English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 Februari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 06 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (MInggu Sore, 25 Agustus 2013)
Tayang: 15 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 06 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 08 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Juni 2014)
Tayang: 21 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 30 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 13 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 November 2007)
Tayang: 06 September 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 30 September 2007)
Tayang: 11 Februari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 07 Oktober 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 01 Maret 2009

Kita tetap membahas srt Yudas yang di dalam susunan tabernakel berbicara tentang tudung kulit lumba-lumba. Kita sudah sampai pada ay 24 dan 25 yang merupakan penutup dari srt Yudas ini di mana TUHAN menyatakan/menunjukkan naungan kasih NYA untuk menjaga kita supaya kita tidak tersandung dan membawa kita sampai kepada kebenaran sehingga kita tidak bernoda/tidak bercacat cela, sempurna seperti YESUS.

Yudas 1 : 24, 25,
24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Jadi tanda dari gereja yang benar adalah tidak ada dosa sandungan, artinya tidak mudah tersandung dan tidak menjadi sandungan bagi orang lain.

Matius 18 : 6, "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Menyesatkan = menyandung = dosa sandungan = batu kilangan diikatkan pada leher dan ditenggelamkan ke dalam laut.

Penyebab sandungan adalah:
Ayub 41 : 15, Hatinya keras seperti batu, keras seperti batu kilangan bawah.
Batu kilangan = batu yang keras dan ini melukiskan seperti buaya --> Ayub 40 : 20, "Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali?
Siapa buaya itu? Yehezkiel 29 : 3, Berbicaralah dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Firaun, raja Mesir, buaya yang besar, yang berbaring di tengah anak-anak sungaimu, yaitu Nil, dan yang berkata: Sungai Nil aku punya, aku yang membuatnya.
Buaya adalah Firaun dan serigala adalah Herodes.
Jadi penyebab dari sandungan adalah ?hati yang keras sekeras hati Firaun dan ini merupakan gambaran dari setan.

Praktek kekerasan hati dari Firaun adalah -->

  1. Keluaran 9 : 27, 28,
    27. Lalu Firaun menyuruh memanggil Musa dan Harun serta berkata kepada mereka: "Aku telah berdosa sekali ini, TUHAN itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah.
    28. Berdoalah kepada TUHAN; guruh yang sangat dahsyat dan hujan es itu sudah cukup. Maka aku akan membiarkan kamu pergi, tidak usah kamu tinggal lebih lama lagi."

    Setelah hujan es turun menghantam Mesir, Firaun memanggil Musa dan Harun agar menyudahi tulah itu. Tetapi setelah tulah itu berakhir, apa yang terkadi pada Firaun yang merupakan orang yang mudah tersandung dan tersinggung itu?

    Keluaran 9 : 34, 35,
    34. Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati, baik ia maupun para pegawainya.
    35. Berkeraslah hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi -- seperti yang telah difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa.

    Jadi, praktek dari orang yang keras hati sehingga mudah tersandung dan tersinggung adalah tidak mau bertobat.
    Seperti yang dituliskan di dalam srt Roma 2 : 5, Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
    Inilah kekerasan hati dengan tidak mau bertobat karena menyimpan dosa sehingga mudah tersandung dan tersinggung.

    Tidak mau bertobat terutama dari dosa dusta/selalu mempertahankan dusta seperti Firaun yang kelihatan bertobat sebab ia mengatakan bahwa ‘aku yang bersalah sekali dan Tuhanmu yang benar’ tetapi setelah tulah hujan es berhenti, ia berdusta. Kalau orang yang bertahan pada dosa dusta sehingga ia tidak mau bertobat/enggan untuk bertobat/malas untuk bertobat --> Yeremia 9 : 5, Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
    Jika TUHAN menunjuk dosa kita dengan FirmanNYA dan juga lewat kejadian-kejadian sehari-hari/lewat hajaran-hajaran yang sudah menimpa kita seperti Firaun dengan hujan es agar kita bertobat, tetapi kalau kita tidak mau bertobat, maka satu waktu kita tidak dapat bertobat seperti setan yang seperti dikatakan di dalam Roma 2, kita tinggal menunggu waktu untuk menerima penghukuman dari TUHAN kekal di neraka. Ini yang harus kita waspadai.

