English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Malang, 27 Desember 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12:35-37 ini dalam Tabernakel terkena pada petinya Tabut Perjanjian, yang menunjuk pada...

Ibadah Raya Malang, 12 Januari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Kartika Graha I, 16 Juli 2013 (Selasa Sore)
Tema:
Matius 25:6
25: 6 ... Mempelai datang! Songsonglah dia!

Pada waktu tengah malam adalah situasi paling gelap,...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 18 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:34-38
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal...

Ibadah Doa Malang, 10 Februari 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:14-15
2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juli 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 Oktober 2015 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Mei 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Februari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15 adalah tentang dusta mahkamah...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 21 April 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 30:17-21 adalah perintah untuk membuat Kolam Pembasuhan.
Keluaran 38:8 adalah pelaksanaan...

Ibadah Doa Surabaya, 08 September 2010 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini...

Ibadah Raya Malang, 22 Desember 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 Salam kepada ketujuh jemaat.

...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 5-10
5:5. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor
Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Siapa yang layak/dapat membuka tujuh meterai dan membuka gulungan kitab/membukakan rahasia firman? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2017)

  1. Ayat 5= Yesus sebagai singa dari suku Yehuda dan tunas Daud yang telah menang--Yesus sebagai Raja--(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Januari 2017).


  2. Ayat 6-10= Yesus sebagai seekor Anak Domba yang telah disembelih.

AD. 2. YESUS SEBAGAI ANAK DOMBA YANG TELAH TERSEMBELIH

Kita mempelajari pembukaan firman Allah yang dikaitkan dengan Yesus sebagai Anak Domba yang telah tersembelih--Yesus sebagai Imam Besar.
Artinya: pembukaan firman Allah mendorong kita untuk mengalami PENEBUSAN DAN PENDAMAIAN.

Kita sudah belajar, Yesus sebagai singa Yehuda artinya pembukaan firman mendorong kita bangsa kafir untuk tergembala--keledai melekat pada pokok anggur--dan mengalami penyucian.

Sekarang kita mempelajari, pembukaan firman mendorong kita untuk mengalami penebusan dan pendamaian.
Yohanes 1: 29
1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Ini adalah nabi Yohanes Pembaptis.
Tadi, di kitab Wahyu rasul Yohanes melihat Yesus sebagai Anak Domba yang telah tersembelih, di sini nabi Yohanes melihat Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Ini sama!
Kalau digabung, ini menunjuk pada Yesus sebagai penebus dosa manusia di dunia.
Kita tahu manusia di dunia hanya ada dua kelompok: bangsa Israel dan kafir.

Yesaya 59: 1-2
59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2. tetapi yang merupakan
pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Mengapa harus ditebus--Yesus harus tampil sebagai Penebus dosa manusia--? Karena dosa merupakan pemisah antara kita dengan TUHAN--antara tubuh dengan kepala--sehingga terpisah selamanya; binasa selamanya.
Kalau tubuh dan kepala bersatu, akan bersatu selamanya; kalau berpisah, akan berpisah selamanya, berarti binasa selamanya--upah dosa adalah maut.

Lalu bagaimana caranya Yesus menebus dosa bangsa Israel dan kafir--dosa manusia di dunia--?
Yohanes 19: 32-34
19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Yesus manusia yang tidak berdosa sudah mati di kayu salib dengn empat luka utama (ayat 33). Kalau belum mati, kakinya dipatahkan supaya cepat mati (mayatnya diturunkan dan segera dikuburkan) karena hari Sabat tidak boleh ada mayat tergantung. Tetapi sampai pada Yesus, Ia sudah mati dan kaki-Nya tidak dipatahkan.

Yesus sudah mati di kayu salib dengna empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--untuk menebus dosa bangsa Israel--bangsa kafir belum.
Tetapi ada luka kelima pada lambung yang ditombak (ayat 34). Ini adalah luka terbesar dan terdalam yang mengeluarkan darah dan air untuk menebus dosa bangsa kafir.

Jadi, bangsa kafir mengalami penebusan dosa--keselamatan--jika menerima tanda darah dan tanda air dari lambung Yesus yang tertikam:

  1. Tanda darah= percaya Yesus dan bertobat.
  2. Tanda air= baptisan air.

Matius 3: 13-15

3:13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
3:14. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "
Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.

