English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 27 Februari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 11 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2012 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran II Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Maret 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 merupakan 7 kali percikan...

Ibadah Paskah Kunjungan di Mojokerto, 11 April 2014 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat merayakan paskan dan selamat mendengarkan firman Tuhan,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Agustus 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:11-17
7:11 Kemudian Yesus pergi ke...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juni 2011 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Adri Tuyu

Matius 26:17-25 tentang Perjamuan Paskah.

Keluaran 12:14-15, 3, 6
12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Februari 2019 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan baptisan air

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 4-5=> dosa dan penderitaan.
13:4. Atau...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Januari 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 1-3=> dosa dan penderitaan.
13:1. Pada waktu itu...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Agustus 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Markus 4:35-39
4:35. Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Maret 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 08 Februari 2017 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 5-10
5:5. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor
Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan
membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Siapa yang layak/dapat membuka tujuh meterai dan membuka gulungan kitab/membukakan rahasia firman? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2017)

  1. Ayat 5= Yesus sebagai singa dari suku Yehuda dan tunas Daud yang telah menang (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Januari 2017).


  2. Ayat 6-10= Yesus sebagai Anak Domba yang telah tersembelih (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2017).

AD. 2. YESUS SEBAGAI ANAK DOMBA YANG TELAH TERSEMBELIH

Pembukaan firman Allah dikaitkan dengan Yesus sebagai Anak Domba yang telah tersembelih, artinya: pembukaan firman Allah mendorong kita untuk mengalami PENEBUSAN DAN PENDAMAIAN, bukan berbuat dosa.

Jadi mendengar firman bukan untuk berbuat dosa, tetapi berhenti berbuat dosa. Setiap pembukaan firman mendorong kita untuk mengalami pendamaian/penebusan dari dosa-dosa.

Kalau kita mau ditebus/diperdamaikan, kita akan mengalami kelepasan dari dosa; kita mengalami keselamatan. Inilah pelayanan pendamaian.

Hasilnya:
2 Korintus 5: 17-18
5:17. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
5:18. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

Kalau sudah didamaikan, kita menjadi manusia baru/ciptaan baru.
Jadi, hasil pendamaian oleh kurban Kristus/darahYesus adalah kita menjadi ciptaan baru atua manusia baru.

Apa itu ciptaan baru?
Yohaens 3: 3-5
3:3. Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4. Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

'tidak dilahirkan kembali'= tidak dilahirkan baru.
Ciptaan baru adalah kehidupan yang lahir baru dari air dan roh. Itulah hasil pendamaian.
Kalau sudah ditebus oleh darah Yesus--kita diperdamaikan; dilepaskan dari dosa dan diselamatkan--, kita akan menjadi manusia baru/ciptaan baru yaitu mengalami lahir baru dari air dan Roh.

Lahir baru dari air= baptisan air.
Lahir baru dari Roh= baptisan Roh Kudus.

Baptisan air yang benar adalah manusia lama harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehingga bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus dan mengalami lahir baru/hidup baru, sama dengan manusia baru/ciptaan baru, yaitu mengalami baptisan Roh Kudus.

Jadi dibaptis air dulu--manusia lama dikuburkan/ditenggelamkan; seperti dulu Firaun mengejar Israel, Israel lolos (keluar dari laut Kolsom) dan Firaun ditengelamkan, seperti itulah baptisan air, manusia lama ditenggelamkan. Setelah itu kita baru megnalami baptisan Roh Kudus. Itulah manusia baru.

Mengalami baptisan Roh Kudus= hidup dalam urapan ROH KUDUS DENGAN TUJUH MANIFESTASI-NYA/WUJUD-NYA.
Wahyu 5: 6
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Kita sudah mempelajari 'bertanduk tujuh' (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2017) dan 'bermata tujuh' (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 05 Februari 2017). Sekarang kita belajar 'ketujuh Roh Allah'.

Ketujuh Roh Allah sama dengan Roh Kudus dengan tujuh manifestasi-Nya.
Kalau sudah diperdamaikan oleh darah Yesus--kita menjadi manusia baru/ciptaan baru--, kita juga mendapatkan ketujuh Roh Allah; hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh wujud-Nya.

