English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 13 Maret 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Yesaya 49:14-16
49:14 Sion...

Ibadah Doa Malang, 01 November 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Januari 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 20 Mei 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:15
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Maret 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:6-13
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 06 Januari 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 3 menunjuk pada kebutuhan seorang hamba Tuhan. Seorang hamba Tuhan membutuhkan 3 pengalaman utama,...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= tentang keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu:...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 08 November 2013 (Jumat Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:8
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya,...

Ibadah Raya Malang, 04 Februari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Mei 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 28 Juni 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10:13-14,16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka;...

Ibadah Raya Malang, 14 Juni 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman Allah...

Ibadah Doa Malang, 24 Maret 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 06 Januari 2009 (Selasa Siang)
ad. 3. Perlengkapan dari Tuhan, yaitu nama 'AKU ADALAH AKU' dan uluran tangan...

Ibadah Doa Malang, 27 September 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 17:1-8
17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 01 Oktober 2014 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, bertemu dengan Yesus Mempelai Pria Surga untuk selama-lamanya.

Ada tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014).

SIDANG JEMAAT di SMIRNA

Wahyu 2: 9

2: 9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Keadaaan sidang jemaat di Smirna adalah dalam kesusahan, kemiskinan dan mengalami fitnahan oleh jemaah Iblis = dalam penderitaan secara jasmani, namun kaya secara rohani.
Jemaah iblis adalah kehidupan yang mengaku sebagai orang Yahudi tetapi sebenarnya tidak demikian atau mengaku anak Tuhan, tetapi suka memfitna.

Kita bandingkan istilah 'kaya secara rohani' dengan 2 Korintus 8: 2-5
8:2. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
8:3. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
8:4. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
8:5. Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Kaya secara rohani= kaya dalam kemurahan
.
Keadaan sidang jemaat Smirna sama dengan keadaan sidang jemat Makedonia yang miskin dan menderita secara jasmani, namun kaya secara rohani/kaya dalam kemurahan, artinya: bisa memberi.

1 Timotius 6: 17-19
6:17. Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
6:18. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi
kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
6:19. dan dengan demikian
mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

'mereka jangan tinggi hati'= orang kaya dikatakan sombong jika berharap pada kekayaan, tidak kepada Tuhan.
'untuk dinikmati'= kekayaan bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk dinikmati.
'kaya dalam kebajikan'= kaya dalam kemurahan.

Jadi, orang kaya secara jasmani juga diperingatkan supaya kaya dalam kemurahan (kaya secara rohani), yaitu bisa memberi.

Tadi, jemaat Smirna dan Makedonia miskin, tetapi kaya dalam kemurahan dan bisa memberi. Sekarang, orang kaya secara jasmani juga diperingatkan supaya kaya dalam kemurahan, yaitu bisa memberi.
Kesimpulan: kaya dalam kemurahan/bisa memberi tidak bergantung kepada kekayaan/kemiskinan secara jasmani, tapi bergantung pada hati yang suci yaitu tidak terikat atau tergantung pada harta di dunia.

Kalau hati terikat, sekalipun kaya secara jasmani, ia tidak akan mau memberi, apalagi kalau miskin.
Tetapi kalau hati suci, lepas dari harta dunia (tidak terikat dan tidak bergantung harta dunia), maka mau kaya atau miskin pasti kaya secara rohani/kaya dalam kemurahan, yaitu bisa memberi.

Jadi, BISA MEMBERI SAMA DENGAN MENIKMATI HARTA DUNIA.
Kita senang saat memberi dan menerima. Tetapi kalau hati sudah disucikan, kita akan lebih suka memberi daripada menerima.
Saat-saat kita memberi adalah saat di mana kita bisa menikmati harta dunia.

ay. 19= 'mengumpulkan suatu harta'= bisa memberi sama dengan menabung/mengumpulkan harta di Surga.

Praktik kaya dalam kemurahan (salah satu kekayaan rohani):

  1. memberi untuk pekerjaan Tuhan.
    Yaitu, kita memberikan waktu, tenaga, pikiran, kemampuan/keahlian kita sampai menyerahkan harta kita dan sekaligus bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan.
    'memberi keahlian'= seperti dulu waktu pembangunan Tabernakel, ada yang ahli tenun dan sebagainya, tidak sembarangan.

