English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu, 11 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 18 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 22 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 15 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 01 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 05 Agustus 2007)
Tayang: 18 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007)
Tayang: 16 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 September 2007)
Tayang: 01 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 19 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 29 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Desember 2007)
Tayang: 20 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 21 Oktober 2007)
Tayang: 28 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 02 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 20 Mei 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 April 2010

Kita masih tetap membahas di dalam injil Matius 24. Pasal 23 dan 24 ini merupakan satu rangkaian yang di dalam susunan tabernakel terkena pada 2 loh batu yang berisi 10 hukum Allah, kasih Allah. Jika 10 hukum Allah ini ditolak, maka akan menjadi penghukuman Tuhan.

Penghukuman dari Tuhan ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
  1. Matius 23 adalah penghukuman Tuhan atas gereja Tuhan yang diwakili oleh ahli taurat dan orang Parisi. Artinya penghukuman Tuhan atas anak-anak, hamba-hamba Tuhan yang masih berkelakuan seperti ahli taurat dan orang Parisi.
  2. Matius 24 adalah penghukuman Tuhan atas dunia ini dan tepatnya terjadi pada saat kedatangan Yesus yang keduakali. Tuhan akan menghukum dunia ini dengan api yang jatuh dari langit sehingga dunia ini akan hancur lebur, musnah yang lazim disebut dengan kiamat.
Kita akan membahas injil Matius 24 yang secara keseluruhan terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
  1. Matius 24 : 1-2 = pandangan terhadap ibadah yang tua, yang jasmani
  2. Matius 24 : 3 -44 = tentang 7 nubuat
  3. Matius 24 : 45-51 = tentang hamba-hamba yang setia dan hamba-hamba yang jahat
Kita akan mempelajari bagian pertama.
Matius 24 : 1-2 = Pandangan terhadap ibadah yang tua/yang jasmani.
1. Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.
2. Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."

Murid-murid menunjuk pada bait Allah yang jasmani = pandangan tentang ibadah yang tua/yang jasmani.

Orang Israel beribadah hanya membanggakan bait Allah, perkara-perkara yang jasmani. Bait Allah yang jasmani ini akan hancur oleh perkembangan jaman. Sekalipun masih dapat bertahan karena diperbaiki, tetapi satu saat akan hancur lebur pada saat penghukuman Tuhan atas dunia ini.
Demikian juga sekarang ini kalau ibadah kita hanya membanggakan/memegahkan bait Allah yang jasmani atau hanya puas dengan perkara-perkara yang jasmani, maka nasibnya akan sama dengan dunia --> dihukum oleh Tuhan (binasa bersama dunia).

1 Korintus 15 : 19
Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Jikalau kita hanya mencari perkara-perkara jasmani ketika beribadah kepada Kristus, maka kita adalah orang yang paling malang dari segala manusia.

Paling malang = tidak mengalami kebangkitan sehingga tetap berada di dalam maut / kebinasaan dan akan mengalami penghukuman dari Tuhan= lebih malang dari orang jahat.
Ini juga merupakan koreksi bagi saya sebagai seorang hamba Tuhan. Apa yang menjadi alasan saya untuk menjadi seorang hamba Tuhan? Apakah saya hanya mencari perkara-perkara yang jasmani? Jika demikian, maka saya akan menjadi orang yang paling malang di dunia, sebab tetap berada di dalam maut dan akan binasa selama-lamanya di dalam neraka.

Itu sebabnya pandangan kita harus dikoreksi, harus beralih dari bait Allah yang jasmani menuju bait Allah yang rohani, yaitu kepada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wanita Tuhan).
Kita sudah membaca di dalam Yohanes 2, Tuhan Yesus katakan: ‘rombak bait Allah ini, Aku akan mendirikannya kembali dalam tiga hari yaitu TubuhNya sendiri’ ( bait Allah yang megah dibangun selama 46 tahun).

1 Petrus 2 : 5
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Agar kita dapat masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, maka kita harus menjadi batu hidup/imam-imam dan raja-raja yang hidup/pelayan-pelayan Tuhan yang hidup. Tidak bisa tidak.

