English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 Juni 2014)
Tayang: 17 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 Februari 2014)
Tayang: 01 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Juni 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 07 Oktober 2007)
Tayang: 01 Maret 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 November 2007)
Tayang: 16 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 13 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 Desember 2013)
Tayang: 08 Juli 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 21 Januari 2007)
Tayang: 14 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 16 Desember 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 10 Maret 2010

Yudas 1: 24 - 25
24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Jadi, inilah penutup dari surat Yudas yang ditutup dengan tujuh penampilan Pribadi Yesus, yaitu:
  1. bagi Dia yang berkuasa supaya jangan kamu tersandung.
    Dia = Y
    esus yang berkuasa menjaga kita supaya kita tidak tersandung.
  2. Dia berkuasa membawa kita sampai kita tidak bernoda/bercacat cela = sempurna.
  3. Dia adalah Allah Yang Esa
  4. Dia adalah Juruselamat kita
  5. Dia adalah Tuhan Yesus Kristus
  6. Dia yang layak menerima kemuliaan, kekuasaan, kekuatan, kebesaran.
  7. Dia adalah Allah yang kekal dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya.
Inilah tujuh penampilan dari Pribadi Yesus bagaikan tujuh sinar dari pelita emas. Kalau ini disinarkan kepada sidang jemaat, maka sidang jemaat akan mendapatkan tujuh kebahagiaan. Angka tujuh adalah angka kesempurnaan =
kebahagiaan yang sempurna.

Sekarang bagian yang terakhir, yaitu tujuh kebahagiaan surga/kebahagiaan yang sejati. Kita sudah mempelajari kebahagiaan surga ini di dalam Matius 5, tetapi di dalam kitab Wahyu juga ada tujuh kebahagiaan yaitu:
  1. Wahyu 1 : 3
    Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
    Ini kebahagiaan yang pertama dan sudah kita pelajari.

  2. Wahyu 14 : 13
    Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

  3. Wahyu 16 : 15
    "Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya."

  4. Wahyu 19 : 9
    Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Ini merupakan puncak/pokok kebahagiaan yaitu saat Yesus datang kembali yang kedua kalinya, kita akan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.

  5. Wahyu 20 : 6
    Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

  6. Wahyu 22 : 7
    "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

  7. Wahyu 22 : 14
    Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
Gambar di http://www.gptkk.org/images/7bahagia.jpg
  • Pelita/kebahagiaan 1 (Wahyu 1 : 3)
  • Pelita/kebahagiaan 2 (Wahyu 14 : 3)
  • Pelita/kebahagiaan 3 (Wahyu 16 : 15)
  • Pelita/kebahagiaan 4 (Wahyu 19 : 9)
  • Pelita/kebahagiaan 5 (Wahyu 20 : 6)
  • Pelita/kebahagiaan 6 (Wahyu 22 : 7)
  • Pelita/kebahagiaan 7 ((Wahyu 22 : 14)
Inilah tujuh kebahagiaan. Semoga menjadi praktek hidup apa yang Tuhan janjikan yaitu Tuhan akan memberikan kebahagiaan. Kita sudah mempelajari bagian yang 1, 2, 3 dan yang keempat merupakan puncak dari kebahagiaan.

Kita akan mempelajari kebahagiaan yang kelima.
Wahyu 20 : 6
Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka,

Inilah kebahagiaan yang kelima yaitu yang mendapatkan kebangkitan yang pertama/kematian kedua/neraka tidak berkuasa lagi.
Ini berarti ia mendapatkan kehidupan kekal/masuk ke kerajaan surga yang kekal.

Wahyu 20 : 14 - 15
14. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
15. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Kalau kematian kedua/neraka tidak berkuasa lagi, maka itu berarti nama dari kehidupan itu tertulis di dalam buku kehidupan.

Jadi, syarat supaya mengalami kebahagiaan dan mendapatkan kebangkitan pertama adalah nama harus tertulis di dalam buku kehidupan. Kebangkitan pertama ini terjadi pada waktu kedatangan Yesus yang kedua kali (orang-orang yang mati di dalam Yesus akan dibangkitkan).