    Ini yang disebut dengan persembahan khusus sesuai dengan kerelaan hati masing-masing (tidak bisa dibatasi dan dipaksa).


  2. mengembalikan perpuluhan milik Tuhan.
    Persembahan khusus dan perpuluhan berjalan bersama-sama.
    Perpuluhan ini sesuai dengan kebenaran. (1/10 dari berkat yang kita terima).


  3. 2 Korintus 8: 5
    8:5. Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

    Praktik ketiga kaya dalam kemurahan: memberi seluruh kehidupan kita kepada Tuhan lewat doa penyembahan kepada Tuhan. Inilah puncaknya.

Jemaat Smirna memang dalam kesusahan, penderitaan, kemiskinan dan difitnah, tetapi mereka kaya seperti jemaat Makedonia, yaitu kaya dalam kemurahan (bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, untuk ssama, mengembalikan perpuluhan milikThan sampai bisa memberikan seluruh kehidupan kepada Tuhan lewat doa penyembahan kepada Tuhan).

Filipi 4: 16-18
4:16. Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
4:17. Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan
buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.
4:18. Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu
persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.

Jadi, kalau kita sebagai hamba Tuhan/pelayan Tuhan bisa memberi secara jasmani sampai puncaknya memberi seluruh hidup kita kepada Tuhan, itu sama dengan buah yang dipersembahkan kepada Tuhan, tidak berdaun saja, sebab ada pohon ara yang hanya berdaun. Daunnya lebat, tetapi tidak ada buahnya. Ini gambaran dari kehidupan yang aktif dalam pelayanan tetapi tidak ada buahnya. Tuhan hanya disuruh makan daun. Waktu itu Tuhan lapar dan Ia melihat pohon ara sudah berdaun lebat. Artinya, sudah lama melayani dan seharusnya ada buahnya sekalipun hanya satu. Tetapi waktu Tuhan mau makan, ternyata buahnya tidak ada (Tuhan hanya disuruh makan daun).
'Tuhan disuruh makan daun'= Tuhan begitu direndahkan. Banyak pelayan Tuhan yang tidak berbuah.
Salah satu buah adalah bisa memberi.

Jika pelayan Tuhan/hamba Tuhan bisa memberi secara jasmani sampai memberikan seluruh kehidupan kepada Tuhan, bahkan lebih bahagia memberi daripada menerima, maka ia sudah menghasilkan buah-buah yang menyenangkan dan mengenyangkan Tuhan, suatu persembahan berbau harum di hadapan Tuhan dan berkenan kepada Tuhan. Inilah buah yang dipersembahkan kepada Tuhan.
Tuhan butuh buah, jangan diberi daun!

Mari, biar Tuhan mengerjakan hati kita, sebab dasar untuk bisa memberi adalah hati yang suci.
Ini jemaat yang berbuah dan menghasilkan persembahan berbau harum di hadapan Tuhan.

"Seringkali kita mengatakan 'nanti kalau saya sudah kaya...'. Kalau sudah berkata 'nanti kalau..', itu sudah gawat. 'nanti kalau gaji saya naik, saya akan berbuat'. Dan waktu gaji naik, ternyata ada kebutuhan. 'nanti kalau...' tidak akan pernah kesampaian. Tapi kalau hati sudah disucikan, kita bisa memberi bahkan lebih bahagia memberi daripada menerima."

Mari kita perhatikan untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.

"Kita juga memiliki yayasan Pelita Emas untuk membantu janda-janda dan anak-anak sekolah sampai SMU yang ada di dalam gereja kita. Ibadah-ibadah kunjungan juga merupakan bukti ada buah. Kita bisa memberi secara rohani dan jasmani. Itu berarti ada buah dan persembahan berbau harum. Jangan hanya berdaun, tetapi ada buahnya. Dalam Kisah Rasul, ini adalah jemaat yang sudah masuk dalam kebangunan rohani (masuk pembangunan tubuh Kristus dan berbuah di hadapan Tuhan)."

