English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Kamis Sore, 13 Maret 2008)
Tayang: 20 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 12 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Pagi, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam III-Rabu Sore, 07 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 31 Juli 2008)
Tayang: 26 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal))
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 25 Agustus 2010)
Tayang: 19 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 08 Mei 2015 (Paskah Persekutuan))
Tayang: 14 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Malam, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 22 Juni 2012)
Tayang: 06 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 12 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 19 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Minggu, 03 Agustus 2008
Tempat: Kartika Graha
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 12 Oktober 2008

Kita masih melanjutkan ibadah kita ini dengan tema di hotel Kartika Graha yaitu angka ‘40’ dan sudah kita pelajari bahwa angka ‘40’ ini pertama kali ditulis di dalam ktb Kejadian tentang TUHAN menurunkan hujan empatpuluh hari empat puluh malam sehingga menjadi air bah. Angka ’40’ ini adalah angka penamatan daging dan di jaman Nuh, semua daging ini ditamatkan kecuali Nuh, tetapi lewat penghukuman karena tidak mau mengikuti kehendak TUHAN.

Kemudian yang kedua yaitu tentang Musa yang juga memiliki angka ‘40’ dan ini yang akan kita lanjutkan dengan membaca di dalam ktb Ulangan 34 : 7, Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.
Jadi umur Musa adalah 120 thn = 3 x 40.

  • Empatpuluh tahun yang pertama >>> Musa berada di Mesir dan ini menunjuk pada masa pertumbuhan baik secara jasmani maupun secara rohani kearah kedewasaan.
  • Empatpuluh tahun yang kedua >>> Kisah rasul 7, Musa berada di Median dan ini menunjuk pada masa penggembalaan. Tanpa penggembalaan, maka pelayanan Musa itu gagal sekalipun ia memiliki kepandaian dan kekayaan di Mesir, Musa gagal sekalipun ia hanya melayani dua orang saja.
  • Empatpuluh tahun yang ketiga >>> di padang gurun >>> ini adalah masa pengutusan.
    Jadi kerohanian itu harus terlebih dahulu bertumbuh, kemudian tergembala, baru dapat diutus oleh TUHAN. Inilah tiga kali empatpuluh dari umur Musa yang seluruh hidupnya ditandai dengan tanda perobekkan daging/angka ‘40’/penamatan daging/salib, sehingga Musa ditampilkan di dalam kemuliaan bersama dengan TUHAN YESUS di atas gunung.

Di balik salib/angka ‘40’ ada kemuliaan, itu sebabnya kita jangan ragu-ragu dengan mencari ibadah yang enak-enak bagi daging. Sebab kalau mencari ibadah yang enak bagi daging, maka nanti tamatnya daging seperti di jaman Nuh yaitu dihukum oleh TUHAN/kebinasaan untuk selamanya. Terutama bagi kaum muda, sebab sekarang ini banyak ibadah yang dikemas dalam bentuk hiburan-hiburan yang menyenangkan bagi daging, tetapi dibalik itu ada penghukuman/penamatan daging dengan air bah. Itu sebabnya kita harus waspada dan berhati-hati. Angka ‘40’ tidak boleh terlepas dari kita.

Di dalam ktb perj.baru, TUHAN YESUS yang juga memiliki angka 3 x 40 sama seperti Musa yang juga memiliki angka 3 x 40.

  • Empatpuluh yang pertama dari TUHAN YESUS >>> usia empatpuluh hari IA dibawa ke bait ALLAH untuk diserahkan.
  • Empatpuluh yang kedua dari TUHAN YESUS >>> TUHAN YESUS berpuasa empatpuluh hari, empat puluh malam >>> ini sudah diterangkan di hotel Kartika Graha
  • Empatpuluh yang ketiga dari TUHAN YESUS >>> TUHAN YESUS tampil/menampakkan Diri dalam Tubuh kebangkitan/Tubuh kemuliaan selama empatpuluh hari.

Jadi seluruh hidup dari TUHAN YESUS juga ditandai dengan angka ‘40’ yaitu:

  • mulai lahir ada tanda dari perobekkan daging/umur empatpuluh hari di serahkan di bait ALLAH
  • sudah dewasa >>> YESUS berpuasa selama empatpuluh hari empat puluh malam
  • sesudah mati, Ia bangkit dan tampil/menampakkan Diri berulang-ulang dalam Tubuh Kebangkitan yaitu dalam Tubuh Kemuliaan selama empatpuluh hari di dunia.

Mari saudaraku! dihari-hari ini biarlah seluruh hidup kita juga ditandai dengan penamatan daging >>> di dalam rumah tangga, di kantor, di sekolah maupun di gereja/dalam ibadah >>> jangan ikuti kemauan daging dengan keinginannya. Jika seluruh kehidupan kita juga seperti TUHAN YESUS Yang ditandai dengan penamatan daging, maka kita juga akan mencapai tubuh kemuliaan seperti Dia.

  1. Kita mempelajari angka ‘40’ yang pertama >>> YESUS diserahkan di dalam bait ALLAH, ini yang harus kita teladani. Dari Musa, kita harus meneladani, sebab Musa juga ditampilkan di dalam kemuliaan (perj.lama). dan di dalam perj.baru >>> kita meneladani TUHAN YESUS dengan angka ‘40’NYA
    Lukas 2 : 21 – 24,
    21. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
    22. Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
    23. seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,
    24. dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

    Inilah penyerahan YESUS di bait ALLAH ditandai dengan penyerahan/korban sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Kalau dilihat dari persembahannya, maka orang tua YESUS adalah keluarga yang tergolong miskin, sebab kalau keluarga yang kaya, dapat mempersembahkan lembu/kambing domba.
    Kita akan membandingkan dengan Imamat 12 : 3, 4, 8,
    3. Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.
    4. Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apapun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.
    8. Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa, dan imam itu harus mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia.”

