Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3, tentang 7 jemaat bangsa kafir yang mengalami penyucian terakhir, supaya bisa sempurna (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015). Ini adalah jemaat yang terakhir--jemaat ketujuh. Ini menunjuk pada keadaan jemaat akhir zaman.

Wahyu 3: 21-22
3:21.
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
3:22. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."


JANJI TUHANkepada jemaat Laodikia--kita semua--yang menang, yaitu duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga. Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--suami; kepala---dan kita sidang jemaat sebagai mempelai wanita sorga.

Jadi, tujuan utama dan tujuan akhir kita mengikut dan melayani Yesus adalah sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya. Kalau hanya sampai kaya, orang di luar Yesus, lebih banyak yang kaya. Kalau hamba Tuhan tujuannya supaya gereja besar dan anggotanya banyak, orang di luar TUHAN lebih banyak. Bukan itu tujuannya.

Syaratnya: harus menang bersama Yesus.
Siapa yang menang bersama Yesus? Tadi malam, kita sudah belajar dalam Mazmur 20: 7; yaituorang yang diurapi oleh TUHAN. Sehebat apapun manusia daging, hanya kayu yang rapuh; hanya tanah liat yang rapuh dan akan kalah saat melawan dosa, pengaruh dunia, hawa nafsu daging. Sebab itu, harus ada urapan Roh Kudus, supaya bisa menang (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Oktober 2015).

Malam ini, maju satu langkah, kita belajar dari Wahyu 17: 14
17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

Kehidupan yang menang bersama Yesus, yaitu: kehidupan yang terpanggil, terpilih dan setia.
Dipanggil= diselamatkan/dibenarkan; lepas dari dosa-dosa; dulu kita orang berdosa, hanya untuk dibinasakan, tetapi dipanggil untuk diselamatkan lewat percaya, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus.

Sesudah itu, dipilih, artinya disucikan untuk diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja. Imam-imam dan raja-raja adalah seorang yang memiliki jabatan pelayanan (pelayan TUHAN).

Yang setia= sudah menjadi imam dan raja, harus setia dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Kalau tidak setia, berarti sudah kalah. Kalau sakit, miskin, belum tentu kalah. Kalau miskin, sakit, tetapi setia, itu berarti menang. Demikian juga sebaliknya.

Jadi, yang menang bersama Yesus adalah imam-imam dan raja-raja yang setia dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN; dipanggil dan dipilih dulu, baru setia.
Yang belum menjadi imam dan raja, berdoa, supaya TUHAN bukakan jalan. TUHAN menggerakan kita lewat pemberitaan firman; sesuai dengan beban yang TUHAN berikan kepada kita. Sesudah itu, harus setia. Kalau tidak setia, sama saja dengan kalah.

Ada 4 tingkatan kesetiaan dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN:

  1. tingkatan yang pertama: setia dan benar.
    Kalau kita bisa setia kepada TUHAN, maka di dalam nikah, pekerjaan, dan segala hal kita juga bisa setia dan benar.
    Kalau kepada TUHAN saja tidak setia, pada suami atau isteri pasti tidak setia.

    Kesetiaan kepada TUHAN menentukan kesetiaan yang lain.

    “Saya buktikan dengan ayat menerangkan ayat dalam Alkitab, supaya apa yang kita dengar benar-benar dari Firman TUHAN dan bukan dari pendapat manusia.”
    Lukas 17: 7-8
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmudan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Dari ladang, capek, kena panas, masih masak dulu untuk tuannya, baru boleh makan dan minum. Inilah contoh setia dan benar.
    Di sini disebutkan melayani TUHAN dengan berikat pinggang.

    Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenarandan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Berikat pinggang, dulu artinya siap melayani. Melayani TUHAN dengan berikat pinggang, sekarang artinya:
    beribadah dan melayani TUHAN dengan setia dan benar. Artinya:

    • Setia dan hidup dalam kebenaran(tidak berbuat dosa). Ada yang setia, tetapi tidak benar, malah menjadi caci maki terus. Contoh: ke gereja terus, tetapi hutang tidak bayar.

    • Setia dan berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar(taat dengar-dengaran pada pengajaran yang benar). Komandonya (pengajarannya) harus benar dulu, supaya arahnya benar. Kalau kepalanya (komandonya) terganggu, arahnya akan salah, sampai TUHAN berkata: ‘Enyahlah engkau!’
      Seperti Hawa yang kepalanya adalah ular; sebelumnya, ia mengikuti TUHAN dan berada di Firdaus, tetapi begitu ia ikuti ular, ia diusir dari Firdaus. Hati-hati!

