English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Penataran Imam I-Minggu Sore, 04 November 2012)
Tayang: 28 Desember 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu Paskah Surabaya, 20 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 29 Juli 2008)
Tayang: 31 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Malam, 31 Desember 2013 (Tutup Tahun))
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 26 Agustus 2010)
Tayang: 11 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu, 03 Agustus 2008)
Tayang: 12 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2015)
Tayang: 02 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 16 November 2011)
Tayang: 02 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Pagi, 20 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Pagi, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Paskah Persekutuan-Senin Sore, 15 April 2013)
Tayang: 05 Mei 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Kamis Pagi, 13 Maret 2008
Tempat: Ciawi (Pagi)
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 20 April 2008

Kita tetap akan membaca di dalam ktb Wahyu 21 yang merupakan tema kita dihari-hari ini >>> Wahyu 21 : 5, Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
TUHAN mau menciptakan kita sebagai manusia baru yaitu manusia yang memiliki Gambar dan Teladan ALLAH/manusia yang sama mulia dengan TUHAN. Dan usaha TUHAN untuk mengembalikan manusia kepada Gambar dan Teladan ALLAH disebut dengan asuhan TUHAN.

Kita akan mempelajari bagaimana cara TUHAN mengasuh kita di dalam injil Lukas 6 yang terbagi menjadi tujuh bagian.
Yang pertama Lukas 6 : 1 – 5, yaitu tubuh yang diasuh oleh TUHAN supaya kita dapat masuk di dalam kegiatan rohani/kegiatan Firman sampai kita memiliki kerinduan untuk makan Firman dan kita akan dibela oleh TUHAN.
Yang kedua adalah jiwa diasuh oleh TUHAN untuk masuk dalam kedudukkan rohani yaitu kita menjadi imam dan raja dan untuk ini kita harus memiliki kesungguhan/TUHAN menantikan kesungguhan kita untuk melayani TUHAN. Jika kita memiliki kesungguhan, maka TUHAN akan memberikan kekuatan ekstra bagi kita semua. Tadi malam kita sudah mendengar Lukas 6 : 17 – 19, roh kita diasuh oleh TUHAN sampai kita menjadi tanah yang datar/hati yang rata/roh yang sehat, bukan roh yang sakit dan untuk ini harus ada usaha untuk makan Firman, usaha untuk menyelesaikan dosa, sampai yang terakhir adalah usaha untuk menjamah dan dijamah oleh TUHAN sehingga terjadi keajaiban/pemulihan oleh TUHAN. Jadi bagian pertama, kedua dan bagian yang ketiga adalah tubuh, jiwa dan roh kita diasuh oleh TUHAN untuk dikembalikan kepada Gambar ALLAH Tri Tunggal.

Sekarang kita akan masuk pada bagian yang keempat yaitu untuk kita kembali kepada Teladan ALLAH yaitu perbuatan diasuh oleh TUHAN,

Lukas 6 : 6 -11,
6. Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
7. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
8. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
9. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
10. Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
11. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Inilah perbuatan yang diasuh oleh TUHAN. Pada hari Sabat, YESUS masuk ke rumah ibadat lalu mengajar >>> ay 6. Kita sudah mendengar arti dari Sabat adalah perhentian di dalam Roh.Kudus dan juga urapan di dalam Roh.Kudus kemudian YESUS mengajar. Jadi dapat disimpulkan dari ay 6 ini yaitu TUHAN mengasuh perbuatan kita lewat kuasa Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh.Kudus sehingga kita kembali kepada Teladan ALLAH/perbuatan-perbuatan kita kembali meneladani TUHAN. Sekali lagi mohon dimaafkan, bukannya saya ini mengecilkan Firman penginjilan, sebab Firman penginjilan ini juga sangat penting. Sebab kalau tidak ada Firman penginjilan, saya tidak berada di sini, Firman penginjilan ini memanggil orang-orang berdosa masuk ke dalam bait ALLAH. Sesudah berada di dalam bait ALLAH, dibutuhkan Firman pengajaran untuk mengasuh perbuatan-perbuatan kita sampai kita kembali kepada Teladan TUHAN.Tanpa Firman pengajaran, kita tidak dapat kembali kepada Teladan TUHAN; jadi sama-sama penting. Tanpa Firman penginjilan, kita tidak dapat masuk ke dalam bait ALLAH, sesudah di dalam bait ALLAH, kita diterima oleh Firman pengajaran dan diterima kembali pada Teladan ALLAH. Tidak boleh saling mencaci maki tetapi harus saling bekerja sama. Semoga kita dapat mengerti.

Di dalam injil Lukas 6 : 6 – 11, ada dua macam kelompok perbuatan yang harus diasuh oleh TUHAN >>> ini sudah berada di dalam bait ALLAH dan tidak berbicara tentang orang luar lagi tetapi berbicara tentang anak TUHAN/hamba TUHAN yang harus diasuh perbuatannya oleh TUHAN.
Kedua kelompok itu adalah:

