Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 13:2
13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.


Wahyu 13:2 tentang penampilan Antikris dalam kombinasi 4 binatang buas. Kita sedang belajar yang ke-4, yaitu naga dengan kekuatan ekornya untuk meremukkan musuhnya, dengan tahtanya, dan dengan kekuasaannya.

Yohanes 8:44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Kuasa dari naga adalah kuasa untuk membunuh = roh kebencian, roh jahat.

1 Yohanes 3:15
3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Ada 3 tempat utama yang dilanda kebencian atau pembunuhan:
  1. Di dalam dunia.
    Yohanes 15:18-19,23-25
    15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
    15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
    15:23 Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.
    15:24 Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku.
    15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.


    Yohanes 16:2
    16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

    Tempat kebencian yang pertama adalah di dalam dunia, baik dalam dunia pendidikan, dunia perdagangan, dunia olah raga, dan di mana saja di dunia ini. Disebutkan 7x tentang kebencian, bahkan kebencian tanpa alasan, sama dengan pembunuhan.

    Angka 7 menunjuk pada pelita emas dengan 7 lampu.
    Tujuh kali kebencian sampai membunuh = manusia hidup dalam kegelapan. Jika dibiarkan, manusia akan sampai pada kegelapan di neraka.
    Dunia ini memang penuh dengan kebencian, mempersulit dan menganiaya kita, bahkan sampai membunuh dan membinasakan kita di kegelapan yang paling gelap.

    Yohanes 15:26-27
    15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."


    Yohanes 16:1
    16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

    Jalan keluarnya adalah kita membutuhkan Roh Kudus. Untuk apa?
    • Roh Kudus menolong kita supaya kita bisa kuat dan teguh hati, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak menolak Yesus apa pun yang terjadi. Kita tetap beribadah dan melayani Yesus.
      Dunia memang mempersulit dan menganiaya kita supaya kita tidak lagi melayani Yesus.
      Jangan ikut-ikutan membenci seperti dunia. Bagi anak Tuhan, tidak boleh ada kebencian.

    • Roh Kudus menolong kita untuk bisa bersaksi. Kita bisa menyinarkan terang kepada dunia yang penuh dengan kegelapan.
      Apa yang harus kita saksikan?
      Markus 5:18-19
      5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
      5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"


      Kita bersaksi tentang belas kasih Tuhan yang sudah menolong kita.
      Kita bersaksi tentang segala sesuatu yang sudah Tuhan perbuat dalam hidup kita, terutama Dia yang memanggil kita dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.

      Filipi 4:8-9
      4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
      4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.


      Sebelum menjadi saksi Tuhan, kita harus benar dulu. Sama seperti pelita harus diperbaiki/ dibenarkan dulu, baru bisa digunakan.
      Kita harus hidup dalam kebenaran, mulai dari kartu identitas (KTP) harus benar, ikuti peraturan lalu lintas yang benar, protokol kesehatan yang benar. Jika benar, pasti ada keindahan. Kita harus hidup dalam keadilan, kesucian, sehingga pasti ada kemanisan, kebajikan, dan damai sejahteradalam hidup.

      Ada 7 terang kesaksian = 7 lampu pelita yang menyala, mulai menerangi dalam rumah tangga kita, dalam pergaulan di kantor atau tempat tinggal, sampai kita menjadi terang dunia. Hasilnya adalah Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita.

      Yohanes 16:33
      16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

      Kita mendapat kuasa kemenangan untuk mengalahkan dunia yang menganiaya bahkan membunuh kita. Bukti kita mengalahkan dunia adalah kita bisa memiliki damai sejahtera. Kita mengalahkan daya tarik dunia yang mau menenggelamkan kita, seperti Yesus bisa berjalan di atas air, kita bisa mengalami kuasa kemenangan dan pengangkatan. Semua bisa menjadi enak dan ringan dalam hidup kita.

      Kemenangan juga ditandai dengan mahkota. Pengikutan kita kepada Yesus adalah suatu perlombaan dan perjuangan. Jika kita menang, Tuhan sediakan mahkota mempelai bagi kita. Hidup dalam kebencian sama dengan kepala yang gundul, tanpa mahkota.

