English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Februari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:7-20 adalah kotbah dari Yohanes Pembaptis,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Agustus 2015 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Baptisan Air.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:18-19
9:18 Pada suatu...

Ibadah Doa Malang, 06 November 2012 (Selasa Sore)
Disertai Penataran Imam dan Calon Imam I.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius...

Ibadah Paskah Blitar, 17 April 2009 (Jumat Sore)
Tema: Yohanes 20: 19-29 "Kebangkitan Tuhan membawa damai sejahtera"

Damai sejahtera ini adalah sesuatu yang sangat...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:30-32
5:30 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Maret 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang peniupan sangkakala kelima,...

Ibadah Doa Malang, 26 November 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 judul/ kata pengantar dari kitab...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Februari 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Januari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:17-20
14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

Ibadah Doa Malang, 20 Maret 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:69-75 berjudul "Petrus menyangkal Yesus".

Ada 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Januari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Puasa Session 1 Malang, 21 Oktober 2008 (Selasa Pagi)
Markus 3: 13-19= tentang panggilan dan pilihan.
Disini, Yesus naik keatas bukit dahulu=...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 5-9
5:5. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

Siapa yang dapat membuka tujuh meterai dari gulungan kitab/rahasia firman? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2017)

  1. Ayat 5= Yesus sebagai tunas Daud dari suku Yehuda.
  2. Ayat 6-9= Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih.

AD. 1. YESUS SEBAGAI TUNAS DAUD DARI SUKU YEHUDA
Yesus sebagai tunas Daud dari suku Yehuda, sama dengan Yesus sebagai singa dari Yehuda.

Kejadian 49: 10-11
49:10. Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

Suku Yehuda dikenal sebagai SINGA YEHUDA.

Kita sudah belajar, waktu gulungan kitab termeterai rasul Yohanes menangis karena tidak ada yang dapat membuka. Tetapi kemudian ada jawaban lewat pergumulannya: Yesus sebagai tunas Daud dari suku Yehuda; Yesus sebagai singa Yehuda dapat membukanya.

Ayat 10= suku Yehuda/singa Yehuda.
Di ayat 11 ada kaitan dengan keledai--supaya keledai tertambat pada pokok anggur.

Jadi, pembukaan firman Allah yang dikaitkan dengan singa Yehuda artinya:

  1. Pembukaan firman Allah yang mendorong keledai--bangsa kafir--untuk tertambat pada pokok anggur pilihan/pokok anggur yang benar.
    Istilah sehari-hari adalah TERGEMBALA DENGAN BENAR DAN BAIK.

    Jadi bangsa kafir harus tergembala. Bagaimana caranya? Kalau mendengar pembukaan firman yang benar. Pembukaan firman itu yang mendorong bangsa kafir bisa tertambat pada pokok anggur yang benar--tergembala dengan benar dan baik.

    Syaratnya:


    • Tergembala pada pokok anggur yang benar--pribadi TUHAN; firman pengajaran yang benar--, bukan pada manusia. Dalam penggembalaan, makanan ini yang menentukan. Kalau kita diberi racun dalam penggembalaan, kita akan mati.


    • Syarat kedua: selalu berada di kandang penggembalaan yang benar--ruangan suci--; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

      Hanya oleh pembukaan firman. Siapa yang mampu mendorong kita bangsa kafir bisa tergembala? Keledai itu banyak yang liar dan jalang. Tetapi kalau ada pembukaan firman dari Yesus sebagai singa Yehuda, itu yang mendorong kita untuk bisa tertambat pada pokok anggur yang benar--tergembala dengan benar dan baik.

      Syaratnya: bisa tergembala pada firman pengajaran yang benar (pribadi Yesus)--makanan yang benar. Kemudian, selalu berada di kandang penggembalaan yang benar--ruangan suci. Dulu ada tiga macam alat, sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya; ada nyanyian dan kesaksian.


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman dan kurban Kristus--dulu rasul-rasul bertekun dalam pengajaran rasul dan pemecahan roti.

        Di atas meja roti sajian ada dua belas roti yang disusun menjadi dua susun, masing-masing enam buah--66. Angka 66 menunjuk pada firman pengajaran yang benar (alkitab).

        Lalu mengapa ada perjamuan suci? Roti yang dipecahkan dalam surat Korintus menunjuk pada tubuh Kristus.
        anggurnya di mana? Di meja roti sajian ini ada korban curahan dari anggur--menunjuk pada darah Yesus (Keluaran 25).

        Meja roti sajian adalah satu-satunya alat yang ada korban curahan.
        Jadi, meja roti sajian menunjuk pada ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

        "Ada yang mengatakan: Perjamuan suci itu ada darah. Memang alat-alat dipercik dengan darah. Tetapi itu dari pintu gerbang. Jadi orang percaya: Ayo perjamuan suci--kalau darah itu dianggap sebagai perjamuan suci. Ada yang berkata: Semua alat kan dipercik dengan darah. Betul. Kalau darah itu dianggap perjamuan suci, baru percaya Yesus sudah perjamuan suci, mezbah korban bakaran juga dipercik darah--bertobat juga perjamuan suci--, baptisan dipercik juga, perjamuan suci lagi; semua perjamuan suci. Tidak begitu! Perjamuan suci adalah anggur--darah Yesus itu anggur/korban curahan. Satu-satunya alat yang ada korban curahan adalah meja roti sajian."