Baptisan air yang benar adalah kita dibaptis seperti Yesus dibaptis.
'demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah'= jelas baptisan air adalah kehendak Allah. Kalau kita dibaptis air--kita adalah tubuh--, berarti kita melakukan kehendak Allah--Allah adalah kepala.

Jadi, dalam baptisan air yang benar terjadi hubungan kembali antara tubuh dan kepala. Tadinya, karena dosa, tubuh sudah terpisah dari kepala selamanya--manusia terpisah dengan Allah--dan binasa selamanya--terutama bangsa kafir. Tetapi lewat lambung Yesus yang tertikam tombak, kita bisa kembali; ada hubungan kembali dengan TUHAN.

Hari-hari ini ditekankan untuk melakukan kehendak Allah. Mulai dari baptisan, supaya tubuh dengan kepala menjadi satu kembali---ada hubungan kembali--dan menjadi satu untuk selamanya.

Mari, pembukaan firman mendorong kita untuk mengalami penebusan dan pendamaian. Empat luka untuk Israel dan luka kelima untuk bangsa kafir--sampai mau bertobat dan masuk baptisan air, itu melakukan kehendak Bapa.

Banyak kehendak Allah di alkitab, tetapi ada tiga macam kehendak Allah yang dikaitkan dengan hubungan tubuh dan kepala:

  1. 1 Yohanes 3: 7
    3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

    Kalau Kristus--kepala--benar, maka tubuh harus benar.
    'hendaklah'= kehendak Allah.

    Kehendak Allah yang pertama: kita harus benar seperti Kristus benar--tubuh benar seperti kepala benar. Jangan benar sendiri!

    Kalau benar dengan tidak benar, akan terpisah.
    Ukuran benar adalah benar seperti Yesus benar.
    Dalam Tabernakel ini menunjuk pada halaman.

    Bagaimana orang berdosa bisa benar seperti Yesus benar


    • Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat--masuk pintu gerbang.
    • Bertobat--mezbah korban bakaran--= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa.
    • Baptisan air--kolam pembasuhan.
      Roma 6: 4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit dari dalam air--keluar dari air--bersama Yesus untuk menerima hidup baru--hidup sorgawi. Waktu Yesus keluar dari kuburan air, langit terbuka--sorga terbuka--dan Roh Kudus bagaikan burung merpati turun ke atas-Nya.

      Kita juga. Hidup baru (hidup sorgawi) sama dengan mengalami baptisan Roh Kudus (mengalami urapan dan kepenuhan Roh Kudus)--masuk pintu kemah.

      Hasil hidup baru:


      1. 1 Yohanes 3: 9
        3:9. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

        'Setiap orang yang lahir dari Allah'= lahir baru dari baptisan air dan baptisan Roh Kudus.

        Hasil pertama: tidak berbuat dosa lagi= hidup dalam kebenaran.


      2. 1 Timotius 4: 1
        4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

        Hasil kedua: kalau dipenuhi Roh Kudus, kita akan tegas untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar. Tidak mau ajaran sesat.

        tulah hidup baru/hidup sorgawi: tidak mau mengulangi dosa lagi dan tegas berpegang teguh pada pengajaran yang benar; tidak mau dengar ajaran lain; tidak memberi kesempatan untuk mendengar ajaran lain.


      3. Hasil ketiga: Kalau dilanjutkan, satu waktu tidak dapat berbuat dosa lagi. Ini sama dengan benar seperti Yesus benar.
        1Yohanes 3: 9, 7
        3:9. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
        3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar,
        sama seperti Kristus adalah benar;


    Inilah kehendak TUHAN. Kalau sudah benar seperti Yesus benar--tubuh benar dan kepala benar--, kita akan menjadi satu.
    Mari kita lakukan kehendak TUHAN hari-hari ini. Langkah-langkah kita seperti di rel, jangan keluar dari rel.

    Kalau sudah ditebus oleh TUHAN--sudah menerima tanda darah dan air--, mari lakukan kehendak TUHAN, yaitu benar seperti Yesus benar. Itu saja!

