English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Malang, 07 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:41-44, 2 Raja-raja 12:9,12
Dalam Perjanjian Lama, raja Yoas dan imam Yoyada membuat...

Ibadah Raya Surabaya, 08 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 26 April 2017 (Rabu Malam)
Malam ini kita belajar dalam kitab Keluaran 11: 8-10.
Keluaran 11: 8
11:8. Dan semua pegawaimu ini akan...

Ibadah Doa Malang, 11 November 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah di depan tabut perjanjian, sama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2016 (Senin Sore)
Dari Rekaman Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN Yesus Kristus. Selamat mendengarkan Firman TUHAN,...

Ibadah Paskah Medan I, 28 April 2009 (Selasa Pagi)
Wahyu 22:20, 'Ya Aku datang segera' menunjuk pada kesiapan kedatangan Yesus kedua kali...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 24 Desember 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya:...

Ibadah Kunjungan Jakarta V, 16 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Januari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Januari 2011 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....

Ibadah Doa Surabaya, 12 Februari 2014 (Rabu Sore)
Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah kiranya kasih karunia dan damai sejahtera Tuhan, berkat dari...

Ibadah Doa Surabaya, 27 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Natal Persekutuan Malang, 25 Desember 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:6-13
8:6 Dan ketujuh malaikat...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 Juni 2017 (Rabu Malam)
Melanjutkan ibadah doa tadi, tugas bangsa kafir bekerja di kebun anggur satu jam adalah beribadah melayani...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Oktober 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, bertemu dengan Yesus Mempelai Pria Surga untuk selama-lamanya.

Ada tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014).

SIDANG JEMAAT di SMIRNA

Wahyu 2: 9

2: 9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Keadaan sidang jemaat Smirna secara jasmani adalah:

  • dalam kesusahan,
  • dalam kemiskinan,
  • difitnah oleh jemaah iblis. Orang Yahudi (gambaran orang Kristen) tetapi suka memfitnah, itu sama dengan jemaah iblis.

Namun, sidang jemaat Smirna kaya secara rohani.

Apa itu 'kaya secara rohani'?:

  1. sudah kita pelajari dari jemaat Makedonia yang miskin tetapi KAYA DALAM KEMURAHAN = bisa memberi => 2 Korintus 8: 2-5 (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 01 Oktober 2014).


  2. Yakobus 2: 5
    2: 5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?

    Yang kedua: kaya secara rohani adalah KAYA DALAM IMAN (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 05 Oktober 2014)

Malam ini kita masih mempelajari yang kedua.
Mengapa harus kaya dalam iman?:
Lukas 18: 8
18: 8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Hanya anak Tuhan, pelayan Tuhan, hamba Tuhan yang kaya dalam iman, yang bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai sampai mewarisi Surga/masuk dalam Kerajaan Surga yang kekal.
Jadi, Kerajaan Surga tidak bisa dicapai hanya dengan kekayaan, kepandaian secara jasmani dan lain-lain, tetapi hanya bisa dicapai lewat iman.

Kaya dalam iman, artinya

  • iman yang bertambah-tambah,
  • iman yang meningkat, tidak merosot atau statis,
  • iman yang berkembang
  • sampai iman yang sempurna.

Iman harus meningkat, sebab dosa-dosa juga memuncak.

Proses perkembangan iman menurut Tabernakel:

  1. Iman yang benar = Halaman Tabernakel. Iman harus benar dahulu, baru bisa berkembang, sebab ini merupakan dasarnya.
    Praktik iman yang benar:


    • Pintu Gerbang = iman/percaya dan menerima Yesus.
      Roma 10: 17
      10: 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Iman yang benar
      berasal dari mendengar Firman Kristus/Firman yang diurapi oleh Roh Kudus (Kristus = yang diurapi).

      Pintu Gerbang berada pada lebar Tabernakel, yaitu 50 hasta.
      Angka 50 = Pentakosta (Roh Kudus).
      Artinya: untuk bisa memiliki iman/percaya dan menerima Yesus harus lewat pertolongan Roh Kudus, sebab otak tidak bisa percaya dan menerima Yesus.