    Jika seorang wanita melahirkan seorang bayi laki-laki, maka ia najis selama tujuh hari; kemudian pada hari kedelapan maka bayi laki-laki itu disunat. Jadi tujuh hari najis, sesudah itu tigapuluh tiga hari, ia dinyatakan tahir barulah ia di ijinkan untuk masuk ke dalam bait ALLAH. Jadi tujuh ditambah dengan tigapuluh tiga sama dengan empatpuluh hari. Jadi hari pentahiran adalah hari yang keempatpuluh. YESUS diserahkan ke bait ALLAH dengan membawa korban burung tekukur atau burung merpati. Saya ulangi, kalau kita membandingkan dengan ktb Imamat, maka penyerahan YESUS dalam usia empatpuluh hari ditandai dengan korban penghapus dosa. Artinya rohaninya bagi kita sekarang adalah kita harus mengalami perobekkan daging/penamatan daging/sengsara bagi daging untuk menerima penghapusan/penyelesaian dosa.
    Bagaimana proses penamatan daging untuk menerima penghapusan dosa?
    1. saling mengaku dan saling mengampuni. Mengaku dosa itu juga merupakan perobekan daging, apalagi suami harus mengaku dosa pada isteri dan juga pada anak, tentunya suami merasa gengsi >>> inilah penamatan daging. Demikian juga dengan mengampuni dosa >>> ini juga penamatan daging. Di dalam nikah, harus mengampuni dalam hal keuangan, terlebih lagi dalam perselingkuhan dan hanya orang yang tamat dagingnya seperti TUHAN YESUS dapat saling mengaku dan juga dapat saling mengampuni. Hal ini memang sangat mudah untuk diucapkan tetapi sesungguhnya ini adalah proses penamatan daging.
    2. bertobat/berhenti berbuat dosa/jangan mengulang-ulang dosa dan kembali kepada TUHAN. Kalau kita sudah mengaku dosa, maka kita harus sungguh-sungguh bertobat, inilah perobekkan daging. Bertobat ini juga berarti jangan mengungkit-ungkit lagi dosa orang lain yang sudah diampuni. Seringkali orang itu bertobat dengan tidak berbuat dosa lagi, tetapi yang menjadikan ia tidak bertobat adalah masih sering mengungkit-ungkit dosa-dosa orang lain yang sudah lama sekali diselesaikan. Inilah kelepasan dari dosa yaitu bertobat dengan sungguh-sungguh. Semoga kita dapat mengerti.
    Kemudian dosa apa yang harus dibuang? Yaitu dosa yang sudah mendarah daging >>> 1 Korintus 5 : 7, 8, 11,
    7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
    11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    Saudara = saudara seiman.
    Saling mengaku dan mengampuni = Darah YESUS menyelesaikan dosa, kemudian kita bertobat/jangan berbuat dosa lagi dan juga jangan mengungkit-ungkit dosa. Awal dari bertobat adalah bertobat dari enam dosa. Angka ‘6’ adalah angka daging/angka manusia. Jadi enam dosa adalah dosa-dosa yang seringkali mendarah daging di dalam kehidupan dari anak-anak TUHAN.
    Keenam dosa itu adalah:
    • dosa cabul >>> kita harus berhati-hati sebab dosa ini dapat lewat perbuatan, perkataan dan juga lewat angan-angan/pikiran dan juga lewat pendengaran serta lewat pandangan mata dalam rupa majalah-majalah/buku-buku yang sering mendarah daging. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dan juga harus terlepas.
    • dosa kikir >>> tidak dapat memberi. Memberi ini bukanlah masalah miskin atau kaya tetapi karena hatinya sudah terikat.
    • penyembah berhala >>> segala sesuatu yang memisahkan kita dengan TUHAN/yang membuat kita jauh dari TUHAN.
    • pemfitnah/memfitnah >>> apa yang benar dikatakan salah sedangkan apa yang salah dikatakan benar. Dosa memfitnah ini juga dapat mendarah daging. Kemarin saya menerangkan kepada kaum muda tentang lidah yang kering/memfitnah >>> kalau mendengar sesuatu dari satu pihak dan kalau saudara merasa terganggu, maka saudara dapat bertanya pada pihak lain, jangan langsung menilai. Kalau saudara tidak merasa terganggu, sebut Darah YESUS sehingga semuanya menjadi selesai.
    • pemabuk >>> termasuk dosa makan minum dan juga merokok, narkoba, ini juga dapat mendarah daging. Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Bagi kaum muda, saudara jangan mencoba untuk merokok sebab saya dulu juga pernah mencoba untuk merokok dan ini sangat berbahaya, sebab segera diikat oleh dosa.
    • penipu/dusta >>> ini juga dapat mendarah daging.
      Inilah keenam dosa di mana kita harus berhati-hati, jika mau mengikuti Teladan dari TUHAN YESUS sampai mencapai kemuliaan dan ini dimulai dari lahirNYA. Kita mengikuti perobekkan daging untuk menyelesaikan dosa/untuk menerima penghapusan dosa yang dimulai dari enam dosa ini.
    Kalau keenam dosa ini dibuang, maka di dalam 1Korintus 5 : 8, Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
    Ragi yang lama = ragi dosa/keburukan dan kejahatan. Jadi kalau keenam dosa itu dibuang, maka kita dapat hidup di dalam kebenaran dan kemurnian. Di mana saja kita berada, di dalam nikah, di sekolah, di kantor maupun di gereja, kita harus benar dan murni sehingga akan menghasilkan suasana pesta/suasana kebahagiaan surga. Suasana pesta itu bukanlah suasana pesta dunia tetapi pesta surga/kebahagiaan surga/pesta Nikah Anak Domba ALLAH.
    Jadi kebahagiaan surga itu bukan ditentukan dengan gereja yang besar dengan jumlah sidang jemaat yang banyak >>> belum tentu! Demikian juga di dalam rumah tangga, kebahagiaan itu bukan ditentukan dengan rumah gedung yang besar, mobil yang banyak >>> bukan itu! sebab yang menentukan adalah kebenaran dan kemurnian sebab di situ ada Darah YESUS dan pasti akan ada suasana pesta/suasana kebahagiaan surga.
  2. Empatpuluh yang kedua >>> YESUS berpuasa selama empatpuluh hari empatpuluh malam.
    Di Kartika Graha, kita sudah membaca di dalam Matius 1, tetapi di sini kita membaca di dalam injil Markus 1 : 12, 13,
    12. Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
    13. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