  • perbuatan dari anak TUHAN/hamba TUHAN yang seperti orang Parisi dan ahli taurat. Di dalam bait ALLAH ternyata ada anak TUHAN/hamba TUHAN yang ternyata perbuatan dan kelakuannya seperti orang Parisi dan ahli taurat sehingga harus diasuh oleh TUHAN/oleh Firman pengajaran di dalam urapan Roh.Kudus.
    Apa yang menjadi praktek dari perbuatan-perbuatan seperti orang Parisi dan ahli taurat itu?
    • Mengamat-amati YESUS, mungkin sekarang kita dapat langsung mengatakan >>> oh! Saya tidak seperti itu, sebab TUHAN YESUS tidak berada ditengah-tengah kita? Kalau dulu memang YESUS masih dalam Wujud Manusia, IA masuk ke dalam rumah ibadat sehingga IA dapat diamat-amati oleh mereka. Tetapi sekarang ini dalam arti rohani, Pribadi YESUS adalah Firman pengajaran yang benar >>> pada mulanya adalah Logos/Firman pengajaran dan Logos itu sudah menjadi Manusia di dalam Pribadi YESUS. Jadi untuk sekarang mengamat-amati YESUS adalah mengamat-amati Firman pengajaran yang benar >>> ini yang merupakan perbuatan dari anak-anak TUHAN yang sudah berada di dalam rumah ibadat/gereja, bukan untuk menerima Firman tetapi hanya untuk mengamat-amati.
      Mengamat-amati Firman pengajaran yang benar itu:
      • tidak mau mengakui >>> YESUS mengajarkan hal yang benar tetapi ahli taurat dan orang Parisi tidak mau mengakui kebenaran itu. Saya berpikir, mengapa mereka mengamat-amati YESUS sekalipun IA mengajarkan hal yang benar dan baik? Saya baru teringat >>> saudara tahu, YESUS mulai melayani pada usia tigapuluh tahun dan ini berarti YESUS masih muda. Ahli taurat, yang namanya ahli berarti sudah tua/sudah senior, itu sebabnya mereka mengamat-amati YESUS karena meremehkan YESUS Yang masih muda usia sehingga mereka tidak mau mengakui, sekalipun sudah tahu bahwa YESUS mengajarkan hal yang benar. Setelah saya teliti, maka salah satu penyebabnya adalah masalah umur, itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab hal ini justru terjadi pada waktu kegerakkan hujan akhir. Kita juga tahu, bahwa YESUS juga menaiki keledai muda dan ini berarti kehidupan muda yang dipakai pada kegerakkan hujan akhir dan nanti akan banyak orang yang senior/banyak orang yang sudah tua di dalam pengajaran ini menjadi orang Parisi. Orang muda ini bukan saja dalam hal usia saja, tetapi orang yang baru menerima pengajaran ini dapat langsung dipakai oleh TUHAN. Kita harus berhati-hati, saya diingatkan oleh TUHAN, sebab hal ini justru terjadi di akhir jaman.
      • mengkritik/menilai.
      • mulai menyalahkan Firman pengajaran yang benar. Saya agak kaget mendapatkan warisan dari ibu mertua berupa catatan-catatan. Satu waktu saya membuka-buka catatan waktu doa puasa dan hasil rapat dari Gereja Pantekosta Tabernakel (G.P.T) di Pacet. Ibu mertua saya menulis salah satu pertanyaan seorang hamba TUHAN dari G.P.T yang membuat saya tercengang sebab pertanyaannya itu >>> ‘bagaimana pertanggungan jawab dari yang mengajar peta jaman sebab sekarang sudah memasuki tahun duaribu, apakan pengajaran itu benar atau tidak’? Saya kaget sebab ini merupakan pertanyaan dari seorang yang sudah tua di dalam pengajaran tetapi beliau ini sudah mulai ragu dengan pengajaran peta jaman ini. Kalau TUHAN belum datang, bukan berarti pengajaran peta jaman ini salah, tetapi itu berarti perpanjangan sabar TUHAN. Kemudian setelah bpk.pdt Pong Dongalemba meninggal, mulailah pengajaran tabernakel itu diotak-atik. Inilah kenyataan yang harus kita bicarakan yaitu mulai tidak yakin dan mulai mengamat-amati YESUS. Kita harus berhati-hati dan tidak mengikuti orang Parisi dan ahli taurat. Firman pengajaran ini harus kita terima dan mempraktekkannya seperti yang selalu dikatakan oleh alm.bpk.pdt.In Juwono. Firman pengajaran ini bukan hanya diamat-amati, tetapi sekarang ini bahkan ditolak. Kesaksian saya ini sungguh-sungguh terjadi. Orang/kelakuan semacam itu juga cenderung untuk menyalahkan orang lain/hamba TUHAN lain, ia tidak pernah mengintrospeksi diri sendiri. Inilah perbuatan yang harus diasuh yaitu mengamat-amati YESUS. Semoga kita dapat mengerti.
    • Meluaplah amarah mereka (Lks 6:11a). Tetapi di dalam injil Markus, dikatakan >>> waktu YESUS bertanya, mereka diam dan diam di sini berarti marah. Kita bandingkan cerita yang sama dengan Markus 3 : 4, Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.
      Diam = mendongkol/jengkel/marah di dalam hati = tidak mengalami pekerjaan penyucian dari Firman pengajaran =
      • tidak mau disucikan. Tetap mempertahankan rasa iri hati, amarah.
      • tidak mau jujur mengaku. Padahal mereka tahu bahwa pada hari Sabat, lebih baik mana? membunuh atau menolong orang, tentunya lebih baik menolong orang, semua orang sampai anak kecilpun tahu, tetapi mereka diam sebab mereka tidak mau jujur mengakui. Sudah terkena Firman, seharusnya mereka mengakui bahwa ini adalah Firman yang benar, tetapi mereka tidak mau jujur.
    Mari saudaraku! Sekarang ini jangan mempertahankan rasa iri hati, sebab iri hati itu berarti tidak menghargai kemurahan dan pemakaian TUHAN. Kalau kita merasa bahwa kita dipakai oleh TUHAN, maka tidak akan ada iri hati, hanya orang yang merasa tidak dipakai dan mendapatkan kemurahan dari TUHAN akan iri hati.
    Kalau ada perselisihan, di dalam kehidupan sehari-hari mungkin ada perkataan-perkataan yang tidak baik terucapkan >>> selesaikan dan minta ampun.
    Tetapi kalau perselisihan tentang pengajaran, kita kembali lagi ke alkitab sebab di dalam alkitablah terdapat titik temunya di mana terjadi perselisihan itu dan baca ayat-ayatnya. Kita jangan memakai buku-buku yang lain, memakai buku lain akan timbul perselisihan, sebab menurut si A, si B, sehingga akan berbeda pendapatnya, tetapi kalau alkitab bisa sama, sebab alkitab itu hanya satu. Semoga kita dapat mengerti.
  • Markus 3 : 6, Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
    Di dalam injil Lukas disebutkan bahwa mereka itu berunding, tetapi saya senang dengan istilah di dalam injil Markus supaya saudara tahu persekutuan yang benar itu bagaimana. Jadi praktek dari perbuatan-perbuatan dari orang Parisi dan ahli-ahli taurat adalah mereka bersekongkol.
    Bersekongkol ini semacam persekutuan tetapi bukan karena dorongan pembukaan Firman pengajaran yang benar. Jadi mereka yang menolak YESUS/menolak Firman pengajaran yang benar >>> berkumpul dan berunding sehingga timbullah persekongkolan.
    Bagi sidang jemaat, saudara masuk ke gereja itu apa yang mendorong saudara untuk datang? Kalau dorongan karena gedung gerejanya bagus, atau dorongan mendapat beras, maka itu namanya saudara bersekongkol. Apalagi kalau masuk gereja dan pendetanya itu mengajarkan hal yang tidak sesuai dengan alkitab, tetapi saudara selalu hadir, maka itu berarti saudara bersekongkol. Ini adalah hal yang sangat serius sebab ada ayatnya.
    Bagi hamba-hamba TUHAN! saudara datang ke dalam persekutuan ini, apa yang mendorong saudara untuk datang? Saudara sudah tahu bahwa ada hal yang tidak benar, tetapi saudara anggap remeh dengan berkata >>> yang tulang kita buang, yang daging kita makan dan saudara tetap datang, maka itu berarti saudara bukan masuk dalam persekutuan tetapi saudara bersekongkol. Ini adalah hal yang serius, bukannya saya ini orang yang paling benar. Tetapi saudara harus memeriksa selama lima kali kebaktian, apakah pemberitaan Firman ini benar atau salah/sesuai alkitab atau tidak? Kalau saudara menganggap tidak benar, maka saudara jangan datang sebab itu berarti bersekongkol. Kasihan saudara dan juga kasihan bagi pembicara. Anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN semacam ini yang sudah tahu bahwa pembicara membawakan pengajaran yang lain, tetapi tetap datang, maka itu berarti bersekongkol seperti orang Parisi dan ahli taurat. Dan ini yang harus diasuh oleh TUHAN. Mungkin Firman ini kedengaran kasar/keras, tetapi inilah penyucian oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Dan ini yang menentukan nasib kita >>> mau dibawa kemana kita ini? Ke persekutuan tubuh atau kepada persekongkolan yang penuh dengan perundingan-perundingan? Semoga kita dapat mengerti.
    Kalau perbuatan-perbuatan seperti ahli taurat dan orang Parisi itu nyata, kalau tidak diasuh oleh TUHAN, sekalipun berada di dalam bait ALLAH, sekalipun beribadah, sekalipun ia memimpin ibadah, tetapi ia tidak akan pernah berubah sebab ia tidak pernah mengalami kuasa ibadah.