    Jika kita benar seperti Yesus benar---ada hubungan tubuh dengan kepala--, hasilnya: LANGKAH ORANG BENAR--sesuai dengan kehendak Allah--adalah LANGKAH-LANGKAH KESELAMATAN--tidak ada kutuk dan hukuman--dan LANGKAH-LANGKAH BERKAT TUHAN sampai ke anak cucu.

    Amsal 10: 2-3
    10:2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
    10:3. TUHAN
    tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

    'tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan' = diberkati.

    Inilah yang pertama. Kita ditebus oleh TUHAN, supaya kita bisa melakukan kehendak Allah. Apa kehendak Allah? 'Hendaklah kamu benar seperti Kristus benar.' Ikuti rel, benar seperti Yesus benar--langkah orang benar; dalam kehendak TUHAN. Ini sama dengan langkah keselamatan dan berkat TUHAN sampai ke anak cucu.

    Sekalipun kita bangsa kafir, tidak ada masalah kalau kita mau ditebus dan mau ikuti langkah-langkah kehendak TUHAN--langkah orang benar--, sudah ada keselamatan dan berkat TUHAN. TUHAN tidak pernah menipu kita semua.


  2. 1 Petrus 1: 15-16
    1:15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
    1:16. sebab ada tertulis:
    Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

    Kehendak Allah yang kedua: hendaklah kamu suci seperti Yesus suci ('Kuduslah kamu, sebab Aku kudus'). Dalam Tabernakel, menunjuk pada ruangan suci.

    Tadinya kita orang berdosa yang terpisah dengan TUHAN; terpisah dari kerajaan sorga; di luar Tabernakel.
    Mari, lewat penebusan kita masuk ke halaman--ada hubungan tubuh dengan kepala. Kita menjadi orang benar (tidak berbuat dosa), berpegang teguh pada pengajaran yang benar (tidak mau disesatkan), sampai tidak dapat berbuat dosa lagi--benar seperti Yesus benar. Ini langkah pertama--langkah sesuai kehendak TUHAN; langkah keselamatan dan berkat TUHAN.

    Yang kedua: suci seperti Yesus suci.
    Di mana kita bisa hidup suci? Di ruangan suci--kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karunia-Nya--ada kesaksian dan nyanyian.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga setan dan dosa tidak bisa menjamah kita--kita tidak melanggar kesucian.

    Kalau keluar dari ruangan suci, pasti melanggar kesucian. Tetapi kalau di dalam, kita tidak melanggar kesucian.
    Perhatikan kaum muda! Jangan keluar dari ruangan suci! Kalau keluar, pasti melanggar kesucian.

    Dengan apa kita disucikan? Dengan fiman yang dikatakan oleh TUHAN Yesus sendiri, itulah firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab (firman pengajaran yang benar/firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
    'bersih' = suci.

    Ada penginjilan--membawa masuk ke halaman--, tetapi ada juga pengajaran untuk menyucikan kita.

    Yohanes 13: 10-11
    13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
    13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "
    Tidak semua kamu bersih."

    Ayat ini dulangi lagi dalam Yohanes 15: 3--tentang bersih.
    Dalam penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita--'seluruhnya'--mengalami penyucian terus menerus mulai dari penyucian dosa Yudas--kaki yang kotor. Sudah menjadi langkah orang benar; langkah sesuai kehendak Allah, lalu mulai turun (menyimpang dari rel). Inilah kaki yang kotor seperti Yudas.

    Hati-hati! Yudas Iskariot adalah seorang rasul dan bendahara (kepercayaan TUHAN), berarti kehidupan yang bukan hanya dipakai, tetapi juga dipercaya untuk memberitakan kabar baik (keselamatan) dan kabar mempelai (kesempurnaan)--memiliki tapak kaki yang indah ('siapa membawa kabar baik, ia memiliki tapak kaki yang indah').

    Jangna ragu-ragu kalau kita dipakai memberitakan kabar baik dan kabar mepelai! Itu memiliki tapak kaki yang indah.

    Tetapi sayang, Yudas Iskariot mengkhianati dan menjual Yesus. Ini sama dengan memiliki tapak kaki yang kotor, yang membawa pada kebinasaan, sehingga tidak ada lagi keindahan--perutnya pecah, tidak indah sama sekali, dan isi perutnya tertumpah keluar--, sampai binasa selamanya.

