English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 24 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 Oktober 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Maret 2008)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Juli 2014)
Tayang: 17 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 November 2013)
Tayang: 20 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 07 Oktober 2007)
Tayang: 01 Maret 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 April 2014)
Tayang: 13 Agustuas 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Maret 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 Desember 2013)
Tayang: 08 Juli 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 01 Juli 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 03 Juni 2008

Kita masih akan membaca srt Yudas 1 : 12 >>> gereja daging.
Srt Yudas di dalam susunan tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba. Istilah tudung ini menunjukkan perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar/gandum dan sekaligus pemisahan dengan gereja yang palsu/ilalang. Bagaikan gandum yang dipisahkan dari ilalang >>> gandum akan dimasukkan ke dalam lumbung sedangkan ilalang akan dibakar habis/kebinasaan.

Salah satu bentuk dari gereja palsu yang dimulai di ay 8 itulah gereja daging. Kita melihat tandanya dengan membaca Yudas 1 : 12, Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.
Jadi tanda dari gereja daging selanjutnya adalah seperti awan yang tak berair yang berlalu ditiup angin.

Kita membandingkan dengan ktb Ayub 37 : 11, Awanpun dimuati-Nya dengan air, dan awan memencarkan kilat-Nya, >>> ini adalah gereja yang benar yang dimuati-Nya dengan air. Tentu kita mengetahui bahwa awan-awan di angkasa itu berisi air dan itu adalah air hujan.

Di dalam Ulangan 32, air hujan itu adalah Firman pengajaran yang benar >>> Ulangan 32 : 2, Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.
Jadi di sini jelas, bahwa air hujan itu adalah air Firman pengajaran yang benar bagaikan awan yang dimuati oleh TUHAN, diisi oleh TUHAN dengan air hujan/Firman pengajaran. sedangkan gereja daging ini bagaikan awan yang tidak berair/kering karena tidak mau diisi dengan Firman pengajaran yang benar/menolak Firman pengajaran yang benar. Sehingga kalau awan itu kosong maka akan mudah ditiup angin/lenyap ditiup angin = berlalu/tidak ada bekasnya lagi = binasa/sampai pada kebinasaan.

Ada dua macam angin yang meniup yaitu:

  1. Markus 4 : 37, Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
    Angin pertama adalah angin pencobaan, itu sebabnya kalau gereja tidak mau diisi dengan Firman pengajaran, maka akan ditiup oleh angin sampai lenyap/binasa. Kalau diibaratkan dunia ini adalah lautan, maka angin pencobaan itu menimbulkan gelombang yang dahsyat sehingga perahu/kehidupan yang tidak mau diisi dengan Firman pengajaran itu mulai dipenuhi dengan air. Air di sini adalah air masalah yang datang silih berganti. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab di saat Firman pengajaran yang benar itu diberitakan dan kita merasa bosan sehingga kita mengomel maka kita akan menjadi kering dan kosong >>> di saat inilah datang angin pencobaan yang membawa air masalah yang tidak pernah selesai bahkan menenggelamkan kehidupan itu. Istilah tenggelam = gugur dari iman dan akan binasa. Kita jangan main-main jika mendapat kesempatan untuk diisi dengan air Firman pengajaran, kalau diabaikan bagaikan awan yang kosong yang akan diisi dengan air yang lain yang berasal dari dunia yaitu air masalah.
    Mari kita koreksi kehidupan kita ini, kalau mengalami banyak masalah berarti hidup kita ini kosong dari Firman pengajaran yang benar/air hujan Firman pengajaran. Kalau awan itu sudah diisi dengan air hujan Firman pengajaran, maka air yang lain itu tidak dapat masuk.
  2. Kalau kehidupan kita ini kosong dari Firman pengajaran yang benar/makanan yang keras, maka akan diombang-ambingkan oleh angin pengajaran yang palsu.
    Efesus 4 : 14, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
    Jika gereja TUHAN menolak/tidak mau diisi dengan Firman pengajaran yang benar/makanan keras, maka kerohanian mereka tidak dapat bertumbuh/tetap kerdil seperti anak-anak. Bukannya Firman penginjilan itu tidak penting tetapi sangat penting tetapi harus melihat situasi dan kondisinya yaitu bagi jiwa yang belum percaya kepada YESUS, maka Firman penginjilan itu penting atau bagi jiwa yang baru percaya, maka mereka memang membutuhkan susu. Tetapi bagi jiwa yang lama, kalau tidak ada makanan yang keras/tidak diisi dengan makanan keras/menolak makanan keras, maka pertumbuhan rohaninya akan terganggu karena tetap kerdil sekalipun usianya mungkin sudah duapuluh tahun. Anak-anak yang tidak memiliki pendirian akan mudah disesatkan oleh angin pengajaran-pengajaran palsu sehingga mengakibatkan ia gugur dari iman/gugur dari pengajaran Firman yang benar = kebinasaan seperti awan yang berlalu tanpa bekas karena ditiup oleh angin.