1 Korintus 15 : 51 - 52
51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
52. dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Tidak mati semua, berarti ada orang Kristen yang mati tetapi ada juga yang hidup sampai Tuhan Yesus datang kembali.

Ada dua hal besar yang terjadi saat kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
  1. Orang yang mati di dalam Tuhan akan dibangkitkan dalam tubuh yang mulia.
    Bila dikaitkan dengan Wahyu 22, orang yang mati dalam Tuhan adalah orang yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan. Orang ini memang mati dan dikuburkan tetapi ia akan dibangkitkan di dalam tubuh kemuliaan/tubuh yang sempurna.
    Jadi
    , mati di dalam Yesus = namanya tertulis di dalam kitab kehidupan, dan ia akan dibangkitkan di dalam tubuh yang mulia.

  2. Orang yang hidup sampai YESUS datang yang kedua kalinya dan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan, ia akan diubahkan di dalam sekejap mata dan akan memiliki juga tubuh kemuliaan.
Keduanya (a & b) akan menjadi satu tubuh Kristus yang mulia/ yang sempurna/ Mempelai Wanita untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kalinya sebagai Mempelai Pria Surga dan akan masuk dalam pesta nikah Anak Domba, masuk kerajaan seribu tahun, kemudian masuk dalam kerajaan surga yang kekal. Ini berarti neraka tidak berkuasa lagi.

Jadi, yang penting bukan mati atau hidup agar kita dapat lolos dari kematian kedua/neraka. Tetapi yang penting, selama hidup kita berusaha supaya nama tertulis di dalam kitab kehidupan.

Proses supaya nama tertulis di dalam kitab kehidupan adalah:
A) Filipi 4 : 3
Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.
= MEMPERJUANGKAN IBADAH PELAYANAN LEBIH DARI PERKARA YANG LAIN.

Jika kita harus berjuang untuk dapat beribadah, kita tidak akan rugi sebab ini adalah berjuang agar nama kita tertulis di dalam kitab kehidupan. Kalau kita tidak mau berjuang sehingga selalu kalah, itu akan berbahaya sebab nama dapat dicoret dari kitab kehidupan.

Rasul Paulus juga memakai istilah yang sama.

Kisah rasul 20 : 24
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Berjuang ini bukan untuk menghadapi hujan dan sebagainya. Tetapi berjuang sampai tidak menghiraukan nyawa dan ini merupakan hal yang luar biasa.
Memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara yang lain = menyelesaikan pelayanan sampai garis akhir.

Garis akhir dari pelayan Tuhan ada dua, yaitu:
  • Sampai mati karena dipanggil Tuhan atau
  • Tetap melayani/selesaikan pelayanan sampai Tuhan Yesus datang kedua kali. Kalau sebelum ini, kita berhenti, maka itu berarti kita belum selesai sehingga Tuhan tidak berkenan. Sebab nama itu ditulis perlahan-lahan/kata demi kata sampai selesai.
Misalnya yang harus ditulis adalah a y a m. Baru menulis a y, kita sudah berhenti melayani. Apa yang dimaksud dengan a y ini? Tidak ada artinya. Harus a y a m dan selesai untuk kemudian nama itu tertulis di dalam kitab kehidupan. Itu sebabnya pelayanan kita itu jangan berhenti di tengah jalan.

Inilah proses pertama supaya nama itu tertulis di dalam kitab kehidupan yaitu:
  • Memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu.
  • Menyelesaikan pelayanan sampai garis akhir.
  • Mempertahankan jubah pelayanan sampai garis akhir supaya jangan diambil oleh orang lain.
Yohanes 4 : 34
Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Tanda pelayanan yang benar adalah:
  1. Menyelesaikan pelayanan sampai garis akhir.
  2. Melayani sesuai Firman/melakukan kehendak Bapa.
    Dua hal
    ini bagaikan makanan bagi Tuhan = memberi makan kepada Tuhan dan Tuhan berkenan/tidak dimuntahkan oleh Tuhan.

    Hasilnya :
    • Tuhan juga akan memuaskan / menyenangkan kita / memelihara tubuh, jiwa dan roh kita.
      Inilah rumus timbal balik :
      kalau kita memuaskan/menyenangkan hati Tuhan, maka Tuhan juga akan memuaskan dan menyenangkan kita.