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Jadi, yang mendorong kita adalah pembukaan firman, bukan dipaksa. Firman dibukakan oleh singa Yehuda, inilah yang mendorong bangsa kafir untuk bisa tertambat pada pokok anggur yang benar--tergembala dengan benar dan baik. Ada makanan; ada pokok yang benar--firman pengajaran yang benar--; dan ada kandang (ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok).

    Di dalam kandang penggembalaan, ada dua hal yang bisa kita terima:


    • Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita--hubungan dengan TUHAN--melekat pada Allah Tritunggal, sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah kita, tetapi:


      1. Kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua.
      2. Kita tidak menyangkal TUHAN apapun resiko yang dihadapi, tetapi kita menyatu dengan TUHAN selamanya.

        Petrus menyangkal TUHAN tiga kali, karena itu TUHAN bertanya tiga kali pada Petrrus: Adakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku. Tiga kali pertanyaan TUHAN menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, supaya tidak menyangkal lagi.


    • Menyangkut hubungan dengan sesama.
      Pengkhotbah 4: 12
      4:12. Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

      'Dua orang'= suami-isteri. Dua orang bisa bertahan kalau ada tali tiga lembar.
      'tali tiga lembar'= ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; firman penggembalaan yang kita terima--domba-domba itu ditali/ditambatkan pada pokok anggur.

      Hal kedua yang kita terima: firman penggembalaan yang kita terima dari ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok akan menyatukan suami dan isteri. Kalau ada anak-anak, juga bisa disatukan, sampai kesatuan nikah yang lebih besar yaitu perjamuan kawin Anak Domba--nikah yang rohani/nikah yang sempurna.

      Sebab itu suami-isteri harus tergembala sungguh-sungguh. Ditali pada satu pokok, kemudian ada kandang yang benar.
      Mulai dari gembalanya.

      Sistem penggembalaan bukan sistem kerajaan. Kalau kerajaan sifatnya memaksa: Tidak datang, awas kamu! Tetapi sistem penggembalaan adalah keteladanan. Kalau gembalanya saja tidak mau memberi teladan di dalam kandang penggembalaan, bagaimana domba-domba bisa? Gembalanya dulu memberi teladan; tugasnya memberi makan, maka domba-domba akan makan.


    Inilah pembukaan firman yang dikaitkan dengan Yesus dari suku Yehuda; singa dari suku Yehuda yang membawa keledai bisa tergembala.

    Sehebat apapun keledai--bangsa kafir--, kalau tidak  tergembala, akibatnya:


    • Ayub 39: 8
      39:8. Siapakah yang mengumbar keledai liar, atau siapakah yang membuka tali tambatan keledai jalang?

      Akibat pertama: sehebat apapun bangsa kafir kalau tidak tergembala, ia akan menjadi keledai liar dan keledai jalang.
      Artinya:


      1. Hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging, sehingga jatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya dan nikah yang salah).


      2. Liar artinya tidak bisa dinasihati--ini yang bahaya. Jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, tetapi merasa benar.
        Liar itu tidak bisa dinasihati dan ditegor. Berarti ia sudah bertahan di dalam dosa--enjoy dalam dosa--dan akan dibinasakan selamanya.

        Kalau berada dalam penggembalaan, firman masih terus diulang.
        Petrus saat mendengar firman satu kali: Apakah engkau mengasihi Aku?, ia menjawab: Iya, saya mengasihi. Firman datang kali kedua, mulai kena sedikit. Tiga kali, baru sedih hatinya dan bisa sadar.

        Itulah gunanya penggembalaan yang terus diulang. Kalau tidak, kita akan merasa benar. Sudah jalang dan liar, coba nasihati anak-anak muda, biar orang tua,    tidak dianggap apalagi gembala. Sungguh-sungguh! Itu namanya liar dan jalang--tidak tergembala. TUHAN tolong kita semua.


    • Akibat kedua: ditunggangi oleh Bileam--nabi palsu. Keledai liar dan jalang itu ditunggangi oleh Bileam. Hati-hati!
      2 Petrus 2: 15
      2:15. Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

      'meninggalkan jalan yang benar'= meninggalkan penggembalaan yang benar/pengajaran yang benar--pokok anggur yang benar.
      Ditunggangi oleh Bileam artinya


      1. Beribadah melayani hanya untuk mencari upah jasmani/perkara jasmani. Hati-hati!


      2. Dan mengarah pada kutukan--Bileam disuruh mengutuk--dan kebinasaan--masuk pembangunan Babel, yaitu gereja palsu/mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.


    Kita bangsa kafir hanya seperti keledai.
    Kalau kita menerima pembukaan firman dari Yesus sebagai singa dari suku Yehuda, kita akan terdorong--tidak usah dipaksa--untuk mencari pokok anggur yang benar--penggembalaan yang benar; pengajaran yang benar; kandang yang benar.
    Di situlah tempat kita, sehingga kita bisa menyatu dengan TUHAN--tidak menyangkal--dan dengan sesama.

