English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 21 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 31 Maret 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 April 2007)
Tayang: 22 Desember 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 19 Agustus 2013)
Tayang: 27 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Agustus 2007)
Tayang: 19 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 09 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 14 Oktober 2013)
Tayang: 02 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 April 2007)
Tayang: 22 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 22 Oktober 2007)
Tayang: 08 Juni 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 28 Januari 2008
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 10 Maret 2010

Yudas 1 : 24-25
24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

7 penampilan dari Pribadi Yesus = 7 sinar pada pelita emas = 7 sinar kemuliaan yang akan disinarkan kepada gereja yang benar dan merupakan tudung bagi gereja yang benar sehingga menghasilkan tujuh kebahagiaan (dlm kitab Wahyu).

kita sudah pelajari semuanya sampai pada puncak kebahagiaan, yaitu pokok/batang dari pelita emas yang tepat berada di dalam kitab Wahyu 19 : 9 --> Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Ini adalah puncak kebahagiaan yang dijanjikan oleh Tuhan kepada setiap anak-anak Tuhan.

Jadi tujuan dari ibadah pelayanan kita kepada Tuhan harus sampai pada pesta kawin Anak Domba. Sebab kalau tidak sampai pada tujuan ini, maka sia-sialah segala ibadah pelayanan kita. Itu sebabnya, mulai sekarang ibadah pelayanan kita harus bersuasanakan pesta. Jangan terpaksa, jangan bosan, apalagi sampai bersungut-sungut!

Kalau ibadah pelayanan kita bersuasanakan pesta, maka nikah kita juga bersuasanakan pesta. Jika ini terus menerus meningkat, maka nikah itu memiliki harapan untuk mencapai pesta nikah Anak Domba yang merupakan puncak dari pesta pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali. Sesudah itu, kita akan masuk ke dalam kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang). Kemudian kita akan masuk ke dalam kerajaan surga yang kekal.

Itu sebabnya, kita mohon kepada Tuhan supaya setiap ibadah pelayanan kita bersuasanakan pesta, sebab kebahagiaan di dunia ini ditentukan dari ibadah pelayanan.

Ulangan 16 : 16
Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat Tuhan, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa,

Ada banyak pesta bagi bangsa Israel, tetapi hanya ada 3 pesta yang utama, yaitu:
  1. hari raya/pesta roti tidak beragi = pesta Paskah.
  2. hari raya 7 minggu = tujuh kali tujuh = empat puluh sembilan. Jadi tepat hari kelima puluh = hari raya/pesta buah bungaran/hulu hasil yang untuk sekarang adalah pesta Pentakosta.
  3. hari raya/pesta pondok daun.
Inilah 3 pesta pokok/utama dari bangsa Israel yang untuk sekarang menunjuk pada 3 macam ibadah pokok kita.

Kisah Rasul 2 : 42
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


Jaman Israel
Jaman rasul-rasul
Jaman sekarang
Pesta Paskah / hari raya roti tidak beragi
Ketekunan di dalam pengajaran rasul-rasul
Ibadah pendalaman alkitab
Pesta Pentakosta / hulu hasil / pesta buah bungaran
Ketekunan di dalam persekutuan
Ketekunan di dalam ibadah raya
Pesta pondok daun
Ketekunan di dalam berdoa
Ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan

Inilah susunan pesta yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, masing-masing memiliki titik berat tersendiri sehingga tidak monoton. Untuk ini kita harus berdoa dan juga saya sebagai penanggung jawab dan gembala supaya sungguh-sungguh ada suasana pesta di dalam ibadah. Juga saudara sebagai sidang jemaat, kalau saudara datang untuk beribadah, saudara juga mengalami suasana pesta. Jangan bersungut-sungut, jangan terpaksa, jangan bosan dan juga jangan mengantuk kalau kita ingin mencapai pesta nikah Anak Domba.

Mari kita pelajari masing-masing pesta secara sederhana!
1) PESTA PASKAH.
Imamat 23 : 4–6
4.
Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.
5. Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi Tuhan.
6. Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi Tuhan; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.