      Prosesnya:


      1. Roh Kudus menolong kita untuk bisa mendengar Firman dengan sungguh-sungguh, seperti anjing menjilat remah-remah roti, sampai mengerti Firman Allah. Saat kita mengerti Firman Allah, berarti Firman Allah ditulis di dahi/akal budi.


      2. Roh Kudus menolong kita untuk percaya/yakin pada Firman Allah, sehingga Firman Allah menjadi iman di dalam hati = Firman Allah ditulis di dalam hati.


      Kalau kita bisa mendengar Firman dengan sungguh-sungguh sampai mengerti dan percaya pada Firman, maka tidak akan sia-sia, ada gunanya. Tetapi, kalau kita hanya mendengar Firman dan mengerti saja, maka Firman hanya menjadi ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, jangan berhenti sampai mendengar dan mengerti saja, tetapi sampai percaya pada Firman.

      Ibrani 8: 10-12
      8: 10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
      8: 11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
      8: 12 Sebab Aku akan
      menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

      'menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka'= mengerti Firman Allah.
      'menuliskannya dalam hati mereka'= iman/percaya pada Firman Allah.

      Kalau kita percaya pada Firman = hati percaya Yesus (= mengenal Yesus dengan pasti), maka mulut akan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, sehingga kita mengalami pengampunan dosa oleh darah Yesus, kita dibenarkan dan diselamatkan oleh Tuhan ('tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka').

      Sekalipun orang itu berdosa/najis, kalau masih mau mendengar Firman, ia masih bisa ditolong.
      Karena itu, jangan usir orang berdosa yang datang beribadah untuk mendengar Firman, karena siapa tahu saat ia datang, ia bisa percaya/yakin pada Firman dan mulut mengaku dosa, maka ia mengalami pengampunan dosa, dibenarkan dan diselamatkan. Kecuali kalau mau melayani, memang ada syaratnya.

      Roma 10: 10
      10: 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

      Jadi sebenarnya, malam ini tidak ada alasan bagi kita untuk binasa. Asal kita mau mendengar Firman dengan sungguh-sungguh sampai mengerti, percaya dan yakin pada Firman, kemudian mulut mengaku segala dosa, maka kita akan diampuni oleh darah Yesus dan jangan berbuat dosa lagi, sehingga kita bisa dibenarkan dan diselamatkan.


    • Mezbah Korban Bakaran = salib Kristus = percaya dan bertobat.
      Seringkali, setelah kita mengaku dosa dan diampuni, kita masih berbuat dosa lagi.
      Dulu, binatang-binatang disembelih dan dikurbankan untuk pengampunan dosa, tetapi sekarang sudah digenapkan oleh salib Kristus. Yesus sebagai Anak Domba Allah sudah mati tersembelih di kayu salib.

      Bertobat artinya berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan, hidup menurut kehendak Tuhan = hidup dalam kebenaran, tidak boleh lagi ada yang salah.


    Jadi, iman yang benar adalah percaya Yesus, mengaku dosa dan bertobat, sehingga kita bisa HIDUP DALAM KEBENARAN (hidup sesuai kehendak Tuhan).

    Orang yang hidup benar dipagari oleh Tuhan. Sebelum masuk pintu gerbang, kita berada di padang pasir dunia yang gelap dan terhilang, tetapi begitu kita masuk Pintu Gerbang Tabernakel (percaya Yesus dan bertobat), kita sudah dipisahkan dari dunia.

    Mazmur 5: 13
    5: 13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Orang yang hidup dalam kebenaran akan dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan, kita lepas dari suasana kutukan di dunia sehingga kita hidup bersuasana Firdaus.
    Hidup benar = bersuasana Firdaus.
    Dulu, saat Adam dan Hawa belum jatuh dalam dosa, mereka berada di Firdaus, tetapi setelah mereka berbuat dosa, maka mereka dibuang ke dunia.


  2. Iman yang suci/iman yang teguh = Ruangan Suci.
    Praktiknya: ada alat Meja Roti Sajian (menunjuk pada iman).
    Di dalam Ruangan Suci ada tiga macam alat, yaitu:


    Pada Meja Roti Sajian ada 12 ketul roti yang dibagi menjadi 2 susun, masing-masing 6 ketul roti = 66 kitab dalam Alkitab = Firman pengajaran yang benar (Perjanjian Lama ditambah Perjanjian Baru, atau kitab nabi-nabi ditambah dengan kitab rasul-rasul).