Di dalam srt 1 Timotius 4, rasul Paulus sudah mengingatkan. Itu sebabnya biarlah kita mohon agar kita selalu hidup di dalam urapan Roh.Kudus agar kita memiliki ketegasan menghadapi angin pengajaran palsu >>> 1 Timotius 4 : 1, 2,
1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

Kalau kita hidup di dalam urapan dari Roh.Kudus, maka kita akan memiliki sifat yang tegas dalam menghadapi pengajaran palsu.
Ada ketegasan terhadap makanan yang rohani/Firman pengajaran yang benar, artinya:

  • berpegang teguh pada satu Firman pengajaran yang benar yang sudah menjadi pengalaman hidup kita.
  • menolak dengan tegas ajaran-ajaran yang lain yang tidak sesuai dengan ajaran yang kita pegang.

Kalau kita tidak tegas terhadap ajaran yang lain dengan selalu memberi kesempatan untuk kita dengar, maka di saat kita memberi reaksi, maka itu sama dengan kita diberi cap di dalam hati nurani oleh pengajaran yang sesat itu. Tadi saya membaca dan membaca, maka TUHAN memberi pengertian bahwa kalau kita waktu mendengarkan Firman pengajaran yang benar dan reaksi kita itu positif, maka kita diberi cap oleh Firman pengajaran yang benar itu. Tetapi kalau kita memberi reaksi terhadap pengajaran yang lain/yang palsu, maka itu adalah awal dari kita diberi cap sehingga hati kita menjadi keras, semakin kita diberi cap, semakin keras hati itu sehingga kita akan menolak Firman pengajaran yang benar. Ini adalah hal yang serius.

Sebagai contoh: ada seseorang yang dekat dengan saya dan ia sangat senang/antusias dengan Firman pengajaran. Jarak jauh ia tempuh untuk mendengarkan Firman pengajaran. Satu waktu ia diundang oleh pimpinannya untuk datang kepersekutuan, kemudian ia bercerita kepada saya dan mengejek persekutuan itu sambil tertawa. Saya katakan kepadanya agar jangan datang pada persekutuan itu tetapi ia katakan bahwa ia dapat mengatasi hal itu dan juga karena ia menghargai undangan pimpinannya itu. Sekarang ia berada di sana dan hubungan kita menjadi renggang, padahal dulunya ia sangat dekat dengan saya. Saya berusaha dengan memberikan v.c.d tetapi ia hanya tertawa. Saya berdoa baginya pagi, siang dan malam dihari-hari ini, sebab ia sangat dekat dengan saya. Ini adalah hal yang sungguh-sungguh serius dan saya belajar dari pengalaman pribadi dan saya berikan kepada sidang jemaat yaitu di saat kita memberi reaksi, maka itu berarti kita sudah diberi cap sehingga satu waktu kita akan menolak Firman pengajaran yang benar karena hati kita sudah menjadi keras.