    Setan adalah binatang-binatang buas, tetapi ada malaikat-malaikat yang melayani TUHAN. Jadi yang kedua ini >>> YESUS berpuasa selama empatpuluh empatpuluh malam = perobekkan daging *untuk menghadapi pencobaan-pencobaan dari setan/dari binatang-binatang buas.
    Mari saudaraku! dunia ini penuh dengan binatang-binatang buas/pencobaan-pencobaan dan untuk menghadapinya adalah dengan berpuasa. Sebagai seorang gembala, saya sangat menyayangkan >>> ada orang yang berada di dalam masalah yang berat dan sudah diberikan kesempatan untuk berpuasa, tetapi orang itu tidak pernah memanfaatkan kesempatan itu. Padahal itu adalah rumus dari TUHAN. Makanan dari binatang buas itu adalah daging, itu sebabnya jika kita berpuasa, maka tidak ada lagi daging sebab daging sudah dirobek. Itu sebabnya jika kita mengalami masalah yang tidak kunjung selesai, maka kita harus berpuasa. Semoga kita dapat mengerti.
    Kemudian puncaknya bukan hanya berpuasa, tetapi YESUS taat sampai mati di kayu salib sehingga IA menerima Nama di atas segala nama *untuk mengalahkan sumbernya pencobaan yaitu tiga binatang buas. Sebab kalau pencobaan tentang keuangan dikalahkan, maka setan datang lagi dengan pencobaan yang lain. Tetapi YESUS taat sampai mati untuk mengalahkan sumber pencobaan sehingga setan tidak dapat mencoba lagi.
    Filipi 2 : 8 – 10,
    8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    Jadi, YESUS taat sampai mati/mengalami perobekan Daging untuk mengalahkan tiga binatang buas yang merupakan sumber segala masalah, sumber air mata yaitu:
    • Yang ada di langit >>> naga merah/setan Wahyu 12 mulai ayat ke tiga dengan roh-roh najis/durhaka. Kita harus berhati-hati dengan kenajisan sebab itu adalah setan. Kedurhakaan = memberontak kepada orang tua sampai memberontak kepada TUHAN. Juga memberontak di dalam nikah >>> kalau ada suami yang mengatakan bahwa ia sudah tidak mau memperdulikan isterinya, demikian juga isteri berkata ia tidak mau tahu tentang anaknya, maka harus berhati-hati, sebab itu berarti sudah dililit oleh naga. Demikian juga pemberontakan di dalam penggembalaan seperti Korah >>> ini juga sudah dililit oleh naga.
      Setan juga dengan kenajisan, kita juga harus berhati-hati, sebab namanya udara berarti dimana-mana ada udara >>> di toko, kita harus berhati-hati sebab saudara dapat bermain mata dengan pembeli, demikian juga di ruang praktek dokter >>> dokter dapat bermain mata dengan pasien. Jadi karena dimana-mana ada udara berarti kenajisan itu ada dimana-mana.
    • Yang ada di atas bumi >>> nabi palsu dengan roh-roh dusta/pengajaran-pengajaran palsu. Kita harus berhati-hati dengan roh dusta ini, sebab dimana-mana ada dusta >>> termasuk kepalsuan, kepura-puraan >>> berpura-pura baik untuk menutupi kekurangan yang sekarang ini sudah menjadi kebiasaan.
      Contoh: korupsi sepuluh, yang satu dibagi-bagi kepada orang sehingga terlihat baik dan ini termasuk kami para hamba-hamba TUHAN. Yayasan-yayasan Kristen ini sekarang menjamur dimana-mana >>> sepertinya baik karena memberi perhatian tetapi sebenarnya itu adalah obyek dari Yudas dengan memperdaya anak-anak TUHAN.
      Tadi malam diterangkan tentang ibadah palsu, padahal ibadah yang sejati adalah mempersembahkan hidup, tetapi sekarang ini sudah dipalsukan. Kita jangan ‘menjadi serupa dengan dunia’ >>> tetapi sekarang ini di dalam gereja TUHAN cara menyanyi sudah memakai cara dari dunia >>> memang beribadah, tetapi arahnya ke dunia/dipalsukan. Dan juga cara bermain musik, juga memakai cara dunia dan ini berarti kembali menjadi serupa dengan dunia, bukan menjadi seperti TUHAN. Sekarang ini kita tidak dapat membedakan cara menyanyi di gereja dengan melihat cara menyanyi di televisi >>> bagi pimpinan pujian dan pimpinan musik harus berhati-hati supaya jangan dipalsukan/dimasukkan ke dalam ibadah.
      Sampai pengajaran pun dipalsukan dan kita harus berhati-hati sebab kecenderungan hati manusia di dunia adalah mencari yang palsu/yang palsu itu lebih disukai daripada yang asli. Mulai dari apa saja, kita bertanya di bengkel mobil, di toko perhiasan, mana yang lebih laris, yang asli/yang palsu? Pasti yang palsu yang lebih laris. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab yang palsu itu enak bagi daging tetapi menuju ke binasaan bersama dengan dunia.
    • Yang ada di bawah bumi >>> antikrist dengan roh jual beli/ikatan akan uang. Kita harus berhati-hati dengan kekuatan mammon sebab akan membuat manusia menjadi kikir/tidak dapat memberi dan serakah/merampas hak TUHAN dan juga hak dari orang lain. Ini membuat anak-anak TUHAN tidak memiliki kesempatan untuk beribadah hanya karena mencari/memburu uang. Inilah roh dari antikrist. Semoga kita dapat mengerti.
    Mari! sekarang ini kita juga berpuasa/perobekkan daging karena YESUS juga berpuasa agar kita juga mengalami kuasa TUHAN untuk menang atas tiga binatang buas ini. Apa buktinya kalau kita ini menang atas tiga binatang buas ini? tadi di dalam injil Markus 1 : 13, Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.
    Kalau dulu malaikat yang turun dari surga melayani YESUS >>> betapa indahnya! Bukan hanya roti, mau minta apa saja, malaikat datang. Kita seringkali mati-matian mencari roti/uang yang hanya sedikit untuk transport, di gereja untuk mendapatkan uang beras >>> kita mati-matian mencari sampai pengajaran yang tidak benar/yang tidak sesuai dengan kehendak TUHAN, kita terima. Padahal kalau kita bertahan sebentar saja sekalipun lapar, pembangunan gereja belum selesai sekalipun sudah berlangsung selama lima tahun, tetapi karena kita tidak mau meminta, karena tidak sesuai Firman, TUHAN akan mengirim yang lebih daripada itu.
    YESUS dilayani oleh malaikat-malaikat/malaikat datang kepada YESUS dan apa artinya itu untuk kita sekarang ini? bukti kita menang atas setan tri tunggal >>> malaikat adalah gembala, jadi bukti kita menang atas binatang buas adalah kita dapat tergembala/masuk pintu penggembalaan. Sebab di dalam penggembalaan, binatang buas tidak dapat mengigit kita.
    Malaikat >>> tuliskanlah kepada malaikat sidang jemaat di Efesus, malaikat sidang jemaat di Pergasmus; bukan ditulis malaikat-malaikat tetapi malaikat dan ini berarti hanya satu dan itu adalah gembala. Tergembala = masuk pintu penggembalaan; dan ini memang sulit sebab masuk pintu penggembalaan = masuk pintu sempit. Terlebih bagi kami sebagai seorang gembala, pintu itu sempit sekali dan kalau saya harus memilih maka lebih baik saya mengundang hamba-hamba TUHAN untuk berkhotbah. Maafkan saya, mengapa setelah ibadah di Kartika Graha ada banyak hamba-hamba TUHAN tetapi saya tidak memberi mereka berkhotbah di tempat ini >>> bukannya saya tidak mau tetapi karena setiap bulan saya harus meninggalkan sidang jemaat dan kalau sekarang saya serahkan kepada hamba TUHAN lain untuk berkhotbah maka akan lebih lagi jemaat ditinggal. Jadi saya harus melayani, capek atau tidak capek saya tetap harus melayani sebab itu memang adalah tugas dari seorang gembala. Kalau boleh, saya memilih untuk memberikan kepada hamba TUHAN lain untuk berkhotbah tetapi itu bukan kehendak dari TUHAN.
