English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 28 April 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil,...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Juli 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 28 September 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita sekalian. Biarlah damai sejahtera dari TUHAN Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= keadaan pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Salah satunya adalah terdengar...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Februari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 29
= Keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan-kegoncangan dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Mei 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:1-13 adalah tentang pencobaan di padang...

Ibadah Raya Malang, 14 Agustus 2011 (Minggu Pagi)
Bersamaan PENATARAN IMAM & CALON IMAM (I)

Matius...

Ibadah Doa Malang, 09 Februari 2010 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Matius 24:45-51 adalah...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Maret 2010 (Rabu Sore)
Markus 2: 18-20
Waktu berpuasa (ay. 20), yaitu saat terjadi jarak antara kita...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Maret 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:1-20 adalah tentang Yohanes Pembaptis.
Lukas...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 14 Agustus 2013 (Rabu Malam)
Mazmur 141: 1-4
141:1. Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 April 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 18-21 (kita baca ayat 18-19) => perumpamaan tentang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Oktober 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:7-8
6:7 Dan ketika Anak Domba itu...

Ibadah Doa Malang, 23 Juni 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 10:38
10:38 Barangsiapa...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2016 (Minggu Siang)

Ibadah Penyerahan Anak

Mazmur 144: 12a
144:12a. Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya;

Pada siang ini, kita menyerahkan seorang anak lelaki. Biarlah anak ini menjadi tanaman yangtumbuh menjadi besar pada masa mudanya.
Hidup kita ini ada di padang gurun dunia yang tandus. Tanaman bisa betahan di daerah yang tandus dan lain-lain, kalau ia ditanam di tepi aliran air. Kalau tidak ada air, sehebat apapun tananam itu, akan layu dan mati.

Demikian juga anak nii, menghadapi keadaan dunia akhir zaman yang bagaikan padang gurun yang tandus, ia harus ditanam di tepi aliran air kehidupan--ditanam di dalam Bait Allah sebagai sumber air kehidupan.

Mazmur 92: 13-16
92:13. Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
92:14. mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
92:15.
Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
92:16. untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan
tidak ada kecurangan pada-Nya.

Tadi, sampai masa mudanya, ia menjadi kuat/besar, tetapi di sini bukan hanya sampai masa muda, tetapi sampai masa tua. TUHAN tidak menipu kita ('tidak ada kecurangan pada-Nya').
Jadi, anak ini sekalipun berada di akhri zaman yang bagaikan padang gurun yang tandus--semakin sulit, jahat dan najis--, tetapi ia bisa bertahan kalau ia ditanam di Bait Allah--di tepi alliran air kehidupan.
Artinya: ia harus tergembala dengan benar dan baik:

  • Aliran air firman dalam ibadah pendalaman alkitab.
  • Aliran air Roh Kudus dalam ibadah umum.
  • Aliran air kasih Allah dalam ibadah doa.

Itulah tempat anak ini.

Hasilnya:

  1. 'tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon'= tumbuh besar dan kuat seperti pohon aras di Libanon.
    Secara jasmani: mengalami pertumbuhan sampai kuat/besar, tetapi lebih dari itu, pertumbhan menjadi besar dan kuat secara rohani.

    Pohon araas adalah pohon yang paling kuat, diterpa angin tidak apa-apa. Ini sama dengan tahuan uji menghadapi apapun juga:


    1. Tidak akan pernah kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN. Dia akan mengikut TUHAN sampai garis akhir, sampai TUHAN datang.
    2. Tidak ikut-ikutan bersama dunia ini dan tidak terpengaruh oleh dunia, tetapi ia hidup benar dan suci di dalam TUHAN; tidak akan terpengaruh oleh panas/najisnya padang gurun.


    Inilah tumbuh besar dan kuat seperti pohon aras, yaitu tahan uji.


  2. Bukan hanya tmbuuh besar dan kuat, tetapi juga berbuah manis seperti buah korma--buah manis ('seperti pohon korma').
    Secara rohani: buah korma adalah keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu jujur--manis itu bisa dikecap oleh mulut--dan taat dengar-dengaran.

    Kita srahkan anak ini dalam tangan TUHAN, biar ia menjadi anak yang jujur dan taat pada TUHAn dan orang tua. Itulah buah korma yang manis, sheingga ia dipakai menjadi saksi; dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Secara jasmani: buah korma adalah pemeliharaan ajaib dari TUHAN, masa depan yang berhasil dan indah, dan kebahagiaan sorga.

    Sampai kaalu TUHAN Yesus--yang empunya anak ini--datang kembali kedua kali, dia diubahkan menjadi sempurna seperti Dia dan layak menyambut kedatangan TUHAN kedua kali di awan-awan yang permai. Ini yang paing indah dan manis di dalam hidupnya.

Dia mau jalan di manapun--di padang gurun, lembah, atau di atas gunung--, kalau tergembala, Gembala Agung akan selalu menyertai sampai ia tumbuh kuat/besar--tahan uji--dan berbuah manis--sempurna.

TUHAN memberkati.


Ibadah Raya

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Kita masih mempelajari tentang 'gulungan kitab yang ada di dalam tangan TUHAN, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau Kitab Suci.
Di dalam perjanjian lama, kitab Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat: (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016)

  1. Yang pertama: Keluaran 20: 1-17=> firman Allah ditulis pada dua loh batu.
    Sekarang artinya firman ditulisi pada hati dan pikiran kita, sehingga kita mengalami kasih Allah (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).
    Kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh.


  2. Yang kedua: Keluaran 21-23=> firman Allah ditulis pada gulungan atau lembaran surat-surat.
    Sekarang artinya firman Allah ditulis dalam lembaran hidup kita--seluruh hidup kita/solah tingkah laku kita--, sehingga kita mengalami kebebasan/kemerdekaan dari TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).

