English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 29 September 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 31 Juli 2018 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Medan.

Dalam Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus dirobek:
Kemunafikan,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 bicara tentang buli-buli emas...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Oktober 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:36-50 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Daniel 1: 5-6, 8
1:5. Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur...

Ibadah Doa Surabaya, 06 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Juli 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2019 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih melanjutkan manfaat kenaikan Yesus ke Sorga:

Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua...

Ibadah Raya Malang, 13 Oktober 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Januari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 45-51
= tentang berjaga-jaga supaya tidak masuk penghukuman bersama dunia. Kalau dihukum, apa...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Juli 2010 (Rabu Sore)
Matius 25 : 14-40 perumpaman tentang talenta.
Matius 25 : 14-15
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian...

Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Raya Malang, 10 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:31, keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali adalah terdengar tiupan sangkakala...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Oktober 2017 (Sabtu Sore)

Bersamaan dengan peneguhan nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

'perjamuan kawin Anak Domba'=> menyangkut nikah.
Nikah kristiani bukan hanya sampai nikah jasmani di dunia, tetapi sampai nikah yang rohani/sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat.
Alkitab dimulai dengan kitab Kejadian yang memuat nikah jasmani--Adam dan Hawa--tetapi sudah dirusak dan dihancurkan oleh setan sampai hari ini.

Tetapi kita bersyukur, alkitab ditutup dengan kitab Wahyu yang memuat tentang nikah rohani antara Kristus dengan sidang jemaat.
Artinya: selama kita masih hidup di dunia ini, Tuhan sedang memperbaiki nikah-nikah yang sudah hancur lewat 'perkataan Allah' (firman pengajaran yang benar) supaya mencapai nikah yang rohani/sempurna di awan-awan yang permai jika Yesus datang kembali kedua kali.

Setelah perjamuan kawin Anak Domba, kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).
Dulu Adam dan Hawa memang diletakkan di Firdaus, bukan di dunia ini. Tetapi setelah berbuat dosa, ditaruh di dunia--sengsara.
Tujuan nikah ini bukan hanya di dunia saja, tetapi sampai masuk kerajaan Seribu Tahun Damai dan kerajaan sorga yang kekal.

Setiap pribadi/nikah kristiani harus mengutamakan firman Allah/firman pengajaran yang benar di dalam ibadah pelayanan dan nikah, sehingga mengalami penyucian dan pembaharuan sampai sempurna seperti Yesus.
Yang masih lajang dan yang sudah menikah harus memperhatikan firman pengajaran yang benar di dalam ibadah pelayanan.
Jadi, setiap pribadi dan nikah harus dibawa dalam ibadah pelayanan.

Lukas 11: 37-54 => Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli Taurat.
Lukas 11: 37-39
11:37. Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.
11:38. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
11:39. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi
bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.

'Yesus selesai mengajar'= dalam ibadah harus ada firman pengajaran.
Tadi, supaya kehidupan pribadi dan nikah mencapai yang rohani, kita harus membawa nikah yang jasmani dalam ibadah pelayanan dan mengutamakan firman pengajaran yang benar.
Ini justru berlawanan dengan orang Farisi dan ahli Taurat yang hanya mengutamakan perkara jasmani dalam ibadah pelayanan sehingga tidak mengutamakan firman Allah. Akibatnya, Yesus mengecam dengan enam celaka--tidak bahagia, tetapi mengalami kutukan sampai kebinasaan.

Kaum muda, perhatikan! Harus beribadah melayani, tetapi jangan seperti orang Farisi yang mengutamakan perkara jasmani--ada cowoknya, ceweknya, makan-makannya. Harus mengutamakan firman pengajaran yang benar, supaya kita bisa mengalami penyucian dan pembaharuan sampai sempurna. Juga nikah-nikah kita harus dibawa dalam ibadah pelayanan yang mengutamakan firman pengajaran, supaya nikah disucikan dan diubahkan sampai sempurna; layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

PERHATIKAN! Kalau kehidupan pribadi dan nikah tidak beribadah, akan hancur. Kalau beribadah tetapi tidak mengutamakan firman pengajaran yang benar, juga tidak bahagia, tetapi mengalami kutukan sampai binasa.

CELAKA V
Lukas 11: 47-51

11:47. Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
11:48. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
11:49. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
11:50. supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
11:51. mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.

Celaka yang kelima adalah menjadi keturunan pembunuh.
Kalau ibadah pelayanan kita tidak mengutamakan firman pengajaran yang benar dan mengalami penyucian/pembaharuan, kita akan menjadi keturunan pembunuh.