Ciri/tanda khusus dari pesta paskah ini adalah ‘tidak boleh ada ragi’. Secara rohani, ragi ini menunjuk pada dosa.
Jadi,
tidak boleh ada ragi = tidak boleh ada dosa.

Ada 2 kekuatan dari Tuhan di dalam pesta paskah untuk menyingkirkan ragi/dosa, yaitu:
    • dulu jaman Israel, pesta paskah ini dengan menyembelih domba (Kel 12) dan darahnya untuk membasuh dosa, tetapi sekarang menunjuk pada Darah Yesus. Jadi kekuatan pertama ini adalah Darah Anak Domba.

      1 Korintus 5 : 6-8
      6. Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
      7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
      8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

      Darah Anak Domba Allah berguna untuk membebaskan kita dari dosa.
      Proses untuk membebaskan kita dari dosa, yaitu mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama, maka Darah Yesus mengampuni.

      1 Yohanes 1 : 7, 9
      7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
      9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

      Di saat kita mengaku dosa, maka:
      • Darah Yesus aktif untuk mengampuni (menutupi dosa-dosa) kita sampai tidak ada bekas seperti kita tidak pernah berbuat dosa.

      • Darah Yesus menyucikan = Darah Yesus mencabut akar-akar dosa sehingga kita tidak berbuat dosa itu lagi.
        Tidak berbuat dosa
        --> sebab sudah ditutup, kita jangan membuka lagi. Kelepasan dari dosa = membuang ragi.

      Hasilnya
      : oleh Darah Yesus kita hidup di dalam kebenaran dan kemurnian sehingga kita mendapatkan kebahagiaan (hidup di dalam suasana pesta). Dosa itu harus diselesaikan, sebab dosa itu yang membuat kehidupan itu terasa berat, letih lesu.
    • makan roti tidak beragi (Im 23). Roti = Firman, tidak beragi = murni. Jadi roti tidak beragi = Firman pengajaran yang murni , yang benar.
      Tanda dari Firman pengajaran yang murni adalah tertulis di dalam Alkitab seperti yang sudah diberi contoh oleh Yesus --> ‘ada tertulis’. Ini yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sendiri = dibukakan rahasianya, yaitu ayat menerangkan ayat. Kalau Firman itu tertulis di dalam Alkitab, maka akan ada kuasa kemenangan.

      Waktu Tuhan Yesus dicobai 3 kali oleh setan, maka Yesus hanya menjawab dengan ‘ada tertulis’ = Yesus menang. Kita harus berhati-hati, sebab banyak pemberitaan Firman tetapi tidak tertulis di dalam Alkitab tetapi tertulis di dalam filsafat. Mungkin terlihat indah dan logis, tetapi kalau tidak tertulis di dalam Alkitab, maka tidak akan ada kuasa kemenangan, sehingga tetap hidup di dalam pencobaan karena tidak pernah mengalami kemenangan.

      Di Medan, Firman Tuhan mengatakan bahwa hamba-hamba Tuhan harus mengoreksi diri jika sidang jemaat terus menerus berada di dalam pencobaan dan tidak pernah mendapatkan kemenangan. Hamba-hamba Tuhan harus koreksi, Firman Tuhan yang bagaimana yang kita beritakan, apakah tertulis di dalam Alkitab atau tertulis di dalam buku-buku lain? Sebab sekarang ada banyak pemberita Firman menerangkan satu ayat dengan memakai filsafat dan juga dengan ilustrasi dlsbnya sehingga orang-orang yang mendengarkan menjadi senang sebab tidak perlu membuka Alkitab, tetapi sayang tidak memiliki kuasa penyucian. Itu sebabnya bagi rekan-rekan hamba Tuhan, ini menjadi koreksi bagi kita, bagaimana kita menyampaikan Firman.

      Demikian juga dengan sidang jemaat. Bagaimana cara saudara mendengarkan Firman? Kalau saudara mendapatkan pencobaan, jangan menyalahkan Tuhan sebab yang saudara dengar itu Firman yang bagaimana? Saudara senang mendengarkan Firman yang tertulis di dalam Alkitab yaitu ayat menerangkan ayat atau tidak? Sebab ini yang menentukan nasib kita.