Imam adalah seseorang yang beribadah kepada Tuhan, yang memangku/memiliki jabatan pelayanan. Pelayanan itu harus menjadi jabatan pelayanan sebab pelayanan ini merupakan tempat bagi kita di dalam tubuh Kristus.Jangan asal melayani!
contoh:
  • Tangan memiliki tempatnya sendiri sehingga tangan tidak dapat menjadi kaki atau kaki mau menjadi tangan. Sekarang ini banyak anak-anak Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang tidak mengerti tempatnya di dalam Tubuh Kristus sehingga mereka asal beribadah dan melayani Tuhan, tetapi sesungguhnya pelayanan mereka tidak berkenan kepada Tuhan.
  • Tuhan memberikan talenta sebagai penyanyi, tetapi kehidupan itu ingin menjadi seorang gembala ? bukannya membangun, tetapi justru menghancurkan Tubuh Kristus.
Contoh ini lebih diperjelas kalau kita mempelajari panggilan Musa di dalam Keluaran 3. Tuhan memanggil Musa dari tengah-tengah semak duri yang tidak terbakar oleh api ketika ia sedang menggembalakan kambing domba. Dan panggilan Tuhan ini jelas, yaitu Musa, Musa.

Jadi, Firman penggembalaan memperjelas jabatan dan pelayanan kita sehingga kita tidak salah dan tidak sembarang dalam melayani Tuhan

Sebagai contoh:
Jika seorang pimpinan meminta pena kepada bawahannya sebab ia hendak menandatangi surat. Kemudian bawahannya ini berpikir: daripada membawa pena, lebih baik ia membawa laptop supaya terlihat lebih hebat dan ia membawakan laptop kepada pimpinannya itu. Tetapi apa gunanya laptop itu sebab tidak dapat dipakai untuk menandatangi surat? hebat berkhotbah, tetapi tidak cocok sebab yang dibutuhkan adalah pena, bukannya laptop. Sekalipun kita melayani dan berpikir bahwa kita dipakai, tetapi kalau jabatan kita tidaklah jelas ? ini bukannya dipakai sebab pemakaiannya itu tidaklah jelas.

Lewat Firman penggembalaan, maka jabatan pelayanan serta tempat melayani kita akan menjadi lebih jelas dan lebih sungguh-sungguh di dalam Tubuh Kristus sehingga kita tidak salah dalam pelayanan Tubuh Kristus. Bagi yang memiliki jabatan, mari berdoa kepada Tuhan supaya saudara mendapatkan undian dari Jubah Yesus. Sebab kalau tanpa jabatan, berarti saudara masih telanjang.

2 Petrus 1 : 10-11
10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Hak penuh = tiket untuk masuk ke dalam kerajaan surga/Yerusalem Baru. Itu sebabnya kita jangan main-main dengan jabatan pelayanan, sebab kalau jabatan kita salah/tiket kita salah, maka kita tidak dapat masuk ke dalam kerajaan surga, sekalipun terlihat hebat.

Sebagai contoh:
Seseorang memiliki ijazah SMA tetapi ia masuk ke sekolah taman kanak-kanak. Sudah pasti ia akan ditolak sebab tempat yang hendak ia masuki tidak cocok/tidak tepat dengan ijazah yang ia miliki. Sekalipun kita terlihat hebat tetapi kalau tidak cocok tempatnya, maka sudah dapat dipastikan kita akan ditolak. Atau sekalipun ia dipakai sebagai seorang sopir, tetapi kalau tiket/tempat kita di situ, maka ia memiliki hak penuh untuk masuk ke dalam kerajaan surga.

Sesudah jabatan dan panggilan kita jelas, tidak ngawur/tidak sembarangan, tidak salah, maka sikap kita harus semakin teguh di dalam panggilan dan juga di dalam jabatan dan pelayanan.

2 Petrus 1 : 10-11
10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Makin teguh adalah kita menjalankan jabatan dan pelayanan sepenuhnya. Artinya:
Kolose 4 : 17
Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya.

Sepenuhnya ini merupakan istilah dari rasul Paulus yang berarti setia di dalam jabatan pelayanan sampai garis akhir.
Garis akhir dari manusia ini ada dua, yaitu:
  • meninggal dunia kalau diijinkan oleh Tuhan.
  • Hidup sampai kedatangan Yesus yang kedua kalinya.
Jika kita sudah menjalankan pelayanan sepenuhnya, maka hasilnya adalah kita mendapatkan hak penuh/tiket untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Kita harus menjaga supaya kita jangan sampai tersandung di dalam jabatan pelayanan.
Tersandung dalam jabatan pelayanan = tidak setia bahkan meninggalkan jabatan pelayanan dengan alasan apapun. Contohnya adalah Yudas yang tersandung di dalam jabatan dan pelayanan karena keinginan jahat/keinginan akan uang yang merupakan akar dari segala kejahatan. Keinginan jahat ini merupakan satu paket dengan keinginan najis. Bukan berarti kita tidak boleh bekerja tetapi jangan mengikat kita sampai kita menjadi tidak setia/meninggalkan pelayanan.