    Jadi nanti akan ada dua kutub yaitu:
    • orang yang mau bertobat, akan terus menerus bertobat sampai satu waktu, ia tidak dapat berbuat dosa lagi dan ini berarti ia sudah menjadi sempurna
    • tetapi bagi yang tidak mau bertobat, maka satu waktu ia tidak dapat bertobat dan akan menerima penghukuman. Semoga kita dapat mengerti.
      Inilah penyebab kekerasan hati sekeras hati Firaun yang pertama dengan praktek tidak mau bertobat sampai tidak dapat bertobat.
  2. Keluaran 7 : 14, 16,
    14. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun berkeras hati, ia menolak membiarkan bangsa itu pergi.
    16. Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan.

    Orang keras hati seperti Firaun, menghalangi bangsa Israel pergi untuk beribadah dan untuk kita sekarang maka keras hati ini adalah tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanannya. Orang semacam ini siapapun dia, baik dia itu kaya, memiliki kedudukan yang tinggi, orang bodoh atau apa saja dan kalau masih tidak beribadah, maka dihadapan Tuhan dianggap sebagai orang yang tidak berguna.

    Maleakhi 3:18, Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
    Orang benar adalah orang beribadah kepada Tuhan, sedangkan orang tidak setia/ tidak beribadah kepada Tuhan akan terjadi perbedaan. Sekarang mungkin kita akan iri melihat orang yang tidak beribadah terlihat diberkati oleh Tuhan sedangkan orang yang beribadah terlihat kekurangan, tetapi TUHAN tidak pernah menipu kita sebab akan terjadi perbedaan.

    Apa yang dimaksud dengan perbedaan? Maleakhi 4 : 1, Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
    Orang gegabah = orang fasik. Inilah perbedaannya yaitu orang yang tidak setia di dalam ibadah dan pelayanan kepada TUHAN, mereka hanya seperti jerami/kehidupan yang tidak berguna sehingga hanya menunggu untuk dibakar/menunggu api penghukuman dari TUHAN.

    Mari! bagi para siswa/mahasiswa, silahkan mencari ilmu yang tinggi tetapi semuanya itu tidak ada gunanya kalau tidak diimbangi dengan ibadah dan pelayanan. Demikian juga bagi yang bekerja, saudara dapat bekerja sehingga saudara diberkati, baik! Tetapi semuanya tidak berguna kalau saudara tidak setia, apalagi kalau saudara tidak mau beribadah. Sebab kehidupan semacam itu hanya menunggu untuk mendapatkan api penghukuman/menerima api penghukuman dari TUHAN.

    Sebaliknya, orang yang beribadah itu sangat berguna --> 1 Timotius 4 : 8 – 10,
    8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
    9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.


    Ibadah dan pelayanan itu berguna di dalam segala hal, sebab mengandung janji yang dobel yaitu:
    • janji pemeliharaan TUHAN untuk hidup sekarang dan juga
    • sampai hidup y.a.d/hidup kekal bersama TUHAN.

    Mari kita melihat sejarah di dalam alkitab pada waktu bangsa Israel berada di padang gurun setelah mereka keluar dari Mesir, mereka tidak dapat menabur dan menuai sebab apa yang mau ditanam, kemudian bagaimana mereka dapat hidup? Mereka dapat hidup karena mereka beribadah kepada TUHAN sehingga TUHAN menurunkan manna bagi mereka. Ini merupakan sesuatu yang harus kita percayai sebab cerita ini bukanlah dongeng tetapi suatu kenyataan.
    Jadi, beribadah itu memiliki jaminan untuk hidup sekarang, untuk hidup y.a.d sampai pada hidup yang kekal bersama TUHAN. Sebab dikatakan ‘itu sebabnya kita berjerih payah dan berjuang’ . Mari! kalau kita yakin bahwa di dalam ibadah ada janji TUHAN yang dobel yaitu jaminan untuk hidup sekarang sampai pada masa depan dan hidup kekal, biarlah kita berjerih payah dan memperjuangkan ibadah lebih dari segala perkara yang lain di bumi ini. Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh dihari-hari ini, jangan keraskan hati seperti Firaun yang menghalangi bangsa Israel untuk beribadah dan kalau sekarang kita tidak setia di dalam ibadah dan pelayanan bahkan meninggalkan ibadah, maka ini merupakan kecelakaan sebab akan menerima penghukuman dari TUHAN. Sebab kehidupan hanyalah seperti jerami yang satu waktu menerima penghukuman api dari langit dan akan terbakar habis/binasa untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.
  3. Keluaran 7 : 16, Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan.
    Praktek ketiga dari kekerasan hati sekeras hati Firaun adalah tidak dengar-dengaran/tidak taat pada Firman.
    Di dalam tabernakel, yang sudah sering diterangkan, maka ketaatan ini memiliki tiga tingkatan yaitu:
    • halaman. ini menunjuk pada ketaatan kepada orang tua jasmani yang kelihatan, kemudian
    • ruangan suci. ini menunjuk pada ketaatan kepada orang tua rohani/gembala, kemudian
    • ruangan maha suci. ini menunjuk pada ketaatan kepada Orang Tua Surgawi/kepada TUHAN/kepada Firman.
      Itu sebabnya sekarang ini, hati kita melembut agar dapat menjadi hati yang taat dengar-dengaran.

