English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Juli 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5 secara umum terkena pada...

Ibadah Raya Surabaya, 06 September 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....

Ibadah Doa Surabaya, 10 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu: ay. 45-47=...

Ibadah Raya Surabaya, 12 Februari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Raya Malang, 27 Juli 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang rasul Yohanes...

Ibadah Doa Malang, 27 September 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:39
25:39 Dari satu talenta emas...

Ibadah Raya Malang, 20 Juli 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Mei 2019 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan peneguhan dan pemberkatan nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 22-30 (kita baca...

Ibadah Raya Malang, 30 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah 7 kali percikan...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Desember 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 15-17
14:15. Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu...

Ibadah Doa Surabaya, 28 September 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon

Matius 26 : 36= BERBICARA TENTANG GETSEMANE.

Getsemane yaitu pemerasan daging. Di taman Getsemane Yesus mengalami pemerasan daging/sengsara tanpa dosa/percikan darah.

Jika Yesus sebagai Kepala mengalami...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 5-10
5:5. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor
Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan
membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Gulungan kitab yang dipegang di tangan kanan TUHAN, mau diberikan TUHAN kepada kita di bumi ini lewat wahyu-Nya (pembukaan firman), tetapi ternyata dalam keadaan tertutup/termeterai dengan tujuh meterai. Rasul Yohanes menangis di pulau Patmos.

Siapa yang layak/dapat membuka tujuh meterai dan membuka gulungan kitab/membukakan rahasia firman? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2017)

  1. Ayat 5= Yesus sebagai singa dari suku Yehuda dan tunas Daud yang telah menang (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Januari 2017).


  2. Ayat 6-10= Yesus sebagai Anak Domba yang telah tersembelih (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2017).

AD. 2. YESUS SEBAGAI ANAK DOMBA YANG TELAH TERSEMBELIH

Pembukaan firman Allah dikaitkan dengan Yesus sebagai Anak Domba yang telah tersembelih, artinya: pembukaan firman Allah mendorong kita untuk mengalami PENEBUSAN DAN PENDAMAIAN.

Yang dilihat oleh rasul Yohanes di pulau Patmos sama dengan yang dilihat oleh nabi Yohanes Pembaptis.
Yohanes 1: 29
1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Tadi, di kitab Wahyu rasul Yohanes di Pulau Patmos melihat Yesus sebagai Anak Domba yang telah tersembelih. Di sini, nabi Yohanes Pembaptis melihat Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Kalau digabung, Yesus Anak Domba tersembelih untuk menghapus dosa dunia.
Jadi Yesus sebagai Anak Domba yang telah tersembelih, artinya Yesus yang mati di kayu salib untuk menebus/mendamaikan dosa manusia; menyelamatkan manusia berdosa.

1 Yohanes 4: 10
4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih; Yesus mati di kayu salib untuk menjadi korban pendamaian--memperdamaikan atau menebus dosa atau menyelamatkan manusia berdosa. Semua istilah ini sama.

MENGAPA harus ada korban pendamaian?

  1. Sebab sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan dibuang ke dunia, semua manusia sudah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah; kehilangan keselamatan dan binasa selamanya.

    Roma 3: 23
    3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

    'kehilangan kemuliaan Allah' = kehilangan keselamatan dan binasa selamanya.


  2. Segala sesuatu yang hebat di dalam dunia (kepandaian, kekayaan, kedudukan) tidak bisa menyelamatkan manusia berdosa, bahkan semua manusia di dunia termasuk rohaniawan: rasul, nabi, guru dan lain-lain tidak bisa menyelamatkan manusia berdosa--karena semua manusia sudah berdosa, menyelamatkan dirinya sendiri tidak bisa, apalagi orang lain.

    Karena itu Yesus sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa harus menjadi korban pendamaian untuk menyelamatkan manusia berdosa.

Ada tiga TINGKATAN korban pendamaian--sebelum sampai pada Yesus--:

  1. Tingkatan pertama korban pendamaian: di Taman Eden. Ini sudah terjadi.
    Kejadian 3: 21
    3:21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

    Kehilangan kemuliaan Allah= telanjang; kehilaangan keselamatan dan binasa.
    Di Taman Eden, TUHAN membuat pakaian dari kulit binatang--ada binatang yang disembelih--, untuk menutupi ketelanjangan manusia.

    TUHAN menyembelih binatang, diambil kulitnya, kemudian dijadikan pakaian untuk menutupi ketelanjangan manusia berdosa.
    Binatangnya masih samar-samar, korbannya masih samar-samar, tidak jelas dan hanya berlaku untuk dua orang yaitu Adam dan Hawa--suami isteri.

    Ini juga pelajaran bagi kita. Suami isteri harus berdamai! Pendamaian itu mulai dari nikah rumah tangga: suami isteri, kakak adik, anak orang tua harus berdamai.

    Kalau nikah tidak diperdamaikan/mempertahankan dosa (dusta dan sebagainya) dan puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan), sampai dosa kebenaran sendiri, akibatnya nikah menjadi telanjang; nikah itu dipermalukan dan dinajiskan.

    Dosa kebenaran sendiri ini seperti membuat cawat dari daun pohon ara. Seharusnya saat telanjang datang pada TUHAN dan mengaku, tetapi ini malah usaha sendiri membuat cawat dari daun pohon. Namanya daun phon ara, kalau kena panas, sebentar lagi akan hancur dan telanjang lagi.