Mari! sesuai dengan kerinduan Hati TUHAN supaya kita diisi dengan Firman pengajaran yang benar.

Sekarang proses pengisian awan dengan air hujan/pengajaran yang benar yaitu:

  1. Roma 10 : 17, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Mendengar Firman Kristus/mendengar Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh.Kudus.
    Jika kita mendengarkan Firman di dalam urapan Roh.Kudus, maka hasilnya adalah:
    • kita dapat mendengarkan Firman dengan satu kebutuhan sehingga kita tidak akan pernah merasa bosan mendengarkan Firman.
    • kita dapat mendengarkan Firman dengan rendah hati sehingga selalu
    • menghargai Firman. Seperti perempuan Kanaan yang dikatakan oleh TUHAN >>> ‘tidak patut roti untuk anak-anak diberikan kepada anjing’ >>> perempuan Kanaan ini sangat direndahkan oleh TUHAN. Sebab bangsa Israel adalah anak TUHAN/domba TUHAN sedangkan bangsa kafir adalah anjing. Tetapi wanita ini karena ia berada di dalam keadaan diurapi oleh Roh.Kudus sehingga ia merendahkan diri dan berkata: ‘benar TUHAN, tetapi anjing juga makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya’. Selain kebutuhan akan Firman, maka juga dibutuhkan kerendahan hati/mendengarkan Firman dengan kerendahan hati sehingga kita dapat menghargai Firman dan menikmati Firman TUHAN. Dan ditambahkan lagi mendengarkan Firman di dalam urapan Roh.Kudus itu tidak terbatas oleh usia, oleh pengalaman, oleh kepandaian atau oleh apapun yang berasal dari dunia.
  2. Roma 10 : 19, Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."
    Menanggapnya = tanggapan/respon terhadap Firman yang sudah kita dengar.
    Sesudah mendengar, ada tanggapan/respon; kalau Israel memberikan tanggapan yang negatif, sedangkan kita, kalau kita berada di dalam urapan Roh.Kudus, maka tanggapan kita adalah tanggapan yang positif.
    Apa yang dapat menanggapi Firman?
    • Pikiran/akal budi, pikiran/akal budi yang positif dalam menanggapi Firman adalah sampai kita mengerti Firman. Anak TUHAN/gereja TUHAN tadi di bagian atas digambarkan seperti awan oleh TUHAN; awan yang kering adalah awan yang tidak mau diisi dengan Firman pengajaran = gereja daging yang akan ditiup oleh angin. Ada juga awan yang mau diisi dengan air hujan >>> inilah gereja yang benar. Sehingga kita dapat mengerti apa arti dari awan yang tidak mau diisi dan awan yang mau diisi dengan Firman. Tetapi tidak boleh hanya sampai mengerti, sebab kalau hanya mengerti, akan menjadi pengetahuan.
    • Hati, hati menanggapi Firman secara positif sampai kita menjadi percaya dan yakin pada Firman sehingga Firman itu akan menjadi iman di dalam hati. Iman itu membenarkan dan yang menyelamatkan kita sehingga awan itu tidak akan ditiup oleh angin. Iman = percaya >>> percaya kepada Firman, percaya kepada YESUS, sebab Firman Yang menjadi Manusia itu adalah Pribadi YESUS. Semoga kita dapat mengerti.
  3. Roma 10 : 21, Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."
    Bangsa Israel tidak taat = bagaikan awan yang kering yang tidak mau diisi dengan Firman. Kalau kita membaca secara lengkap, maka akan ada istilah sampai ke ujung bumi, jadi kalau bangsa Israel tidak mau, maka akan ke ujung bumi/ke bangsa kafir dan ini merupakan kesempatan bagi kita. Israel menolak, maka kita menanggapi dengan positif/mendengar dengan baik, sampai proses yang ketiga ini adalah taat dengar-dengaran/melakukan Firman pengajaran yang benar.