AD.2. FIRMAN ALLAH DITULIS PADA GULUNGAN ATAU LEMBARAN SURAT-SURAT


Ada dua macam kemerdekaan/kebebasan: (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016)

  1. Keluaran 21: 1-6 = kemerdekaan budak laki-laki = kemerdekaan dari dosa untuk menjadi seorang hamba TUHAN/hamba kebenaran--imam-imam dan raja-raja--(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 19 Oktober 2016).
    Selama tidak mendengar firman, tidak mungkin bisa lepas dari dosa. Kalau tidak senang mendengar firman, tidak mungkin lepas dari dosa. Hanya kekuatan firman yang bisa melepaskan kita dari dosa untuk menjadi hamba TUHAN.


  2. Keluaran 21: 7-11 = kemerdekaan budak perempuan.
    Ini beda. Kalau dibeli, budak perempuan dianggap seperti isterinya sendiri oleh laki-laki yang membeli.
    Jadi, kemerdekaan budak perempuan adalah kemerdekaan mempelai wanita TUHAN--kita semua, gereja TUHAN--untuk bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai; kita bersama Dia selama-lamanya.

AD. 2. kemerdekaan budak perempuan

Syarat terjadinya kemerdekaan budak perempuan--menjadi mempelai wanita TUHAN yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali; Dia kepala dan kita tubuh-Nya yang tidak terpisah selamanya:

  1. Keluaran 21: 7-8
    21:7. Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.
    21:8. Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan
    ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.

    Syarat yang pertama: harus mengalami penebusan--sekarang penebusan oleh darah Yesus (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 23 Oktober 2016).


  2. Keluaran 21: 9
    21:9. Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.

    Syarat yang kedua: harus diangkat/diperlakukan sebagai anak perempuan--anak sulung--(sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 30 Oktober 2016).


  3. Keluaran 21: 10
    21:10. Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

    Syarat yang ketiga: harus menerima makanan, pakaian dan persetubuhan (secara rohani) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2016).

SYARAT III: harus menerima makanan, pakaian dan persetubuhan (secara rohani)

Keluaran 21: 10
21:10. Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

Kalau orang beli budak perempuan, dia dianggap isterinya sendiri. Tetapi kalau tuannya tidak mau dan mengambil perempuan lain, tuannya tetap ada kewajiban untuk memberi makanan, pakaian dan persetubuhan kepada budak perempuan itu.

Sekarang dalam arti yang rohani. Kalau budak perempuan tidak terpilih sebagai isteri, ia tetap mendapat makanan, pakaian, dan persetubuhan.

Yesaya 54: 5
54:5. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Yang dipilih oleh TUHAN untuk menjadi mempelai adalah bangsa Israel asli.
Yang tidak terpilih adalah kita bangsa kafir--bangsa anjing dan babi yang mulut dan perbuatannyanya najis dan kotor.

Yang layak menjadi mempelai wanita TUHAN--gereja sempurna--, sebenarnya hanya bangsa Israel.
Yang tidak terpilih adalah kita bangsa kafir.
Tetapi, TUHAN masih memberikan kesempatan dan kemurahan-Nya yang besar kepada bangsa kafir supaya bisa terpilih menjadi gereja sempruna--mempelai wanita sorga--, yaitu lewat syarat tadi: diberi makanan, pakaian, dan persetubuhan secara rohani rohani.

Kita sudha mendengar, tiga hal--makanan, pakaian, dan persetubuhan--ini menunjuk pada penggembalaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 02 November 2016). Tetapi siang ini kita telurusi satu persetu.

MAKANAN ROANI
Kita bangsa kafir ada makanan jsmani dan rohani.
Makanan jasmani-kalau kita orang Indonesia adalah nasi dan lain-lain--berasal dari suku rumput-rumputan semua.
Kalau kita makan nasi saja, biar hebat, kaya, pandai, hidupnya hanya seperti rumput, sebentar lagi kena panas, terbakar dan habis. Sebab itu harus ada makanan rohani.

Makanan rohani adalah FIRMAN ALLAH.
Kita bangsa kafir--anjing dan babi--, tidak bisa menjadi sempurna--mempelai wanita sorga--, tetapi masih diberi kesempatan dan kemurahan lewat tiga hal: diberi makanan, pakaian dan persetubuhan yang rohani.

Ibrani 5: 11-14
5:11. Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
5:12. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Ada dua macam makanan rohhani:

  1. Susu= firman penginijilan; Injil keselamatan; kabar baik--, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali, mati dikayu salib untuk meneyelamatkan manusia berdosa.
    Susu--firman penginjilan--ini memberikan pertumbuhan rohani ke arah keselamatan--sampai kita selamat/hidup benar.

    Tadinya berbuat dosa, sekarang tinggalkan dosa-dosa, percaya Yesus, bertobat dan hidup benar.
    Amsal 11: 4
    11:4. Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

    Kalau hidup benar, hasilnya: kita benar-benar selamat, tidak dhukum, malah diberkati oleh TUHAN; kita selamat dari maut, malah diberkati oleh TUHAN.

    Ini pertumbuhan karena minum susu, yaitu ke arah keselamatan.


  2. Makanan keras= cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus; firman pengajaran yantg lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai. Kabar baik ditingkatkan menjadi kabar mempelai.
    Manusia berdosa seharusnya dihukum mati, tetapi dosanya ditanggung oleh Yesus dan malah dibekati. Inilah Kabar Baik.

