English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 03 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2008)
Tayang: 17 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 10 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 Agustus 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 26 Februari 2007)
Tayang: 11 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 23 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 November 2007)
Tayang: 30 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 07 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 08 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 11 Juni 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 Mei 2008

Waktu yang lalu kita sudah membahas tentang gereja daging ini yang tampil seperti Bileam, kita harus berhati-hati. Sidang jemaat Pergamus sebagai contoh. Iman mereka teguh disaat menghadapi pencobaan sampai ada yang dibunuh, tetapi TUHAN katakan >>> sayang! Beberapa di antara kamu ada yang menganut pengajaran Bileam dan Nikolaus.

Pengajaran Bileam dan Nikolaus ini tidak terpisahkan >>> pengajaran Bileam mengajarkan tentang upah/uang/memburu perkara-perkara yang jasmani sedangkan ajaran Nikolaus adalah ajaran yang mengumpulkan orang banyak dengan menghalalkan segala macam cara. Maksud dari mengumpulkan banyak orang adalah untuk mendapatkan uang yang banyak. Sehingga pengajaran Bileam
dan Nikolaus ini sangat bertentangan dengan pengajaran tabernakel dan pengajaran Mempelai sebab pengajaran Bileam dan Nikolaus ini mengarah kepada perempuan Babel yang hanya menonjolkan perkara-perkara yang jasmani/kekayaan secara jasmani. Ia mengusai air yang banyak dan ini hanya menunjuk pada kuantitas saja sehingga mengarah ke Babel. Sedangkan pengajaran tabernakel dan Mempelai, mengarahkan kita kepada Mempelai Wanita TUHAN yang sempurna.

Sekarang kita akan melanjutkan membahas gereja daging yang tampil seperti Korah/durhaka/tanpa pengharapan.

1 Yohanes 3 : 2, 3,
2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Jadi pengharapan tertinggi/cita-cita tertinggi adalah kita menjadi sama dengan YESUS. Jadi kalau kita memiliki banyak harta atau sebagai seorang hamba TUHAN yang memiliki gereja yang besar, maka ini belumlah sampai mencapai pengharapan yang tertinggi. Itu sebabnya kita jangan merasa puas, sebab pengharapan yang tertinggi dari anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN adalah menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS yaitu menjadi Mempelai Wanita TUHAN untuk dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali. Segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini akan menjadi sia-sia dan hancur, jika kita tidak menjadi sama mulia seperti TUHAN YESUS. Jika kita memiliki kepandaian ataupun kekayaan ataupun sebagai seorang hamba TUHAN yang memiliki gereja yang besar tidak akan menjadi sia-sia jika kita menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS.

Mari! kita mengikuti TUHAN, tetapi apa yang menjadi pengharapan kita? yaitu harus memiliki pengharapan yang tertinggi yaitu menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS. Sebaliknya, jika kita durhaka, maka kita bukannya menjadi sama dengan TUHAN YESUS tetapi kita akan menjadi sama dengan antikrist. Sebelum kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, maka antikrist tampil terlebih dahulu >>> 2 Tesalonika 2 : 3, 4,
3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
4. yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

Antikrist ini yang mau disembah. Jadi, jika anak TUHAN/hamba TUHAN menjadi durhaka, maka ia akan menjadi sama seperti antikrist untuk dibinasakan. Inilah kedurhakaan seperti Korah.

Ada dua bentuk kedurhakaan yaitu:

  1. Ibrani 10 : 25 – 27,
    25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    Jadi kedurhakaan yang pertama adalah di dalam ay 25 >>> ‘menjauhkan diri dari ibadah pelayanan’ = tidak setia, bahkan meninggalkan ibadah pelayanan.
    Ada dua tingkatan dosa durhaka yaitu:
    1. ay 25 >>> ‘seperti dibiasakan oleh beberapa orang’ = dosa kebiasaan, artinya >>> hamba TUHAN/anak TUHAN yang tidak beribadah, tetapi mereka tidak merasa bersalah, karena sudah merupakan dosa kebiasaan dan kalau dibiarkan, maka akan menjadi dosa sengaja >>> ay 26 >>> ‘sebab jika kita sengaja berbuat dosa’ sengaja tidak beribadah dan melayani TUHAN = dosa durhaka dan tidak ada pengampunan, tetapi yang ada hanyalah ‘kematian yang mengerikan’ >>> ay 27.
      Di dalam srt 1 Timotius 4, TUHAN itu tidak pernah menipu kita, IA memberikan janji di dalam ibadah pelayanan kepada kita >>> 1 Timotius 4 : 8 – 10,
      8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
      9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
      10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