    Dosa kebenaran sendiri= tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang terus. Suami yang salah, tidak mengaku, malah menyalahkan isteri dan sebaliknya.
    Dosa makan minum= merokok, mabuk dan sebagainya.

    Akibat kalau mempertahankan dosa dan puncaknya dosa sampai kebenaran sendiri: telanjang, dinajiskan dan dipermalukan; tidak bisa dipermuliakan; tidak bisa mencapai nikah yang rohani.

    Kalau tidak damai, akan bertengkar terus.
    Amsal 17: 14
    17:14. Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.

    (terjemahan lama)
    17:14. Permulaan perkelahian itu seumpama air tiris, sebab itu tinggalkanlah akan perbantahan dahulu dari pada
    ia menjadi air bah yang bergelora.

    Undur di sini artinya berdamai. Jangan bertengkar! Kalau di sini: membuka jalan air, tetapi di terjemahan lama, istilahnya adalah kalau suami isteri bertengkar terus, yang datang adalah air bah, seperti pada zaman Nuh.

    Tadi telanjang dan najis; tidak bisa dipermuliakan dan akhirnya kena kutukan atau hukuman Allah--air bah datang.

    Kalau nikah tidak menjadi satu dan tidak damai (dalam pertengkaran, percekcokan), nikah akan hidup dalam suasana kutukan--air bah--sampai penghukuman TUHAN--kebinasaan.
    Mari, kita belajar sungguh-sungguh.
    Pendamaian mulai dari nikah.
    Apalagi kita hamba TUHAN/pelayan TUHAN. Kalau nikah tidak diperdamaikan, jangan bicara yang lainnya. Pribadi dan nikah harus diperdamaikan!

    Kalau nikah diperdamaikan, ketelanjangan nikah akan ditutupi, sehingga menjadi satu daging dan mencapai kemuliaan--nikah yang dipermuliakan; merasakan suasana Firdaus (kebahagiaan Firdaus) sampai nikah yang mulia atau nikah yang sempurna, masuk dalam perjamuan nikah Anak Domba.

    Ini korban pertama di Taman Eden. Tekanannya pada nikah, harus diperdamaikan! Anak-anak pada orang tua harus diperdamiakan, jangan ada pertengkaran, termasuk kebencian. Kalau hamba TUHAN nikahnya bertengkar, jemaat akan hilang, habis semuanya--terkena air bah.

    "Ini yang saya selalu takut. Takut kering, dan takut air bah. Jadi nikah haus dijaga! TUHAN tolong semua."


  2. Tingkatan kedua korban pendamaian: zaman Taurat.
    Imamat 16: 3 => hari raya pendamaian
    16:3. Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.

    Korban pendamaian di zaman Taurat, binatang atau korbannya sudah jelas yaitu lembu, domba, burung tekukur (pada ayat lainnya), tetapi masih merupakan bayangan.

    Kalau tadi tidak ada bayangan sama sekali, masih samar-samar. Tetapi di zaman Taurat sudah ada bayangannya, binatangnya sudah jelas, tetapi masih merupakan bayangan dari yang sesungguhnya--yang akan datang.

    Hukum Taurat itu masih bayangan, nanti masih ada yang menggenapi.
    Ibrani 10: 1
    10:1. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

    'bayangan saja dari keselamatan yang akan datang' = bayangan dari korban pendamaian. Tadi korban pendamaian untuk menyelamatkan, menebus, mendamaikan manusia berdosa.

    Korban pada hukum Taurat masih merupakan bayangan dari yang sesungguhnya--korban pendamaian--yang akan datang, sehingga tidak bisa menyempurnakan--terus diulang-ulang, membawa binatang lagi. Dan korban ini hanya berlalu untuk satu bangsa saja yaatu bangsa Israel, umat pilihan TUHAN. Bangsa lain tidak boleh.

    Inilah Taurat, sudah jelas, tetpai masih merupakan bayangan dari yang sesungguhnya. Karena itu tidak bisa menyempurnakan manusia berdosa dan hanya berlaku untuk satu bangsa Israel.

    Sekarang pelajaran bagi kita. Korban di Taman Eden biar tidak jelas, tetapi kalau itu dari TUHAN, ada maksudnya. Harus didoakan supaya ada maksudnya, yaitu nikah harus diperdamaikan.

    Sekarang, Taurat juga ada pelajarannya--arti rohani bagi kita.
    Imamat 16: 17
    16:17. Seorangpun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar, setelah mengadakan pendamaian baginya sendiri, bagi keluarganya dan bagi seluruh jemaah orang Israel.

    'bagi keluarganya' = nikahnya.
    Di Taman Eden, nikah harus diperdamaikan. Pada zaman Taurat, seorang imam atau pelayan TUHAN harus mengalami pendamaian:


    • Mulai dari dirinya sendiri (pribadi).
      Oleh sebab itu, mau melayani harus banyak duduk di bawah kaki TUHAN. Beri kesempatan untuk menyembah TUHAN, terutama mengoreksi diri, menunjukkan kelemahan dan kekurangan kita yaitu dosa-dosa dan ketidakmampuan kita. Itu harus diperdamaikan oleh darah Yesus.