    Belum cukup, harus dilanjutkan dengan kabar mempelai, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliiaan sebagai kepala--Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga/suami--untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat, sampai sempurna--tidak bercacat cela--seperti Yesus, yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sampai masuk Yerusalem baru--kerajaan sorga yang kekal.

    Jadi, makanan keras memberikan pertumbuhan rohani ke arah kesempurnaan/kedewasaan rohani--menjadi mempelai wanita TUHAN. Karena itu disebut dengan Kabar Mempelai.

    Ibrani 5: 14
    5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

    Semakin dewasa rohani, kita semakin sempurna.
    Kedewasaan adalah kesucian, bukan berapa lama ikut TUHAN. Sekalipun masih baru ikut TUHAN, tetapi kalau kita mau benar dan disucikan, itu berarti sudah dewasa--cepat dewasa.

    Jadi, mendewasakan kita sama dengan kita MENGALAMI PENYUCIAN mulai dari panca indera. Kita ambil dua saja yang penting, yaitu:


    • Telinga.
      Telnga yang suci/baik adalah


      1. Bisa membedakan mana yang baik dari pada yang jahat ('membedakan yang baik dari pada yang jahat').
        Mulai dari telinga. Bisa membedakan ajaran yang benar dan tidak benar--racun.
        Kalau menganggap semua ajaran sama saja, itu anak kecil.


      2. Kalau sudah bisa membedakan, kita bisa mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Itulah telinga yang suci.


    • Mulut.
      Mulut yang suci adalah tidak berdusta, tetapi berkata benar dan baik--bersaksi; menjadi berkat bagi orang lain, sampai bisa menyembah TUHAN.
      Menyembah = nafas--menyangkut hidung.


    Telinga dan mulut ini satu saluran.
    Kalau telinga mendengar yang benar dan mulut suci, maka hidungnya--penyembahannya--baik, pipinya--perasaannya--baik (tidak ada tersinggung), matanya--pandangannya--baik, dan semua baik.

    Kalau yang didengar salah, maka penyembahannya juga salah.
    Kalau yang didengar benar, maka mulut bisa berkata benar dan baik sampai bisa menyembah TUHAN.

    Inilah makanan. Kita bangsa kafir, anjing hanya menjilat mutnah--perkataannya tidakbenar. Tetapi kalau kita mau menerima makanan yang sehat, kita mulai disucikan. Lima indera disucikan, mulai dari telinga dan mulut.

    Ihilah bangsa kafir. Tadinya tidak terpilih, sebab yang menjadi mempelai wanita TUHAN adalah bangsa Israel--dua belas suku Israel. Digambarkan waktu Yusuf mengumpulkan gandum--firman--, dan dua belas suku menjadi satu. Inilah gambaran dari tubuh Kristus--mempelai wanita. Bangsa kafir tidak ada bagian! Tetapi TUHAN memberikan kesempatan lewat makanan.
    Hati-hati dengan makanan! Sungguh-sungguh!

    Markus 7: 37
    7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

    Kalau telinga dan mulut baik, semuanya akan menjadi baik.
    TUHAN bisa menjadikan semua baik pada waktunya. Yang hancur dan buruk menjadi baik. Semua tergantung pada telinga dan mulut. Mungkin nikah kita sudah hancur dan buruk, mari, bawa untuk mendengar yang benar, bicara yang benar, sampai menyembah TUHAN! Biarlah TUHAN yang menjadikan semua baik. Ekonomi hancur, jadi baik. Bahkan satu waktu mulut tidak salah dalam perkataan--semua menjadi sempurna.

    Bukan hanya semua menjadi baik, tetapi sampai satu waktu menjadi sempurna--mulut itdak salah dalam perkataan; hanya menyeru 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kakli. Ini adalah SUARA MEMEPLAI.

    Yakobus 3: 2
    3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Tadinya, bangsa kafir adalah anjing dan babi, tetapi bisa mempunyai suara mempelai. Indera ini yang diperhatikan.
    Telinga dan mulut disucikan, sehingga semua baik, dan semua sempruna pada waktunya. Hanya memiliki suara mempelai untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, bukan suara sumbang--gosip.

Inilah caranya bagaimana anjing dan babi bisa jadi mempelai. Mari, makan yang baik. Doaakan saya untuk bisa memberikan makanan yang baik dan benar, supaya kia bisa makan dan mengalami pertumbuhan--kedewasaan.
Pertumbuhan ke arah keselamatan: percaya, bertobat, baptisan air. Kita dibenarkan dan diberkati. Belum cukup!
Kita disucikan lewat kabar mempelai sampai semua baik dan semua sempurna, mulai dari suara mempelai: Helaluya untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Kalau kita sudah jahat dan najis, jangan putus asa! Kalau masih bisa makan yang jasmani, ingatlah, gunakan kesempatan untuk makan yang rohani! Masih diberi kesempatan. Tetapi kalau sudah tidak mau makan yang rohani--tidak mau mendengar firman--, jangankan yang najis dan jahat, yang suci/baikpun, pasti hancur. Tidak akan tahan menghadapi dunia akhir zaman. Yang najis/kotor tambah hancur; yang sudah baik-baik, akan hancur kalau tidak ada perisiai firman/tidak pernah mendengar firman. TUHAN tolong kita.

PAKAIAN ROHANI
Yohaens 19: 23-24
19:23. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
19:24. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

Pakaian Yesus dibuka dan dibagi menjadi empat, tetapi jubah-Nya tidak dibagi-bagi--jubah-Nya diundi.
Maaf, bangsa kafir yang seperti anjing dan babi, keadaannya telanjang dan tidak tahu malu. Malah di podium juga. Saya dikoreksi oleh UTHAN. Seringkali anjing dan babi di podium juga. Sduah berbuat dosa, berkata: Saudara, hebat, luar biasa, padahal dirinya sendiri korupsi.
Kaum muda! Menyanyi, padahal diri sendiri tidak baik. Inilah anjing dan babi yang telanjang dan tidak tahu malu. Tinggal dibakar, binasa selamanya, tidak bisa aapa-apa.