    Sebaliknya, kalau tidak tergembala, akan tercerai-berai. Betul-betul tercerai-berai. Jadi keledai liar dan jalang. Kalau tidak bisa dinasihati dan ditegor, akan tercerai-berai.
    Kalau anak tidak mau dinasihati, ia akan tercerai-berai, tidak bisa menyatu dengan orang tua, apalagi dengan TUHAN. Begitu juga antara suami dan isteri, kalau memakai kebenaran sendiri terus--sudah liar dan tidak bisa dinasihati--, ia sudah enjoy dalam dosa. Berselingkuh tidak merasa dosa lagi, sampai nanti menuju kebinasaan. Kita harus hati-hati!

    Jadi, pembukaan firman Allah yang dikaitkan dengan singa dari suku Yehuda, artinya yang pertama: pembukaan firman yang mendorong keledai untuk tertambat pada pokok anggur yang benar.


  2. Arti kedua pembukaan firman Allah yang dikaitkan dengan singa Yehuda: pembukaan firman Allah yang menghasilkan PENYUCIAN.
    Dua hal ini yang merupakan pembukaan firman, yaitu membawa kita pada penggembalaan yang benar, supaya menyatu dengan TUHAN dan sesama, kemudian pembukaan firman menghasilkan penyucian.

    Amos 3: 7-8
    3:7. Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
    3:8.
    Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

    'menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi'= firman nubuat. Pembukaan firman sama dengan firman nubuat, yaitu menubuatkan yang akan datang.
    'Singa telah mengaum'= singa Yehuda.

    Di sini, singa Yehuda dikaitkan dengan firman nubuat/pembukaan firman.
    Jadi, pembukaan firman sama dengan firman nubuat, yaitu:


    • Firman yang mengungkapkan dengan kuat dan tegas, segala dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat.
      Ini yang penting, yaitu untuk mengungkapkan dosa.

      "Seperti kesaksian tadi, kalau datang beribadah dan mendengar firman hanya untuk menyalahkan orang lain, tidak ada gunanya. Tetapi kalau datang untuk mendengar firman sampai bisa seperti Petrus--sedih hatinya--, itu yang benar. Entah diulang berapa kali, Petrus diulang tiga kali: 'Adakah engkau mengasihi Aku?' Petrus menjadi sedih dan bisa memeriksa diri: 'Aku salah.' Mungkin kita tiga puluh kali, atau tiga ratus kali, ya sabar, bisa terjadi. Mungkin bertahun-tahun dia tidak sadar, tetapi satu waktu bisa kena, sehingga sadar. Yang penting kita bawa untuk mendengar firman. Doakan untuk bisa mendengar firman, entah yang ke berapa kali diulang, sampai satu waktu bisa disucikan."

      Ini karena firman mengungkapkan dengan kuat dan tegas, segala dosa yang tersembunyi.

      Tetapi kalau tetap bersikeras dalam dosa sementara firman juga sudah semakin keras, ada dua kemungkinan:


      1. Kemungkinan kecil: bisa sadar dan mau berubah.
      2. Kemungkinan besar: menolak firman: Firman kok soal kawin mengawinkan terus. Padahal dialah itu. Kalau kita tidak berbuat itu, biar satu kali ibadah saya ngomong seratus kali soal kawin mengawinkan, tidak apa-apa, tidak ada masalah. Tetapi yang melakukan dan masih bertahan, biar suara saya pelan-pelan, sudah marah dia. Selama-lamanya dia akan menolak firman.


      Mari, sungguh-sungguh! Firman mengungkap dengan kuat dan tegas segala dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat.
      Harus tegas untuk melawan dosa!


    • Yang kedua: firman nubuat adalah firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang akan terjadi di akhir zaman, terutama kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.

      Dosa diungkapkan, kita disucikan sampai nanti bisa bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai. Kedatangan Yesus pertama kali memang sebagai bayi, kemudian mati di kayu salib untuk menolong manusia berdosa. Tetapi kedatangan TUHAN yang kedua kali, tidak ada kena-mengena dengan dosa, oleh karena itu firman harus tegas, supaya kita terlepas dari dosa sampai bisa bertemu dengan Yesus yang datang kedua kali di awan-awan yang permai, dalam kemuliaan, tidak menanggung dosa lagi.


    Sekarang, suara singa Yehuda atau pembukaan firman itu menerkam/menyucikan kita.

    Hosea 5: 13-14
    5:13. Ketika Efraim melihat penyakitnya, dan Yehuda melihat bisulnya, maka pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja 'Agung'. Tetapi iapun tidak dapat menyembuhkan kamu dan tidak dapat melenyapkan bisul itu dari padamu.
    5:14. Sebab Aku ini seperti
    singa bagi Efraim, dan seperti singa muda bagi kaum Yehuda. Aku, Aku ini akan menerkam, lalu pergi, Aku akan membawa lari dan tidak ada yang melepaskan.

    'bisulnya'= kankernya.
    'Sebab Aku ini seperti singa bagi Efraim'= hanya singa yang bisa menolong.