    Jangan mengkhianati TUHAN!
    Oleh sebab itu kita harus mengalami penyucian kaki kotor--dalam penggembalaan kita mengalami penyucian kaki kotor--, yaitu:


    • Amsal 4: 27
      4:27. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

      Tadi, orang benar artinya tetap berpegang pada pengajaran yang benar--di rel pengajaran benar. Jangan menyimpang! Yudas menyimpang, ia pergi ke ahli Taurat yang ajarannya berbeda (bertentangan), untuk mendapat sesuatu (uang, kedudukan), dan akhirnya kakinya kotor. Alasan apapun, jangan!

      Yang pertama: kaki kotor sama dengan kaki kejahatan.

      Kejahatan adalah menyimpang dari firman pengajaran yang benar. Tetap pertahankan pengajaran yang benar!

      Kejahatan ini dimulai dari mendengar ajaran lain sehingga bimbang terhadap firman pengajaran yang benar, sampai menyimpang dari firman pengajaran yang benar. Jangan! Itu sudah turun/keluar dari rel kehendak TUHAN menjadi kejahatan!

      Ke mana menyimpangnya? Akar kejahatan adalah cinta akan uang (keuangan, kedudukan). Artinya: terikat akan uang sehingga membuat kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan.

      "Banyak kami hamba TUHAN yang kikir. Seringkali terjadi. Kami sendiri, jemaat disuruh, tetapi diri sendiri tidak. Saya buka rahasianya hamba TUHAN."

      Serakah= mencuri milik orang lain, terutama milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      "Kami hamba TUHAN juga, sudah dalam pengajaranpun masih melekat pada uang, berarti tidak melekat pada pokok anggur yang benar. Itu gara-garanya! Semestinya ranting melekat pada pokok anggur yang benar--pengajaran yang benar. Tetapi kalau mendengar yang lain, akan bimbang, menyimpang, dan tidak melekat lagi pada pokok anggur yang benar, tetapi melekat pada uang.
      Ini banyak terjadi pada kami sebagai hamba TUHAN. Seperti Yudas Iskariot yang awalnya dipercaya dan dipakai TUHAN--melekat pada pokok anggur yang benar--, tetapi lama-lama mau mendengar yang lain. Ini yang bahaya, akhirnya lepas dari pokok dan melekat pada yang lain dari dunia: uang, keududukan dan sebagainya, sampai melekat pada dosa dan puncaknya dosa. Bisa terjadi karena sudah lepas dari pengajaran yang benar.
      "

      "Bukan berarti di sini yang paling benar, tetapi sama-sama cocokkan dengan akitab. Kita sudah mendengar pengajaran Tabernakel, cocokkan! Bagaimana ajaran tentang iman, pertobatan dan baptisan? Kalau tidak cocok, untuk apa kita dengar? Kalau tidak cocok, jangan dengar, itu menyimpang dari yang benar! Tentang kepenuhan Roh Kudus bagaimana? Tentang penggembalaan (ruangan suci) bagaimana? Dilihat semua! Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, penyembahan, nikah, bagaimana? Pengajaran tentang nikah (yang tertinggi yaitu tabut perjanjian) bagaimana? Kalau tidak cocok, jangan! Begitu kita dengar, kita turun dari rell--menyimpang. Kalau sudah menyimpang--lepas dari pokok--, akan melekat pada yang lain--Yudas melekat pada keuangan (mencuri), Korah pada pangkat/kedudukan, Hofni dan Pinehas pada kenajisan. Banyak hamba TUHAN jadi pencuri. Doakan saya, supaya jangan sampai mencuri milik TUHAN. Akibatnya ngeri, yaitu sama seperti Yudas, hilang keindahannya, tidak ada bekasnya sama sekali."


    • Amsal 5: 3, 5-9 (judulnya: 'nasehat mengenai perzinahan')
      5: 3 Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,
      5:5. Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.
      5:6. Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya.
      5:7. Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.
      5:8. Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,
      5:9. supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam;

      Yang kedua: kaki kotor sama dengan kaki kenajisan yang menuju kepada perempuan Babel yang akan dibinasakan (lawan dari tubuh Kristus).