      Ay 9 ini merupakan pengalaman dari rasul Paulus yang dipelihara oleh TUHAN di dalam ibadah.
      Orang yang tidak beribadah itu tidak memiliki pengharapan. Itu sebabnya kita harus memperhatikan, sebab di dalam ibadah, TUHAN memberikan janji yang dobel yaitu janji untuk hidup ini/hidup sekarang di dunia/di padang gurun yang tandus ini, TUHAN memelihara kita secara langsung maupun untuk hidup yang akan datang/hidup kekal bersama TUHAN. Inilah janji yang dobel di dalam ibadah dan TUHAN tidak pernah menipu kita. Sebagai contoh adalah bangsa Israel yang keluar dari Mesir dan mereka berada di padang gurun yang tandus, mereka tidak dapat menanam dan menuai. Dan apa yang mereka lakukan hanyalah beribadah kepada TUHAN dan lewat ibadah itulah bangsa Israel menerima pemeliharaan secara langsung dari TUHAN/dari surga selama empat puluh tahun.
      Empat puluh tahun = empat puluh tahun yobel = 40 x 50 = 2000 tahun yang adalah jaman gereja/jaman kita sekarang ini. Mari saudaraku! biarlah kita sekarang ini seperti bangsa Israel yaitu kita dipelihara secara langsung oleh TUHAN di padang gurun dunia yang sudah sulit sekarang ini. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh beribadah sampai kita memperoleh janji dari TUHAN yaitu pemeliharaan secara langsung dari TUHAN baik untuk hidup sekarang ini sampai pada hidup yang kekal bersama TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
      Di ay 10 >>> ‘karena kita menaruh pengharapan kita kepada ALLAH Yang hidup, Juruselamat semua manusia terutama mereka yang percaya’ Kalau kita sebagai anak TUHAN/hamba TUHAN menaruh pengharapan kepada TUHAN terutama kita berharap untuk menjadi sama mulia dengan Dia, maka kita tidak akan sulit/tidak akan ragu-ragu untuk memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari aktifitas apapun di dunia. Jika kita sering terhalang oleh karena aktifitas di dunia (bukannya kita tidak boleh bekerja, kuliah, sekolah) maka itu adalah bukti bahwa kehidupan itu hanya menaruh pengharapan bukan kepada TUHAN tetapi kepada perkara dunia sehingga akan sangat sulit bahkan mustahil untuk beribadah melayani TUHAN dan ia masuk ke dalam kedurhakaan. Semoga kita dapat mengerti.
    2. seperti Korah yaitu ia berada di dalam aktifitas ibadah, tetapi bersungut-sungut. Ini juga merupakan suatu kedurhakaan. Kita harus berhati-hati sebab jika kita tidak mau beribadah, maka itu sudah merupakan suatu kedurhakaan, tetapi kita harus berhati-hati sekalipun kita sudah berada di dalam ibadah pelayanan tetapi kita masih dapat menjadi orang yang durhaka.
  2. Bilangan 16 : 8 – 11,
    8. Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
    9. Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
    10. dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
    11. Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

    Bersepakat melawan TUHAN = durhaka >>> ay 10.
    Kedurhakaan adalah:
    • tidak setia/meninggalkan ibadah pelayanan.
    • bersungut-sungut di dalam ibadah dan pelayanan kepada TUHAN.
      Ibadah pelayanan Korah adalah ibadah pelayanan daging yang selalu menuntut hak/menuntut kepentingan daging, contohnya:
    • Korah menuntut kedudukkan walaupun ia sudah beribadah dan melayani sehingga ia banyak bersungut-sungut.
    • Menuntut upah yang jasmani.
    • Menuntut pujian, kehormatan dllnya.
      Karena daging manusia ini selalu tidak pernah puas, maka pelayanan daging seperti Korah yang menuntut hak dan kepentingan daging, pasti tidak akan pernah merasa puas dan selalu bersungut-sungut.
    Bersungut-sungut ini mungkin sudah dilontarkan di mulut, tetapi juga sering sudah bersungut-sungut di dalam hati . Mulai dari saya yang dikoreksi oleh TUHAN sebab saya mengalami >>> saya sudah berpuasa, tetapi sidang jemaat yang datang hanya sedikit sehingga saya bersungut-sungut di dalam hati dan ini sama dengan durhaka. Juga yang terjadi di Surabaya ini, saya sudah lelah datang dari Malang, tetapi yang datang hanya sedikit sampai saya bersungut di dalam hati dengan berkata bahwa saya sudah tidak kuat lagi. Mengapa terjadi demikian? Karena saya menuntut/daging menuntut sehingga saya dikoreksi oleh TUHAN.
    Kita tidak beribadah = durhaka; tetapi jika kita beribadah, tetapi kita menuntut hak = durhaka dan juga jika kita bersungut-sungut = durhaka. Inilah pelayanan daging.