Utnuk menolong anjing dan babi, Yesus rela ditelanjangi di kayu salib, utnuk memberikan pakaian dan jubah-Nya untuk menutupi ketelanjangan bangsa kafir. Tidak ada jalan lain!

Inilah pakaian rohani dari TUHAN, yaitu:

  1. Pakaian yang dibagi menjadi emapt bagian--empat bagian menunjuk pada empat penjuru bumi--= PAKAIAN KESELAMATAN; untuk menutupi ketelanjangan kita karena dosa-dosa dan kutukan dosa; menyelamatkan dan membebaskan kita dari dosa-dosa dan kutukan dosa. Kita seperti tidak pernah berbuat dosa.

    Mari, jangan bertahan dalam dosa. Sekecil apapun dosa itu, kita akan telanjang; dipermalukan dan disengsarakan sampai binasa. Jangan! Selesaikan semua, biar ditutupi oleh pakaian Yesus!
    Menyelamaktkan= membenarkan kita--kita hidup benar.

    Tadi, pakaian Yesus dibagi menjadi empat (empat penjuru bumi). Artinya: seluruh dunia bisa diselamatkan dan dibenarkan oleh kruban Kristus, tinggal mau atau tidak.


  2. Jubah yang indah= JUBAH PPELAYANAN.
    Jubah ini hanya diundi--tidak semua bisa mendapatkan, tetpai hanya yang mendapat undi yang bisa menddapat jubah pelayanan.

    Siapa yang dapat undi?
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Yang mendapatkan undi atau kemurahan TUHAN adalah orang-orang yang mau disucikan tadi.

    Ayat 11= lima jabatan pokok, kalau dijabarkan ada pemain musik, tim doa dan sebagaiya.
    Semua jabatan adalah indah. Khotbah atau mengepel, sama indahnya.

    "Coba di sini khtobah terus tetapi tidak pernah dipel. Pertama masih datang, kedua datang, setelah tiga bulan gatal-gatal semua dan tidak mau datang lagi. Sama indahnya. Tim doa tidak kelihatan--d rumah--, sama indahnya."

    'untuk memperlengkapi orang-orang kudus'= ini yang mendapatkan undian.

    Jadi, hanya orang yang mendapat kemurahan TUHAN--undian--, yang bisa mendapat jubah indah, yaitu orang-orang yang mau disucikan oleh pedang firman, sehingga ia diperlengkapi oleh TUHAN dengan jabatan pelayanan--jubah yang indah--untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Kita dipakai mulai dari dalam nikah. Sudah lain, kalau sudah memakai jubah indah, kita bisa melayani dalam ikah.
    Sebagai suami: mengasihi isteri seperti diri sendiri.

    "Tadi saya terangkan juga di Malang. Mengasihi isteri seperti diri sendiri itu hanya dibalik saja. Kalau mau bicara pada isteri, pikir dulu: 'Kalau isteriku yang bicara begitu ke aku, aku senang tidak?' Kalau marah, jangan bicara seperti itu pada isteri. Itu artinya mengasihi isteri seperti diri sendiri. Apa yang merugikan isteri dan anak, jangan dilakukan!"

    Isteri tunduk pada suami dalam segala sesuatu. Sugnguh-sungguh menjadi kesatuan dalam nikah.
    Anak-anak taat dengar-dengaran dan meringankan beban orang tua. Jangan jadi beban bagi orang tua! Anak-anak ini seperti tangan dan kaki--suami adalah kepala dan isteri tubuh. Kalau tangan dan kaki tidak mau bergerak, malah membebani, bagaimana? Harus meringankan!

    "Bukan berarti kalau tidak punya anak, berarti tidak punya tangan dan kaki. Bukan! TUHAN tahu posisi kita semua."

    Setelah itu, dalam penggembalaan, hidup lebih indah lagi. Jubah indah adalah masa depan yang berhasil dan indah. Hidup kita belum indah kalau belum melayani. Percayalah!
    Punya ijazah tinggi, belum tentu indah. Baru lulus, senang, cari kerja, sudah susah. Tetapi kalau punya jubah indah, hidupnya pasti indah--ada masa depan yang berhasil dani indah.

    Di dalam nikah dipakai semua, ada jubah indah, indah sekali nikah itu. Lalu, sekeluarga bisa melayani dalam penggembalaan, lebih indah lagi. Kemudian lebih membesar lagi: antar penggembalaan, lebih indah lagi. Memang capek, tetapi lebih indah, sampai yang terindah: bangsa Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang semprua--mempelai wanita sorga. Kita asiap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Itu yang paling indah dan paling manis dalam hidup kita!

    Semakin suci, kita semakin dipakai dan hidup semakin indah. Mulai dari dalam iniah, penggemblaaan, antar pengembalana, sampai tubuh Kristus yang sempurna.

Belum cukup! Jubah ini harus menjadi pakaian putih berkilau-kilauan.

Pakaian keselamatan sudah kita pakai, masih harus diberi jubah. Kalau sudah selamat--tidak dihukum--, dan diberkati, jangan lupa melayani--pakai jubah indah, supaya hidup itu indah!
Tetpai kalau sudah indah--sudah melayani--, jangan lupa, supaya menjadi putih berkilau-kilauan, jubah harus dicelup dalam darah.

