English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007)
Tayang: 16 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007)
Tayang: 03 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 07 Oktober 2007)
Tayang: 15 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 29 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 21 Oktober 2007)
Tayang: 28 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 06 April 2008)
Tayang: 08 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Desember 2007)
Tayang: 20 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Maret 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu, 11 Mei 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 Mei 2008

Matius 24 bicara 7 nubuat kedatangan Tuhan kedua kali. Sekarang kita sampai pada bagian yang ke-4 yaitu nubuat tentang antikris.
Ayat 15 bicara tentang penampilan antikris sebagai pembinasa keji yang memburu bahkan membinasakan anak-anak Tuhan.
Ayat 16-18 bicara tentang sikap kita terhadap antikris: menyingkir, sampai penyingkiran besar-besar dengan 2 sayap burung nazar menuju padang gurun, tidak masuk aniaya antikris, mengalami pemeliharaan Tuhan.
Ayat 19 bicara kehidupan yang masuk dalam aniaya antikris.

Matius 24:19
24:19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

  1. Ibu hamil
    1. Kehidupan yang mengandung sesuatu yang baik tetapi tidak pernah dilakukan. Itu dosa.
    2. Kehidupan yang berbuat dosa
      Biarlah hari-hari ini kita mengandung firman, kasih dan Roh Allah seperti Musa, Elia dan Henokh.
  2. Ibu yang menyusui bayi, yaitu gereja Tuhan/ anak-anak Tuhan yang memiliki kualitas seperti bayi/ anak kecil.

Ad.2 Ibu yang menyusui
Ada 2 hal yang menyebabkan anak Tuhan menjadi seperti anak kecil:

  1. Lamban dalam pertumbuhan
    Ibrani 5:11-13

    5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
    5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
    5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

    Yaitu lamban dalam mendengarkan firman, sekalipun sudah lama mengikut Tuhan tetapi tidak mau mendengar firman pengajaran, hanya suka susu/ firman penginjilan.
    Ada 2 macam makanan rohani:
    1. Susu (firman penginjilan), memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk menebus dosa, untuk membawa orang berdosa percaya Yesus dan diselamatkan.
    2. Makanan keras yaitu firman pengajaran, memberitakan kedatangan Yesus kedua kali sebagai raja diatas segala raja untuk menyucikan dan mendewasakan gereja Tuhan sampai taraf kesempurnaan, tiada bercacat cela seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Tuhan, siap untuk menyambut kedatangan Yesus sebagai mempelai pria Surga, masuk pesta nikah anak domba Allah.
      Hati-hati: yang terdahulu bisa menjadi yang terakhir.
    Jika gereja Tuhan hanya menerima firman penginjilan saja tanpa firman pengajaran maka gereja Tuhan berkualitas rohani seperti anak kecil, tidak dewasa, akibatnya masuk aniaya antikris, bahkan ketinggalan saat Yesus datang kedua kali. Berarti masuk dalam kebinasaan.
    Jadi baik firman penginjilan maupun firman pengajaran sama-sama penting.
    Itu sebabnya Yesus memberikan teladan: memberitakan injil di desa dan kota, sambil mengajarkan firman pengajaran di Bait Allah.
    Lukas 8:1
    8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
    Yesus memberi teladan dalam mengajarkan firman: baik di desa maupun di kota. Dua macam pemberitaan firman, tidak tergantung di desa, di kota, tingkat sosial, dsb tapi bergantung pada urapan Roh Kudus. Pemberitaan firman dalam urapan Roh kudus, tidak bisa dibatasi oleh apapun.
    Matius 28:19-20
    28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
    28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Hal ini juga diteguhkan saat kenaikan Tuhan ke Surga lewat Amanat Agung supaya gereja Tuhan memberitakan firman penginjilan dan firman pengajaran sebagai makanan sidang jemaat.
    Oleh sebab itu, yang sudah lama dalam firman penginjilan harus meningkat mendengar firman pengajaran (makanan keras).
    Yohanes 6:60, 66
    6:60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