    Bisul/kanker diterkam oleh singa Yehuda, ini yang penting bagi kita.
    Mari, kita datang dengan masalah apapun, termasuk kanker dosa; kalau kanker dosa disembuhkan, maka kanker (kantong kering) juga bisa disembuhkan.

    "Kesaksian tadi di Malang, ada orang dari Tamban yang tergembala di Malang. Saya kira dia hanya datang hari Minggu saja, ternyata dia datang tiga macam ibadah, mulai dari dia tidak punya apa-apa. Inilah pentingnya ibadah kunjungan. Dulu, dia sekolah di Malang, setelah ada masalah dia pulang ke kampungnya. Tetapi setiap kita ada ibadah kunjungan ke Sitiarjo atau ke Tamban, dia datang mendengar firman, dan dia ingat lagi: 'Aku ingin kembali ke penggembalaan.' Tetapi jauh, harus naik gunung. Akhirnya dia bertekad dan dia bisa, padahal masih belum punya uang. Mungkin naik kendaraan umum, bayangkan. Sesudah itu, dia punya motor Tossa yang ada gerobaknya. Isteri dan anaknya naik di gerobaknya. Kalau ibadah sekolah minggu, siangnya dia istirahat di gerobaknya, karena berangkatnya jam 03:30 pagi. Satu waktu gerobaknya sampai mau turun, karena tidak kuat naik di tanjakan. Hari Jumat yang di Lawang, motornya meluncur maju karena remnya blong. Sekarang motornya turun karena jalannya mendaki. Dia hampir celaka, tetapi ditolong. Ada orang yang menolong, dan ada yang menarik motor gerobaknya sampai ke rumahnya. Akhirnya sekarang TUHAN memberkati dia mobil. Dari tidak punya apa-apa. Karena itu kalau kanker dosa diterkam, 'kanker'--kantong kering--juga diterkam. Tidak usah takut! Waktu saya dan pak Andi ke rumahnya, dia punya toko, saya kira tokonya di pinggir jalan biarpun di desa. Saya pikir jalan masuk ke dalam itu rumahnya, sedangkan tokonya di pinggir jalan. Ternyata tokonya masuk ke dalam, siapa yang tahu? Sudah dari jalan besar masuk jalan kecil, masuk lagi ke dalam, tidak terlihat dari jalan. Saya bingung, di mana tokonya? 'Di situ, pak Wi, masuk ke dalam,': 'Mobil bisa lewat?': 'Tidak bisa.' Betul-betul memuliakan nama TUHAN."

    Jangan meremehkan singa Yehuda! Jangan meremehkan pembukaan firman, sebab itu yang bisa menolong kita! Nanti akan semakin sulit, antikris semakin berkuasa, mau lari ke mana? Tidak bisa, tidak ada jalan bagi kita, kalau bukan lewat pembukaan firman.

    Jadi, firman nubuat itu bagaikan singa menerkam untuk menghancurkan kanker dosa:


    • Mulai dari kanker MULUT.
      2 Timotius 2: 16-18
      2:16. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.
      2:17. Perkataan mereka
      menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus,
      2:18. yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

      'mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung' => 'tidak usah kematian, Yesus yang mati, kita bangkit saja'. Ini yang merusak iman--tidak mau salib, seperti Petrus, itulah setan.
      Ketika Yesus memberitakan bahwa diri-Nya akan ke Yerusalem untuk disiksa dan dibunuh, Petrus menarik Yesus ke samping.

      Ini sama dengan kanker mulut; ajaran palsu yang menolak salib, hanya mau yang enak bagi daging.

      "Puasapun sekarang dibuat enak. Boleh minum, boleh ini itu; macam-macam. Ini ajaran-ajaran menolak salib. Gembalanya juga, mau berkhotbah atau tidak, terserah--karena menolak salib."

      Jadi, kanker mulut yaitu 'omongan yang kosong dan yang tak suci', artinya perkataan sia-sia: dusta, gosip dan lain-lain, sampai ajaran-ajaran palsu. Ini yang harus disucikan.

      Perhatikan! Omongan yang kosong dan tak suci--perkataan sia-sia--, yaitu dusta, gosip dan ajaran palsu menjalar ke bagian tubuh yang lemah, sampai mematikan iman.
      Hati-hati! Waktu kita kuat: 'Aku mengerti kok, tidak apa-apa, itu salah tetapi aku tidak apa-apa, aku hanya mendengar.' Salomo juga demikian, saat dia kuat, dia bisa menertawakan ajaran isteri-isterinya yang tidak sesuai dengan alkitab. Tetapi lama-lama saat dia lemah, langsung masuk. Justru yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar. Ini yang bahaya.

      Begitu juga dengan gosip-gosip, waktu kita kuat, kita bisa berkata: 'Tidak begitulah.' Lama-lama saat kita lemah--dalam kekurangan dan lain-lain--, mulai membenarkan gosip itu; sudah menjalar, sampai mematikan iman--gugur dari iman--; gugur dari pengajaran yang benar dan binasa selamanya.

      Gugur dari iman inilah yang membuat sedih, kering rohani sampai binasa selamanya.