Inilah orang-orang semacam ahli taurat yang berada di dalam ibadah, memimpin ibadah, tetapi perbuatannya hanya:

  • mengamati Firman.
  • perbuatannya diam/dongkol karena Firman/tidak mau disucikan dan juga perbuatannya bersekongkol, maka ia tidak akan pernah mengalami kuasa ibadah.

2 Timotius 3 : 5,
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Kalau beribadah/persekutuan/fellow-ship tidak didorong oleh pembukaan Firman tetapi hanya secara lahiriah, maka itu seperti ahli taurat dan orang Parisi. Bagi sidang jemaat, jika saudara datang ke gereja, perhatikan, jika tidak ada Firman, jangan masuk sebab itu hanya secara lahiriah sehingga tidak ada kuasa ibadah.

Mari! kita berdoa di masing-masing penggembalaan dan juga bagi sidang jemaat >>> berdoa! jangan hanya mencerca gembala tetapi doakan supaya gembala diberi pembukaan Firman pengajaran yang benar.
Kekuatan ibadah itu adalah kuasa Firman pengajaran yang benar di dalam urapan Roh.Kudus untuk merubah/menciptakan kita menjadi baru yaitu kembali kepada Teladan ALLAH. Kalau tidak ada kuasa Firman pengajaran di dalam urapan Roh.Kudus, maka hidupnya tidak akan pernah berubah.

2 Timotius 3 : 1 – 4,
1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3. tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4. suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Sukar (ay 1) >>> sukar berubah/sukar diubahkan termasuk yang beribadah.
Tidak mempedulikan agama = percampuran agama >>> mempelajari agama lain dengan alasan apa saja. Tidak mempedulikan agama itu bukannya atheis sebab dikatakan di dalam ay 5, mereka beribadah. Sedangkan untuk injil saja, TUHAN katakan untuk berhati-hati >>> kalau orang berkata, ada YESUS, ada YESUS, itu berarti lewat alkitab. Jadi kita harus berhati-hati sebab ini adalah hal yang serius.
Ada delapan belas >>> waktu yang lalu kita sudah mempelajari bahwa delapan belas itu adalah 6.6.6. Sangat fatal >>> beribadah dan melayani TUHAN menjadi seorang hamba TUHAN, tetapi karena tidak berubah/tidak mengalami kuasa Firman pengajaran, maka akan dicap oleh antikrist dengan 6.6.6. sehingga perbuatannya meneladani antikrist/perbuatan binatang buas yang akan dibinasakan selama-lamanya. Sangatlah fatal bagi orang yang berada di dalam bait ALLAH, mereka adalah anak TUHAN, hamba TUHAN, tetapi kalau kelakuannya seperti ahli taurat dan orang Parisi, yang mengamat-amati Firman pengajaran yang benar >>> diam, dongkol/jengkel, tidak mau jujur terhadap pekerjaan Firman pengajaran yang benar bahkan bersekongkol/mengadakan persekongkolan sendiri sekalipun memiliki massa/pendukung yang banyak, tetapi arahnya menuju ke 6.6.6.

Sebagai seorang gembala, saya bertanggung jawab, demikian juga dengan saudara-saudara sekalian sebagai seorang gembala >>> berusaha supaya jangan orang datang beribadah tetapi dicap dengan angka 6.6.6. Di dalam ibadah persekutuan ini, sayalah orang yang paling bertanggung jawab sebagai pembicara, sebab mau saya bawa ke mana bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang datang. Saya harus bertanggung jawab supaya jangan sampai ke arah teladan/perbuatannya hanya seperti antikrist yang akan dibinasakan.

Inilah perbuatan pertama dari anak-anak/hamba-hamba TUHAN yang harus diasuh oleh Firman di dalam urapan Roh.Kudus.

perbuatan dari anak TUHAN/hamba TUHAN yang kering/mati tangan kanannya >>> Lukas 6.
Jadi di dalam bait ALLAH ada dua kelompok yaitu kelompok ahli taurat dan orang Parisi yang perbuatan mereka juga harus diasuh tetapi juga ada kelompok yang perbuatannya seperti orang yang kering/mati tangan kanannya. Maafkan saya, sebab saya tidak berbicara tentang orang yang memiliki cacat secara jasmani, tetapi kalau berbicara antara yang sehat dengan yang kering, maka perbuatannya jelas akan berbeda. Contohnya: jika ada orang yang mau memberikan sesuatu kepada kita, jika tangan kita sehat, maka kita dapat menerimanya dengan kedua tangan kita. Tetapi jika tangan kanannya kering/mati, kalau diberi sesuatu akan menerimanya dengan tangan kiri; jika orang tidak mengerti, apalagi tangan yang kering itu dimasukkan ke dalam kantong supaya tidak ada orang yang tahu kalau tangan kanannya kering. Maka orang yang memberi akan menjadi sangat tersinggung dan berkata bahwa orang itu sombong sekali.
Jadi perbuatan dari anak TUHAN/hamba TUHAN yang kering/mati tangan kanannya = rohaninya kering. Itu sebabnya perbuatan dari anak TUHAN/hamba TUHAN yang harus diasuh adalah mereka yang kering rohaninya.
Kalau ahli taurat dan orang Parisi, praktek mereka adalah mengamat-amati YESUS, sehingga mereka menjadi diam/jengkel dan juga mengabaikan Firman yang benar sampai mereka bersekongkol untuk menghantam TUHAN YESUS. Kita harus berhati-hati, sebab persekongkolan itu merusak Tubuh Kristus, bukan membangun.
Apa yang menjadi praktek dari anak TUHAN/hamba TUHAN yang kering rohaninya yaitu:

  • perbuatan yang menjadi sandungan bagi orang lain, jadi ahli taurat dan orang Parisi masuk ke dalam bait ALLAH dan melihat orang yang mati tangan kanannya, mulailah mereka mencari kesalahan YESUS sebab mereka tersandung. Seandainya pada saat itu, tidak ada orang yang mati tangan kanannya, mungkin ceritanya akan menjadi lain karena mereka akan mencari hal yang lain untuk menyalahkan YESUS. Perbuatannya menjadi sandungan bagi orang lain terutama kita yang berada di dalam Firman pengajaran yang benar menjadi sandungan >>> kita yang menjadi sandungan, tetapi Firman TUHAN Yang disalahkan/dikeruhkan/menjadi keruh >>> katanya pengajaran, tetapi kelakuannya seperti itu, hutang tidak mau membayar. Kita dan saya juga harus mengintrospeksi diri supaya perbuatan-perbuatan kita jangan menjadi sandungan bagi orang lain, sehingga Firman pengajaran dikeruhkan/Firman pengajaran yang benar menjadi keruh, seperti kambing yang mengeruhkan air yang jernih. Ini adalah hal yang sungguh serius. Jangankan di luar gereja, tetapi perbuatan yang menjadi sandungan itu justru terjadi di dalam gereja.
    Saya sudah berpesan kepada para peserta >>> maafkan kepada para peserta, sebab ada juga jiwa-jiwa baru/para peserta yang berasal dari luar. Tetapi peserta yang benar-benar berasal dari sidang jemaat, saya memberitahu kepada mereka >>> saudara datang, harus bersungguh-sungguh; di saat pemberitaan Firman, jangan mengantuk >>> yang dari Malang, mengantuk, yang datang dari jauh, tertidur sehingga ibadah menjadi sandungan. Soal makanan, juga jangan cerewet tetapi harus kita terima apa adanya dan juga soal tempat tidur, jika sudah diatur, maka kita harus juga menerima >>> jangan menjadi sandungan, nanti Firman pengajaran akan menjadi keruh sebab hikmat dan perbuatan itu menjadi satu.
    Waktu ratu Seba datang mengunjungi Salomo, ia belum mendengar hikmatnya, belum mendengar khotbahnya tetapi hanya melihat cara duduk dari pegawai-pegawainya ia sudah sangat terkesan dan berkata, bahwa apa yang ia dengar belumlah sebanding dengan apa yang ia lihat.
    Inilah saudaraku! Perbuatan dari orang-orang yang berada di dalam Firman pengajaran, benar-benar disorot. Jadi tangan kanan kering adalah perbuatan-perbuatan yang menjadi sandungan sehingga Firman pengajaran yang benar menjadi keruh. Semoga kita dapat mengerti.
  • Praktek selanjutnya >>> kalau secara normal, maka tangan kanan itu lebih kuat daripada tangan kiri. Jadi kalau saya beri ukurannya supaya lebih mudah dan ini bukan 50% – 50% tetapi 60% - 40%, jika tangan kanannya yang mati, berarti pelayanannya belum separuhnya. Kita selalu berkata >>> mari! melayani jangan setengah-setengah. Belum setengah-setengah dan ini berarti belum sungguh-sungguh = suam-suam kuku/tidak berimbang seperti jemaat Laodikia.
    Wahyu 3 : 15 – 17,
    15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
    16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
    17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