    Lukas 17: 8, jika kita beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar, itu sama dengan memberi makan minum kepada TUHAN; memuaskan hati TUHAN; mengenyangkan dan menyenangkan hati TUHAN. Inilah pelayanan yang berkenan kepada TUHAN.
    Setia dan benar ini tidak bisa dipisahkan; seperti halnya memakai ikat pinggang, tidak bisa kalau hanya setengah--setia saja, tetapi tidak benar, atau sebaliknya. Kalau dikaitkan dengan sayap burung nasar, kalau tidak setia, sekalipun benar, berarti hanya punya 1 sayap dan tidak bisa terbang; percuma; begitu juga kalau hanya setia tetapi tidak benar.

    Kalau setia dan benar, hasilnya:

    • TUHAN memberi kita makan dan minum; urusan makan minum, hidup sehari-hari, sampai masa depan kita adalah urusan TUHAN ('sesudah itu engkau boleh makan dan minum'). Urusan kita hanya beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar.
      Kita kuliah dan berusaha lainnya, tetapi yang menentukan semuanya adalah TUHAN.

    • Wahyu 19: 11
      19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

      Hasil kedua: kita dipakai dalam kegerakan kuda putih; kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga.

      Ada dua pembangunan tubuh. Kalau tidak masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, berarti masuk dalam pembangunan tubuh babel (kenajisan dan kejahatan yang sempurna); menjadi mempelai wanita setan. Tidak ada netral! Pilih salah satu, sorga atau neraka!

    • Yeremia 2: 32
      2:32. Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.

      ‘seorang pengantin perempuan’ = mempelai wanita.

      Hasil ketiga: kita MEMILIKI PERHIASAN MEMPELAI WANITA; kita sudah dipersiapkan menjadi mempelai dan ini merupakan persiapan akhir.

  2. Tingkatan yang kedua: setia dan baik.
    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Setia dan baik, artinya:

    • punya hati nurani yang baik.
      Ibrani 13: 18
      13:18. Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik.

      Hati nurani ini menentukan hidup kita baik atau tidak.

      Jadi, setia dan baik, artinya: beribadah melayani TUHAN dengan setia dan dengan hati nurani yang baik, yaitu:

      1. tanpa pamrih (tidak mencari keuntungan), terutama untuk perkara jasmani seperti keuangan, kedudukan, pujian, dan lain-lain; seperti matahari bersinar yang tidak ada pamrih.
      2. rela berkorban apapun untuk TUHAN.

        "Mulai dari saya sebagai gembala, bukan untuk pamrih jasmani, tetapi justru berkorban apapun untuk TUHAN (waktu, tenaga, uang, semuanya dikorbankan), kecuali pengajaran benar tidak boleh dikorbankan."


    • Efesus 4: 29
      4:29. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baikuntuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

      Yang kedua: beribadah melayani TUHAN dengan setia dan disertai dengan perkataan yang baik.
      Artinya: tidak ada dusta, tidak merugikan orang lain lewat gosip, fitnah (yang benar jadi salah dan sebaliknya), menuduh orang lain, dan memaksa orang lain untuk mengakui sesuatu dan sebagainya. Kalau setia, tetapi berdusta, bisa menjadi sandungan.

      "Betul-betul saya dipaksa untuk mengakui surat. Saya turun dari mimbar--belum jadi gembala di Malang, baru khotbah 2-3 kali--saya dituduh dan dipaksa: ‘Ini, pasti Pak Wi yang menulis, harus mengaku!’ Saya tidak tahu, tetapi dipaksa, padahal itu surat kaleng. Saya bingung. Lama-lama ada batasnya. Saya sudah katakan: 'Sungguh Tidak!' Tetapi dipaksa terus. Itulah kejamnya gosip dan fitnah. Sampai saya teriak: 'Kalau saya nulis ini, lebih saya tidak khotbah.' Baru diam orangnya. Inilah bahayanya fitnah dan gosip. Tidak bicara, tidak menulis surat, tetapi dipaksa untuk mengaku. Lebih baik, kalau memang menulis, mengaku. Kalau tidak, tidak perlu mengaku. TUHAN tolong kita semua."

      Setia dan baik ini tidak boleh dipisahkan.
      Kita tidak merugikan orang lain, tetapi justru menjadi berkat bagi orang lain.
      Hati-hati! Kata-kata dusta, gosip dan fitnah banyak merugikan yang rohani. Orang yang tadinya senang mendengar firman, jadi tersandung karena gosip.