    Roti juga menunjuk tubuh Kristus. Kemudian dimana darahnya? Darah adalah kurban curahan.
    Itu sebabnya Meja Roti Sajian dikaitkan dengan perjamuan suci.

    Keluaran 25: 29 (tentang Meja Roti Sajian)
    25: 29 Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.

    Meja Roti Sajian adalah satu-satunya alat yang memiliki kurban curahan dari anggur.

    'persembahan curahan' = anggur = Darah Yesus.
    Roti dan anggur = tubuh dan darah Yesus.

    Jadi, Meja Roti Sajian menunjuk pada ketekunan dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci untuk mendapatkan iman yang suci/iman yang teguh supaya kita tetap hidup benar saat menghadapi goncangan.

    Pendalaman Alkitab = Firman yang diulang-ulang, semakin banyak diulang, maka Firman semakin diperdalam.
    Seperti kita menggali lubang, supaya bisa membuat lubang yang dalam maka harus digali berulang-ulang, makin banyak digali, maka lubangnya makin dalam. Jadi, Firman yang semakin diulang-ulang bukan membuat bosan, tetapi supaya Firman semakin diperdalam. Mungkin saat mendengar pertama kali, kita belum merasa apa-apa. Tetapi semakin diulang, satu waktu Firman itu mengena pada kita.

    2 Tawarikh 36: 15-16
    36: 15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
    36: 16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.

    'berulang-ulang' = Firman Allah yang diulang-ulang = Firman Allah yang diperdalam dan ditingkatkan. Ini merupakan kasih sayang Tuhan.
    Artinya: kita selalu diberi kesempatan.

    Jika ada kehidupan yang menolak/mengolok-olok Firman Allah yang diulang-ulang, maka tidak ada lagi pemulihan = tidak bisa ditolong, hancur dan binasa selamanya.

    Lain kalau kita belum mampu, memang ada orang yang belum mampu menerima Firman. Misalnya ditunjuk dosa dusta, bisa mengerti Firman dan mau berhenti berdusta, tetapi masih berbuat lagi, ini masih bisa ditolong karena tidak mengolok Firman dan Firman akan diulang lagi sampai satu waktu bisa lepas dari dosa dusta.

    Kalau ada Firman yang diulang-ulang, di situ ada hadirat Tuhan sebagai Imam Besar.
    Banyak orang yang menghina Firman yang diulang-ulang. Kalau Firman diulang bukan karena kekurangan bahan, tetapi merupakan karunia seorang gembala, karena tidak semua orang bisa mengulang-ulang Firman. jangankan mengulang, untuk satu kali kotbah saja sudah susah.

    Maleakhi 3: 1-3
    3: 1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    3: 2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3: 3
    Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

    'sabun tukang penatu'= Firman yang diulang-ulang (untuk mencuci, tidak mungkin hanya sekali, tetapi diulang-ulang).
    Firman yang diulang-ulang, ditujukan khusus untuk Lewi/imam-imam karena memiliki pakaian, supaya ibadah dan pelayanannya benar. Oleh sebab itu, kita jangan sakit hati kalau selalu disebut Firman pengajaran yang benar, ibadah yang benar, sebab Kain dan Habel sama-sama melayani, tetapi hanya satu yang pelayanannya diterima oleh Tuhan.

    Di mana ada pembukaan Firman/Firman yang diperdalam/diulang-ulang, maka Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung hadir di tengah-tengah kita = Yesus duduk/bertakhta di tengah sidang jemaat.
    'duduk'= menggunakan waktu, tidak buru-buru.

    Firman yang diulang-ulang, digambarkan dalam dua hal:


    • seperti sabun tukang penatu= untuk menyucikan noda-noda pada pakaian pelayanan (= penyucian bagian luar).
      Tetapi jangan hanya bagian luar saja yang suci, bagian dalam juga harus disucikan dari karat. Kalau hanya luarnya saja yang suci sama dengan sok suci.


    • seperti api tukang pemurni logam= untuk menyucikan karat dosa (penyucian bagian dalam).