    Tetapi bagi orang Kristen/hamba-hamba TUHAN yang tidak taat, sebab di dalam injil Matius 7, mereka disamakan seperti orang Kristen yang bodoh dan memang sekarang ini banyak orang Kristen yang bodoh --> mereka mau mendengarkan Firman sekalipun mungkin dengan mengantuk, tetapi mereka tidak mau dengar-dengaran kepada Firman sehingga mereka tidak tahan uji.

    Matius 7 : 26, 27,
    26. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
    27. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

    Mendengarkan Firman tetapi tidak mempraktekkannya = orang yang membangun rumah di atas pasir, lalu datanglah angin, hujan dan banjir sehingga rumah itu rubuh = tidak tahan uji.
    Hujan = setan dengan roh jahat dan roh najis. Kalau orang tidak dengar-dengaran pada Firman, maka akan jatuh di dalam kejahatan dan kenajisan. Terutama bagi kaum muda, banyak yang hanyut di dalam dosa ini, sekalipun mereka adalah orang Kristen dan melayani TUHAN, tetapi mereka tidak dengar-dengaran.
    Angin yang kencang = nabi palsu dengan pengajaran-pengajaran palsu/sesat. Orang Kristen tidak tahan uji sebab Firman tidak dipraktekkan/tidak mendarah daging sehingga tidak mampu menghadapi nabi palsu dengan pengajaran-pengajaran palsu dan kehidupan ini mudah ditipu dan diombang-ambingkan kalau Firman tidak menjadi pengalaman. Itu sebabnya dihari-hari ini, kita harus mempraktekkan Firman supaya kita menjadi teguh dan tahan uji menghadapi angin.
    Banjir/air bah = antikrist dengan pencobaan-pencobaan yang mempersulit ekonomi.

    Jika kita mudah putus asa dan kecewa, maka kita tidak akan tahan uji sehingga lama kelamaan dapat meninggalkan TUHAN. Atau kalau kita mencapai keberhasilan sekalipun hanya sedikit, kita sudah merasa bangga. Bangga dan sombong = kecewa dan putus asa = tidak tahan uji.
    Rubuhlah rumah itu = kehidupan rohani rubuh/hancur sampai kehidupan secara jasmanipun ikut hancur dan hebatlah kerusakannya = tidak dapat diperbaiki lagi kalau tidak mendapatkan kemurahan dari TUHAN.
    Inilah orang yang tidak dengar-dengaran. Semoga kita dapat mengerti.
    Bagi kaum muda, jika saudara tidak taat dan dengar-dengaran, maka masa depan saudara akan gagal dan hancur. Sebab ketaatan dan dengar-dengaran adalah awal dari keberhasilan.