    • Tuhan juga memberikan kuasa untuk menghadapi halangan-halangan/ rintangan-rintangan.
      Lukas 10 : 17
      Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."


    Kita sudah dipelihara, sudah memiliki kuasa untuk menghadapi halangan-halangan/rintangan-rintangan, ini sudah baik! Tetapi Tuhan katakan 'jangan puas sampai di sini.

    Lukas 10 : 20
    Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

    Jangan bersukacita karena dipelihara oleh Tuhan secara tubuh, sebab ini seperti burung. Burung itu dipelihara oleh Tuhan tetapi tidak berbuat apa-apa sampai akhirnya mati.

  3. Nama ditulis di dalam kitab kehidupan.
Proses nama ditulis dalam kitab kehidupan adalah:
  • Memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu.
  • Menyelesaikan pelayanan sampai garis akhir.
  • Mempertahankan jubah pelayanan sampai garis akhir.
Ini pelayanan yang berkenan kepada Tuhan sehingga hasilnya:
  • kita akan menikmati pemeliharaan Tuhan.
  • Tuhan akan memuaskan kita.
  • Tuhan memberikan kemenangan/kuasa untuk menang sampai nama tertulis di dalam kitab kehidupan.
Sayang bagi Yudas sebab ia yang sudah memiliki jubah pelayanan tetapi hanya karena uang, dia tinggalkan pelayanannya dan tempatnya diganti oleh orang lain. Kalau sudah diganti oleh orang lain, berarti namanya dicoret dari kitab kehidupan.

Kisah rasul 1 : 16 - 18, 20
16. "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
17. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
18. -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
20. "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

Yudas diganti oleh Matias = nama Yudas tercoret dari kitab kehidupan.
Mempertahankan jabatan pelayanan = mempertahankan nama tertulis di dalam kitab kehidupan.

B) Wahyu 13 : 8
Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Menyembah antikris = nama tidak tertulis di dalam kitab kehidupan. Berarti kalau nama ditulis di dalam kitab kehidupan = ORANG YANG TIDAK MENYEMBAH ANTIKRIS.

Ada dua golongan orang yang tidak menyembah antikris, yaitu:
  1. golongan anak-anak Tuhan yang disingkirkan ke padang belantara dengan dua sayap burung nazar sehingga antikris tidak dapat menjamah mereka.

    Mengapa anak-anak Tuhan ini disingkirkan ke padang belantara?
    Sebab mereka adalah kehidupan yang menyembah Tuhan dan doa penyembahan mereka memenuhi ukuran.

    Wahyu 11 : 1 - 2
    1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.\
    2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

    Jadi, bait suci yang sesungguhnya adalah ruangan suci dan ruangan maha suci. Ada mezbah di situ, berarti mezbah dupa emas, bukan mezbah korban bakaran. Jadi yang diukur adalah penyembahannya.

    Itu sebabnya kita harus memperhatikan ibadah penyembahan sebab kita
    harus menyembah Tuhan. Di rumah, kita menyembah Tuhan secara pribadi dan juga secara berjamaah/ penggembalaan di gereja sampai doa penyembahan mencapai ukuran Tuhan.

    Apa yang di maksud dengan ukuran dari penyembahan?
    Doa penyembahan itu diukur dengan sebatang buluh seperti tongkat = Firman. Jadi
    doa penyembahan mencapai ukuran = taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
    Kalau
    Tuhan Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di atas kayu salib.

    Banyak kali daging ini memiliki banyak pertimbangan kalau mau taat. Itu sebabnya pertimbangan daging ini yang harus dimatikan menjadi daging yang taat dengar-dengaran sehingga akan disingkirkan waktu antikris berkuasa di bumi.

    Mari! Secara praktek, kita jangan mengabaikan ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan supaya kita tidak masuk dalam aniaya antikris atau menyembah antikris, tetapi penyembahan kita harus dilanjutkan sampai pada ukurannya, yaitu daging tidak bersuara (=taat dengar-dengaran).

    Ketaatan adalah sikap penyembahan selama dua puluh empat jam. Kalau menyembah selama dua puluh empat jam, tentunya kita tidak akan kuat, sebab ada jam untuk makan, untuk tidur. Tetapi kalau taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara = menyembah Tuhan selama dua puluh empat jam. Di mana saja kita berada, kita harus tetap taat dengar-dengaran.

