernakel yang pertama. Abraham dan Rahab sudah dipakai oleh TUHAN dan sekarang bagi kita, apa saja yang TUHAN minta dari kita, apalagi kalau TUHAN meminta dosa kita, kita jangan mempertahankan dosa itu supaya kita dapat melayani TUHAN.

tudung bulu kambing disebut juga dengan tudung kesucian dan pengharapan di dalam Roh.Kudus dan di dalam ktb perj.baru ditunjukan di dalam srt 1 & 2 Petrus. Mari kita pelajari mengapa disebut dengan kesucian maupun dengan pengharapan >>> Keluaran 26 : 7, Juga haruslah engkau membuat tenda-tenda dari bulu kambing menjadi atap kemah yang menudungi Kemah Suci, sebelas tenda harus kaubuat.
Bulu = rambut (untuk manusia) >>> Bilangan 6 : 5, Selama waktu nazarnya sebagai orang nazir janganlah pisau cukur lalu di kepalanya; sampai genap waktunya ia mengkhususkan dirinya bagi TUHAN, haruslah ia tetap kudus dan membiarkan rambutnya tumbuh panjang.
Orang yang bernazar kepada TUHAN itu disebut orang nazir. Jadi, rambut disini berbicara tentang kekudusan bagi seorang nazir, sebab ‘biarlah ia kudus dengan rambutnya yang panjang’.
Jadi rambut/bulu ini berbicara:

  • kesucian/kekudusan.
  • urapan Roh Kudus, seperti Esau yang berbulu, Esau berwarna merah/bertobat.
    Jadi rambut/bulu, kalau bagi seorang nazir itu berarti kesucian dan juga bulu ini berbicara tentang kesucian, jadi kalau digabung, maka bulu/rambut ini adalah kesucian dalam urapan Roh.Kudus.

Tudung bulu kambing ini juga dibagi dua yaitu >>> Keluaran 26 : 9,10
9. Lima dari tenda itu haruslah kausambung dengan tersendiri, dan enam dari tenda itu dengan tersendiri, dan tenda yang keenam haruslah kaulipat dua, di sebelah depan kemah itu.
10. Haruslah engkau membuat lima puluh sosok pada rangkapan yang pertama di tepi satu tenda yang di ujung dan lima puluh sosok di tepi satu tenda pada rangkapan yang
kedua.
Jadi, lima tenda menjadi satu rangkap, kemudian enam tenda menjadi satu rangkap kemudian keduanya disosok-sosok dan dikaitkan.

Tudung bulu kambing ini dibagi dua untuk:

  1. menutupi ruangan suci, dan itu disebut kesucian dalam Roh.Kudus.
  2. menutupi ruangan maha suci dan disebut perbuatan kesucian = pengharapan
    Jadi, disimpulkan: tudung bulu kambing adalah tudung kesucian dan pengharapan dalam Roh.Kudus.

Sekarang praktek dari kesucian dalam Roh.Kudus yaitu:
1 Petrus 1 : 2, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.
Kesucian dalam Roh.Kudus menghasilkan taat dan dengar-dengaran sekalipun harus menderita secara daging/harus sengsara/menerima percikan darah.

Kalau tadi praktek iman seperti Abraham yang memberi apa yang TUHAN minta untuk pembangunan tubuh dan seperti Rahab yang tidak takut/kuatir bahkan tidak menghiraukan nyawa untuk dapat dipakai di dalam kegerakan hujan akhir.