Akibat dari Korah yang bersungut-sungut, maka bumi membuka mulut dan menelan Korah/Korah mati. Sekarang bagi kita, ini berarti mati rohani/kering rohani dan ini lebih berbahaya daripada mati secara tubuh sebab jika mati rohani ini di biarkan, akan membawa kepada kematian kedua yaitu neraka/kebinasaan.

Untuk menghadapi pelayanan daging yaitu bersungut-sungut, maka TUHAN menggunakan tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah badam dan untuk sekarang berarti pelayanan di dalam urapan Roh Kudus. Ini untuk menandingi pelayanan daging yang suka bersungut-sungut. TUHAN memerintahkan untuk mengumpulkan tongkat dari semua suku tetapi hanya satu yang bertunas, berbunga dan berbuah badam dan ini adalah pelayanan di dalam urapan Roh Kudus.

Bilangan 17 : 5 – 8,
5. Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi."
6. Setelah Musa berbicara kepada orang Israel, maka semua pemimpin mereka memberikan kepadanya satu tongkat dari setiap pemimpin, menurut suku-suku mereka, dua belas tongkat, dan tongkat Harun ada di antara tongkat-tongkat itu.
7. Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan TUHAN dalam kemah hukum Allah.
8. Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.

Untuk menandingi pelayanan daging/meredakan persungutan, maka TUHAN menggunakan tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuahkan buah badam = pelayanan di dalam urapan Roh Kudus.

Proses agar pelayanan kita seperti tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah badam/pelayanan di dalam urapan Roh Kudus adalah:

  1. Harus mengambil tongkat terlebih dahulu, tongkat ini adalah kayu yang harus dipisahkan dari akar dan artinya sekarang kepada kita adalah kayu itu adalah manusia kita ini. Untuk mengalami pelayanan di dalam urapan Roh Kudus, maka kita harus terpisah akar dosa/mengalami kelepasan dari dosa, lewat bertobat/berhenti berbuat dosa/mati terhadap dosa dan kembali kepada TUHAN dan masuk dalam baptisan air/kelahiran baru, kita dikuburkan bersama dengan YESUS untuk mengalami hidup yang baru/mengalami kelepasan dari dosa.
    1 Yohanes 3 : 9, Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
    Tidak berbuat dosa lagi = mengalami kelepasan dari akar dosa sekalipun ada godaan, ada ancaman, ada keuntungan, ada apa saja, dia tidak mau berbuat dosa lagi. kadang-kadang kita tidak berbuat dosa karena tidak memiliki kesempatan. Misalnya: di dalam pesawat di larang merokok, jadi orang itu tidak dapat merokok karena tidak memiliki kesempatan, sehingga ia menahan untuk tidak merokok. Dan ini bukan berarti dia sudah terlepas dari dosa, bukan! Tetapi begitu turun dari pesawat, maka segeralah ia menyulut sebatang rokok.
    Demikian juga di dalam gereja, ia juga tidak dapat merokok di dalam gereja, tetapi begitu keluar dari gereja, belum sampai di pagar, sudah menyulut rokok. Ini namanya bukan mengalami kelepasan tetapi karena tidak memiliki kesempatan. Tetapi kalau sudah mengalami kelepasan dari akar dosa, sekalipun disodori rokok bahkan ditambah lagi dengan uang atau diancam jika tidak mau merokok lagi, maka akan dipecat dari pekerjaan, tetapi ia tetap tidak mau merokok. Ini adalah kelepasan dari dosa sekalipun diancam seperti Yusuf yang digoda oleh isteri Potifar, Yusuf tetap menolak untuk berbuat dosa. Jika sudah ada kelepasan dari dosa, maka satu waktu tidak dapat berbuat dosa, benar seperti YESUS Benar.
    Sekarang ini sudah pada tahapan tidak berbuat dosa lagi. Kita masuk dalam baptisan air dan berhenti berbuat dosa dan bagi saudara yang sudah dibaptis >>> jangan berbuat dosa lagi. Bagi yang mau dibaptis air, bersiap sedia sebab baptisan air itu = sunat/perjanjian. Kita berjanji dengan TUHAN untuk tidak berbuat dosa lagi dan juga berjanji pada diri sendiri untuk tidak berbuat dosa lagi. Jika kita berjanji, maka pasti kita akan menjadi kuat. Inilah asal dari tongkat kayu yang dipisahkan dari akar. Semoga kita dapat mengerti.
  2. Tongkat diletakkan di hadapan TUHAN, >>> Bilangan 17 : 7, ‘Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan TUHAN di dalam kemah hukum Allah.
    Tongkat-tongkat itu diletakkan di hadapan TUHAN semalam-malaman = tidak beranjak/tetap di hadapan TUHAN = setia, ini adalah pelayanan di dalam urapan Roh Kudus >>> Yakobus 4 : 4, Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
    Orang yang setia itu selalu berkemenangan, itu sebabnya kita harus setia sampai TUHAN YESUS datang.
    Orang yang tidak setia itu:
    • bersahabat dengan dunia.
    • dia ditarik oleh dunia >>> mungkin dengan kesibukkan, kesukaan di dunia atau kesusahan di dunia dllnya.
    • menjadi musuh TUHAN >>> beribadah kepada TUHAN tetapi bermusuhan dengan TUHAN. Contoh: dulu, sebelum kita menjadi seorang hamba TUHAN/anak TUHAN yang sungguh-sungguh, kemudian kita memiliki musuh, maka tidaklah mungkin kita akan memuji musuh kita itu, tetapi kita pasti akan bersungut-sungut tentang musuh kita itu. Seringkali kita bersungut-sungut di dalam gereja karena kita bermusuhan dengan TUHAN. Sebaliknya, kalau kita setia, berarti kita mengasihi TUHAN, maka sudah dapat dipastikan kita akan memuji dan menyembah TUHAN/mengagungkan TUHAN, sekalipun kita diijinkan menderita, kita tetap memuji dan mengagungkan TUHAN. Coba kalau kita bermusuhan dengan TUHAN >>> gaji kita dipotong sedikit saja, kita dipastikan akan bersungut-sungut. Semoga kita dapat mengerti.
    Proses setelah diletakkan di hadapan TUHAN ialah:
  3. tongkat itu bertunas,
    Jika kita setia, maka pasti kita akan bertunas. Tunggu waktu TUHAN, kita tidak perlu memikirkan hal yang lain. Sekalipun kita ini adalah tongkat yang kecil/kehidupan yang kecil/tidak memiliki apa-apa, bahkan sudah tidak memiliki harapan lagi tetapi kalau kita setia, maka satu waktu kita pasti akan bertunas. Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, mungkin sidang jemaat saudara hanya berjumlah sedikit, sebab di hadapan manusia, sidang jemaat itu dianggap kecil karena jumlahnya hanya sedikit, gedung gerejanya kecil atau besar karena jumlah sidang jemaat banyak, gedung gerejanya besar >>> tetapi sesungguhnya di hadapan TUHAN semuanya itu sama saja. Tetapi kalau kita setia, maka pasti akan bertunas.
    Bilangan 17 : 8, Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.
    Kayu kalau ditanam kemudian bertunas, maka itu berarti kayu itu hidup/ada kehidupan/ada urapan Roh Kudus.
    Yohanes 6 : 63, Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
    Daging tidak berguna = seperti kayu yang mati. Daging dengan segala kepandaiannya, sama sekali tidak berguna; tetapi kalau ada urapan Roh Kudus, maka Rohlah yang menghidupkan.
    Apa tanda dari bertunas/orang yang diurapi oleh Roh Kudus yaitu: Jika kita dapat berkata ‘ya Abba, ya Bapa >>> taat dan dengar-dengaran >>> ini sudah mulai bertunas.
    Bagi siswaa/i, sekalipun nanti saudara belum dipercaya untuk memiliki sidang jemaat, dan juga belum memiliki gedung gereja tetapi kalau saudara taat dengar-dengaran, maka saudara itu sudah bertunas/sudah dapat diharapkan. Tadinya saudara hanyalah kayu kecil yang tidak berguna, kemudian saudara juga tidak dengar-dengaran, maka tongkat itu akan dikubur. Biar kita pandai dan hebat, tetapi tanpa urapan Roh Kudus, maka kita tidak dapat bertahan karena terkena panas dan terkena air sehingga menjadi rapuh dan mati. Tetapi kalau kita adalah tongkat yang hidup, jika terkena air dan terkena panas maka akan semakin subur. Itu sebabnya kita harus taat dan dengar-dengaran, sebab itu yang menentukan nasib kita. Selama kita tidak dengar-dengaran, maka kita hanyalah tongkat yang tidak berguna = mati. Semoga kita dapat mengerti.
  4. tongkat berbunga = karunia-karunia Roh Kudus = kemampuan ajaib dari Roh Kudus agar kita dapat melakukan pelayanan/pekerjaan TUHAN apa saja sesuai jabatan. Mari! TUHAN memimpin kita untuk melayani dan juga untuk masa depan >>> kita belajar dari tongkat Harun, jangan belajar dari Korah yang mendurhaka sehingga ia mati binasa.
  5. tongkat berbuahkan buah badam = buah-buah Roh.
    Galatia 5 : 22, 23,
    22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Kalau kita sudah berbuahkan buah Roh, maka buah itu dapat dimakan:
    • oleh TUHAN/menyenangkan Hati TUHAN/memuaskan Hati TUHAN
    • dan juga buah dapat dimakan oleh sesama/pelayanan yang memuaskan sesama.
    • serta dapat dimakan oleh diri sendiri.