Praktek dari Yudas:
  • mencuri milik Tuhan.
    Yohanes 12 : 6
    Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

    Mencuri milik Tuhan= mencuri persepuluhan dan persembahan khusus= mencuri hak dari orang miskin. Di dalam berkat yang kita terima, ada berkat bagi orang yang membutuhkan.

    Kita harus berhati-hati, sebab sekarang ini banyak pencurian yang terjadi di dalam gereja Tuhan sebab orang miskin dijadikan obyek penderitaan. Orang-orang miskin dikumpulkan agar mereka mendapatkan sesuatu. Jika dari pihak sponsor mendapatkan sepuluh, tetapi orang miskin itu hanya mendapatkan dua --> kemana yang delapan? Pasti dikorupsi. Itu sebabnya sekarang ini banyak yayasan-yayasan giat mengumpulkan orang-orang miskin dan menjadi seperti Yudas. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh berhati-hati, sebab selain di rumah Tuhan terjadi pencurian, maka di dalam masyarakat juga terjadi pencurian dalam bentuk korupsi atau berhutang tetapi tidak mau membayar kembali bahkan ketika ditagih menjadi marah.

  • menjadi seorang pengkhianat
    Markus 3 : 19,
    dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

    Untuk sekarang, arti dari pengkhianat adalah tidak setia di dalam ibadah pelayanan karena mengejar/memburu kepentingan jasmani seperti Esau sehingga pada akhirnya pakaian/jubah Esau diambil oleh Yakub dan nasib Esau menjadi seperti Yudas. Sekali lagi, bukannya tidak boleh bekerja/kuliah, tetapi jangan sampai membuat kita tidak setia di dalam ibadah pelayanan sebab itu berarti sudah menjadi keinginan jahat dan keinginan najis = pengkhianatan.

  • menjadi seorang pendusta
    Matius 26 : 23 - 25
    23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
    24. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
    25. Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

    Ay 24 --> jelas sudah nasib dari Yudas ini tidaklah baik, sebab ayat ini mengatakan ‘sekiranya ia tidak dilahirkan’. Kita harus berhati-hati dengan pengajaran-pengajaran modern yng mengatakan bahwa Yudas ini adalah seorang yang luar biasa. Juga dengan Tomas yang tidak percaya kalau tidak melihat terlebih dahulu. Ini semua bertentangan dengan Alkitab.

    Ay 25 --> Yudas seorang pendusta, sebab sudah jelas ia akan menyerahkan Yesus tetapi ia mengatakan ‘bukan aku’.
Kita harus berhati-hati, sebab seorang pendusta ini selalu mengelak dari Firman Tuhan sehingga ia tidak terkena Firman/tidak pernah ditusuk oleh pedang yang lebih tajam dari pedang bermata dua sehingga di dalamnya tetap kotor dan akibatnya menjadi seperti Yudas yang jabatannya diambil orang lain dan juga seperti Esau yang jubahnya diambil oleh Yakub sehingga ia meraung-raung tetapi ia tidak pernah mendapatkannya kembali.

Kisah Rasul 1 : 17-20
17. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
18. --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
19. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--.
20. "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

Kata ‘dahulu’ ini selalu saya nasihatkan dan garis bawahi dengan garis yang sangat tebal sebab banyak orang Kristen yang bangga dengan ‘dahulu.’ Dulu saya, dulu saya! Tetapi sekarang bagaimana? Dahulu melayani/memiliki jabatan pelayanan, sekarang ini bagaimana?

Kita dapat membayangkan ? untuk hal yang jasmani, Yudas tidak mendapatkan apa-apa, sebab apa yang ia dapatkan hanya untuk membeli tanah kuburan. Untuk hal yang rohani, Yudas kehilangan jabatan pelayanan sebab diambil oleh Matias. Ini berarti Yudas kehilangan hak penuh untuk masuk ke dalam kerajaan surga = binasa untuk selama-lamanya. Kehilangan jabatan pelayanan = kehilangan kerajaan surga.