      "Saya sebagai gembala sudah banyak menemukan yang demikian.Saya anjurkan pada jemaat, kalau ada gosip tentang gembala, abaikan. Tetapi kalau ragu, tanyakan kebenarannya. Kami gembala siap menjawab. Percayalah. Begitu saja. Jangan sampai kita merugikan orang lain.Itulah hati nurani yang baik dan perkataan yang baik (‘dari hati keluar ke mulut’)."

    • Roma 12: 17
      12:17. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baikbagi semua orang!

      Yang ketiga: beribadah melayani TUHAN dengan setia dan disertai dengan perbuatan kebajikan, yaitu

      1. suka memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan.
      2. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan; kita bisa merasakan lebih bahagia kalau bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Semoga menjadi pengalaman kita semua.

    Sungguh-sungguh malam hari ini. Untuk bisa menang bersama TUHAN, kita dipanggil dan dipilih menjadi imam-imam dan kita harus setia.

    Hasilnya:
    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.


    • Hasil pertama: ‘dipercaya perkara yang besar’. Dari perbuatan kebajikan--selalu berbuat baik, bisa memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan--itu akan dicatat semuanya--ditambahkan terus sampai membesar dan dipercaya perkara besar.

      Perkara besaradalah

      1. 2 sayap burung nasar yang besar: untuk meyingkirkan kita ke padang belantara; kita jauh dari mata antikris yang bekuasa di bumi selama 3,5 tahun. Nanti, segala sesuatu tidak laku, kecuali menyembah antikris. Hanya 2 sayap burung nasar yang bisa menyingkirkan kita. Kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci (tubuh Kristus).

        Selama 3,5 tahun kita bersama TUHAN di padang belantara; seperti Israel hidup dari manna selama 40 tahun di padang belantara.

        Jadi, ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci adalah latihan menyingkir ke padang belantara. Nanti, kita benar-benar keluar dari dunia ini ke padang belantara dengan 2 sayap burung nasar yang besar. Semakin setia-benar, dan setia-baik, sayap semakin besar sampai maksimal.

        Jangan remehkan ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, karena ini merupakan makanan bagi kita, supaya sayap semakin besar.

      2. Perkara besar juga berarti PAKAIAN MEMPELAI WANITA. Perbuatan kebajikan menunjuk pada pakaian mempelai. Tadi, setia dan benar menunjuk pada perhiasan mempelai. Sekarang, setia dan baik menunjuk pada pakaian mempelai.

        Wahyu 19: 8
        19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

        (terjemahan lama)
        19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala
        kebajikanorang-orang suci itu."


    • Hasil kedua: 'Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'= mengalami kebahagiaan mempelai--‘tuanmu’ = Yesus sebagai mempelai pria--yang terus meningkat sampai puncaknya, kebahagiaan dalam perjamuan kawin Anak Dombadi awan-awan yang permai saat Yesus datang kembali. Kalau semakin hari kita makin menderita, tidak mungkin masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba.

      ‘Berbahagialah orang yang miskin, berbahagialah orang yang lapar’; di sini tetap ada kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun juga.

    Mari, urusan kita adalah setia dan benar. Kita berusaha (modal besar, toko, pekerjaan hebat), tetapi TUHAN yang menentukan dan TUHAN akan menghiasi kita.
    Setelah itu, setia dan baik; hati nurani baik, perkataan dan perbuatan baik. Hasilnya: dipercaya 2 sayap burung nasar yang besar. Kita dijamin oleh TUHAN--jangankan dijamah, apalagi dianiaya oleh antikris, dilihatpun tidak bisa.

    Jika kita memberi kepada orang baik, kita bahagia. Tetapi jika ada orang yang merugikan kita, lalu kita bisa menolong, itu lebih bahagia lagi; pakaian putih lebih berkilau-kilau lagi. Kalau kita membenci orang yang merugikan kita, maka kita akan menderita--tidak bahagia.

  3. Tingkatan yang ketiga: setia dan bijaksana.
    Lukas 12: 41-44
    12:41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
    12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang
    setia dan bijaksanayang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanankepada mereka pada waktunya?
    12:43. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
    12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia
    menjadi pengawas segala miliknya.

    ‘pengurus rumah’ = Oikunomos= pengurus rumah TUHAN yang menyangkut ibadah pelayanan.

    Di rumah TUHAN harus ada makanan (‘bawalah persembahan persepuluhan supaya ada makanan di rumah-Ku’). Sebab itu, perlu ada orang yang setia dan bijaksana, yaitu seorang gembala yang bertugas menyiapkan makanan.