    Hati-hati dalam pemberitaan firman ada yang terdahulu menjadi yang terakhir dan ada yang terakhir menjadi yang terdahulu. Artinya orang yang baru mendengar firman pengajaran menjadi berkobar-kobar. Tetapi ada orang yang sudah lama dalam firman pengajaran malah menolak, besungut-sungut sampai mengundurkan diri dari pengajaran yang benar = tidak mengikut Yesus lagi. Kehidupan tersebut lebih suka firman/ dongeng yang menyukakan daging, mengikut guru-guru palsu dan mengikut dunia, binasa selamanya.
  2. Tanpa Roh kudus
    Galatia 4:1-6

    4:1. Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
    4:2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
    4:3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
    4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
    4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
    4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Kualitas belum akil balik = belum dewasa, tanpa Roh Kudus = hamba/ budak.
    Prakteknya: takluk/ diikat roh-roh dunia, kedagingan, terikat dosa. Kehidupan yang diperhamba oleh dunia dengan segala keinginannya, diperhamba daging dengan segala hawa nafsu dan diperhamba dosa sehingga tidak bisa menikmati hak waris bahkan kehilangan hak waris kerajaan Surga.
    Kualitas dewasa adalah kehidupan yang berhak atas janji Allah yaitu Roh Kudus. Gereja Tuhan perlu Roh Kudus supaya berhak atas janji-janji Allah. Oleh sebab itu Yesus mau mati (pergi), bangkit dan naik ke surga untuk mencurahkan Roh Kudus bagi gereja Tuhan.
    Yohanes 16:7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
    Kisah Rasul 1:4-5, 9
    1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
    1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
    1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

    Saat Yesus naik ke Surga Yesus juga memberikan amanat agung tentang Roh kudus: supaya kita menantikan janji Allah.
    Dulu murid-murid diberi amanat supaya tidak boleh meninggalkan Yerusalem untuk menanti janji Allah. Sekarang bagi kita bicara supaya kita tetap hidup damai sejahtera untuk menantikan janji Roh Kudus. Jadi Roh Kudus dapat dicurahkan pada hati yang damai. Tidak boleh ada pahit hati, kuatir, takut. Jika ada kepahitan maka Roh Kudus pergi. Oleh sebab itu jika ada sesuatu kepahitan pada sesama harus segera diselesaikan. Jika hati damai maka Roh Kudus akan dicurahkan pada kita.

Dulu janji ini dicurahkan untuk murid-murid Yesus saja, tapi sekarang janji ini juga diberikan pada bangsa kafir.

Kisah Rasul 19:1-6
19:1. Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
19:2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
19:3 Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
19:4 Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Ada 3 macam baptisan:

  1. Baptisan darah: percaya dan bertobat, mati terhadap dosa. Diselimuti darah Yesus sehingga hati tidak tertuduh lagi.
  2. Baptisan air yaitu kita dikuburkan bersama Yesus sehingga menjadi satu dalam kematian sehingga bisa bangkit dalam hidup baru bahkan satu dalam kemuliaan.
    Oleh sebab itu maka orang mati harus dikubur.
    Roma 6:2, 4
    6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Jika satu dalam kemuliaan maka kita masuk kesatuan tubuh dengan kepala, kesatuan dalam nikah yang rohani, masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Itu sebabnya nikah harus satu baptisan supaya bisa mencapai pesta nikah yang rohani.
    Bahtera Nuh merupakan kiasan dari baptisan air. Jika belajar dari bahtera Nuh maka sampai anak-anak harus satu baptisan. Jika satu baptisan maka bisa satu penggembalaan. Ini yang menyatukan nikah. Perhatikan yang jasmani antara suami-istri berbeda, baik kesukaan, dsb. Jika yang jasmani beda, masih ditambah yang rohani beda, maka nikah tersebut tidak mungkin satu. Bahkan jangan harap nikah tersebut bisa menyatu. Tapi jika yang jasmani beda tapi yang rohani sama maka ada kesatuan nikah. Oleh sebab itu kita harus bergumul supaya satu dalam baptisan.
  3. Baptisan Roh Kudus = kepenuhan Roh Kudus
    Ditandai dengan bahasa lidah. Roh Kudus bekerja lewat perut hati sampai ke mulut. Salah satu tandanya adalah bisa berbahasa roh sesuai yang diberikan/ diajarkan Roh Kudus. Sesudah itu harus selalu meluap-luap dalam Roh Kudus. Perhatikan: daging makin hari bertambah besar, bertambah kuat, demikian juga keinginan dan hawa nafsu. Oleh sebab itu harus bertambah-tambah dalam Roh Kudus supaya tidak statis. Lima gadis yang bodoh memiliki minyak tapi tidak memiliki persediaan minyak. 5 gadis pandai sudah punya minyak tapi masih membawa buli-buli/ persediaan minyak sehingga bisa meluap-luap dalam Roh Kudus.