  2. golongan yang tertinggal pada jaman antikris sehingga mereka akan dianiaya oleh antikris, tetapi mereka tidak mau menyembah antikris/tetap menyembah Tuhan.
    Mengapa mereka tertinggal? Sebab mereka tidak tekun di dalam ibadah doa penyembahan.

    Wahyu 12 : 17
    Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
    Memiliki hukum Allah/Firman = meja roti sajian. (http://www.gptkk.org/tabernakel_meja+roti+sajian.html)
    Memiliki kesaksian Y
    esus = pelita emas (http://www.gptkk.org/tabernakel_pelita+emas.html). Tetapi masih kurang satu, yaitu tidak tekun di dalam doa penyembahan/tidak mau menyembah Tuhan = tidak memiliki mezbah dupa emas (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+dupa+emas.html) sehingga akan diperhadapkan dengan antikris.

    Golongan yang tertinggal ini akan diperhadapkan pada dua hal, yaitu:
    • menyembah antikris sehingga mereka diberi cap 6.6.6. dan mereka dapat tetap hidup dan menjadi milik antikris. Tetapi nama mereka akan dicoret dari kitab kehidupan dan akan binasa di neraka.

    • mengalami aniaya besar sampai dipancung kepalanya karena tidak mau menyembah antikris, mereka tetap menyembah Tuhan.
      Orang semacam ini termasuk orang yang berbahagia sebab ia akan
      mendapatkan kebangkitan yang pertama.
Wahyu 20 : 4
Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Memerintah selama seribu tahun = masuk kerajaan seribu tahun dan masuk dalam kerajaan surga = nama tertulis di dalam kitab kehidupan.

Inilah proses supaya nama tertulis di dalam kitab kehidupan yaitu:
  • Sungguh-sungguh dalam pelayanan = setia sampai akhir.
    Jangan dilepaskan tetapi harus sampai nama tertulis di dalam kitab kehidupan.

  • Penyembahan sampai memenuhi ukuran yaitu taat dengar-dengaran sehingga nama akan ditulis di dalam kitab kehidupan.
C) Wahyu 21 : 27
Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Jadi nama ditulis di dalam kitab kehidupan adalah orang yang tidak memiliki kekejian, kenajisan, dusta = MENGALAMI PELAYANAN PENDAMAIAN/DOSA-DOSANYA SUDAH DIPERDAMAIKAN.

Mari saudaraku! Kita jangan puas kalau nama kita tertulis di universitas, di kantor atau di perusahaan yang besar atau kita tidak terkena PHK. Ini sudah baik! Tetapi belum berarti apa-apa.
Kita harus berusaha agar nama tertulis di dalam kitab kehidupan lewat:
  • pelayanan sampai garis akhir.
  • penyembahan sampai memenuhi ukuran/taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
  • pelayanan pendamaian oleh Imam Besar.
Di dalam kitab perjanjian lama, pelayanan pendamaian dilakukan oleh imam besar Harun. Setahun sekali ia masuk ke dalam ruangan maha suci dengan membawa darah dan dupa. Kalau darah itu dipercikkan, maka terjadi sinar kemuliaan dan itu berarti segala dosa dari bangsa Israel sudah diampuni oleh Tuhan. Dupa = doa.

Di dalam kitab perjanjian baru, pelayanan pendamaian dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa.
Dulu Harun masuk ke dalam ruangan maha suci yang menunjuk tahta Allah dan sekarang Yesus benar-benar berada di dalam ruangan maha suci/surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Tuhan Yesus membawa dupa/doa syafaat/doa penyahutan dan juga membawa Darah, bukan darah lembu lagi, tetapi Ia membawa DarahNya sendiri untuk dipercikkan. Harun memercikkan darah, maka segala dosa bangsa Israel diampuni. Tuhan Yesus melayani pelayanan pendamaian di tahta Allah di sebelah kanan Allah Bapa.
  1. Pelayanan Pendamaian dengan DUPA.
    Tuhan Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Ia tidak menganggur, tetapi Ia berdoa siang dan malam/tidak putus-putusnya berdoa untuk kita.