    Jadi, kalau mau mendapatkan iman yang suci/iman yang teguh, maka kita harus DISUCIKAN DARI LUAR DAN DALAM.

    Yakobus 5: 1-6
    5: 1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
    5: 2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
    5: 3
    Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
    5: 4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.
    5: 5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan
    berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.
    5: 6 Kamu telah menghukum, bahkan
    membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

    'pakaianmu telah dimakan ngengat' = kalau noda pada pakaian dibiarkan, maka pakaian akan dimakan ngengat sampai robek.
    'Kamu telah mengumpulkan harta'= tidak kaya di Surga, tidak kaya dalam kemurahan, tidak menabung di Surga seperti Makedonia, tetapi , hanya kaya secara jasmani.
    'Berfoya-foya' = makan dan minum sampai kawin mengawinkan.

    Inilah noda dan karat yang harus disucikan lewat sabun tukang penatu dan api tukang pemurni logam (Firman yang diulang-ulang lewat ibadah pendalaman Alkitab). Kalau seorang imam atau gembala tidak mau pendalaman Alkitab, maka hidupnya ngeri, pakaiannya ngeri, berkarat juga dalamnya.
    Noda dan karat yang disucikan adalah:


    • noda pada pakaian pelayanan, yaitu noda jahat dan malas, serta noda najis. Ini yang mengakibatkan pakaian pelayanan dimakan ngengat.


      1. noda jahat: iri hati, perselisihan dan bersungut-sungut sampai menghasut.
        Dalam kebun anggur, ada yang bekerja mulai dari pagi, tetapi ada yang bekerja hanya 1 jam. Ternyata semua mendapat 1 dinar. Ini kemurahan Tuhan. Tetapi yang kerja mulai dari pagi marah-marah karena menyangka ia mendapat lebih banyak, lupa dengan kesepakatan sebelum bekerja. Inilah iri hati dan bersungut-sungut.

        Kalau ada perselisihan soal dosa maka harus saling berdamai.
        Kalau perselisihan soal pengajaran maka harus kembali pada Alkitab.
        Bagi lulusan Lempin-El, tinggal membuka kembali catatannya karena guru dan ajarannya sama.

        Bersungut-sungut adalah tanda tidak puas dan nanti akan menghasut.

        Iri hati, perselisihan, bersungut-sungut dan menghasut inilah yang mencerai-beraikan Tubuh Kristus.


      2. noda kenajisan: dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan ('kamu berfoya-foya').

        Makan-minum ini berarti diulang-ulang.
        Kalau tidak mau menerima Firman yang diulang-ulang, maka akan mengulang-ulangi dosa sampai jatuh dalam dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan (puncak dosa).


    • karat dosa (bagian dalam/ada di dalam hati yang jahat dan najis), yaitu:


      1. kikir: tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan untuk sesama yang membutuhkan.
      2. serakah: merampas hak orang lain, terutama hak Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.
        Api tukang pemurni logam = Firman yang diulang-ulang untuk menghilangkan karat dosa. Mulai dari seorang gembala harus disucikan dari karat dosa. Kalau seorang gembala berkarat, bagaimana dengan sidang jemaat?


      3. kebenaran diri sendiri:
        Yakobus 5: 6
        5: 6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.


        1. menghukum/menghakimi orang benar lewat fitnahan, menjelek-jelekkan orang lain, yang salah jadi benar/yang benar jadi salah dan akibatnya sangat ngeri (menjadi jemaah iblis).

          'ia tidak dapat melawan kamu'= kita selalu diajarkan untuk berdiam diri saat difitnah.
          Ini sama dengan orang Yahudi yang suka memfitnah = orang Kristen yang memfitnah orang benar = jemaah iblis.


        2. menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan menyalahkan Tuhan (pengajaran benar).


    Kalau setiap hamba Tuhan dan pelayan Tuhan mau disucikan dari noda dan karat dosa, maka ibadah dan pelayanannya berkenan kepada Tuhan (Maleakhi 3: 3: 'mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN').
    Kalau pakaian terus disucikan luar dan dalam, satu waktu kita akan mendapatkan pakaian putih berkilau-kilauan = pakaian Mempelai.
    Putih berkilau-kilauan = berasal dari dalam hati, tidak palsu.
    Kalau Babel, punya pakaian putih tetapi tidak berkilau = tidak dari dalam hati/sok suci, hanya luarnya saja.