    • Keluarga/nikah diperdamaikan. Jangan ada salah paham! Selesaikan dulu kalau kita mau melayani TUHAN.
      Tadi tekanannya pada suami isteri, sekarang pada imam-imam--pelayan TUHAN.


    • Juga untuk sidang jemaat. Jadi seorang imam ikut menanggung atau mengambil bagian dalam pelayanan pendamaian bagi sidang jemaat. Memang yang mendamaikan adalah Yesus, tetapi imam-imam ikut menanggung.


    Contoh mengalami pendamaian untuk keluarga:


    • Matius 15: 22, 25
      15:22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
      15:25. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan,
      tolonglah aku."

      Perempuan Kanaan= bangsa kafir; seorang ibu.
      'Kasihanilah aku'= ikut ambil bagian dalam pelayanan pendamaian. Yang kerasukan setan adalah anaknya, tetapi ia yang datang kepada TUHAN; ia ikut menanggung pelayanan pendamaian: Ini gara-gara aku TUHAN sampai anakku begini.

      'tolonglah aku'= yang sakit anaknya, ini namanya ikut menanggung sakit anaknya; ikut merasakan penderitaan anaknya.

      Itulah kita sebagai imam, yaitu ikut ambil bagian/menanggung/merasakan juga apa yang dirasakan oleh sidang jemaat dan keluarga kita, sehingga waktu berdoa, lain. Kita sungguh-sungguh berdoa karena ingat keluarga yang harus ditolong dan sidang jemaat.

      "Pengalaman saya begitu. Kalau ingat jemaat yang sakit parah, sudah lain doanya. Ikut menanggung dan merasakan penderitaan yang dihadapi oleh keluarga dan sidang jemaat."

      Ini hubungan ibu dengan anak. Sungguh-sungguh! Juga suami isteri, sama. Kita harus menanggung semuanya. Anak-orang tua dan antar jemaat juga.


    • Kalau suami isteri yang terkenal adalah Nabal dan Abigail.
      Satu waktu Nabal panen, Daud dan rakyatnya ikut menjaga kebun milik Nabal, ternak milik Nabal, tidak mencuri. Setelah panen, mereka minta kalau ada berkat, tetapi mereka ditolak, dimaki-maki, dan akhirnya Daud menyandang pedang. Tetapi isterinya mendengar dan ia datang pada Daud--isterinya ikut menanggung. Kalau isterinya tidak datang, habis suaminya.

      1 Samuel 25: 20, 23-24
      25:20. Ketika perempuan itu dengan menunggang keledainya, turun dengan terlindung oleh gunung, tampaklah Daud dan orang-orangnya turun ke arahnya, dan perempuan itu bertemu dengan mereka.
      25:23.
      Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya sampai ke tanah.
      25:24. Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "
      Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.

      Ini pelajaran bagi seorang imam yaitu ikut ambil bagian pendamaian untuk diri sendiri, keluarga, dan sidang jemaat.


    Jadi dijaga, tidak boleh ada dosa atau hubungan yang tidak baik. Selesaikan! Sebagai seorang imam tidak boleh ada dosa-dosa sampai puncaknya dosa yang disembunyikan, termasuk dosa kebenaran sendiri. Juga tidak boleh ada hubungan yang tidak baik. Kalau merasa tidak enak, harus diselesaikan. Itu seorang imam.

    Berdamai dulu baru bisa melayani TUHAN. Dengan siapapun, harus diselesaikan! Itu ada ayatnya di Matius 5: kalau kamu mempersembahkan korban--seorang imam--, lalu ingat ada sesuatu di hatimu terhadap saudaramu, tinggalkan persembahanmu, berdamai dulu baru kembali--ambil lagi pelayanan. Dosanya yang dibuang, bukan pelayanannya.

    Kalau membuang pelayanannya karena mempertahankan dosa, itu berarti sangat menghina TUHAN; menghina korban pendamaian.
    Mengapa begitu? Karena dosanya imam ditanggung oleh jemaat. Itu ngerinya!

    Seorang imam harus berdamai dengan diri sendiri, keluarga dan sidang jemaat. Tidak boleh ada dosa-dosa, puncaknya dosa, kebenaran sendiri dan tidak boleh ada hubungan yang tidak baik dengan sesama.

    Imamat 4: 1-3
    4:1. TUHAN berfirman kepada Musa:
    4:2. "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seseorang tidak dengan sengaja berbuat dosa dalam sesuatu hal yang dilarang TUHAN dan ia memang melakukan salah satu dari padanya,
    4:3. maka jikalau
    yang berbuat dosa itu imam yang diurapi, sehingga bangsanya turut bersalah, haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN karena dosa yang telah diperbuatnya itu, seekor lembu jantan muda yang tidak bercela sebagai korban penghapus dosa.

    'sehingga bangsanya turut bersalah'= rakyatnya turut bersalah. Ini yang benar-benar ngeri. Karena itu dalam ibadah tidak boleh sembarangan. Mu;ai dari gembala, imam-imam harus sungguh-sungguh! Kalau gembalanya tidak benar, lalu kita datang, kita akan ikut menanggung yang tidak benar.
    Karena itu gembala dan imam harus sungguh-sungguh!