    1 Yohanes 2 : 1 - 2
    1.
    Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
    2. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

    Pelayanan pendamaian dengan dupa:
    Yesus menaikkan doa pendamaian/doa syafaat untuk kita. Di mulai dari atas kayu salib : 'ya Bapa, ampunilah mereka.' Inilah doa pendamaian supaya kita diampuni dosa-dosa kita dan kita menjadi sadar dan mendapatkan pengampunan.
    Tetapi I
    a juga berdoa supaya kita tidak jatuh di dalam dosa. Inilah doa yang dinaikkan oleh Tuhan Yesus setiap saat = doa syafaat/doa penyahutan yang dinaikkan oleh Gembala Agung/Imam Besar. Ini dulu bagaikan Harun membawa dupa ketika ia masuk ke dalam ruangan maha suci.

    Itu sebabnya kita jangan sombong kalau kita dapat mengaku dosa dan diampuni dan juga kalau kita tidak melakukan dosa lagi, sebab semua ini dapat terjadi karena kekuatan doa dari Imam Besar.

  2. Pelayanan pendamaian dengan darah/percikan darah/sengsara daging. Percikan darah ini memiliki dua tingkatan, yaitu:
    • 1 Petrus 4 : 1
      Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa ---,
      =
      Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa/bertobat.

      Orang mau bertobat itu terasa sengsara, sebab sudah bertahun-tahun berbuat dosa, kemudian mau berhenti, maka itu terasa berat/sengsara bagi daging.


      Bagaimana jalannya/langkahnya untuk bertobat?
      Kita harus menyadari dan mengaku dosa kepada
      Tuhan dan kepada sesama. Setelah diampuni oleh Darah Yesus, jangan berbuat dosa lagi dan kembali kepada Tuhan.

      Tadi disebutkan 'dusta' ini merupakan penutup dosa.
      Darimana kita harus bertobat supaya neraka/kematian kedua tidak berkuasa atas kita dan nama kita
      tertulis di dalam kitab kehidupan? Harus dimulai dari kedelapan dosa.

      Wahyu 21 : 8
      Tetapi orang-orang penakut (1), orang-orang yang tidak percaya (2),orang-orang keji (3), orang-orang pembunuh (4),orang-orang sundal (5), tukang-tukang sihir (6), penyembah-penyembah berhala (7) dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Tadi hanya disebutkan tiga dosa yaitu kekejian, kenajisan dan dusta, sekarang lebih terperinci menjadi delapan dosa.
      Mari!
      Kalau kita mau nama kita tertulis di dalam kitab kehidupan dan masuk kota Yerusalem Baru sehingga neraka tidak berkuasa, maka kita harus bertobat sampai tidak ada dusta lagi.

      Mari kita memohon pelayanan pendamaian lewat dupa. Sudah pasti Tuhan berdoa untuk pengampunan dosa supaya kita tidak berbuat dosa lagi. Dan juga dengan darah/percikan darah. Mari! Dimulai dari kita untuk sengsara daging agar berhenti berbuat dosa/dari delapan dosa dengan jalan:
        • kita menyadari dosa
        • mengaku dosa dan jika diampuni, kita jangan berbuat dosa lagi = bertobat. Semoga kita dapat mengerti.

    • 1 Petrus 4 : 12 - 14
      12.
      Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Dulu, setiap kali Harun memercikkan darah, ada sinar kemuliaan. Sekarang bagi kita, pelayanan pendamaian juga menghasilkan sinar kemuliaan. Inilah percikan darah tingkat kedua yaitu sengsara daging tanpa dosa.

      Sengsara daging tanpa dosa = tidak berbuat dosa tetapi kita sengsara supaya kita mendapatkan sinar kemuliaan yang akan mengubahkan/membaharui kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani/manusia baru.
Inilah pelayanan pendamaian : dosa dihentikan dan daging juga dihentikan/ diubahkan menjadi manusia yang rohani. Inilah nama tertulis di dalam kitab kehidupan.