Saya selalu memberikan kesempatan seluas-luasnya dengan mengadakan baptisan air dan penataran bagi calon imam-imam. Bagi yang sudah ditatar dan ditumpangi tangan, kembali lagi melayani Tuhan. Jangan ragu-ragu dan menunggu menjadi seperti Yudas yang kehilangan dobel (jasmani dan rohani).

Saudara perhatikan! Di dalam Kisah Rasul, kerajaan surga itu tidak boleh kosong. Kalau Yudas meninggalkan jabatannya sebab ia tersandung di dalam jabatannya, maka harus diganti oleh orang lain. Yudas diganti oleh Matias dan ini merupakan bahaya besar.

Kisah Rasul 1 : 21-26
21. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,
22. yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."
23. Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias.
24. Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati
semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,
25. untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."
26. Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Kalau ada orang yang meninggalkan jabatan pelayanan, maka harus digantikan oleh seseorang untuk memangku jabatan. Celakanya, kalau jabatan pelayanan yang kita tinggalkan sudah diberikan kepada orang lain, maka seumur hidup/sampai Tuhan datang, kita tidak akan pernah dapat kembali pada jabatan pelayanan itu sekalipun kita pindah gereja sama seperti Yudas yang tidak pernah kembali kepada jabatan pelayanannya itu. Demikian juga dengan Esau yang jubahnya dipakai oleh Yakub. Esau tidak pernah dapat kembali memakai jubahnya itu seumur hidupnya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa ia melayani disana-sini, tetapi itu bukanlah jabatan yang sesungguhnya, bukan jabatan / tempat dari Tuhan lagi.

Kalau kita dimutasi oleh Tuhan, maka pelayanan kita akan meningkat sebab mutasi ini berbeda dengan meninggalkan jabatan/karena tersandung oleh keinginan diri sendiri, maka tidak akan ada tempat baginya. Itu sebabnya kita jangan mudah tersandung dan menjadi sandungan karena berbahaya sekali. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi jelas! TUHAN mempertahankan angka duabelas, mengapa? Sebab angka duabelas ini mengarah pada Yeusalem Baru/Mempelai Wanita TUHAN/kerajaan surga. Mempelai dengan kerajaan surga, tidak dapat dipisahkan sebab ini merupakan arah dari jabatan pelayanan.

Wahyu 21 : 12
Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

Di Yerusalem Baru ada duabelas pintu gerbang yang ditulisi dengan nama dari duabelas suku Israel/keturunan Abraham dan ini berarti kesempatan bagi bangsa Israel/umat pilihan TUHAN untuk masuk Yerusalem Baru/Mempelai Wanita TUHAN lewat jabatan pelayanan. Itu sebabnya tidak ada alasan bagi bangsa Israel untuk tidak masuk kedalam Yerusalem Baru sebab mereka sudah memiliki pintu gerbang sendiri yang ditulisi dengan duabelas nama suku Israel.

Bagaimana dengan bangsa kafir sebab bangsa kafir bukan keturunan Israel dan sudah dipastikan tidak dapat masuk pintu gerbang/kerajaan surga sebab hanya untuk umat pilihan TUHAN. Tetapi TUHAN itu baik/berkemurahan -->
Wahyu 21 : 12, Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

Mutiara ini adalah gambaran dari bangsa kafir. Di dalam perj lama tidak tertulis mutiara, tetapi di dalam ktb Ayub ada ditulis kata mutiara (bhs Ind) tetapi di dalam bahasa asli bukanlah mutiara tetapi koral. Jadi mutiara ini hanya ada di dalam ktb perj.baru. Jadi, kalau pintu gerbang memiliki duabelas mutiara dan ini berarti kesempatan bagi bangsa kafir untuk masuk ke Yerusalem Baru menjadi Mempelai Wanita TUHAN/Tubuh Kristus yang sempurna. Ini berarti bangsa Israel dan bangsa kafir memiliki kesempatan yang sama yaitu duabelas pintu gerbang yang ditulisi duabelas suku Israel dengan duabelas mutiara. Inilah mutiara yang merupakan gambaran dari bangsa kafir. Semoga kita dapat mengerti.