      Dosa kenajisan= dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (nikah yang salah). Ini sekarang menghantam pelayan TUHAN, hamba TUHAN. Hati-hati! Contohnya: Hofni dan Pinehas.
      Kita jaga sungguh-sungguh!

      Kalau sudah dipercaya/dipakai TUHAN, harus lebih hati-hati!

      Tadi langkah orang benar: tegas berpegang teguh pada pengajaran yang benar; pegang pedang! Begitu lepas pedang, akan keluar dari kehendak TUHAN dan kaki menjadi kotor.


    • Roma 3: 15-17
      3:15. kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
      3:16. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
      3:17. dan
      jalan damai tidak mereka kenal;

      Yang ketiga: kaki kotor sama dengan kaki yang cepat menumpakan darah. Artinya


      1. Tidak ada damai sejahtera; dalam kepahitan hati--iri, benci, dendam dan lain-lain, gampang gusar seperti Saul.
        Ini terjadi dalam pelayanan.

        Karena itu kita perlu tingal dalam ruangan suci. Kita perlu pedang. Pegang pedang! Jangan dilepaskan! Itu yang bisa menyucikan tubuh, jiwa dan roh kita terus menerus sampai suci seperti Yesus. Mulai dari kaki kotor disucikan.


      2. Kaki cepat menumpahkan darah juga sama dengan kebenaran diri sendiri. Kalau kebenaran diri sendiri, akan cepat marah, karena dia salah tetapi tidak mau mengaku.
        Mari, sungguh-sungguh!


    Kalau kita disucikan dari kaki kotor, kita akan menerima jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--perlengkapan. Berkebalikan dengan Yudas. Ia sudah diberikan jabatan pelayanan--dipercaya dan dipakai--, tetapi ia tinggalkan semua itu--kaki kotor.

    Sekarang kita bangsa kafir, kalau mau disucikan dari kaki kotor, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi
    pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11= jabatan pelayanan.
    Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna--kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Kita dipakai seperti keledai ditunggangi Yesus menuju Yerusalem.
    Ini adalah langkah-langkah orang suci--kesucian--, yaitu tinggal di ruangan suci dan pegang pedang penyucian sampai penyucian kaki kotor. Kalau sudah disucikan, kita diberikan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Memang keledai ditunggangi Yesus betul-betul penuh pengorbanan; berat--kehidupan yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir jelas banyak pengorbanan--, juga banyak halangan; tantangan rintangan, tetapi jangan takut! Jika Yesus menunggangi kita, maka Yesus yang tanggung jawab atas hidup kita.
    Kita dipakai sampai suci seperti Yesus suci dan menuju Yerusalem baru.

    LANGKAH-LANGKAH ORANG SUCI sama dengan langkah-langkah dalam kehendak TUHAN; langkah kehidupan yang dipakai TUHAN, itulah LANGKAH-LANGKAH AJAIB.

    Tadi, langkah orang benar--dalam kehendak TUHAN; hidup benar dan pegang pengajaran yang benar--adalah langkah keselamatan dan diberkati sampai anak cucu.

    Apa itu langkah ajaib?


    • Markus 11: 3 (cerita tentang keledai; banga kafir yang dipakai TUHAN)
      11:3. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini."

      'Ia akan segera mengembalikannya ke sini'= apa yang kita korbankan tidak hilang, tetapi akan TUHAN kembalikan. Jangan takut! Inilah langkah ajaib.

      "Bahkan sampai seluruh hidup kita (menjadi fulltimer, hamba TUHAN sepenuh) tidak usah takut! Jangan seperti saya dulu, lari selama 10 tahun, karena takut."

      Yang pertama: langkah ajaib artinya TUHAN sanggup mengembalikan segala pengorbanan kita (segala pengorbanan kita tidak hilang), ditambah hidup indah dan hidup kekal di Yerusalem baru.


    • Yang kedua: langkah ajaib artinya TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi sampai masalah yang mustahil. Tidak usah takut!

