English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 November 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juni 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juli 2009 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Adrie TujuYohanes 2: 13-17
= Yesus menyucikan bait Allah, dimana bait Allah...

Ibadah Doa Malam Malang, 22 Desember 2016 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yakobus 5:16-18
5:16 Karena itu hendaklah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 28 Agustus 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:24-25
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah KKR Palangkaraya V, 26 Februari 2009 (Kamis Sore)
Ibrani 13: 1
"Peliharalah kasih persaudaraan"Sudah 4 kali kita mendengar tema ini. Sangat singkat, tapi sangat...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Desember 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib ada kebangkitan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 April 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 tentang perintah untuk memberitakan injil, sama...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 29 Mei 2017 (Senin Malam)
Yohanes 6: 5, 7-10
6:5. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia...

Ibadah Raya Malang, 11 Juli 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Banyak permohonan yang kita mohon kepada Tuhan untuk anak,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Juni 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 06 April 2012 (Jumat Pagi)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31= Kita masih berada pada ayat 29-31= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Desember 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 13 November 2016 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

'gulungan kitab yang ada di dalam tangan TUHAN, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau Kitab Suci.
Di dalam perjanjian lama, kitab Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat: (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2016)

  1. Yang pertama: Keluaran 20: 1-17=> firman Allah ditulis pada dua loh batu.
    Sekarang artinya firman ditulisi pada hati dan pikiran kita (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).


  2. Yang kedua: Keluaran 21-23=> firman Allah ditulis pada gulungan atau lembaran surat-surat.
    Sekarang artinya firman Allah ditulis dalam lembaran hidup kita--seluruh hidup kita/solah tingkah laku kita (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2016).

Jadi, hidup kita harus ditulisi firman Allah, mulai dari hati dan pikiran, sampai solah tingkah laku kita, yaitu perbuatan da perkataan. Kalau sudah ditulisi, kita menjadi surat terbuka--ada praktiknya--yang bisa dilihat oleh orang lain.

Praktik sehari-hari jika hati-pikiran dan seluruh hidup kita ditulisi firman Allah (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2016):

  1. Keluaran 21: 12-14 => jangan membunuh--hukum keenam pda dua loh batu--, baik pembunuhan dengan sengaja maupun tidak sengaja (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 09 November 2016).


  2. Keluaran 21: 15, 17
    21:15. Siapa yang memukul ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati.
    21:17. Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati.

    Praktik kedua hati-pikiran dan seluruh hidup ditulisi firman: hukum kelima pada dua loh batu yaitu hormatilah ayahmu dan ibumu!

AD. 2 HORMATILAH AYAHMU DAN IBUMU!
Kalau kehidupan itu ditulisi firman pada hati-pikiran dan solah tingkah laku hidupnya, tidak sulit melakukan hukum kelima pada dua loh batu, dia akan menghormati ayah dan ibunya.

Keluaran 20: 12
20:12. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Kerajaan sorga yang dilihat oleh Musa terdiri dari tiga ruangan: halaman, ruangan suci, ruangan maha suci. Itulah hidup kita: ada kebenaran--halaman--, kesucian--ruangan suci--, dan kesempurnaan--ruangan maha suci. Kita mau ke sorga, tinggal itu saja, yaitu benar, suci, dan sempurna.
Sekarang dikaitkan dengan menghormati orang uta.

Dalam Tabernakel--sistem kerajaan sorga--, ada tiga tingkatan orang tua:

  1. Orang tua secara jasmani= halaman Tabernakel.
    Orang tua secara jasmani melahirkan kita secara jasmani. Ini harus digaris bawahi; kalau tidak ada orang tua, tidak ada kita, karena itu kita harus hormat. Tidak sulit.

    Kalau kita mengerti bahwa kita lahir lewat ayah dan ibu kita, kita bisa sadar biar kita hebat bagaimanapun, kalau dulu tidak dilahirkan, kita tidak bisa apa-apa. Ini yang mendorong kita untuk menghormati dan mentaati orang tua jasmani, bukan menyembah, sebab yang disembah hanya TUHAN. Jangan salah! Jangan sampai berlebihan sampai menyembah orang tua!

    Efesus 6: 1-3
    6:1. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
    6:2.
    Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
    6:3. supaya kamu
    berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

    Kalau kita bisa menghormati orang tua secara jasmani, hasilnya: berbahagia dan panjang umur di bumi. Panjang umur secara rohani berarti lanjut usia sampai hidup kekal--nanti kita pelajari, siapa yang mengutuki, akan dihukum mati, berarti hidupnya tidak kekal.


  2. Orang tua rohani= gembala= ruanggan suci.
    Mengapa harus kita hormati? Gembala ini ikut serta dalam proses kelahiran kembali--kelahiran baru dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Genbala dipakai TUHAN untuk menyampaikan firman dan lain-lain, supaya kita mengalami kelahiran baru.

    TUHAN katakan: Siapa yang tidak lahir dari air dan Roh tidak bisa mewarisi sorga; manusia darah daging tidak bisa mewarisi sorga.
    Harus dilahirkan kembali! Bukan gembala yang melahirkan, tetapi gembala ikut serta dalam proses melahirkan kita kembali--pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus yang bisa mewarisi kerajaan sorga. Jangan salah!
    Ini harus dihormati dan ditaati ijuga.