Tadi, manusia baru itu lahir dari air dan Roh. Tidak bisa diterima dengan akal/logika. Nikodemus, guru agama tidak mengerti tentang baptisan yang benar, klaau hanya menggunakan logika. Tetapi menggunakan iman, baru dia mengerti.
Iman didapatkan dari mendengar firman/membaca firman sampai mengerti dan percaya. Kalau dengan logika akan terjadi perdebatan/perbedaan dalam baptisan air--satu tubuh sudah terpecah-pecah dengan baptisan yang bermacam-macam, padahal baptisan air hanya ada satu.

Jadi, manusia baru adalah manusia yang mengalami baptisan Ro hKudus--hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasi-Nya.
Yesaya 11: 1-3a => Raja Damai yang akan datang (Yesus); nubuat tentang Yesus
11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan (6)dan takut akan TUHAN(7);
11:3a. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.

(terjemahan lama)
11:3a. Bahkan, iapun akan
bernafas dalam takut akan TUHAN

'Roh TUHAN'= Roh Kudus itu Roh TUHAN, bukan roh setan atau roh dunia.
Inilah Roh Kudus dengan tujuh manifestasi-Nya, yaitu:

  1. Roh TUHAN.
  2. Roh hikmat.
  3. Roh pengertian.
  4. Roh nasihat.
  5. Roh keperkasaan.
  6. Roh pengenalan.
  7. Roh takut akan TUHAN.

'kesenangannya ialah takut akan TUHAN'= 'bernafas dengan takut akan TUHAN'.
Jadi, puncak dari Roh Kudus dengan tujuh manifestasi-Nya adalah takut akan TUHAN.
Artinya: ciptaan baru/manusia baru--kehidupan yang hidup dalam urpaan Roh Kudus dengan tujuh wujud-Nya--adalah kehidupan yang takut akan TUHAN; bernafas dengan takut akan TUHAN.

Ada Roh Kudus bukan hanya berbahasa roh--itu tanda-tandanya, boleh saja, silahkan--, tetapi yang jelas adalah kita menjadi kehidupan yang takut akan TUHAN; bernafas dengan takut akan TUHAN--setiap langkah sama dengan bernafas.
Bernafas dengan takut akan TUHAN= setiap langkah kita ditandai takut akan TUHAN; di mana saja, kapan saja, situasi apa saja. Inilah manusia baru yang sudah diperdamaikan/ditebus oleh darah Anak Domba yang telah tersembelih. Kita lahir dari air dan Roh; hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasi-Nya; memiliki ketujuh Roh Allah yaitu manusia yang takut akan TUHAN.

Praktik takut akan TUHAN:

  1. Amsal 8: 13
    8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Praktik pertama takut akan TUHAN: membenci dosa-dosa sampai membenci dusta. Ini sama dengan hidup benar dan suci.

    Ini yang harus dijaga! Setiap langkah hidup kita adalah langkah kebenaran dan kesucian; steiap detak jantung adalah kebenaran dan kesucian.
    Inilah manusia baru yang diurapi/dikuasai Roh Kudus.

    Kita belajar, jangan sampai menyerah kalah dengan dosa-dosa! Setiap melangkah, ada kebenaran dan kesucian; setiap hirup nafas, ada kebenaran dan kesucian. Jangan ada dosa sampai dusta! TUHAN tolong.


  2. Kejadian 22: 12
    22:12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

    Waktu Abraham mau mempersembahkan Ishak atas perintah TUHAN, saat mau disembelih, TUHAN langsung berkata: 'Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia.'
    Di sini, Abraham takut akan TUHAN yaitu ia menyerahkan Ishak, anak tunggalnya.

    Yakobus 2: 21-22
    2:21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
    2:22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

    Di sini, perbuatan iman sama dengan Abraham mempersembahkan Ishak.

    Kalau digabung, praktik kedua takut akan TUHAN: melakukan perbuatan iman. Abraham mendengar firman, dia yakin dan dia lakukan, itu namanya takut akan TUHAN--perbuatan iman.


    1. Abraham mewakili orang Israel--perbuatan iman dari Israel--, karena dia yang menurunkan Ishak dan Yakub--cikal bakal bangsa Israel.
      Perbuatan iman Abraham adalah mengorbankan Ishak, anaknya yang tunggal.

      Bagi kita sekarang, artinya: tidak menolak apa yang TUHAN minta. Seringkali ada sesuatu yang tidak mau kita berikan kalau TUHAN minta--belum takut akan TUHAN; belum perbuatan iman. Kalau yang diminta apa yang tidak kita sukai, kita cepat memberikannya. Coba kalau yang disukai.