Bagaimana caranya kita dapat menjadi mutiara sehingga dapat masuk ke dalam Yerusalem Baru/kerajaan surga/masuk dalam pembentukkan Tubuh Kristus?
  • Kita akan mempelajari proses pembentukkan mutiara secara jasmani yang sederhana/secara alami yaitu sebutir pasir/kotoran di dasar laut yang masuk ke dalam tubuh kerang; jadi pasir/kotoran kalau tidak masuk ke dalam tunuh kerang, maka ia tidak dapat menjadi mutiara.

    Jadi, pasir/kotoran ini melukai tubuh kerang sehingga kerang itu mengeluarkan lendir/lapisan mutiara yang terus menerus menutupi/melapisi pasir/kotoran sampai satu waktu menjadi mutiara.


    Siapa pasir/kotoran yang berada di dasar laut? Itulah bangsa kafir sebab kalau bangsa Israel sudah dipilih oleh TUHAN sehingga mereka tidak berada di dasar laut. Tetapi bangsa kafir tidak dipilih oleh TUHAN sebab bangsa kafir hanyalah pasir/kotoran yang berada di dasar laut; itu sebabnya bangsa kafir jangan sombong dengan kepandaian atau dengan kekayaan yang dimiliki sebab kita berada di dasar laut sampaipun di hadapan TUHAN, bangsa kafir ini tidak terlihat. Jika tidak ada kerang, maka bangsa kafir tetap berada di dasar laut tetapi dengan adanya kerang, maka pasir/kotoran itu dapat menjadi mutiara bahkan sampai di dalam kerajaan surga. Luar biasa TUHAN ini, dari pasir/kotoran yang berada di dasar laut sampai dapat berada di pintu kerajaan surga.


    Siapa kerang ini? Kerang ini adalah TUHAN YESUS Yang harus mati di atas kayu salib terutama dengan lima luka dan luka yang kelima itu berada pada LambungNYA yang dibuat oleh bangsa kafir. Sebenarnya dengan empat luka saja YESUS sudah mati dan ini untuk bangsa Israel/untuk memilih/memanggil bangsa Israel. YESUS mati di atas kayu salib = bagaikan IA turun ke dasar laut/turun ke alam maut untuk mengangkat pasir/kotoran yang adalah bangsa kafir.


    Efesus 4 : 8 - 10
    ,
    8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
    9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
    10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

    Kalau sudah turun sampai ke tempat yang paling bawah, maka akan naik ke tempat yang paling tinggi --> inilah rumus.
    Bagi siswa/i Lempin-El, jika saudara mau berada di tempat yang paling tinggi/di surga, maka saudara harus turun ke tempat yang paling bawah. Demikian juga bagi kita sekalian.

    Bagian bumi yang paling bawah = alam maut seperti yang tertulis di dalam ktb Yehezkiel. Pasir diangkat dari dasar laut kemudian diberi jabatan pelayanan. Jadi YESUS mati di atas kayu salib dengan lima luka utama = turun ke alam maut/ke dunia orang mati untuk menemukan pasir/kotoran bangsa kafir yang menjadi tawanan maut/tawanan dosa/kebinasaan untuk diangkat menjadi mutiara. Jika YESUS tidak mati, maka kita tetap berada di dasar laut = jika Kerang tidak terluka, maka kita tidak akan dapat naik ke permukaan bumi, apalagi naik ke surga. Semoga kita dapat mengerti.


    Jangankan ke surga, masa depan yang baik di bumi saja tanpa YESUS, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Tanpa YESUS, maka bangsa kafir sehebat apapun dia, sekaya apapun dia, tetapi dia tidak dapat berarti apa-apa di bumi ini, apalagi untuk masuk ke dalam surga. Sebab bangsa kafir hanya seperti pasir yang berada di dasar laut dan tidak berguna. Itu sebabnya janglah sombong sebab semuanya itu hanyalah anugerah/belas kasihan dari TUHAN. Bukannya saudara dilarang untuk menjadi pandai atau menjadi kaya, tetapi jika tanpa YESUS/tanpa Kerang, saudara tidak berarti apa-apa di bumi ini, apalagi untuk masuk ke tempat yang tertinggi ? tidaklah mungkin! Semoga kita dapat mengerti.