    Kesaksian:
    "Satu waktu saya pernah bertemu dengan seseorang. Karena gelap, dari jauh kelihatan kalau dia sedang merokok. Begitu saya dekati, dia langsung menyapa saya dan menyembunyikan rokoknya. Ini sama dengan hanya menutupi, tidak dari dalam hati."

    Wahyu 19: 8
    19: 8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

    Kalau noda dan karat disucikan, hasilnya: kita mendapat pakaian putih berkilau-kilauan (pakaian Mempelai) dan kita siap/tahan berdiri untuk setia berkobar-kobar melayani Tuhan sampai Tuhan datang kedua kali (Maleakhi 3: 2: 'siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri?').
    Kalau tidak punya pakaian putih (telanjang), maka tidak akan tahan dan cepat atau lambat akan lari dari pelayanan. Tetapi kalau kita memiliki pakaian putih berkilau-kilauan, kita akan tetap bertahan dalam pelayanan, dalam situasi dan kondisi apapun juga, bahkan bertambahanya usia pun tidak bisa menghalangi kita dalam melayani Tuhan.

    Mengapa harus ada Meja Roti Sajian (kebaktian pendalaman alkitab/Firman yang diulang-ulang/diperdalam dan ditingkatkan)?:


    • Filipi 3: 1b-3
      3: 1b Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
      3: 2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
      3: 3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan
      tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

      'Menuliskan hal ini lagi' = Firman yang diulang-ulang, baik secara lisan maupun secara tertulis.
      Kalau dulu, pemberitaan Firman hanya dua macam yaitu secara lisan dan tertulis. Tetapi sesuai perkembangan zaman, maka bisa dicopy, lewat kaset, vcd/dvd, bahkan lewat internet. Kuasa Tuhan tidak bisa dibatasi oleh apapun. Alkitab yang ditulis ribuan tahun yang lalu, yang menulis pun sudah mati semua, tetapi begitu kita baca, ayat-aytnya bisa hidup. Jadi, kita mau mendengar Firman lewat apapun juga, kuasa Tuhan tidak bisa dibatasi.

      Jawaban pertama mengapa harus ada Meja Roti Sajian: Untuk memberi kepastian iman kepada kita.
      Kalau Firman diulang tetapi kemudian berbeda dengan sebelumnya, maka itu gawat. Contoh: dulu diterangkan 'ini tidak boleh', tetapi lama-lama berkata 'ini boleh'. Sebab itu, disebutkan pengajaran itu tidak berubah dulu, sekarang sampai selamanya. Karena itu, Firman perlu dicatat sebagai bukti otentik.
      Contoh: kalau dua tahun yang lalu diterangkan soal iman yang benar. Dua tahun kemudian diterangkan lagi, mungkin ada perkembangannya, tetapi jangan bertentangan!

      Jadi, perlu ada Firman yang diulang-ulang untuk memberi kepastian iman kepada kita, sehingga kita memiliki iman yang teguh.
      Sama seperti kita menggali dasar/pondasi. Makin digali berulang-ulang, maka makin dalam pondasinya dan makin kokoh bangunannya.

      "Kita harus bersyukur, jangan mengomel kalau diterangkan kitab Wahyu sampai hampir tiga bulan. Dulu kami menerangkan injil Matius, seringkali satu pasal sampai satu tahun. Itulah maksudnya, makin dalam pondasinya digali, kita akan makin teguh."

      Kalau memiliki iman yang teguh, hasilnya:


      1. kita tidak jatuh dalam dosa (hidup suci) = iman yang suci,
      2. tidak diombang-ambingkan oleh pengajaran palsu dan tidak diombang-ambingkan oleh perkara jasmani = dewasa rohani.
        Efesus 4: 14
        4: 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

        Banyak kali kita diombang-ambingkan oleh perkara jasmani, terutama kami hamba-hamba Tuhan. Datang ke pengajaran lain hanya karena ditawari genting untuk membangun gereja, sudah mulai goyah. Padahal tahu bagaimana pengajarannya.
        Kita juga, soal jodoh, soal apa saja iman kita harus teguh. Lebih baik tidak .... daripada berbuat dosa.

