Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 15: 11-32=> perumpamaan tentang anak yang hilang.
15:32.Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah matidan menjadi hidupkembali, ia telah hilangdan didapatkembali."

Ini adalah rumus supaya tidak terhilang, yaitu setiap kehidupan yang berada di ladang Bapa--imam/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan--harus mengalami pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus--memikul salib--('adikmu telah matidan menjadi hidupkembali'). Kita tidak akan pernah hilang, malah dipermuliakan. Jangan takut sengsara karena Yesus! (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 18 Juli 2020).

Malam ini kita belajar: 'ia telah hilangdan didapatkembali'.
Imamat 25: 8-10
25:8.Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
25:9.Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
25:10.Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

Kitab imamat bicara tentang imam-imam, dan Tuhan memberikan ketetapan tentang tahun Yobel/tahun kelimapuluh, di mana semua yang sudah hilang ditemukan kembali lewat bunyi sangkakala. Imam yang hilang bisa ditemukan lewat bunyi sangkakala.

Jadi, kehidupan yang berada di ladang Bapa harus mendengar dan dengar-dengaran pada bunyi sangkakala yang keras dan diulang-ulang(firman pengajaran yang benar, keras, dan diulang-ulang oleh seorang gembala; sama dengan firman penggembalaan), supaya tidak terhilang.
Seorang imam, apapun jabatannya harus tergembala dengan benar dan baik, supaya tidak terhilang.

Tergembala dengan benar dan baik, artinya:

  1. Berada di kandang, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

    1. Ibadah umum.
    2. Ibadah pendalaman alkitab.
    3. ibadah doa.

  2. Makan firman penggembalaan/bunyi sangkakala. Tugas domba hanya makan.

Semua aspek kehidupan dari domba-domba--imam-imam--sudah tercakup dalam kandang dan makanan firman.
Jadi, tergembala itu bukan soal melayani atau tidak, tetapi bisa makan atau tidak.

Apa yang sudah hilang dari seorang imam?

  1. Roma 3: 23
    3:23.Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

    Yang pertama: kehilangan pakaian kemuliaan, berarti termasuk pakaian kesucian--pakaian pelayanan--dan kebenaran/keselamatan.

    Kalau kehilangan pakaian berarti telanjang, seperti Adam dan Hawa.
    Telanjang artinya berbuat dosa mulai dari tidak taat, berdusta, sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (nikah yang salah: kawin lari, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan)--sudah berada di ladang babi seperti si bungsu.

    Dosa kawin mengawinkan berasal dari tidak ada kesetiaan dan kesucian.

  2. Yang kedua: kehilangan Firdaus; kehilangan damai sejahtera, sehingga merasa letih lesu, beban berat, susah payah, takut, stres, iri hati, kebencian tanpa alasan, kekuatiran, kepahitan.

Telanjang ditambah dengan tidak ada damai sejahtera sama dengan terpisah dari Tuhan. Jika dibiarkan terus, akan terpisah selamanya dari Tuhan.
Artinya: ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai; tidak bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba (nikah sempurna), kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru, rumah Bapa, berarti binasa selamanya di neraka.

Inilah kehilangan pada seorang imam.

Jalan keluarsupaya kita bisa menyatu dengan Tuhan; selalu berada di ladang Tuhan; tidak kehilangan pakaian tetapi beribadah melayani Tuhan sampai kembali ke Firdaus dan masuk Yerusalem baru, tidak terpisah lagi dengan Tuhan selamanya:

  1. 1 Yohanes 4: 10
    4:10.Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

    Jalan keluar yang pertama: Yesussatu-satunya manusia yang tidak berdosa harus datang ke dunia untuk mati di kayu salib dan menjadi korban pendamaian bagi dosa-dosa manusia.

    Apa kaitannya dengan bunyi sangkakala?Bunyi sangkakala selalu menunjuk dosa-dosa dengan semakin jelas dan dalam, sampai tidak ada yang tersembunyi sehingga kita sadar akan dosa, menyesali dan berdamai dengan Tuhan dan sesama.
    Jadi, bunyi sangkakala mendorong kita untuk berdamai dengan Yesus.