Jika kita sudah puas makan buah, maka sudah dapat di pastikan tidak ada persungutan lagi. Mengapa ada persungutan di dalam pelayanan? Karena tidak ada buah/tidak berbuahkan buah Roh sekalipun sudah bertahun-tahun melayani TUHAN. Ini juga merupakan koreksi bagi saudara dan saya, apakah kita sudah berbuah? Satu buah saja yang dapat dimakan oleh TUHAN, oleh sesama dan juga oleh diri sendiri, maka persungutan itu akan menjadi reda. Tetapi kalau terus mengomel/bersungut-sungut, maka itu adalah tanda bahwa kita belum berbuah >>> jangan-jangan kita belum bertunas bahkan sudah rapuh dan akan hancur.

Mari! sekian tahun kita melayani TUHAN >>> jangan menjadi kebanggaan, bahkan kita sudah memiliki gereja yang besar, inipun jangan menjadi kebanggaan, tetapi kita banyak bersungut/mengomel atau tidak? Semoga kita dapat mengerti.

Masih ada dua macam persungutan yang lain yang ada di dalam ibadah pelayanan yaitu:

  1. Yohanes 6 : 60 – 63,
    60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    61. Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    62. Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
    63. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

    Menolak Firman yang keras/Firman pengajaran. Bersungut-sungut karena menolak Perkataan yang keras/Firman pengajaran. Saya selalu mengatakan bahwa ada dua macam pemberitaan Firman yaitu:
    • Firman penginjilan untuk membawa orang-orang berdosa percaya kepada YESUS dan diselamatkan. Sebagai contoh: di dalam injil Yohanes 6 mulai ayat 1 >>> YESUS memberi makan limaribu orang laki-laki saja, belum wanita dan anak-anak, semuanya datang dan merasa senang karena diberi makan. Tetapi ini belum cukup sebab ada lagi pemberitaan Firman yang kedua yaitu
    • Firman pengajaran/Perkataan yang keras untuk membawa orang-orang yang sudah diselamatkan menjadi sempurna seperti YESUS/menjadi Mempelai Wanita untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya dan masuk dalam pesta nikah Anak Domba ALLAH.
      Itu sebabnya Firman pengajaran itu harus ada. Tetapi kita jangan mengecilkan Firman penginjilan, sebab juga penting, tetapi harus dilanjutkan dengan Firman pengajaran yang membawa kita ke dalam kesempurnaan.
    Mari! dihari-hari ini, kita yang sudah selamat >>> sudah percaya kepada YESUS, sudah bertobat, sudah masuk dalam baptisan air dan juga baptisan Roh Kudus bahkan sudah berada di dalam urapan Roh. Kudus. Mari tingkatkan! Bukan hanya dengan minum susu, tetapi kita maju satu langkah lagi di dalam Firman pengajaran/makanan keras untuk menyempurnakan kehidupan kita. Semoga kita dapat mengerti.
    2 Timotius 4 : 2, Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
    Isi dari Firman pengajaran adalah:
    1. nyatakanlah apa yang salah >>> menyatakan dosa bahkan dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat supaya sidang jemaat dapat sadar, mengaku dan menyesali dosa dan kita diampuni/tidak dihukum oleh TUHAN, Sebab upah dosa adalah maut. Jadi kalau dosa ditunjukkan, itu bukan berarti saudara akan dihukum >>> bukan! Tetapi kalau kita sadar, kita mengaku dosa maka itu untuk melepaskan kita dari hukuman, kita akan selamat sebab hadirat TUHAN tidak tersembunyi, tetapi nyata berada di tengah kita. Selama masih ada dosa yang disembunyikan, maka hadirat TUHAN juga tersembunyi bagi kita dan itu berarti kita tetap berada di dalam hukuman.
    2. tegorlah >>> Firman pengajaran berisikan tegoran yang keras supaya kita berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN = bertobat. Banyak orang sudah mengaku dosa dan sudah diampuni, tetapi berbuat dosa lagi bahkan dua kali lipat. Itu sebabnya Firman selalu datang bagaikan tegoran yang keras/bagaikan palu/bagaikan pedang yang menusuk. Selama kita mempertahankan dosa, maka Firman TUHAN tetap menjadi seperti palu/tetap seperti pedang yang menusuk/tetap merupakan Perkataan Yang keras sampai kita dapat bertobat. Kalau kita sudah bertobat, maka dari Firman pengajaran yang lain adalah
    3. nasihat >>> nasihat ini supaya kita tetap hidup benar/hidup suci dan juga merupakan jalan keluar dari segala masalah. Seperti nasihat TUHAN kepada orang majus lewat mimpi untuk jangan berjalan kembali kepada Herodes lagi. Jika mereka kembali ke jalan Herodes, maka mereka juga dapat mati karena mereka sudah menyembah YESUS. Itu sebabnya TUHAN memberi nasihat lewat mimpi kepada mereka. Kelemahan kita/kelemahan kami sebagai hamba TUHAN di dalam Firman pengajaran adalah kami belum sampai pada nasihat, itu sebabnya sangat sulit untuk mendapatkan jalan keluar. Kita masih terus ditegor karena belum bertobat sehingga kita belum dapat dibangun. 1 Korintus 14 : 3, Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Di saat-saat kita menghadapi penderitaan, akan ada penghiburan asal kita bertobat/mengaku dosa walaupun Firman yang kita dengar itu keras tetapi akan menjadi penghiburan. Penghiburan itu membuat kita kuat di saat kita menghadapi pencobaan atau menghadapi apa saja, saya permisi berbicara >>> sampaipun kita ditinggal/meninggal dunia oleh orang yang kita kasihi, masih ada penghiburan yang merupakan kekuatan dari TUHAN. Kalau ada nasihat pasti kita akan
    4. dibangun dengan hal yang rohani yaitu kita dibangun menjadi Mempelai Wanita/tubuh Kristus yang sempurna/Rumah ALLAH yang rohani. Jika yang rohani dibangun, maka saya percaya, pasti yang jasmani juga dibangun/nikah dibangun, ekonomi dibangun dan juga masa depan dibangun menjadi indah.
