English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang III, 28 Juli 2011 (Kamis Sore)
Tema: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= satu-satunya berita yang dibutuhkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:33-37, nubuat ke-7: nubuat tentang berjaga-jaga.
Seorang yang bepergian jauh = pribadi...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Januari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 17 Januari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 12 September 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.
Kalau kita yang berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Januari 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding
Matius 6: 9-10
Dalam pasal 5-7, ada 10 hukum perjanjian...

Ibadah Doa Malang, 14 Maret 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita, Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang peniupan sangkakala yang kelima, sama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 14-30
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

Matius 26= terkena pada buli-buli emas berisi manna (kehidupan yang tahan uji dan sama sempurna seperti...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Agustus 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Markus 4:35-39
4:35. Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya
Dari siaran tunda Ibadah Persekutuan Medan I (24 April 2012 Pagi)
Wahyu 19:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Januari 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Doa Surabaya, 12 November 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan, kiranya kasih karunia dan berkat dari Tuhan senantiasa...

Ibadah Raya Malang, 15 Juni 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 April 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:18-29 adalah tentang sidang jemaat...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 12 April 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 1-12 merupakan peniupan sangkakala yang kelima; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas manusia di bumi yaitu sengatan kalajengking lima bulan lamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019).
Wahyu 9: 7-12 bicara tentang belalang dan kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019).

Wahyu 9: 7
9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

Belalang menunjuk pada roh jahat dan najis yang keluar dari lobang jurang maut.
'rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan'= kuda menunjuk pada kekuatan dan kecepatan.
Artinya: belalang--roh jahat dan najis--menggunakan kekuatan dan kecepatan untuk berperang secara rohani melawan manusia pada umumnya, termasuk hamba/pelayan Tuhan sehingga menguasai hati dan pikiran manusia--termasuk hamba/pelayan Tuhan--untuk dua hal:

  1. Supaya hamba/pelayan Tuhan memiliki pemikiran atau pandangan yang salah dalam segala hal terutama ibadah pelayanan sehingga ibadah pelayanan hanya mencari perkara jasmani, tetapi mengorbankan yang rohani; tidak menghiraukan yang rohani, itulah pribadi Tuhan/pengajaran yang benar, berarti tanpa penyucian dan pembaharuan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 10 Maret 2019).


  2. Supaya hati dan pikiran kita menjadi tanah hati yang tidak baik (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Maret 2019).
    Sudah ada penaburan benih firman yang benar, tetapi hati dan pikirannya dikuasai roh jahat dan najis sehingga menjadi tanah hati yang tidak baik.

    Akibatnya: firman tidak bertumbuh dan berbuah--tidak berubah--, sehingga dicap antikris, dan dibinasakan selamanya.

Ini kalau dilihat dari RUPA BELALANG yang seperti kuda yang dipersiapkan untuk peperangan.

Di ayat 10, dilihat dari EKOR BELALANG, yaitu sama dengan sengat kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 07 April 2019).
Wahyu 9: 10
9:10. Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

Apa itu sengat kalajengking? Sengat maut, itulah dosa-dosa.
1 Korintus 15: 55-56
15:55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56.
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Jadi belalang--roh jahat dan najis--adalah pemicu dosa-dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan), yang siap berperang untuk menyerang manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan, supaya binasa selamanya--ditelan maut. Kita harus hati-hati!

Sekarang kita melihat keadaan dosa--keadaan belalang--:

  1. Wahyu 9: 7
    9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

    Yang pertama: 'di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas'= mahkota ada kaitan dengan takhta; kepala menunjuk pada pikiran.
    Artinya: dosa sampai puncaknya dosa bertakhta di pikiran; sama dengan menguasai pikiran manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan.


  2. Yang kedua: 'muka mereka sama seperti muka manusia'= muka menunjuk pada hati. Kalau hati takut, wajahnya pucat, hati marah, wajahnya merah.
    Artinya: dosa dan puncaknya dosa bertakhta di dalam hati; menguasai hati manusia termasuk hamba Tuhan, pelayan Tuhan.