Keturunan pembunuh= kehidupan yang bertabiat kebencian; pahit hati/tanpa kasih/kasih menjadi dingin.
Kebencian ini melanda nikah rumah tangga di akhir zaman sehingga banyak nikah rumah tangga yang celaka, tidak bahagia tetapi dalam kutukan samai kebinasaan.

Markus 13: 12-13
13:12. Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
13:13. Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

Kita sudah belajar tentang kebencian melanda dunia dan penggembalaan. Tetapi malam ini kebencian juga melanda nikah rumah tangga. Hati-hati!Suami membenci isteri, isteri membenci suami, terjadi pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, perceraian, kawin cerai sampai kawin mengawinkan.

Suami adalah kepala, isteri tubuh. Kalau bercerai, berarti kepala terpisah dari tubuh= mati. Kalau menikah lagi dengan yang lain sama dengan busuk dan binasa--sudah berdosa/mati lalu berbuat dosa lagi. Perempuan Samaria kawin cerai lima kali belum puas, berikutnya kawin mengawinkan, dan menuju kebinasaan.

Suami isteri perhatikan! Anak dengan orang tua juga perhatikan! Anak membenci orang tua dan sebaliknya; adik kakak dan sebaliknya. Seharusnya kebencian itu di dunia, tetapi sekarang kebencian tanpa alasan sudah masuk dalam penggembalaan, antar penggembalaan, dan nikah rumah tangga--hubungan yang paling dekat.

Bayangkan kalau tidak ada orang tua, kita tidak ada di sini. Kalau membenci orang tua, itu berarti kebencian tanpa alasan. Semuanya membenci tanpa alasan sehingga saling menyakiti sampai saling membunuh (menjadi sama dengan antikris).

Jadi setan mau merusak nikah yang jasmani dengan kebencian tanpa alasan, supaya tidak mencapai nikah yang rohani, Firdaus dan Yerusalem baru.

'Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat'= kita harus bertahan dalam kasih.
Matius 24: 12-13
24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
24:13. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Jalan keluar menghadapi kebencian tanpa alasan/apapun yang melanda nikah rumah tangga adalah kita harus bertahan dalam kasih.
Manusia darah daging ini tidak punya kasih, tetapi hanya emosi, ambisi, hawa nafsu. Kasih berasal dari Tuhan.

Proses menerima kasih dan bertahan dalam kasih Allah:

  1. 1 Yohanes 4: 9-10
    4:9. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
    4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

    Proses pertama: kasih Allah dicurahkan kepada kita lewat kurban Kristus di kayu salib (korban pendamaian atas dosa-dosa).

    Jadi bertahan di dalam kasih Allah yaitu kita harus berdamai satu dengan yang lain. Mulai dari suami-isteri, penggembalaan, antar penggembalaan. Tidak boleh ada kebencian tanpa alasan. Kalau kita belajar dari Yusuf, yang benar--Yusuf--malah dibenci , tetapi yang tidak benar malah berkumpul jadi satu. Ini kebencian tanpa alasan.

    Berdamai artinya kita bisa saling mengaku dan mengampuni oleh dorongan firman pengajaran yang benar. Bukan karena disudutkan seperti Akhan--mertua, orang tua ikut-ikut--, tidak ada gunanya. Karena itu dalam ibadah, dengar firman! Kalau bersalah, kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sungguh-sungguh--suami salah mengaku kepada istri, orang tua kepada anak, anak kepada orang tua. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Yesus Anak Allah yang mulia rela mengakui dosa-dosa kita di kayu salib, apalagi kita yang memang manusia berdosa, akui.
    Kalau benar, kita mengampuni dan melupakannya--suami yang benar mengampuni dan melupakan dosa isteri, isteri yang benar mengampuni dan melupakan dosa suami, anak yang benar mengampuni dan melupakan dosa orang tua, orang tua benar mengampuni dan melupakan dosa anak.

    Hasilnya: darah Yesus membasuh segala dosa kita, dan di situ kasih Allah dicurahkan, sehingga:


    1. kita selalu mengalami kasih Allah, tidak ada kebencian sedikitpun.
      Amsal 28: 13
      28:13. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.