      Firman itu harus dipraktekkan, sebab kalau Firman tidak dipraktekkan = tidak murni dan tidak benar.

    Kemudian saya mengkhususkan untuk Firman pengajaran tabernakel dan Mempelai. Karena kita mengarah pada pesta nikah Anak Domba, maka Firman yang diberitakan adalah Firman pengajaran Mempelai (Kabar Mempelai) yang benar dan murni, yaitu yang diwahyukan oleh Tuhan kepada alm. Bapak Pdt. V. Gessel. Ini yang harus kita pegang, teruskan dan kita kembangkan sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan. Bukan kita ubah dlsbnya. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika kita memiliki Firman yang murni, maka akan luar biasa sebab Dia akan menjadi Perisai.

    Amsal 30 : 5-6
    5. Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.
    6. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

    Jadi, kalau kita sudah memiliki Firman yang murni, yang benar sebab tertulis di dalam Alkitab, maka ini sudah cukup, tidak perlu ditambah dengan buku ini dan itu, sebab Firman yang murni itu sudah memiliki perisai bagi orang yang berlindung sehingga kehidupan itu benar-benar dilindungi dari pencobaan-pencobaan, terutama dari dosa/ragi sampai kita dilindungi dari ajaran-ajaran sesat.

    Waktu Maria mengandung bayi Yesus, maka Firman pengajaran yang murni memberi perlindungan dari perceraian sebab Yusuf tidak jadi menceraikan Maria --> ada perlidungan bagi nikah.

    Kemudian ada perlindungan terhadap pencobaan --> Maria dapat dicaci maki karena ia hamil di luar nikah, sehingga dapat menjadi guncingan bahkan Maria dapat dilempar dengan batu. Tetapi Maria dilindungi karena ia memiliki Firman pengajaran yang murni. Itu sebabnya, mari! dihari-hari ini, kita berpegang pada Firman pengajaran yang murni, sebab ini sudah merupakan perlindungan Tuhan sehingga ragi/dosa tidak dapat masuk, pencobaan juga tidak dapat masuk, sampai ajaran-ajaran palsu juga tidak dapat masuk.

    Di dalam kitab Maleakhi 3, maka Firman pengajaran yang murni bagaikan sabun tukang penatu dan juga api pemurni logam yang akan menyucikan hidup kita.

    Maleakhi 3 : 1-3
    . Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman Tuhan semesta alam.
    2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan.

    Saya sudah menerangkan tentang:
    Sabun tukang penatu --> ini untuk menyucikan pakaian pelayanan kita maupun pakaian kehidupan kita sehari-hari dari noda-noda dosa. Kalau pakaian itu kotor, maka harus dicuci dengan sabun, kemudian dikucak/disikat maju mundur, maju mundur. Inilah Firman pengajaran terutama di dalam ibadah pendalaman alkitab. Tetapi ini masih belum cukup.

    Api pemurni logam --> untuk menyucikan karat-karat dosa, yaitu keinginan-keinginan dari dalam hati manusia. Sebagai contoh: mobil yang catnya sudah sedikit menggelembung, tetapi kalau gelembung itu dilas, maka karatnya sudah sampai ke dalam. Demikian juga dengan kita, seringkali dari luar terlihat baik, tetapi kalau kita disucikan lewat Firman pengajaran yang murni, ternyata terdapat karat-karat di dalam hati, yaitu keinginan-keinginan dosa yaitu keinginan jahat dan najis.

    Mari sekarang ini kita mencocokkan agar mendapatkan ketujuh kebahagiaan sampai masuk dalam pesta nikah Anak Domba dan minimal tujuh dosa yang harus disucikan.

    Matius 15 : 19-20
    19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat (1), pembunuhan (2), perzinahan (3), percabulan (4), pencurian (5), sumpah palsu (6) dan hujat (7).
    20. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

    Inilah tujuh keinginan dosa/karat dosa yang harus disucikan. Kalau kita disucikan dari noda di luar yaitu oleh roti tidak beragi/Firman pengajaran yang murni sampai penyucian di dalam, maka hasilnya kita hidup suci dan murni/suci sampai di dalam hati.