  2. Di dalam tempat penggembalaan.
    Kejadian 37:3-5,9,20
    37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
    37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
    37:5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
    37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
    37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"


    Tempat kebencian yang kedua adalah di dalam tempat penggembalaan domba-domba, yakni dalam kandang penggembalaan dan termasuk persekutuan (fellowship).
    Jangan mulai tidak mau menyapa dengan ramah, di situ sudah ada kuasa naga (kebencian). Demikian pula jika memfitnah sama saja dengan membunuh.

    Mengapa bisa terjadi kebencian?
    • Sebab Yusuf mendapat jubah maha indah dan mimpi = jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Apa pun jabatan pelayanan kita, semuanya indah.

    • Esau iri dan dendam (benci) pada Yakub karena berkat.
      Kejadian 27:41
      27:41 Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."

      Jangan pernah menyimpan dendam. Kita harus selalu mengingat kebaikan orang lain, mengingat hutang budi terhadap orang lain untuk kita balas dengan kebaikan juga.
      Kalau kita tergembala, semua pasti indah.

    Kita semua dipakai oleh Tuhan dengan jabatan dan karunia masing-masing, dan kita harus saling bekerja sama.
    Jangan mengecilkan karunia dan jabatan apa pun, karena tiap jabatan dan karunia dalam tubuh Kristus adalah mulia. Tidak ada anggota tubuh yang hina, tidak ada yang pantas dipotong dari tubuh. Kita semua dipakai dalam pekerjaan yang mulia, dan kita semua diberkati Tuhan. Kita bernafas saja, bisa minum air putih, itu sudah berkat Tuhan.
    Kita harus selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
    Kita harus bisa tergembala dengan baik, mengikuti fellowshipdengan benar dan baik, yaitu berdasar pada Firman Pengajaran yang benar.

    Kita adalah satu tubuh, seperti kaki kanan dan kaki kiri akan maju bergantian, kita tinggal menunggu waktu, yang penting kita tergembala dan ikuti fellowship yang benar dan baik. Kita tidak perlu iri satu dengan yang lain.

    Seandainya sudah ada kebencian dalam penggembalaan, bagaimana jalan keluarnya?

    Kejadian 37:31
    37:31 Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

    Jubah maha indah harus dicelup dengan darah, artinya kita harus mengalami salib / percikan darah, sengsara bersama Yesus, sengsara karena Yesus.

    2 Korintus 4:16-17
    4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.


    Mengapa jubah harus dicelup dalam darah? Supaya kita mengalami keubahan hidup menjadi manusia rohani (manusia baru) seperti Yesus.
    Hasilnya:
    • Kita tidak tawar hati, tidak kecewa, tidak putus asa, bahkan kita bisa berbahagia dan mengucap syukur selalu saat menderita bersama Yesus.

    • Kita bisa menyinarkan 7 sinar keubahan hidup.
      Kolose 3:10-14
      3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
      3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
      3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutandan kesabaran.
      3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lainapabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
      3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.


      Rendah hati = kemampuan mengaku dosa.
      Kelemahlembutan = bisa menerima Firman, sekalipun keras dan tajam.
      Sampai kita memiliki kasih untuk mengasihi Tuhan dan sesama.

    Kejadian 45:3-5,15
    45:3 Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.
    45:4 Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.
    45:5 Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.
    45:15 Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia.


    Hasilnya adalah satu keluarga bisa masuk dalam pembangunan satu tubuh Kristus, bahkan sampai pada sempurna.
    Kita harus bersaksi lewat gandum Yusuf, yaitu Kabar Mempelai yang mampu menyatukan kita semua.

    Wahyu 19:8
    19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

    Kebajikan suatu saat akan menjadi pakaian mempelai untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

  3. Di dalam nikah/ rumah tangga.
    Markus 13:12-13
    13:12 Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
    13:13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."


    Kita harus hati-hati agar jangan ada kebencian antara suami dan istri, antara orang tua dan anak, antara mertua dan menantu. Jangan ada saling membenci, saling memfitnah, saling menjelekkan, sampai saling membunuh.
    Naga bermaksud untuk menghancurkan nikah kita, sehingga tidak bisa masuk nikah yang sempurna.

    Matius 24:12-13
    24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
    24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.


    Jalan keluarnya adalah bertahan, artinya kita harus bertahan dalam kasih Tuhan, bahkan meningkat dalam kasih Tuhan. Bagaimana prosesnya?
    • Kita harus bertekun dalam penggembalaan dengan benar dan baik, tertambat pada satu pokok Firman Pengajaran benar dan tekun berada dalam kandang, maka kita mendapat sumber kasih.
      Contoh: Petrus yang sudah memotong telinga Malkus masih dapat tertolong lewat penggembalaan.