    Sekali lagi kesalahan kita adalah kita belum sampai pada nasihat sebab kita masih mempertahankan dosa/menyembunyikan dosa dan jika demikian maka pasti kita akan bersungut-sungut seperti di dalam injil Yohanes 6. Goncangan yang dialami oleh gereja TUHAN itu bukan hanya masalah ekonomi saja tetapi lebih dari itu adalah goncangan karena tidak tahan menghadapi kegerakkan Roh Kudus hujan akhir/kegerakkan di dalam Firman pengajaran dan ini sangat berbahaya. Goncangan ini merupakan goncangan yang terbesar >>> dari jumlah limaribu orang laki-laki dan belum termasuk perempuan dengan anak-anak >>> kira-kira berapa jumlah mereka? Tetapi hanya tinggal duabelas orang saja bahkan satu juga gugur sehingga hanya tinggal sebelas orang dan ini adalah goncangan yang hebat sekali. Waktu di Nias terjadi tsunami, hanya berapa persen orang Kristen yang terkena? Hanya sebagian kecil saja yang terkena dan sisanya tetap beribadah. Tetapi kalau satu saat goncangan oleh Firman pengajaran, justru banyak orang Kristen yang tidak tahan. Kita harus berhati-hati dengan hal ini.
    Yohanes 6 : 61, Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    Goncangan yang terjadi di dalam gereja TUHAN di akhir jaman bukan hanya pencobaan-pencobaan secara jasmani, tetapi yang lebih dari itu karena tidak tahan mendengarkan Firman pengajaran yang menyucikan/Perkataan yang keras yang akan menyempurnakan. Banyak yang akan goncang imannya bahkan gugur dari iman sampai mengundurkan diri, tidak mengikuti YESUS lagi >>>
    Yohanes 6 : 66, Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
    6.6.6 >>> ini berbahaya. Tadi perbandingannya limaribu orang laki-laki, tidak termasuk wanita dan anak-anak tetapi sisa sebelas orang murid. Berapa persen itu? Kita hitung limaribu orang saja saja waktu YESUS memberi makan roti/waktu Firman penginjilan >>> YESUS hebat, YESUS luar biasa! Tetapi begitu Firman penyucian disampaikan >>> banyak yang mengundurkan diri.
    Di kalangan kita pengikut Firman pengajaran yang diproklamirkan di gedung Go-Skate sekitar tahun sembilan belas delapanpuluhan sampai dengan hari ini, siapa yang masih bertahan dalam Firman pengajaran? Mari! sekarang ini kita benar-benar ditampi/digoncang dan disaring dan juga para hamba-hamba TUHAN lulusan Lempin-El mulai dari angkatan pertama sampai sekarang angkatan yang ke duapuluh delapan >>> siapa yang masih bertahan di dalam Firman pengajaran? sebab sekarang ini banyak goncangan sehingga gugur dari Firman pengajaran yang benar dan tidak lagi mengikuti YESUS.
    Yohanes 6 : 66, Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
    Murid-muridNYA, sudah mendengarkan Firman pengajaran, tetapi banyak yang mengundurkan diri.
    Mengundurkan diri dari Firman pengajaran yang benar = gugur dari Firman pengajaran yang benar = gugur dari iman = tidak mengikuti YESUS lagi. Sekalipun masih beribadah, sekalipun masih menjadi seorang hamba TUHAN, tetapi kalau sudah menolak Firman pengajaran yang benar/meninggalkan Firman pengajaran yang benar = tidak lagi mengikuti YESUS. Bagi siswa/i Lempin-El perhatikan! Jika tidak mengikuti YESUS, lalu mengikuti siapa? Di dalam srt 2 Timotius 4, mereka mengundang guru-guru palsu >>> mengikuti ajaran-ajaran palsu yang enak bagi daging atau banyak yang tidak beribadah lagi dan kembali ke dunia. Bagi siswa/i Lempin-El, banyak sudah kita dihina karena setelah lulus, terutama para siswi banyak yang menikah dengan penjual mangga, berjualan bakso >>> bukan Lempin-Elnya yang salah, bukan pedagang mangga atau bakso itu seorang yang hina >>> bukan! tetapi kalian yang bersalah sebab itu bukan semestinya/seharusnya >>> lari ke dunia. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab hal itu memang menjadi kenyataan. Jika sudah menolak Firman pengajaran yang benar >>> merasa ikut YESUS, padahal sudah tidak mengikut YESUS lagi. ikut siapa? Mengikuti pengajaran-pengajaran palsu yang enak dan yang menguntungkan bagi daging dan juga ada yang kembali mengikuti dunia. Dan ini akan banyak orang yang seperti ini. Semoga kita dapat mengerti.
    Akibatnya:
    Yohanes 6 : 62, Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
    Naik ke tempat di mana IA sebelumnya berada = di sebelah Kanan ALLAH Bapa dan ini berarti IA akan turun untuk kedua kalinya.
    Di dalam Kisah rasul >>> YESUS Yang naik akan kembali turun dengan cara yang sama. Jadi kalau dikatakan ‘bagaimana kamu melihat YESUS naik = bagaimana nanti kamu dapat melihat YESUS Yang akan turun dalam awan-awan? Akibatnya >>> tidak dapat menyambut/melihat kedatangan YESUS Yang keduakalinya dalam awan-awan = tertinggal di dunia = mengalami kiamat bersama dunia/hancur lebur/binasa (di dalam pengajaran Matius 24 di Malang dan juga di Surabaya setiap hari Rabu). Itu sebabnya kita jangan main-main, sebab nanti akan banyak orang yang merasa ikut YESUS padahal mengikuti pengajaran palsu/ikut setan/ikut dunia bahkan mengikuti diri sendiri/mengikuti kehendak diri sendiri, bukan mengikuti kehendak YESUS.
  2. Yakobus 5 : 7 – 11 >>> bersungut di dalam penderitaan.
    7. Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
    8. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
    9. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
    10. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
    11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