    Sebelumnya diterangkan bahwa oleh Darah Yesus, kita hidup benar dan murni. Jadi, kita mendapatkan kualitas kemurniaan lewat pesta paskah yaitu kualitas Mempelai Wanita Tuhan. Di dalam gambar Mempelai (Wahyu 12), maka kemurnian ini bagaikan bulan yang berada di bawah kaki Mempelai = kualitas kemurnian bagaikan kita memiliki bulan berwarna merah/penebusan dari dosa. Jadi sudah tidak ada ragi/dosa lagi.

    Di dalam ibadah pendalaman alkitab, ada perjamuan suci = ada darah dan juga ada Firman = ada roti. Jadi ini sudah tepat sebab sudah merupakan suasana dari pesta paskah. Itu sebabnya, mari di hari-hari ini kita harus bertekun di dalam ibadah pendalaman alkitab untuk mendapatkan kualitas murni, yaitu berada di bawah kaki dari Mempelai Wanita Tuhan.

    Kualitas Mempelai = inti dari Mempelai.
    Wahyu 14 : 1, 4
    1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
    4. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

    Ay 1 = inti dari Mempelai Wanita Tuhan dari bangsa Israel, bagaimana kualitasnya?
    Ay 4 = kualitasnya adalah kemurnian.
2) PESTA PENTAKOSTA (BUAH BUNGARAN/HULU HASIL)
Imamat 23 : 15–17
15. Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu;
16. sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh kamu harus hitung lima puluh hari; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada Tuhan.
17. Dari tempat kediamanmu kamu harus membawa dua buah roti unjukan yang harus dibuat dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik dan yang dibakar sesudah dicampur dengan ragi sebagai hulu hasil bagi Tuhan.

Hulu = hasil yang pertama.
Jadi, pesta pentakosta dalam perjanjian lama disebut dengan pesta hulu hasil/buah bungaran.
Sulung = yang terbaik yang harus dipersembahkan.

Kalau pesta paskah, syaratnya tidak boleh ada ragi (tidak boleh ada dosa) lewat penyucian oleh Darah sampai kehidupan kita memiliki kualitas murni (bulan di bawah kaki Mempelai Wanita Tuhan). Sekarang, pesta pentakosta syaratnya adalah kesulungan/yang sulung. Jadi, semuanya harus yang utama, yang sulung. Tadi kualitas murni, sekarang kualitas sulung.

Ada 2 kekuatan dari Tuhan untuk menghasilkan kualitas sulung/kesulungan, yaitu:
    • Roma 8 : 23 = Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
      Karunia sulung yaitu Roh Kudus merupakan kekuatan dari Tuhan untuk menjadikan kita sulung (kualitas sulung).

    • 1Korintus 15 : 20, 23
      20. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
      23. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

      Kualitas sulung adalah kuasa kebangkitan.
      Roh Kudus = Roh kebangkitan. Di dalam Roma 11 = Roh yang membangkitkan Yesus.

    Jadi,
    2 kekuatan dari Tuhan untuk menghasilkan kualitas sulung adalah:
    • Roh yang sulung = Roh Kudus
    • Kuasa kebangkitan dari Yesus = Roh Kudus

    Kalau kita oleh Roh Kudus memiliki kualitas sulung, maka prakteknya adalah:
    • Kolose 3 : 1-2
      1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
      2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

      Kanan Allah = mengutamakan, menyulungkan ibadah pelayanan lebih dari segala aktifitas di bumi = setia dan sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan.

      Jika kita tidak memiliki Roh Kudus, maka kita tidak akan mampu untuk beribadah. Jangan kita beribadah seenaknya. Kalau bisa, kita datang dan kalau tidak bisa, kita tidak datang untuk beribadah. Jika kita melakukan ini, maka kita akan rugi karena tidak akan menghasilkan kualitas sulung.