    Dan bagi rekan-rekan gembala perhatikan dengan baik-baik, sebab ini yang menentukan yaitu masuk pintu penggembalaan itu, sama sempitnya dengan pintu Yerusalem Baru/kerajaan surga >>> Wahyu 21 : 12, Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.
    Tembok Yerusalem Baru itu besar lagi tinggi = kerajaan surga.
    Duabelas pintu dengan duabelas malaikat >>> satu pintu satu malaikat. Bagi rekan-rekan gembala, mari bergumul dan jangan takut kalau jemaat menjadi bosan sebab kalau minta gonta ganti orang untuk berkhotbah supaya tidak menjadi bosan = manusia daging dan ini harus disalib. Duabelas pintu dengan duabelas malaikat >>> pintu surga dijaga oleh malaikat, sekarang gembala masuk pintu kandang penggembalaan = masuk pintu kerajaan surga yang dijaga oleh malaikat. Ini sama sulitnya.
    Nama keduabelas suku Israel >>> ini adalah anak-anak TUHAN/Israel rohani. Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh masuk dalam kandang penggembalaan/tiga macam ibadah pokok kita sebab dibalik pintu sempit ada kelimpahan.
    Hasil dari masuk pintu yang sempit >>> Raja Daud katakan, ‘TUHAN Gembalaku, tak kan kekurangan aku’. Tak kan kekurangan aku = dipelihara di dalam kelimpahan.
    Dipelihara di dalam kelimpahan itu bukan karena mendapatkan uang yang berjuta-juta, tetapi:
    • sampai dapat mengucap syukur kepada TUHAN
    • setiap kali kita membutuhkan, selalu ada sekalipun kita tidak memiliki tabungan. Kalau kita dapat menabung, silahkan. tetapi kalau tidak dapat menabung, apa boleh buat? Tetapi setiap kali kita membutuhkan , TUHAN selalu menyediakan >>> Yehova Yirre. Karena setiap bulan kita mengadakan pelayanan keluar, jadi untuk Kartika Graha selalu kosong, tetapi tinggal satu/satu setengan bulan, TUHAN menyediakan/Yehova Yirre.
      Secara rohani arti dari tak kan kekurangan = sempurna/tak bercacat cela seperti TUHAN YESUS.
    Inilah tergembala/menang atas setan tri tunggal dengan bukti:
    • kita dapat tergembala
    • masuk pintu penggembalaan/pintu sempit/pintu surga dan
    • tekun dalam tiga macam ibadah pokok/kandang penggembalaan dan di sini ada jaminan TUHAN bahkan ada perlindungan dari TUHAN.
    Tadi di bagian atas dikatakan ada kebahagiaan:
    • kelahiran YESUS kalau kita ikuti >>> angka ‘40’ ada pesta sebab membuang dosa.
    • kemudian puasa dari YESUS, kalau kita ikuti dengan tergembala, maka akan ada pemeliharaan >>> ‘tak kan kekurangan aku’.
    Apa yang dicari orang? Kebahagiaan, pemeliharaan ada semua, tinggal kita, apakah kita mau/tidak! Juga ada perlindungan >>> Lukas 4 : 13, Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.
    Jika pencobaan sudah selesai, maka kita sudah merasa senang sebab kita sudah menang atas setan, tetapi kita harus berhati-hati sebab setan menunggu waktu yang baik untuk dapat menyerang kembali. Di saat kita undur dari penggembalaan, di saat kita tidak setia di dalam kandang penggembalaan, maka itu adalah waktu yang baik bagi setan/binatang buas untuk menerkam kita. Selama kita berada di dalam kandang, setan mau masuk, sudah ada gembala yang berdiri di depan pintu >>> jangankan hendak menerkam, mau melihat di pintu saja, tidak bisa. Inilah jika kita tergembala.
    Tetapi kita harus berhati-hati, sebab sesudah iblis mundur, kita merasa menang >>> sakit menjadi sembuh >>> baik! Tetapi setan masih menunggu waktu yang terbaik untuk menghancurkan kita. Kapan waktu yang terbaik bagi setan untuk menyerang kembali? Saat kita lengah dalam penggembalaan, sekalipun kita berkata bahwa kita lengah hanya satu kali, hanya karena ini, hanya karena itu >>> hanya karena hal yang sepele kita meninggalkan kandang >>> ini justru kita akan diterkam.
    Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Di saat kita tergembala, adalah waktu yang terbaik bagi TUHAN untuk berkarya dan memelihara hidup kita. Semoga kita dapat mengerti.
    Saat YESUS lahir >>> kita ikuti dengan meninggalkan dosa/bertobat sehingga ada kebahagiaan.
    Saat YESUS dewasa, IA berpuasa >>> kita ikuti >>> YESUS dilayani oleh malaikat, kita tergembala dihari-hari ini supaya benar-benar ada perlindungan dan pemeliharaan TUHAN.
  3. Empatpuluh yang ketiga >>> YESUS mati dan bangkit dalam Tubuh kemuliaan, IA menampakkan Diri empatpuluh hari lamanya.
    Kisah rasul 1 : 3, Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
    Berulang-ulang >>> tidak hanya satu kali.
    Sudah berulang-ulang, tetapi masih belum dapat mengerti, apalagi kalau tidak diulang-ulang. Kesaksian dari seorang yang berada di negeri Belanda >>> karena Firman TUHAN Yang diulang-ulang, maka ia dapat hidup suci; seandainya Firman tidak diulang-ulang, maka ia sudah jatuh dalam dosa. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan internet dan bagi kita yang pandai menggunakan komputer, mari melayani pekerjaan TUHAN sebab banyak yang sudah merindu siaran langsung kita memakai sistim vidio, tidak seperti sekarang yang masih memakai sistim radio. Alm.bpk.pdt Totaijs mengatakan, kalau kita di bagian komputer tidak dipakai oleh TUHAN, maka pasti kita akan dipakai oleh antikrist dan ini benar-benar berbahaya. Dan berbicara tentang kerajaan surga = tentang tabernakel.
    Jadi, inilah saudaraku! YESUS tampil/menampakkan Diri kepada murid-murid dengan Tubuh Kebangkitan/kemuliaan selama empatpuluh hari. Jadi pada waktu lahir ada, dewasa ada, kemudian sesudah matipun YESUS ada.
    Apa artinya menampakkan Diri di dalam kemuliaan? Kita harus dapat melihat sebab murid-murid tidak dapat melihat. Supaya dapat melihat, maka sekarang ini kita harus merobekkan daging agar dapat melihat Wujud YESUS dalam kemuliaan. Dulu memang YESUS benar-benar menampakkan Diri kepada murid-murid, sekarang juga, kita harus mengalami perobekkan daging agar dapat melihat Wujud YESUS di dalam kemuliaan, sebab daging ini yang selalu menghalangi.
    Kalau penampilan secara daging, maka murid-murid sangatlah hafal, apalagi di saat pemecahan lima roti untuk lima ribu orang. Seringkali kalau kita menerima berkat secara daging, maka kita akan berseru >>> YESUS hebat! YESUS dahsyat/luar biasa. Kita sepertinya sangat tahu dan memang kadang-kadang kita ini seperti sangat tahu terhadap daging. Tetapi di dalam Wujud kemuliaan, kita sering tidak dapat melihat, bahkan mengira YESUS adalah hantu dan menjadi takut.