Inilah proses awan yang diisi dengan air hujan Firman pengajaran yang benar:

  • yang dimulai dengan mendengarkan Firman pengajaran yang benar di dalam urapan Roh.Kudus.
  • pikiran dan hati menanggapi.
  • mempraktekkan Firman pengajaran yang benar dengan taat dan dengar-dengaran kepada Firman pengajaran yang benar.

Saat Firman pengajaran yang benar diberitakan = uluran Tangan TUHAN kepada kita >>> ‘sepanjang hari Aku telah mengulurkan Tangan-KU kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah’.
Kalau kita dapat mendengarkan Firman TUHAN dengan baik, kemudian dapat mengerti, kemudian dapat percaya dan mempraktekkannya dengan taat dengar-dengaran, ini berarti kita juga mengulurkan tangan kepada TUHAN dan kita benar-benar dipegang oleh Tangan TUHAN Yang Kuat sehingga kita tidak akan disesatkan/ditiup oleh angin dan kita juga tidak akan menyesatkan orang lain.

Mengapa kita mudah diombang-ambingkan? Sebab:

  • Firman belum dipraktekkan/belum mendarah daging.
  • Kita belum dipegang oleh Tangan TUHAN Yang Kuat.

Di dalam tabernakel, kehidupan Kristen/anak TUHAN/hamba TUHAN yang mendengarkan Firman dan dengar-dengaran pada Firman yang benar, mereka disebut tiang iman dan ini tidak akan pernah rubuh; tadi awan, tidak akan pernah ditiup oleh angin. Di pelataran, ada enampuluh tiang iman/pahlawan iman.

Enampuluh tiang ini terdiri dari:

  1. limapuluh enam tiang yang dihitung mulai dari Abraham – Yusuf (ayah dari TUHAN YESUS).
  2. empat tiang pintu gerbang >>> Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.
    Mari kita lihat enampuluh tiang iman >>> ini adalah orang yang mau mendengarkan Firman pengajaran sampai dengar-dengaran, ia bagaikan awan yang diisi dengan air dan tidak dapat ditiup oleh angin dan ia bagaikan tiang iman/pahlawan iman yang tidak rubuh.

Lukas 3 : 23 – 34
23. Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
24. anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf,
25. anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai,
26. anak Maat, anak Matica, anak Simei, anak Yosekh, anak Yoda,
27. anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, anak Sealtiel, anak Neri,
28. anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er,
29. anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi,
30. anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim,
31. anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud,
32. anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason,
33. anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda,
34. anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham,