  • kemudian pembentukkan mutiara secara rohani yaitu:
    1. Yohanes 19 : 33, 34,
      33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
      34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

      YESUS harus mati di kayu salib dengan lima luka utama terutama luka kelima yang dibuat oleh bangsa kafir yaitu luka pada LambungNYA dan ini merupakan luka yang paling dalam sebab luka ini mengeluarkan Darah dan Air. Kalau pasir masuk ke dalam tubuh kerang, maka pasir itu akan melukai tubuh kerang itu. Inilah saudaraku! Bangsa kafir harus masuk ke dalam luka yang kelima ini/memiliki hubungan dengan luka yang kelima yang mengeluarkan Darah dan Air. Jadi bangsa kafir harus memiliki tanda Darah dan Air.

      Tanda Darah
      = bertobat ? berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Inilah proses dari pasir yang tidak berada di dasar laut lagi/tidak ditawan lagi oleh dosa sebab sudah bertobat.
      Sudah bertobat = sudah masuk ke dalam tubuh kerang/sudah mulai terangkat.

      Itu sebabnya, mari! Kita bertobat. Mungkin sekarang ini saudara sudah berkata bahwa secara dunia, saudara berada dipaling bawah sehingga tidak dianggap oleh orang. Sedangkan secara akhirat, saya sudah berbuat dosa. Sudah tidak memiliki apa-apa tetapi berbuat dosa. Mari! Sekarang ini hanya satu kata yaitu menerima Darah/bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN dan ini berarti sudah terjadi pengangkatan. Oleh sebab itu, harus ada Darah, sebab di luar Darah YESUS, bangsa kafir tetap berada di dasar laut untuk selama-lamanya.

      Tanda Air =
      1. baptisan air. Dan ini berarti harus masuk ke dalam baptisan air --> ini berarti sudah beralih/masuk ke dalam tubuh kerang dan hasilnya adalah kita hidup baru/hidup di dalam kebenaran. Masuk dalam baptisan air yang benar seperti YESUS dibaptis, kita juga harus dibaptis = dikuburkan bersama dan bangkit di dalam hidup yang benar/hidup di dalam kebenaran. Kalau secara rohani, kita mengalami pengangkatan, maka secara jasmani, kita juga mengalami pengangkatan
      2. baptisan Roh.Kudus/kepenuhan Roh.Kudus/urapan Roh.Kudus. Semoga kita dapat mengerti.
      Jika kita sudah diurapi/dipenuhkan dengan Roh.Kudus, maka dari tawanan maut kita menjadi tawanan Roh = orang yang taat dengar-dengaran sehingga kita dapat berseru ya Abba, ya Bapa --> Kisah rasul 20 : 22 - 24,
      22.Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
      23. selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
      24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

      Tawanan Roh ini melayani sepenuhnya sampai mencapai garis akhir ? dari tawanan maut menjadi tawanan roh/pelayan TUHAN yang memiliki jabatan pelayanan/sudah teguh dan jelas di dalam jabatan pelayanan sehingga dipakai oleh TUHAN di dalam pelayanan pembentukkan Tubuh Kristus.

      Efesus 4 : 11, 12

      11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
      Jika pelayanan kita tidak jelas dan teguh, maka semuanya akan menjadi kacau dan rusak sebab kaki mau menjadi tangan --> bukan gembala, tetapi mau menjadi gembala sehingga penggembalaan tidak pernah aktif, sebab menjadi gembala tidak diangkat oleh TUHAN, tetapi diangkat oleh manusia. Itu sebabnya kita jangan begitu saja/asal melayani tetapi pelayanan itu harus teguh dan jelas sehingga kita dipakai di dalam pelayanan pembentukkan Tubuh Kristus yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

      Inilah proses pertama dari pasir menjadi mutiara yaitu:
      1. harus memiliki tanda darah/bertobat
      2. harus memiliki tanda air, kita dibaptis dengan air dan juga dengan Roh.Kudus sampai kita menjadi tawanan Roh sehingga kita menjadi kehidupan yang memiliki jabatan pelayanan yang jelas dan teguh dan kita dipakai oleh TUHAN di dalam pelayanan pembentukkan Tubuh Kristus.
      Bagi kehidupan yang belum memiliki jabatan pelayanan, maka ia tetap sebagai tawanan maut.
    1. Sesudah mengeluarkan darah, barulah keluar lapisan mutiara dan lapisan ini disebut dengan lapisan penyucian. Sesudah ada tanda darah, air dan Roh, maka langkah ke dua adalah kita diselaputi dengan lapisan/selaput penyucian. Kita sudah menjadi imam-imam, tetapi masih perlu disucikan.
      Dengan apa imam-imam disucikan? Efefsus 5 : 25 - 27
      25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
      26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
      27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