      "Pelajaran Lempin-El 'Kristus Ajaib': jadi hamba TUHAN, itu menyerahkan apa yang amat disukai kepada TUHAN. Itu pelajaran nomor satu."

      Sama seperti Abraham, ia tidak menolak apapun yang TUHAN minta. Ini bukan hanya amat disukai, tetapi sudah ditunggu 25 tahun, tetapi ia serahkan pada TUHAN. Apalagi kalau TUHAN hanya minta waktu dan lain-lain, serahkan saja, melangkah saja, nanti TUHAN akan berkata: "Stop! Aku sudah tahu bahwa engkau takut akan Aku." Hanya test saja.

      "Saya paling ingat soal makanan di Lempin-El. Dulu kalau tidak ada kuah, saya tidak bisa makan, kecuali dengan telur dadar, ada lombok dan kecap. Selain itu, susah. Di Lempin-El seringkali tidak ada kuah, itu yang jadi tantangan. Sebenarnya semua kenal saya, bisa saja saya minta ke dapur. Tetapi saya tidak mau. Kalau tidak kuat, saya siram saja dengan air dan saya makan. Inilah, serahkan apa yang kita sukai."

      Kalau TUHAN hanya minta lembu, Abraham bisa, tetapi ini TUHAN minta anaknya yang tunggal.
      Abraham tidak menolak apa yang TUHAN minta, artinya: rela berkorban apa saja yang TUHAN minta demi pelayanan pembangunan tubuh Kristus--di tempat di mana Ishak dikorbankan, didirikan Bait Allah Salomo.

      Pembangunan tubuh Kristus yaitu:


      1. Mulai dari dalam nikah. Serahkan apa yang kita sukai! Kalau tidak, tidak akan bisa menjadi satu dalam nikah. Apa yang isteri suka tapi suami tidak suka, jangan diperbuat; apa yang suami suka tapi isteri tidak suka, jangan diperbuat. Itu namanya menikah. Kalau tidak mau seperti itu--mau melakukan apa yang kita suka--, lajang saja.

        "Misalnya isteri suka belanja tapi suami tidak suka isteri belanja. Bagaimana? Mau melayani pembangunan tubuh? Serahkan yang disukai! Kalau isteri bilang: "Tidak apa-apa, ini uang saya sendiri. Saya tidak pernah minta, bahkan saya yang memberi, saya tidak merugikan." Tidak akan bisa. Kalau seperti itu, jangan jadi isteri! Itu egois. Jangan! Sebaliknya, kalau isteri tidak suka, suami jangan lakukan."

        Belajar dari Abraham, tidak menolak apa yang TUHAN minta--yang paling disukai, paling disayang--demi kesatuan tubuh Kristus; mulai dari dalam nikah.

        "Karena itu dalam pernikahan, saya selalu katakan dalam penataran: kamu harus mengasihi isteri seperti diri sendiri sampai berkorban nyawa. Kalau tidak siap, jangan menikah, nanti egois. Isteri tunduk kepada suami sampai berkorban nyawa. Siap? Kalau tidak siap, jangan menikah!"

        Itu pembangunan tubuh mulai dari nikah.


      2. Setelah itu penggembalaan,
      3. antar penggembalaan,
      4. sampai tubuh Kristus yang sempurna terbentuk.


      Mengapa Abraham bisa melakukan itu--menyerahkan apa yang TUHAN minta? Karena ia mengasihi TUHAN lebih dari semua. Kalau ia mengasihi Ishak, jangankan dipersembahkan, dipukul saja, bisa marah dia.

      Mari, malam ini, siapa yang kita kasihi? Kalau mengasihi TUHAN lebih dari semua, demi pembangunan tubuh, relakan. TUHAN tolong.

      Ini adalah loh batu pertama--berisi empat hukum--yaitu mengasihi TUHAN lebih dari semua.


    2. Yakobus 2: 25-26
      2:25. Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
      2:26. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

      Rahab mewakili perbuatan iman dari bangsa kafir.
      Rahab ini pelacur tetapi diberi kesempatan oleh TUHAN untuk ditebus, diperdamaikan, dan dijadikan manusia baru yang takut akan TUHAN. Jadi, siapa saja diberi kesempatan oleh TUHAN--tidak ada alasan sekalipun kita sudah jatuh!