    Ayat 44: kalau setia dan bijaksana, maka akan diangkat menjadi pengawas milik TUHAN.

    Pengertian setia dan bijaksana:

    • Dikaitkan dengan makanan.
      Gembala--pengurus rumah TUHAN--harus setia dan bijaksana untuk memberikan makan kepada domba-domba.
      Ada juga pengurus lainnya, seperti tua-tua, dan lain-lain. Kalau soal makanan, itu urusan gembala. Jangan dibalik-balik!

      Memberikan makanan, bukan hanya pidato atau lawakan, tetapi makanan bagi domba-domba. Kita berdoa, supaya setiap firman yang diberitakan benar-benar merupakan makanan, sehingga kita bisa bertumbuh. Kalau bukan makanan, tidak akan bisa bertumbuh.

      Kalau kita tidak merindu, tidak akan ada makanan juga. Tetapi kalau kita sungguh-sungguh mencari makanan, maka TUHAN akan berikan firman pada gembala.

      Domba-domba juga harus setia dan bijaksana untuk bisa makan firmanpenggembalaan di dalam kandang penggembalaan.
      Makanan diberikan di dalam kandang penggembalaan, supaya kita mengalami pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan rohani--kesempurnaan.

      Kalau gembala setia dan bijaksana--bisa memberi makan dalam kandang--dan domba-domba juga setia dan bijaksana--bisa makan firman penggembalaan--, maka gembala dan domba-domba akan dipakai di dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus(persekutuan antar kandang penggembalaan); gembala dan domba selalu bersama-sama.

      Semua bermula dari kandang lebih dulu. Kalau ada kelimpahan di dalam kandang, baru dibawa ke luar. Kalau di dalam tidak ada kelimpahan (gembala tidak bisa memberi makan di dalam kandang), tidak mungkin ada yang dibawa ke luar.

      "Saya selalu ingat Pdt In Juwono megatakan: 'Kalau terus diisi air, akan mengalir ke mana-mana. Kalau ditahan, akan meledak. Tetapi kalau belum penuh, jangan ke mana-mana, nanti kering semua.' Jadi yang dibawa keluar adalah kelimpahannya. Saya selalu ingat. Kalau bapak/ibu tidak berdoa, saya juga tidak bisa. Kita sama-sama mendoakan."

      Kewaspadaan:

      1. jika domba-domba tidak makan firman penggembalaan di kandang penggembalaan--tidak setia dan tidak bijaksana--, maka akan menjadi lapar (lemah)--mulai bersungut-sungut, bergosip dan menghasut--, pingsan--suam-suam untuk perkara rohani--dan sakit--mulai berbuat dosa--sampai mati rohani--tidak bisa bertobat dan binasa selamanya. Hanya firman yang bisa membuat kita bertobat.

      2. Sok bijaksana, yaitu mencari makan sendiri di luar kandang. Nanti, dia pasti makan racun. Akibatnya juga sama, yaitu mulai bergosip dan sebagainya.

        Setan dengan Hawa bergosip juga; setan menyalah-nyalahkan TUHAN. Tadinya senang mendengar suara TUHAN, tetapi kena suara lain, mulai menuduh dan lain-lain. Akhirnya juga sama yaitu binasa selama-lamanya.

      Jadi, orang bijaksana dimulai dari makanannya.

    • Selanjutnya, bijaksana juga berarti tahu batas(ada pagarnya) di dalam hal:

      1. Perkataan. Hati-hati dalam perkataan! Siapa yang kita bicarakan dan apa yang dibicarakan, harus tahu batas. Masa tega bicarakan orang tua sendiri? Rem sedikit. Yang kita bicarakan hamba TUHAN yang dipakai TUHAN, rem dulu. Jangan keterusan. Bahaya!

        Kalau kita keterusan--melewati pagar batas jalan--, kita akan masuk jurang. Harus tahu batas! Kalau tidak, akan masuk dalam jurang kehancuran, kekeringan rohani, kenajisan, kegagalan dan sebagainya.

        Batas paling bagus adalah perkataan yang benar dan baik; menjadi kesaksian; batasnya adalah perkataan yang benar dan murni(1 Korintus 5 ‘batasnya adalah kemurnian dan kebenaran’).
        Kita tahu batas dalam perkataan dan perbuatan.