Apa yang dimaksud dengan pembaharuan?
Efesus 4 : 23 - 25,
23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

Dulu, Harun memercikkan darah, ada sinar kemuliaan; sekarang juga, penderitaan daging tanpa dosa, juga ada sinar kemuliaan/Roh kemuliaan yang akan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani/manusia baru dan dimulai dengan tidak ada dusta. Membuang dusta = menjadi manusia baru/manusia rohani.

Inilah pelayanan pendamaian:
  • lewat dupa = Yesus berdoa
  • lewat darah/percikkan darah = kita bertobat
  • kita dibaharui menjadi manusia baru/manusia rohani.
Kita bertobat sedikit demi sedikit dari dosa A, dosa B, terus menerus sampai tidak ada dosa lagi = tidak bercela, kemudian dibaharui.
Percikan darah membaharui kita untuk:
  • kita tidak berdusta lagi/tidak ada dusta.
  • tidak marah dan sebagainya sampai kita menjadi sama mulia dengan Tuhan.
Inilah pelayanan pendamaian sampai nama tertulis di dalam kitab kehidupan, yaitu:
  • kita harus memperhatikan pelayanan
  • kita harus memperhatikan penyembahan sampai kita tekun dan taat
  • pelayanan pendamaian --> dosa-dosa disingkirkan.
    K
    ita jangan menunggu waktu lagi untuk bertobat sehingga kita akan mengalami keubahan hidup, dimulai dengan tidak ada dusta lagi. Sedikit demi sedikit sampai satu waktu kita menjadi sama mulia dengan Tuhan YEsus. Semoga kita dapat mengerti.
Kalau kita sudah memiliki praktek dari pelayanan pendamaian yaitu sudah dapat bertobat dan ada pembaharuan, maka di saat terjadi pelayanan pendamaian sekalipun belum sempurna, maka Tangan Tuhan/Imam Besar sudah diulurkan di tengah-tengah kita.

Ibrani 2 : 17 - 18
17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Saat terjadi pelayanan pendamaian, maka:
  1. Tangan Belas Kasihan Tuhan / Imam Besar sedang diulurkan di tengah kita untuk dapat dan tepat waktu menolong kita dari segala masalah.
    (Ibrani 4)

    Kalau kita tetap mempertahankan dosa, maka kita terpisah dari Tuhan dan Tuhan tidak dapat menolong kita.
    Dapat = tidak dapat dibatasi oleh apapun sampai yang mustahilpun.Tuhan dapat menolong tepat waktu, yaitu tidak terlalu lama dan juga tidak terlalu cepat. Seperti menolong orang yang akan tenggelam --> tidak boleh terlalu lama dan juga tidak boleh terlalu cepat. Sebab kalau belum tenggelam, tentunya tidak dapat ditolong dan kalau dibiarkan berlama-lama di dalam air, akan tenggelam dan hilang.

    Salah satu praktek/demonstrasi dari pelayanan pendamaian/uluran Tangan Tuhan adalah waktu Petrus tenggelam. Sebelum Yesus menolong/mengulurkan Tangan untuk menolong Petrus, maka terlebih dahulu Tuhan Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa.

    Matius 14 : 23
    Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

    Yesus naik ke bukit --> bukit adalah gambaran dari bukit Joljuta/darah untuk berdoa/dupa. Untuk apa? Untuk menolong Petrus yang tenggelam.

    Matius 14 : 29 - 32
    29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    32. Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.

    Di mana ada pelayanan pendamaian dupa dan darah, maka di situ ada uluran Tangan Imam Besar yang berbelas kasih dan setia kepada Petrus yang tenggelam.
    Sebenarnya kita mengikut Tuhan itu sangat sederhana, tidak perlu belajar yang muluk-muluk.

    Itu sebabnya kalau kita mau nama kita tertulis di dalam kitab kehidupan, maka kita harus:

    • melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.
    • menyembah Tuhan sampai mencapai ukuran, yaitu kita taat dengar-dengaran.
    • pelayanan pendamaian dengan bertobat dan hidup baru = tanda darah dan dupa.
      Kalau semua ini sudah ada, maka kita dapat merasakan uluran Tangan Imam Besar yang setia dan berbelas kasihan untuk dapat dan tepat menolong kita pada waktunya seperti menolong Petrus yang tenggelam.