    • Kita bisa saling mengaku dan saling mengampuni satu dengan yang lain. Jika mengampuni, harus melupakan.
      Amsal 28:13

      28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

      Selama kita menyimpan dosa sendiri, ataupun dosa orang lain, kita tidak akan pernah beruntung.
      Kita harus bisa mengasihi Tuhan, bisa saling mengasihi dalam rumah tangga, saling menghormati, saling melayani.
      Istri bisa menghormati suami. Suami mengasihi istri. Anak-anak taat dan orang tua tidak menyebabkan anak menjadi tawar hati.

      Roma 15:5
      15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,

      Mazmur 133:1-3
      133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
      133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
      133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.


      Hasilnya, Tuhan mampu memerintahkan berkat ke tempat di mana ada kerukunan.

    • Kita harus menjadi rumah doa dalam rumah tangga. Syaratnya adalah sepakat, satu hati, satu suara.
      Matius 18:19-20
      18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
      18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."


      Roma 15:6
      15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

      Satu hati = satu pengajaran. Suami dan istri harus diisi satu Firman Pengajaran yang sama.

      Efesus 4:3-6
      4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
      4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
      4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
      4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.


      Satu tubuh, satu kepala = satu Firman Pengajaran yang benar. Meja diisi dengan satu roti yang sama.
      Jika seluruh rumah tangga diisi satu Firman Pengajaran yang sama, satu Kepala, maka akan ada satu roh, satu pengharapan, dst.
      Ada 7 kesatuan = pelita menyala dalam rumah tangga, tidak bisa digelapkan oleh kebencian, kesulitan, apa pun juga.

      Kita memang beda, tapi 7 hal tersebut harus satu. Seperti buah delima pada ujung jubah Harun, dalam satu buah delima ada banyak petak-petak, namun tetap satu buah.

      Satu suara = satu penyembahan "Haleluya" = ada giring-giring emas.

      Mazmur 105:45
      105:45 agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya!

      Artinya ada hadirat Yesus sebagai Imam Besar dalam rumah tangga kita, dan Dia siap menolong kita. Kita bisa menjadi rumah doa.

      Ibrani 4:16
      4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Yesus sebagai Imam Besar setia dan berbelas kasihan, tepat waktu untuk menolong kita.
      Kalau saat ini kita belum ditolong, mari kita mengoreksi diri, ada sesuatu yang masih perlu diperbaiki dalam diri kita.


    Contoh 1:Abraham menerima janji Tuhan untuk mendapat keturunan dan ia menunggu 25 tahun. Apa yang harus diperbaiki? Keteguhan iman Abraham.
    Iman Abraham sempat goyah terhadap suara istrinya, saat ia masih mau menerima Hagar untuk mendapat keturunan.

    Kita harus diperbaiki sampai benar-benar mantap.

    Roma 4:18-20
    4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
    4:19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
    4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,


    Tuhan mampu menjadikan yang tidak ada menjadi ada, mengubah yang mustahil menjadi tidak mustahil (Jehova Jireh).

    Contoh 2:Perempuan Kanaan (Markus 7:25-28). Apa yang harus diperbaiki? Lidah.
    Tuhan menunggu pengakuan dari lidahnya, sampai perempuan Kanaan mengakui lidahnya seperti anjing, terlalu banyak dusta, dan perkataan yang salah, hanya menyalahkan orang lain. Saat kita bisa mengaku dosa, bisa jujur, maka saatnya Tuhan menolong.
    Tuhan mampu menolong kehancuran nikah, masalah apa pun, penyakit apapun.