      Rahab mewakili bangsa kafir yang najis; bagaikan anjing dan babi, tetapi diberi kesempatan untuk melakukan perbuatan iman--takut akan TUHAN--, yaitu menyembunyikan dua orang pengintai dari bangsa Israel yang dalam perjalanan ke Kanaan.
      Perjalanan ke Kanaan adalah perjalanan terakhir--kegerakan hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus.

      Bagi kita sekarang artinya: tidak ada kekuatiran dan ketakutan. Biasanya bangsa kafir ini kuatir akan hari ini, masa depan, sampai tidak ada waktu untuk TUHAN--'nanti kalau...., nanti kalau....'
      Tetapi kali ini, Rahab menyembunyikan dua pengintai. Kalau ketahuan oleh raja Yerikho, ia dan keluarganya pasti mati. Tetapi tidak ada lagi kekuatiran dan ketakutan pada Rahab; dia takut kepada TUHAN--dia mendengar bahwa TUHANnya Israel dahsyat--, ia rela berkorban apa saja untuk bisa dilibatkan, diikutsertakan dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--yang berjalan ke Kanaan adalah Israel, bukan bangsa kafir. Kalau tadi, Abraham memang orang Israel, yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, tetapi kita bangsa kafir ini hanya diikutsertakan saja.

      "Paling jelas dalam pelayanan, waktu saya di Gending dan Malang. Saya menggantikan orang. Tidak bisa sombong, karena hanya menggantikan. Di Malang masih melanjutkan--tetapi gereja sudah jadi beberapa persen--, mau sombong apa? Ini sama dengan istilah 'dilibatkan'."

      Kita bangsa kafir hanya dilibatkan, yang memegang peranan penting adalah Israel. Tidak ada yang bisa dibanggakan! Jangan ada kekuatiran! Ini tabiat bangsa kafir yang busuk.

      "Pada doa semalam suntuk: "Jangan bicara: Nanti kalau....(contoh: nanti kalau saya ibadah bagaimana?). Susah! Tetapi katakan: PASTI TUHAN tolong." Kalau: nanti kalau..., pasti negatif. Tetapi kalau: pasti yang positif, TUHAN akan beserta kita; tidak ada kekuatiran dan ketakutan lagi."

      Mengapa demikian juga? Karena Rahab mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh--Israel ini dianggap musuh oleh kafir, apalagi mau menyerang Yerikho, tetapi ia sembunyikan; membalas kejahatan dengan kebaikan. Sampai hari ini, Israel dan kafir selalu bermusuhan.

      Ini adalah loh batu kedua--berisi enam hukum.

Jadi, takut akan TUHAN sama dengan perbuatan iman yaitu mengasihi TUHAN lebih dari semua--dengan segenap tubuh, jiwa dan roh--dan mengaisihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi musuh. Ini sama dengan mengulurkan dua tangan pada TUHAN--penyerahan sepenuh kepada TUHAN; menyembah TUHAN.
Abraham mau mempersembahkan anaknya, itu adalah penyerahan sepenuh.
Rahab mau menyembunyikan dua pengintai--orang yang mau menghancurkan kotanya--dengan resiko dibunuh kalau ketahuan raja Yerikho, karena ia ada penyerahan sepenuh pada TUHAN.

Kalau kita mengulurkan dua tangan pada TUHAN--menyembah dan menyerah sepenuh pada TUHAN--, Dia akan mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita; kita bagaikan menerima dua loh batu--kasih yang sempurna; kasih Yesus lewat kurban-Nya.

Inilah orang yang ditebus--siapapun bisa ditebus--, dilepaskan dari dosa, dan diperdamaikan, supaya bisa menjadi manusia baru--mengalami baptisan air dan Roh Kudus; hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh wujud-Nya yaitu membenci dosa dan takut akan TUHAN

Takut akan TUHAN berarti kita memiliki perbuatan iman--seperti Abraham: menngasihi TUHAN, dan seperti Rahab: mengasihi sesama--, kita mengulurkan dua tangan pada TUHAN dan Dia mengulurkan tangan kasih yang sempurna--dua loh batu--kepada kita.

Hasilnya:

  1. Dalam Keluaran 32, waktu Musa membawa dua loh batu, bangsa Israel di lembah menyembah lembu emas. Lalu Musa memecahkan dua loh batu dan lembu emas dipecahkan juga--dihancurkan, digiling sampai halus--, lalu airnya disuruh minum. Dua loh batu yang dipecahkan itulah kasih Yesus lewat kurban-Nya.

    Hasil pertama: untuk menghadapi lembah kekelaman, yaitu menghancurkan anak lembu emas.