Fungsi dari bulu kambing adalah stabilasator yaitu:

  • kalau siang hari untuk menahan teriknya panas/panasnya pencobaan di padang gurun dapat kita tahan kalau kita memiliki bulu kambing/taat. Biar didunia ini keadaannya panas terik, tetapi kita dapat tahan jika kita taat. Siswa/i, mungkin di Lempin-El saudara seperti menghadapi panas/sengsara, tetapi kalau kita taat, maka kita mampu menghadapinya karena kita memiliki tudung. Biar panas terik, tetapi panas itu diserap oleh bulu kambing itu.
  • kalau malam hari, maka bulu kambing itu menghangatkan, supaya kita tidak mati kedinginan sebab padang gurun itu di waktu malam, udaranya sangatlah dingin. Oleh sebab itu bulu kambing ini memberi kehangatan supaya kerohanian kita tidak menjadi dingin. Inilah kegunaan dari Roh.Kudus/bulu kambing >>> kalau siang hari untuk menahan panas/panas pencobaan supaya kita tidak menjadi putus asa dan kalau malam hari untuk memberi kehangatan supaya kerohanian kita tidak menjadi dingin.

Padang gurun ini, kalau siang terlalu panas, sedangkan kalau malam hari, terlalu dingin sehingga batu yang besarpun akan hancur dan menjadi pasir.
Stabilisator itu menahan panas di waktu siang dan juga memberi kehangatan di waktu malam = melindungi kita dari kehancuran/hidup itu tidak akan hancur.
Siswa/i perhatikan: kalau saudara tidak taat, maka saudara akan hancur/gagal.
Hanya inilah kehidupan kita di padang gurun, mau apa lagi? Mari! pakailah bulu kambing/kita disucikan oleh Roh.Kudus sehingga menjadi taat sekalipun daging ini menderita. Demikian juga bagi kami dan juga bagi hamba-hamba TUHAN, apa yang menjadikan kehancuran? Bukan karena kita hidup di desa atau di kota, tetapi karena kita tidak taat/kita terkena panas dan juga terkena dingin sehingga hidup kita menjadi hancur.

Demikian juga di dalam nikah, jika suami yang seharusnya mengasihi isterinya, tetapi ia tidak taat, demikian juga dengan isteri yang seharusnya tunduk, tetapi ia tidak tunduk sehingga ia tidak taat, maka lambat laun, nikah itu akan hancur karena tidak memiliki ketaatan/tudung bulu kambing. Semoga kita mengerti.

Kalau ada kehancuran di bidang apapun juga, maka janganlah kita menyalahkan orang lain, tetapi kita harus memeriksa diri kita terlebih dahulu, apakah kita sudah memiliki tudung/ketaatan atau tidak? Ini yang harus diteliti.

tudung kulit domba jantan diwarnai merah >>> Keluaran 26 : 14a,
Juga haruslah engkau membuat untuk kemah itu tudung dari kulit domba jantan yang diwarnai merah,
Domba Jantan ini jelas menunjuk kepada YESUS sebagai Anak Domba ALLAH. Jadi kulit ini diperoleh dari hasil sembelihan dan kemudian dikuliti dan ini menunjuk pada pengorbanan. YESUS harus disembelih/mati di kayu salib, bagaikan dikuliti/ditelanjangi. Kemudian kulit domba itu diberi warna merah, warna merah ini adalah warna darah dan itu menunjukan pada kasih. Jadi tudung kulit domba jantan berwarna merah = tudung kasih dan pengorbanan dari YESUS Anak Domba ALLAH dan ini yang harus kita hargai.
Dan anehnya >>> saudara membaca mulai ayat satu, tudung tabernakel itu memiliki ukuran sekian hasta, tudung kedua itu yaitu tudung bulu kambing juga memiliki ukuran, tetapi untuk tudung kulit domba jantan celupan merah tidak ada ukurannya dan itu menunjuk kasih YESUS itu tidak terbatas. Roh.Kudus itu kerjanya di dunia ini ada batasnya tetapi kasih YESUS tidak terbatas.