    2. Efesus 5: 31
      5:31. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

      Yang kedua: rumus nikah berlaku yaitu 1+1= 1=> suami ditambah isteri sama dengan satu. Di antara suami dan isteri hanya ada tanda tambah (salib/berdamai).
      Nikah menjadi satu daging, satu hati, dan satu tubuh= meletakkan Yesus menjadi kepala sehingga Dia bertanggung jawab atas nikah mulai sekarang sampai hidup kekal di sorga.

      Tidak usah takut! Dunia ini sekarang lebih sulit secara jasmani dan rohani, tetapi kalau nikah kita menjadi satu kesatuan, ada salib, dan Yesus menjadi Kepala, maka Dia yang bertanggung jawab sampai selamanya. Nikah itu tidak mungkin gagal. Dia mati di bukit tengkorak membuktikan bahwa Dia adalah kepala yang bertanggung jawab sampai menjadi tengkorak untuk bertanggung jawab atas hidup dan nikah kita.


  2. Yohanes 14: 15
    14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    Proses kedua: taat dengar-dengaran kepada Tuhan. Ini adalah sifatnya domba. Artinya: kalau mau taat dengar-dengaran kita harus jadi domba yang tergembala dengan benar dan baik.

    Petrus hamba Tuhan hebat tetapi tidak taat, malah menyangkal Tuhan karena tidak mengerti penggembalaan. Setelah Tuhan bertanya tiga kali: 'Simon, adakah Engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku', barulah Simon bisa mengangkat tangan pada Tuhan. Ia taat dengar-dengaran sampai rela mati untuk Tuhan.

    Kalau mau menikmati kasih Allah kita harus tergembala.
    Tergembala= ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Alah Roh Kudus di dalam karunia-Nya; domba diberi minum.
    2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; domba diberi makan.
    3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; bernafas dalam kasih Allah.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah kita. Kita tidak akan menyangkal Tuhan tetapi mengasihi Tuhan selamanya.

    Mengasihi Tuhan dibuktikan dengan mengasihi sesama. Kalau sudah suci dan taat, tidak sulit untuk mengasihi sesama.
    1 Petrus 1: 22
    1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Kalau kita semua tergembala dengan benar dan baik, kita akan hidup dalam kesucian, sehingga kita bisa saling mengasihi. Semakin suci, semakin mengasihi.

    Kalau taat, suci dan saling mengasihi, kita akan diperlengkapi/diberi jabatan pelayanan sehingga nikah tidak telanjang. Jabatan pelayanan sama dengan jubah indah.
    Dulu Adam dan Hawa kehilangan pakaian; telanjang. Sekarang pakaian ini mau dikembalikan.

    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11= lima jabatan pokok.
    Kita semua dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah--suami isteri saling melayani dan menghormati. Itu sama dengan memakai jubah indah, sehingga nikah menjadi indah. Kalau nikah bertengkar terus, akan telanjang dan dipermalukan.

    Lebih besar lagi melayani dalam penggembalaan--zangkoor, penerima tamu, tim doa, dan sebagainya--, hidup lebih indah lagi. Lebih dipakai, lebih indah. Kemudian antar penggembalaan, hidup lebih indah lagi, sampai terakhir Israel dengan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, hidup kita paling indah di awan-awan yang permai. Tuhan begitu baik. Dia mau mencurahkan kasih-Nya.

    Kita bertahan dalam kasih Allah lewat berdamai, tidak ada kebencian, sehingga nikah menjadi satu daging. Dan sebagai Kepala, Tuhan bertanggung jawab untuk kelangsungan nikah mulai sekarang sampai hidup kekal. Kemudian taat; tergembala sungguh-sungguh. Kita diberi jubah indah. Kita bisa melayani dalam nikah, bukan membebani orang tua (sebagai anak). Layani dalam penggembalaan, sampai paling indah di awan-awan yang permai.


  3. Matius 17: 1-2
    17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
    17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    Proses ketiga: banyak naik ke gunung penyembahan--jangan lari ke orang tua/mertua. Nikah akan hangat terus. Kita mengalami kasih Allah yang bagaikan matahari apapun yang kita hadapi. Pandang wajah Yesus, jangan pandang kesalahan suami/isteri!

    Kalau memandang dunia kita akan ketakutan. Mungkin kita banyak persoalan, tidak tahu masa depan, mari naik ke atas gunung, pandang wajah Yesus sampai matahari disinarkan dan kita merasa hangat. Kita mau lari ke mana? Kasih menjadi dingin semua di dunia. Lari ke gunung penyembahan!