Lukas 6: 38
6:38. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Tuhan tidak menipu kita! Kalau bisa memberi, kita juga akan diberi.
Memberi adalah salah satu yang diukur oleh Tuhan dan kita akan mendapat ukurannya juga dari Tuhan.
Ayat di atasnya adalah soal menghakimi.
Hati-hati! Menghakimi orang lain juga diukur oleh Tuhan. Jangan sembarang menghakimi orang lain, karena nanti akan diukur balik oleh Tuhan!
Termasuk penyembahan kita juga diukur oleh Tuhan dan kita mendapat ukuran dari Tuhan.

'Berilah maka kamu akan diberi', artinya: jika kita kaya dalam kemurahan/bisa memberi buah/persembahan berbau harum, maka Tuhan juga berkemurahan untuk memberikan sesuatu kepada kita. Tuhan tidak bisa mengelak lagi dan harus memberi untuk kita.
Kalau tidak berbuah, berarti mendapat kutuk.

Hasilnya:

  1. Filipi 4: 19
    4:19. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

    Hasil pertama: Tuhan memenuhi segala keperluan kita menurut kemurahan, kekayaan dan kemuliaanNya.
    Artinya:


    • Tuhan mampu memelihara kehidupan kita sehari-hari di jaman yang sudah sulit ini, bahkan cenderung mustahil.
      Kalau kemampuan manusia terbatas, karena itu disebut 'menurut kekayaan kemuliaanNya'. Kalau menurut kekayaan manusia, pertama memang diberi, lama-lama yang memberi juga tidak cukup.
      Tetapi kalau kekayaan Tuhan tidak terbatas.

      Kalau kita menghadapi keadaan yang sulit bahkan mendekati mustahil, naikan buah kepada Tuhan, naikan persembahan harum di hadapan Tuhan!


    • Tuhan memberi masa depan yang berhasil dan indah kepada kita semua.
      Apapun keperluan kita, naikan persembahan berbau harum di hadapan Tuhan dan Dia tidak bisa mengelak lagi. Dia harus berkemurahan untuk memberi kepada kita.


    • pemeliharaan dan perlindungan Tuhan sampai jaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.
      Tadi disebutkan dalam Filipi 4: 17, 'buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu'. Keuntungan besar bukan berapa juta, tetapi 2 sayap burung nasar yang besar yang bisa menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris, sheingga kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh Tuhan selama 3,5 tahun lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci (makanan burung nasar adalah bangkai).


  2. Efesus 4: 8-12
    4:8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
    4:9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa
    Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
    4:10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    'membawa tawanan-tawanan'= melepaskan kita dari tawanan dosa.
    Hasil kedua: Yesus harus mati di kayu salib, bangkit dan naik ke Surga untuk memberikan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus kepada kita, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (kegerakan Roh Kudus hujan akhir).
    Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus tidak bisa dipisahkan.

    Karunia Roh Kudus= kemampuan ajaib dari Roh Kudus, sehingga kita bisa melayani sesuai dengan jabatan.
    Contoh: seorang gembala mempunyai karunia menimbang roh. Ia bisa membedakan makanan yang benar dan racun, sehingga ia bisa sungguh-sungguh memberi makan jemaat dengan aman, tidak spekulasi. Kalau tidak mengerti mana racun mana makanan benar, jangan coba-coba kasih makan!

    "Karena itu, sangat riskan kalau bukan gembala yang menyampaikan Firman. Tidak sembarangan, sebab kalau tidak ada karunia menimbang roh, tidak bisa membedakan. Kalau berkata 'oh..hanya sedikit', justru itu racunnya. Tidak ada racun banyak-banyak. Kalau nasinya 2 sendok, racunnya satu piring, jelas ketahuan racunnya. Tetapi, nasinya satu piring dan racunnya hanya satu sendok supaya racunnya tidak ketahuan. Jadi, sangat bodoh kalau kita katakan 'tidak apa-apa, hanya beda sedikit'. Itu justru racun! Hati-hati! Jangan coba-coba! Kalau coba-coba, besok sudah berkata 'selamat tinggal'."