      2. Kita juga tahu batas dalam pergaulan; batasnya adalah kebenaran dan kemurnian--pada Tabernakel, ditunjukkan dengan kain putih. Kalau melampaui kain putih, berarti sudah di luar kerajaan sorga.
        Kita batasi pergaulan di kantor, dalam berdagang, di kuliah; baik dalam dunia nyata dan dunia maya, termasuk pergaulan di dalam gereja dan pergaulan dengan hamba TUHAN.

        Bergaul di bidang apa saja, harus hati-hati. Yang penting adalah batas dari TUHAN, bukan dari manusia. Di luar itu, jangan! Pasang batas yang tegas. Kalau melanggar, pasti jatuh ke jurang! TUHAN tolong kita semua.
        Bukan sombong, sebab batasnya dari TUHAN! Tetapi, kita justru dengar-dengaran dan bijaksana.

        Kalau melanggar perintah TUHAN, berarti sok bijaksana.

      3. Soal makananjuga harus tahu batas; baik makanan jasmani dan makanan rohani. Kalau tidak, akan merugikan. Apalagi kalau sudah ada penyakit. Batasi dengan kemurnian dan kebenaran.

        Yang tidak boleh dimakan, tetapi kita makan, berarti itu sudah tidak benar bagi kita.

    • Matius 7: 24
      7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Kuini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

      ‘perkataan-Ku’ = perkataan Yesus (ayat menerangkan ayat).

      Bijaksana (puncak kebijaksanaan) juga berarti hanya mendengar dan dengar-dengaran pada perkataan Yesus--firman pengajaran yang benar; firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Alkitab jangan ditambah dan dikurangi.

      10 pengintai adalah contoh kehidupan yang sok bijaksana. Sudah membenarkan firman, tetapi masih menggunakan logika--suara daging (‘memang Kanaan luar biasa, betul Firman TUHAN, hanya orangnya besar-besar’) . Ini melanggar batas dan pasti jatuh ke jurang. Jangan menambah atau mengurangi firman.

      Kabar mempelai kalau ditambah suara daging--seperti 10 pengintai--, akan jadi kabar busuk. Bukan menyucikan, melainkan membusukkan. Harus pas!

      Jadi, setia dan bijaksana sama dengan setia dan taat dengar-dengaranpada firman pengajaran yang benar.

    1 Petrus 1: 22
    1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatankepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihidengan segenap hatimu.

    Kalau sudah setia dan bijaksana soal makanan firman, tahu batas sampai taat dengar-dengaran, maka kita akan hidup dalam kesucian dan bisa saling mengasihisatu denan yang lain, bahkan sampai mengasihi orang yang memusuhi kita.

    Hasilnya: kita diangkat menjadi pengawas milik TUHAN.
    Lukas 12: 44
    12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

    Milik TUHAN adalah:

    • persepuluhan; merupakan milik TUHAN yang paling kecil di dalam rumah TUHAN. Kita mengawasi persepuluhan dengan jalan mengembalikan persepuluhan milik TUHAN.
      Gembala juga mengembalikan milik TUHAN, bukan hanya menerima, sehingga kita mendapatkan makanan rohani.

      Persepuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh TUHAN; kita hidup dari TUHAN.
      Mulai dari gembala. Apapun yang kita miliki, itu hanya sarana, tetapi yang memberkati adalah TUHAN.

      Kita juga hidup dari persepuluhan yang kita kembalikan kepada TUHAN. Ini adalah siklus yang tidak bisa terputus oleh apapun.

      Jika kita mengembalikan persepuluhan, maka ada makanan di rumah TUHAN (Firman TUHAN) =>kita makan Firman; mendengar, mengerti percaya, sampai melakukan Firman (taat dengar-dengaran) =>langit terbuka dan TUHAN mencurahkan berkat (kita diberkati oleh TUHAN) =>kita mengaku bahwa sudah diberkati oleh TUHAN; kita mengembalikan persepuluhan lagi. Begitulah seterusnya (Maleakhi 3). Siklus ini tidak akan bisa diputus oleh krisis apapun di dunia ini. Inilah siklus sorga atau siklus dari TUHAN.

      320

      Hamba-hamba TUHAN juga hidup dari persepuluhan yang dikembalikan kepada TUHAN. Persepuluhan dipercayakan kepada gembala yang memberi makan sidang jemaat. Jika gembala menerima persepuluhan yang merupakan kepercayaan TUHAN, tetapi tidak mengembalikan persepuluhan, maka kita akan kering.

      Diberkati TUHAN, artinya: jauh dari kutukan, celaka dan marabahaya; dipelihara sampai bisa mengucap syukur pada TUHAN; hidup dalam damai sejahtera.