    Ada dua sikap di dalam menghadapi penderitaan yaitu:
    • Yang negatif >>> bersungut-sungut, karena menderita, maka banyak bersungut-sungut = berdiri di hadapan Hakim (ay 9). Sehingga akan dihakimi/akan dihukum.
    • Yang positif >>> sabar dan tekun (ay 10). Ini adalah sikap yang benar yaitu sabar dan tekun di dalam penderitaan, artinya:
      • sabar menunggu waktu dari TUHAN. Di dalam penderitaan, kita dilatih untuk bersabar. Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, jika kita diijinkan oleh TUHAN menderita, maka kita harus sabar menunggu waktu TUHAN. Dijaga, agar jangan sampai menjadi kecewa, putus asa tetapi bersabar seperti seorang petani jika ingin menuai. Juga bagi sidang jemaat, di dalam menghadapi penderitaan juga harus bersabar menunggu waktu TUHAN, jangan mengomel, putus asa dan menjadi kecewa.
      • hanya berharap/berserah sepenuhnya kepada TUHAN dan tidak mengandalkan kepada yang lain. Di dalam srt Yakobus ini dicontohkan seperti Ayub yang belum ditolong oleh TUHAN, bahkan kelihatan semakin parah >>> seluruh hartanya sudah habis, tubuhnya juga penuh dengan luka-luka. Tetapi Ayub menunggu dengan sabar/menanti waktu dari TUHAN dan hanya berharap dan berserah sepenuhnya kepada TUHAN dan ia tidak mengandalkan kepada hal yang lain. Sedangkan Ayub ditunggu sampai ia mengaku bahwa ia hanyalah debu tanah liat belaka.
        Kalau sudah tanah liat, maka sudah tidak ada yang diharapkan bahkan diinjak-injak orang, hanya Tangan Penjunan/Tangan TUHAN Yang mau memegang tanah liat. Kita diijinkan menderita seperti Ayub yang rasanya belum ditolong oleh TUHAN agar kita hanya berharap kepada TUHAN/kita memiliki pengalaman pribadi dengan TUHAN dan ini yang diinginkan oleh TUHAN bagaikan tanah liat yang berada di dalam Tangan TUHAN.
    Sekarang kita akan membaca pengakuan Ayub >>> Ayub 42 : 5, 6,
    5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