    Ibrani 13: 17
    13:17. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

    Kalau kita menghormati seorang gembala yang sungguh-sungguh dipakai TUHAN, gembala akan selalu menaikkan doa penyahutan dengan gembira, bukan berkeluh kesah, sehingga benar-benar membawa keuntungan bagi kita.

    Jadi, tugas gembala selain memberi makan domba-domba adalah ia juga menaikkan doa penyembahan. Kalau sidang jemaat taat dengar-dengaran, gembala menaikkan doa penyahutan dengan gembira--bukan berkeluh kesah--, sehingga sidang jemaat mengalami keuntungan di dalam TUHAN, yaitu:


    1. Perlindungan atas keselamatan kita--tetap selamat, tidak terhilang.
    2. Pemeliharaan TUHAN atas hidup kkita.

      "Banyak kesaksian. Saya sendiri seringkali sudah lupa, sudah mendoakan tetapi lupa bertanya, lalu dia bersaksi baru saya ingat. Dia dalam keadaan yang parah--susah dalam pemeliharaan--lalu minta doa secara khusus, saya doakan, akhirnya bisa teratasi. TUHAN tolong semuanya."

      Pemeliharaan TUHAN lebih hari lebih nyata dalam kehidupan kita mulai di dunia ini sampai hidup kekal.


    Inilah menghormati seorang gembala dan taat dengar-dengaran.


  3. Orang tua sorgawi= Yesus= ruangan maha suci= kesempurnaan.
    Yesus yang melahirkan kita kembali--membaharui kehidupan kita; mengubahkan hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani bahkan manusia yang sempurna seperti Dia, untuk layak mewarisi kerajaan sroga yang kekal.

    Jadi, yang melahirkan kita kembali adalah TUHAN Yesus, gembala hanya ikut serta dalam proses kelahiran baru--menjaga, diberi firman, didoakan supaya berubah.

Untuk bisa melahirkan kita kembali--membaharui kita--, Yesus harus mati di kayu salib dan dibangkitkan.
Inilah orang yang ditulisi firman yaitu dia bisa menghormati orang tua jasmani, rohani, sampai orang tua sorgawi--dia mengalami kelahiran baru di dalam TUHAN.

Efesus 5: 25-27
5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan
memandikannya dengan air dan firman,
5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

'menyerahkan diri-Nya'= mati di kayu salib.
Yesus harus mati di kayu salib dan bangkit, untuk bisa memandikan kita dengan air dan firman--membaharui kita dari manusia daging yang berdosa menjadi manusia yang sermpurna seperti Dia untuk layak mewarisi kerajaan sorga yang kekal.

Tadi, orang tua jasmani melahirkan secara jasmani, orang tua rohani ikut serta dalam proses kelahiran baru, dan orang tua sorgawi yang melahirkan kita. Karena itu, semua harus dihormati, karena berkaitan dengan proses kelahiran. Ingat-ingat! Kalau mau melawan orang tua, ingat mereka yang melahirkan dan membesarkan kita, kalau tidak tada mereka, bagaimana kita? Tidak bisa kita ada di sini. Harus selalu ingat! Juga ingat pada seorang gembala yang sudah membimbing kita, sampai kepada TUHAN--Dia lebih dari semua. Dia rela mati dan bangkit untuk melahirkan kita kembali--membaharui dari manusia daging yang berdosa sampai menjadi manusia sempurna seperti Yesus yang bisa terangkat bersama Dia sampai di takhta sorga.

Jelas, ada dua macam pembaharuan yang dikerjakan oleh TUHAN:

  1. Pembaharuan oleh air= BAPTISAN AIR.
    1 Petrus 1: 3-4
    1:3. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
    1:4. untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

    'kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati'= Dia harus mati dan bangkit lebih dulu, baru bisa melahirkan kita.
    Kalau dulu dilahirkan orang tua, hanya untuk di dunia--bisa sukses di dunia--, tetapi tidak bisa di sorga, karena itu harus dilahirkan oleh TUHAN, dibantu oleh seorang gembala untuk mengawasi--bidan rohani.
    Kelahiran kembali oleh kematian dan kebangkitan Yesus= baptisan air.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Dia mati dan bangkit, kita juga mati dan bangkit.
    Baptisan air yang benar adalah:


    • Sesuai dengan kehendak TUHAN--melakukan kehendak TUHAN--, bukan sesuai gereja atau pendeta. Kita melakukan kehendak TUHAN. Cocokkan di firman1 Kalau firman katakan: dikubur, harus dikubur. Itulah baptisan air.

