Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 13:2
13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.


Wahyu 13:2 tentang penampilan Antikris dalam kombinasi 4 binatang buas. Kita sedang belajar yang ke-4, yaitu naga dengan kekuatan ekornya untuk meremukkan musuhnya, dengan tahtanya, dan dengan kekuasaannya.

Yohanes 8:44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Kuasa dari naga adalah kuasa untuk membunuh = roh kebencian, roh jahat.

1 Yohanes 3:15
3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Ada 3 tempat utama yang dilanda kebencian atau pembunuhan:
  1. Di dalam dunia.
    Yohanes 15:18-19,23-25
    15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
    15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
    15:23 Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.
    15:24 Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku.
    15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.


    Yohanes 16:2
    16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

    Tempat kebencian yang pertama adalah di dalam dunia, baik dalam dunia pendidikan, dunia perdagangan, dunia olah raga, dan di mana saja di dunia ini. Disebutkan 7x tentang kebencian, bahkan kebencian tanpa alasan, sama dengan pembunuhan.

    Angka 7 menunjuk pada pelita emas dengan 7 lampu.
    Tujuh kali kebencian sampai membunuh = manusia hidup dalam kegelapan. Jika dibiarkan, manusia akan sampai pada kegelapan di neraka.
    Dunia ini memang penuh dengan kebencian, mempersulit dan menganiaya kita, bahkan sampai membunuh dan membinasakan kita di kegelapan yang paling gelap.

    Yohanes 15:26-27
    15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."


    Yohanes 16:1
    16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

    Jalan keluarnya adalah kita membutuhkan Roh Kudus. Untuk apa?
    • Roh Kudus menolong kita supaya kita bisa kuat dan teguh hati, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak menolak Yesus apa pun yang terjadi. Kita tetap beribadah dan melayani Yesus.
      Dunia memang mempersulit dan menganiaya kita supaya kita tidak lagi melayani Yesus.
      Jangan ikut-ikutan membenci seperti dunia. Bagi anak Tuhan, tidak boleh ada kebencian.

    • Roh Kudus menolong kita untuk bisa bersaksi. Kita bisa menyinarkan terang kepada dunia yang penuh dengan kegelapan.
      Apa yang harus kita saksikan?
      Markus 5:18-19
      5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
      5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"


      Kita bersaksi tentang belas kasih Tuhan yang sudah menolong kita.
      Kita bersaksi tentang segala sesuatu yang sudah Tuhan perbuat dalam hidup kita, terutama Dia yang memanggil kita dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.

      Filipi 4:8-9
      4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
      4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.


      Sebelum menjadi saksi Tuhan, kita harus benar dulu. Sama seperti pelita harus diperbaiki/ dibenarkan dulu, baru bisa digunakan.
      Kita harus hidup dalam kebenaran, mulai dari kartu identitas (KTP) harus benar, ikuti peraturan lalu lintas yang benar, protokol kesehatan yang benar. Jika benar, pasti ada keindahan. Kita harus hidup dalam keadilan, kesucian, sehingga pasti ada kemanisan, kebajikan, dan damai sejahteradalam hidup.

      Ada 7 terang kesaksian = 7 lampu pelita yang menyala, mulai menerangi dalam rumah tangga kita, dalam pergaulan di kantor atau tempat tinggal, sampai kita menjadi terang dunia. Hasilnya adalah Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita.

      Yohanes 16:33
      16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

      Kita mendapat kuasa kemenangan untuk mengalahkan dunia yang menganiaya bahkan membunuh kita. Bukti kita mengalahkan dunia adalah kita bisa memiliki damai sejahtera. Kita mengalahkan daya tarik dunia yang mau menenggelamkan kita, seperti Yesus bisa berjalan di atas air, kita bisa mengalami kuasa kemenangan dan pengangkatan. Semua bisa menjadi enak dan ringan dalam hidup kita.

      Kemenangan juga ditandai dengan mahkota. Pengikutan kita kepada Yesus adalah suatu perlombaan dan perjuangan. Jika kita menang, Tuhan sediakan mahkota mempelai bagi kita. Hidup dalam kebencian sama dengan kepala yang gundul, tanpa mahkota.