Dari sinilah bangsa kafir bisa menjadi mempelai, yaitu lewat makanan--penyucian--dan pakaian: pakaian keselamatan dan jubah indah, sampai JUBAH PUTIH BERKILAU-KILAUAN.

Wahyu 7: 14-15
7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

'melayani Dia siang malam'= pelayan-pelayan.
Jubah yang indah--jubah Yusuff--harus rela dicelup dalam darah Anak Domba--kalau dulu jubah Yusuf dicelup dalam darah binatang. Jangan merasa sayang! Harus dicelup dalam darah Yesus!
Artinya: kita harus rela sengsara daging untuk dua hal:

  1. Untuk tetap SETIA BERKOBAR-KOBAR dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, supaya jubah tetap indah.

    Mari, hari-hari ini setia dan berkobar-kobar, apapun sengsaranya! Ingat dua hal:


    1. Penderitaan Yesus lebih dari kita semua.
    2. Di balik penderitaan ada jubah putih berkilau-kilauan--jubah mempelai--yang jauh melebihi penderitaan kita.


    Dua saksi ini tidak menipu kita! Saat kita merasa tidak mampu, TUHAN tolong kita.

    "Tadi dua kesaksian: kaum muda dan tentara saat ibadah di Kartika Graha. Yang kaum muda ini masih SMA. Waktu saya umumkan Vocal Grup pagi hari, dia marah: 'Pak Wi ini tidak tahu diri, kok dikasih pagi, mana bisa saya izin.' Dia sudah tidak mau izin, sudah malas, karena tidak mungkin. Tetapi akhirnya izin, bisa. Yang tentara, sekarang lagi tugas menjaga, tidak ada istilah izin. Koandannya yang memberi perintah. Harus siap di tempat. Dia rindu, dia di Jember. Tidak masuk akal, tetapi terjadi. Lebih jauh dari Tuban dan Pamekasan. Dia naik kendaraan umum. Adik saya kendaraan sendiri, 4,5 jam sudah bagus. Tetapi dia berdoa: 'Biar komandan sudah kasih garis, ada Komandan di atas komandan.' Dia izin dan boleh."

    Inilah jubah dibelup dalam darah, tidak bisa dihalangi oleh siapapun. Setan paling takut dengan darah Yesus. Jangan menyerah kalah! Usaha! Yang masih terhalang oleh appaun, mari berdoa. Yang masih terlambat, berdoa.

    "Saya juga. Di Medan saya juga terlambat. Saya berdoa: 'TUHAN saya yakin, saya masih dicelup darah, lari sana sini. Sama seperti ke sini. Dulu ke sini bisa 6-7 jam. Terkadang, berputar di jalan Porong karena tidak bisa khotbah, jam tujuh masih di situ. Dulu waktu awal-awal lumpur Lapindo. Susah, pulang dari sini, jangan senang-senang, baru sampai jam tiga. Sampai orang bilang: Untuk apa ke Surabaya sampai begitu? Memang perjuangan. Tetapi sekarang sudha lumayan. Nanti 2018, tol Malang-Pandaan sudah dipakai, jangan-jangan saya duluan yang sampai di sini. Kami jalan tol terus. Pintu gerbangnya di jalan Belimbing, rumah saya di sana. Masuk tol, keluar tol, keluar WR, selesai. Memang berjuang. Harus berjuang. Tentara ini kalau minggu dia naik kendaraan umu, sampai di Jember, dia naik motor lagi ke tempat tugasnya, masih beberapa jam lagi. Saya tidak suruh dia datang, tetapi dia rindu. Saya baru tahu ternyata tempat tugasnya masih beberapa jam lagi."

    Inilah jubah dicelup dalam darah--sengsara daging. Tetap setia berkobar-kobar apapun yang kita hadapi! TUHAN tidak pernah menipu kita.


  2. Kemudian sengsara daging untuk BERUBAH--harus mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi mansuia rohani, yaitu lebih bahagia memberi darai pada menerima.
    Kalau melayani, tetapi tidak mau memberi, tidak bsia. Kita boleh menerima, tidak masalah, tetapi lebih bahagia memberi dari pada menerima.
    Inilah pelayan TUHAN, sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kepada TUHAN.
    Lebih bahagia memberi dari pada menerima sama dengan perbuatan kebajikan.

Dua hal ini yang terus kita perjuangkan--celup dalam darah--: tetap setia berkobar sampai garis akhir--sampai TUHAN datang--, dan berubah.
Terus puith berkilau--cahaya dari dalam!

Berubah, artinya lebih bahagia dari pada menerima, sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kepada TUHAN. Ini yang disebut pakaian putih berkilau-kilauan.

Tadi, dari keempat penjuru bumi ada suara mempelai, sekarang kita memakai PAKAIAN MEMPELAI.
Wahyu 19: 8-9
19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

(terjemahan lama)
19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala
kebajikan orang-orang suci itu."

'kebajikan'= lebih bahagia memberi dari pada menerima; memberikan waktu, tenaga dan lain-lain untuk melayani TUHAN.

Inilah jubah mempelai untuk dipakai saat menyambut kedatangan Yesus kembali kedua kali.

Dari anjing dan babi yang telanjang, bisa mendapatkan pakaian putih.
Dari anjing yang menjilat muntah, bisa mendapatkan suara mempelai. Diberi makanan, sampai suara yang keluar berbeda. Tadi makanannya mutnah, keluarnya mutnah. Tetapi kalau sekarang menjilat remah-remah roti--makan firman--, keluarnya lain, sampai keluar suara memelai.

Anjing dan babi telanjang dan tidak tahu malu, untuk itu Yesus ditelanjangi dan dipermalukan untuk menutupi ketelanjngan kita sampai kita mendapatkan pakaian putih berkilau-kilauan.
Ini kesempatan dan kemurahan TUHAN kepada kita.

