English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juli 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 jemaat di Filadelfia.
Wahyu 3:7
3:7 "Dan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 September 2019 (Jumat Malam)
Lukas 10: 1-3
10:1. Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua...

Ibadah Jumat Agung Malang, 30 Maret 2018 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1-8 tentang kehidupan yang dimeteraikan, sama...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Mei 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 18 Maret 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11 tentang doa penyembahan.
Tuhan menghendaki...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Oktober 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 dalam susunan Tabernakel terkena kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Doa Surabaya, 18 April 2011 (Senin Sore)
Disertai puasa
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Kaum Muda Malang, 02 September 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 Yesus mengecam orang Farisi dan...

Ibadah Doa Malang, 25 Agustus 2009 (Selasa Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....

Ibadah Raya Surabaya, 13 Januari 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 September 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 7-11 => perikop: tempat yang paling utama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Mei 2019 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Persekutuan di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 69-75
INI TENTANG PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu:

Matius 26: 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea.
Matius 26:...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 10 April 2011 (Minggu Sore)

Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian
pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?"
Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
26:16. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

ay. 14-16= PENGKHIANATAN TERHADAP ANAK DOMBA PASKAH/ANAK DOMBA ALLAH.

Disini, Yudas mengkhianati Yesus, karena:
  1. ay. 14='pergi kepada imam-imam kepala' = Yudas masuk dalam persekutuan yang tidak benar= persekutuan yang tidak sesuai dengan Firmanpengajaran yang benar.
  2. ay. 15= 'Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya'= Yudas tidak mau menyerah kepada Yesus. Artinya: tetap mempertahankan dosa kejahatan dan kenajisan dalam buli-buli tanah liat hidupnya, sehingga ia menjual Yesus.
    Kalau tidak menyerah pada Yesus, pasti menyerahkan Yesus.
Kisah Rasul 1: 16-20
1:16. "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
1:17.
Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
1:18. --Yudas ini telah
membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
1:19. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--.
1:20. "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.


Karena Yudas berkhianat, akibatnya:
  • sekalipun mendapat uang, tetapi hanya untuk membeli tanah kuburan. Artinya: tidak mendapat apa-apa (gagal total hidupnya).
  • jabatannya diambil orang lain.
    Kalau jabatannya diambil orang lain, maka hidupnya Yudas tidak indah lagi (berkubang dalam dosa atau menimbun dosa sampai perutnya pecah). Sebab jabatan pelayanan merupakan jubah maha indah.
    Hidup Yudas ini sama dengan buli-buli tanah liat yang pecah.

    Dosa yang dipertahankan/disimpan, itu akan berkembang!
Oleh sebab itu, JANGAN MEMPERTAHANKAN SESUATU DALAM HDIUP KITA, TERUTAMA DOSA-DOSA supaya tidak hancur seperti Yudas. Tetapi, kita harus menyerahkan buli-buli tanah liat kita kedalam Tangan Tuhan.
Kalau kita MENYERAH PADA TUHAN, kita tidak akan menyerahkan Tuhan (tidak berkhianat).

Proses menyerahkan hidup ke dalam Tangan Tuhan:
  1. Mazmur 40: 13-14
    40:13. Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku, sehingga hatiku menyerah.
    40:14. Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN, untuk melepaskan aku; TUHAN, segeralah menolong aku!


    Proses pertama: menyerahkan dosa-dosa kita kepada Tuhan.

    1 Yohanes 1: 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9.
    Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Cara kita menyerahkan dosa kepada Tuhan yaitu lewat mengaku dosa.
    Mengaku dosa ini kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya. Dan saat itu darah Yesus aktif untuk:
    • mengampuni/menutupi dosa-dosa kita sampai tidak kelihatan lagi,
    • 'menyucikan'= mencabut akar-akar dosa, sehingga dosa tidak tumbuh lagi (kita mengalami kelepasan dari dosa).

    Kalau masih mempertahankan dosa, kita akan terpisah dari Tuhan.
    Terlepas dari dosa= hidup dalam kebenaran.