Saya akan memberikan satu ayat yang menunjukan bahwa kasih YESUS itu tidak terbatas yaitu di dalam injil Yohanes 3 : 16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Setiap orang (dalam terjemahan lain: barangsiapa). Setiap orang >>> baik dia itu berkulit putih, kuning, hitam, suku bangsa apa saja ataupun ia seorang yang najis, orang dari gunung, dsbnya, kalau percaya kepada YESUS, maka ia menerima kasih, sebab kasih YESUS itu tidak terbatas oleh apapun juga.
Dan kita beruntung, sebab seandainya ditulis hanya orang Israel saja, maka kita akan habis sebab hanya orang Israel saja yang memperoleh kasih dari YESUS itu. Inilah kulit domba jantan celupan merah.
Karena kita adalah tabernakel, maka kita harus memiliki empat tudung ini yaitu:

  • tudung iman seperti Abraham dan Rahab.
  • tudung kesucian dan pengharapan dengan praktek kita taat.
  • tudung kasih.

Sekarang praktek dari memiliki tudung kasih yaitu:

1 Yohanes 4 : 10, 11,
10.Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
11. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Bukti kalau kita memiliki tudung kulit domba jantan yang dicelup merah/tudung kasih, maka kita harus saling mengasihi dengan tidak terbatas yaitu sampai dapat mengasihi musuh. Banyak kali kita masih membenci dan ini berarti kita masih belum memiliki kasih, atau sudah memiliki kasih tetapi masih terbatas karena orang itu baik terhadap kita maka kita juga baik terhadapnya. Saya juga masih seperti itu, kalau saya bersama isteri baru datang dari suatu tempat, maka saya hanya mengingat kepada orang yang selalu memberi kepada saya. Ini masih seperti kasih dari pemungut cukai >>> Matius 5, masih pilih-pilih/masih terbatas.
Mari! kita saling mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai dapat mengasihi musuh >>> paling sedikit mengasihi musuh itu dengan mendoakannya, tentu saja mendoakan yang baik: ‘TUHAN ampuni dia, TUHAN tolong dia, TUHAN pakai kehidupannya’ Inilah tudung kulit domba jantan yang dicelup merah/kasih dan pengoranan dari Anak Domba ALLAH. Semoga kita dapat mengerti.

tudung kulit lumba-lumba >>> Keluaran 26 : 14b, dan tudung dari kulit lumba-lumba di atasnya lagi.
Jadi tudung ini ada empat lapis, yaitu:

  • tudung tabernakel yaitu iman karena memiliki warna yang sama dengan pintu gerbang.
  • tudung bulu kambing yang berwarna putih.
  • tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah.
  • tudung kulit lumba-lumba.

Kulit lumba-lumba ini sebenarnya bukanlah lumba-lumba ikan, tetapi sejenis anjing laut. Mungkin istilah di dalam bahasa Indonesia agak sulit diterjemahkan. Jadi tudung kulit lumba-lumba ini sebenarnya adalah sejenis kulit dari anjing laut yang lentur dan ulet sehingga dapat bertahan dari pengaruh cuaca apapun, dan ini yang penting. Sebab tudung dari kulit lumba-lumba ini terletak paling atas, jadi tudung ini yang berhadapan dengan angin ribut/topan, panas terik bahkan mungkin hujan es/hujan yang lebat langsung menimpa di atasnya dan ini berbicara tentang penghukuman. Jadi tudung dari kulit lumba-lumba ini yang menanggung penghukuman TUHAN = tudung penghukuman untuk melindungi gereja TUHAN dari penghukuman ALLAH.

Ini adalah hal yang luar biasa sebab melindungi gereja TUHAN dari penghukuman ALLAH.
Contoh: waktu jaman Nuh, dunia ini dihukum dengan air bah, tetapi ALLAH BAPA melindungi Nuh sekeluarga dari hukuman air bah.

