English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 22 Mei 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 03 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 22:20-21
'Ya, Aku datang segera' = kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 09 November 2010 (Selasa Siang)
Roma 12:1-2
12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,...

Ibadah Doa Malang, 03 Januari 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:47-56 judulnya adalah 'Yesus ditangkap' dan terjadi di Taman Getsemani.
Di Getsemani, Yesus mengalami sengsara...

Ibadah Doa Malang, 06 September 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Surabaya, 30 Oktober 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 47-56= PENANGKAPAN YESUS. Di Taman Getsemani, Yesus mengalami sengsara daging tanpa dosa sampai ditangkap. Di akhir jaman, gereja...

Ibadah Kunjungan Jakarta II, 15 Oktober 2014 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Mei 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 69-75
INI TENTANG PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu:

Matius 26: 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea.
Matius 26:...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 April 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:27-28
11:27 Ketika Yesus masih...

Ibadah Doa Malang, 15 Juli 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh...

Ibadah Kunjungan Soroako III, 22 Februari 2012 (Rabu Sore)
Lukas 1:37
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Tadi...

Ibadah Kaum Muda Malang, 17 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:38-40, Tabut Perjanjian terdiri dari tutup dan peti. Tutupnya dari emas menunjuk...

Ibadah Raya Malang, 08 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Mazmur 103: 8-10
103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
103:9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 September 2010 (Senin Sore)

Matius 25: 14-15= kalau kita yang tadinya berdosa tapi bisa melayani Tuhan, itu adalah kemurahan dan keadilan Tuhan.

Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang positif (diwakili hamba yang menrerima 5 dan 2 talenta) dan negatif (diwakili hamba yang menerima 1 talenta).

Sikap yang positif adalah SETIA DAN BAIK (sudah dijelaskan di ibadah-ibadah sebelumnya), sehingga mendapat upah dari Tuhan.

Matius 25: 18, 24-26, 30
25:18. Tetapi
hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
25:24. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25:25. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang
jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam
kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Sikap negatif disini adalah: JAHAT DAN MALAS.
Hati-hati! Bagi kita yang sudah melayani, jangan sampai seperti yang memiliki 1 talenta ini, karena akibatnya hanya akan dicampakan di dalam kegelapan yang paling gelap sampai hukuman kekal selama-lamanya.

Kalau seorang sudah jahat, pasti ia juga malas. Begitu sebaliknya, kalau ia malas, pasti juga jahat.

Matius 18: 28, 32-34
18:28. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:32. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai
hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34. Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.


= praktik hamba yang JAHAT disini adalah:
  1. hamba yang tidak berbelas kasihan (tanpa kasih/tanpa pengampunan). Dan ini juga merusak/menyengsarakan tubuh Kristus.

  2. membuat orang lain sedih dan membuat Tuhan marah.

    Dalam ibadah pelayanan, jangan sampai kita asal melayani!, sebab ada pelayanan yang membuat sedih sesama dan membuat Tuhan murka. Semakin melayani, semakin membuat Tuhan murka.
2 praktik hamba yang jahat diatas sudah diterangkan di ibadah-ibadah sebelumnya.

Pratik selanjutnya dari hamba yang jahat dan malasadalah hamba yang MENCEKIK LEHER., artinya:
  • suka menghakimi sesama,
  • suka menyalahkan sesama,
  • tidak pernah mengoreksi kesalahan sendiri.
Kalau suka mencekik leher, maka lehernya juga akan dicekik, akibatnya hubungan dengan Tuhan terganggu (leher adalah hubungan antara tubuh dengan Kepala), artinya penyembahan menjadi terganggu, bahkan sampai tidak bisa menyembah Tuhan. Dan celakanya, orang ini akan menyalahkan Tuhan.

Matius 25: 24
25:24. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

= bukti menghakimi Tuhan dengan menuduh Tuhan tidak adil dan sebagainya. Ini terjadi karena ia MENGECILKAN pekerjaan dan berkat Tuhan.

MENGAPA KITA TIDAK BOLEH MENGHAKIMI ORANG LAIN?
  1. Matius 7: 1-2
    7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
    7:2. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.