Untuk sekarang bagaimana kita dapat melihat Wujud YESUS, kalau dulu memang Wujud YESUS ada karena menampakkan Diri kepada murid-muridNYA, tetapi sekarang kalau ingin melihat YESUS >>> lewat Firman/injil tentang kemuliaan/lewat tabernakael, IA berFirman tentang kerajaan surga >>> Firman tabernakel dan Mempelai >>> 2 Korintus 4 : 3, 4,
3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Tadi, Firman penginjilan menampilkan YESUS di dalam Wujud Daging untuk mengampuni dosa dan juga IA banyak menolong orang-orang terlantar dan orang-orang berdosa IA ampuni >>> inilah Firman penginjilan. Tetapi Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua menampilkan Wujud YESUS di dalam kemuliaan dan ini tidak kena mengena dengan dosa untuk menyucikan dosa-dosa kita dan juga untuk menyempurnakan. Semoga kita dapat mengerti.

Mari sekarang ini! daging ini yang tidak dapat melihat Wujud YESUS karena pemberitaan Firman terlalu lama, terlalu dalam sampai tidak dapat mengerti, terlalu keras >>> ini semua daging, daging dan ini yang harus dirobek agar dapat melihat Wujud YESUS dalam kebangkitan dan kemuliaan lewat Firman tabernakel dan Mempelai/Kabar Mempelai/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Semoga kita dapat mengerti.