  2. Di dalam tempat penggembalaan.
    Kejadian 37:3-5,9,20
    37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
    37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
    37:5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
    37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
    37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"


    Tempat kebencian yang kedua adalah di dalam tempat penggembalaan domba-domba, yakni dalam kandang penggembalaan dan termasuk persekutuan (fellowship).
    Jangan mulai tidak mau menyapa dengan ramah, di situ sudah ada kuasa naga (kebencian). Demikian pula jika memfitnah sama saja dengan membunuh.

    Mengapa bisa terjadi kebencian?
    • Sebab Yusuf mendapat jubah maha indah dan mimpi = jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Apa pun jabatan pelayanan kita, semuanya indah.

    • Esau iri dan dendam (benci) pada Yakub karena berkat.
      Kejadian 27:41
      27:41 Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."

      Jangan pernah menyimpan dendam. Kita harus selalu mengingat kebaikan orang lain, mengingat hutang budi terhadap orang lain untuk kita balas dengan kebaikan juga.
      Kalau kita tergembala, semua pasti indah.

    Kita semua dipakai oleh Tuhan dengan jabatan dan karunia masing-masing, dan kita harus saling bekerja sama.
    Jangan mengecilkan karunia dan jabatan apa pun, karena tiap jabatan dan karunia dalam tubuh Kristus adalah mulia. Tidak ada anggota tubuh yang hina, tidak ada yang pantas dipotong dari tubuh. Kita semua dipakai dalam pekerjaan yang mulia, dan kita semua diberkati Tuhan. Kita bernafas saja, bisa minum air putih, itu sudah berkat Tuhan.
    Kita harus selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
    Kita harus bisa tergembala dengan baik, mengikuti fellowshipdengan benar dan baik, yaitu berdasar pada Firman Pengajaran yang benar.

    Kita adalah satu tubuh, seperti kaki kanan dan kaki kiri akan maju bergantian, kita tinggal menunggu waktu, yang penting kita tergembala dan ikuti fellowship yang benar dan baik. Kita tidak perlu iri satu dengan yang lain.

    Seandainya sudah ada kebencian dalam penggembalaan, bagaimana jalan keluarnya?

    Kejadian 37:31
    37:31 Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

    Jubah maha indah harus dicelup dengan darah, artinya kita harus mengalami salib / percikan darah, sengsara bersama Yesus, sengsara karena Yesus.

    2 Korintus 4:16-17
    4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.


    Mengapa jubah harus dicelup dalam darah? Supaya kita mengalami keubahan hidup menjadi manusia rohani (manusia baru) seperti Yesus.
    Hasilnya:
    • Kita tidak tawar hati, tidak kecewa, tidak putus asa, bahkan kita bisa berbahagia dan mengucap syukur selalu saat menderita bersama Yesus.

    • Kita bisa menyinarkan 7 sinar keubahan hidup.
      Kolose 3:10-14
      3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
      3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
      3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutandan kesabaran.
      3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lainapabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
      3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.


      Rendah hati = kemampuan mengaku dosa.
      Kelemahlembutan = bisa menerima Firman, sekalipun keras dan tajam.
      Sampai kita memiliki kasih untuk mengasihi Tuhan dan sesama.

    Kejadian 45:3-5,15
    45:3 Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.
    45:4 Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.
    45:5 Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.
    45:15 Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia.


    Hasilnya adalah satu keluarga bisa masuk dalam pembangunan satu tubuh Kristus, bahkan sampai pada sempurna.
    Kita harus bersaksi lewat gandum Yusuf, yaitu Kabar Mempelai yang mampu menyatukan kita semua.

    Wahyu 19:8
    19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

    Kebajikan suatu saat akan menjadi pakaian mempelai untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

  3. Di dalam nikah/ rumah tangga.
    Markus 13:12-13
    13:12 Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
    13:13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."


    Kita harus hati-hati agar jangan ada kebencian antara suami dan istri, antara orang tua dan anak, antara mertua dan menantu. Jangan ada saling membenci, saling memfitnah, saling menjelekkan, sampai saling membunuh.
    Naga bermaksud untuk menghancurkan nikah kita, sehingga tidak bisa masuk nikah yang sempurna.

    Matius 24:12-13
    24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
    24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.