      "Saya ajarkan juga. Kalau orang meninggal dalam TUHAN, ingat, karena Yesus dikubur, jadi kalau meninggal dikubur juga, jangan yang aneh-aneh. Katanya ikut Yesus sebagai kepala dan kita tubuh, ikuti saja, jangan ikuti orang! Ikuti alkitab!
      Satu waktu ada sidang jemaat yang meninggal, saya sudah melayani kebaktian penghiburan terus baru tahu kalau permintaan anak-anaknya bukan dikubur tetapi lainnya. Saya jawab: 'Oh begitu? Serahkan saja, saya tidak mau lagi.' Untunglah berunding lagi. Saya katkaan: 'Janganlah! Yang gmapang-gampang sajalah, alkitab bilang apa, ikuti saja.' Tidak usah kita cari lain-lain. Soal baptisan air, alkitab katakan: dikubur, ya dikubur. Begitu saja, gampang-gampang saja. Jangan dipersulit dengan logika! Saya beberapa waktu lalu berpikir soal tiket sampai tiga hari lebih. Telpon travelnya terus. Akhirnya saya katakan: 'Tidak kuat aku, terserah.' Berdoa saja. Malam-malam ditelepon, keluar jadwalnya. Gampang saja ikut TUHAN.
      "


    • Kita dibaptis seperti Yesus dibaptis. Dia kepala dan kita tubuh-Nya.
      Mari, periksa bagaimana pelaksanaan baptisannya dulu.
      Pelaksanaannya adalah seperti Yesus dibaptis, kita dibaptis, yaitu kita dikburkan dalam air bersama Yesus sehingga mengalami kematian terhadap hidup lama/dosa utnuk bangkit dalam hidup baru--hidup srogawi. Seperti itu baptisan air.


    Sama seperti Yesu yang mati dan bangkit untuk bisa melahirkan kita, kita juga mati terhadap hidup lama/dosa dan bangkit dalam hidup yang baru. Hidup yang baru adalah jenis kehidupan sorga--dulu dilahirkan oleh ibu jasmani, cocok untuk hidup di dunia, tetapi tidak cocok di sorga.

    Praktik jenis kehidupan sorga--hidup baru itu seperti bayi yang baru lahir:


    • 1 Petrus 1: 3
      1:3. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

      Praktik pertama jenis kehiidupan sorga: hidup yang penuh pengharapan, artinya


      1. Hanya percaya dan berharap kepada TUHAN.
        Dibuktikan saat menghadapi pencobaan atau kesulitan, kita hanya menangis/percaya dan berharap kepada TUHAN--seperti kalau bayi lapar hanya menangis pada ibunya.

        Kalau masih sibuk sana-sini lebih dulu, tidak bisa. Menangis dulu kepada TUHAN, seperti bayi yang menangis. Nanti TUHAN yang membuka jalan, entah bagaimana caranya.


      2. Mengutamakan TUHAN lebih dari segala sesuatu di dunia.
        Kalau kita mengutamakan dunia dari pada TUHAN, tidak ada harapan, apalagi kalau mengorbankan TUHAN untuk dunia seperti Esau, tidak ada harapan, bahkan kita akan terus menangis sampai kapanpun.

        Ingat! Yang punya anak remaja muda, senang. Anak kuliah, Ipnya tinggi, bagus. Tetapi belum bisa diharapkan. Kalau dia bisa mengutamakan TUHAN, baru ada harapan. Untuk hidup di dunia, TUHAN yang tanggung jawab, bahkan sampai hidup kekal.
        Doakan semua. Maju semua, tetapi mengutamakan TUHAN lebih dari semua.

        "Kaum muda, banyak kegiatan, kalau masih bisa mengutamakan TUHAN, hidupmu masih ada harapan. Tidak perlu takut! TUHAN tidak pernah menipu. Banyak pengalaman saya waktu masih muda. Harus tinggalkan ini, harus tinggalkan itu untuk pekerjaan TUHAN, tetapi TUHAN tolong semua. Tidak ada yang mengecewakan."


    • 1 Petrus 1: 4
      1:4. untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

      (terjemahan lama)
      1:4. akan mendapat
      warisan yang tiada akan binasa dan tiada bercacat dan tiada akan layu, tersimpan di dalam surga bagi kamu,

      Praktik kedua jenis kehiidupan sorga: tidak dapat binasa/warisan yang tiada akan binasa, yaitu:


      1. Firman Allah. Uang, rumah, gereja dan lain-lain bisa hancur, tetapi firman tidak dapat binasa.
        Jadi, saat-saat mendengar firman, itu seperti menerima warisan.
        Buktinya: kita gemar mendengar firman. Itulah manusia yang sudah lahhir baru--jenis kehidupan sorga--, sudah ada harapan.

        Kita gemar mendengar firman sampai dengar-dengaran.


      2. Roh Kudus. Bukti menerima warisan Roh Kudus yang tidak dapat binasa: kita diurapi, sehingga kita setia dan bekrobar-kobar dalam ibadah pelayanan.


      3. Kasih.
        Kasih itu kekal, buktinya: kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh.


      Inilah bukti meneirma warisan--jenis kehidupan sorga. Buktikan mulai dari saat mendengar firman, setelah itu baru Roh Kudus dan kasih, karena 'pada mulanya adalah firman.'
      Kalau kita gemar--sungguh-sungguh--mendengar firman, kita akan menerima warisan. Kalau warisan yang kekal kita terima, masak TUHAN tidak bisa memberikan warisan yang hancur lebur.