      "Saya pernah cerita di Papua, kami mau ibadah pembangunan tubuh Kristus, saya memang tidak mau proposal, mari langkah iman. Untuk hotelnya saja, baru ditagih uang muka, sudah habis semuanya, tetapi panitianya tidak bicara pada saya. Ternyata pada akhirnya ada dananya dan saldonya lebih. Di Ambon juga (saya pikir ada saldonya dari ibadah sebelumnya). Satu minggu sebelumnya saya telpon: 'Siap?' Agak susah jawabnya (ternyata saldonya tidak ada), tetapi dijawab: Siap. Di akhir ibadah, baru bicara. Orang-orang yang dulu korban misalnya Rp 100.000, sekarang bisa berkorban berlipat-lipat. Sanggup, ada langkah ajaib. Saya mau menangis. Saya sungguh-sungguh tidak sengaja saat itu."


    Yang penting kita ada dalam kehendak TUHAN. Hidup benar dulu, pegang pengajaran yang benar! Ini langkah pertama, kalau tidak, tidak bisa. Kita selamat--langkah keselamatan--dan diberkati sampai anak cucu.

    Setelah itu langkah kesucian, mari digembalakan di ruangan suci, disucikan, tetap pegang pedang dan mau ditunggangi oleh TUHAN; dipakai oleh TUHAN, ada langkah ajaib.


  3. Matius 5: 43-44, 48
    5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    5:44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
    5:48. Karena itu
    haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

    Kehendak Allah yang ketiga: hendaklah ('haruslah') kita sempurna seperti Yesus sempurna.

    Inilah orang yang ditebus oleh TUHAN. Dia tampil sebagai Anak Domba yang tersembelih--ini yang dilihat oleh rasul Yohanes di pulau Patmos--, tetapi yang dilihat Yohanes Pembaptis, Dia adalah Anak Domba yang menebus dosa dunia.
    Kita mengalami penebusan dosa baik bangsa kafir dan Israel.

    Penebusan bangsa kafir lewat luka Yesus yang kelima. Kita masuk baptisan, berarti kita melakukan kehendak Allah (melakukan peraturan TUHAN). Itulah cikal bakal dari baptisan air. Setelah itu kita bisa menunaikan tiga macam kehendak TUHAN. Lewat baptisan, kita dikubur bersama Yesus, kita sebagai tubuh menjadi satu lagi dengan Yesus sebagai kepala.

    Ada tiga macam kehendak Allah yang dikaitkan dengan hubungan tubuh dan kepala:
    yang pertama: benar seperti Yesus benar--lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus--, yang kedua: suci seperti Yesus suci--lewat penggembalaan, pedang firman, sampai dipakai oleh TUHAN--, yang ketiga; sempurna seperti Yeuss sempurna.

    Pada awal penciptaan, Allah menciptakan manusia menurut gambar dan teladan-Nya--sempurna, sama mulia dengan Dia--dan ditempatkan di taman Eden, sehingga manusia berbahagia.
    Tetapi sayang, manusia tidak taat--berbuat dosa (memakan 1 buah yang dilarang TUHAN)--sehingga telanjang dan malu--menyemat daun pohon ara--, kemudian diusir ke dunia.

    Tetapi, salahnya adalah, saat malu bukan mengaku dosa, tetapi menyemat daun ara--kebenaran sendiri: menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain dan TUHAN, bahkan menyalahkan setan. Kalau daun, sebentar lagi akan telanjang. Ini tidak menyelesaikan dosa, tetapi tetap telanjang dan diusir ke dalam dunia.

    Di dalam dunia, manusia tetap berbuat dosa bahkan sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan sehingga manusia tampil seperti anjing dan babi, terus berkubang dalam dosa. Dari telanjang dan malu merosot jadi telanjang dan tidak tahu malu.

    "Tetap saja berkhotbah, padahal anjing dan babi. Ini awasan untuk saya, pemain musik, kaum muda, hati-hati! Kita dipercaya, jangan anjing dan babi yang main. Sekalipun kita bangsa kafir tetapi jangan ada tabiat anjing dan babi. Nanti semua jadi anjing dan babi, tidak ada domba lagi dalam rumah TUHAN. Jangan! TUHAN tolong! Jangan sakit hati! Contohnya Petrus, hamba TUHAN."