      Contohnya: Esau.
      Esau lebih mengutamakan (menyulungkan) perkara-perkara dunia (mengorbankan ibadah pelayanan) untuk perkara-perkara dunia sehingga ia kehilangan hak kesulungan.

      Ibrani 12 : 16-17
      16. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
      17. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

      Lawan dari kualitas sulung adalah kualitas cabul.
      Mengorbankan ibadah pelayanan (perkara di atas) untuk mendapatkan perkara di bumi (aktifitas di bumi) = kualitas cabul.

      Esau hidup dalam cucuran air mata karena tidak mendapatkan kesempatan lagi sehingga hidupnya tidak berbahagia. Sebaliknya pada waktu pesta kawin Anak Domba, tidak ada air mata. Jadi, Esau mencucurkan air mata = ia tidak sampai pada pesta nikah Anak Domba = binasa untuk selama-lamanya.

      Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Mana yang kita miliki, kualitas sulung atau kualitas cabul? Bukannya kita tidak boleh bekerja atau kuliah. Bukan! Tetapi kalau ada Roh Kudus (Roh kebangkitan), maka kita dapat mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari perkara apapun di bumi = setia dan benar di dalam ibadah pelayanan.

    • Roma 8 : 23 = Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

      Roh mengangkat kita menjadi anak Allah = Roh Kudus = kita mengalami pembebasan dari daging dengan segala keinginannya yang membuat kita menjadi tidak taat dengar-dengaran.
      Jadi, kalau kita memiliki Roh
      Kudus/Roh kesulungan, maka prakteknya kita menjadi anak Allah yang taat dengar-dengaran.

      Roma 8 : 15 = Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

      Kita menjadi anak Allah yang berseru ‘ya Abba, ya Bapa’ = taat dengar-dengaran seperti Yesus sampai daging tidak bersuara/dibebaskan dari tubuh. Sebab tubuh ini yang memperbudak kita sehingga seringkali kita tidak dengar-dengaran. Jadi kualitas sulung adalah setia dan taat. Kita dapat memeriksa diri kita, apakah kita memiliki kualitas murni = tidak ada ragi tetapi hidup benar dan suci = bulan dibawah kaki Mempelai.

      Kualitas sulung = kualitas Mempelai
      .
      Wahyu 14 : 4 = Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

      Murni = pesta paskah; korban-korban sulung = kualitas sulung = taat dengar-dengaran sehingga menjadi mahkota 12 bintang.

      Daniel 12 : 3 = Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

      Menjadi mahkota 12 bintang di atas kepala Mempelai Wanita.
    Inilah ibadah kita yang harus mengarah kepada pesta nikah Anak Domba. Ibadah itu bukan hanya diberkati dengan diberi uang, sebab di kantor pun kita mendapatkan uang, sebab ini nilainya masih terlalu kecil.

    Sebab itu mulai sekarang, ibadah itu harus bersuasanakan pesta yang dimulai dari:

    • Pesta paskah dengan syarat tidak boleh ada ragi dengan cara membuang ragi dengan Darah Yesus dan juga dengan Firman pengajaran yang murni sehingga kita dapat hidup murni bagaikan bulan yang ada di bawah kaki Mempelai.

    • Pesta pentakosta yang adalah Roh Kudus/Roh kesulungan = ada kesulungan yaitu setia dan taat bagaikan 12 bintang = orang yang bijaksana yang setia dan taat.

    Bijaksana
    = siapa yang mendengarkan Firman dan melakukan seperti orang yang mendirikan rumah di atas batu karang.
    Bagaikan bintang-bintang = akan menjadi mahkota 12 bintang di atas kepala Mempelai Wanita Tuhan.
3) PESTA PONDOK DAUN = ibadah doa penyembahan.
Imamat 23 : 33-34, 40–44
33. Tuhan berfirman kepada Musa:
34. "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu ada hari raya Pondok Daun bagi Tuhan tujuh hari lamanya.
40. Pada hari yang pertama kamu harus mengambil buah-buah dari pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon korma, ranting-ranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa dan kamu harus bersukaria di hadapan Tuhan, Allahmu, tujuh hari lamanya.
41. Kamu harus merayakannya sebagai perayaan bagi Tuhan tujuh hari lamanya dalam setahun; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Dalam bulan yang ketujuh kamu harus merayakannya.
42. Di dalam pondok-pondok daun kamu harus tinggal tujuh hari lamanya, setiap orang asli di Israel haruslah tinggal di dalam pondok-pondok daun,
43. supaya diketahui oleh keturunanmu, bahwa Aku telah menyuruh orang Israel tinggal di dalam pondok-pondok selama Aku menuntun mereka sesudah keluar dari tanah Mesir, Akulah Tuhan, Allahmu."
44. Demikianlah Musa menyampaikan kepada orang Israel firman tentang hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan.