    Dosa seorang imam ditanggung juga oleh jemaat. Salah satu contoh: Hofni dan Pinehas.
    1 Samuel 4: 19, 21-22
    4:19 Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.
    4:21. Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel" --karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.
    4:22. Katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas."

    Kesalahan imam ditanggung oleh keluarga dan sidang jemaat. Hofni dan Pinehas mempertahankan dosa kenajisan--tidur dengan perempuan-perempuan pelayan TUHAN; berselingkuh--dan dosa kejahatan--korban untuk TUHAN belum dibakar langsung dimakan sebelum dibakar; lemak dan daging diambil duluan; serakah; mengambil milik TUHAN.

    Akibatnya adalah terjadi Ikabod.

    Karena itu doakan kami gembala-gembala. Bisa-bisa serakah--mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus--, sehingga nasib jemaat adalah Ikabod--telah lenyap kemuliaan Allah.

    Ikabod; telah lenyap kemuliaan TUHAN, artinya: tidak ada lagi pembukaan firman Allah--peti perjanjian dirampas musuh--, tidak ada lagi kesucian di dalam sidang jemaat, dan tidak ada lagi kebenaran. Yang ada hanya kebenaran sendiri; kebenaran di luar firman, yaitu hanya menghakimi dan menyalahkan orang lain, saling menyalahkan, saling berbantah-bantah, saling bertengkar. Masalah uang sudah bertengkar--padahal uang adalah perkara kecil di dalam rumah TUHAN--, ini sudah tanda Ikabod.

    Kalau persepuluhan dicuri, sudah tidak ada lagi pembukaan firman, tidak ada lagi kebenaran dan kesucian, tetapi hanya kebenaran sendiri dan hidup dalam kutukan sampai binasa selamanya.

    Inilah, di zaman Taurat tekanannya pada imam; pelajaran bagi seorang imam yaitu harus mengalami pendamaian menyangkut pribadi, keluarga, dan sidang jemaat.

    Kalau di taman Eden, nikah--suami isteri--harus diperdamaikan.


  3. Tingkatan ketiga korban pendamaian: zaman perjanjian baru, semua korban sudah digenapkan--bukan bayangan lagi.
    1 Yohanes 4: 9-10
    4:9. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
    4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah
    mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

    Pada zaman perjanjian baru, semua korban di Taman Eden dan zaman Taurat sudah digenapkan dalam kurban Kristus. Dia manusia yang tidak berdosa; bahkan manusia yang sempurna tetapi rela mati di kayu salib--Anak Domba Allah rela disembelih--untuk menjadi korban pendamaian, yang bisa menyelamatkan, membenarkan sampai menyempurnakan manusia berdosa--sebab Dia sendiri sempurna.

    Dan korban ini berlaku untuk semua manusia di dunia, baik Israel maupun kafir. Kita bersyukur ada kurban Kristus dan bangsa kafir bisa diperdamaikan.

Malam ini pembukaan firman dikaitkan dengan Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih untuk mendorong kita mengalami penebusan atau pendamaian. Dia adalah korban pendamaian.

Mengapa harus ada korban pendamaian? Karena semua manusia sudah berbuat dosa dan binaasa. Di dunia tidak ada yang bisa menyelesaikan dosa, sebab itu Yesus menjadi korban pendamaian. Sebelum Yesus datang, sudah ada korban-korban pendamaian yang TUHAN berikan--tiga tingkatan korba pendamaian; mulai dari Taman Eden, zaman Taurat, sampai perjanjian baru (Yesus sendiri yang menjadi korban). Mari, manfaatkan!

PROSES pendamaian:

  1. 1 Yohanes 1: 9
    1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Yang pertama: lewat dorongan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, kita harus mengaku dosa-dosa kepada TUHAN--vertikal--dan sesame--horisontal--dengan sejujur-jujurnya. Saat itu darah Yesus aktif untuk:


    1. Mengampuni segala dosa kita; menutupi ketelanjangan.
    2. Menyucika kitan dari segala dosa; mencabut akar-akar dosa sehingga ktia tidak berbuat dosa lagi. Ini harus digaris bawahi karena kalau sudah diampuni lalu berbuat dosa lagi, pengampunan akan batal dan kita tetap telanjang, tetap dalam hukuman TUHAN.

      Karena itu setelah mengaku sungguh-sungguh, darah Yesus mengampuni kita, dan juga mencabut akar-akar dosa sehingga kita tidak berbuat dosa lagi.


  2. Yang kedua: lewat dorongan firman pengajaran yang benar kita mengampuni dosa orang lain setulus-tulusnya dan melupakannya.
    Dosa orang lain juga harus diselesaikan.

    Matius 6: 12, 14
    6:12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
    6:14. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

    Kalau manusia daging, tidak bisa mengampuni.
    Kalau kita tidak mau mengampuni dosa orang lain, maka segala pengampunan yang kita terima dari TUHAN juga batal--tadi kalau minta ampun lalu berbuat lagi, pengampunan akan batal.

    Ini sama seperti orang yang berhutang pada raja. Ada orang yang berhutang banyak, setelah minta ampun ia dibebaskan. Baru bebas--dapat pengampunan dosa yang banyak dari raja--, ada temannya yang berhutang sedikit, ia minta untuk dibayar. Karena tidak bisa membayar, temannya dikirim ke penjara. Raja mendengar. Raja ini gambaran dari TUHAN yang sudah mengampuni kita. Setelah raja mendengar, orang yang tadinya sudah dibebaskan dimasukkan lagi ke penjara--pengampunan yang sudah dterima, batal.