    Dosa ini merupakan sesuatu yang paling jelek dalam hidup kita.
    Kalau yang paling jelek tidak bisa diserahkan, tidak mungkin bisa menyerahkan hidup kita yang dianggap lebih bagus.

  2. Roma 6: 13-14
    6:13. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
    6:14. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.


    Proses kedua: menyerahkan diri menjadi senjata kebenaran.
    Kita bisa menjadi senjata kebenaran setelah melalui proses pertama (hidup dalam kebenaran).

    Senjata kebenaran= melayani Tuhan dengan setia dan benar.

    Wahyu 1: 5-6
    1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
    1:6. dan yang telah
    membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

    Jadi, darah Yesus tidak hanya melepaskan kita dari dosa, tetapi juga mengangkat kita menjadi imam dan raja.
    Ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

    Kemungkinan setelah dilepaskan dari dosa:
    • TIDAK MELAYANI Tuhan, sehingga kehidupan itu bisa dipanggil lagi oleh setan. Dan hidupnya bisa lebih buruk dari sebelumnya.
      Karena itu, setelah melepaskan dari dosa, Tuhan juga mengangkat kita menjadi senjata kebenaran.

      SETELAH LEPAS DARI DOSA, JANGAN MENGANGGUR!

    • TIDAK SETIA DALAM PELAYANAN, sehingga membuka kesempatan untuk jatuh dalam dosa.
      Sebab itu, kita harus menggunakan kesempatan sekecil apapun untuk bisa melayani Tuhan, sehingga ada kesempatan besar untuk hidup benar dan diberkati Tuhan.

    • HIDUP BENAR DAN MENJADI SENJATA KEBENARAN.
      Inilah yang tepat. Dan kita hidup dalam kasih karunia Tuhan.

      Roma 6: 14
      6:14. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

      Dahulu, Nuh bisa hidup karena kasih karunia, sekalipun 1 dunia dilanda air bah.
      Dibawah kasih karunia, kita akan merasakan pemeliharan dan perlindungan Tuhan. Kita bebas dari hukuman Tuhan, bahkan sampai hidup kekal.

  3. Mazmur 31: 6
    31:6. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

    Proses ketiga: menyerahkan diri sepenuh kepada Tuhan (menyerahkan nyawa kepada Tuhan).
    Dengan inilah, kita bisa hidup dalam Tangan Tuhan.

    Matius 27: 50
    27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

    = teladan Yesus dalam menyerahkan nyawaNya. Dan ini sama dengan taat dengar-dengaran sampai mati dikayu salib.
    Bagi kita sekarang, menyerahkan nyawa sama dengan menyembah Tuhan.

    Penyembahan adalah proses perobekan daging.
    Kita menyembah Tuhan sampai mengalami perobekan daging (tirai terobek), sehingga kita bisa taat dengar-dengarn pada Tuhan sampai daging tidak bersuara lagi.

    Salah satu halangan untuk taat adalah pikiran daging.
    Sebab itu, dalam ketaatan, pikiran dan keinginan daging tidak boleh bersuara. Ini berarti kita menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.

    Taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan.
    Taat dengar-dengaran ini juga merupakan sikap domba.

    Kalau kita mengulurkan tangan, Tuhan Gembala Agung juga akan mengulurkan Tangan kepada kita. Kita hidup dalam Tangan Tuhan.
Hasilnya:
  • Yohanes 10: 27-28
    10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    10:28. dan
    Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    Hasil pertama: Tangan Gembala Agung sanggup untuk memberikan kepastian untuk memelihara hidup kita  sekarang, masa depan, sampai hidup kekal.

  • 'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'= Tangan Gembala Agung memberi jaminan untuk perlindungan hidup kita. Bahkan antikris tidak bisa menjamah kita.

    Tangan Gembala Agung sekaligus memberikan kepastian kemenangan atas segala musuh dan pencobaan sampai masalah yang mustahil.

  • Wahyu 7: 17
    7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Hasil ketiga: Tangan Gembala Agung menuntun kita ke masa depan yang indah dan bahagia. Sedikit demi sedikit air mata dihapuskan.
    Dan Tuhan akan menuntun kita ke tempat penggembalaan terakhir (Yerusalem baru). Tidak ada lagi air mata setetespun.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top