  • Matius menulis injil Matius yang menampilkan YESUS sebagai Raja >>> tiang iman yang pertama. Sifat dari seorang raja adalah menang/berkemenangan atas musuh-musuh >>> Mazmur 20 : 10, Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru! Jadi, tiang pertama adalah injil Matius yang menampilkan YESUS sebagai Raja, saya namakan iman dan kemenangan = iman yang berkemenangan = *iman yang teguh.
    Musuh-musuh:
    • dunia/duniawi >>> Yakobus 4 : 4, Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
    • seringkali kita digoda oleh perkara-perkara dunia. Misalnya kesibukkan dunia sehingga kita tidak dapat beribadah dan tiangnya akan rubuh dan juga kekayaan dunia yang menggoda kita dengan mencari uang dengan cara yang tidak halal sehingga tiang itu menjadi rubuh. Itu sebabnya sekarang ini kita memohon supaya kita tidak memiliki sembarangan iman, tetapi iman yang ditandai dengan YESUS sebagai Raja/ada sifat YESUS sebagai Raja dan yang berkemenangan. Orang yang mendengar Firman pengajaran yang benar dan dengar-dengaran = tiang iman.
    • daging dengan segala hawa nafsu dan juga ambisi, emosi >>>Roma 8 : 6,7
      6. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
      7. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Keinginan daging ini, membuat kita tidak taat kepada ALLAH/tidak takluk kepada hukum ALLAH
      . Jika kita taat kepada Firman, maka kita akan menang atas musuh/daging, ini adalah iman dan raja >>> iman yang berkemenangan yaitu menang atas dunia, menang atas daging dan menang atas dosa/maut >>> 1 Korintus 15 : 26, Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
    Inilah tiang pintu gerbang yang pertama yaitu Matius yang menulis injil Matius menampilkan YESUS sebagai Raja >>> iman yang berkemenangan bagaikan awan yang diisi dengan Firman pengajaran yang benar/orang yang mendengar Firman pengajaran yang benar dan dengar-dengaran = tiang.
  • Markus menulis injil Markus yang menampilkan YESUS sebagai Hamba >>> tiang yang kedua. Hamba itu hanya satu yaitu harus taat sampai mati. YESUS sebagai Hamba, IA taat sampai mati di kayu salib. Mari! kita membaca di dalam srt Filipi tentang *iman dan ketaatan >>> Filipi 2 : 7, 8,
    7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    Kalau kita taat maka >>> Filipi 2 : 9, 10,
    9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    Jika seorang hamba itu memiliki ketaatan, maka ia memiliki kuasa Raja di atas segala raja untuk mengalahkan musuh. Kita jangan menginginkan kuasa terlebih dahulu, tetapi harus ada iman dan ketaatan terlebih dahulu >>> ini yang harus dimiliki oleh seorang hamba sesudah itu barulah ia dipercayakan kuasa dalam Nama YESUS/kuasa Raja di atas segala raja.
    Sekarang ini banyak diajarkan untuk mendapatkan kuasa terlebih dahulu, tetapi jika kuasa yang didapat tidak sesuai dengan Firman TUHAN yaitu taat, maka akan binasa sebab arahnya berlainan. Seperti Musa, waktu TUHAN mengatakan untuk berkata kepada gunung batu supaya mengeluarkan air karena bangsa Israel meminta minum. Tetapi yang dilakukan oleh Musa adalah memukul gunung batu itu yang memang mengeluarkan air yang banyak, tetapi Musa tidak taat kepada perintah TUHAN. Mengeluarkan air yang banyak >>> ini yang sering dilihat >>> biar tidak taat, tidak sesuai dengan Firman, pokoknya keluar air yang banyak, tetapi arahnya akan lain. Musa tidak mengarah ke Kanaan, sebab TUHAN katakan bahwa Musa tidak akan masuk ke Kanaan tetapi masuk ke dalam kuburan. Kami sebagai anak TUHAN/hamba TUHAN tidak sadar, sebab melihat ada banyak air sehingga merasa senang >>> apakah sesuai Firman atau tidak sehingga tidak mengetahui kemana arahnya. Ada banyak aliran air tetapi arahnya ke kuburan bukan ke Kanaan. Iman dan ketaatan >>> ini adalah hamba.