Melihat Wujud YESUS dalam kemuliaan itu berarti:

  • melihat Firman pengajaran Mempelai
  • mengerti, percaya, yakin dan mempraktekkan Firman
    Itu sebabnya Firman pengajaran ini diulang-ulang seperti disekolah, guru mengajar harus mengulang-ulang, kemudian diberi rumus sampai murid-murid dapat mengerti. Demikian juga dengan Firman TUHAN diulang-ulang supaya tidak lupa, supaya dapat mengerti, percaya, yakin sampai dapat mempraktekkan Firman/melihat YESUS. Hanya hati yang keras yang tidak dapat menerima Firman pengajaran ini.

Kalau kita tidak dapat melihat YESUS di dalam kemuliaan/kalau menolak Firman pengajaran, maka akibatnya akan berat dan salah satu contoh dari orang yang tidak dapat melihat YESUS, bagaimana keadaannya >>>

Yohanes 21 : 1 – 4, 7,
1. Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.
2. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
3. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
4. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
7. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Kalimat ‘lagi’ berarti sudah diulang sampai dapat melihat. Murid-murid tidak dapat melihat Wujud YESUS dalam Tubuh kebangkitan dan kemuliaan = gereja TUHAN yang tidak dapat melihat dan menerima Firman pengajaran. Sudah lama mengikut TUHAN tetapi tidak dapat menerima Firman pengajaran. Dan juga sudah melayani seperti murid-murid, sudah memiliki jabatan dan pelayanan tetapi tidak dapat menerima sehingga mereka menolak Firman pengajaran. Jika tidak dapat menerima dan melihat Firman pengajaran, maka akan mudah menjadi putus asa dan kecewa >>> inilah orang yang tidak memiliki Firman pengajaran.
Akibatnya:

  • tidak setia sampai
  • meninggalkan ibadah dan jabatan pelayanan

TUHAN sudah mengatakan kepada Petrus >>> ‘Simon, mulai sekarang, engkau menjadi penjala manusia’. Tetapi setelah YESUS mati, karena kebiasaan melihat YESUS dalam Wujud Daging >>> sebab waktu YESUS masih hidup, untuk makan mudah >>> mereka melihat lima roti untuk makan limaribu orang. Begitu YESUS mati, murid-murid tidak dapat melihat kemuliaan TUHAN sehingga mereka menjadi mudah kecewa dan berputus asa.

Kalau kita melihat YESUS hanya sebagai Wujud Daging >>> Dia sebagai Penyembuh, Dia sebagai Penolong, Dia Pemberi berkat, maka satu waktu ketika kita menghadapi masalah, maka kita akan menjadi kecewa dan berputus asa. Mari! kalau kita tidak menerima Firman pengajaran, maka kita akan mudah menjadi kecewa dan putus asa, akibatnya kita menjadi tidak setia bahkan kita meninggalkan ibadah pelayanan. Ini bukanlah hal yang dapat dipermainkan.

Bagi yang meninggalkan ibadah pelayanan apapun alasannya >>> mari kembali, sebab kalau tidak, akibat per akibat >>> akibat tidak setia/tinggalkan ibadah pelayanan, akan gagal. Semalam-malaman menangkap ikan tetapi tidak mendapatkan seekorpun = gagal, bahkan telanjang >>> gagal total dan telanjang. Kembali seperti Hawa >>> diusir dari Firdaus.

Mari! apapun alasannya (alasan karena suami, alasan isteri, alasan anak, alasan cucu, alasan orang tua, alasan pekerjaan, alasan kuliah) bukannya tidak boleh, tetapi harus berjuang jangan sampai menjadi tidak setia/meninggalkan pelayanan sebab berakibat gagal total dan telanjang seperti Hawa yang diusir dari taman Eden, benar-benar berada di dalam kutukan sampai pada kebinasaan. Saya tidak mengancam, tetapi ini benar-benar Firman TUHAN. Semoga kita sungguh-sungguh mengerti.

Bagi yang belum melayani, berdoa! dan bagi yang sudah meninggalkan pelayanan, mari! kembali! Sebab jika tidak kembali, jangan sampai gagal total dan telanjang. Tetapi, sekalipun sudah gagal total dan telanjang, jangan sampai binasa; mungkin sekarang ini sudah ada yang gagal dan telanjang >>> jangan menunggu sampai binasa.

YESUS datang >>> ini adalah kemurahan TUHAN, sebab murid-murid sudah gagal dan telanjang, tinggal selangkah lagi mereka binasa seperti di dalam srt 2 Korintus 4, tetapi YESUS segera datang dengan Firman pengajaran yang diulang-ulang dan ini adalah kemurahan TUHAN bagi orang yang gagal dan telanjang.