    Manusia terus berbuat dosa, sampai yang terakhir manusia merosot seperti setan. Jahat dan najis seperti setan. Sementara TUHAN bilang 'hendaklah kamu sempurna.' Dulu manusia sempurna, sama mulia dengan TUHAN, etapi sekarang sudah menjadi seperti setan. Kalau tidak sempurna seperti Yesus, nanti akan seperti setan--jahat dan najis seperti setan. Contohnya: Petrus menjadi seperti setan. Ini yang harus kita waspadai hari-hari ini! Jangan sampai sembarangan melayani TUHAN.

    Matius 16: 21-23
    16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    16:22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."

    16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    Ayat 21= Yesus bersaksi tentang salib.
    Ayat 22= Petrus menolak salib.
    Manusia yang mulia sudah menjadi sama dengan setan. Sebenarnya TUHAN mau mengembalikan manusia yang hancur lewat salib, tetapi Petrus menolak salib sehingga ia hancur sampai menjadi seperti setan. Tidak bisa naik kalau menolak salib, tetapi akan merosot terus.

    Karena itu jangan cari yang enak bagi daging dan pikiran daging! Itu bahaya! Sungguh-sungguh bahaya!

    "Kemarin firman ibadah raya di Malang, seperti Abraham meendengar suara isterinya. Salah satu ciri ajaran palsu adalah enak bagi daging. Sementara Abraham menunggu janji TUHAN: Abraham dengan Sarah akan mendapatkan anak (Ishak). Tetapi ada suara asing dari isterinya (Sarah) untuk mengambil Hagar. Enak bagi daging, itu suara palsu! Hati-hati! Bahaya ini! Tetapi kalau sakit bagi daging, seperti kena pedang, itu betul suara TUHAN. Hati-hati! Banyak logika kita diperdaya oleh setan, seperti Hawa diperdaya. Kalau tidak mau salib, akan merosot sampai menjadi seperti setan."

    Jalan keluar supaya manusia yang seperti setan bisa kembali menjadi sempurna seperti Yesus: lewat jalan salib. Tidak ada cara lain!
    Praktiknya:


    • Percikan darah= sengsara daging bersama Yesus; sengsara daging karena Yesus. Seperti yang dialami oleh rasul Yohanes di pulau Patmos.
      Mengapa TUHAN izinkan dia mengalami sengsara daging? Supaya ia bisa menyembah TUHAN.

      Dalam percikan darah kita bisa menyembah TUHAN; memandang wajah TUHAN yang bersinar bagaikan matahari terik.
      Matius 5: 45
      5:45. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

      Wajah Yesus bagaikan matahari = kasih yang sempurna dipancarkan. Saat kita mengalami percikan darah (dari kuliah datang ibadah, difitnah dan lain-lain), kita bisa memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari dan kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani.

      Pembaharuan mulai dari wajah--hati. Hati dibaharui menjadi hati lembut seperti Yesus yang penuh dengan kasih Allah--kasih sempurna. Hati ini yang menentukan semuanya.

      Hati yang lembut seperti Yesus; hati yang penuh dengan kasih Allah adalah bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua--tidak takut korban apapun untuk TUHAN--dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh--membalas kejahatan dengan kebaikan. Contohnya seperti Yesus: orang-orang menyalibkan Dia, tetapi Dia berkata: Bapa ampunilah mereka semua. Kalau bisa membalas kejahatan dengan kebaikan--kita selalu berbuat baik--, TUHAN bisa menjadikan semua baik.
      Kepada orang jahat saja kita tidak membalasnya dengan kejahatan, apalagi kita sendiri yang mau berbuat jahat kepada orang, tidak mungkin!

      Mari, kalau mau berbuat baik, TUHAN akan jadikan semua baik (pelayanan baik, rumah tangga baik). Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan, apalagi berbuat jahat pada orang lain, jangan! Yakinlah, TUHAN jadikan semua baik! Ini adalah langkah percikan darah.

      LANGKAH KESEMPURNAAN sama dengan langkah kehendak TUHAN, itulah LANGKAH PERCIKAN DARAH; LANGKAH PEMBAHARUAN. Semua jadi baik, percayalah! Sungguh-sungguh, kalau ada sengsara atau diapakan, lalu kita tidak membalas (diam), malah kita berbuat baik, maka yang berbuat jahat yang hancur, sedangkan kita menjadi semakin baik.