    Rugi! Orang lain berbuat jahat (memusuhi, merugikan) pada kita, kita sudah rugi jasmani, kalau tidak mengampuni kita rugi rohani--kita rugi dobel. Mungkin yang jasmani kita difitnah (nama kita tercemar), yang rohani kita kering--kalau pendeta, khotbahnya kering--sampai binasa. Rugi dua kali. Kalau suami isteri rugi tiga kali: isteri pada suami berbuat ini, rugi, lalu suami tidak mengampuni, rugi dua kali dan dua-duanya masuk neraka, rugi tiga kali.

    Lebih baik berdamai!
    Berdamai sama dengan saling mengaku dan mengampuni.

Kalau kita sudah saling mengaku dan mengampuni, maka darah Yesus menyelesaikan semua dosa-dosa kita. Kita berbahagia. Kalau dosa diselesaikan kita bersuasana pesta sorga.

HASIL pendamaian:

  • Manusia berdosa dibenarkan oleh TUHAN,
  • dan hidup dalam kebenaran,
  • sampai benar seperti Yesus benar.

Roma 3: 24-25

3:24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

Jangan berbuat dosa lagi!

Proses untuk dibenarkan dan hidup dalam kebenaran, sampai benar seperti Yesus benar:

  1. Dibenarkan artinya tidak berbuat dosa lagi; bertobat.
    Seperti mobil, tadinya pesok, sekarang dipukul dari dalam sampai lurus. Jangan berbuat dosa lagi, itulah dibenarkan.

    Jadi, dibenarkan sama dengan bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa.


  2. Setelah itu lahir baru dari air dan Roh--baptisan air dan baptisan Roh Kudus.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru--mengalami baptisan Roh Kudus.

    Kita hidup dalam urapan Roh Kudus, yaitu


    1. Hidup dalam kebenaran,
    2. berpegang teguh pada pengajaran yang benar--tidak bisa disesatkan--,
    3. sampai benar seperti Yesus benar.
      1 Yohanes 3: 7
      3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

      'janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu' = kalau sesat, tidak benar juga, sebab itu harus berpegang teguh pada pengajaran yang benar.

Inilah hasil pendamaian yaitu dibenarkan, hidup dalam kebenaran, sampai benar seperti Yesus benar. Prosesnya: bertobat--dibenarkan--, lahir baru--hidup benar, berpegang teguh pada pengajaran yang benar, tidak disesatkan, sampai benar seperti Yesus benar.

Jadi hasil pendamaian adalah HIDUP DALAM URAPAN ROH KUDUS--manusia baru; hidup baru; manusia sorgawi--, yaitu hidup benar, pegang pengajaran benar, sampai benar seperti Yesus benar.

Di dalam Wahyu 5: 6, orang yang diurapi Roh Kudus ini seperti bermata tujuh--Yesus, Anak Domba yang disembelih bermata tujuh--, artinya pandangan hanya tertuju pada Yesus Imam Besar sampai sempurna--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan--(diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 05 Februari 2017).

Kemarin soal mata, malam ini tanduk.
Wahyu 5: 6
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Mau dapat tanduk/mata, prosesnya: berdamai dulu, hidup benar, pegang pengajaran yang benar, sampai benar seperti Yesus benar.
Tadi hidup baru; hidup sorgawi--mengalami baptisan Roh Kudus--sama dengan hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh wujud-Nya--tujuh Roh Allah itu Roh Kudus dengan tujuh wujudnya.
"Kemarin diterangkan tentang tujuh mata, hari ini tujuh tanduk, besok dalam ibadah doa penyembahan diterangkan tentang tujuh wujudnya. Semoga Roh Kudus menguasai kita."

Jadi kehidupan yang diurapi Roh Kudus dengan tujuh wujud-Nya, sama dengan hidup dalam kebenaran, pegang teguh pengajaran benar sampai benar seperti Yesus benar, memiliki tujuh tanduk.

Tanduk (zat tulang) menunjuk pada kekuatan dan kuasa kebangkitan--dulu waktu ada mayat dicampakkan ke kuburan Elisa dan terkena tulang Elisa, orang itu bangkit kembali.

Memiliki tujuh tanduk artinya kuasa Roh Kudus/kuasa kebangkitan yang sanggup menyempurnakan kita. Inilah orang yang diperdamaikan/ditebus dosanya. Mulai dari pribadinya, nikahnya/keluarganya dan sidang jemaat mengalami pendamaian, sampai ia bisa hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh wujud-Nya, yaitu hidup benar, pegang teguh pengajaran yang benar, sampai benar seperti Yesus benar, sehingga ia memiliki tujuh tanduk.