    Jangan sampai imam-imam saling membenci, tidak saling menyapa, apalagi satu penggembalaan. Ngeri sekali, itu artinya bunyi sangkakala hanya lewat saja, tidak dimakan. Ikuti bunyi sangkakala! Itu yang mendorong kita untuk bisa berdamai.
    Artinya:

    • Kalau salah, kita mengaku kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    • Kalau benar, kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    Hasilnya: darah Yesus menghapus dosa-dosa kita, sehingga kita bisa bertobat dan hidup benar; kita menerima kembali pakaian kebenaran/keselamatan. Yesus mati terkutuk di kayu salib dan Dia ditelanjangi untuk memberikan pakaian kebenaran kepada kita, setelah itu memberikan pakaian kesucian/pelayanan--kita menjadi senjata kebenaran.

    Kalau hidup benar dan suci, kita akan mengalami damai sejahtera.
    Yesaya 32: 17
    32:17.Di mana ada kebenarandi situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaranialah ketenangandan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Coba periksa, kalau di tempat kerja kita tidak damai, berarti ada yang tidak benar. Jangan diteruskan!
    Pertahankan pakaian kebenaran dan pakaian pelayanan!

    Jadi, bunyi sangkakala itu mengembalikan apa yang sudah hilang. Itu pentingnya sangkakala. Malam ini, apapun keadaan kita, masih ada bunyi sangkakala untuk bisa ditemukan kembali. Kembali pada yang benar, pasti ada hati damai.

  2. 1 Petrus 4: 7
    4:7.Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimudan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

    Sudah kembali benar dan setia, masih harus hati-hati.

    Jalan keluar yang kedua: menguasai dirisupaya tetap tenang, benar, dan suci. Jangan kembali lagi seperti dulu!

    Apa kaitannya dengan bunyi sangkakala?
    Bunyi sangkakala sanggup untuk membendung daging yang liar--musuh dari dalam--yang dikuasai oleh ambisi, hawa nafsu, keinginan daging sehingga daging tidak bersuara lagi, dan kita menjadi tenang/damai.
    Yang sering mengganggu adalah keinginan daging, sehingga tidak tenang dan bisa kembali telanjang.

    Praktikmenguasai diri:

    • Roma 12: 3
      12:3.Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai dirimenurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

      Praktik pertama: memiliki pikiran sederhana seperti Yesus; pikiran iman, artinya:

      1. Jangan berambisi sampai menghalalkan segala cara sampai berbuat dosa dan puncaknya dosa.
      2. Jangan menuntut tetapi berpadan pada apa yang ada, sehingga selalu mengucap syukur.
      3. Tidak memaksakan kehendak sendiri tetapi menerima kehendak Tuhan sekalipun bertentangan dengan keinginan daging.
        Ini sama dengan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, sehingga kita bisa tenang.

      Taat, itulah pikiran sederhana dari Yesus.

    • Titus 2: 6-7
      2:6.Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diridalam segala hal
      2:7.dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

      Praktik kedua: jujursoal pengajaran yang benar, setelah itu sesuaikan semua dengan pengajaran yang benar.
      Kalau sudah jujur soal pengajaran, kita bisa jujur dalam segala hal.

      Jangan menipu orang tua, dalam pergaulan! Nanti bunyi sangkakala selain menampilkan Yesus, juga hukuman. Jangan main-main! Kalau menolak bunyi sangkakala, pasti kena hukuman.

    Taat dan jujur sama dengan menjadi teladan. Kalau tidak jujur dan taat, sekalipun hebat, ia sedang turun.

    Taat dan jujur sama dengan menjadi rumah doa. Kalau doa belum dijawab, kita harus menguasai diri untuk sabardalam pencobaan dan penderitaan--tidak bersungut, kecewa, dan tinggalkan Tuhan tetapi tetap setia--, dan sabarmenunggu waktu Tuhan--jangan mengambil jalan sendiri di luar firman.

    Kita hanya berseru dan berserah kepada Tuhan; menyembah dengan hancur hati; mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita semua.

    Hasilnya:

    • Yakobus 5: 10-11
      5:10.Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
      5:11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang
      ketekunanAyub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

      'ketekunan'= setia.

      Hasil pertama: menerima berkatjasmani dan rohani, berkat pertolongan Tuhan pada waktunya. Dia akan selesaikan semua masalah yang mustahil.

    • 1 Petrus 5: 5-6
      5:5.Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklahkepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6.Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Kalau tidak taat, jujur, dan sabar, itu sama dengan sombong.
      Jujur, taat, dan sabar sama dengan merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat.