    suam-suam kuku = tidak dingin tidak panas.
    • Tidak dingin = tidak sejuk = tidak ada damai sejahtera. Orang yang suam itu tidak mengalami damai sejahtera = tidak memiliki hubungan dengan Imam Besar/tidak diimami oleh Imam Besar.
      Tangan kanan >>> kanan ini adalah tempat dari YESUS disebelah kanan ALLAH Bapa.
    • Tidak panas = tidak berkobar-kobar lagi. mungkin masih datang di dalam ibadah, tetapi sudah tidak berkobar-kobar lagi/sudah tidak memiliki kerinduan lagi.
    Ay 17 >>> Aku kaya >>> tidak lagi mengutamakan perkara yang rohani/tidak lagi mengutamakan Firman tetapi hanya membesar-besarkan hal yang jasmani. Ini berarti sudah berada dalam keadaan yang suam. Kalau kita sudah mulai banyak berbicara hal yang jasmani >>> kami diberkati dengan banyak uang, kami ini dan itu >>> ini berarti keadaan rohaninya sudah menjadi suam. Kalau saudara merasa hebat, itu berarti saudara sudah tertipu.
    Kalau rohani kita makin tinggi >>> saya teringat akan perkataan dari alm.bpk.pdt Pong Dongalemba >>> jika kita naik pesawat udara/rohani makin tinggi, semakin tinggi pesawat itu, maka rumah-rumah di bawahnya terlihat seperti mainan dan semakin tinggi pesawat itu, maka rumah-rumah itu tidak dapat terlihat lagi. Tidak mungkin kita mengatakan bahwa rumah-rumah itu begitu bagus jika kita berada di ketinggian 30.000 kaki sebab memang rumah-rumah itu sudah tidak kelihatan lagi. Yang kita katakan hanyalah: oh awannya/awan kemuliaan. Jika kita banyak membicarakan perkara-perkara yang jasmani, jangan-jangan pesawat udaranya itu masih berada di tempat parkir. Itu sebabnya kita jangan di bodohkan dan di butakan oleh hal yang jasmani sebab itu berarti suam.
    Itu sebabnya kita harus berhati-hati kalau kita menjadi suam-suam. Jika kita datang ke Maranatha ini dengan mempersoalkan makanan, tempat tidur, maka itu berarti kita sedang berada di tempat parkir. Itu sebabnya di dalam persekutuan, kita jangan membicarakan hal yang jasmani, itu berarti kita sudah di dalam rohani yang tinggi/berada di awan kemuliaan TUHAN. Bukan berarti kalau diberkati secara jasmani >>> tidak boleh,silahkan! Tetapi itu hanyalah tambahan saja, bukan yang utama, yang utama adalah Firman/yang rohani.
    Akibatnya: ‘Aku akan memuntahkan engkau dari MulutKu’
    Maafkan saudaraku! Ini berarti hidupnya hanya seperti muntah/sesuatu yang najis di hadapan TUHAN = tidak menyenangkan TUHAN, tidak dimakan oleh TUHAN = tidak berkenan kepada TUHAN. Bahkan hidup di dalam kenajisan = tidak berguna seperti muntah. Inilah kalau kita berada di dalam keadaan suam-suam.
    Mari kita bersungguh-sungguh dengan menjaga damai sejahtera, juga menjaga suasana yang berkobar-kobar dan juga menjaga agar pandangan kita jangan pada hal yang jasmani saja.
  • Tidak dapat menyembah TUHAN, sebab di dalam 1 Timotius 2 : 8, Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
    Laki-laki menadahkan/mengulurkan tangan untuk menyembah TUHAN, jika tangannya satu mati, maka ia tidak dapat menyembah TUHAN. Maafkan! Kalau istilah di dalam alkitab >>> kalau kita dapat menyembah, maka kita akan menjadi rumah doa. Tetapi kalau tidak dapat menyembah, maka kita akan menjadi sarang penyamun. Kalau kita kering rohani = kita bukan menjadi rumah doa = sarang penyamun. Mengapa kita tidak dapat menyembah TUHAN/tidak dapat menjadi rumah doa? Sebab kehidupan kita kering/menjadi sarang penyamun.
    Apa arti dari sarang penyamun?
    • Pencuri, perampok >>> Maleakhi 3 >>> dengan apa kami menipu/merampok Engkau? Kamu sudah merampok persepuluhan dan persembahan khusus.
    • Tidak dapat memberi. Ada ayat di dalam injil Matius 6 >>> kalau tangan kananmu memberi, jangan diketahui oleh tangan kirimu. Jadi, kalau tangan kanan mati berarti tidak dapat memberi. Tidak dapat memberi = kikir dan serakah. Serakah = merampas hak orang lain terutama Hak TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus dan juga hak sesama. Bagi sidang jemaat yang berdagang, ada hutang >>> segera membayar, jangan merampas hak orang sebab jika demikian, maka saudara tidak dapat menjadi rumah doa sehingga tidak dapat menyembah TUHAN.
    • Waktu YESUS tiba di bait ALLAH, IA melihat ada pedagang-pedagang yang menjual lembu dan merpati kemudian ada meja penukar uang >>> meja roti sajian di dalam tabernakel tidak lagi diletakkan roti, tetapi diletakkan uang di atasnya. Inilah sarang penyamun sebab ada roh jual beli, mencari keuntungan yang jasmani. Jika di dalam rumah TUHAN yang adalah pribadi saya dan pribadi saudara, ada roh jual beli, dan yang diperjualbelikan adalah uang. Kita dapat membayangkan kalau orang sudah mencari keuntungan yang jasmani baik itu dalam bentuk uang atau dalam bentuk kedudukkan, maka ia sudah tidak mengutamakan Firman/tidak memperdulikan Firman lagi, sebab yang penting baginya adalah uang/hal yang jasmani. Maaf! Bapak Wijaya harus bertanggung jawab, fellow-ship ini hendak dibawa kemana? diasuh kemana? menjadi rumah doa atau menjadi sarang penyamun? Panitia juga harus bertanggung jawab mengundang saya kalau yang ada di sini adalah meja dengan uang, bukan roti dan ini sudah jelas, kita akan dibawa ke sarang penyamun. Kita harus tegas dihari-hari ini, sebab kita tidak tahu kapan YESUS akan datang kembali, kita jangan berlambat-lambat, tetapi harus tegas. Jika sudah jelas, meja hanya diisi dengan uang dan bukan roti, maka kita jangan ikut campur sebab kalau tidak, maka kita akan menjadi kering dan menjadi sarang penyamun.
    • Ada burung merpati yang dijual; burung merpati ini adalah lambang dari ketulusan dan ini berarti hati sudah tidak tulus lagi. Yang benar, ia katakan salah sedangkan yang salah, ia katakan benar. Ini adalah orang yang mencari keuntungan/roh jual beli. Orang kalau mencari keuntungan jasmani, maka ia sudah tidak memerlukan Firman lagi, yang terpenting baginya adalah uang atau kedudukkan. Mejanya diisi dengan uang, berlian, pendidikkan dlsbnya dan ini yang penting baginya. Juga bagi sidang jemaat, datang ke gereja hanya untuk mendapatkan beras, mereka sudah tidak mementingkan apakah ada Firman atau tidak, yang penting dapat beras. Nanti di gereja lain juga mengatakan kalau saudara datang ke sini, saudara akan mendapatkan beras + ikan asin >>> pindah ke sana. Gereja lain tidak mau kalah, mereka mengatakan akan mendapatkan beras, ikan asin + potong rambut gratis >>> pindah ke sana >>> sudah tidak memperdulikan Firman TUHAN lagi/ tidak ingat kepada Firman TUHAN lagi, inilah roh jual beli yang adalah roh dari antikrist. Mungkin siang ini Firman TUHAN keras, saya sendiri tidak tahu sebab persiapan saya tidak seperti ini, tetapi biarlah TUHAN Yang Berbicara kepada saya dan saudara supaya kita lebih bersungguh-sungguh sebab orang datang ke gereja sudah tidak memperhatikan Firman dan hamba TUHAN datang untuk bersekutu tidak lagi memperhatikan Firman dan juga sudah kehilangan ketulusan sebab hanya mencari keuntungan dan kedudukkan sehingga yang salah dibela dan yang benar disalahkan >>> inilah roh jual beli sudah bergentayangan/sudah ada dimana-mana.
      Istilah saya bagi setan hanyalah satu yaitu ‘kurangajarnya setan’ sebab ketulusan hati hendak diambil dan diganti dengan roh jual beli. Sebagai contoh: kita sebagai hamba TUHAN jika ada seseorang yang tidak memiliki apa-apa, kita tidak terlalu suka, tetapi kalau yang lain, sekalipun ia bersalah, kita memuji-mujinya. Ini sudah tidak tulus lagi. Inilah kurang ajarnya setan/antikrist. Tetapi TUHAN datang dengan Firman pengajaran yang benar untuk mengasuh kita, nomor satu Wijaya >>> saya belajar dari yang kecil-kecil supaya saya dapat tahan menghadapi hal/goncangan yang besar. Semoga TUHAN menolong kita agar kita jangan ditipu.

Saya sudah banyak kali menerangkan hal ini tetapi di sini menjadi lain karena TUHAN membukakan Firman secara khusus bagi kita sebab di sini adalah tempat alm.bpk,pdt Totaijs pernah menyampaikan Firman.
Keadaan dari orang yang tangannya mati sebelah, maka perbuatannya menjadi:

  • Sandungan.
  • Suam-suam.
  • Tidak dapat menyembah sehingga tidak menjadi rumah doa tetapi menjadi sarang penyamun.

Keadaan orang itu seperti domba yang terperosok di dalam lubang yang dalam, ini merupakan sesuatu yang mengerikan. Tadi, ahli taurat dan orang Parisi dicap 6.6.6. menjadi antikrist. Kita juga harus mengingat, tangan yang kering juga berbahaya sebab akan masuk ke dalam lubang yang dalam.

Matius 12 : 10, 11,
10. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
11. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari
Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?

Domba yang terperosok ke dalam lubang, keadaannya sama dengan orang mati sebelah tangannya dan harus ditolong. Jadi posisi dari orang yang mati sebelah tangannya/kering rohani sama dengan domba yang jatuh ke dalam lubang yang dalam. Lubang yang dalam itu adalah tempat dari roh jahat dan roh najis/demon-demon (Wahyu 9). Bergaul dengan roh jahat dan roh najis dan ini berarti meneladani setan >>> Wahyu 9 : 2, Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
Asap akan menjadi kalajengking dll, ini adalah demon-demon/roh jahat dan roh najis di udara. Jatuh ke dalam lubang yang menjadi tempat bagi roh jahat dan roh najis, berarti bergaul dengan roh jahat dan roh najis/meneladan pada setan = setan dan akan dibinasakan. Ini yang perlu diasuh, sebab seringkali masih belum tulus pada perkara-perkara yang kecil.