  • Lukas menulis injil Lukas menampilkan YESUS sebagai Manusia/warna merah yang harus sengsara >>> tiang ketiga. Sekarang kepada kita, injil Lukas menunjuk kepada *iman yang tahan uji/iman yang sengsara. Saat kita merasakan sengsara seperti YESUS, IA adalah Manusia Yang disengsarakan, dianggap biasa menderita sengsara. Di dalam ktb Yesaya 53 >>> tidak ada orang yang memandang Dia, dianggap biasa menderita sengsara >>> dipukul dlsbnya dianggap hal yang biasa, tetapi YESUS rela. Mari! kita sekarang harus memiliki iman yang tahan uji di saat kita harus memghadapi sengsara. Bagi siswa/i, memang saudara harus tahan uji; Firman TUHAN di Malang mengatakan tahan banting.
    Kalau bejana tanah liat diisi dengan uang apalagi uang logam dan bejana itu dibanting, maka pecahannya akan semakin hebat. Seringkali kita menjadi seorang hamba TUHAN memakai kekuatan uang apalagi uang logam dari emas, kemudian dibanting, maka semakin berat isi dari bejana itu, maka akan semakin hancur sebab bejana itu tidak akan tahan. Tetapi kalau bejana itu diisi dengan Firman pengajaran >>> 2 Korintus 4, sekalipun kami habis akal, kami tidak putus asa, kami dihempaskan, kami tidak binasa. Itu sebabnya diperlukan Firman pengajaran agar dapat tahan uji. Bagi mahasiswa, selain bejana saudara diisi dengan ilmu dlsbnya, tetapi juga perlu diisi dengan Firman pengajaran agar dapat tahan uji dan tahan banting. Iman dan tahan uji. Semoga kita dapat mengerti.
  • Yohanes menulis injil Yohanes menampilkan YESUS sebagai Anak ALLAH/warna putih >>> tiang keempat. Bagi kita sekarang adalah *iman dan kebenaran/kesucian. Anak ALLAH itu Benar dan Suci. Jadi, iman itu bukan hanya percaya kepada YESUS, tiang itu bukan hanya iman, tetapi kalau kita kaitkan dengan tiang pintu gerbang masuk kerajaan surga >>> sudah dibuktikan oleh:
    • Injil Matius yang menampilkan YESUS sebagai Raja >>> iman yang berkemenangan, bukan iman yang kalah >>> baru hujan sudah tidak ke gereja >>> tiang ini rubuh. Jadi! Iman, tetapi iman yang berkemenangan.
    • Injil Markus yang menampilkan YESUS sebagai Hamba >>> iman yang taat dengar-dengaran. Melayani TUHAN dengan taat dengar-dengaran.
    • Injil Lukas yang menampilkan YESUS sebagai Manusia >>> iman dan sengsara/tahan uji di saat menghadapi sengsara. Kita jangan mengomel, sebab kalau kita mengomel maka tiang itu sudah rubuh.
    • Injil Yohanes yang menampilkan YESUS sebagai Anak ALLAH >>> iman dan kebenaran/kesucian. Segalanya harus benar >>> dalam nikah, dalam keuangan, dalam bersekolah dan juga di dalam pelayanan, semuanya harus benar. Percaya YESUS dan kebenaran. Bukan hanya percaya,percaya seperti yang tertulis di dalam injil Matius 7 >>> ‘bukan orang yang berseru-seru Nama YESUS, YESUS yang akan masuk surga tetapi orang yang melakukan kehendak Bapa’ dan salah satunya adalah iman yang berkemenangan + iman dan ketaatan + iman dan kebenaran + iman yang tahan uji/tahan sengsara. Semoga kita dapat mengerti.
      Inilah awan yang diisi dengan Firman pengajaran/orang yang mendengar Firman sampai dengar-dengaran = tiang di dalam tabernakel, khususnya empat tiang pintu gerbang yang berbicara tentang iman.