    Kalau digabungkan: dosa-dosa dan puncaknya dosa bertakhta/menguasai di hati dan pikiran manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan, sehingga perbuatan dan perkataannya juga dikuasai dosa--seluruh hidup manusia dikuasai dosa; menguasai tubuh, jiwa, dan roh.

    1 Korintus 5: 11
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul (1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    'yang sekalipun menyebut dirinya saudara' = saudara kandung, saudara seiman.
    'janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama' = jangan berfellowship.

    Ada enam dosa yang mendarah daging--bertakhta di tubuh, jiwa, dan roh manusia--:


    1. Mengikat tubuh: cabul (kenajisan) dan mabuk (makan minum).
    2. Menguasai jiwa/pikiran--menjadi tabiat--: kikir--pasangannya serakah--, pemfitnah--yang salah jadi benar, benar jadi salah--, dan penipu--pendusta.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


    3. Menguasai roh/hati: penyembah berhala.
      Secara khusus penyembahan berhala, yaitu dukun, sihir dan lain-lain.
      Secara umum berhala adalah segala sesuatu--pekerjaan, sekolah, keluarga, diri sendiri dan lain-lain--yang menghalangi kita sehingga tidak bisa mengutamakan Tuhan lebih dari semua; tidak bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua.

      Sekolah dan bekerja, silakan, tetapi jangan menghalangi ibadah melayani Tuhan.


    Inilah keadaan dosa yang menguasai tubuh, jiwa, dan roh--mengikat; sulit dilepaskan.
    'jangan makan bersama'= fellowship; makan firman bersama. Kalau fellowship dengan orang semacam ini, dosanya akan ikut menjadi tabiat kita.


  3. Wahyu 9: 8
    9:8. dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,

    Yang ketiga: 'rambut mereka sama seperti rambut perempuan'= dosa adalah sama seperti rambut perempuan yang begitu banyak dan panjang.
    Artinya: dosa begitu banyak jenisnya dan panjang, tidak mau selesai-selesai, sulit diselesaikan.

    Rambut juga termasuk dosa kebanggaan/keangkuhan--membanggakan atau mengandalkan sesuatu lebih dari Tuhan. Kita boleh punya sesuatu--diberkati kekayaan, kepandaian--, tetapi jangan mengandalkan itu semua.


  4. Yang keempat: 'gigi mereka sama seperti gigi singa'= dosa adalah sama seperti gigi singa, artinya mempunyai kekuatan untuk merobek-robek--menceraiberaikan--pribadi kita, nikah rumah tangga dan buah nikah, penggembalaan, sampai mencerai-beraikan tubuh Kristus sehingga tidak bisa menjadi kesatuan tubuh Kristus yang sempurna, berarti ketinggalan saat Yesus datang kembali.

    Tuhan mengeluh serigala sudah ada liangnya, burung ada sarangnya, tetapi Anak Manusia tidak ada tempat untuk meletakkan kepalanya--tempat meletakkan kepala adalah tubuh. Kalau tidak ada tempat untuk meletakkan kepalanya berarti tubuh masih tercerai berai dan ketinggalan saat Tuhan datang kembali kedua kali.

Inilah keadaan dosa yang selalu menyerang kita.
Dosa sudah siap untuk menyerang kita semua termasuk hamba/pelayan Tuhan. Karena itu kita juga harus siap berperang melawan belalang--dosa-dosa sampai puncaknya dosa.

Bagaimana kita berperang? Tuhan memberikan perlengkapan senjata bagi kita--itulah kebaikan Tuhan.
Efesus 6: 11-13
6:11. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
6:12. karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
6:13. Sebab itu
ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

Kita harus menggunakan perlengkapan senjata Allah, dan kita harus menang. Kepandaian, kekayaan, kedudukan--senjata manusia--tidak mampu menghadapi belalang.

Praktik berperang dengan perlengkapan senjata Allah:

  1. Roma 13: 12-14
    13:12. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13:13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora
    (1) dan kemabukan(2), jangan dalam percabulan(3) dan hawa nafsu(4), jangan dalam perselisihan(5) dan iri hati(6).
    13:14. Tetapi
    kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

    Ayat 13 = ada enam dosa.