  2. Mari saudaraku! Ketenggelaman apa saja yang kita alami sekarang ini, tetapi kalau ada pelayanan Imam Besar di tengah-tengah kita, maka kita dapat ditolong dan diangkat. Tangan Imam Besar ini tidak saja diulurkan untuk menolong kita, tetapi Tangan Imam Besar ini juga untuk menulis nama kita di dalam kitab kehidupan.
Di dalam Keluaran 32, waktu Musa naik ke atas gunung Sinai, bangsa Israel membuat dosa yang sangat besar, yaitu mereka menyembah berhala. Tetapi beruntung Musa naik ke atas gunung untuk menaikkan doa/pelayanan pendamaian yang memiliki kaitan dengan nama tertulis di dalam kitab kehidupan.

Keluaran 32 : 30 - 32
30. Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap Tuhan, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
31. Lalu kembalilah Musa menghadap Tuhan dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
32. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu - dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
33. Tetapi Tuhan berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

Mungkin sekarang ini ada yang memiliki dosa besar, jangan berputus asa sebab masih ada pelayanan Imam Besar yang dapat menghapus dosa kita.
Ay 32 : pendamaian ini memiliki kaitan dengan nama ditulis di dalam kitab kehidupan.
Bangsa Israel membuat dosa besar, yaitu mereka menyembah berhala dan ini benar-benar membuat Tuhan cemburu sehingga seharusnya bangsa Israel ini binasa. Tetapi Musa naik ke atas gunung untuk melakukan pelayanan pendamaian.

Musa adalah gambaran dari Tuhan Yesus yang berada di surga dan menaikkan doa penyahutan untuk kita. Dia adalah Gembala Agung.
Sedangkan bagi bangsa Israel, Musa adalah gembala yang diangkat oleh Tuhan.

Itu sebabnya di hari-hari ini pelayanan pendamaian itu penting oleh Gembala Agung dan juga gembala manusia yang diberi tugas untuk menaikkan doa penyahutan kepada Tuhan bagi sidang jemaat.
Terutama untuk apa? Terutama untuk menuliskan nama kita di dalam kitab kehidupan.

Dosa itu harus diselesaikan sampai tuntas dan juga keubahan hidup juga harus sampai tuntas, barulah nama itu selesai ditulis.
Contoh: nama yang harus ditulis a y a m , sedangkan dosa a, b, c sudah diselesaikan, berarti nama yang sudah ditulis itu barulah a. Kemudian dosa d,e,f,g diselesaikan, berarti nama yang ditulis adalah y.
Demikian juga dengan pembaharuan --> mulai dibaharui, nama itu sudah ditulis, tetapi belumlah lengkap. Harus terus bertobat, terus dibaharui sampai dosa itu sudah tidak ada lagi, maka kita menjadi seperti Yesus/memiliki tubuh yang mulia sehingga nama sudah tertulis di dalam kitab kehidupan.

Itu sebabnya, kita jangan berhenti melayani, sebab kalau kita berhenti, itu berarti penulisan nama masih separuh sehingga tidak memiliki arti apa-apa. Demikian juga dengan menyembah Tuhan, jangan berhenti. Juga bertobat, kita harus bertobat setiap hari sampai nama tertulis di dalam kitab kehidupan.

Saya berbahagia menyampaikan Firman Tuhan ini :
  • Tangan itu dapat menolong
  • Tangan itu dapat menulis nama di dalam kitab kehidupan.
Apa buktinya kalau nama kita sedang ditulis di dalam kitab kehidupan? Disebutkan pelayanan pendamaian.

Jadi, nama kita sedang ditulis di dalam kitab kehidupan kalau hati kita damai/hati damai sejahtera.
Kalau hati ini iri, dendam, jengkel dan sebagainya, kita harus berhati-hati, sebab itu merupakan tanda bahwa nama itu sedang dicoret/dihapus dari kitab kehidupan.

Mari, saudaraku! Kita jangan ada kebimbangan, kekuatiran, ketakutan, sebab ini merupakan tanda bahwa hati kita ini tidak ada damai, biarlah kita mengulurkan tangan sampai hati menjadi damai dan ini berarti Tangan Imam Besar juga diulurkan = pertolongan, pengangkatan dan juga penulisan nama oleh Imam Besar.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top