PERSETUUBHAN ROHANI
Bersetubuh (maaf, ini harus diterima dengan pikiran yang suci)= menjadisatu tubuh/satu daging, bahkan jadi satu Roh. Ini yang penting!

Ada dua macam persetubuhan:

  1. Yang negatif.
    1 Korintus 6: 15-16
    6:15. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
    6:16. Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."

    Persetubuhan yang negatif adalah menjadi satu tubuh dengan erempuan cabul--perempuan Babel--lewat roh najis/roh percabulan.
    Roh najis dalam pandangan, pikiran, dan perbuatan, hati-hati!

    Wahyu 17: 5-6
    17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
    17:6. Dan aku melihat
    perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.

    Babel= mempelai wanita setan; tubuh Babel.
    Ada mempelai wanita TUHAN--tubuh Kristus. Dia sebagai kepala/Mempelai Pria dan kita tubuh-Nya.

    'pada dahinya'= pikran, hati-hati! Mulai dari sana yang diserang. Kalau dahi sudah diserang--dicap--, semua sudah bahaya--sampai pada perbuatan--; mulai dari pandangan sampai perbuatan, benar-benar satu tubuh dengan Babel. TUHAN tolong kita.

    Ayat 6: 'perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus'= yang menjadi sasaran dari Babel justru orang suci dan saksi TUHAN. Hati-hati! Hati-hati dnegan pasangan yang tidak seimbang!
    Kita sudah rohani, kalau pasangan tidak rohani, kita bisa diseret dan jatuh, karena sasarannya adalah orang kudus dan saksi-saksi Yesus--pelayan-pelayan TUHAN.

    Pelayan TUHAN hati-hati! Seperti Hofni dan Pinehas. Pelayan TUHAN di Tabernakel ini luar biasa--dalam pengajaran--, tetapi tidur dengan perempuan-perempuan yang juga melayani. Benar-benar ngeri! Hati-hati hari-hari ini. Kita sungguh-sungguh!
    Yang jadi sasaran adalah orang suci. Jangan mudah percaya orang, skealipun itu sesama hamba TUHAN/pelayan TUHAN. Kita hati-hati!

    "Hofni dan Pinehas tidur dengan perempuan-perempuan. Oleh sebab itu kalau ada yang izin pada saya, saya berdoa: 'Kuatkan kami untuk hidup benar dan suci.' Jangan tersinggung kalau minta doa pada saya untuk tugas ke luar kota, lalu saya doakan seperti itu. Yang nomor satu saya doakan adalah selamat pergi dan pulang, kemudian tetap hidup benar dna suci, baru pekerjaannya berhasil. Apa gunanya pekerjaannya berhasil, kalau tidak benar dan suci? Tidk ada gunanya. Lebih baik tidak usah bekerja.

    Satu waktu saya ditantang--menghadapi pemuka agama juga di satu sekolah. Dia dikatakan: Biasa pak, kalau berbuat najis. Saya katakan: 'Bagi kami tidak biasa. Berbuat najis kok biasa. Bagi kami lebih biaik tidak sekolah dari pada najis.' Kaget dia. Jangan dibiasakan! Babel itu! TUHAN tolong kita. Saya terang-tterangan: 'Lebih baik saya tarik dia, tidak sekolah satu tahun, dari pada dia najis.': 'Masak begitu?': 'Memang begitu ajaran kami!' Kalau dia katakan: 'Oya pak, kami jaga,' lain ceritanya. Tetapi ini dia katakan: Itu biasa, Pak. Ngeri sekali. Makanya anak-anak, hati-hati. Berdoa supaya hidup bennar dan suci, mulai dari dahi. Sekarang mulai dari anak kecil. Waapada!
    "

    Ada tiga macam percabulan: (mohon maaf, ini dibukakan supaya kita sadar dan jangan masuk Babel)


    • Imamat 20: 10-12
      20:10. Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.
      20:11. Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
      20:12. Bila seorang laki-laki tidur dengan menantunya perempuan, pastilah keduanya dihukum mati; mereka telah melakukan suatu perbuatan keji, maka darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.

      Yang pertama: jika terjadi hubungan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah.
      Sah itu artinya direstui orang tua, diberkati dan diteguhkan di hadapaan TUHAN, dan dicatat di catatan sipil. Kalau tidak sah, itu sama dengan berzinah, sekalipun sudah pacaran atau tunangan.

      Anak-anak yang belum menikah--sebagai haknya TUHAN dan orang tua--, jaga kesucian! Jangan diambil hak itu!


    • Imamat 20: 13
      20:13. Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.

      Yang kedua: laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dan perempuan. Tidak usah didiskusikan lagi! Baca saja di sini! Apanya yang mau diseminarkan? Kalau diseminarkan, nanti alkitabnya yang salah--iimannya yang salah--dan ilmunya yang benar--diperbolehkan karena alasan keturunan dan lain-lain. Tidak ada itu! Firman Allah mampu menolong kita, yang mustahil jadi tidak mustahil.

      Ini sudah terjadi smeua. Minta disahkan semua di rumah TUHAN!


    • Imamat 20: 15
      20:15. Bila seorang laki-laki berkelamin dengan seekor binatang, pastilah ia dihukum mati, dan binatang itupun harus kamu bunuh juga.

      Yang ketiga: manusia dengan binatang--merusak gambar Allah. Manusia diciptakan segambar dnegan Allah, binatang tidak. Kalau bersetubuh dengan binatang, ia merusak gambarnya Allah dan hancur hidupnya.