    Keluaran 32: 4, 9
    32:4. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"
    32:9. Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

    Lembu emas dikatakan sebagai TUHAN yang mengeluarkan Israel dari Mesir.
    Anak lembu emas, artinya


    1. Kekerasan hati--kebenaran sendiri; sudah berdosa tetapi tidak mengaku, malah menyalahkan yang lain sehingga terpecah belah, tidak bisa menjadi satu. Kebenaran sendiri harus dipecahkan malam ini oleh kasih TUHAN yang sempurna!

      Sudah salah tetapi tidak mau mengaku, itu sudah minus. Kalau menyalahkan orang lain, itulah lembah kekelaman.
      Kalau terjadi di rumah tangga, rumah tangga akan kelam; terjadi di penggembalaan--gembala sudah salah tetapi tidak mengaku dan menuduh jemaat sebagai pemberontak atau jemaat yang berdosa tetapi menyalahkan gembala--, di penggembalaan juga kelam, tidak bisa naik biar dia hebat.

      Mari, lebih bagus lembut hati yaitu saling mengaku dan mengampuni. TUHAN tolong. TUHAN mengangkat kita dari lembah kekelaman.

      "Kami gembala sudah salah dalam pengajaran--mengajarkan yang di luar alkitab--, tidak mengaku malah menyalahkan pengajaran yang benar (TUHAN). Ini lembah kelam, banyak terjadi sehingga tidak ada kesatuan. Benar-benar seperti yang dialami Israel, nanti terjadi lagi. Lembah kelam. Bentrok terus, antar hamba TUHAN juga. Hancur!"

      Biarlah kita saling mengaku dan mengampuni.


    2. Lembu emas juga berarti dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minun (merokok, mabuk narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan, perselingkuhan, penyimpangan--laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan--, nikah yang salah, kawin cerai)--tadi dituliskan: mereka makan minum dan bersukaria.
      Sekarang melanda gereja TUHAN dan hamba TUHAN juga. Sungguh-sungguh! Kalau tidak punya pokok, bahaya!

      "Saya bukan menjelekkan hamba TUHAN. Banyak hamba TUHAN keliling-keliling, hari ini di sini, kemudian di lain tempat lagi. Apa yang didengar? Ada yang menegor saya: 'Om, itu jangan satu kamar. Itu bukan isterinya, itu isteri orang!' Dulu banyak sekali. Makanya TUHAN memberi saya hikmat. Sekarang sudah tidak ada lagi. Banyak kali begitu, hanya keliling sana sini, akhirnya siapapun digaet. Sungguh-sungguh ini terjadi. Bukan hanya di kalangan orang luar, tetapi juga pada hamba TUHAN, benar-benar keras hati."

      Jangan enjoy dalam dosa, tetapi hancurkan oleh kasih Allah malam ini! Dosa apa saja biar dihancurkan. Tangan TUHAN menjamah, kita hidup benar dan suci.


    3. Lembu emas juga berarti pemberhalaan yaitu serakah--merampas milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Kalau sudah merampas milik TUHAN, sudah lembah kelam--seperti Musa di atas gunung, dia di lembah.. Sungguh-sungguh!

      Termasuk merampas milik orang lain--menipu, korupsi. Biarlah kita sungguh-sungguh mengembalikan milik TUHAN dan orang lain. TUHAN tolong kita.


  2. Markus 12: 30-34
    12:30. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
    12:31. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
    12:32. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
    12:33. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
    12:34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Hasil kedua: mendapatkan hikmat sorga untuk menghadapi lembah dunia: lembah kesulitan--krisis sampai zaman antikris--, air mata--banyak pertanyaan di dunia ini: Bagaimana mungkin? Masa bisa?

    Hadapi lembah dunia dengan hikmat dari TUHAN! Kalau hanya dengan S1, S2, modal, tidak bisa, tidak cukup, apalagi pada zaman antikris.

    Pengkhotbah 10: 10
    10:10. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

    'besi menjadi tumpul'= krisis.
    Hikmat dari sorga membuat tidak ada pertanyaan lagi, artinya:


    1. Ada jaminan kepastian dari TUHAN untuk pemeliharaan hidup kita di tengah krisis dunia, sampai antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.
      Kita menyerah pada TUHAN dan Dia ulurkan tangan; kita takut pada TUHAN, Dia juga ulurkan tangan kasih yang sempurna.