    Alasan pertama adalah orang yang menghakimi orang lain akan dihakimi oleh Tuhan SEPERTI dia menghakimi orang lain.

  2. Matius 7: 3-5
    7:3. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
    7:4. Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
    7:5. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."


    Alasan kedua adalah karena kkita tidak layak untuk menghakimi, sebab biasanya orang yang dihakimi, dosanya hanya selumbar (100 dinar kalau di cerita Matius 18), tetapi dosa orang yang menghakimi sebesar balok (10.000 talenta= 60.000.000 dinar).

  3. 1 Korintus 4: 5
    4:5. Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

    1 Korintus 6: 2
    6:2. Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?

    Alasan ketiga adalah karena waktunya belum tiba. Penghakiman terjadi pada waktu Tuhan datang kedua kali. Dan kita bersama Tuhan akan menghakimi dunia.
2 HAL YANG BOLEH DIHAKIMI:
  1. Matius 7: 6
    7:6. "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

    Yang pertama adalah dalam hal memberi makanan rohani (persekutuan dalam pengajaran).
    'barang yang kudus'= firman pengajaran yang benar/firman penyucian.
    'mutiara'= sesuatu yang berharga.

    Jadi, barang yang kudus dan mutiara dalah firman penyucian yang sangat berharga.

    Dan ini tidak boleh diberikan pada anjing dan babi, itulah guru-guru palsu.

    2 Petrus 2: 17, 22
    2:17. Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
    2:22. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "
    Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

    Hati-hati kalau dalam ibadah kita merasa kering! Sebab guru-guru palsu ini membawa suasana kering rohani dan hidup dalam hawa nafsu daging.

    Jadi, boleh menghakimi dalam hal memberi makanan rohani, artinya:
    1. jangan memberikan firman pengajaran yang benar kepada guru-guru palsu, sebab hanya akan diperdebatkan. Dan ini tidak boleh, sebab Firman yang benar hanya untuk diterima, BUKAN DIPERDEBATKAN.

      Kalau diperdebatkan, akan saling mengoyak tubuh Kristus.

    2. jangan memberi kesempatan SATU KALIPUN untuk mendnegar ajaran lain, apalagi ajaran palsu.

      Galatia 1: 6-10
      1:6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
      1:7. yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
      1:8. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
      1:9. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi:
      jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
      1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.


      Kalau memberi kesempatan mendengar ajaran lain, maka kita akan CEPAT BERBALIK dari pengajaran yang benar.

      Hari-hari ini, kita harus TEGAS untuk berpegang pada firman pengajaran yang benar.

      1 Timotius 4: 1
      4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

      Jika kita mengalami urapan Roh Kudus, kita akan TEGAS untuk berpegang pada ajaran yang benar dan TEGAS menolak ajaran lain.
      Dan hasilnya, kita berkenan pada Tuhan sekalipun disingkirkan oleh manusia.

  2. menghakimi diri sendiri.
    Kita menghakimi diri sendiri lewat 3 hal:
    1. lewat Firman yang merupakan perkataan Tuhan Yesus.
      Yohanes 12: 48
      12:48. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

      Yohanes 15: 3
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      Firman yang dikatakan Yesus= Firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat menerangkan ayat dalam Alkitab.

      Kalau Firman dikatakan Yesus, didalamnya ada kuasa penyucian, yaitu menunjukan dosa-dosa kita, sehingga kita bisa menghakimi diri kita sendiri. Dan Firman ini juga akan menegor sampai menasihati kita.

      Yudas adalah contoh kehidupan yang selalu mengelak dari Firman, sekalipun Tuhan sudah menunjukkan kesalahannya.

      Matius 26: 23, 25
      26:23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
      26:25.
      Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

      Akibatnya, dosa Yudas tertimbun dalam perut hatinya dan satu waktu, perutnya pecah, sehingga dosa-dosanya terbuka, tapi tidak ada kesempatan untuk bertobat.

    2. lewat perjamuan suci.
      1 Korintus 11: 28
      11:28. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.

      Perjamuan suci HARUS DIDORONG oleh Firman penyucian.
      Jangan sembarang mengambil perjamuan suci, supaya kita tidak dihukum.
      Jadi, Firman dan perjamuan suci tidak bisa dipisahkan.

