Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ada 2 hal penting yang harus diperhatikan untuk menghadapi tahun 2014:
  1. Kita harus memperhatikan salib Kristus/ korban Kristus/ darah Yesus.
    Wahyu 1:5-6
    1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
    1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

    Malam ini, bisa langsung kita praktekkan lewat Perjamuan Suci.

    Dari pembacaan tadi, ada 2 kekuatan darah Yesus:
    1. Melepaskan kita dari dosa.
      Wahyu 1:5
      1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--

      Prosesnya adalah kita harus mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan sesama (horizontal) sejujur-jujurnya. Jika diampuni oleh darah Yesus, maka kita jangan berbuat dosa lagi sekalipun ada kesempatan/ keuntungan/ ancaman/ hukuman/ paksaan. Artinya, kita mengalami kelepasan dari dosa, sama dengan kita hidup dalam kebenaran. Jadi, menghargai salib Kristus adalah kita hidup dalam kebenaran kapan pun, di mana pun, situasi apa pun.

    2. Mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja-raja.
      Wahyu 1:6
      1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

      Imam adalah:
      • Seorang yang suci.

      • Seorang yang memangku jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Kalau suci, maka Tuhan pasti akan memberikan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, lewat penumpangan tangan seorang gembala.

        Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus adalah tempat kita dalam tubuh Kristus, sama dengan tempat kita di Surga. Kalau di luar tubuh Kristus, maka tidak mungkin masuk Kerajaan Surga.

      • Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

      1 Timotius 4:14
      4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

      Bagi kehidupan yang sudah melayani Tuhan, jangan sampai menjadi lalai dan tinggalkan ibadah pelayanan. Jangan lalai sama dengan setia dan berkobar-kobar.

      Jadi, menghargai salib Kristus adalah beribadah melayani Tuhan dengan setia, benar, dan berkobar-kobar. Ini sama dengan memiliki jubah indah, maka hidup kita akan menjadi indah.

      Tetapi hati-hati, jubah yang indah ini hendak dilepas oleh antikris. Seperti jubah Yusuf yang dilepas oleh kakak-kakaknya. Oleh sebab itu, kita harus beribadah melayani Tuhan dengan dorongan kasih Allah, sama dengan rela memikul salib, rela menderita daging karena ibadah pelayanan. Ini sama dengan jubah dicelup dalam darah.

      1 Korintus 1:23-24
      1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
      1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

      Di balik salib, kita akan menerima hikmat dan kuasa Allah.
      Hasilnya:
      • Melindungi kita dari antikris supaya tidak mengambil jubah yang indah, tidak menelanjangi kita, bahkan tidak merobek perut kita seperti Yudas.
        Wahyu 13:18
        13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

        Kita bisa tetap memakai jubah indah, artinya kita bisa melayani sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Yesus kedua kali). Hidup kita makin indah dan makin indah, sampai menjadi mempelai wanita Surga.

      • Menjadi dua sayap burung nasar yang besar, yang menyingkirkan kita ke padang gurun yang jauh dari mata ular.
        Wahyu 12:14
        12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

        Artinya, mulai sekarang kita dipelihara dan dilindungi oleh Tuhan secara langsung, sampai nanti pada saat antikris berkuasa di bumi 3.5 tahun, kita tetap dilindungi dan dipelihara secara langsung oleh Tuhan.

  2. Kita harus memperhatikan bunyi sangkakala yang nyaring.
    Wahyu 1:10-12
    1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
    1:11 katanya: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.”
    1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

    Rasul Yohanes mengalami sengsara daging di Pulau Patmos karena firman Allah dan kesaksian Yesus. Sehingga, rasul Yohanes bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring, yang menjadi 2 wujud nyata:
    1. Tujuh pelita emas, menunjuk pada tujuh sidang jemaat bangsa Kafir.
      Angka 7 adalah angka sempurna. Jadi, 7 pelita menunjuk pada sidang jemaat yang sempurna.