    • Penyembahan. Kalau kita dipercaya mengawasi milik TUHAN, maka kita bisa menyembah TUHANdalam penyembahan yang benar; tidak kering. Setiap jemaat mengawasi penyembahannya masing-masing dan gembala mengawasi penyembahan yang benar. Kalau gembala tidak dipercaya persepuluhan, maka tidak dipercaya juga soal penyembahan, dan akhirnya kering.

    • Mempelai wanita (milik TUHAN yang tertinggi dan yang terakhir); yang empunya mempelai wanita adalah mempelai pria. Mengawasi milik TUHAN, artinya kita bisa MENJADI MEMPELAI WANITA SORGA.

    Tadi kita dihiasi dulu--setia dan benar--, kemudian diberi pakaiannya--setia dan baik--, dan ditingkatkan lagi menjadi setia dan bijaksana, supaya kita bisa menjadi mempelai--sudah dipersiapkan untuk menjadi mempelai TUHAN dan sudah tampil di takhta. Inilah kesetiaan yang semakin meningkat dari kehidupan yang menang bersama TUHAN.

  4. Tingkatan yang keempat: setia dan berkobar-kobar.
    Roma 12: 11
    12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyaladan layanilah Tuhan.

    Kita beribadah dan melayani TUHAN dengan setia berkobar-kobar (‘setia dan menyala-nyala’).

    Ibrani 1: 7
    1:7. Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-N menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Hamba TUHAN, Pelayan TUHAN yang beribadah melayani TUHAN dengan setia berkobar-kobar, sama seperti pelayan TUHAN bagaikan nyala api.

    Daniel 7: 9
    7:9. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala apidengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

    Ayat 9= Yesus duduk di takhta; kita akan duduk bersanding dengan Yesus di takhta.

    Takhta TUHAN sama dengan nyala api. Tadi, pelayan TUHAN, sama dengan nyala api.
    Jadi, hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang setia berkobar-kobar--mulai dari setia-benar, setia-baik, setia-bijaksana, sampai setia berkobar-kobar--sama dengan takhta TUHAN di dunia ini; sampai nanti ke takhta yang sesungguhnya.

    Kalau kendor--tidak setia (tinggalkan ibadah pelayanan)--akan jadi takhtanya setan. Percayalah. Hanya ini pilihannya!
    Kita sungguh-sungguh, biar kita semangat lagi. Sudah setia, sudah baik, tetapi sering belum berkobar-kobar (mengantuk dan sebagainya). Kita berusaha untuk mohon pertolongan dari Roh Kudus, supaya kita tetap setia dan berkobar-kobar. Kita sama-sama berjuang.

    "Tadi seorang ibu, saya temukan di Wonokromo. Kadang-kadang ia menunggu selama 1 jam dan ia katakan: 'Ini perjuangan untuk ibadah.' Saya dalam hati juga berkata yang sama. Yang penting, sampai di gereja jangan loyo. Jangan mau diperbudak oleh apapun (oleh penyakit, pekerjaan), tetapi mau setia dan berkobar-kobar."

    Yesaya 6: 1
    6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

    Jika kita menjadi takhta TUHAN, maka ujung jubah TUHANmemenuhi Bait Suci--kehidupan kita adalah Bait Suci--, artinya menutupi kehidupan kitasemuanya dan ujung jubah ini ada kuasanya.

    Jika ujung jubah memenuhi (menutupi) kehidupan kita,Hasilnya:

    • kuasa ujung jubah adalah kuasa perlindungan dan pemeliharaanTUHAN kepada kita:

      1. dilindungi dan dipelihara di tengah dunia yang sudah sulit bagaikan padang gurun (sulit menabur dan menuai). Jika ditudungi, saat ada serangan, yang kena adalah jubahnya dulu (seperti ada perisainya).

      2. Dilindungi dari binatang buas, celaka dan marabahaya di dunia; baik secara jasmani--gempa dan sebagainya--dan rohani--dosa sampai puncaknya dosa. Kalau tidak ditudungi jubah TUHAN, celaka.

      3. sampai dilindungi dan dipelihara pada zaman antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi.

      Kita ditudungi, sehingga kita mengalami ketenangan, damai sejahtera; hidup menjadi enak dan ringan. Orang tua bisa tenang kalau anak ke sekolah dan lainnya, karena sudah ditudungi oleh TUHAN. Kalau kekayaan, kepandaian, tidak bisa menudungi. Mengerikan sekali kalau tidak ada tudung jubah TUHAN.

    • Keluaran 28: 33-34
      28:33. Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delimadari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas,
      28:34. sehingga satu giring-giring emas dan satu buah delima selalu berselang-seling, pada ujung gamis itu.