Kalau punya tujuh tanduk--kekuatan Roh Kudus yang mampu menyempurnakan--, hasilnya:

  1. 1 Raja-raja 1: 50-53
    1:50. Takutlah Adonia kepada Salomo, sebab itu ia segera pergi memegang tanduk-tanduk mezbah.
    1:51. Lalu diberitahukanlah kepada Salomo: "Ternyata Adonia takut kepada raja Salomo, dan ia telah memegang tanduk-tanduk mezbah, serta berkata: Biarlah raja Salomo lebih dahulu bersumpah mengenai aku, bahwa ia takkan membunuh hambanya ini dengan pedang."
    1:52. Lalu kata Salomo: "Jika ia berlaku sebagai kesatria, maka sehelai rambutpun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jika ternyata ia bermaksud jahat, haruslah ia dibunuh."
    1:53. Dan raja Salomo menyuruh orang menjemput dia dari mezbah itu. Ketika ia masuk, sujudlah ia menyembah kepada raja Salomo, lalu Salomo berkata kepadanya: "Pergilah ke rumahmu."

    Ini adalah tanduk mezbah korban bakaran (di halaman Tabernakel)= tanduk keselamatan.

    Hasil pertama: kuasa Roh Kudus sanggup menyelamatkan kita dari hukuman/maut.
    Yesus mati dan bangkit karena kuasa Roh Kudus--menunjuk pada mezbah korban bakaran. Kalau kita pegang tanduknya, kita betul-betul selamat.

    Roma 8: 1-2
    8:1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
    8:2. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

    'Kristus' = Yang diurapi.

    Jelas, kuasa kebangkitan/kuasa Roh Kudus mampu menyelamatkan/membebaskan kita dari maut, hukuman Allah atau kebinasaan; menyelamatkan kita dari hukuman maut dan kebinasaan di neraka sekalipun kita hanya sehelai rambut--sudah tidak berharga lagi; sudah berdosa.

    Kalau mau memegang tanduk mezbah malam ini--mau berdamai--, ada kuasa Roh Kudus yang menyelamatkan kita dari maut dan kebinasaan. Tidak ada alasan: Wah saya sudah tidak berharga! Bisa, asal mau berdamai malam ini. TUHAN masih tolong kita semua.


  2. Pada mezbah dupa emas juga ada tanduknya= tanduk kemenangan.
    Tanduk ini untuk bertahan dan menyerang. Lewat doa, kita bisa bertahan menghadapi apa saja dan bisa menyerang musuh.

    Roma 5: 5
    5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Hasil kedua: di dalam doa penyembahan kuasa Roh Kudus mencurahkan kasih Allah kepada kita sehingga kita menjadi kuat teguh hati; kita bisa bertahan dan menang menghadapi apapun sekalipun kita hanya seperti domba-domba sembelihan; yang tidak berdaya. Tadi, sekalipun kita hanya seperti sehelai rambut--tidak berdaya dan berharga lagi karena dosa-dosa dan kegagalan--, kalau mau memegang tanduk mezbah, TUHAN mampu menyelamatkan kita.

    BERTAHAN
    Roma 8: 35-36
    8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

    Kita bertahan dalam menghadapi apa saja.
    Bertahan artinya: kasih Allah membuat kita tidak putus asa, kecewa dan tinggalkan TUHAN menghadapi apapun, tetapi kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

    Memang banyak tantangan dan rintangan, tetapi biarlah kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan apapun yang kita hadapi, sampai garis akhir--sampai TUHAN Yesus datang kembali.

    Mazmur 85: 11-13
    85:11. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
    85:12.
    Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
    85:13. Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.

    'Kesetiaan akan tumbuh dari bumi' = kalau kita tetap setia, sekalipun dalam kesulitan, tekanan, maka 'keadilan akan menjenguk dari langit' = TUHAN akan menjenguk dari langit dan 'Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan' = Ia memberikan kebaikan--semua jadi baik; yang hancur jadi baik.
    Kalau tidak setia, yang baik jadi hancur.

    Kalau sudah hancur-hancuran, kembali pada kesetiaan! Semua akan kembali jadi baik.

    MENYERANG DAN MENANG
    Roma 8: 36-37
    8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
    8:37. Tetapi dalam semuanya itu
    kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Ayat 36= lemah, tidak berdaya.
    Ayat 37= kita tidak berdaya tetapi bisa menang atas musuh yang lebih kuat, karena TUHAN berperang gantikan kita; kasih TUHAN berperang ganti kita--kita menjadi lebih dari pemenang, semua masalah yang mustahil selesai pada waktunya.

    Mari, ini peperangan kita!

    Pegang tanduk mezbah korban bakaran--keselamatan--, kita selamat dari maut/kebinasaan dan mencapai hidup kekal.
    Pegang tanduk mezbah dupa emas! Kita banyak menyembah, supaya kuat teguh hati; bisa bertahan dan menang. Jangan mundur sedikitpun!

    Kalau ada tekanan kita berdoa supaya kita tetap setia. Kalau mundur, habis kita. Kalau setia, TUHAN jadikan semua baik. Yang hancur jadi baik. Kemudian, kita tidak berdaya dan menghadapi musuh yang kuat--dalam kemustahilan--, tetapi TUHAN yang berperang ganti kita dan kita menjadi lebih dari pemenang--semua selesai pada waktunya.


  3. Tanduknya tidak berada pada tabut perjanjiannya---tabut perjanjian tidak ada tanduknya. Tetapi saat tabut perjanjian dipikul, di depannya ada tujuh tanduk (sangkakala dari tanduk, yang ditiup). Ada tanduknya, tetapi terpisah.

    Yosua 6: 6
    6:6. Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN."