      "Saya berpikir begitu saja, sederhana saja; dengan pikiran iman, bukan logika. Kalau warisan yang kekal bisa TUHAN berikan dan kita hargai, masak hanya rumah yang nantinya akan hancur TUHAN tidak bisa kasih? Makanan, smeua, bisa TUHAN kasih!"

      Pegang firman sungguh-sungguh!


    • 1 Petrus 1: 4
      1:4. untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

      Praktik ketiga jenis kehiidupan sorga: tidak dapat cemar, mulai dari tidak gampang cemar oleh dosa-dosa, sampai tidak dapat cemar.
      Artinya: tetap hidup dalam kebenaran.

      Memang kita berkumpul dengan semua orang, baik orang jahat, orang baik, najis. Jangan pikir murid-murid tidak jahat dan najis. Banyak yang begitu. Kita berkumpul semua, tidak bisa tidak. Rasul Paulus mengatakan: Kalau begitu, kamu harus keluar dari dunia.

      Kita harus berkumpul, tetapi ada kekuatan bagi orang lahir baru, yaitu tidak gampang cemar--dibentengi oleh TUHAN--sampai tidak dapat cemar; tetap mempertahankan kebenaran.

      Contoh di alkitab adalah bunga bakungbunga lili. Bunga bakung ini warnanya putih dan hidup di rawa-rawa, air kotor, air kolam, tetapi begitu disinari matahari, ia tetap putih, tidak ikut hitam.

      Ini bukti kalau kekuatan warisan firman, Roh Kudus, dan kasih Allah membenentgi kita, sehingga kita tidak bisa jatuh.

      Yesus dijamah oleh orang najis--perempuan pelacur mengurapi dan menjamah Dia--, bukan Dia yang menjadi najis, tetapi perempuan itu yang menjadi suci.
      Seperti bayi, kalau kita letakkan lalu kita bicara yang tidak baik, dia akan diam saja; dia tidak ikut-ikut. Itulah bayi yang tidak gampang cemar sampai tidak bisa cmear.

      Mari, bertahan! Hidup di dunia memang cemar dan semua mau dicmearkan, tetapi kalau ada kelahiran baru seperti bayi, kita bertahan dan tetap hidup benar.


    • 1 Petrus 1: 4
      1:4. untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

      Praktik keempat jenis kehiidupan sorga: tidak dapat layu=> layu adalah salah sifat daging, yaitu


      1. Bangga, sombong saat berhasil. Salah satunya melawan orang tua. Kaum muda, perhatikan! Itu sudah jadi seperti Lucifer; jatuh seperti setan.

        "Karena itu saya paling takut menggunakan istilah: sukses. Kalau yang berkata: 'Sukses, ya,' saya lari. Jangan sombong-sombong! Saya paling takut. Sukses, tetapi nanti hilang. Saya paling takut istilah: sukses. Biasa saja. 'Diberkati', itu saja istilahnya. Tidak usah susah-susah. Takut saya. Nanti besar kepala, langsung jatuh. Bangga sedikit saja, itu sudah jadi sama dengan Lucifer."


      2. Putus asa, kecewa--orang bangga sering kecewa--, dan meninggalkan TUHAN saat belum diberkati, saat dalam kesulitan. Ini tidak boleh! Ini adalah manusia dunia--daging.

        Kalau bayi baru lahir, tidak peduli, ia menangis terus, baik makanannya banyak, ia tidak bangga, hanya menangis; saat tidak ada makanan juga menangis saja--tidak terpengaruh.


      Inilah sifat manusia baru, yaitu tidak ada kebanggaan dan kekecewaan, tetapi hanya mengucap syukur kepada TUHAN, seperti bayi yang menangis.

      "Bagaimana bisa bayi menangis sama dengan mengucap syukur? Betul. Coba bayi baru lahir tidak bisa menangis, susah kita.
      Ada bayi di Malang baru lahir, saya beri selamat, tetapi orang tuanya menjawab: 'Aduh om, hanya tidak bisa menangis.': 'Ha?' Sudah gawat itu. Diupayakan berbagai cara dan TUHAN tolong, bayinya selamat. Itu berarti kalau bayi lahir dan menangis, ia mengucap syukur kepada TUHAN, tubuhnya berfungsi semua.
      "

      Mari, sekarang mengucap syukur kepada TUHAN apapun yang terjadi. Jangan stress atau kecewa! Kalau tidak bisa mengucap syukur, kita akan stress. Kalau ada yang belum berhasil, tetap mengucap syukur: 'Terima kasih, saya masih ada kesalahan dan kekurangan. Saya akan belajar.' Begitu. Terus mengucap syukur kepada TUHAN!


    • 1 Petrus 1: 4
      1:4. untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

      Praktik kelima jenis kehiidupan sorga: sampai tersimpan di sorga.