Inilah hari raya pondok daun. Orang Israel harus tinggal di dalam pondok -pondok yang terbuat dari daun-daun.

Ada
2 tanda/pelajaran dari hari raya pondok daun, yaitu:
    • kalau kita masuk ke dalam pondok dari daun, maka kita harus ingat bahwa manusia itu hanya seperti daun = tidak berarti apa-apa sekalipun kita sudah hebat. Misalnya: kita sudah memiliki rumah yang bagus di tanah Kanaan, tetapi tetap harus merayakan/membuat pondok yang terbuat dari daun-daun dan harus tinggal di dalamnya = harus tetap ingat bahwa kita hanya seperti daun yang sebentar lagi akan hancur.

      Jadi, tanda/pelajaran pertama adalah merendahkan diri sebab kita hanya seperti daun/tanah liat. Siapapun kita, kita hanyalah daun, itu sebabnya kita harus merendahkan diri.

    • pondok-pondok ini tidak berdiri untuk selamanya tetapi harus dibongkar dan kembali ke kemah masing-masing. Daun akan hancur karena terkena matahari. Itu sebabnya harus dibongkar = kita tidak selamanya berada di dalam tubuh jasmani di dunia ini. Kita harus mengalami perombakan (keubahan hidup) dari manusia daging menjadi manusia rohani untuk berpindah tempat ke dalam kerajaan surga yang kekal.

      Seringkali kita mengeluh
      sebab mau memakai pakaian yang baru, tetapi yang lama tidak dilepas sehingga hidup ini menjadi berat. Mengeluh karena tidak mau dibaharui = tidak mau dibongkar.
      Jika kita tidak mau berubah, semakin kita beribadah, maka akan semakin banyak keluhan-keluhan.

    2 Korintus 5 : 1–4
    1. Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
    2. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
    3. sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.
    4. Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.

    Kemah di bumi = pondok daun yang sebentar lagi dibongkar.

    Praktek merendahkan diri dan berubah adalah lewat doa penyembahan. Jadi pesta pondok daun = doa penyembahan.
    Memang salah satu tanda di dalam pesta pondok daun adalah adanya pernikahan-pernikahan. Pernikahan adalah hubungan Kepala dengan tubuh = hubungan suami dengan isteri = penyembahan.

    Jadi praktek dari pesta pondok daun adalah kalau kita:
    • Mau merendahkan diri dengan mengaku bahwa saya hanyalah daun.
    • Mau dibongkar lewat doa penyembahan seperti Tuhan Yesus ketika Ia naik ke atas gunung untuk berdoa, maka tiba-tiba Ia berubah --> wajahNya bersinar bagaikan matahari dan pakaianNya berkilau-kilauan.
Di dalam penyembahan, kita mengalami kasih Allah bagaikan wajah Tuhan Yesus yang berubah seperti matahari yang terik untuk mengubahkan kehidupan kita. Semakin kita berubah, maka sinarnya akan menjadi semakin kuat sampai benar-benar kita bersinar bagaikan matahari seperti Yesus.

Mari kita berubah dari manusia daging menjadi manusia rohani, dimulai dari tidak berdusta sebab kalau masih berdusta, kita tetap menjadi manusia daging.