    Ini adalah perjalanan terakhir menuju ke Kanaan. Ini menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Tabut perjanjian menunjuk pada kabar mempelai.

    Jadi, ada tanduknya tetapi terpisah dari tabut perjanjian--di depannya ada tujuh tanduk. Ini yang ditiup kalau mau berjalan, juga saat mengelilingi Yerikho sampai Yerikho runtuh.

    Tabut perjanjian dengan tujuh sangkakala dari tanduk domba, ini adalah tanduk kesempurnaan--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.
    Di sini, tanduknya di depan--ditiup--dan tabut mengikuti dari belakang.
    Artinya: kuasa Roh Kudus membawa kita masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir yang dipimpin oleh kabar mempelai--waktu itu Yosua dalam perjalanan terakhir menuju ke Kanaan. Ini adalah hasil ketiga.

    Mari, kita harus aktif dalam pembangunan tubuh Kristus! Setiap perpanjangan umur hidup kita--setiap langkah hidup kita--yang TUHAN berikan, biarlah kita gunakan untuk aktif dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN berikan kepada kita.

    Pembangunan tubuh Kristus mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai tubuh sempurna. Semua harus aktif! Jangan tinggal diam! Ini sudah langkah terakhir; kabar mempelai ini yang terakhir. Sesudah itu tidak ada perjalanan lain.

    Dalam Matius 6: 'Jangan kuatir! Siapa yang bisa menambah sehasta hidupnya dengan kekuatiran?' Jangan! Justru TUHAN berikan perpanjangan umur supaya kita gunakan untuk aktif dalam pembangunan tubuh Kristus. Di situ kita mengalami langkah-langkah mujizat, yaitu penyucian dan pembaharuan hidup; kabar mempelai dalam urapan Roh Kudus sanggup menyucikan dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Banyak tugas kita di rumah tangga--layani sebagai suami, isteri--, penggembalaan--layani sesuai dengan jabatan--, antar penggembalaan, tidak sia-sia semuanya. Setiap langkah kita yang kita langkahkan untuk pembangunan tubuh Kristus adalah langkah-langkah mujizat.

    Dalam nikah sudah mengalami mujizat, baik. Dalam penggembalaan lebih terjadi mujizat lagi. Antar penggembalaan juga.

    "Mohon maaf jika dianggap sombong. Kalau dalam penggembalaan, saya sudah cukup, seperti Natanael di bawah pohon ara yang rindang. Sudah enak. Yang lain kepanasan, kita sudah sejuk. Tetapi tidak pernah lihat langit. Semua enak di bawah pohon ara, tetapi tidak pernah lihat langit terbuka. Kalau Yesus datang tidak pernah lihat langit terbuka. Mari keluar dari pohon ara, keluar dari keegoisan! Dulu khotbahnya Pdt Pong dan Pdt In Juwono: Yang penting pembangunan tubuh Kristus, yang fisik menyusul. Kalau mau membeli tanah di belakang, semestinya saya rem (tidak ada kegiatan tahun ini, untuk kita kumpulkan). Tetapi semakin direm, semakin tidak pernah lihat langit terbuka, bukan semakin banyak uangnya. Kalau TUHAN butuh, bisa semua. Jangan rem kegerakan pembangunan tubuh, hanya karena uang atau egois! Nikmati langit terbuka!"

    Kita mengalami langkah mujizat yaitu penyucian dan pembaharuan, sampai kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara: Ya Abba Ya Bapa. Itulah kuasa kabar mempelai dalam urapan Roh Kudus--tabut perjanjian dan sangkakala dari tanduk domba.
    Suara daging Yesus benar--Yesus tidak berdosa, tidak patut disalibkan--, Ia berdoa: Lalukan cawan ini dari pada-Ku--suara daging-Nya benar--, tetapi bukan kehendak-Ku yang jadi, melainkan kehendak-Mu. Inilah ketaatan sampai daging tidak bersuara.

    Efesus 5: 1-2
    5:1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
    5:2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai
    persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

    Kalau kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara apapun resikonya--seperti Abraham taat kepada TUHAN untuk mempersembahkan anaknya--, kita akan berbau harum di hadapan TUHAN. Yesus taat sampai mati di kayu salib, Ia berbau harum dihadapan TUHAN. Kalau tidak taat, busuk!

    Mari, ini yang dicari TUHAN, yaitu berbau harum di hadapan TUHAN.

    Berbau harum artinya membawa bau harum Yesus di mana-mana:


    • Lewat injil keselamatan: banyak yang belum selamat.
    • Lewat kabar mempelai--pengajaran--: banyak orang selamat tetapi tidak tahu mau ke mana--di bawah pohon ara. Yang penting hidupnya sudah enak, padahal orang di luar Yesus lebih enak hidupnya. Bawa kabar mempelai kepada orang yang sudah selamat dan diberkati, supaya masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.


    Mari, semua bergairah. Kegerakan ini akan lebih membesar, sampai paling besar, di awan-awan yang permai.
    Kita berbau harum di mana-mana. Bawa bau harum Yesus! Bawa damai sejahtera--kesejukan--di mana-mana! Ada yang sedang bertengkar, ada masalah besar, jadikan kecil! Masalah kecil, jadi tidak ada masalah. Bawa ketenangan; di mana kita melangkah di situ ada ketenangan!