    Yohanes 11:38-40
    11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
    11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"


    Contoh 3:Marta. Apa yang harus diperbaiki? Tidak jujur dan tidak percaya, tidak taat kepada Tuhan.
    Kita harus membuka hati, mengakui semua yang busuk, agar Tuhan bisa membangkitkan, mengubah menjadi harum dan indah.
    Saat Tuhan datang kedua kali, kita bisa diubahkan, kita semua bersama-sama bisa berseru "Haleluya", sampai masuk Yerusalem Baru, siang dan malam berdoa. Kita menjadi rumah doa selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 24 Desember 2021 (Jumat Sore)
    ... pada bangsa kafir yang namanya tertulis dalam Yerusalem baru. Jadi tema natal kita Natal mengubah bangsa kafir dari sebutir pasir menjadi mutiara sebagai kelengkapan dari mempelai wanita sorga. Inilah keadilan Tuhan. Proses pembentukan mutiara Sebutir pasir kotoran masuk ke dalam tubuh kerang dan harus melukai tubuh kerang sehingga mengeluarkan darah. Kerang menunjuk pada Yesus. Darah ...
  • Ibadah Raya Malang, 19 November 2017 (Minggu Pagi)
    ... pembesar-pembesar serta perwira-perwira dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia yang duduk di atas takhta dan terhadap ...
  • Ibadah Doa Malang, 29 April 2014 (Selasa Sore)
    ... ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo Mengikut Tuhan jangan untuk melihat tanda jasmani tetapi tanda rohani yaitu tanda nabi Yunus tanda kematian dan kebangkitan tanda pembaharuan. Pembaharuan oleh Roh Kudus. Titus pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita bukan karena perbuatan baik ...
  • Ibadah Doa Malang, 24 Januari 2012 (Selasa Sore)
    ... setan adalah berkeliaran di daerah pekuburan. Pekuburan menunjuk tempat perpanjangan tangan maut yaitu Roma Sebab upah dosa ialah maut tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Tempat praktek perbuatan dosa antara lain Tempat dosa makan-minum dan seks. Tempat perjudian. Bioskop. Tempat dosa kejahatan. Yesaya - Ada apamu dan siapamu di ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2013 (Senin Sore)
    ... Kitab Keluaran Musa mohonkan penyertaan Tuhan dari Mesir ke Kanaan melalui Laut Kolsom. Sudah dibahas dalam Ibadah Raya Minggu April . Musa mendapat ancaman yang mengerikan karena Bangsa Israel keras hati bahwa Tuhan tidak beserta . Melainkan Malaikatlah yang akan memimpin untuk masuk Kanaan dan menang tetapi Musa tidak mau. Seperti ...
  • Ibadah Ucapan Syukur Surabaya, 26 Desember 2012 (Rabu Sore)
    ... kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Yang pertama adalah perkataan Yesus harus diam didalam kita. Perkataan Yesus adalah firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain. ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 16 Juli 2012 (Senin Sore)
    ... wanita Tuhan lewat kematian Yesus sudah dijelaskan pada ibadah sebelumnya . Tabut perjanjian terdiri dari bagian petinya tutupnya. Petinya tubuh Kristus yang sempurna. Tutupnya Pribadi Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Surga atau sebagai Kepala. SIAPA TUBUHNYA Efesus - . Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu yang dahulu jauh sudah menjadi dekat ...
  • Ibadah Raya Malang, 27 Oktober 2019 (Minggu Pagi)
    ... tembaga membara di dalam perapian suara-Nya bagaikan desau air bah. Kaki bagaikan tiang api kaki bagaikan tembaga membara di dalam perapian. Kaki pendirian. Tembaga penghukuman. Jadi kita harus memiliki pendirian teguh untuk Menghukum dosa-dosa sampai puncaknya dosa sehingga kita hidup benar dan suci. Menghukum daging dengan segala keinginan dan hawa ...
  • Ibadah Doa Malam Surabaya, 30 Maret 2015 (Senin Malam)
    ... mengalami perjalanan hari tanpa ada air sama sekali. Sudah lewat laut Kolsom sudah baptisan air ada sukacita tetapi setelah itu menemui kesulitan. Benar-benar suasana yang bertentangan. Di Mara ada air tetapi pahit. Di padang gurun Syur malah tidak ada air sama sekali. Syur atinya tanah liat itulah daging manusia dibentuk dari tanah ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 20 Agustus 2023 (Minggu Siang)
    ... tentara-Nya. 'binatang' Antikris. 'tentara-Nya' pelayan Tuhan yang sudah sempurna. Yang kedua orang-orang di luar Yesus atau imam-imam yang dikuasai oleh Antikris bahkan nanti menyembah Antikris sehingga dicap --tubuh jiwa dan rohnya daging. Ia tidak mengalami keubahan hidup tetapi tetap manusia daging yang hidupnya seperti binatang buas--tidak punya pikiran dan perasaan-- diterangkan pada Ibadah ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.