      Kalau mulut disucikan, akan menghasilkan PERKATAAN-PERKATAAN YANG BENAR, SUCI DAN BAIK. Batasi perkataan dengan perkataan benar, suci dan baik!

      Kejadian 49: 12
      49:12. Matanya akan merah karena anggur dan
      giginya akan putih karena susu.

      Kalau keledai mau disucikan dari omongan yang kosong, gigi akan terlihat putih--kita tertawa bahagia. Kapan gigi terlihat putih? Saat kita tertawa.

      Tetapi kalau berdusta, bergosip, itu membuat kita muram, susah mau kelihatan giginya.

      Mari, jangan bergosip, tetapi perkataan yang benar, suci dan baik; yang menjadi berkat bagi orang lain. Kita pasti tertawa bahagia.


    • Yang kedua: singa menerkam untuk menghancurkan kanker HATI, yaitu penyucian hati yang berisi:


      1. Keinginan jahat= cinta akan uang; membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi waktu, tenaga, uang untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan.

        Serakah= merampas milik orang lain, terutama milik TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

        Mulai dari gembala. Yudas Iskariot mengambil milik TUHAN. Dulu yang diambil uangnya, dia sendiri yang mencuri, sehingga dia sendiri yang binasa.

        Tetapi sekarang ini, Yudas Iskariot di akhir zaman lebih dahsyat. Yang dicuri adalah kepercayaan TUHAN tentang persepuluhan dan persembahan khusus kepada seorang gembala.
        Akibatnya, tidak ada lagi makanan rohani, sidang jemaat betul-betul kering kerontang dan tercerai-berai.

        "Ini yang paling saya takutkan. Saya mengatakan ini bukan sekedar basa-basi. Tetapi sungguh, yang paling saya takutkan sebagai hamba TUHAN adalah jangan sampai saya kering! Mari, kita semuanya berdoa supaya tidak kering."

        Kalau tidak ada makanan firman/pembukaan firman, maka tidak ada Roh Kudus dan kasih Allah--kering--, sebab 'pada mulanya adalah firman.'
        Ada yang mengatakan: 'Tidak perlu firman, yang penting Roh Kudus.' Bahaya! Itu seperti orang Majus yang hanya melihat bintang--bintang menunjuk pada Roh Kudus. Mereka tidak sampai ke kandang Betlehem, melainkan ke istana Herodes. Bahaya, kalau hanya Roh Kudus tetapi tanpa pengajaran.

        Ada yang pengajaran saja, tetapi tanpa Roh Kudus, itu akan menjadi pengajaran palsu.

        Yang benar adalah 'Pada mulanya adalah firman--pengajaran--,' setelah itu baru ada Roh Kudus dan kasih Allah.


      2. Keinginan najis= mengarah pada dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.
      3. Kepahitan hati= iri hati, dendam, kebencian tanpa alasan. Ini juga membuat kita kering.
        Seperti kakak-kakak Yusuf yang begitu iri kepada Yusuf, karena Yusuf mempunyai jubah indah dan karunia pembukaan firman.
        Mereka iri dan memasukkan Yusuf ke dalam sumur kosong.

        "Kalau kami hamba TUHAN, berkhotbah dengan iri, benci, sama dengan sumur kosong. Kering! Ini yang harus dijaga! Kadang benci kepada jemaat, kadang benci kepada hamba TUHAN lain. Kita menjadi kering. Saudara-saudara juga, kalau hati pahit, benci kepada suami, isteri, anak, orang tua, hamba TUHAN, sesama pelayan TUHAN, itu sama dengan sumur yang kosong--rohani kita kering."


      Inilah kanker hati yang membuat kita kering dan mati rohani, ini yang sungguh-sungguh harus diterkam.


    • Yang ketiga: singa menerkam untuk menghancurkan kanker RAHIM--mengalami pendarahan dua belas tahun.
      Pendarahan--ada pembuluh darah yang pecah--artinya:


      1. Terjadi perpecahan--perbuatan yang memecah-belah--, dimulai dari nikah rumah tangga. Jangan sampai terjadi!

        Ini sama dengan penyucian PAKAIAN. Keledai harus disucikan juga pakaiannya, sehingga menghasilkan perbuatan-perbuatan yang benar dan suci.


      2. Kebusukan (perbuatan-perbuatan yang busuk), itu yang memecah-belah tubuh Kristus.


      Kejadian 49: 11
      49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

      'ia akan mencuci pakaiannya'= perbuatan-perbuatan dosa harus diterkam/disucikan menjadi PERBUATAN YANG BENAR, SUCI DAN BAIK; itu yang menyatukan.
      Benar dengan benar, pasti bisa menyatu. Tidak mungkin tidak. Perkataan benar dengan perkataan benar, bisa menyatu. Perbuatan benar dengan perbuatan benar, bisa menyatu.
      Benar dengan tidak benar, tidak bisa menyatu.

      Jadi, gigi--perkataan--, hati dan pakaian harus disucikan.


    • Kejadian 49: 12
      49:12. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

      Yang keempat: singa menerkam untuk menyucikan MATA, supaya:


      1. Bisa melihat ladang TUHAN, artinya SETIA DAN BERKOBAR-KOBAR dalam ibadah pelayanan.
        'Matanya akan merah karena anggur'= maaf, ini istilahnya mabuk anggur tapi yang positif; mabuk birahi yang positif.