      Hasil kedua: Tuhan meninggikan kita, artinya Tuhan memakai kita dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai akhirnya mengubahkan kita untuk jadi sama sempurna dengan Dia. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang). Apa yang hilang ditemukan kembali, sampai masuk rumah Bapa.

Kita hanya domba sembelihan, tidak bisa apa-apa. Kita tetap berusaha, tetapi semuanya terbatas. Begitu kita merendahkan diri, tangan Tuhan yang kuat akan menolong dan memberkati kita.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 14 November 2021 (Minggu Pagi)
    ... Injil tentang kemuliaan Kristus firman pengajaran benar yang menyucikan orang yang sudah selamat sampai sempurna dan hidup kekal. Prakteknya adalah Kehidupan yang tidak takut akan Tuhan berbuat dosa termasuk dosa dusta. Kehidupan yang tidak memuliakan Tuhan tetapi memilukan Tuhan yaitu tidak mau beribadah dan melayani Tuhan mencuri milik Tuhan. Kehidupan yang tidak ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 13 Maret 2011 (Minggu Sore)
    ... Inilah hubungan tubuh dengan Kepala. Hubungan tubuh dengan Kepala yang paling erat adalah leher diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya Maret . Malam ini kita mempelajari praktik menempatkan Yesus sebagai Kepala yaitu Matius . Yesus berkata kepadanya Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2011 (Selasa Sore)
    ... hidupnya. Yohanes - . Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda ada lima serambinya . dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit orang-orang buta orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh yang menantikan goncangan air kolam itu. 'Betesda' rumah kemurahan dimana Yesus lahir di ...
  • Ibadah Doa Malang, 04 Juni 2019 (Selasa Siang)
    ... menjadi tanda yang nyata yaitu bisa dilihat dan bisa didengar dalam setiap kehidupan kita. Ada tanda Paskah Tanda pada tangan. Artinya pertobatan dalam perbuatan tingkah laku. Tanda pada dahi. Artinya pertobatan dalam pikiran hati. Tanda pada bibir. Artinya pertobatan dalam perkataan sehingga di bibir mulut ada firman pengajaran yang benar. Maleakhi Sebab ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Oktober 2020 (Sabtu Sore)
    ... benar. Lukas . Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. . Jadi jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya Kalau daging dirobek ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Januari 2018 (Jumat Sore)
    ... ruangan maha suci--pembentukan tubuh Kristus-- Keluaran . Haruslah engkau membuat untuk Kemah Suci papan dari kayu penaga yang berdiri tegak . Dan haruslah kaubuat empat puluh alas perak di bawah kedua puluh papan itu dua alas di bawah satu papan untuk kedua pasaknya dan seterusnya dua alas di bawah setiap ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 April 2010 (Kamis Sore)
    ... kemuliaan sebagai Raja segala raja sebagai Mempelai Laki-laki Sorga untuk menyucikan dan menyempurnakan gereja Tuhan menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. Karena memberitakan kedatangan Yesus kedua kali sebagai Mempelai Laki-laki Sorga maka disebut juga Kabar Mempelai. Kabar Mempelai ini bukan milik pribadi atau milik satu organisasi gereja ...
  • Ibadah Doa Malang, 29 April 2014 (Selasa Sore)
    ... ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo Mengikut Tuhan jangan untuk melihat tanda jasmani tetapi tanda rohani yaitu tanda nabi Yunus tanda kematian dan kebangkitan tanda pembaharuan. Pembaharuan oleh Roh Kudus. Titus pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita bukan karena perbuatan baik ...
  • Ibadah Raya Malang, 08 Januari 2017 (Minggu Pagi)
    ... Tuhan harus mengarah pada kegiatan takhta Sorga yaitu kegiatan penyucian. Wahyu Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam Kudus kudus kuduslah Tuhan Allah Yang Mahakuasa yang sudah ada dan yang ada dan yang ...
  • Ibadah Raya Malang, 27 Mei 2018 (Minggu Pagi)
    ... tidak bercacat cela sempurna seperti Dia. Jika Yesus datang kedua kali kita diubahkan menjadi tubuh Kristus yang sempurna masuk takhta Sorga kandang penggembalaan terakhir selama-lamanya. Tuhan memberkati. IBADAH RAYA Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Wahyu Kemudian dari pada itu aku melihat sesungguhnya suatu kumpulan besar orang ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.