    • Praktik jalan salib yang kedua: perjamuan suci/kurban Kristus.
      Yesaya 52: 13-14
      52:13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
      52:14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--

      'hamba-Ku akan berhasil' = Yesus.
      Lewat perjamuan suci malam hari ini, kita bisa memandang wajah Yesus yang buruk--lebih buruk dari semuanya sampai seperti setan--, supaya kita bisa sama mulia, sempurna seperti Dia.

      'Bukan seperti manusia lagi'= seperti anjing, babi, dan setan. Waktu Dia menanggung dosa kita, Dia seperti anjing, babi dan setan. Ia ditingalkan oleh Bapa karena Ia seperti setan.

      Lewat perjamuan suci, Yesus menjadi gagal, hancur dan buruk karena dosa-dosa kita, supaya kita bisa memiliki wajah yang berseri--belum sempurna tetapi wajah berseri malam ini. Kita bisa pulang dengan wajah berseri. Serahkan semua malam ini!

      Wajah berseri= yang gagal jadi berhasil, yang buruk menjadi baik, yang hancur menjadi utuh kembali. Jaminannya adalah kurban Kristus. Dia menjadi buruk supaya kita yang berwajah muram, susah, pucat dan kuatir menjadi wajah berseri.

      TUHAN sanggup membuat keberhasilan dalam kehidupan kita. Yang gagal jadi berhasil, yang hancur jadi baik.

      Sampai kalau TUHAN datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna, sama mulia seperti Dia. Wajah bersinar seperti matahari untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita kembali ke Firdaus (seperti dulu manusia diciptakan di Firdaus), sampai kembali duduk di takhta bersama Dia selamanya.

Mari, apapun yang sudah terjadi dalam hidup kita, kembali pada kurban Kristus! Apa yang hancur, buruk, susah dan lain-lain, sudah TUHAN pulihkan. Kita sungguh-sungguh pulang dengan wajah berseri.
Kembali pada kurban Kristus!

Langkah-langkah orang benar: selamat dan diberkati oleh TUHAN.
Langkah orang suci: keledai dipakai oleh TUHAN dan langkah ajaib.
Langkah percikan darah--sengsara bersama Yesus--: semua menjadi baik, berhasil dan wajah kita berseri-seri.

Apapun yang sedang kita hadapi, lewat kurban Kristus kita dapat langkah orang benar--diberkati semua--, langkah orang suci--dipakai TUHAN--, sampai pada langkah keempurnaan--wajah berseri. Serahkan semua pada Dia! Jangan pikirkan lagi, yang penting adlaah langkah benar, langkah suci, dan langkah percikan darah.

Yang tidak bisa diipikir, yang tidak bisa dikerjakan, serahkan pada Dia sampai wajah berseri malam ini!
Kita menyerah kepada Dia, memandang wajah-Nya; menyembah Dia sampai wajah berseri-seri. Ada harapan baru bagi kita! Mungkin dalam kejatuhan, kenajisan, masih ditolong. Kejatuhan jasmani, kegagalan dan lain-lain, masih ditolong.
Mungkin tidak bahagia hari-hari ini--muram, takut, kuatir, kepahitan hidup dan lain-lain--serahkan semua pada Dia! Kita pulang dengan wajah berseri.

Yang sudah berhasil, indah dan bahagia jangan sombong, tetapi tetap mengucap syukur! Semua karena kurban Kristus. Mohon pada TUHAN jangan sampai merosot tetapi terus TUHAN lanjutkan sampai sempurna.
Semua yang buruk sudah ditanggung oleh Dia, dan Dia berikan kepada kita yang baik sampai yang sempurna. Jangan ragu, asal kita mau benar, mengaku semuanya, hidup benar dan suci, kita mau mengalami percikan darah--sengsara bersama Yesus. Tidak ada yang gagal dan hancur, TUHAN tolong.

Biar kita sungguh-sungguh dalam langkah orang benar, langkah orang suci--penggembalaan dan pemakaian TUHAN--, dan langkah salib.
Wajah berseri malam ini, tercermin dari hati yang lembut, sungguh-sungguh mengasihi TUHAN dan sesama, sampai mengasihi musuh-musuh.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top