Kita tidak perlu bersusah-susah mengikuti TUHAN di padang gurun yang sulit, sebab dulu tabernakel ini dibuat di padang gurun >>> berarti dalam suasana yang sulit menuai dan menabur dan ini merupakan hikmat TUHAN. Tetapi bangsa Israel tidak mengalami kesulitan sebab mereka dipelihara secara langsung oleh TUHAN karena adanya tabernakel. Itu sebabnya sekalipun kita hidup di padang gurun dunia yang sulit tetapi kalau kita mengikuti tabernakel maka tidak menjadi sulit sebab TUHAN Yang memelihara kita.

Kalau keempat tiang ini sudah ada, maka Musa tinggal meletakkan tirai pintu gerbang >>> Keluaran 40 : 33, Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
Ada enampuluh tiang tetapi khususnya empat tiang pintu gerbang ini selesai, maka Musa memasang tirai pintu gerbang dan pembangunan tabernakel itu selesai. Mari sekarang ini kita jangan menjadi awan kosong yang ditiup angin tetapi kita adalah awan yang diisi dengan air hujan pengajaran yaitu kehidupan yang mendengar Firman pengajaran yang benar sampai dengar-dengaran dan ini disamakan dengan tiang-tiang pada halaman tabernakel.

Kalau sudah ada empat tiang yang adalah:

  • Iman yang berkemenangan.
  • Iman dan ketaatan.
  • Iman yang tahan uji/tahan sengsara.
  • Iman dan kebenaran.

Maka kita akan menerima tirai pintu gerbang yang digantung = kita menerima YESUS sebagai Kepala Yang bertanggung jawab atas kehidupan kita. Semoga kita dapat mengerti.

Dan Keluaran 40 : 34, 35,
34. Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,
35. sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.

Kalau sudah ada empat tiang = YESUS sebagai Kepala, maka YESUS ada di dalam kehidupan kita dalam bentuk awan kemuliaan/hadirat TUHAN ada di dalam kehidupan kita.

Di saat ada hadirat TUHAN/awan kemuliaan, maka:

  • Musa tidak dapat memasuki kemah pertemuan, jika saudara membaca di dalam ktb 1 Raja-raja 8, waktu pentahbisan bait ALLAH yang dibangun oleh Salomo, maka imam-imam tidak dapat berdiri, apa artinya ini? kita tidak dapat berbuat apa-apa lagi tetapi hanya TUHAN Yang mengerjakan segala sesuatu dalam hidup kita dengan Tangan kemurahanNYA. Kita tidak perlu melakukan apa-apa tetapi kita hanya menyerah sepenuhnya kepada TUHAN. Kalau Tangan kemurahan TUHAN Yang bekerja, maka apa yang mustahil, menjadi tidak mustahil. Seringkali untuk menyerah saja sudah sulit, itu sebabnya TUHAN ijinkan kita tidak dapat berdiri>>> ini dimaksudkan supaya kita menyerah. Kita jangan berputus asa di dalam menghadapi apapun, tetapi kita hanya menyerah kepada TUHAN dan biarlah TUHAN Yang mengerjakan segala sesuatu di dalam hidup kita dengan Tangan kemurahan/awan kemuliaan. Semoga kita dapat mengerti.
  • Tidak dapat masuk dan tidak dapat berdiri = daging benar-benar disalib/daging tidak berguna. Awan kemuliaan itu menyalut daging/mengubahkan daging/manusia daging menjadi manusia rohani sampai satu waktu menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS barulah kita diangkat diawan-awan yang permai/awan-awan kemuliaan.

Itu sebabnya saudaraku! Kita jangan menjadi awan yang kosong ditiup angin tetapi marilah kita menjadi awan yang diisi dengan Firman sehingga satu waktu kita menerima awan kemuliaan. Awan kemuliaan sekarang ini, untuk TUHAN melakukan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan di dalam hidup kita. Dan yang kedua, TUHAN dengan kemuliaanNYA akan merubah hidup kita sampai menjadi sama mulia dan kita benar-benar berada di awan-awan bersama dengan Dia.

Matius 24 : 30, 31,
30. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
31. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Orang-orang pilihanNYA = awan yang diisi dengan Firman = tiang-tiang iman yang boleh naik ke awan-awan kemuliaan. Dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain = sampai kepada bangsa kafir/kita yang mau diisi dengan Firman pengajaran. Semoga kita dapat mengerti.

Mari! kita menyerahkan kehidupan kita kalau TUHAN berhadirat ditengah-tengah kita. Ada tiang –tiang iman >>> TUHAN ada ditengah-tengah kita, Dia mampu melakukan segala sesuatu dengan Tangan kemurahan, kita hanya menyerah sebab kita tidak mampu dan tidak perlu melakukan apa-apa. Kemudian TUHAN akan mengubahkan kita sedikit demi sedikit sampai menjadi sama mulia dengan Dia, dan kita menjadi awan kemuliaan bertemu TUHAN di awan-awan yang permai. TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top