    "Saya seringkali gunakan waktu untuk berdoa di pesawat. Satu waktu saya tertawa. Kalau di alkitab, ibu Hana berdoa dikira mabuk. Kalau saya dikira orang sakit. Saya berdoa terus sepanjang jalan. Pramugaranya tidak tahan melihat karena berhadapan dengan saya, hanya dipisahkan kaca. Dia datang pada saya: "Permisi, pak. Bapak sakit apa? Terang-terangan pak. Tidak apa-apa." Saya bingung. Karena saya sudah tidak sadar menyembah: "Haleluya, haleluya." Saya bilang: "Tidak, saya tidak sakit apa-apa."

    Inilah tempat yang paling indah, menghadapi apa saja di dunia--caci maki, fitnah--, tidak usah melawan, tetapi naik gunung penyembahan sampai Tuhan menyatakan pembelaannya. Suami isteri juga begitu, tidak perlu ke sana ke mari, justru hancur nikah itu. Datang, adukan pada Tuhan: sinari suamiku, sinari isteriku! Itu saja, sudah cukup. Kebencian akan dihapuskan dan masalah dihapuskan. Tuhan tolong kita semua.

    Mazmur 84: 12
    84:12. Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

    (terjemahan lama)
    84:12. Karena Tuhan Allah bagaikan matahari dan perisai; Tuhanpun akan mengaruniakan
    anugerah dan kemuliaan, tiada Ia akan menahankan kebajikan dari pada orang yang berjalan dengan tulus hatinya.

    Di dalam kasih matahari ada perisai, kemurahan dan kebajikan, kemuliaan.
    Hasilnya:


    1. Kasih matahari adalah perisai untuk melindungi kita dari panah api si jahat dalam bentuk celaka marabahaya di dunia, dosa-dosa dan puncaknya dosa, pencobaan di segala bidang. Kita dilindungi sehingga kita selalu merasa damai sejahtera, semua enak dan ringan.

      Ini adalah kunci dalam nikah. Kalau sudah bisa memandang wajah Yesus sampai kita merasa damai, maka perisai sudah ada. Jangankan manusia, setanpun tidak bisa menjamah kita.

      Kalau tidak ada damai, semua akan berat dan bisa lari. Kalau damai, tidak akan pernah tinggalkan pelayanan dan nikah rumah tangga.


    2. Kemurahan dan kebajikan Tuhan menolong kita. Daud lawan Goliat mana bisa? Tetapi kemurahan dan kebajikan Tuhan bisa menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Tuhan yang berperang ganti kita.
      Kalau tidak ada kasih matahari, mau ke mana? Tidak bisa!

      Dari pada banyak bergosip lebih baik kita banyak menyembah sampai matahari bersinar. Betapa indahnya.


    3. Di dalam kasih matahari kita mengalami kemuliaan Tuhan untuk membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Permulaan keubahan hidup adalah tulus dan jujur.

      Mulai dari soal Tuhan/pengajaran. Kalau sudah tidak jujur soal Tuhan, tidak mungkin bisa jujur soal lainnya. Kalau bisa jujur soal Tuhan (dukung/ikuti yang benar, dan hindari yang salah), kita bisa jujur dalam segala hal.

      Kalau sudah jujur dan tulus, wajah akan berseri. Kalau ada dusta, akan pahit getir.

      "Karena itu di awal nikah saya selalu katakan pada calon mempelai: 'Ayo, kamu bicara, dulu bergaul dengan siapa saja dan berbuat apa saja.' Kalau mengasihi, akan mengampuni. Karena dasar nikah adalah kasih. Jangan orang lain yang cerita, bisa hancur. Jangan! Harus terang-terangan mulai dari awal nikah."

      Kalau jujur, wajah akan berseri dan menjadi rumah doa. Doa selalu dijawab oleh Tuhan. Sampai Tuhan datang kembai kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia; mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan-Nya. Kita masuk dalam nikah yang rohani/sempurna sampai masuk Yerusalem baru.

Jangan ada kebencian! Bertahan dalam kasih lewat saling mengaku dan mengampuni. Nikah menjadi satu, sehingga Yesus menjadi Kepala yang bertanggung jawab dalam nikah kita.
Lalu taat dan suci; tergembala, sehingga hidup kita makin indah. Kemudian banyak naik gunung penyembahan.

Mau ke mana hidup dan masa depan kita? Berdoa sampai menerima sinar matahari. Kita mengalami damai sejahtera, bahagia, semua masalah selesai, mujizat terjadi, sampai sempurna seperti Yesus.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top