    Jalan keluarnya adalah bertahan, artinya kita harus bertahan dalam kasih Tuhan, bahkan meningkat dalam kasih Tuhan. Bagaimana prosesnya?
    • Kita harus bertekun dalam penggembalaan dengan benar dan baik, tertambat pada satu pokok Firman Pengajaran benar dan tekun berada dalam kandang, maka kita mendapat sumber kasih.
      Contoh: Petrus yang sudah memotong telinga Malkus masih dapat tertolong lewat penggembalaan.

    • Kita bisa saling mengaku dan saling mengampuni satu dengan yang lain. Jika mengampuni, harus melupakan.
      Amsal 28:13

      28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

      Selama kita menyimpan dosa sendiri, ataupun dosa orang lain, kita tidak akan pernah beruntung.
      Kita harus bisa mengasihi Tuhan, bisa saling mengasihi dalam rumah tangga, saling menghormati, saling melayani.
      Istri bisa menghormati suami. Suami mengasihi istri. Anak-anak taat dan orang tua tidak menyebabkan anak menjadi tawar hati.

      Roma 15:5
      15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,

      Mazmur 133:1-3
      133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
      133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
      133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.


      Hasilnya, Tuhan mampu memerintahkan berkat ke tempat di mana ada kerukunan.

    • Kita harus menjadi rumah doa dalam rumah tangga. Syaratnya adalah sepakat, satu hati, satu suara.
      Matius 18:19-20
      18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
      18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."


      Roma 15:6
      15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

      Satu hati = satu pengajaran. Suami dan istri harus diisi satu Firman Pengajaran yang sama.

      Efesus 4:3-6
      4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
      4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
      4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
      4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.


      Satu tubuh, satu kepala = satu Firman Pengajaran yang benar. Meja diisi dengan satu roti yang sama.
      Jika seluruh rumah tangga diisi satu Firman Pengajaran yang sama, satu Kepala, maka akan ada satu roh, satu pengharapan, dst.
      Ada 7 kesatuan = pelita menyala dalam rumah tangga, tidak bisa digelapkan oleh kebencian, kesulitan, apa pun juga.

      Kita memang beda, tapi 7 hal tersebut harus satu. Seperti buah delima pada ujung jubah Harun, dalam satu buah delima ada banyak petak-petak, namun tetap satu buah.

      Satu suara = satu penyembahan "Haleluya" = ada giring-giring emas.

      Mazmur 105:45
      105:45 agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya!

      Artinya ada hadirat Yesus sebagai Imam Besar dalam rumah tangga kita, dan Dia siap menolong kita. Kita bisa menjadi rumah doa.

      Ibrani 4:16
      4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Yesus sebagai Imam Besar setia dan berbelas kasihan, tepat waktu untuk menolong kita.
      Kalau saat ini kita belum ditolong, mari kita mengoreksi diri, ada sesuatu yang masih perlu diperbaiki dalam diri kita.


    Contoh 1:Abraham menerima janji Tuhan untuk mendapat keturunan dan ia menunggu 25 tahun. Apa yang harus diperbaiki? Keteguhan iman Abraham.
    Iman Abraham sempat goyah terhadap suara istrinya, saat ia masih mau menerima Hagar untuk mendapat keturunan.

    Kita harus diperbaiki sampai benar-benar mantap.

    Roma 4:18-20
    4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
    4:19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
    4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,


    Tuhan mampu menjadikan yang tidak ada menjadi ada, mengubah yang mustahil menjadi tidak mustahil (Jehova Jireh).

    Contoh 2:Perempuan Kanaan (Markus 7:25-28). Apa yang harus diperbaiki? Lidah.
    Tuhan menunggu pengakuan dari lidahnya, sampai perempuan Kanaan mengakui lidahnya seperti anjing, terlalu banyak dusta, dan perkataan yang salah, hanya menyalahkan orang lain. Saat kita bisa mengaku dosa, bisa jujur, maka saatnya Tuhan menolong.
    Tuhan mampu menolong kehancuran nikah, masalah apa pun, penyakit apapun.