Tudung dari kulit lumba-lumba ini juga tidak terbatas/tidak memiliki ukuran/hukuman ALLAH tidak terbatas dan juga tudung dari kulit domba jantan diwarnai merah juga tidak terbatas/tidak memiliki ukuran/kasih Anak ALLAH juga tidak terbatas artinya: hukuman ALLAH tidak terbatas bagi orang yang menolak kasih ALLAH yang tidak terbatas dan ini berarti adil. Oleh sebab itu kita jangan main-main. Kalau kita sudah berbuat kesalahan tetapi masih dibiarkan, maka kita harus ingat bahwa kita sudah menerima kasih ALLAH yang tidak terbatas.

Sekarang akan kita rangkumkan empat tudung ini supaya dapat menjadi praktek yaitu:

  • tudung tabernakel yang memiliki warna yang sama dengan pintu gerbang, itulah iman dan perbuatan iman, dengan praktek seperti Abraham yang memberikan apa yang TUHAN minta dan juga seperti Rahab yang tidak kuatir/tidak takut bahkan tidak menghiraukan nyawanya untuk dipakai oleh TUHAN. Abraham dibenarkan oleh TUHAN = hidup dalam kebenaran. Kita hidup sehari-hari dalam kebenaran.
  • tudung bulu kambing yaitu kesucian dan pengharapan dalam urapan Roh.Kudus. Roh. Kudus menyucikan kita sehingga kita menjadi taat dan kehidupan kita tidak menjadi hancur dan gagal.
  • tudung kulit domba jantan diwarnai merah yang adalah tudung kasih dengan praktek kita dapat mengasihi sesama sampai mengasihi musuh.
  • tudung kulit lumba-lumba, kita luput dari penghukuman ALLAH.

Sebagai pendahuluan dari srt Yudas ini, saya akan simpulkan.
Kesimpulan:

  1. a) tudung yang pertama adalah tudung tabernakel >>> kita memiliki iman
    b) tudung yang kedua adalah tudung bulu kambing >>> kita memiliki pengharapan.
    c) tudung yang ketiga adalah tudung kulit domba diwarnai merah >>> kita memiliki kasih.
    Kalau kita memiliki iman, pengharapan dan kasih, maka pasti kita dilindungi dari penghukuman/kita memiliki tudung penghukuman. Jika gereja TUHAN memiliki iman, pengharapan dan kasih, maka gereja TUHAN akan mendapatkan tudung penghukuman/dilindungi dari penghukuman ALLAH y.a.d yaitu api. Kalau dulu di jaman Nuh, dunia ini dihukum dengan air bah, maka nanti dunia akan dihukum dengan api yang dari langit bahkan sampai pada api dari neraka.
    2 Petrus 3 : 9, Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
    Kalau TUHAN belum datang, maka itu berarti perpanjangan sabar TUHAN. Menurut peta jaman, memang sudah terlewati yaitu jaman ALLAH BAPA itu selama duaribu tahun, jaman ANAK ALLAH juga duaribu tahun dan jaman akhir yaitu dari kedatangan YESUS yang pertama sampai kedatangan YESUS yang kedua itu juga duaribu tahun; sekarang sudah duaribu tujuh dan ini bukan berarti peta jaman itu salah >>> tidak! tetapi YESUS belum datang itu karena perpanjangan sabar TUHAN. Dan untuk itu harus dibukakan rahasianya yaitu memberi waktu kepada kita untuk bertobat dan hidup benar. Jika semua orang bertobat/berhenti berbuat dosa dan berbalik kepada ALLAH serta hidup benar, maka akan ada tudung penghukuman.
    Apa penghukumannya?
    2 Petrus 3 : 10, Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
    Inilah penghukumannya yaitu hukuman dengan api yang datangnya dari langit. Mari! sekarang ini kesempatan kalau masih ada perpanjangan sabar dari TUHAN yaitu:
    • YESUS belum datang untuk kedua kalinya.
    • Kita belum meninggal dunia/diberi perpanjangan umur.
      Kita boleh bekerja dan juga bersekolah untuk mendapatkan gelar yang setinggi-tingginya, tetapi yang terpenting tujuan hidup ini adalah bertobat/berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN = hidup di dalam kebenaran. Ini berarti kita sudah memiliki tudung yang pertama Kemudian kita lanjutkan dengan memiliki tudung yang kedua sampai kita memiliki tudung yang keempat/kita dilindungi oleh TUHAN.
    Kalau kita memiliki iman, pengharapan dan kasih, kita tidak saja dilindungi dari penghukuman dari api yang dari langit sampai dengan api neraka, tetapi kita dapat terangkat untuk memandang YESUS Muka dengan muka >>> 1 Korintus 13 : 12, 13,
    12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