      Mungkin bukan secara badan, tetapi secara rohani, yaitu persetubuhan dengan binatang buas, itulah antikris--kikir dan serakah; menyembah berhala.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= merampas milik orang lain, terutam amilik TUHAN: persepuluhan dan persembahan khusus. Itulah persetutbuhan dengan antrkris--binatang buas--dan mengarah pada Babel.

      Hati-hati! Uang tidak bisa dipisahkan dengan percabulan.
      Kita harus hati-hati soal uang. Kaum muda, hati-hati! Kita semua hati-hati, jangan sampai terlibat dalam uang! Bahaya besar, sebab uang dan percabulan itu satu; jahat dan najis itu satu.


    Inilah tigak macam persetubuhan yang negatif, yang menuju pada Babel.


  2. Yang positif.
    Efesus 5: 31-32
    5:31. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
    5:32. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah
    hubungan Kristus dan jemaat.

    Suami isteri yang sah= satu daging sampai pada persekutuan antara kita dengan Yesus.
    Inilah persetubuhan yang positif, yaitu PERSEKUTUAN KITA DNEGNA KRISTUS--tubuh dengan Kepala--; satu deging dengan Yesus; satu Roh dengan Yesus.
    Dari suami-isteri yang sah ditingkatkan sampai suami-isteri yang rohani.

    Karena itu Yesus menjadi manusia daging. Kalau tidak, Ia tidak bisa menjadi satu dengan kita, karena kita ini manusia daging. Tetapi kita nanti menjadi manusia daging yang mulia. Yesus harus mati dan bangkit dalam tubuh kemuliaan; kita juga disucikan dan diubahkan menjadi tubuh yang mulia, baru menjadi satu tubuh yang mia.

    Persekutuan kita dengan Yesus terjadi lewat dua hal:


    • Perjamuan suci.
      Di dalam Yohanes 6: Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
      Jangan remehkan ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci! ini belajar untuk menjadi satu daging dengan Yesus.


    • Doa penyembahan--hubungan kepala dnegan tubuh.
      Markus 14: 33-36
      14:33. Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,
      14:34. lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
      14:35. Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
      14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

      Di sini doa penyembahan, hubungan kepala (Yesus) dan tubuh (kita) menjadi satu--leher menghubungkan kepala dan tubuh menjadi satu (satu daging dengan TUHAN.

      Jadi, doa penyembahan speerti yang dialami Yesus di taman Getsemani--tempat pemerasaan--adalah PROSES PENYALIBAN/PEMERASAAN DAGING dengan segala kesedihian, ketakutan, keinginan, dan hawa nafsunya, supaya kita BISA MENGALAMI MINYAK URPAAN ROH KUDUS.

      Dulu, begitu Yesus berdoa: 'Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki', malaikat datang. Daging-Nya diperas dan malaikat datang.

      Bagi kita sekarang, kalau daging diperas, Roh Kudus akan datang. Mungkin ada yang sedih--Yesus dulu juga sedih, seperti mau mati rasanya--, serahkan pada TUHAN--diperas--supaya ada Roh Kudus. Ketakutan, kekuatiran, serahkan pada TUHAN!
      Sedih menjadi sukacita, takut dan kuatir menjadi takut akan TUHAN, buan takut pada daging.
      'janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki'= kehendak daging diperas

      "Anak-anak juga. Mau sekolah atau apapun, kalau orang tua keberatan, apalagi dalam hal biaya, mari diperas, jangan memaksakan diri sampai roang tua harus begini begitu. Jangan! Apakah kamu harus bergantung pada sekolah itu kalau orang tua sampai begitu? Apalagi sampai hutang, berat nanti! Nanti kacau semua, belum adik-adiknya. Jangan! Berdoa pada TUHAN, biarlah TUHAN beirkan yang terbaik, ada jalan keluar dan lain-lain. Bukan menghalangi, saya doakan saudara mau sekolah di mana, silahkan, tetapi ada batasannya, yaitu bukan keinginan atau pemaksaan daging, melainkan kehendak TUHAN. Kalau kehendak TUHAN, semua akan enak dan ringan semua."

      Kehendak daging diubah menjadi kehendak TUHAN, sekalipun sakit bagi daging.
      Kalau Yesus jelas Ia benar dan tidak boleh disalib, tetapi Ia harus disalib. Sakit bagi daging dan perasaan--dihina dan lain-lain--, tetapi harus mengikuti khendak Bapa.

      Saat itulah malaikat datang pada TUHAN memberi kekuatan; saat itulah Roh Kudus dicurahkan kepada kita.

Inilah persetubuhan dengan Yesus, yaitu persekutuan lewat perjamuan suci dan doa penyembahan. Kalau daging dirobek, Roh Kudus bisa dicurahkan.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Kegunaan yang pertama: Roh Kudus bagaikan sumber air hidup.

    KIta peras daging yang sangat sedih sampai stress. Mari, serahkan! Tidak ada gunanya Yesus sedih sampai mau mati. Yesus sudah sedih sampai mau mati untuk menanggung kesedihan kita. Mari, serahkan semua pada TUHAN!
    Yang takut dan kuatir, serahkan pada TUHAN, sampai kita takut akan TUHAN dan hanya berkata: 'Terserah Kau, TUHAN.'
    Kehendak daging, serahkan pada TUHAN!

    Roh Kudus bagaikan sumber air kehidupan mengadakan mujizat:


    1. Untuk memberi kehidupan secara jasmani di tengah ketandusan dunia, sampai antikrisberkuasa nanti, benar-benar paling tandus--semua tidak bisa kecuali menyembah antikris.
      Namnya sungai air kehidupan, ke mana ia mengalir, semua hidup. Benar-benar bergantung pada air dari sorga.