      Pada ujung jubah imam besar Harun (sekarang Imam Besar Yesus) ada buah delima, yang terbuat dari kain warna-warni dan ada giring-giring emas (lonceng emas); buah delima dan lonceng emas berselang-seling.

      Hasil kedua: pada ujung jubah ada buah delima= kuasa penyatuan; kalau dibelah dua, buah delima ada sekat-sekatnya; tidak sama, tetapi satu buah.
      Artinya: banyak perbedaan kita gereja TUHAN, yaitu suku, bangsa, bahasa, status sosial, jenis kelamin, dan lain-lain, tetapi harus satu.
      Sekalipun berbeda-beda secara jasmani, tetapi bisa menjadi satu kalau yang rohani satu.

      Efesus 4: 3-6
      4:3. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
      4:4. satu tubuh
      (1), dan satu Roh(2), sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan(3)yang terkandung dalam panggilanmu,
      4:5. satu Tuhan
      (4), satu iman(5), satu baptisan(6),
      4:6. satu Allah dan Bapa dari semua
      (7), Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

      = 7 kesatuan, mulai dari satu tubuh.
      Semua boleh berbeda dalam gereja TUHAN, tetapi 7 hal rohani ini harus sama, supaya bisa menjadi satu, yaitu:

      1. satu tubuh= satu kepala. Kepala adalah firman yang menjadi manusia.
        Yohanes 1: 1, 14
        1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
        1:14.
        Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

        'Pada mulanya adalah Firman'= Logos (Firman pengajaran yang benar).
        ‘Firman itu telah menjadi manusia’ = Firman lahir menjadi manusia, itulah Yesus.
        'Anak Tunggal Bapa'= Yesus.

        Satu tubuh ini sebagai penentu, yaitu harus satu firman pengajaran benar. Setelah itu, baru yang lainnya bisa menjadi satu. Kalau dua kepala, tidak akan bisa menjadi satu.

      2. Satu Roh,
      3. satu pengharapan,
      4. satu TUHAN,
      5. satu iman,
      6. satu baptisan,
      7. satu Allah Bapa.

      7 hal ini harus sama, dimulai dengan satu pengajaran. Satu pengajaran berarti harus cocok dengan alkitab, yaitu pembukaan rahasia Firman; ayat menerangkan ayat dalam alkitab.

      Jadi, kuasa ujung jubah menyatukan kita mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai satu tubuh yang sempurna--Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

    • Giring-giring emas; lonceng emas yang berbunyi indah menunjuk pada penyembahan dalam urapan Roh Kudus; dengan hancur hati, sampai mengeluarkan bahasa iman, seperti seorang perempuan pendarahan 12 tahun yang keadaannya makin memburuk (hartanya habis). Saat ia mendengar Yesus datang, ia mau menjamah Yesus, sekalipun ia lemah. Tentu dengan tangisan: 'Asal ku jamah jubahnya, aku sembuh.' Ini bahasa iman.

      Setelah itu disusul bahasa Roh atau bisa dengan bahasa sorga: 'Haleluya'.

      "Waktu saya tidak bisa makan dan minum, sudah mau meninggalkan TUHAN, lalu TUHAN bawa saya ke kamar dan dikuatkan. Saya sudah bisa hancur hati. Saya teriak kalau saya sangat menderita. Tetapi TUHAN ingatkan bahwa Ia lebih menderita dari pada saya. Saya langsung menangis. Dalam hancur hati, saya teriak: 'Biar saya digaji 100 kali oleh direktur saya, saya tetap pilih TUHAN sekalipun TUHAN tidak kasih uang, beras seperti hari ini.' Ini bahasa iman."

      Apapun keadaan kita malam ini gunakan bahasa iman. Kalau bisa menyembah dengan hancur hati, bisa yakin kepada Dia (tidak perlu berteriak, mungkin hanya dengan ‘Haleluya’), maka ada kuasa mujizat dari ujung jubah.

      Hasil ketiga: pada ujung jubah ada kuasa mujizat:

      1. Yang mustahil menjadi tidak mustahil,
      2. Yang busuk (pendarahan 12 tahun) menjadi baik,
      3. Yang gagal menjadi berhasil dan indah.
      4. Sampai jika Yesus datang--kita tetap jamah ujung jubah TUHAN--kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia dan kita layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kita layak duduk bersanding dengan Dia di takhta sorgauntuk selamanya.