    Kalau ada iman, pengharapan dan kasih maka hasilnya adalah:
    • kita dilindungi dari penghukuman y.a.d. yaitu api dari langit sampai api dari neraka.
    • kita akan terangkat diawan-awan dan memandang YESUS Muka dengan muka dan masuk ke dalam Pesta Nikah Anak Domba.
      Akan ada banyak penghukuman tetapi sekarang penghukuman itu dalam bentuk yang ada, yaitu kekeringan, kebanjiran dlsbnya. Pada waktu kebaktian tutup dan buka tahun, Firman TUHAN mengingatkan saya bahwa kalau banyak terjadi bencana-bencana, jangan di kira
      bahwa hal itu terjadi karena hutan gundul dlsbnya, tetapi kita sudah harus peka >>> apakah hal ini sudah termasuk era penghukuman dari TUHAN? Kalau hal itu sudah masuk era penghukuman dari TUHAN, maka yang sangat dibutuhkan bukan uang, bukan ijazah tetapi tudung yang dibutuhkan. Banyak orang kaya pada waktu bencana banjir, mereka naik ke atas rumah >>> ini bukti bahwa uang tidak dapat menolong (bukan berarti tidak boleh memiliki uang yang banyak >>> kalau diberkati oleh TUHAN, silahkan!) tetapi ini sudah merupakan bukti bahwa uang tidak dapat menolong.
      Semoga kita mengerti.
  2. Keempat tudung ini menunjuk pada Empat Oknum Yang melindungi sidang jemaat.
    Tadi di bagian atas diterangkan tudung ini berbicara dari iman, pengharapan dan kasih sampai pada perlindungan.
    Siapa keempat Oknum ini?
    Supaya penjelasannya lebih jelas, maka akan saya balik yaitu dari yang paling atas yaitu:
    • tudung kulit lumba-lumba, ini adalah ALLAH BAPA Yang melindungi kita.
    • tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah, ini adalah ANAK ALLAH.
    • tudung bulu kambing, ini adalah ALLAH Roh.Kudus.
      ALLAH Tri Tunggal sebagai Mempelai Pria Surga melindungi kita dari penghukuman.
      Kemudian tudung yang paling bawah yaitu tudung tabernakel, dan yang dapat dilihat oleh sidang jemaat itulah gembala. ALLAH BAPA, ANAK Laki- Laki dan Roh.Kudus itu TUHAN YESUS KRISTUS di dalam Pribadi YESUS sebagai Mempelai, sebagai Gembala Agung Yang dapat dilihat dengan mata rohani. Tetapi ada juga yang dapat dilihat dengan mata jasmani, itulah gembala manusia yang harus menjadi teladan iman >>>
      Ibrani 13 : 7 – 9,
      7. Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
      8. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
      9. Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing.