        Seperti mempelai wanita birahi kepada mempelai pria yang positif. Dia begitu mabuk, begitu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, tidak bisa dihalangi apapun, karena pandangannya kepada ladang TUHAN.

        Hari-hari ini, kita bangsa kafir harus mengalami penyucian oleh firman nubuat--suara/terkaman singa Yehuda. Kita disucikan dari kanker-kanker dosa, yaitu kanker mulut, kanker hati, kanker rahim dan kanker mata. Banyak kali mata memandang yang lain-lain.
        Mari, pandang ladang TUHAN!


      2. Bisa memandang pribadi TUHAN, sehingga kita bisa menyerahkan segala kekuatiran.
        Kuatir adalah tabiat bangsa kafir, sampai hidupnya tidak bisa benar dan setia.

        Tadi malam, pemberitaan firman dalam kebaktian kaum muda tentang kekuatiran. Jangan kuatir akan apa yang dimakan, diminum, dipakai, dan tentang masa depan, tetapi 'carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya'.

        Istilah 'carilah dahulu' berarti utamakan ibadah pelayanan dan kebenarannya. Kalau kuatir, tidak bisa benar dan tidak bisa setia.

        Mari, serahkan kekuatiran kepada TUHAN, kita PERCAYA DAN MEMPERCAYAKAN HIDUP HANYA KEPADA TUHAN, seperti keledai yang ditambatkan.

        Kalau keledai ditambatkan, mau apa lagi? Mau cari makan, cari ini itu, semuanya tergantung kepada pokok anggur yang benar. Keledai tertambat pada pokok anggur yang benar, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar.
        Ranting hidup dari mana? Dari pokoknya.
        Tugas kita hanya melekat: tergembala dan mengalami penyucian. Yang lain adalah tugasnya TUHAN Yesus Gembala Agung sebagai pokok anggur yang benar.

        "Banyak kesaksian, ditolong TUHAN begitu mau tergembala dengan baik dan benar, mau mendengar firman. Kemarin kesaksian kaum muda. Dia dari desa, tidak bisa apa-apa lalu sekolah ke Malang, jauh standarnya. Itu keponakan saya sendiri. Bagi saya, yang penting dia bisa naik kelas dan lulus, itu sudah bagus. Jangan berharap masuk sepuluh besar, karena dasarnya sudah jauh. Tetapi dia mengaku, ketika ibadah dia mengantuk, tetapi dia paksa untuk bisa mendengar firman, akhirnya bisa menyembah, bisa menikmati. Dia bersaksi: 'Kalau yang rohani meningkat, saya percaya, yang jasmani juga meningkat.' Itulah ajaran kita. Memang meningkat, sampai dia bisa ranking satu di Hwa Ind. Saya juga tidak menyangka, itu luar biasa. Tidak mungkin, tetapi bisa TUHAN kerjakan bagi kita semua."

        Yang penting kita melekat, disucikan, diterkam kanker-kankernya. Jangan dipertahankan! Kalau mempertahankan kanker, sebentar lagi mati. Saya percaya juga, kalau kanker-kanker dosa disucikan, kanker yang sesungguhnya disembuhkan. TUHAN tolong.


      Mari, sampai mata bisa memandang TUHAN, bisa menyerahkan segala kekuatiran kepada TUHAN; hanya percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada TUHAN.

Dulu, Yusuf tergembala sejak usia tujuh belas tahun dan mau disucikan--dia berterus-terang menyampaikan apa yang dilakukan kakak-kakaknya, tidak mau menutup-nutupi, sehingga Yakub memberikan jubah indah kepada Yusuf.
Kita juga, kalau kita sudah tergembala dan disucikan, pasti TUHAN berikan jubah indah.

Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12.
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Sekalipun kita kafir, tadinya keledai, tadinya  maaf, anjing dan babi, tetapi kalau sudah mau digembalakan dan disucikan, TUHAN tidak memandang bulu. Dia akan memberikan jubah.
Jadi, kalau bangsa kafir yang najis dan kotor mau digembalakan dan disucikan dari kanker dosa, bangsa kafir akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--jubah indah--, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--keledai ditunggangi TUHAN Yesus dalam perjalanan terakhir Yesus menuju Yerusalem (Matius 21).

Keledai akan ditunggangi oleh TUHAN Yesus, bukan ditunggangi oleh Bileam. Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita yang bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sampai masuk Yerusalem baru/takhta kerajaan sorga.

Sudah diterangkan, gulungan kitab berasal dari takhta. Kalau ini diwahyukan--dibukakan rahasianya, diturunkan ke bumi oleh singa Yehuda--, sekalipun kafir, anjing dan babi, najis, jahat, tetapi kalau mau menerima pembukaan firman--bisa terdorong untuk tergembala dan disucikan; bisa ditunggangi/dipakai oleh TUHAN--, satu waktu dia akan berada di takhta sorga, tempatnya gulungan kitab. Luar biasa!