    Akibat jika kita tidak taat dan dengar-dengaran adalah:
    Matius 18 : 6, "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
    Masuk dalam dosa sandungan bagaikan leher itu diikat dengan batu kilangan dan ditenggelamkan ke dalam laut.
    Arti dari batu kilangan adalah:
    • Secara jasmani, batu kilangan ini dipakai untuk menggiling gandum dan menjadi tepung dan ini menunjuk pada masalah ekonomi, jadi kalau batu kilangan itu dilempar ke dalam laut, maka tidak dapat menggiling gandum lagi. Orang yang mudah tersandung, maka ia juga akan tersandung dalam bidang ekonomi.
      Bagi kita terutama saya sebagai gembala yang harus menghadapi sidang jemaat, agar jangan mudah tersandung dan menjadi sandungan sebab nanti keadaan ekonomi juga akan tersandung/kesulitan dalam bidang ekonomi. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.
      Bagi kaum muda yang masih bersekolah/kuliah, nanti akan kesulitan dalam pelajarannya kalau saudara mudah tersandung dan menjadi sandungan. Inilah yang harus kita perbaiki dihari-hari ini. Semoga kita mengerti.
    • Secara rohani, gandum = Firman. Jadi batu kilangan yang dilempar ke dalam laut berarti tidak dapat makan Firman sehingga hatinya menjadi kosong. Saudara ingat, rumah yang kosong sekalipun rumah itu bersih dan tertata rapi = kehidupan yang sudah ditebus oleh Darah YESUS tetapi kalau kosong, menjadi berbahaya sebab akan didatangi kembali oleh tujuh setan dan menjadi tempat bersarangnya tujuh setan yang lebih jahat dan lebih najis. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan selalu berdoa dan juga bagi saya agar setiap pemberitaan Firman, kita dapat makan, dapat mengerti, dapat percaya bahkan dapat mempraktekkan Firman. Hati ini jangan kosong sebab akan menjadi tempat bagi tujuh setan dengan roh jahat dan roh najis. Inilah dosa sandungan yang memang sangat berat sekalipun terlihat remeh tetapi akibatnya sangatlah berat. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau kita taat dan dengar-dengaran, kita dapat tahan uji dan juga berhasil -->
    Matius 7 : 24, 25,
    24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
    25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

    Hasilnya, ia akan tahan uji, kehidupan rohaninya terbangun sampai menjadi Tubuh Kristus yang sempurna/rumah yang rohani sampai mencapai Tubuh Kristus yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah penyebab dari dosa sandungan yang bagaikan batu kilangan/hati yang keras/hati buaya sekeras hati Firaun dengan tiga praktek yaitu;

  1. tidak mau bertobat.
  2. tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan dan
  3. tidak taat dengar-dengaran.

Bagi kaum wanita, seandainya leher anda diberi kalung batu kilangan tentunya akan terlihat sangat jelek/tidak indah. Jadi orang yang mudah tersandung dan menjadi sandungan akan memiliki masa depan yang tidak indah/kehilangan keindahan. Itu sebabnya kita harus mencabut penyebab dari dosa sandungan yaitu keras hati sebab dosa sandungan ini sangat berat akibatnya.

Di dalam ayat penutup dari srt Yudas ini, TUHAN benar-benar memantapkan naungan kasih NYA supaya kita tidak tersandung. Tetapi membawa kita menjadi tidak bercacat cela. Kita tinggal memilih --> kalau kita tersandung, maka arahnya ke Babel dan menjadi mempelai wanita setan. Kalau tidak tersandung, kita tidak akan bercacat cela dan menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Terakhir dari penyebab sandungan adalah ?dosa Babel --> Wahyu 18 : 21, Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.
Kalau tersandung = tenggelam = semuanya merosot sampai masuk dalam dosa Babel dan menjadi mempelai wanita setan sehingga akan binasa untuk selama-lamanya di neraka, ia tidak akan terangkat sampai kapanpun. Ini merupakan hal yang benar-benar serius, saya tidak mengutuk tetapi hal ini terutama untuk saya agar tidak mudah tersandung dan menjadi sandungan, sebab akan turun dan tidak dapat naik. Kita ini tersandung oleh batu yang kecil/oleh perkara-perkara yang kecil, itu sebabnya kita harus berhati-hati. Mari! kita periksa diri kita masing-masing termasuk saya --> kalau pelayanan kita tidak naik-naik, maka kita harus memeriksa hati yang mungkin masih banyak tersandung/keras hati dan ini tidak disadari karena merupakan perkara yang kecil-kecil. Kita jatuh bukan oleh tiang/batu yang besar tetapi oleh batu yang kecil.

Sekarang ini kita sudah mengetahui penyebab dari dosa sandungan yaitu hati yang keras/hati buaya/hati Firaun, itu sebabnya sekarang ini kita melembut sehingga kita dapat taat dengar-dengaran dan dapat menyembah TUHAN sebab leher ini berbicara tentang penyembahan, jadi leher ini tidak digantungi dengan batu kilangan, tetapi digantungi dengan kasih setia TUHAN.