    2. Pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja segala raja, Mempelai Pria Surga.
      Wahyu 1:13
      1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

    Apa arti bunyi sangkakala yang nyaring?
    Lukas 2:20
    2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

    Berita malaikat bisa didengar dan dilihat oleh gembala-gembala dan menjadi wujud bayi Yesus.
    Jadi, bunyi sangkakala yang nyaring adalah firman penggembalaan yang mengandung bobot pengajaran yang benar, keras, lebih tajam dari pedang bermata dua, yang sanggup untuk menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat sampai menjadi sempurna seperti Yesus, sama dengan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai.

    Rasul Yohanes harus sengsara dulu di Pulau Patmos baru bisa mendengar dan melihat bunyi sangkakala yang nyaring. Jadi, jika kita beribadah melayani Tuhan dengan ditandai sengsara bagi daging, maka kita akan bisa mendengar dan melihat firman penggembalaan yang benar. Kita akan bisa tergembala dengan benar dan baik.

    Jangan mendengar suara asing. Kita harus lari dari suara asing. Kita harus tegas.

    Kalau tidak mendengar dan melihat bunyi sangkakala, melainkan mendengar suara asing akibatnya:
    1. Jatuh karena batu sandungan, terutama tersandung dalam panggilan dan pilihan. Ibadah pelayanan dan penyembahannya kering.
      Yeremia 6:17-21
      6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!
      6:18 Sebab itu dengarlah, hai bangsa-bangsa, dan ketahuilah, hai jemaat, apa yang akan terjadi atas mereka!
      6:19 Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
      6:20 Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.
      6:21 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sungguh, Aku akan menaruh batu sandungan di depan bangsa ini, supaya mereka jatuh tersandung oleh karenanya; bapa-bapa serta dengan anak-anak, tetangga dan temannya, semuanya akan binasa.”

    2. Bersuasana Sodom.
      2 Petrus 2:7-8
      2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
      2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa--

      Bunyi sangkakala memindahkan kita dari suasana Sodom pada suasana Firdaus, yaitu suasana benar, suasana suci, dan suasana kebahagiaan Surga.

    Kegunaan bunyi sangkakala/ firman penggembalaan:
    1. Untuk mengatur perjalanan Israel dari Gunung Sinai ke tapal batas Kanaan.
      Bilangan 10:1-3,9-10
      10:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
      10:2 “Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.
      10:3 Apabila kedua nafiri itu ditiup, segenap umat itu harus berkumpul kepadamu di depan pintu Kemah Pertemuan.
      10:9 Dan apabila kamu maju berperang di negerimu melawan musuh yang menyesakkan kamu, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, supaya kamu diingat di hadapan TUHAN, Allahmu, dan diselamatkan dari pada musuhmu.
      10:10 Juga pada hari-hari kamu bersukaria, pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah TUHAN, Allahmu.”

      Bunyi sangkakala ini mengatur (1)berangkat, (2)berkumpul, (3)berperang, (4)hari raya, (5)bulan baru, dan (6)korban persembahan.
      Angka 6 menunjuk pada daging. Jadi, bunyi sangkakala ini untuk membendung daging dengan segala keinginan dan hawa nafsu. Maka langkah hidup kita akan dituntun oleh Gembala Agung pada 2 tempat:
      • Kandang penggembalaan (Ruangan Suci), yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
        Yehezkiel 20:37
        20:37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

        Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya. Domba minum.
        Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Domba makan.
        Medzbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan. Domba bernafas.

        Dalam penggembalaan, kita akan dihitung. Kita tidak tercerai-berai dan tidak terhilang. Semakin kecil dan semakin lemah kehidupan kita, maka perhatian Gembala Agung makin besar.

      • Dituntun keluar untuk mengunjungi kandang yang lain.
        Yohanes 10:3,16
        10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
        10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

        Inilah kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
        Kita dituntun sampai menjadi satu kawanan dengan satu gembala, satu tubuh dengan satu Kepala.

        Dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus, semua harus dikorbankan, kecuali satu yaitu firman pengajaran yang benar jangan dikorbankan.

        Kegerakan pembangunan tubuh Kristus adalah seperti Yosua memimpin Israel dari tapal batas menuju Kanaan. Hati-hati ada Rahab dan Akhan.
        Rahab adalah bangsa Kafir yang sundal dan najis, tetapi mau berkorban untuk Tuhan dan bisa dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.
        Akhan mencuri milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Akhan tidak berkorban malah mencuri. Akibatnya adalah masuk lembah kesukaran, justru mempersulit pembangunan tubuh Kristus. Akhirnya, Akhan benar-benar hancur dan binasa sekeluarga.

        Tuntunan Tuhan yang terakhir adalah sampai kita masuk kandang Yerusalem Baru di mana tidak ada air mata lagi.

    2. Tahun pembebasan.
      Imamat 25:8-10,23-24,28
      25:8 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
      25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
      25:10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
      25:23 “Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.
      25:24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah.
      25:28 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya.”

      Semua yang sudah dijual akan dibebaskan dengan cuma-cuma. Apa yang sudah hilang harus dikembalikan kembali. Kita mengalami pembebasan dari beban-beban.

      Roma 3:23
      3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

      Manusia sudah kehilangan damai sejahtera karena berbuat dosa. Manusia telanjang dan dikuasai antikris.
      Kalau mempertahankan yang tidak benar, maka akan menjadi tahun kutukan. Tetapi kalau mau kembali hidup dalam kebenaran dan kesucian, maka akan menjadi tahun pembebasan.

      Roma 8:23
      8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

      Kalau mau mengalami tahun pembebasan, maka kita harus bebas dari daging, artinya mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani.

      Efesus 4:24-32, 5:1-2
      4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
      4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
      4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
      4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
      4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
      4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
      4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
      4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
      4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
      5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
      5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

      Kita harus mengalami keubahan:
      • Dalam perkataan, menjadi perkataan yang benar dan baik.
      • Jangan sampai marah tanpa kasih. Boleh marah untuk menolong. 
      • Jangan memberi kesempatan pada iblis, jangan berbuat dosa.
      • Jangan mencuri.
      • Jangan mendukakan Roh Kudus, 
      • Saling mengampuni.
      • Taat dengar-dengaran. 
      Pembaharuan ini bagaikan asap berbau harum yang naik, maka Tuhan akan turun mengadakan pembebasan bagi kita.

      Hasilnya:
      • Kita dibebaskan dari kutukan dan hukuman. Kita hidup dalam suasana berkat Tuhan.
        Kejadian 8:20-22
        8:20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
        8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
        8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

      • Kita dibebaskan dari setan tritunggal yang adalah sumber masalah, sumber air mata, kesedihan, penderitaan, ketakutan, stres. Kita bisa bersuasana damai sejahtera.
        Filipi 2:8-11
        2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
        2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
        2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
        2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