    Mengapa kita semua harus dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus (ada dalam tubuh)? Supaya kita tidak masuk kegerakan pembangunan tubuh Babel (mempelai wanita antikris yang akan dibinasakan).
    Pembangunan secara rohani di bumi ini hanya 2. kalau tidak mau berada dalam pembangunan tubuh Kristus, berarti berada dalam pembangunan tubuh Babel.
    Tuhan harus mati, bangkit dan naik ke Surga, karena Tuhan tidak rela jika kita yang sudah ditebus harus masuk dalam tubuh Babel (kejahatan dan kenajisan).

    Inilah pemberian Tuhan kepada kita. Asal ada buah dan persembahan berbau harum, jangan ragu, Tuhan tidak pernah menipu kita. Mungkin kita diijinkan dalam kekurangan, itu biasa, hanya merupakan test/ujian.

    Kesaksian:
    "saya mengalami juga tidak makan, tidak minum, tidak bisa beli apa-apa. Memang mengalami, tetapi tidak seterusnya. Tuhan tidak menipu kita. Seadanya saja. Saya diberi sepatu, tetapi panjangnya lebih 5 cm, ya saya pakai saja. Mau apa lagi, karena tidak ada lagi. Sampai saya berjalan mungkin dilihat orang 'sombong sekali jalannya', padahal bukan sombong. Pulang kebaktian, sakit semua kaki saya karena jalannya harus berbeda akibat panjang sepatu yang tidak tepat. Tetapi tidak apa-apa, itu hanya ujian saja bagaimana pengikutan dan penyerahan kita kepada Tuhan. Tetapi, satu waktu, Ia harus memperlengkapi kita, memberikan segala keperluan kita dan memberi jabatan pelayanan. Kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus."

    1 Timotius 4: 14 (surat tahbisan)
    4:14. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

    Karunia'= karunia dan jabatan.
    Bagaimana caraTuhan memberi jabatan dan karunia? Lewat pembukaan Firman Allah dan penumpangan tangan seorang gembala.
    Pembukaan Firman inilah yang mendorong kita untuk berbuat sesuatu bagi Tuhan.

    Bagi yang sudah menerima jabatan dan karunia (sudah ditumpangi tangan), jangan sampai lalai.
    Kalau lalai, maka kehidupan itu berada dalam kutukan.
    Lalai= melayani dengan tidak suci, tidak setia dan tidak benar.

    Oleh sebab itu, biarlah kita melayani Tuhan dengan kesucian dan setia berkobar-kobar sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan tuhan kedua kali.

    Pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar-kobar = pelayan Tuhan bagaikan nyala api.

    Ibrani 1: 7
    1:7. Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-N menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Daniel 7: 9
    7:9. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

    'kursi-Nya dari nyala api'= tahta Tuhan bagaikan nyala api.
    Jadi jika digabungkan, pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar-kobar sama dengan tahta Tuhan.

    Ini yang harus kita tampilkan setiap melayani Tuhan, yaitu menampilkan tahta Tuhan, supaya kita merasakan kasih, kuasa, hadirat dan perhatian Tuhan serta urapan Roh Kudus. Sidang jemaat juga bisa merasakan, sehingga tidak akan lari, tetapi gemar berada dalam rumah Tuhan, selalu rindu untuk beribadah. Saat ada persoalan akan terdorong sekali untuk beribadah.

    Tetapi, celaka, kalau kita menampilkan tahta setan (melayani dengan sembarangan, tidak setia dan tidak suci). Jemaat akan tercerai-berai, menderita dan kering rohani.
    Ini tanggung jawab yang sungguh-sungguh mulai dari pembicara supaya ada hadirat Imam Besar di tengah kita.


  3. Lukas 11: 13
    11:13. Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

    Hasil ketiga: Tuhan akan memberikan Roh Kudus kepada kita.
    Mengapa kita memerlukan Roh Kudus?
    Yohanes 14: 16-18
    14:16. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
    14:17. yaitu
    Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
    14:18. Aku
    tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

    Sebab tanpa Roh Kudus, sehebat apapun hamba Tuhan/pelayan Tuhan, ia hanya seperti yatim piatu.
    Yatim piatu secara rohani, artinya:


    • kehilangan status sebagai anak Allah (tidak ada bapak ibunya lagi), sehingga bisa jadi anak setan dan sebagainya.
    • tidak berdaya, tidak bisa berharap siapa-siapa, sehingga mudah putus asa dan kecewa terutama saat menghadapi penderitaan. Kalau menghadapi seperti Smirna atau Makedonia, ia akan lari tunggang langgang.