YESUS datang dengan Firman pengajaran yang diulang-ulang/injil kemuliaan >>>
Yohanes 21 : 5, Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”
TUHAN sudah mengetahui, bahwa murid-muridNYA tidak memiliki ikan, tetapi TUHAN bertanya dan ini menunjuk pada keadaan. Jadi Firman pengajaran itu menunjuk pada dosa-dosa keadaan dan kegagalan kita. Jika Firman pengajaran menunjuk keadaan kita dan kita mengakuinya >>> ini adalah kehendak YESUS Yang tidak menghendaki kita binasa sekalipun kita sudah gagal dan telanjang = hancur. Itu sebabnya IA datang dengan Firman pengajaran.

Apa yang menjadi isi dari Firman pengajaran?

  • ay 5 >>> adakah lauk pauk >>> menunjuk dosa-dosa yaitu kegagalan dan ketelanjangan kita. Murid-murid mengaku bahwa mereka tidak memilikinya. Kalau Firman menunjuk dosa-dosa kita, kita jangan menyalahkan orang lain tetapi kita harus mengaku dosa-dosa kita dan kita diampuni oleh TUHAN.
  • Yohanes 21 : 6, Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

‘Tebarkanlah jalamu’ >>> padahal itu pada waktu siang hari; dan jika ingin menangkap ikan harus pada malam hari. Murid-murid sudah gagal, tetapi pada siang hari YESUS menyuruh mereka untuk menebarkan jala >>> ini tidak dapat diterima secara akal sehat sebab tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan di dunia dan memang itulah Firman. Jadi isi dari Firman pengajaran yang kedua adalah penyucian yang menyucikan hati dan pikiran supaya tidak tergantung pada dunia dengan kepandaian, kekayaan dan pada apapun tetapi hanya tergantung pada kemurahan TUHAN. Secara ilmu pengetahuan dunia memang tidaklah mungkin tetapi bagi TUHAN tidak ada yang mustahil. Hati-hati bagi orang yang pandai sebab seringkali orang pandai itu memakai logika sehingga Firman TUHAN itu tidak cocok dengan logika >>> ini justru penyucian logika/hati dan pikiran supaya tidak bergantung pada dunia ini. Kita boleh memiliki kekayaan dan juga kepandaian, tetapi tidak boleh bergantung kepada apa yang kita miliki tetapi harus bergantung hanya kepada kemurahan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Murid-murid menebarkan jala >>> Firman dipraktekkan dan Firman yang disampaikan bukan untuk dikritik tetapi untuk dimengerti, dipercaya dan dipraktekkan. Kalau Firman sudah menunjukkan dosa-dosa kita dan kita sudah mengaku, maka Firman menyucikan hati dan pikiran kita yang sering bertahan bahwa tidaklah mungkin, maka pasti kita dapat mempraktekkan Firman.

Hasil dari kita mempraktekkan Firman adalah >>> seratus limapuluh tiga ekor ikan.
Seratus limapuluh tiga/153 ekor ikan memiliki dua pengertian yaitu:

  1. 153 = 100 + 50 + 3 dan ini menunjuk pada tabernakel/kerajaan surga (http://www.gptkk.org/tabernakel.php)
    100 >>> P = 10, L = 10
    50 >>> Lebar dari tabernakel/pintu gerbang (http://www.gptkk.org/gerbang.php)
    3 >>> tiga ruangan yaitu halaman, ruangan suci, dan ruangan maha suci >>> inilah tabernakel. Artinya kalau kita menerima Wujud YESUS dalam kemuliaan/menerima Firman Mempelai, kita yakini dan kita mempraktekkan, maka kita sedang menjadi warga kerajaan surga. Dari sekian banyak ikan-ikan di dunia, kita/153 ikan dipilih masuk dalam tabernakel/kita menjadi warga kerajaan surga yaitu manusia rohani, bukan lagi menjadi manusia laut/manusia dunia, tetapi dipindah dari laut masuk ke dalam tabernakel.
    Ciri dari warga kerajaan surga adalah:
    • 100 >>> 10 x 10 >>> mendengar Firman (10 hukum) dan taat dengar-dengaran pada Firman (10) akan menghasilkan kesucian, dalam srt 1 Petrus. Praktek dari kebenaran adalah hidup suci. Taat dengar-dengaran adalah warga kerajaan surga. Dari lautan dunia yang berisi ratusan juta ikan, dipilih 153 ekor ikan untuk dimasukkan ke dalam kerajaan surga.
    • 50 >>> Pentakosta >>> Roh. Kudus membuat kita setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan/kita hidup di dalam urapan Roh Kudus sehingga membuat kita setia dan berkobar-kobar >>> Roma 12 : 11, Mari kita mencocokkan, apakah saya berada di laut atau sudah ditangkap menjadi warga kerajaan surga. Jika kita sudah dapat melihat Wujud YESUS di dalam kemuliaan, maka itu berarti kita sudah menjadi warga kerajaan surga.
      Kita sudah menjadi warga kerajaan surga jika kita:
      • menerima Firman
      • dengar-dengaran dan hidup suci dan juga
      • setia dan berkobar-kobar
    • 3 >>> ini adalah Gambar dari Teladan ALLAH Tri Tunggal, keubahan hidup sampai menjadi Serupa dengan Gambar dari ALLAH Tri Tunggal, ini cirinya yaitu setia dan taat/suci dan keubahan hidup/Gambar dari ALLAH Tri Tunggal. Keubahan hidup dari manusia daging yang memiliki gambar dari setan menjadi Gambar dari TUHAN sehingga menjadi warga kerajaan surga.
      Galatia 5 : 22,23,
      22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
      • Kasih, sukacita, damai sejahtera >>> ini adalah Gambar dari ALLAH Bapa. Lawan dari Gambar ALLAH adalah gambar dari setan, jika tidak memiliki kasih, tidak ada damai/ada kepahitan hati dan juga tidak ada sukacita/bersungut-sungut.
      • Kesabaran, kemurahan, kebaikan >>> ini adalah Gambar dari Anak ALLAH. Kalau tidak memiliki kesabaran, kemurahan dan kebaikan, maka itu adalah gambar dari antikrist.
      • Kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri >>> ini adalah Gambar dari ALLAH Roh Kudus. Di luar kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri, itu adalah gambar dari nabi palsu.
    Ketiga ini yang kita harus terus pegang sampai satu waktu kita menjadi sama mulia dengan TUHAN/satu gambar dengan TUHAN >>> itulah Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali dan kita benar-benar masuk ke dalam kerajaan surga.
    Sekarang ini masih menjadi warga kerajaan surga yang tinggal di negeri asing/di dunia tetapi satu waktu kita akan kembali ke sana asalkan kita memiliki angka 153 yaitu:
    100 >>> taat dengar-dengaran/hidup suci.
    50 >>> setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan.
    3 >>> keubahan hidup dari manusia duniawi menjadi manusia rohani yang memiliki Gambar dari TUHAN YESUS Kristus.
  2. Kalau kita menjumlah angka 153 >>> 1 + 5 + 3 = 9 >>> ini adalah kasih karunia.