      Kalau kita bisa memiliki empat ciri di atas, yaitu (1)penuh pengharapan--hanya percaya dan berharap TUHAN, mengutamakan TUHAN--, (2)menerima warisan--gemar mendengar firman--, (3)hidup tidak gampang cemar--hidup benar--, (4)tidak dapat layu--tidak bangga dan kecewa, tetapi hanya mengucap syukur--, kita adalah kehidupan yang tersimpan di sorga.
      Artinya: kita masih hidup di dunia yang terkutuk--susah payah dan banyak air mata--dan hancur binasa, tetapi kita bersuasana sorga.

      Jadi, suasana sorga bukan kaya atau lainnya. Belum tentu! Suasana sorga kita alami kalau harapan kita tertuju kepada TUHAN--mengutamakan TUHAN lebih dari semua; itu yang nomor satu--, gemar mendengar firman--gemar perkara yang rohani; menerima warisan--, tidak cemar--hidup benar--, tidak layu--mengucap syukur.

      Kalau kita bosan mendengar firman, tidak mungkin ada suasana sorga biar kita kaya atau lainnya.


    Inilah kenapa harus ada kelahiran kembali. Yesus harus mati dan bangkit untuk melahirkan kita kembali lewat baptisan air. Kita dikuburkan dalam air--hidup baru; seperti bayi baru lahir dengan tanda-tanda di atas; hidup sorgawi. Kita benar-benar merasakan suasana sorga.


  2. 1 Petrus 1: 23-25
    1:23. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
    1:24. Sebab: "Semua yang hidup adalah
    seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
    1:25. tetapi
    firman TUHAN tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

    'benih yang fana' = (maaf) dulu kita dilahirkan dari kandungan ibu tetapi benihnya dari ayah (benih yang fana). Keduanya melahirkan kita, kalau tidak, tidak bisa jadi.
    Kelahiran baru bukan dari itu lagi, tetapi dari benih yang tidak fana, yaitu oleh firman Allah yang hidup dan yang kekal.

    Proses kelahiran kembali/pembaharuan yang kedua: kelahiran kembali oleh firman Allah yang hidup dan yang kekal.

    Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    'firman Allah hidup'= tadi kita dilahirkan oleh firman Allah yang hidup.
    Firman Allah yang hidup dan yang kekal sama dengan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini sama dengan AIR HUJAN FIRMAN PENGAJARAN--tadi dikatakan: 'Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,' itulah baptisan air dan air hujan firman pengajaran.

    Ulangan 32: 2
    32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

    Jadi, kelahiran kembali oleh firman Allah yang hidup dan yang kekal sama dengan kelahiran kembali oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kelahiran kembali oleh air hujan firman pengajaran--terutama lewat ketekunan dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
    Gunakan kesempatan untuk makan firman pengajaran dalam kebaktian pendalaman alkitab!

    Tadi, kemulian manusia hanya seperti rumput. Sehebat apapun manusia di dunia--pandai, kaya, hebat--, kalau hanya makan rumput--padi, gandum; termasuk suku rumput-rumputan--, hidupnya seperti rumput. Hanya hebat sebentar saja, kemudian habis/hancur, layu dan terbakar.
    Oleh sebab itu, perlu kebaktian pendalaman alkitab; kita makan firman yang kekal supaya hidup kita juga kekal.

    Tergantung makananya.
    Kalau hanya makan rumput, hidupnya juga seperti rumput. Sebentar bangga, sebentar lagi layu. Apanya yang mau dilihat? Sungguh-sungguh! Kalau suami kita hanya makan rumput, sebentar dia gagah/hebat, tetapi sebentar lagi loyo--sudah haibs. Isteri juga hanya makan rumput, cantik, sebentar lagi loyo. Anak-anak juga, baru senang sebentar, sudah tendang-tendang pintu lagi--seperti anak yang sakit ayan. Susah! Makan firman pengajaran, supaya kekal!

    Kalau dikaitkan dengan baptisan air: sesudah kita diselamkan/dikuburkan dalam baptisan air, kita harus diselamkan/dikuburkan--mendalam--dalam air hujan firman pengajaran yang benar, sehingga kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Mari, makan firman supaya stabil terus--tidak bangga/kecewa--, sampai hidup kekal. Semua bahagia.
    Mari, kuburkan dalam air hujan firman pengajaran!

    Memang, tanggapan terhadap firman pengajaran tidak langsung seperti hujan lebat, tetapi ada tingkatannya:


    • Seperti embun.

      "Kalau orang desa, lari pagi jam empat, lihat embun di lapangan. Kalau orang kota, jarang, tetapi bagus karena doa pagi semua."

      Banyak kali embun belum dilihat. Jangan putus asa!
      Kalau bersaksi pada suami, isteri, keluarga, tetapi belum diterima dengan baik--'Apa itu pengajaran, pengajaran?'--, tidak apa-apa.


    • Hujan renai/hujan rintik-rintik. Mulai ada tanggapan, tetapi ada juga yang santai kalau masih hujan rintik-rintik.
    • Hujan lebat. Mau tidak mau ada tanggapan. Tinggal buka pintu gereja.