    • tidak tau asal usulnya, tidak tahu bapak ibunya, seperti tidak pernah dilahirkan= artinya tidak mengalami kelahiran baru, sehingga tetap manusia daging dengan 18 sifat tabiat daging (di capt dengan 666 dalam 2 Timotius 3: 1-5).


    Di sinilah Tuhan melihat perlunya Roh Kudus. Biarlah malam ini kita mohon pada Tuhan supaya Roh Kudus dicurahkan kepada kita semua.

    Kegunaan Roh Kudus yaitu


    • Roh kudus memberi kekuatan ekstra kepada kita, sehingga kita tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan, tetapi kita tetap kuat teguh hati dalam menghadapi apapun juga, kita tetap mengikut dan melayani Dia sampai Tuhan datang kembali kedua kali.


    • Titus 3: 5
      3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,"

      'permandian kelahiran kembali'= baptisan air.
      Kegunaan Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus sanggup membaharui kita dari manusia dading menjadi manusia rohani seperti Yesus (mujizat rohani), di mulai dari taat dengar-dengaran ('Ya Abba, Ya Bapa').
      Kalau sudah tidak taat, itu sudah 18 sifat tabiat daging (tabiat setan ada di situ).

      Kalau kita taat dengar-dengaran, status kita kembali pada status anak Allah.
      Kalau kita mengalami mujizat rohani, Roh Kudus membuat kita taat dan menjadi anak-anak Allah, maka mujizat jasmani juga terjadi, yang mustahil jadi tidak mustahil.
      Banyak mujizat terjadi dari ketaatan.
      Musa hanya disuruh mengulurkan tangan saat menghadapi laut Kolsom dan Firaun. Sesuatu yang tidak masuk akal.
      Tetapi karena Musa taat, maka angin Timur bergerak dan laut terbelah (mujizat jasmani terjadi).
      Yang penting, taat saja.
      Taat ada bukti ada Roh Kudus.

      Kaum muda, taat dengar-dengaran! Dan kaum muda akan mengalami mujizat-mujizat jasmani. Laut Kolsom dibelah.

      Petrus gagal (tidak menangkap ikan) dan telanjang. Tetapi siang hari Tuhan katakan 'tebarkan jalamu!' . Tidak masuk akal, karena sudah siang hari dan di pinggir pantai, tetapi bisa menangkap ikan.

      Tuhan juga perintahkan 'cedok, cicipi!', maka air untuk cuci kaki dan tangan bisa menjadi air anggur, ada kebahagiaan dan mujizat terjadi.

      Sampai saat Tuhan datang kedua kali, kita mengalami muujizat terakhir. Kita menjadi sama mulia dengan Dia dan menjadi mempelai wanita yang siap menyambut Dia di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang) sampai masuk Yerusalem Baru.

Inilah menabung harta di surga sampai kita betul-betul masuk kerajaan Surga.
Sekarang menabung harta di Surga, yaitu kaya dalam kemurahan. Tetapi suatu waktu, bukan harta saja yang masuk, tetapi kita juga masuk Surga untuk menikmati harta Surga selama-lamanya.

Tabungan di Surga itulah yang bisa dinikmati. Kalau tabungan di dunia paling maksimal sampai antikris berkuasa 3,5 tahun sebelum Tuhan datang, apabila kita diberi panjang umur.
Tapi, kalau kita sekarang menabung harta Surga (kaya dalam kemurahan), selama-lamanya kita akan menikmati harta di Surga.

Dalam pelayanan banyak gangguan, kita butuh Roh Kudus. Malam ini, kita mohon Roh Kudus. Sekalipun sengsara seperti Smirna dan Makedonia, tetap layani Tuhan! Biar Roh Kudus dicurahkan di tengah-tengah kita sekalian. Tidak sia-sia melayani Tuhan lewat memberi sampai memberi hidup kita kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top