Bagaimana cara TUHAN mengasuh? Lewat pengajaran Firman yang benar dalam urapan Roh. Kudus yaitu:

  1. Lukas 6 : 8, Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
    Berdirilah di tengah >>> suara Firman pengajaran yang tajam dan keras. Mungkin orang ini karena tangannya mati sebelah, ia agak malu-malu dan bersembunyi di belakang; pada awalnya tidak semua orang mengetahui kalau ada orang yang mati tangan sebelah, tetapi ketika ia dipanggil oleh TUHAN untuk berdiri di tengah, maka semua orang menjadi tahu/melihat dan ini berarti:
    kuasa Firman pengajaran yang benar menunjukkan cacat cela kita yang tersembunyi sehingga kita dapat menyadari dan mengakui dosa secara terang-terangan kepada TUHAN dan kepada sesama sehingga kita diampuni dan ditolong oleh TUHAN. Kalau orang yang mati sebelah tangannya itu berdiri di tengah, maka TUHAN dapat melihat dan juga sesama dapat melihat >>> mengaku kepada TUHAN dan kepada sesama sehingga ia mendapatkan pengampunan dosa. Alm.bpk.pdt Totaijs selalu mengatakan >>> mengaku dosa adalah jalan yang paling singkat untuk ditolong oleh TUHAN. Itu sebabnya dosa jangan disembunyikan, sebab selama dosa itu disembunyikan, maka masalah tidak akan pernah selesai sebab dosa adalah pemisah antara kita dengan TUHAN dan kita tidak akan pernah ditolong. Tetapi ia berani untuk berdiri di tengah untuk mengakui bahwa memang tanganku mati sebelah.
    Kemarin sudah diterangkan, TUHAN memperlihatkan kerajaan surga kepada Musa di G.Sinai dan kemudian TUHAN memperintahkan kepada Musa untuk membuat miniatur kerajaan surga di bumi dalam wujud tabernakel/kemah suci. Seluruh gereja di dunia ini mengakui bahwa Musa itu mendapatkan dua loh batu/sepuluh perintah ALLAH; tetapi sayang hal itu masih kurang satu kalau kita membaca dengan jeli yaitu mulai ktb Keluaran 25 >>> Musa mendapat petunjuk untuk membangun tabernakel (gbr: http://www.gptkk.org/tabernakel.php) dan ini yang harus dibukakan/diungkapkan hari-hari ini. Kita jangan hanya mengerti tentang dua loh batu tetapi tanpa tabernakel, maka akan menjadi mirip dengan cerita tangan yang mati sebelah. Kita hanya membicarakan kasih/dua loh batu berisikan kasih tetapi kalau kasih tanpa pengajaran, akan menjadi kasih daging. Dan juga pengajaran tabernakel tanpa kasih, hanya menjadi teori sebab tidak dipraktekkan. Itu sebabnya pengajaran tabernakel dan dua loh batu harus kita sebarkan dan juga sudah menjadi tekad saya bersama sidang jemaat lewat mengadakan kunjungan-kunjungan ke beberapa daerah dan juga penyebaran Firman melalui internet dan juga melalui siaran langsung. Kalau tidak! Maka kasihan gereja TUHAN yang hanya mengenal dua loh batu tanpa tabernakel, maka itu seperti orang yang tangan kanannya mati/kering, tidak memiliki faedah apa-apa. Sebaliknya pengajaran tanpa kasih, sama dengan teori, tidak memiliki faedah apa-apa.
    Berdiri di tengah, secara pengajaran, itu menunjuk pada tabernakel. Tabernakel ini terbagi menjadi tiga ruangan yaitu halaman (gbr: http://gptkk.org/pelataran.php) kemudian ruang suci dan ruangan maha suci ruangan maha suci merupakan tempat dari TUHAN YESUS, sedangkan halaman bagaikan tempat bagi sidang jemaat dan ruangan suci merupakan tempat bagi imam-imam/ hamba TUHAN/pelayan-pelayan berdiri di situ. Masuk ke dalam ruangan suci = kembali ke posisi yang benar. Seorang hamba TUHAN/pelayan TUHAN/imam harus kembali pada posisi yang benar yaitu di dalam ruangan suci/posisi di tengah, jika tidak, maka sidang jemaat akan menjadi kering. Apa yang dimaksud dengan di tengah? itulah kandang penggembalaan.
    Ada tiga macam alat ini menunjuk pada tiga macam ibadah pokok kita. Di mana- mana saya selalu menunjukkan diagram dari ruangan suci ini supaya gereja TUHAN jangan menjadi kering. Contoh: ada orang yang baru datang, segera diberi kedudukkan main gitar dengan maksud supaya ia bertobat, tetapi sesungguhnya ia menjadi kering sebab prosesnya tidak seperti itu. Imam-imam harus berada di dalam ruangan suci terlebih dahulu, yaitu posisi yang benar, barulah hadirat TUHAN ada. Ada tiga macam alat di dalam ruangan suci dan saudara dapat membandingkan dengan Kisah rasul 2 : 41, 42,
Jaman Musa
Jaman rasul-rasul hujan awal
Jaman sekarang
  • Pelita emas
  • Meja roti sajian
  • Mezbah dupa emas
  • Ketekunan dalam persekutuan
  • Ketekunan dalam pengajaran dan pemecahan roti
  • Ketekunan dalam doa
  • Ketekunan dalam ibadah raya.
  • Ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci
  • Ketekunan dalam ibadah doa penyembahan

Inilah berdiri di tengah >>> hamba-hamba TUHAN dan imam-imam kembali pada posisi yang benar. Jika imam-imam sudah berada di dalam ruangan suci, maka urapan TUHAN datang sehingga tidak menjadi kering. Berdiri di tengah adalah kuasa dari Firman pengajaran itu sebabnya jika tidak ada Firman pengajaran, maka kita tidak dapat berdiri di tengah/tidak dapat masuk ke dalam ruangan suci.
Mari rekan-rekan gembala! Kembali ke posisi di tengah, jangan beredar-edar. Setelah selesai ibadah persekutuan, segera kembali ke penggembalaan masing-masing, sebab jika saudara beredar-edar, maka saudara akan kembali menjadi kering sebab saudara akan digigit oleh serigala dan singa. Itu sebabnya jangan beredar-edar.
Imamat 21 : 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
Setiap imam yang berada di dalam ruangan suci, mengalami minyak urapan TUHAN/urapan Roh.Kudus. Apa yang menjadi kemampuan kita jika tanpa Roh.Kudus? Sebagai contoh: bagi yang baru lulus sarjana ekonomi, saudara melamar pekerjaan dan diterima >>> apakah saudara langsung bekerja? Tentu tidak sebab saudara harus dilatih/training terlebih dahulu. Kita menghadapi pekerjaan di dunia, sekalipun sudah bersekolah tinggi bahkan sudah lulus menjadi sarjana belum mampu untuk langsung bekerja. Apalagi menghadapi pekerjaan surga >>> di mana kita dapat bersekolah untuk pekerjaan surga ini? kita tidak akan mampu; hanya lewat urapan Roh.Kudus yang memampukan kita. Jika tanpa urapan Roh.Kudus, bagaimana kita dapat berkenan kepada TUHAN? Tetapi jika kita berada di dalam ruangan suci, kita mengalami minyak urapan Roh.Kudus sehingga kita dikhususkan bagaikan Biji Mata TUHAN Sendiri. Dari anggauta tubuh kita apa yang khusus? Jantung! Jantung kita dilindungi, tetapi kalau biji mata >>> mana ada tulang yang melindungi? Tidak ada! Sebab biji mata ini dikhususkan dan dilindungi oleh TUHAN Sendiri. Jika kita mau dikhususkan oleh TUHAN, maka kita harus datang dan bertekun di dalam ruangan suci.
Jika sudah ada minyak urapan, maka berkat akan dicurahkan, kita tidak perlu mencari dengan berkeliling-keliling sebab berkat sudah dicurahkan.
Mazmur 133 : 1 – 3,
1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
2. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
3. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Sebelum berkat dicurahkan, kita harus rukun. Kalau semuanya berada di dalam ruangan suci, gembala dan sidang jemaat akan diurapi dengan Roh.Kudus sehingga ada kerukunan/tidak kering. Penyebab dari tidak adanya kerukunan adalah kehidupan yang kering dan karena kering, maka perkataannya juga kering. Kalau diurapi dengan Roh.Kudus, maka tidak akan menjadi kering, tetapi akan timbul kesatuan di dalam Tubuh Kristus. Kesatuan di dalam sidang jemaat itu terjadi, bukan karena kita membezuk, tetapi karena ada urapan Roh.Kudus.
Setelah ada kerukunan, maka TUHAN akan memerintahkan berkat. TUHAN bukan memberi, tetapi memerintahkan berkat dan perintah TUHAN tidak dapat dilawan oleh siapapun juga.
Seperti waktu TUHAN memerintahkan:

  • ikan untuk memuntahkan Yunus.
  • angin untuk diam dan tenang.
    Sekalipun kita melayani di desa, di gunung, tetapi kalau TUHAN memerintahkan berkat/memerintahkan jiwa-jiwa untuk datang, maka tidak ada yang dapat menghalangi. Itu sebabnya, mari kita kembali ke posisi di tengah/ruangan suci >>> jangan beredar-edar untuk mencari berkat, sebab berkat sudah diperintahkan oleh TUHAN.
    Sebagai seorang gembala, jika saudara tidak mau menjadi kering, baik secara rohani maupun secara jasmani, pulang dari sini >>> berdiri di tengah! Mengaku kepada sidang jemaat jika saudara mau ditolong oleh TUHAN.
    Demikian juga sebagai seorang suami/isteri, jika ada kesalahan, mari! mengaku dan juga dengan anak-anak, mari mengaku/berdiri di tengah/kembali ke posisi di tengah/ke penggembalaan dan TUHAN sudah siap dengan mencurahkan berkat kerukunan sampai hidup kekal/berkat yang tertinggi yaitu hidup selama-lamanya.
    Sudah sekian tahun saya menerangkan tentang ruangan suci, tetapi belum pernah saya kaitkan dengan Mazmur, baru sekarang ini saya mendapat di mimbar/diingatkan oleh TUHAN, dan saya paling berbahagia sebab TUHAN tidak pernah menipu kita dan juga tidak pernah mempermalukan kita sekalipun IA memerintahkan untuk berdiri di tengah sehingga semua orang dapat melihat >>> TUHAN tidak mempermalukan, tetapi justru TUHAN mau menolong kita. Itu sebabnya kita jangan malu untuk mengaku.
  1. Lukas 6 : 10, Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
    Mengulurkan tangan, >>> ini dari pihak kita.
    Jadi cara TUHAN menolong lewat Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh.Kudus dan ini yang harus kita cari sebab di situ ada pertolongan TUHAN.

Proses/langkahnya yaitu:

  1. Berdiri di tengah >>> sesungguhnya bagi orang yang mati sebelah tangannya tidak sulit untuk berdiri; yang sulit berdiri adalah orang yang lumpuh. Jadi sesungguhnya Firman TUHAN itu tidak pernah mempersulit kita. Jadi, bagi imam-imam >>> bukan hanya gembala, tetapi paduan suara, pemain musik, pembersih gereja, tidaklah sulit bagi saudara untuk berdiri di tengah/masuk ruangan suci. Tinggal kita berani melangkah atau tidak. Tetapi sekarang lebih meningkat yaitu
  2. Ulurkan tanganmu >>> orang yang mati tangan kanannya diperintahkan untuk mengulurkan tangannya >>> hal ini bukan hanya sulit, tetapi juga mustahil. Ulurkan tanganmu >>> kita sering diperhadapkan dengan Firman yang tidak sesuai dengan logika/mustahil bagi kita. Seperti Petrus diperintahkan untuk menebarkan jalanya >>> ini adalah hal yang mustahil, sebab sudah semalam-malaman menangkap ikan tetapi tidak mendapatkan seekor ikanpun, tetapi pada siang hari TUHAN perintahkan untuk menebarkan jalanya >>> mustahil! Seringkali kita merasa bahwa kita ini lebih pandai dari TUHAN >>> Firman mengatakan untuk berbuat ‘A’ kita mengatakan bahwa hal itu tidak dapat dilakukan karena mustahil, dan pada akhirnya benar-benar tidak dapat dilakukan. Kalau Firman diberitakan, bukan untuk dipertimbangkan, bukan untuk dikritik, bukan untuk dipersulit tetapi untuk dipercaya dan dipraktekkan. Sekalipun Firman itu mustahil bagi kita, tetapi kita taat dan dengar-dengaran, maka kita akan mendapatkan kuasa untuk menghapus kemustahilan >>> ini adalah rumus.
    Jadi arti dari mengulurkan tangan adalah :
    • taat dengar-dengaran apapun risikonya.
    • dapat menyembah TUHAN karena tangan sudah sembuh.
      Inilah asuhan TUHAN, yaitu kehidupan yang tadinya sudah kering, yang sudah dicap oleh antikrist sehingga bukan menjadi rumah doa tetapi menjadi sarang penyamun, tetapi mau diasuh oleh TUHAN sampai dapat menyembah, sampai dapat menjadi rumah doa. Inilah tujuan TUHAN yaitu mengasuh perbuatan kita sampai kita dapat menjadi rumah doa.
    Setiap pelayan TUHAN/hamba TUHAN harus menjadi rumah doa, kalau tidak, akan menjadi kering sehingga bergaul dengan kalajengking dan mendapatkan cap oleh antikrist seperti ahli taurat dan orang Parisi.
    Yesaya 56 : 6, 7,
    6. Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
    7. mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