        Senjata pengajaran palsu adalah perkara jasmani/menawarkan yang enak-enak bagi daging. Sama seperti nanti pada saat antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi, yang menyembah antikris akan mendapatkan semuanya, tetapi yang tidak mau menyembah antikris (tetap menyembah Yesus) tidak bisa jual-beli malah disiksa.


      Kita bisa mencapai kedewasaan rohani, sampai kedewasaan penuh seperti Yesus = sempurna.
      Efesus 4: 13
      4: 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

      Inilah maksud dari Firman diulang-ulang, ini merupakan kemurnian Firman.

      "Seperti pesan-pesan terakhir dari Bapak Pendeta In Juwono (almarhum) kepada Bapak Pendeta Pong Dongalemba (almarhum). Sudah beberapa tahun menggembalakan di Manado, Pamekasan dan lain-lain, tetapi pesannya yaitu: "Belajarlah menjadi gembala". Darimana belajarnya? Dari Firman yang diulang-ulang, berkesinambungan terus-menerus dan diperdalam untuk memberi iman yang teguh."


    • jawaban kedua mengapa harus ada Meja Roti Sajian: untuk menyucikan kita dari noda dan karat dosa sampai kita memiliki pakaian Mempelai Wanita Surga (pakaian putih berkilau-kilauan).


  3. Iman yang sempurna = Ruangan Maha Suci.
    Praktiknya: dalam Ruangan Maha Suci ada alat Tabut Perjanjian yang menyimpan tiga macam alat, salah satunya, yaitu buli-buli emas berisi manna = iman yang sempurna/permanen, tidak bisa goyah lagi.

    Ibrani 9: 4
    9: 4 Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

    Sebenarnya, sehebat apapun manusia di dunia/diisi dengan apapun dari dunia, ia hanyalah buli-buli tanah liat yang rapuh, hancur dan binasa.
    'sehebat apapun' = buli-buli tanah liat sudah diisi gelar, uang, kedudukan dan lain-lain.

    Supaya bisa menjadi buli-buli emas, maka harus diisi dengan manna.
    Kalau hanya diisi gelar, kedudukan dan lain-lain, maka tetap menjadi buli-buli tanah liat yang rapuh.

    Apa itu manna?:
    Mazmur 78: 23-25
    78: 23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
    78: 24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
    78: 25 setiap orang telah makan
    roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

    Manna = roti malaikat/roti dari Surga.
    Roti = Firman.
    Malaikat = gembala.

    Jadi, manna adalah Firman penggembalaan yang turun dari Surga, tidak ada sekolah untuk Firman penggembalaan.
    Kesimpulan: supaya buli-buli tanah liat bisa menjadi buli-buli emas, maka kita harus TERGEMBALA DENGAN BENAR DAN BAIK. Tidak ada jalan lain.
    Gembala harus menggembalakan dengan benar dan baik. Ini semua bergantung pada hati nurani yang baik.
    Kalau kita memiliki hati nurani yang baik (taat dengar-dengaran), kita bisa tergembala dengan benar dan baik.
    Kalau gembala memiliki hati nurani yang baik (taat dengar-dengaran), gembala bisa menggembalakan dengan benar dan baik.

    Yudas Iskariot, sekalipun seorang rasul dan bendahara, digembalakan oleh Yesus sendiri (gembala yang sempurna), tetapi karena hati nuraninya jahat (ingin akan uang), ia tidak bisa tergembala dengan benar dan baik.

    Bagaimana manna bisa tercurah dari langit?:


    • seorang gembala harus bergumul di bawah kaki Tuhan lewat membaca Firman Tuhan, berdoa (doa puasa, doa semalam suntuk, dan lain-lain) dan lewat persekutuan yang benar dengan hamba-hamba Tuhan yang dipakai Tuhan dalam satu pengajaran yang benar.
      Kalau persekutuannya salah (pengajarannya tidak benar), maka pintu langit tidak akan terbuka. Oleh sebab itu kita harus selektif, bukan eksklusif. Salomo yang hebat saja bisa ikut istrinya dalam ajaran palsu, apalagi kita. Sebab itu, harus hati-hati dan tegas menolak ajaran yang tidak benar.