Bilangan 23 : 19
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta. Bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

Apa bedanya Allah dengan manusia? Kalau manusia daging itu berdusta, sedangkan Allah tidak berdusta. Jadi, kalau kita diubah dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Allah tandanya adalah tidak berdusta. Inilah bedanya Allah dengan manusia daging. Itu sebabnya, mari kita berubah sampai kita tidak berdusta = tidak bercela = kualitas tidak bercela = Mempelai Wanita Tuhan.

Wahyu 14 : 4-5
4. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
5. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Kalau Wahyu 14 : 4-5 digabung, maka akan menjadi Wahyu 12 : 1.
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Selubung matahari = kualitas tidak bercela yang dimulai dari: tidak berdusta = pesta pondok daun.
Bulan di bawah kaki = kualitas murni (tidak bercela) = pesta paskah
Mahkota 12 bintang = kualitas sulung = setia dan taat/bijaksana. Ini yang akan ditampilkan sebagai Mempelai Wanita Tuhan.

Hasilnya:
  1. Ulangan 16 : 16-17
    16. Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat Tuhan, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya,yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa,
    17. tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu.”

    Kalau kita tekun di dalam tiga macam ibadah pokok, maka kita akan mendapatkan berkat dari Tuhan. Kita tidak perlu mencari berkat sebab Tuhan yang akan mencurahkan berkat sehingga kita dapat menjadi berkatbagi orang lain.

    Banyak orang yang memprotes kepada saya dengan mengatakan bahwa mereka sudah mengikuti tiga macam ibadah pokok, tetapi belum diberkati oleh Tuhan. Saya katakan, sekalipun mereka sudah beribadah, tetapi ibadah mereka belum sampai pada ibadah yang berkualitas. Sebab masih kebiasaan, saat beribadah, mereka mengantuk, merasa bosan, dllnya.

    Kita memang belum sempurna, tetapi jika sudah ada tanda kemurnian,kesulungan, serta setia dan taat sebab kita bertekun di dalam tiga macam ibadah pokok, maka T
    uhan akan memberkati kita sehingga kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.

    Waktu pembaptisan Harun dan anak-anaknya menjadi imam-imam, maka terlebih dahulu Tuhan memenuhi tangan Harun dan anak-anaknya = diberkati terlebih dahulu supaya menjadi berkat bagi orang lain dan di dalam ibadah kita dapat mempersembahkan persembahan kepada Tuhan lewat persepuluhan dan persembahan khusus supaya kita tidak salah di hadapan Tuhan. Jangan dengan tangan hampa, sebab itu tidak berkenan kepada Tuhan.

    Kalau tangan kosong/kalau tangan hamba Tuhan kosong, maka akan menjadi peminta-minta seperti Bartomeus yang buta.

  2. Jika sudah ada kualitas sulung, yaitu matahari, bulan dan bintang, maka Tuhan akan memberikan dua sayap burung nazar.

    Wahyu 12 : 14
    Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung na
    zar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Kalau matahari, bulan dan bintang sudah seratus persen, maka sayapnya juga seratus persen (sayap sudah menjadi besar) untuk menyingkirkan kita ke padang gurun jauh dari mata antikris selama tiga setengah tahun = kita dipelihara dan dilindungi oleh Tuhan.

    Sekarang, sayap ini masih dalam pertumbuhan sehingga belum cukup untuk menjauhkan kita dari antikris. Tetapi kalau minimal kita sudah memiliki kualitas sulung, kualitas murni dan kualitas tidak bercela --> ini sudah cukup untuk menyingkirkan kita dari pencobaan. Ada pencobaan tetapi dapat diselesaikan sampai nanti pada puncak pencobaan, yaitu pada jaman antikris. Kita tidak perlu takut seperti kata malaikat kepada Maria.

  3. Yesaya 40 : 29–31
    29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
    30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
    31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

    Kekuatan dari sayap burung nazar untuk menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.
Mungkin di hari-hari ini kita lesu, lemah, tersandung dan jatuh, tetapi ada kekuatan baru lewat Firman dan perjamuan suci yang merupakan makanan dari burung nazar sehingga kita menjadi kuat, bisa tetap mengikut dan melayani Tuhan dan kuat untuk menantikan kedatangan
Yesus kedua kali yang akan membawa kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top