    Orang asing = bangsa kafir menggabungkan diri dan boleh melayani TUHAN.
    Ay 7 >>> inilah asuhan TUHAN lewat Firman pengajaran dalam urapan Roh.Kudus.
    Kita menjadi rumah doa bagi TUHAN, itu sebabnya kita jangan menjadi kering dihari-hari ini. Jika ada perbuatan seperti ahli-ahli taurat dan orang-orang Parisi, maka kita harus disucikan dan diasuh oleh TUHAN. Demikian juga kalau ada perbuatan seperti orang yang kering/mati tangan kanannya, maka kita akan diasuh sampai kita dapat mengulurkan tangan dengan taat, berserah dan menyembah TUHAN >>> ini menjadi rumah doa bagi TUHAN.
    Awal dari menyembah itu adalah melihat dan berkata-kata dengan TUHAN >>> Yohanes 9. sedangkan di dalam srt Mazmur dan juga di dalam srt 1 Timotius dllnya, menyembah itu = mengulurkan tangan kepada TUHAN.
    Jadi rumah doa adalah :
    • melihat TUHAN.
    • dapat berkata-kata dengan TUHAN.
    • dan mengulurkan tangan kepada TUHAN/menyerah sepenuhnya kepada TUHAN.
      Penyembahan itu adalah puncak karya rohani/puncak ibadah pelayanan yang harus sampai menjadi rumah doa.
    Tetapi penyembahan masih diukur oleh TUHAN (dlm Wahyu 11) yaitu sampai pada daging tidak bersuara lagi/sesuai dengan ukuran TUHAN/pintu tirai terobek. Sebab masih ada penyembahan yang daging itu masih bersuara/belum memenuhi ukuran TUHAN dan ini nanti akan diserahkan kepada antikrist. Kita tidak menyembah dan penyembahan tidak sesuai dengan ukuran akan diserahkan kepada antikrist. Saya akan memberi contoh bagaimana Petrus itu mengulurkan tangannya sebanyak duakali kepada TUHAN yaitu:
    • Waktu Petrus tenggelam. Di dalam injil Matius, memang tidak ditulis bahwa Petrus itu mengulurkan tangannya waktu ia akan tenggelam, tetapi kita semua percaya dan dapat menerima kalau orang yang tenggelam, pasti ia mengulurkan tangannya. Petrus dipaksa oleh TUHAN untuk mengulurkan tangannya; jika kita tidak mau mengulurkan tangan, TUHAN akan memaksa kita agar kita mau mengulurkan tangan dengan membiarkan kita tenggelam. Sebab kalau kita sudah tenggelam maka secara otomatis kita akan mengulurkan tangan tanpa harus diajar. Daripada kita tenggelam, lebih baik siang ini kita mengulurkan tangan. Tetapi sekarang yang sudah tenggelam/merosot dalam kerohanian, dalam pelayanan, dalam hal ekonomi dan dalam nikah, sampai sudah menghadapi maut, boleh mengulurkan tangan, maka TUHAN akan tolong.
      Matius 14 : 29 – 32,
      29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

      Petrus sudah dapat berjalan di atas air >>> sudah mantap dalam pengajaran yang benar, tetapi ketika ia merasa tiupan angin/angin pengajaran maka ia tenggelam. Sehebat-hebatnya seorang hamba TUHAN, tetapi kalau ia tidak satu di dalam pengajaran sehingga ia terkena pada angin-angin pengajaran yang lain, tidak bisa tidak, pasti akan tenggelam. Prinsip dari Lempin-El adalah lebih baik ditolak bersama dengan pengajaran yang benar, daripada diterima/dipuji/disanjung tanpa pengajaran yang benar.
      Ay 31 >>> Inilah rumus: kalau kita mengulurkan tangan/menyerah >>> kita angkat tangan, maka YESUS juga mengulurkan TanganNYA. Tetapi kalau kita yang turun tangan, maka YESUS Yang angkat Tangan/berpangku Tangan.
      Petrus mengulurkan tangan = Petrus dapat menyembah TUHAN, tetapi ia belum mencapai ukuran sebab dagingnya masih bersuara/ia takut mati. Jadi ia menyembah TUHAN, tetapi hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Penyembahan Petrus ini sudah benar. Seandainya ia memanggil kesebelas orang temannya >>> lebih memilih sebelas atau Satu? Seringkali kita lebih memilih sebelas hamba TUHAN daripada memilih YESUS/pengajaran yang benar. Jika Petrus memanggil teman-temannya >>> Tomas, Bartolomius >>> belum sempat memanggil semuanya, ia sudah tenggelam dan mati. Tetapi karena Petrus memilih pengajaran yang benar/memilih YESUS >>> YESUS tolong! YESUS mengulurkan Tangan dan menolongnya.
      Mari sekarang ini, kita mengulurkan tangan dan berseru Nama YESUS/kita memilih YESUS/memilih pengajaran yang benar melebihi segala sesuatu dan kita ditolong oleh TUHAN.
      Tetapi penyembahan semacam ini masih belum memenuhi ukuran sebab daging masih bersuara. Suara daging Petrus adalah suara ketakutan. Seandainya Petrus tidak merasa takut, ketika ia dapat berjalan di atas air, tentu ia tidak ingat kepada YESUS. Petrus terpaksa menyerukan Nama YESUS karena ia takut tenggelam >>> seringkali kita menyembah TUHAN kalau ada masalah; mau berpuasa kalau ada masalah >>> masih ada suara ketakutan, ada suara egois. Jadi kita jangan mengukur-ukur kalau menyembah di gereja dan semua orang menangis, kita menganggap itu adalah hal yang hebat. Bagi kaum muda yang biasanya menyembah TUHAN karena persoalan jodoh sehingga kaum muda ini menangis mengeluarkan air mata dengan amat sangat, pendetanya menganggap bahwa penyembahan di gereja sangat meningkat, tetapi TUHAN berkata bahwa penyembahan itu masih bersuarakan daging. Jika kita memiliki masalah kita boleh mengangkat tangan, tetapi harus ditingkatkan.
      Mari! sekarang ini saya juga dikoreksi oleh TUHAN, seringkali kalau saya akan beribadah dan melihat banyak bangku yang terisi penuh, maka saya akan bersantai sambil menunggu dimulainya waktu untuk beribadah. Tetapi kalau saya melihat ada banyak bangku yang kosong, maka saya akan berseru kepada YESUS untuk menolong mengirim banyak jiwa-jiwa. Itulah saya dan juga saudara yang sedang merosot, boleh menyembah TUHAN, tetapi yang TUHAN inginkan adalah kita tidak menuntut apapun juga selain menyerah sepenuhnya dan juga mengasihi TUHAN lebih dari apapun juga. Inilah daging sudah tidak bersuara lagi.
    • Yohanes 21 : 18, 19,
      18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Tadi, Petrus mengulurkan tangan karena ia takut mati, sekarang di injil Yohanes 21 ini adalah puncak penyembahan sebab Petrus mengulurkan tangannya karena akan mati bersama YESUS >>> inilah daging sudah tidak bersuara lagi. Petrus mengulurkan tangan karena ia mengasihi TUHAN, ia tidak menuntut dan tidak meminta apapun tetapi ia rela mengorbankan apapun untuk TUHAN, sampai nyawanyapun ia korbankan untuk TUHAN. Penyembahan sampai daging tidak bersuara lagi akan mencapai kemuliaan bersama TUHAN; kalau kita mati bersama YESUS, kita bangkit bersama YESUS, maka kita akan dipermuliakan juga bersama dengan YESUS >>> perbuatan dan perjalanan kita sesuai dengan Teladan TUHAN.

TUHAN memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top