Amsal 3 : 3, Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
Jika kita dapat melembut, kita bertobat dengan membuang dosa apa saja yang dipertahankan, kemudian kita setia dengan sungguh-sungguh di dalam ibadah dan pelayanan dan juga taat dengar-dengaran, maka kita dapat menyembah TUHAN sehingga leher kita digantungi dengan kasih setia TUHAN.

Mari saudaraku! Lebih baik mulai sekarang ini kita mengalah saja, jangan bertahan dengan saling tersinggung dan tersandung, apalagi di dalam rumah tangga. Apabila saudara mau meningkat/terangkat, datang terlebih dahulu untuk menyelesaikan semua perasaan yang tidak enak sebab kalau tidak diselesaikan, maka saudara tambah tahun akan lebih bertambah turun. Itu sebabnya apa gunanya untuk dipertahankan hati yang merasa tidak enak/tidak senang.

Demikian juga di dalam penggembalaan --> saya sebagai gembala, kalau memang saya bersalah, maka saya mau datang untuk memperbaikinya sebab saya tidak mau turun/tenggelam.

Jika kita semuanya mau melembut, maka kita semuanya dapat menyembah TUHAN serta dikalungi dengan kasih setia TUHAN , maka posisi kita seperti bayi yang berada di dalam gendongan Tangan TUHAN. Di dalam Yesaya 49, ini merupakan keluh kesah dari Israel yang mengatakan bahwa TUHAN sudah meninggalkan aku, tetapi apa yang dikatakan oleh TUHAN? Yesaya 49 : 14 – 16,
14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Melukiskan engkau di telapak TanganKU = digendong oleh TUHAN.
Di ruang MataKU = dipandang oleh TUHAN.
Mari saudaraku! Jika kita mau terlepas dari Tangan TUHAN, maka kita akan jatuh ke dalam laut. Dan juga kalau kita menjadi batu sandungan/keras hati = berada di luar Tangan TUHAN dan akan jatuh ke dalam laut. Tetapi kalau kita mau melembut, kita dapat menyembah TUHAN/kita berada di dalam Tangan TUHAN seperti bayi dalam gendongan Tangan TUHAN.

Sekalipun ada ibu yang melupakan bayi yang dikandungnya dan ada juga suami yang melupakan isterinya, sebab kasih manusia ini dapat bergeser, tetapi kasih setia TUHAN tidak pernah berubah, IA tetap mau menggendong kita dan ini merupakan tempat yang paling aman. Itu sebabnya suami/isteri jangan keraskan hati, sebab kalau keras hati dapat saling melupakan. Lebih baik sama-sama melembut sehingga suami, isteri, anak-anak berada di dalam Tangan TUHAN dan juga sesama pelayan-pelayan TUHAN berada di dalam gendongan Tangan TUHAN dan akan mengalami kasih setia TUHAN.

Daud seorang raja yang kaya tetapi ia tetap membutuhkan kasih setia TUHAN, untuk apa? Terutama untuk pengampunan dosa, sebab siapa manusia yang tidak berdosa? Di saat kita berada di dalam Tangan kasih setia TUHAN dan kita jatuh ke dalam dosa, maka kita dapat berteriak --> TUHAN, tolong dan kita diampuni oleh TUHAN.

Kalau kita berada di dalam gendongan Tangan TUHAN, maka hasil/kegunaannya adalah untuk:

  1. Mazmur 51 : 1, 3,
    1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
    3. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

    Ini seperti bayi yang berada di dalam gendongan ibunya, ia tidak mengatakan kalau ia mau ke kamar mandi, tetapi tiba-tiba ia membuang kotorannya di pangkuan ibunya --> selama bayi berada di dalam tangan ibu, maka tangan ibu yang membersihkannya.

    Begitu juga dengan kita manusia yang hanya dari debu dan tanah, tidak mustahil jatuh ke dalam dosa. Seperti Daud seorang raja yang hebat tetapi kejatuhannya tidaklah tanggung-tanggung sebab ia jatuh ke dalam dosa zinah. Tetapi karena ia berada di dalam Tangan kasih setia TUHAN, di saat ia jatuh, maka ia dapat berseru kasihailah aku ya TUHAN, ampunilah aku dan TUHAN menghapus dosa-dosanya dengan kasih setia/dengan korbanNYA. Kalau Daud berada di luar Tangan kasih setia TUHAN, maka habislah ia. Semoga kita dapat mengerti.