Roh Kudus meluap-luap untuk menghentikan pengaruh perbudakan dosa, daging dan dunia. Kedewasaan rohani diukur dari lidah, kata-kata yang keluar dari mulut, tidak lagi sembarangan berbicara. Biarlah setiap perkataan kita dikuasai Roh Kudus.
Hasilnya:

  1. Kita bisa bersaksi
    Kisah Rasul 1:8
    1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
    Ada 3 macam kesaksian:
    1. Bersaksi tentang kedatangan Yesus pertama kali yang mati di kayu salib untuk menebus, menyelamatkan orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan. Sasarannya: orang yang belum percaya Yesus. Ini menambah kuantitas/ jumlah anggota tubuh Kristus sesuai yang ditetapkan Tuhan.
    2. Bersaksi tentang kedatangan Yesus kedua kali, memberitakan firman pengajaran.
      Sasarannya: kehidupan Kristen yang sudah selamat untuk ditingkatkan rohaninya. Ini untuk menambah kualitas dari tubuh Kristus. Tuhan mau memakai keledai muda: orang yang muda usia maupun kehidupan yang berkobar-kobar dalam firman pengajaran mempelai. Kegerakan ini adalah kegerakan iman yaitu lebih bahagia memberi daripada menerima.
      Markus 11:8
      11:8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.
      Mulai dari perpuluhan: mengembalikan milik Tuhan. Perpuluhan belum bisa dikatakan memberi sebab perpuluhan adalah mengembalikan milik Tuhan, bukan mempersembahkan milik kita. Persembahan khusus yaitu memberi untuk pembangunan tubuh Kristus. Jangan takut, Tuhan tidak menipu kita karena Tuhan sudah menyediakan mahkota bagi kita.
      Wahyu 6:1-2
      6:1. Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
      6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

      Wahyu 19:11-12
      19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
      19:12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

      Sampai kita mendapat banyak mahkota, kemenangan demi kemenangan sampai menerima mahkota kemuliaan untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
    3. Bersaksi untuk menghadapi kebencian-kebencian, sampai kebencian tanpa alasan.
      Sikap kita jangan membalas/ melawan.
      Yohanes 16:4
      16:4 Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu." (16-4b) "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,
      Bahkan menghadapi kebencian masa pra-aniaya antikris. Ada Roh Kudus menolong kita.
  2. Bisa menyembah, mulut berkata ”Ya Abba, ya Bapa.”
    Markus 14:36
    14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
    Artinya: penyembahan sampai memenuhi ukuran yaitu daging tak bersuara lagi.
    Prakteknya:
    1. kita bisa menyerahkan kehendak diri, menyerahkan kepentingan diri sendiri/ kebenaran diri sendiri.
    2. Taat dengar-dengaran apapun resikonya.

Hasilnya: ada mujizat, kuasa menghapus kemustahilan [Markus 14:36]
“.. "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu,..”
Secara rohani kita dibaharui sampai suatu waktu menjadi sama mulia dengan Yesus. Dulu sudah pernah terjadi Allah lahir sebagai manusia. Nanti manusia akan diubahkan menjadi sama dengan Allah.
Mujizat secara jasmani, Roh Kudus menolong kita menghapus segala kemustahilan. Mungkin saat ini kita lemah, seperti sumbu yang patah. Tapi jika Roh kudus menyentuh kita maka kita bisa tegak lagi. Ada kuasa menghapus kemustahilan sampai saat Tuhan datang kedua kali, kita bersama-sama dengan Tuhan selama-lamanya. Tuhan memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top