      "Banyak kesaksian. Ada yang buka toko join dengan temannya. Waktu barangnya banyak, sepi. Kemudian temannya punya kesalahan di perusahaan lain, barang dan modalnya harus diambil semua. Tinggal satu dua barangnya yang sudah ketinggalan zaman, malah ramai. Aneh! Selama ini dia bergantung pada mdoal. Setelah diambil, baru dia bergantung pada TUHAN. Hanya itu yang ditunggu TUHAN. Malah dia bisa kelola sendiri. Inilah sungai air kehidupan."


    2. Secara rohani: tetap benar dan suci di tengah kejahatan dan kenajisan; tetap ada kepuasan rohani, sehingga tidka perlu lagi ke diskotik, gedung bioskop. Ada kepuasan secara rohani, sehingga kita selalu mengucap syukur.


  2. Kisah rasul 2: 1-2
    2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

    Kegunaan yang kedua: Roh Kudus bagaikan tiupan air keras untuk membelah laut.

    Keluaran 14: 15-16, 21
    14:15. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
    14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    'Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat'=> sekalipun di depan laut, tetapi TUHAN perintahkan untuk berangkat.
    'angin timur yang keras'= sama dengan tiupan angin keras di loteng Yerusalem; Roh Kudus tetap sama dari dulu, sekarang, sampai selamanya.

    Jadi, firman Allah itu untuk dipercaya. Kalau mau ada tiupan angin keras, taatlah! Firman Allah bukan untuk didiskusikan, tetapi untuk dipercaya dan dipraktikkan. Firman TUHAN itu hanya untuk dipercaya dan dipraktikkan--taat dengar-dengaran--, sekalipun firman itu mustahil bagi kita.

    Kalau didiskusikan, mati semua orang Israel waktu itu. Disuruh berangkat, masih diskusi: Mana bisa, ini laut. Akan mati lebih dulu!
    Lebih baik berangkat saja. Diperintah: Ulurkan tangan!, ulurkan tangan saja. Tidak masuk akal, masak membelah laut dengan tangan. Kalau diskusi, laut tidak akan terbelah, malah musuh datang. Tetapi k alau praktik, Roh Kudus turun.

    Jangan bersungut, tetap berangkat--tetap taaat--dan ulurkan tangan--menyerah pada TUHAN! Maka angin timur akan bertiup dengna keras untuk membelah laut Kolsom.

    Roh Kudus mengadakan mujizat untuk membelah lautan, artinya menyelesaikan smeua maslaha yang mustahil bagi kita, memberi masa depan yang berhasil dan indah, memakai dalam kegerkan besar ke Kanaan--ke Yerusalem baru; pembangunan tubuh Kristus.

    Doakan supaya firman bisa diberitakan!


  3. Kisah Rasul 2: 3
    2:3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

    Kegunaan yang ketiga: Roh Kudus seperti lidah-lidah bagaikan nyala api untuk mengadakan mujizat rohani, yaitu mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Apa kelemahan kita? Petrus berdusta, setelah menerima lidah-lidah api, ia diubahkan sehingga ia bisa berkhotbah di hadapan 3.000 orang dan bersaksi tentang Yesus.
    Apa kelemahan kita? Mulut ini bnayak dusta, gosip? Mari, diubah menjadi berkata benar dan bersaksi.

    Tomas sering tidak percaya, diubahkan menjadi percaya sampai mati syahid--mati untuk TUHAN. Dia sering bimbang--tadinya ia takut dan tidak percaya--, sekarnag ia percaya sampai rela mati syahid untuk TUHAN. Sungguh-sngguh!

    "Saya pernah ke India, katanya ada kuburuannya Tomas di sana. Diceritakan, tetapi ini di luar konteks alkitab; tidak dicatat di alkitab, tetapi menurut sejarahnya. Dulu Tomas berkata: 'Kalau aku belum lihat tangan yang dipaku dan lambung yang ditombak, aku belum percaya.' Dia mati ditombak. Begitu menurut yang jaga di sana. Saat semua lari dikejar, Tomas tidak lari, tetapi dia berlutut, lalu ia ditombak. Dulu dia tidak percaya, sekarang dia rela ditobmak untuk Yeuss. Ini kekuatan Roh Kudus."

    Jangan putus asa! Mungkin pikiran dan mulut kita lemah, Roh Kudus sanggup mengubahkan menjadi manusia baru.
    Maria Magdalena dirasuk tujuh roh jahat dan najis, bisa diubahkan. Dia bisa melayani TUHAN dengan kekayaannya.

    Apa saja kelemahan dan kejatuhan kita siang ini, kalau Roh Kudus--lidah-lidah api--dinyalakan di tengah-tengah kita, ada manusia baru siang ini. Sampai kalau TUHAN datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Mempelai wanita yang siap dengan mulut menyeru: 'Haleluya', dan dengan pakaian putih berkilau--tubuh kemuliaan--, sudah sempurna dan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Tetapi jangan lupa! Di nmana suami, isteri, anak, orang tua kita? Kita doakan juga. Biar Roh Kudus menyentuh kita semua.

Kita butuh Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus kita hanya anjing dan babi, tidak bsia apa-apa sehebat apapun kita. Roh Kudus menolong kita.
Mari, TUHAN tolong semuanya. Kuat semua! Mungkin ada kelemahan di bidang jasmani, rohani, nikah dan apapun, pikiran, perbuatan, perkataan, Roh Kudus mengadakan mujizat bagi kita. Kesulitan apa yang terjadi hari-hari ini, Roh Kudus mampu menolong kita. Ada manusia baru siang ini!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top