      Jemaat juga harus bergumul dan berdoa, menyatakan kerinduan akan Firman penggembalaan sebagai makanan rohani. Kalau jemaat tidak ada kerinduan, tidak akan ada pembukaan Firman.


    • gembala dan sidang jemaat harus sama-sama mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus (milik Tuhan) supaya pintu langit selalu terbuka dan ada makanan di Rumah Tuhan.

      Keluaran 16: 32-34, 36
      16: 32 Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."
      16: 33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun."
      16: 34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.
      16: 36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

      Manna yang disimpan dalam buli-buli emas adalah segomer = sepersepuluh efa (manna dikaitkan dengan perpuluhan). Artinya: kita mengembalikan perpuluhan untuk membuka pintu langit supaya manna dicurahkan, bukan supaya diberkati sepuluh kali lipat.

      Kalau seorang gembala memberi makanan rohani untuk sidang jemaat (manna), maka gembala akan dipercaya oleh Tuhan untuk menerima perpuluhan yang menjadi milik Tuhan.

      Lukas 12: 42-44
      12: 42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
      12: 43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
      12: 44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi
      pengawas segala miliknya.

      'miliknya'= milik Tuhan. Milik Tuhan yang terkecil adalah perpuluhan, kemudian penyembahan dan mempelai.
      'pengawas segala miliknya' = gembala dipercaya untuk menerima perpuluhan (milik Tuhan yang paling kecil), lalu dipercaya dalam penyembahan yang benar sampai sidang jemaat menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

      "Kalau gembala tidak dipercayakan perpuluhan, maka tidak akan dipercaya penyembahan yang benar juga apalagi menjadi Mempelai. Saya selalu mengajarkan kepada Lempin-El, bukan mempertahankan uangnya, tetapi mempertahankan kepercayaannya."

      Kalau gembala tidak memberi makan sidang jemaat, tetapi menerima perpuluhan, maka dia adalah seorang pencuri ulung.
      Di Malang diterangkan, mulut bayi ke dalam hanya menerima susu. Tugas gembala adalah memberikan susu. Kalau gembala tidak memberi makan, sama dengan tempat penitipan bayi dan tidak ada tanggung jawab.

      Kesaksian:
      "dulu keponakan saya diam terus. Saya pikir 'baik ya, diam terus'. Ternyata minumannya diberi pala oleh susternya. Tetangga berkata 'oh itu diberi pala'. Makanya dia tidur-tidur (fly). Itu akibatnya kalau dititip-titipkan."

      Tetapi seorang gembala, ia bertanggung jawab di hadapan Tuhan.


    2 Korintus 4: 7-9
    4: 7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
    4: 8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
    4: 9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.


    'harta yang kami punyai dalam bejana tanah liat' = cahaya injil tentang kemuliaan Kristus/firman pengajaran benar (2 Korintus 4: 3-4).

    Kita memang punya waktu untuk mengisi bejana tanah liat kita dengan kepandaian, kekayaan dan lain-lain, tetapi yang paling utama adalah harus ada waktu untuk mengisi bejana tanah liat kita dengan Firman pengajaran yang benar (manna) supaya kita mendapat kekuatan yang melimpah-limpah dari Tuhan = tabah/mampu untuk menghadapi percikkan darah/ujian/salib/sengsara daging bersama Yesus, untuk mencapai kesempurnaan.

    Kalau sudah diisi Firman, kita akan mampu bertahan sekalipun kita ditindas atau dijepit. Kita hanya menyerah kepada Tuhan ('terserah Kau, Tuhan') dan kita menjadi kuat.

    Tidak ada jalan lain, dalam Ruangan Maha Suci harus ada PERCIKKAN DARAH. Ada dua kali percikkan darah:


    • tujuh kali percikkan darah di atas tutup Tabut = sengsara Yesus untuk menyelamatkan kita,
    • tujuh kali percikkan darah di depan Tabut = sengsara kita untuk bisa sempurna.