Jadi TUHAN mau menolong kita sampai kita mendapatkan 153 ekor ikan. Bagi yang gagal total dan telanjang, mari ikuti Firman/uluran Tangan TUHAN sampai kita mendapatkan 153 ekor ikan, artinya:

  1. yang rohani, kita adalah manusia surga/tabernakel dengan tiga ciri.
  2. 1 + 5 + 3 = 9 >>> kasih karunia, manusia rohani/manusia surga bukan hidup dari ijazah sekalipun memiliki ijazah, bukan hidup dari toko sekalipun kita memiliki toko tetapi kita hidup dari kasih karunia TUHAN.

Pengajar tabernakel/pemberita tabernakel, bukan hidup dari orang/hamba TUHAN lain/jangan berharap dari orang lain tetapi hidup dari kasih karunia TUHAN/9. Demikian juga dengan sidang jemaat yang dibina oleh pengajaran tabernakel, hidup dari kasih karunia TUHAN. Inilah bedanya, sebab kalau kita diundang kemanapun, kita tidak pernah meminta >>> mana tiket dlsbnya, karena kita hidup dari kasih karunia TUHAN. Beda dengan yang lain yang meminta untuk disediakan semuanya. Semoga kita dapat mengerti.

Apa kegunaan dari kasih karunia/Uluran Tangan TUHAN/kemurahan/belas kasih TUHAN itu?

  • Ibrani 2 : 16, 17,
    16. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
    17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    Keturunan Abraham = manusia daging.
    Kasih karunia bagaikan Tangan Imam Besar/Gembala Agung Yang diulurkan untuk menolong kita tepat pada waktunya. Itu sebabnya kita tinggal menunggu waktu dari TUHAN dengan bersabar >>> jangan mau menelepon sana, mau datang ke sana >>> jangan!
    Sidang jemaat, perhatikan! Di saat-saat saudara menghadapi pencobaan >>> ingat untuk kembali ke tabernakel, kembali ke 153 >>>
    100 >>> taat dengar-dengaran/hidup suci.
    50 >>> setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan. Jangan karena menghadapi banyak pencobaan, saudara berkata bahwa saudara tidak dapat setia lagi menyanyi/bermain musik >>> salah besar. Sebab justru di dalam menghadapi pencobaan/kesulitan, saudara harus kembali ke 153.
    3 >>> keubahan hidup >>> mari sabar dan setia sehingga pasti 153 yang adalah kasih karunia TUHAN/Tangan kasih karunia diulurkan dapat menolong kita tepat pada waktunya bahkan sampai pada apa yang mustahilpun dapat ditolong. Dapat = apa yang mustahilpun dapat ditolong. Tepat waktu = tidak sampai hancur. Kita tinggal menunggu waktu TUHAN.
    Mungkin mata kita sebagai hamba TUHAN melihat >>> kalau tetap di sini, maka gereja tidak akan selesai >>> mungkin ini adalah mata dari setan. Tetapi sebagai hamba TUHAN harus 153, pasti akan muncul 9/kasih karunia TUHAN melebihi segala teman, melebihi uang dan melebihi segala apapun yang ada di dunia >>> dapat dan tepat menolong kita sekarang ini.
  • Kisah rasul 7 : 9, 10,
    9. Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
    10. dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.

    Tangan kasih karunia mampu memelihara kita dari kelaparan. Yusuf diangkat untuk mengatasi kelaparan. Memelihara kita di jaman yang sudah sulit ini sampai pada jaman antikrist, kita tetap dipelihara.
  • Wahyu 22 : 20, 21,
    20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Penutupnya waktu YESUS datang, Tangan kasih karunia mengangkat kita diawan-awan dan hanya orang yang hidup dari kasih karunia dapat terangkat.
    Penutup dari alkitab adalah kasih karunia/9.

Mari kembali, saudara di dalam kehancuran mari ikuti:

  • YESUS lahir >>> empatpuluh yang pertama >>> kita membuang dosa sehingga kita menjadi bahagia.
  • YESUS berpuasa >>> mari tergembala sehingga kita terpelihara oleh TUHAN.
  • YESUS Yang tampil di dalam kemuliaan >>> kita kembali ke angka 153 >>> kita melihat WujudNYA dengan dengar-dengaran, setia dan hidup berubah dan ini berarti kita sudah berada di dalam Tangan kasih karunia TUHAN >>> semua dapat IA lakukan dengan Tangan kasih karunia sampai mengangkat kita diawan-awan.

TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top