    Sekarang ini, apapun yang menjadi kesalahan kita, mari! asal kita melembut, maka kita dapat mengakui dosa-dosa kita kepada TUHAN dengan sejujur-jujurnya kemudian tidak berbuat dosa lagi, maka kasih setia TUHAN/Darah TUHAN menghapus/menyelesaikan dosa-dosa kita. Sebab dosa ini merupakan beban yang terberat/masalah yang terbesar di dalam hidup manusia, sebab dosa ini membebani manusia sejak manusia itu hidup sampai di dalam neraka. Itu sebabnya kalau dosa itu dapat diselesaikan oleh kasih setia TUHAN, berarti segala masalah yang lain dapat diselesaikan. Bpk.pdt Totaijs alm selalu mengatakan, bahwa mengaku dosa adalah jalan yang tersingkat untuk ditolong oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
  2. Kejadian 39 : 21 – 23,
    21. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
    22. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
    23. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

    Yusuf berada di dalam penjara sekalipun ia tidak bersalah tetapi Yusuf tetap berada di dalam gendongan Tangan TUHAN. Jadi kasih setia TUHAN membuat semuanya berhasil/memberikan keberhasilan. Keadaan dari Yusuf terbatas sebab ia berada di dalam penjara/berada di dalam liang tutupan (Kejadian 40 : 15).

    Mungkin keadaan kita bagaikan berada di dalam liang tutupan --> secara ijazah, pengalaman, modal untuk bekerja, kita terbatas --> semuanya terbatas bagaikan kita berada di dalam penjara. Tetapi kita harus yakin, kalau kita berada di dalam gendongan Tangan TUHAN/dalam kasih setia TUHAN, maka TUHAN akan memberikan/membuat semuanya berhasil sekalipun kita berada di dalam keterbatasan. Ini berarti kita mengalami pemeliharaan TUHAN.

    Di bagian atas dikatakan ada pertolongan TUHAN/kasih setia TUHAN kepada kita sampaipun ada dosa, kita tetap ditolong oleh TUHAN/kita berada di dalam gendongan Tangan TUHAN. Seperti bayi yang juga dalam keadaan terbatas dan tidak berdaya, tetapi tangan ibunya yang membuatnya terpelihara dan berhasil.

    Mari! mungkin keadaan kita seperti Yusuf dan bayi yang hidupnya terbatas/dibatasi oleh liang tutupan, mari! jangan berputus asa sebab yang penting bukan terbatas/dibatasi, tetapi berada di dalam gendongan Tangan TUHAN/Tangan kasih setia TUHAN atau tidak. Sebab kalau kita berada di dalam gendongan Tangan TUHAN/Tangan kasih setia TUHAN, maka inilah yang membuat kita berhasil sebab kita dipelihara oleh TUHAN. Kita ditolong bukan hanya sampai di bumi ini, kita dipelihara dan dijadikan berhasil oleh TUHAN.
    Mungkin sekarang ini ada yang gagal, mari! kembali ke dalam gendongan Tangan TUHAN/kembali kepada kasih setia TUHAN, jangan keraskan hati tetapi lembutkan hati sehingga kasih setia TUHAN membuat semuanya menjadi berhasil.
  3. Mazmur 103 : 4, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
    Kasih setia TUHAN menjadi mahkota.
    Mari! sambil digendong :
    • dosa-dosa kita di ampuni
    • kita ditolong
    • kita dibuat berhasil sebab semuanya dipelihara oleh TUHAN, tetapi sesungguhnya di dalam gendongan itu kita
    • sedang dimahkotai oleh TUHAN

Mahkota ini menjadi milik dari Mempelai Wanita TUHAN untuk menyambut Mempelai Pria Surga --> Kidung Agung 3 : 11, puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.
Mahkota kasih setia TUHAN untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, kita bertemu dengan Dia Muka dengan muka di awan-awan yang permai, masuk pesta nikah Anak Domba/kebahagiaan sampai masuk ke firdaus/kerajaan seribu tahun dan juga sampai masuk ke dalam kerajaan surga yang kekal. Kita tidak tersandung.

Itu sebabnya, kita jangan berada di luar kasih setia TUHAN = sandungan tetapi lembutkan hati agar dapat masuk dalam kasih setia TUHAN/berada di dalam gendongan Tangan TUHAN dan TUHAN akan menolong kita semua.

TUHAN memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top