      "Saya bilang kepada murid-murid: 'Nanti kalau sudah hujan lebat--kegerakan Roh Kudus hujan akhir--, itu adalah hujan firman pengajaran.'
      Bukan hujan penginjilan. Sekarang, penginjilan sedang berlangsung, tetapi nanti akan beralih kepada pengajaran. Jangan salah! Tinggal buka pintu gereja, semua akan masuk. Salah jika kita yang sudah di dalam pengajaran, beralih lagi/myundur lagi ke penginjilan. Bukan tidak boleh penginjilan. Harus! Tetapi sesudah kita percaya Yesus dan bertobat--sudah mantap--, harus diteruskan pada pengajaran. Kalau kembali lagi ke penginjilan, tidak ada kesempatan lagi untuk kembali ke pengajaran. Sementara yang dalam penginjilan sudah beralih semua ke pengajaran. Kalau dari pengajaran kembali lagi ke penginjilan karena tidak ada jiwa-jiwa, ia tidak akan bisa kembali lagi ke pengajaran. Yang terdahulu menjadi terkemudian. Ini kesalahan kita. Jangan!"

      "Tadi malam ada seorang kaum muda bersaksi, dia datang ke satu gereja, mendengar firman, tetapi dia merasa tidak ada apa-apa, lama-lama bosan ke gereja. Lalu dia tanya: 'Kalau gereja itu--gereja kita yang ditunjuk--bagaimana firmannya?': 'Ngejleb itu--artinya menusuk sangat dalam': 'Oh gitu ya.' Dia takut masuk. Dia mendengar siaran langsung dulu di rumah karena takut 'ngejleb'. Jadi gereja kita di sana dapat julukan gereja 'ngejleb', gereja setan, gereja ramai--karena selasa, rabu, kamis ada, parkirnya ramai terus macam-macam julukannya. Biar saja. Setelah mendengar siaran langsung, dia bisa mengikuti dan dia datang. Dia bisa mengerti maknanya ibadah. Dia senang, dan kesaksiannya adalah dia ingin tahu kelanjutan firmannya. Ini namanya sudah dikubur dalam firman--mendalami. Bukan saya memuji diri saya, tetapi pengajarannya. Kalau saya tidak ada apa-apanya. Kalau mendengar firman tetapi masih mengomel, itu berarti belum mendalami. Kalau mendalami, dia bisa mengerti firman."


    Inilah, kita dikuburkan sampai mengalami pembaharuan.
    Efesus 4: 21-24
    4:21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
    4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu,
    harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
    4:23. supaya
    kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.


    'menerima pengajaran'= kita sudah menerima pengajaran, bagaimana kelanjutannya?
    'harus menanggalkan manusia lama' = kalau sudah menerima pengajaran, kita harus meninggalkan kehidupan yang lama. Sekalipun zaman modern tetapi bergaulnya dianggap kuno, tidak apa-apa. Ini firman.
    'roh' = hati.

    Kalau sudah dikuburkan dalam air hujan firman pengajaran/ditusuk oleh pedang firman, kita akan mengalami pembaharuan mulai dari hati dan pikiran. Kalau hati dan pikiran dibaharui, seluruh hidup juga dibaharui. Sama seperti tadi: firman ditulis pada dua loh batu--hati dan pikiran--dan seluruh hidup; pembaharuannya juga, dimulai dari hati dan pikiran, sesudah itu seluruh hidup kita juga dibaharui.

    Praktik manusia baru:


    • Efesus 4: 25, 29
      4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
      4:29.
      Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

      Praktik manusia baru yang pertama: perkataan dibaharui--setelah hati dan pikiran dibaharui, solah tingkah laku dibaharui, termasuk di dalamnya perkataan--yaitu:


      1. 'buanglah dusta'= tidak boleh ada dusta = jujur.
        Ingat! Kita adalah sesama anggota, kalau berdusta, berarti tidak satu anggota tubuh. Kalau satu tubuh, tidak bisa berdusta; terutama suami dan isteri. Kalau ada yang berdusta, yakinlah, satu akan terangkat, yang satu tertinggal. Anak dengan orang tua, jika berdusta, akan terpisah. Oleh sebab itu, harus membuang dusta.


      2. 'Janganlah ada perkataan kotor'= berkata yang benar dan baik; yang menjadi berkat bagi orang lain; mendatangkan kasih karunia bagi orang yang mendengar.
        Mungkin orang lain sedang lemah, bisa menjadi kuat oleh perkataan kita--dia bisa dikuatkan, diteguhkan, atau dihiburkan.
        Jangan sebaliknya! Orang lain kuat, senang beribadah tetapi dilemahkan oleh perkataan kita. Kita nanti bertanggung jawab di hadapan TUHAN.


      Bukan tidak boleh bicara, tetapi batasi perkataan kita, yaitu jujur, dan berkata benar dan baik.


    • Praktik manusia baru yang kedua: perbuatan dibaharui, yaitu:


      1. Efesus 4: 26
        4:26. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

        'matahari'= kasih.
        Yang pertama: jangan marah tanpa kasih!

        Marah tanpa kasih/marah karena mengikuti emosi, akan menimbulkan pertengkaran dan kebencian.
        Marah boleh, tetapi harus dengan kasih untuk menolong orang lain--Yesus sampai mencambuk untuk menolong, bukan emosi.