    Yohanes 11:38-40
    11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
    11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"


    Contoh 3:Marta. Apa yang harus diperbaiki? Tidak jujur dan tidak percaya, tidak taat kepada Tuhan.
    Kita harus membuka hati, mengakui semua yang busuk, agar Tuhan bisa membangkitkan, mengubah menjadi harum dan indah.
    Saat Tuhan datang kedua kali, kita bisa diubahkan, kita semua bersama-sama bisa berseru "Haleluya", sampai masuk Yerusalem Baru, siang dan malam berdoa. Kita menjadi rumah doa selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 24 Juni 2014 (Selasa Sore)
    ... masuk kerajaan Surga. Yohanes Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Ada tempat yang sering dilanda kebencian Dalam nikah rumah tangga. Matius - Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh demikian juga seorang ayah ...
  • Ibadah Raya Malang, 15 Maret 2009 (Minggu Pagi)
    ... jemaat sampai sempurna sampai menjadi Mempelai Wanita. Gereja yang sempurna Pelita Emas yang bercahaya. Tugas dari gereja Tuhan yang bagaikan pelita yang bercahaya Bersaksi. Mengundang. Ad. . Bersaksi. Ada macam kesaksian Kisah Rasul tentang Injil Keselamatan atau firman penginjilan. Efesus . Firman penginjilan adalah firman yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib ...
  • Ibadah Raya Malang, 14 April 2013 (Minggu Pagi)
    ... kehidupan yang sudah selamat harus berusaha untuk mencapai kesempurnaan menjadi mempelai wanita Surga supaya tidak ketinggalan saat kedatangan Yesus kedua kali. Tidak semua orang selamat bisa mencapai kesempurnaan saat kedatangan Yesus kedua kali. Kejadian - Ketika fajar telah menyingsing kedua malaikat itu mendesak Lot supaya bersegera katanya Bangunlah bawalah isterimu dan ...
  • Ibadah Raya Malang, 02 September 2018 (Minggu Pagi)
    ... luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur sungguh air itu membual dari sebelah selatan. Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 19 Maret 2009 (Kamis Tengah Malam)
    ... mata air. Angka menunjuk pada rasul-rasul yaitu orang yang dipanggil dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. Lukas - . Kita harus setia dalam panggilan dan pilihan supaya tidak menjadi pengkhianat seperti Yudas. Yudas adalah gambaran Antikris yang berasal dari kita tapi tidak termasuk kita. Panggilan Tuhan menyangkut hal Jabatan pelayanan. Tempat pelayanan. Yang harus dijaga dalam panggilan ...
  • Ibadah Doa Malang, 24 Maret 2022 (Kamis Sore)
    ... menunjukkan kasih-Nya adalah menunjukkan apa yang salah menegor lewat firman pengajaran yang benar. Kalau tegoran ditolak maka akan datang hajaran. Maksud Tuhan adalah supaya kita bisa sadar menyesal dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kita bertobat dan kembali kepada Tuhan. Yesaya - - . ...
  • Ibadah Doa Ucapan Syukur Malang, 22 Desember 2020 (Selasa Sore)
    ... Tuhan harus tergembala dengan benar dan baik sehingga mengalami kelepasan secara terus-menerus sampai bisa lari dari naga bahkan tidak bisa dilihat oleh naga. Dua tempat pelarian Ayat lari ke padang gurun selama tiga setengah tahun. Ini adalah masa aniaya Antikris. Ayat lari ke takhta Allah pada saat Yesus datang kembali kedua kali ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 20 Maret 2011 (Minggu Sore)
    ... di dalam buli-buli tanah liat hidupnya. Kalau hati kita jujur polos Tuhan akan tunjukkan persekutuan yang benar. Yohanes - . Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda ada lima serambinya . dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit orang-orang buta orang-orang timpang ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 06 November 2014 (Kamis Malam)
    ... Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu Ya nantikanlah TUHAN Yang harus dijaga adalah hati supaya tetap kuat dan teguh hati untuk bisa menanti kedatangan Yesus kedua kali. Kuat teguh hati artinya tidak keras hati tidak lemah tidak bimbang. Hati yang keras. Yakobus Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 September 2016 (Senin Sore)
    ... pelayan TUHAN. Dua kelompok ini menghasilkan dua kegerakan. Dalam Wahyu ini semakin dijelaskan atau dibukakan. Wahyu . Barangsiapa yang berbuat jahat biarlah ia terus berbuat jahat barangsiapa yang cemar biarlah ia terus cemar dan barangsiapa yang benar biarlah ia terus berbuat kebenaran barangsiapa yang kudus biarlah ia terus menguduskan dirinya Pembukaan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.