    Mengapa Tuhan mengizinkan kita mengalami salib/percikkan darah/ujian/sengsara daging bersama Yesus?:


    • 1 Petrus 1: 6-7
      1: 6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
      1: 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan
      kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

      Alasan pertama Tuhan ijinkan kita mengalami percikan darah: supaya iman kita meningkat menjadi iman yang sempurna bagaikan emas murni.
      Buktinya: tidak pernah putus asa, kecewa, bangga, tetapi selalu mengucap syukur, selalu percaya dan berharap Tuhan.


    • 2 Korintus 4: 10
      4: 10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

      Tutup Tabut Perjanjian terbuat dari emas murni = tabiat Yesus.
      Peti Tabut Perjanjian terbuat dari kayu yang disalut emas murni = kita disalut terus-menerus lewat percikkan darah sampai satu-waktu tidak terlihat lagi kayunya tetapi hanya tabiat Yesus yang ada.

      Alasan kedua Tuhan ijinkan kita mengalami percikan darah: supaya kehidupan Yesus menjadi nyata dalam kehidupan kita = buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas berisi manna = mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani yang seperti Yesus. Kita terus diuji dan dibaharui oleh Tuhan sampai kita layak untuk masuk Yerusalem Baru.

      Wahyu 21: 8
      21: 8 Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7) dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Kita dibaharui dari delapan dosa sampai tidak ada dusta, kita menjadi sempurna seperti Yesus dan kita layak untuk masuk ke Yerusalem Baru. Kalau masih ada dusta, berarti tujuh dosa yang lain juga masih ada.
      Kita harus berkata baik dan benar, jujur mulai dari soal pengajaran = benar katakan 'benar', salah katakan 'salah'.


    Jangan salah paham kalau kita diizinkan Tuhan mengalami ujian/mengalami sesuatu yang tidak enak bagi daging/salib. Saat mengalami ujian, itu adalah saat kita dilatih oleh Tuhan untuk bisa berjalan di Yerusalem Baru, sebab lantai Yerusalem Baru terbuat dari emas murni (untuk mendapatkan iman dan hidup yang bagaikan emas murni sampai tidak ada dusta).

    Kalau saat diuji kita marah, berarti kita tergelincir dan kita harus belajar lagi.

    Wahyu 21: 21
    21: 21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

    Kalau tidak berlatih mulai sekarang, kita tidak akan betah berada di dalam Yerusalem Baru dan ingin keluar karena jatuh-jatuh terus. Lebih baik belajar dari sekarang.
    Kalau kita mengalami ujian lewat suami atau istri atau siapapun, jangan langsung negatif, tetapi kita mengucap syukur kepada Tuhan sebab kita sedang diuji Tuhan untuk berjalan di atas emas murni. Kita berdoa bagi orang tersebut supaya kita bisa bersama-sama berjalan di atas emas murni.

    Sekarang kita sedang belajar berjalan, nanti satu waktu kita akan benar-benar berjalan di kota Yerusalem Baru yang jalannya dari emas murni.
    Jangan takut saat menghadapi ujian! Tuhan izinkan kita mengalami ujian/percikkan darah, sebab Ia sedang menuntun kita menuju Yerusalem Baru.
    Orang tuapun tidak mungkin membiarkan anaknya jatuh terus menerus. Begitu juga dengan Gembala Agung. Ia tidak akan membiarkan kita jatuh terus, tetapi Ia sedang menuntun kita ke Yerusalem Baru.
    Jangan takut dalam ujian! Bukan menantang, tetapi harus dilewati.

    Wahyu 7: 17
    7: 17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Kita harus melewati ujian, sebab tanpa ujian kita tidak bisa masuk ke Yerusalem Baru. Saat melewati ujian, kita harus menyerah pada Tuhan dan kita serukan 'Tuhan, saya rindu untuk bisa berjalan di Yerusalem Baru'.

    Jangan takut menghadapi percikkan darah/ujian bersama Tuhan, sebab tangan Gembala Agung sedang menuntun kita untuk belajar berjalan di Yerusalem Baru/jalan dari emas murni = jalan salib. Kita tidak dibiarkan terluka dan terjatuh, setiap air mata kita dihapus, kita dituntun menuju masa depan yang indah, berhasil dan bahagia di dalam Tuhan, sampai satu waktu tidak ada lagi air mata, kita bersama Dia selamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top