      Jadi, gembala manusia/tudung tabernakel/plafon ini dapat dilihat oleh mata, apa yang dapat dilihat? Teladan imannya.
    Apa yang dimaksud dengan teladan iman? Yaitu:
    • berpegang teguh pada ajaran yang benar seperti YESUS Yang tidak berubah dulu, sekarang sampai selama-lamanya. Seringkali kita hanya menerangkan tentang KuasaNya Yang tidak berubah, tetapi di ay 9 ini dikaitkan dengan pengajaranNYA. Sebagai contoh yang saya tahu adalah alm.bpk.pdt In Juwono, alm.bpk.pdt Pong dan juga alm.bpk.pdt Totaijs, ketiga beliau ini yang saya tahu sampai mereka dipanggil oleh TUHAN adalah ‘mereka tidak pernah berubah dalam pengajaran’ dan ini yang harus dilihat oleh sidang jemaat/ seorang gembala yang dapat dilihat dengan mata kepala kita. Dimulai dari berpegang teguh pada pengajaran yang benar, yang sudah kita pegang dan sudah menjadi pengalaman hidup kita. Bagi siswa/i, jangan saudara merubah-ubah pengajaran yang sudah saudara terima seperti TUHAN YESUS Yang tidak pernah berubah dari dulu sampai selamanya. Kalau gembala berubah-ubah dalam pengajarannya, maka itu berarti sidang jemaat bagaikan tidak memiliki tudung dan jika demikian, maka sidang jemaat juga tidak
      memiliki ketiga tudung yang di atasnya. Selama tabernakel itu tidak diberi tudung tabernakel, maka tidak akan ada tiga tudung yang lain. Dan ini sungguh-sungguh merupakan tanggung jawab dari seorang gembala agar tetap berpegang teguh pada satu pengajaran benar/tidak berubah-ubah dalam pengajaran. Inilah gembala yang menjadi teladan di dalam sidang jemaat. Semoga kita dapat mengerti.
    • teladan iman dalam menghadapi pencobaan. Gembala harus tetap berharap dan beriman kepada TUHAN dalam menghadapi pencobaan. Saya serap pengajaran yang dikatakan oleh alm.bpk.pdt Pong yaitu: ‘kalau sidang jemaat tidak memiliki beras sampai tidak makan, maka mereka diam saja, tetapi kalau gembala di pastori tidak memiliki beras, maka gembala mulai berkhotbah: Saudara! kuasa TUHAN itu tidak berubah, memang di pastori tidak ada beras, tetapi saya yakin sesudah ibadah ini pasti sudah ada beras’. Setelah gembala berpantun, maka sidang jemaatpun semuanya sudah mengetahui bahwa gembala di pastori tidak memiliki beras. Seringkali kami hamba TUHAN berbuat demikian.
    Jadi menjadi teladan iman adalah:
    • berpegang teguh pada pengajaran yang benar/tidak berubah-ubah
    • dalam menghadapi pencobaan tetap berharap kepada TUHAN tidak berharap kepada manusia.
    Selain teladan iman, maka di dalam 1 Timotius 4 : 12, Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
    Inilah juga teladan dari seorang gembala di dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan dalam kesucian, jika ada teladan ini, maka itu berarti di dalam sidang jemaat ada tudung. Oleh sebab itu para gembala-gembala harus selalu kita doakan supaya ada teladan dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan juga dalam kesucian.
    Bagi siswa/i Lempin-El, saya mau tekankan agar jangan sekali-kali meninggalkan sidang jemaat karena alasan apapun/tanpa alasan yang jelas. Kalau gembala tidak setia, maka sidang jemaat itu bagaikan tidak memiliki tudung >>> datang ke gereja, gembala tidak ada di tempat tanpa alasan yang jelas dan ini berarti tidak ada tudung yang pertama/bolong karena tidak ada ketiga tudung yang lain yaitu tudung ALLAH Tri Tunggal. Tudung tabernakel/tudung yang paling bawah ini merupakan penentu ada tidaknya tudung yang lain/tudung dari ALLAH Tri Tunggal. Inilah kesimpulan yang kedua dari empat Oknum yang menudungi sidang jemaat yaitu:
    • tudung penghukuman adalah ALLAH Bapa
    • tudung kulit domba jantan diwarnai merah adalah ALLAH ANAK
    • tudung bulu kambing adalah ALLAH Roh.Kudus dan
    • tudung tabernakel adalah gembala sidang jemaat yang dapat dilihat langsung oleh sidang jemaat dengan mata jasmani dan harus menjadi teladan iman dan juga teladan di dalam kesetiaan, dalam kasih, dalam perkataan, dalam kesucian dan dalam tingkah lakunya. Kalau gembala sudah bisa menjadi teladan, maka ketiga tudung yang lain yaitu ALLAH Tri Tunggal yaitu TUHAN YESUS KRISTUS sebagai Mempelai Pria Surga dan Gembala Agung dan sebagai Raja di atas segala raja, pasti ada dan dapat dilihat dengan mata rohani. Semoga kita dapat mengerti.