        Oleh sebab itu, anak-anak harus dididik; tidak apa-apa dimarahi. Kalau kita tidak memarahi anak yang salah, tidak kita didik, kita betul-betul tidak punya kasih. Kita biarkan dia masuk sumur. Jangan!
        Anak-anak juga, kalau orang tua menegor dan menasehati--seperti mencambuk--itu betul-betul kasih karunia dari TUHAN, untuk menolong anak-anak jangan sampai masuk sumur, sampai masuk lautan api dan belerang. Jangan langsung melawan! Ikuti dulu, kalau memang salah, ya salah, kalau benar, pelan-pelan jelaskan pada orang tua.

        Mari, saling menjaga, jangan marah tanpa kasih!


      2. Efesus 4: 28
        4:28. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

        Yang kedua: jangan mencuri! Tetapi memberi untuk pekerjaan TUHAN dan kepada sesama yang membutuhkan.


    • Efesus 4: 30-32
      4:30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
      4:31. Segala
      kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
      4:32. Tetapi hendaklah kamu
      ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

      Praktik manusia baru yang ketiga: sikap hidup dibaharui, yaitu jangan mendukakan Roh Kudus.
      Artinya: kita harus membuang kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah.
      Kalau Roh Kudus berduka, kita akan terus berdukacita, tidak ada senangnya hidup di dunia.

      Mari, kita berubah, yaitu saling mengaku dan mengampuni, dan ramah sehingga Roh Kudus betul-betul berkobar-kobar dalam kehidupan kita.


    • Efesus 5: 1-2
      5:1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
      5:2. dan
      hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

      Praktik manusia baru yang keempat: tabiat dibaharui yaitu bertabiat kasih.
      Artinya:


      1. Mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai mengasihi musuh--sampai di situ. Ini merupakan kasih yang sempurna/kasih matahari--seperti matahari terbit, di dalam Matius 5: 'Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.'

        Kita belajar, mulai mendoakan yang baik: 'TUHAN tolong dia, kenapa dia memfitnah saya? TUHAN ampuni dia, TUHAN sadarkan dia.' Nanti kita sendiri akan merasa bahagia, itulah hidup dalam suasana kasih.


      2. Sampai bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua, yaitu taat dengar-dengaran.
        Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, kalau kita, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
        Saat Yesus taat sampai mati di kayu salib, Dia menjadi korban yang berbau harum di hadapan TUHAN.
        Demikian juga kita, lewat baptisan air dan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani--mulai dari hidup yang penuh pengharapan sampai tabiat, perkataan, dan semua diubahkan; seperti daging yang dibakar--, sehingga menghasilkan bau harum di hadapan TUHAN.


    Mari, kita belajar.
    Lewat baptisqan air kita mendapatkan hidup yang penuh pengharapan, tidak cemar, tidak layu.
    Kemudian dibaharui oleh firman: hati dan pikiran dibaharui, kata-kata, perbuatan, dan sikap hidup dibaharui semua, sampai tabiat juga dibaharui. Kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, seperti Yesus; kita berbau harum di hadapan TUHAN.

Inilah hormat pada orang tua, yaitu orang tua jasmani, orang tua rohani--gembala: ikut proses pembaharuan--dan orang tua sorgawi--TUHAN: Dia mati di kayu salib dan bangkit untuk melahirkan kita lewat baptisan air dan air hujan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sampai kita taat seperti Dia, yaitu taat sampai daging tidak bersuara. Dia berbau harum, kita juga berbau harum.

Inilah tugas kita, yaitu rela dimandikan oleh TUHAN. TUHAN rela mati dan bangkit untuk memandikan kita, masakan kita tidak rela dimandikan?
Mari, rela dimandikan lewat baptisan air! Yang baptisannya belum benar, mari, rela dimandikan. Yang sudah benar pelaksanaannya, bagaimana hasilnya? Mari rela dimandikan.
Kemudian rela dimandikan dengan air hujan firman pengajaran, ditusuk oleh firman pengajaran.
Dia sudah mati dan bangkit, karena itu Dia berani memandikan dan menusuk kita.

Hasil pembaharuan/berbau harum di hadapan TUHAN:

  1. Kejadian 8: 20-22
    8:20. Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
    8:21. Ketika
    TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
    8:22. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."


    Hasil yang pertama: jika kita menghasilkan bau harum di hadapan TUHAN, Dia mengubahkan suasana kutukan menjadi suasana berkat/suasana Firdaus.

    Kita terpelihara lewat siklus sorgawi yang tidak bisa terputus--seperti siang-malam, menabur-menuai, kemarau-hujan--, dan kita berbahagia di dalam TUHAN.

    Biar dunia terkutuk, kita mengalami suasana Firdaus. Biar dunia sulit, ada siklus dari TUAHN. Kalau siklus dipotong, matilah manusia. Siklus TUHAN tidak bisa dipotong! Ini adalah SUASANANYA.


  2. 2 Korintus 2: 14
    2:14. Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

    Hasil yang kedua: 'membawa kami di jalan kemenangan-Nya' = kalau kita berbau harum di hadapan TUHAN, setiap langkah kita bersama TUHAN adalah langkah kemenangan.