    Ay 5 >>> lain kali kita hanya mendengar kesaksian dari orang bahwa TUHAN itu begini, kuasa TUHAN itu begitu, tetapi sesungguhnya TUHAN juga menginginkan kita mengalami pengalaman secara pribadi bersama TUHAN. Kita belum ditolong oleh TUHAN supaya kita memiliki pengalaman secara pribadi bersama TUHAN, bukan katanya orang.

Ay 6 >>> ini adalah orang yang hanya berharap kepada TUHAN, ia mengaku bahwa ia hanyalah tanah liat belaka yang berada di dalam Tangan Penjunan.
Tanah liat itu, hanya diambil oleh Penjunan, sebab kalau bukan Penjunan, maka tanah liat itu hanya diinjal-injak dan Penjunan kita adalah TUHAN.

Jika kita sudah merasa dan mengaku bahwa kita adalah tanah liat maka itu berarti kita sudah berada di dalam Tangan Penjunan/Tangan Imam Besar. Kita ditunggu oleh TUHAN supaya kita memiliki pengalaman secara pribadi dengan TUHAN bukan hanya katanya orang.

Istilah menjadi tanah liat adalah:

  • kita merasa tidak layak.
  • tidak menuntut TUHAN, banyak kali kita menuntut supaya TUHAN segera menolong; tetapi kalau kita merasa bahwa kita hanyalah tanah liat >>> saya tidak layak untuk ditolong oleh TUHAN dan kalau saya ditolong, maka itu hanyalah kemurahan TUHAN/belas kasih TUHAN Imam Besar.
  • tidak mampu. Tanah liat itu tidak dapat berbuat apa-apa tetapi hanya untuk diinjak-injak. Mengaku bahwa saya tidak dapat berbuat apa-apa. Dengan kepandaian dllnya >>> saya tidak mampu. Itu sebabnya saya hanya bergantung pada Tangan belas kasih TUHAN. Di saat itulah waktu pertolongan dari TUHAN tepat pada waktunya.

Ibrani 4 : 16, Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Kasih karunia = belas kasihan TUHAN.
Sabar menunggu waktu dari TUHAN, pasti pertolongan TUHAN tepat pada waktunya kalau kita merasa bahwa kita adalah tanah liat, tidak layak dan tidak menuntut.

Banyak kali saya dan juga kita sekalian menuntut >>> ayo TUHAN tolong!
Tetapi kalau kita tanah liat:

  • oh TUHAN saya tidak layak untuk ditolong, tetapi kalau TUHAN tolong, maka itu adalah belas kasih TUHAN.
  • Saya tidak mampu TUHAN >>> tidak ada yang dapat saya andalkan kecuali belas kasih TUHAN/hanya berharap kepada belas kasih TUHAN. Dan di situlah Imam Besar akan mengulurkan Tangan belas kasih dan menolong kita tepat pada waktunya seperti Ayub yang pada akhirnya ia mendapatkan berkat dobel/pertolongan secara dobel/pemulihan secara dobel dari TUHAN. Secara jasmani dipulihkan dan juga secara rohani >>> tanah liat dipulihkan sampai menjadi ciptaan yang semula/sempurna seperti TUHAN.

Korah turun ke dunia orang mati tetapi kita sebagai gereja yang benar, kalau sudah diciptakan menjadi sempurna seperti Adam dan Hawa yang merupakan ciptaan semula yang diciptakan sempurna/sama mulia, maka kita akan naik ke atas bertemu dengan TUHAN selamanya. Ini berlawanan dengan Korah. Mari sekarang ini, saya juga merindu memiliki pengalaman secara pribadi dengan TUHAN sekalipun kita tanah liat tetapi kita berada di dalam Tangan TUHAN. TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top