Jadi, percayalah kepada alkitab! Jangan didiskusikan atau diseminarkan! Ini gulungan kitab dari takhta sorga. Tinggal diwahyukan, dibukakan rahasianya.
Siapa yang bisa membuka? Hanya singa Yehuda, kita hanya menangis minta pembukaan. Singa Yehuda yang menurunkan pembukaan firman dari takhta, seperti pada siang hari ini.

Mari, bangsa kafir ada kesempatan untuk ditunggangi.
Istilah 'ditunggangi' artinya

  1. Ditunggangi itu berat bagi daging--penyaliban daging--, tetapi di balik itu ada kemuliaan selamanya. Jangan takut!
    Harus ada pengorbanan dan lain-lain, pandang kurban Kristus! Kalau kita sudah tidak kuat--berkorban waktu dan lain-lain--pandang kurban Kristus! Semua Dia korbankan, supaya bangsa kafir bisa dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.


  2. Kita ditunggangi TUHAN--dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--, berarti kita menjadi takhta TUHAN di bumi.
    Jangan takut! Setiap langkah hidup kita bersuasana takhta sorga. Setiap detak jantung kita, kita merasakan suasana takhta sorga.

    Pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah--suami, isteri dan anak dipakai dalam nikah sampai mencapai kesatuan nikah--, penggembalaan--kita layani sampai kesatuan dalam penggembalaan--, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

    Kita tinggal pilih, mau ditunggangi Yesus atau Bileam! Kalau ditunggangi Bileam--nabi palsu, setan--, langkah hidup kita adalah langkah-langkah air mata, kutukan, dan kebinasaan. Tetapi kalau ditunggangi TUHAN: langkah-langkah kebahagiaan takhta sorga. Tinggal pilih!

    Kalau kita sudah menjadi takhta TUHAN, di situ akan mengalir sungai air kehidupan.
    Dunia ini adalah padang gurun, sekalipun orang mengatakan: ekonomi akan membaik, tetapi bagi kita anak-anak TUHAN, dunia betul-betul merupakan padang gurun sebab sudah dirusak oleh setan. Perlu air kehidupan.

    Oleh sebab itu harus menjadi takhta, untuk menghadapi kekeringan. Uang tidak bisa menghadapi kekeringan di padang gurun. Tetapi kalau ada sumber air kehidupan, berapapun luasnya padang gurun, kita bisa hidup.

    Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Kalau kita ditunggangi oleh TUHAN Yesus--dipakai dalam kegerakan hujan akhir; menjadi takhta TUHAN--, maka ada sungai air kehidupan mengalir dalam kehidupan kita, itulah kuasa Roh Kudus.

Kegunaan Roh Kudus
:

  1. Kegunaan Roh Kudus yang pertama: untuk menghadapi kekeringan secara jasmani di padang gurun dunia.
    Janda Sarfat mengalami kekeringan, sungai kering, semua kering.
    Janda Sarfat menunjuk pada bangsa kafir.

    Yehezkiel 47: 8-9
    47:8. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
    47:9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan
    ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

    Dunia ini kering sampai seperti Laut Mati, tidak ada kehidupan; bakteripun tidak bisa hidup.

    Mari, mungkin sekarang diancam ekonomi, dulu enak, sekarang susah. Semua memang mengeluh demikian, seperti menghadapi Laut Mati, tidak ada jalan.

    "Saya tidak tahu yang jasmani, yang penting halal dan sesuai firman. Tetapi yang saya tahu, jalan yang rohani."

    Mari, menjadi takhta TUHAN! Hari-hari ini kalau tidak menjadi takhta, mau apa? Berat sekali! Kaum muda, berat sekali hidup ini! Jangan pikir: 'Oh, dia kaya,' berat sekali.

    "Tambah hari bertambah berat. Peraturan makin bertambah, baru-baru ini ada peraturan tax amnesty, semua sudah takut. Nanti mungkin lebih lagi."

    Memang kering semua sekarang ini. Yang penting ada air kehidupan.

    Jika ada air kehidupan Roh Kudus mengalir ke Laut Asin, maka laut itu menjadi tawar sehingga semua bisa hidup, artinya:


    1. Roh Kudus sanggup memelihara hidup kita di tengah kekeringan dan kesulitan dunia, sampai di tengah kemustahilan dunia pada zaman antikris.
      Pada zaman antikris, mau membeli sebungkus nasipun tidak bisa, sekalipun punya uang milyaran, kecuali menyembah antikris. Semua diblokir, harus menyembah antikris.
      Sampai zaman antikris, kita tetap dipelihara.


    2. Apa yang mati menjadi hidup= Roh Kudus menolong kita. Dari yang mati menjadi hidup, menyelesaikan masalah yang mustahil. Yakinlah!
      Masalah apa yang kita hadapi, sudah memakai cara ini itu, tetapi belum selesai, mari, perbaiki penggembalaan, perbaiki sikap terhadap pembukaan firman!

      Sungguh-sungguh mendengar sampai dengar-dengaran. Kita mulai digembalakan, mulai melekat, mulai disucikan, kanker-kanker dosa yang sudah lama mulai diterkam.