    Tadi suasananya, sekarang LANKAHNYA. Pegang ini! Yang penting kita berbau harum.
    Langkah kemenangan bersama TUHAN, artinya:


    1. Semua masalah sampai yang mustahil, selesai pada waktunya.
      Tidak usah takut! Yang penting berbau harum! Ikuti pembaharuan mulai dari baptisan sampai dibaharui oleh firman, sampai berbau harum! Pegang itu saja!

      Selanjutnya, suasananya TUHAN yang atur--suasana Firdaus; siklus yang tidak bisa diputus--, jalannya bersama TUHAN--jalan kemenangan bersama TUHAN.


    2. Langkah-langkah kesaksian.
      Kita bisa bersaksi lewat kabar baik--keharuman Yesus yang mati di kayu salib--untuk mengajak jiwa-jiwa yang belum percaya Yesus supaya percaya Yesus, dan membawa jiwa-jiwa yang sudah percaya menuju kesempurnaan--keharuman Yesus yang akan datang kembali--lewat kabar mempelai.


    "Dulu, tahun 1980an, saya guru sekolah minggu. Di satu kota kecil, trotoar di jalan rayanya agak panjang, kalau saya jalan sebentar lagi anak-anak yang ada di toko-toko memanggil saya. Ada yang memegang sabuk saya, tangan saya, dan celana saya. Saya ingat itu, bagaimana langkah kemenangan/langkah kesaksian bisa membawa jiwa-jiwa kepada TUHAN. Senang sekali. Mari jadi saksi hari-hari ini! TUHAN tolong."


  3. Keluaran 29: 22-25
    29:22. Dari domba jantan itu haruslah kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha kanannya--sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan--
    29:23. kauambillah juga satu keping roti, satu roti bundar yang berminyak dan satu roti tipis dari dalam bakul berisi roti yang tidak beragi, yang ada di hadapan TUHAN.
    29:24. Haruslah
    kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kaupersembahkan semuanya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
    29:25. Kemudian haruslah kauambil semuanya dari tangan mereka dan kaubakar di atas mezbah, yaitu di atas korban bakaran, sebagai
    persembahan yang harum di hadapan TUHAN; itulah suatu korban api-apian bagi TUHAN.

    Tadi, suasananya, biar dunia paceklik, kita ada di dalam siklusnya TUHAN. Kita mengalami pemeliharaan dan kebahagiaan yang tidak bisa diganggu gugat.
    Kemudian, jalannya menag dan bersaksi terus.

    Dan hasil yang ketiga: POSISI kita seperti bayi yang digendong dalam tangan TUHAN. Luar biasa kalau kita bisa berbau harum di hadapan TUHAN.

    'paha kanan' => maksudnya adalah paha di bagian depan; kalau pada manusia ini adalah bahu.
    Bahu menunjuk pada tanggung jawab. Inilah tanggung jawabnya TUHAN.
    'Harun'= imam besar.
    'kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun'= ditaruh di tangan Harun= ditimang.
    'persembahan unjukan' = diunjukkan pada TUHAN/ditimang--seperti bayi digendong--, lalu dibakar dan menghasilkan bau harum.

    Jadi, kalau kita berbau harum di hadapan TUHAN, posisi kita serti bayi di tangan Imam Besar; di dalam tangan anugerah TUHAN yang besar.
    Bayi itu kecil, tetapi ada di dalam tangan anugerah yang besar--orang lahir baru itu seperti bayi yang baru lahir, tetapi ada di dalam tangan anugerah yang besar dari Imam Besar. Namanya Imam Besar, anugerah-Nya juga besar, lebih besar dari apapun.

    Ditimang artinya:


    1. Disayang, dikasihi, dipedulikan, diingat, dan diperhatikan oleh TUHAN. TUHAN yang menentukan semua; masa depan yang berhasil dan indah, mati hidup kita, semua ditentukan oleh TUHAN.

      Tidak ada ibu yang lupa pada bayi dalam gendongannya; TUHAN selalu ingat dan memperhatikan kita. TUHAN selalu bergumul untuk kita. Dia menentukan semuanya bagi kita dan Dia menolong kita bayi yang tidak berdaya.
      Yang tidak bisa kita pikirkan dan lakukan, serahkan pada TUHAN!


    2. Digendong=digerakkan, artinya kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai saat TUHAN datang kembali, ktia disempurnakan, kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Kita berbau harum di hadapan TUHAN, Dia akan tolong kita semua. Seperti bayi yang tidak bisa apa-apa, kita serahkan hidup kita ke dalam tangan TUHAN.
Jangan berharap orang lain! Jangan berharap sesuatu di dunia! Manusia hanya seperti rumput. Sebentar kita puji-puji, sebentar lagi dia gugur.

Dunia sedang lenyap, tidak bisa menolong kita. Sekalipun ada sesuatu, silahkan, tetapi kita tetap berharap TUHAN. Biar kita selalu ada dalam gendongan tangan TUHAN. TUHAN mengingat kita dan kita juga mengingat Dia. Dia yang bertanggung jawab. Ada korban bahu, itu tanggung jawabnya TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top