      Setelah ada tanda air/baptisan air dan baptisan Roh.Kudus, masih belum cukup, sebab masih harus disucikan lagi dengan lapisan mutiara/Firman pengajaran yang bagaikah air hujan (Ul 32) sampai jemaat kudus dan tidak bercela. Seandainya kerang itu berkata bahwa ia sudah lelah dan tidak ada bahan lagi untuk dikhotbahkan, sehingga pasir itu dilapisi dengan lapisan mutiara oleh kerang yang lain --> tidak dapat seperti ini, sebab hasilnya akan berbeda. Semoga kita dapat mengerti.

      Dengan apa kita disucikan? Dengan Firman pengajaran yang benar.


      Di mana kita disucikan? Di dalam penggembalaan/carang melekat pada Pokok.

      Sekarang, apa yang harus disucikan? Matius 20 : 11, 15,
      11. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
      15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

      Di dalam kebun anggur ada:
      • persungutan dan ini mengakibatkan kita tidak dapat menjadi sempurna
      • iri hati dan iri hati ini berarti tidak mengakui berkat TUHAN/mengecilkan berkat TUHAN/mengecilkan pemakaian TUHAN
      • dosa Yudas.
        Yohanes 13 ; 10
        Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."

      Yaitu Yudas seorang pencuri, pengkhianat dan pendusta. Jadi, bersungut-sungut, iri hati, pencuri, pengkhianat dan pendusta yang harus disucikan. Kalau sudah tidak ada dosa-dosa ini lagi, maka barulah kita menjadi tidak bercacat cela.


      Wahyu 14 : 1, 5
      1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
      5. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

      Lapisan mutiara menjadikan kita sampai tidak bercacat cela = pasir/kotoran sudah tidak terlihat lagi.

      Mari saudaraku!, sebagai bangsa kafir, kita hanyalah sebutir pasir, itu sebabnya kita harus
      :
      • memiliki hubungan dengan Korban Kristus yaitu pada Luka yang kelima yang mengeluarkan darah/bertobat dan air/baptisan air dan juga baptisan Roh.Kudus + kita melayani TUHAN = kita memiliki jabatan pelayanan sehingga kita menjadi tawanan Roh.
      • kemudian, kita harus tergembala sehingga kita disucikan secara intensif/ terus menerus seperti pasir yang dilapisi dengan lapisan mutiara sampai kita menjadi tidak bercacat cela.

    2. sudah menjadi mutiara, bahasa asli dari mutiara adalah margarita, artinya murni. Sesudah dilapisi dengan lapisan mutiara, sampai tidak bercacat cela --> pasir/kotoran tidak terlihat lagi. Tetapi masih harus dimurnikan sehingga menjadi mutiara yang murni/margarita; bukan yang palsu = harus mengalami pemurnian dengan lapisan pemurnian lewat percikkan darah/penderitaan tanpa dosa.
Contohnya:
  • Berpuasa --> sekalipun ada banyak beras/nasi di rumah, tetapi mau berpuasa.
  • Tidak bersalah tetapi disalahkan, difitnah
  • Pulang kantor harus langsung ke gereja dan tidak semua orang yang dapat dan mau melakukan
  • Dalam pelayanan --> harus selalu berkhotbah, tidak semua orang yang mau terus menerus berkhotbah, sebab lebih baik beristirahat. Hanya orang yang mau menjadi murni/yang mau menderita secara daging = percikkan darah yaitu penderitaan tanpa dosa = penderitaan bersama YESUS = pemurnian.
1 Petrus 4 : 12 - 14
12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Jadi, kemurniaan ini ada ujiannya (ay 12). Luar biasa! Sebab di saat percikkan darah datang, maka Roh kemuliaan ada pada kita.

Dulu, pada waktu imam besar Harun datang dengan membawa dupa dan darah yang dipercikkan di dalam ruangan maha suci, begitu darah dipercikkan, maka terjadi sinar kemuliaan/shekina glory. Demikian juga dengan sekarang, kalau kita mau menderita bersama YESUS/menderita tanpa dosa/mengalami ujian/nyala api siksaan, maka pada saat itu Roh kemuliaan/sinar kemuliaan ada pada kita, untuk apa? Untuk mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani dan dimulai dari hati yang harus diubahkan.