    Kalau diurapi Roh Kudus sampai berbau harum--taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara--Kita juga dipercaya nama Yesus--nama Yesus adalah nama yang harum.

    Kidung Agung 1: 3
    1:3. harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!

    Kalau kita bawa bau harum Yesus ke mana-mana, nama Yesus yang harum juga ikut--kuasa nama Yesus dipercayakan pada kita.

    Hasilnya:


    • Kuasa nama Yesus/Roh Kudus sanggup memberikan kemenangan atas setan tritunggal.
      Filipi 2: 10
      2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

      Setan tritunggal adalah sumber dosa dan puncaknya, kalau menang kita bisa hidup benar dan suci; sumber masalah, kalau menang, masalah selesai; sumber air mata, kalau menang, kita bahagia.


    • Ibrani 1: 4
      1:4. jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

      Hasil kedua: nama Yesus adalah nama yang indah. Artinya: kuasa nama Yesus menjadikan semua behasil dan indah pada waktunya.

      Tugas kita hari-hari ini hanya memegang tanduk mezbah korban bakaran--keselamatan--, tanduk mezbah dupa emas--banyak menyembah untuk bertahan dan menyerang dan menang--, lalu ikuti tabut perjanjian; tujuh tanduk yang ditiup di depan tabut perjanjian. Kita masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai ada langkah-langkah mujizat--pembaharuan--, yaitu taat dengar-dengaran; kita berbau harum seperti Yesus, dan nama yang harum juga mengikuti kita--kuasa nama Yesus kita alami.

      Kita menang atas setan tritunggal dan hidup kita berahsil dan indah.


    • Yesaya 4: 1
      4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

      Tujuh orang perempuan= tujuh jemaat bangsa kafir akhir zaman (dalam Kitab Wahyu).

      Hasil ketiga: kuasa nama Yesus sanggup memelihara-memberkati kehidupan kita di tengah kesulitan sampai zaman antikris.

      Bangsa kafir mencari apa yang dimakan, dipakai, tetapi Bapa di sorga mengetahui semuanya. Asal kita pegang tanduk hari-hari ini: tanduk keselamatan (kita bebas dari maut/dosa), tanduk kemenangan (berdoa-menyembah) dan tanduk di depan tabut perjanjian (ikuti kegerakan Roh Kudus hujan akhir), sampai berbau harum. Sudah cukup.

      Salah kalau hamba TUHAN mengajarkan: datang ibadah supaya diberkati. Salah! Kalau datang ibadah untuk mencari berkat, salah! Kita sudah diberkati. Kalau datang untuk cari berkat, itu namanya bertapa, bukan ibadah. Kalau ibadah, sejak zaman Taurat bawa korban, bukan minta korban. Semua sudah diberkati TUHAN. Bukan itu tujuannya, tetapi tujuan kita beribadah adalah 'ambilah aib kami sampai tidak bercacat cela'--kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus.

      Kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya, sampai di takhta sorga.

Malam ini pegang tanduk sampai mendapatkan nama Yesus! Itu saja.
Kita diperdamaikan malam ini, semua hidup dalam damai; hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasi-Nya. Kita hidup benar, pegang pengajaran yang benar, sampai benar seperti Yesus benar. Di situlah kita mendapatkan tanduk:

  1. Tanduk mezbah korban bakaran= tanduk keselamatan; kita tidak akan binasa, tetapi hidup kekal.
  2. Tanduk mezbah dupa emas= bertahan, tidak akan undur sampai menang bersama Dia.
  3. Tujuh tanduk domba di depan tabut= kita akan dipakai dalam kegerakan hujan akhir. Jangan egois! Kita dipakai semua sampai berbau harum.

Setiap langkah hidup kita membawa bau harum Yesus dan membawa nama Yesus. Maka kuasa nama Yesus bekerja di tengah kita sekalian.

Apa yang kita hadapi, sebut: Yesus malam ini! Dalam nama Yesus ada segala-galanya yang kita butuhkan sampai kesempurnaan.
Saat tidak ada jalan, sebut nama Yesus!

Mungkin kita hanya seperti sehelai rambut yang tidak berharga karena dosa-dosa dan kegagalan; seperti domba-domba sembelihan yang tidak berdaya, mari serahkan pada TUHAN, sebut nama Yesus apapun keadaan kita.
Apa yang tidak bisa lepas dari kita? Mungkin dosa, mungkin masalah atau apa saja, sebut nama Yesus! Mungkin masa depan sudah gelap, gagal dan lain-lain, sebut nama Yesus. Yang sudah berhasil juga sebut nama Yesus, supaya semakin berhasil, sampai sempurna.

Dia harus taat sampai mati di kayu salib untuk mendapatkan nama yang harum; nama yang indah; nama yang berkuasa. Di dalam nama Yesus ada segala-galanya. Jangan ragu! Menyeru nama Yesus! Ada kepastian, pengharapan, bahkan kesempurnaan dalam nama Yesus.
Kuasa nama Yesus sama dengan kuasa Roh Kudus, sama dengan kuasa tanduk, mampu melakukan semuanya bagi kita. Jangan ragu sedikitpun! Ada apapun, sebut nama Yesus sampai kita mengalami langkah-langkah mujizat!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top