Mari!sekarang ini biarlah kita berdoa, bukan berarti saya sudah bagus/sudah baik sebab kita semua sama-sama belajar dan biar mata rohani kita dapat melihat Pribadi YESUS sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja di atas segala raja dan sebagai Mempelai Pria Surga maka hasilnya adalah:
? YESUS sebagai Imam Besar dan Gembala Agung >>> Ibrani 2 : 17, 18,
17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Jika kita dapat melihat YESUS sebagai Gembala Agung dan Imam Besar, maka IA dapat menolong mereka yang berada di dalam pencobaan.
Istilah ‘dapat’ ini berarti tidak dapat dibatasi oleh apapun juga. YESUS sebagai Imam Besar/Gembala Agung dapat menolong, asal kita dapat melihat Dia dengan mata rohani.

? YESUS sebagai Raja dan sebagai Mempelai Pria Surga >>> Yesaya 43 : 15,
Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
Kita dapat memandang YESUS sebagai Raja di atas segala raja dan sebagai Mempelai Pria Surga Yang memiliki kuasa penciptaan >>> ‘AKUlah Yang menciptakan Israel’.
Untuk apa kuasa penciptaan ini?
- untuk menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
- kita ingat peristiwa di ktb Kejadian waktu manusia masih sebagai tanah liat yang diciptakan oleh TUHAN menjadi Satu Gambar dengan TUHAN. Kalau kita dapat memandang YESUS sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga, kita mengalami kuasa penciptaan untuk mengubahkan hidup kita/menciptakan kita kembali sampai satu waktu menjadi Satu Gambar dengan DIA/sama mulia dengan DIA. Kita menjadi Mempelai Wanita untuk duduk bersanding bersama YESUS selama-lamanya.
Mari! sekarang ini banyak yang kita cari di dunia ini, tetapi kita mencari tudung dengan sungguh-sungguh yaitu:

  1. yang bisa dilihat adalah seorang gembala >>> mata kita harus tepat melihat gembala, bukan melihat ganteng/kaya, tetapi melihat imannya di dalam berpegang pada pengajaran, ia tidak berubah-ubah.
  2. teladan imannya di dalam menghadapi masalah. Gembala ini tidak memakai politik, pertolongan dari orang dllnya, tetapi sungguh-sungguh hanya berharap kepada TUHAN sehingga ia benar-benar menjadi tudung.
  3. teladan di dalam kehidupan sehari-hari yaitu perkataannya, tingkah laku, kesucian, kesetiaan dan kasih. Kalau itu sudah dapat kita lihat, maka sekarang ini kita juga dapat melihat ALLAH BAPA, ALLAH ANAK dan ALLAH Roh.Kudus itulah YESUS KRISTUS sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Mempelai Pria Surga Yang dapat kita lihat dengan mata rohani.
  • Kalau kita melihat YESUS sebagai Gembala Agung dan Imam Besar, maka turun belas kasihanNYA untuk menolong/dapat menolong kita tepat pada waktunya.
  • Kalau melihat YESUS sebagai Raja, maka ada kuasa penciptaan dari yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil bahkan menciptakan kita menjadi seperti ciptaan semula yaitu menjadi sama dengan DIA.
    TUHAN memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top