      • Kita dibebaskan dari kiamat di bumi saat Tuhan datang kedua kali. Kita terangkat ke awan-awan yang permai saat kedatangan Tuhan kedua kali. 
        Wahyu 8:4
        8:4 Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 April 2019 (Rabu Sore)
    ... memasukkan ajaran palsu sedikit demi sedikit sampai tidak terasa lagi padahal sebenarnya ia sudah jauh menyimpang--seperti diracun. Inilah tugas gembala. Hanya seorang gembala yang diurapi Roh Kudus yang memiliki karunia untuk membedakan menimbang roh yaitu bisa dengan tegas membedakan pengajaran yang benar dan tidak benar tidak boleh tercampur sedikitpun Kita harus ...
  • Ibadah Doa Malang, 07 Juli 2009 (Selasa Sore)
    ... Tuhan tetapi tidak memuaskan Tuhan tidak berkenan kepada Tuhan. Akibatnya adalah kering rohaninya hidup dalam kutukan sampai kebinasaan. Mengapa pohon ara sudah berdaun tetapi tidak berbuah Sebab tertanam di pinggir jalan tidak tergembala artinya beredar-edar tidak tekun dalam penggembalaan tidak taat tidak dengar-dengaran pada suara gembala lebih banyak mendengar suara asing. Seharusnya ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 18 April 2010 (Minggu Sore)
    ... artinya mendengar Firman dengan sungguh-sungguh sampai bisa menikmati Firman. Yudas adalah kehidupan yang menolak suara Mempelai. Ibrani - Firman mempelai itu sama dengan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata . Kalau kita mendengar Firman ini maka kita akan mengalami penyucian. Matius hal dalam hati yang harus disucikan. Setelah hati ...
  • Ibadah Raya Malang, 21 April 2013 (Minggu Pagi)
    ... telah dikhususkan ada di atas kepalanya Akulah TUHAN. Supaya kehidupan kita selalu dalam urapan Roh Kudus maka kita harus selalu berada dalam kandang penggembalaan Ruangan Suci yaitu ketekunan dalam macam ibadah pokok. Pelita Emas ketekunan dalam Ibadah Raya. Meja Roti Sajian ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Medzbah Dupa Emas ketekunan dalam ...
  • Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 16 Oktober 2014 (Kamis Pagi)
    ... keji orang-orang pembunuh orang-orang sundal tukang-tukang sihir penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang inilah kematian yang kedua. Dusta adalah penutup dosa. Kalau ada dusta berarti ada tujuh dosa yang lain. Kalau sudah tidak ada dusta berarti tujuh ...
  • Ibadah Raya Malang, 05 Juni 2016 (Minggu Pagi)
    ... kita Yang Mahakuasa telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai dan memuliakan Dia Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantin-Nya telah siap sedia. Yesus adalah Kepala Suami Mempelai Pria Sorga. Kita adalah tubuh istri mempelai wanita Sorga. Hubungan Kepala dengan tubuh tidak bisa dipisahkan selamanya. Pengertian rohani jubah Tuhan adalah ...
  • Ibadah Doa Malang, 30 Juli 2020 (Kamis Sore)
    ... tersungkur. Biarlah kekuatan dari firman pengajaran yang benar yang diulang-ulang sanggup membawa kita pada suasana kerajaan Sorga di bumi yaitu kita bisa menyembah Tuhan dengan hancur hati. Wahyu - . Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga katanya Haleluya Keselamatan dan kemuliaan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 25 November 2015 (Rabu Sore)
    ... kesucian oleh pekerjaan pisau--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Jadi perhatikan kesucian untuk bisa duduk bersanding dengan TUHAN Apa yang disucikan ayat 'Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya' penyucian tentang keinginan jahat keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah. Kikir gt tidak bisa memberi bagi pekerjaan TUHAN dan sesama ...
  • Ibadah Doa Malang, 03 Desember 2020 (Kamis Sore)
    ... roh dusta. Ajaran sesat adalah Alkitab yang diputarbalikkan atau ditafsirkan menurut kehendak dan logika manusia sama dengan Alkitab ditambah dan dikurangi menurut kehendak dan kepentingan diri sendiri. Yesaya - . Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau. . Sebab itu Tuhan tidak bersukacita karena ...
  • Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 02 April 2016 (Sabtu Sore)
    ... berhenti berbuat dosa stop dosa mati terhadap dosa. Maka kita akan mengalami kebangkitan bersama Yesus yaitu hidup benar suci sampai sempurna dipermuliakan bersama Yesus mulai di dunia ini sampai kemuliaan kekal. Kita merayakan paskah artinya merayakan kebangkitan Yesus supaya kita mengalami kuasa kebangkitan Yesus. Yohanes - Ketika hari sudah malam pada hari ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.