Hati yang bagaimana yang diubahkan? Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Ini kalau ada Roh kemuliaan, sebab Roh kemuliaan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani dan dimulai dari hati yang merasa berbahagia di saat mengalami penderitaan. Kita cari dan tanyakan pada orang yang ada di dunia ini --> apakah di saat mereka menghadapi penderitaan, apakah mereka dapat merasa berbahagia? Pasti jawabannya ‘tidak’ sebab yang ada hanyalah persungutan.

Jika kita merasa berbahagia karena kita mendapatkan uang sebanyak lima juta, maka orang di dunia juga akan merasa bahagia, bahkan mereka berjingkrak-jingkrak --> kalau kita merasa berbahagia, karena kita diberkati, maka ini sudah merupakan hal yang umum. Tetapi kalau kita berbahagia karena penderitaan = hanya mutiara/hanya orang yang murni sebab memiliki sinar kemuliaan.

Mari! hati diubahkan sampai kita merasa berbahagia di saat kita mengalami penderitaan. Ini memang mudah untuk diucapkan, sebab saya sendiri juga sering gagal. Itu sebabnya, mari! kita belajar sampai hati dapat diubahkan yaitu sampai merasa berbahagia dan menjadi seperti Hati YESUS.

Hati merasa berbahagia di saat menghadapi penderitaan, dan ini berarti:
  • Tidak pernah merasa kecewa
  • Tidak pernah berputus asa dalam menghadapi apapun juga
  • Tidak pernah merasa bangga jika diberkati dan dipakai oleh TUHAN.
Inilah hati yang lembut seperti Hati YESUS Mempelai Pria Surga. Hati ini hanya mengaku bahwa saya ini hanyalah pasir dan hati ini juga mengaku bahwa semuanya ini hanyalah anugerah TUHAN. Sebab kalau kerang tidak terluka, maka saya tidak ada karena sudah mati dan binasa.

Mari saudaraku!
  • Di saat kita menderita tetapi kita merasa berbahagia, maka ini adalah anugerah TUHAN.
  • Di saat kita mengalami kegagalan, kita tidak kecewa dan berputus asa sebab semua adalah anugerah TUHAN.
  • Di saat kita diberkati oleh TUHAN, kita tidak merasa bangga dan sombong, sebab semuanya ini hanya karena anugerah TUHAN. Saya hanyalah pasir.
  • Dan kalau ini terjadi, maka kita akan diubahkan sampai satu waktu, jika YESUS datang, kita diubahkan menjadi sama dengan Dia.
Filipi 3 : 20, 21
20. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
21. yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Jika kita sudah diubahkan menjadi sama dengan Dia maka:
  • kita akan terangkat bersama dengan Dia
  • kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba, kemudian
  • kita masuk firdaus sampai
  • kita masuk dalam kerajaan surga yang kekal.
Sementara dunia mengalami kiamat dan kita juga tidak berada di dasar laut lagi, sebab dasar laut juga habis/musnah sebab dihukum oleh TUHAN. Kita beruntung, sebab sebagai sebutir pasir, tetapi karena kita mau menerima anugerah TUHAN sehingga kita diangkat menjadi tawanan Roh, disucikan, diubahkan sampai satu waktu, kita menjadi sama dengan Dia. Sebutir pasir di dasar laut, dapat terangkat ke surga/menjadi pintu mutiara hanya karena anugerah TUHAN.

Sekarang ini, jika kita masih hidup di dalam dosa, mari! datang kembali pada anugerah TUHAN. Ingat saudaraku! Masalah yang dihadapi oleh bangsa kafir di hari-hari ini adalah seperti pasir yang berada di dasar laut dan siapa yang dapat menyelesaikan masalah dari bangsa kafir ini? hanya satu yaitu anugerah dan kemurahan TUHAN.

Kalau kita mengalami masalah secara jasmani sehingga semuanya menjadi sulit, mari datang pada anugerah TUHAN/Luka yang kelima. Demikian juga bagi saudara yang masih hidup dalam dosa, mari datang juga pada Luka yang kelima sebab di situlah anugerah TUHAN bagi bangsa kafir. Jika saudara diberkati dan dipakai oleh TUHAN, datang juga pada anugerah TUHAN. Semua karena anugerah TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top