      Setelah itu kita diberi jubah dan ditunggangi Yesus. Percayalah, yang mati akan menjadi hidup, yang mustahil menjadi tidak mustahil. TUHAN tolong!


    Janda Sarfat--bangsa kafir--pernah menghadapi kekeringan, tetapi ditolong oleh TUHAN. Dia hanya mempunyai segenggam tepung dan sedikit minyak, tetapi ada di tangan TUHAN, sehingga selesai semuanya, sampai dia dipelihara selama 3,5 tahun--zaman antikris. Tangan TUHAN adalah Roh Kudus.


  2. Kegunaan Roh Kudus yang kedua: untuk menghadapi kekeringan secara rohani di padang gurun.
    Itulah perempuan Samaria yang haus terus, tidak pernah puas.

    Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan pernah puas sehingga bersungut-sungut.
    Tadi, tanpa Roh Kudus kita akan mati menghadapi kekeringan dunia.

    Hati-hati kalau sudah bersungut-sungut! Kalau diteruskan akan jatuh sampai pada puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Perempuan Samaria sudah lima kali kawin cerai, dan yang seterusnya sudah kawin mengawinkan.

    Kaum muda, tanpa Roh Kudus, sehebat apapun kita, sebentar lagi akan seperti perempuan Samaria.

    "Jangan bilang: 'Ini dunia pendidikan, Om.' Ada seorang dosen dari jemaat kami yang bercerita kepada saya, umpamanya hari ini bertemu, dia bercerita: 'Aduh, om, kemarin teman dosen curhat pada saya, dia berkata: Aduh, ibu itu berselingkuh. Lalu saya nasihati: Kita harus hati-hati.': 'Oh, bagus.': 'Tetapi tiga hari kemudian, dia menghadap lagi: Saya juga berselingkuh.' Bayangkan, ini terjadi di dunia pendidikan. Katanya dunia pendidikan hebat, tetapi tidak sanggup melawan kehausan di dunia. Kekayaan juga tidak sanggup. Dulu waktu masih miskin, diam saja, tetapi begitu sudah kaya, langsung cari-cari. Tidak bisa, hanya Roh Kudus yang menolong kita."

    Perempuan Samaria memberi minum Yesus. Yesus berkata: 'Berilah Aku minum, maka Aku akan memberi kamu minum air kehidupan.' Perempuan Samaria memberi minum Yesus di kayu salib, artinya mengakui segala dosa dan kekurangan kita, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Itu memberi minum Yesus di kayu salib saat Ia berseru: 'Aku haus,' sampai Ia berseru: 'Sudah selesai!'.

    Hasilnya: nikah perempuan Samaria ini diperbaiki, dia dalam kepuasan Roh Kudus, dia bisa bersaksi dan menyembah TUHAN.

    Kalau ada kepuasan dalam Roh Kudus, maka:


    1. Nikah pasti baik, tidak mungkin nikah menjadi hancur. Kalau kepuasan daging, sebentar lagi hancur.


    2. Mulut bisa bersaksi.
      Seringkali kita mau bersaksi menunggu kalau ada mujizat; boleh saja, tetapi perempuan Samaria bersaksi karena dosanya sudah ditunjuk. Dia sudah hancur, tetapi bisa ditolong.

      Itu adalah kesaksiannya, pembaharuan hidup yang tidak bisa ditiru oleh setan, sampai dia bisa menyembah TUHAN.


  3. Kegunaan Roh Kudus yang ketiga: untuk menghadapi kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, supaya kita bisa terangkat di awan-awan yang permai, sampai duduk di takhta sorga selama-lamanya.

    Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Roh Kudus mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging yang hanya cocok hidup di dunia, menjadi manusia rohani yang cocok hidup di takhta sorga. Mulai dari 'jernih bagaikan kristal', artinya hati tulus sehingga kita bisa JUJUR dan PERCAYA sepenuh kepada TUHAN. Itu saja!

    Jangan ada kekuatiran hari-hari ini! Bangsa kafir selalu takut, kuatir dan stres. Kalau ada Roh Kudus, kita bisa jujur dan percaya sepenuh kepada TUHAN. Itu manusia baru--mujizat rohani.

    Jujur dan percaya sama dengan menjadi rumah doa, di situ doa dijawab oleh TUHAN, mujizat-mujizat jasmani juga terjadi.

    Sampai jika TUHAN datang, kita menjadi sempurna seperti Dia. Kita sungguh-sungguh masuk di takhta sorga bersama Dia selama-lamanya.

Saya merindukan air kehidupan Roh Kudus dicurahkan di tengah-tengah kita sekalian. Apapun keadaan kita: kering secara jasmani, kering secara rohani, sampai menghadapi kedatangan TUHAN, TUHAN akan tolong kita semuanya.

Mari, buka hati, buka suara! Jujur di hadapan TUHAN, percaya TUHAN akan tolong kita, Roh Kudus akan tolong kita semuanya.
Tanpa Roh Kudus, bangsa kafir tidak ada artinya, hanya menjadi keledai liar dan keledai jalang; seperti anjing dan babi.

Tunjukkan ketidakmampuan, kekeringan, kesalahan, masalah dan keadaan kita! Jujur di hadapan TUHAN!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top