Malam ini, ada kuasa ujung jubah. TUHAN melihat setia-benar, setia-baik, setia-bijaksana dan setia-berkobar. Ada kuasa di ujung jubah TUHAN. Yang tidak kuat, jamah ujung jubah TUHAN, sebab ada kuasa di dalam ujung jubah TUHAN. TUHAN sanggup menolong kita semua. Apapun keadaan kita menyangkut jasmani, rohani dan rumah tangga, ada kuasa ujung jubah malam ini.

TUHAN memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Surabaya, 10 Mei 2017 (Rabu Sore)
    ... adalah pintu masuk ke Firdaus sampai kerajaan sorga yang kekal. Siapa yang bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang mulai sekarang mendengar dan dengar-dengaran pada pedang firman--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua-- sehingga mengalami penyucian dan pembaharuan secara terus menerus--dosa lama dipotong dan tabiat ...
  • Ibadah Doa Malang, 26 Agustus 2021 (Kamis Sore)
    ... batu yang terpilih sebuah batu penjuru yang mahal dan siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan. . Karena itu bagi kamu yang percaya ia mahal tetapi bagi mereka yang tidak percaya Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu ...
  • Ibadah Raya Malang, 07 Februari 2021 (Minggu Pagi)
    ... di hadapan TUHAN sebab itu dikatakan orang Seperti Nimrod seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel Erekh dan Akad semuanya di tanah Sinear. Nimrod adalah keturunan Ham yang melihat aurat ayahnya dan menceritakan membuka hal yang tabu. Ini menunjuk dosa kenajisan memburu keinginan daging hawa ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2009 (Senin Sore)
    ... melihat Dia muka dengan muka kita sudah benar-benar terlepas dari badai maut dan kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba. Wahyu Sementara dunia hancur lebur kita sudah berada pada pesta nikah Anak Domba ada pada puncak kebahagiaan. Disebut pesta nikah Anak Domba sebab yang menebus kita adalah Anak Domba Allah. Sesudah itu kita ...
  • Ibadah Raya Malang, 18 Juli 2010 (Minggu Pagi)
    ... di luar pintu Kerajaan Sorga. Gadis bijaksana dan gadis bodoh dipisahkan oleh pintu Kerajaan Sorga. Pemisahan ini adalah pemisahan untuk selama-lamanya artinya tidak akan pernah bertemu lagi. Pintu Kerajaan Sorga ini sekarang menunjuk pada PINTU HATI. Pemisahan gereja Tuhan yang bijaksana dan bodoh ini sudah dinubuatkan oleh Tuhan dalam kitab Keluaran yaitu pemisahan ...
  • Ibadah Natal Surabaya, 21 Desember 2009 (Senin Sore)
    ... Yesus Matius keluar dari dosa menuju terangNya yang ajaib. Pemungut cukai berdosa. Langkah keluar dari dosa percaya Yesus. bertobat. lahir baru hidup baru hidup dalam kebenaran. Inilah pengikutan kepada Tuhan. Yohanes tergembala. Jangan puas hanya sampai keluar dari dosa. Harus dilanjutkan pada tergembala. Kehidupan yang tergembala harus masuk dalam kandang ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 22 Juli 2009 (Rabu Sore)
    ... sebagian besar Israel. Tetapi secara rohani ranting melembut ini juga menunjuk pada Israel yang mengalami keubahan hidup. Pohon ara melembut berarti kedatangan Yesus kedua kali sudah dekat. Jadi kedatangan Yesus kedua kali identik dengan keubahan hidup. Jadi kalau mau menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali kita harus mengalami keubahan hidup. Kolose - jelas bahwa yang ...
  • Ibadah Raya Malang, 28 Oktober 2012 (Minggu Pagi)
    ... mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Firman yang merupakan perkataan Yesus sendiri adalah firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Inilah firman ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 06 Desember 2008 (Sabtu Sore)
    ... emosi ambisi yang mendorong manusia untuk berbuat dosa dan masuk dalam kebinasaan. Dari mana kita menerima kasih Lewat korban Kristus lewat firman dan lewat Roh Kudus. Praktek memiliki kasih Allah kayu disalut emas Markus bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri Roma - buktinya adalah Jangan ada hutang dosa kepada sesama ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Maret 2013 (Kamis Sore)
    ... saja atau hanya melayani saja . Seorang yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Seorang imam paling sedikit memiliki tiga hal yaitu Karakter yang baik. Potensi yang baik terutama karunia Roh Kudus yaitu kemampuan ajaib dari Tuhan. Tahbisan yang benar. Matius Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang yang seorang akan dibawa ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.