      Kalau bagian 1 dan 2 digabung, kita bisa menghakimi diri sendiri lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci (ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci).

    3. lewat ujian/nyala api siksaan.
      1 Petrus 4: 12-13, 17
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:17. Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada
      rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?

      ay 13= dibalik ujian, ada kemuliaan.
      Rumah Allah= diri kita sendiri.
      Nyala api siksaan ini bisa disamakan dengan api pemurni logam untuk membersihkan karat-karat dosa yang tersembunyi dalam hidup kita yang tidak diketahui oleh orang lain.

      Jadi, kalau Tuhan ijinkan kita mengalami ujian, itu adalah KEMURAHAN Tuhan, supaya kita bisa menghakimi diri sendiri sampai kita menemukan karat-karat dosa yang tersembunyi.
      Saat mengalami ujian, JANGAN menyalahkan Tuhan dan menghakimi sesama!
POSISI ORANG YANG MENGHAKIMI DIRI SENDIRI
Wahyu 1: 15
1:15. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.

Posisi orang yang menghakimi diri sendiri adalah di bawah Kaki Yesus yang bagaikan tembaga yang menyala-nyala.

Tembaga ini banyak dipakai untuk menyalut mezbah korban bakaran luar dan dalam (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+korban+bakaran.html), artinya ada kaitan dengan menghakimi/menghukum dosa-dosa.
Mezbah korban bakaran ini terbuat dari kayu penaga berwarna hitam (= manusia daging yang berdosa). Dan ini harus disalut dengan tembaga luar dan dalam.

Disalut bagian luar= penghukuman atas PERBUATAN DOSA.
Disalut bagian dalam= penghakiman atas HATI DAN SEGALA KEINGINANNYA.

Matius 5: 27-28
5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

ay 27= perbuatan di luar.
ay. 28= yang ada di dalam hati.

Kayu penaga ini juga mempunyai getah. Getah ini keluar setelah kayu penaga dikuliti.
Ini menunjuk pada getah dosa yang tidak tampak dan sewaktu-waktu keluar..
Ini merupakan TABIAT DOSA.

Getah ini juga harus disalut. Saat kita menghadapi sesuatu yang tidak enak bagi daging kita, seringkali getah ini muncul.
Tabiat dosa ini bisa muncul secara spontan dan ini biasanya merupakan dosa yang disukai.

Hasil kalau kita menghakimi diri sendiri sampai getah diserahkan pada Tuhan:
  • mengalami kuasa kemenganan sampai kemenangan atas maut.
    1 Korintus 15: 25-26
    15:25. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
    15:26. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.


    Kalau sengaja berbuat dosa, hidup itu sedang menantang Tuhan.
    Tapi kalau kita mau duduk di bawah kaki Tuhan, kita akan mengalami kuasa kemenangan.

    1 Korintus 15: 56-58
    15:56. Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
    15:57. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
    15:58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.


    Dengan kuasa kemenganan, kita tidak bimbang menghadapi apapun juga. Dan kita bisa setia dalam ibadah pelayanan.

  • kita mengalami kuasa kesembuhan dan pertolongan samnpai masalah yang mustahil sekalipun.
    Matius 15: 30-31
    15:30. Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
    15:31. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.


  • kita mengalami kuasa kemuliaan.
    Yohanes 11: 32-33, 35, 39-40
    11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
    11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
    11:35. Maka menangislah Yesus.
    11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"


    Kalau kita menangis untuk mengakui segala kelemahan dan kekurangan kita, saat itu Yesus juga menangis.
    Disini, Maria tidak menyalahkan Tuhan, tapi ia menghakimi dirinya sendiri dengan menangis dibawah kaki Tuhan.
    Dan hasilnya, Lazarus bisa dibangkitkan.

    Artinya, apa yang sudah busuk, bisa diubahkan, bahkan bisa disempurnakan saat Tuhan datang kembali.

    Setiap tetes air mata kita yang turun, juga akan diikuti tetes air mata belas kasihan Tuhan dan kemuliaan Tuhan yang mengadakan mujizat bagi kita.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top