    2. Ada jaminan kepastian untuk membuat berhasil dan indah.
    3. Ada jaminan kepastian untuk menyelesaikan semua masalah pada waktunya.
    4. Menghapus air mata--memberi kebahagiaan.


    Mari, dengan hikmat dari sorga kita mengatasi lembah-lembah dunia: kesulitan, air mata, kemustahilan. Selesai semua! Tidak ada lagi pertanyaan!


  3. Keluaran 34: 29
    34:29. Ketika Musa turun dari gunung Sinai--kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.

    Waktu dua loh batu dipecahkan untuk menghancurkan anak lembu emas, Musa naik lagi ke gunung Sinai dan memahat lagi dua loh batu yang baru, lalu ditulisi oleh tangan TUHAN. Dia membawa dua loh batu yang baru. Waktu membawa dua loh batu yang baru, Musa tidak tahu bahwa kulit mukanya bercahaya--kemuliaan.

    Hasil ketiga: untuk menghadapi kedatangan Yesus kedua kali. Uluran tangan kasih TUHAN mampu membaharui/mengubahkan dari manusia daging menjadi manusia baru, mulai dari wajah.

    Mungkin malam ini kita datang dengan wajah takut, muram--sumpek--, buruk, mohon pada TUHAN, semua diganti dengan wajah berseri.

    Ada penebusan dari TUHAN. Mari lahir baru--baptisan air dan Roh Kudus; mungkin sudah terjadi dulu--sekarang hasilnya yaitu hidup baru/manusia baru. Kita dikuasai Roh Kudus: membenci dosa dan takut akan TUHAN--perbuatan iman. Kita hanya menyerah sepenuh pada TUHAN.

    Dia akan mengulurkan tangan-Nya--bagaikan memberikan dua loh batu--, kita sanggup menghadapi lembah kekelaman, lembah dunia, dan menghadapi kedatangan TUHAN di awan-awan yang permai--kita diubahkan menjadi wajah berseri.

    Wajah berseri itu dari hati yang jujur dan taat. Waktu di Taman Eden, manusia diciptakan sama mulia dengan TUHAN. Selama taat dan jujur, bahagia terus; bersuasana Firdaus. Tetapi begitu tidak taat--makan buah yang dilarang--dan tidak jujur--sembunyi saat dipanggil TUHAN--sejak itulah wajah manusia tidak karu-karuan: muka muram, pucat, buruk seperti anjing dan babi.

    Tetapi malam ini lewat menyembah TUHAN, biarlah kita pulang dengan wajah berseri. Serahkan semua pada TUHAN! Hati yang jujur dan taat sama dengan wajah berseri.

    Mujizat jasmani juga terjadi. TUHAN katakan: "Marta, angkat batu itu!" Jujur--apa yang busuk, serahkan pada TUHAN--dan taat, maka mujizat jasmani terjadi. TUHAN tolong kita.

    Jika TUHAN datang, kita diubahkan jadi sama mulia dengan Dia--wajah bercahaya seperti matahari; seperti wajah Musa--untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

Memang kita seperti Rahab--tidak baik, wajah buruk, ada di lembah-lembah--, tetapi malam ini diberi kesempatan untuk mengalami penebusan, Dia yang disembelih di kayu salib--kita mengalami kelahiran baru sampai bisa menyembah Dia--mengasihi TUHAN dan sesama; menyerah sepenuh pada Dia. Maka TUHAN mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita untuk menghadapi apa saja. TUHAN tolong kita dan kita pulang dengan wajah berseri.

Seperti Abraham dan Rahab, serahkan semua! Jangan ragu dan takut! Bukan hanya secara jasmani, tetapi sungguh-sungguh dari dalam hati ktia serahkan semua kepada TUHAN.
Kalau yang kita sukai bisa kita serahkan, apalagi beban-beban dan dosa-dosa, pasti bisa kita serahkan sehingga kita pulang tanpa beban, tetapi wajah berseri, semua ada di dalam tangan TUHAN.

Kaum muda, mari, banyak kekuatiran bangsa kafir, banyak kejatuhan dan kegagalan, air mata, dan pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana nanti? Bagaimana ini? Mari serahkan semua kepada Dia!

Mungkin suami tidak tahu, isteri tidak tahu, anak tidak tahu, orang tua tidak tahu, itu kesempatan dari TUHAN. Jangan ragu, takut, dan kuatir sedikitpun! Menyerah sepenuh sampai wajah berseri!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top