    Praktik pertama berperang dengan perlengkapan senjata Allah: kita harus menggunakan perlengkapan senjata terang, yaitu mengenakan Tuhan Yesus Kristus.

    Bagaimana caranya? Lewat kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--ruangan suci--:


    1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Allah Roh Kudus= Kristus; mengenakan Kristus. Mengenakan = bersekutu = disalut.

      Kalau ditekuni, akan menjadi terang bintang--mahkota dua belas bintang.
      Terang bintang, itulah pribadi Yesus, berarti kita mengenakan pribadi Kristus.


    2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      Anak Allah= Yesus; mengenakan pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar dan korban Kristus (perjamuan suci).

      Di dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, kita mengalami penebusan--kelepasan dari dosa--; sama dengan terang bulan di bawah kaki mempelai.


    3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Allah Bapa= Tuhan; mengenakan Tuhan.

      Kasih sama dengan terang matahari.
      Kita mengenakan Tuhan sama dengan memiliki terang matahari.


    Jadi, lewat kandang penggembalaan, kita mengenakan perlengkapan senjata terang yaitu terang matahari, bulan, dan bintang; sama dengan mengenakan Tuhan Yesus Kristus untuk mengalahkan kegelapan dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

    Kita tidak berbuat dosa tetapi hidup benar, suci, sampai satu waktu sempurna seperti Yesus.
    Kegelapan tidak bisa dikalahkan dengan uang dan sebagainya, tetapi terang. Dari mana? Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Di situ kita terus disinari (sinar matahari, bulan, dan bintang), lebih hari lebih bersinar, dan siap untuk berperang melawan kegelapan yang semakin gelap. Kita bisa hidup benar, suci, sampai sempurna seperti Yesus.

    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Ayat 1 = mempelai wanita sorga; kehidupan yang sempurna seperti Yesus; tubuh Kristus yang sempurna.


  2. Efesus 6: 18
    6:18. dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

    Praktik kedua berperang dengan perlengkapan senjata Allah: berdoa di dalam urapan Roh Kudus.

    Kita sudah tergembala, baik, kita akan menang melawan dosa-dosa, tetapi juga harus banyak berdoa di dalam urapan Roh Kudus.
    Berdoa dalam urapan Roh Kudus artinya berdoa dengan hancur hati; mengeluh dan mengerang kepada Tuhan untuk mengakui segala kekurangan dan kelemahan secara rohani--dosa-dosa masih mengganggu kita--, mengaku tidak layak--mau terlepas dari dosa--, mengaku tidak mampu menghadapi banyak pencobaan dan lain-lain, mengaku banyak kekurangan secara jasmani--tidak berdaya, tidak bisa apa-apa, tidak mampu menyelesaikan masalah--, dan tidak berharga apa-apa.
    Inilah praktik berjaga-jaga.

    Tadi, gereja Tuhan sudah sempurna, tetapi lemah seperti perempuan mengandung yang hendak melahirkan--hanya mengeluh dan mengerang--dan menghadapi naga.
    Wahyu 12: 2-3
    12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah,
    seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

    'dalam keluhan' = mengeluh.
    'berteriak kesakitan' = mengerang.
    Mengeluh dan mengerang; keluhan yang tak terucapkan.
    Ayat 3 = menghadapi naga.

    Inilah keadaan kita.
    Keluhan tak terucapkan sama dengan seperti perempuan mengandung dan hendak melahirkan--mengaku tidak mampu dan tidak berharga apa-apa.

    Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Roh Kudus menolong kita untuk bisa mengeluh dan mengerang--keluhan tak terucapkan; hancur hati: mengakui tidak layak, banyak dosa-dosa, tidak mampu, tidak berdaya dalam menghadapi pencobaan, kesulitan, penyakit, ekonomi, tuduhan, siksaan, ketidakadilan. Malam ini semoga kita bisa merendahkan diri, hancur hati, dan menyerahkan semua kepada Tuhan. Kita mengeluh dan mengerang sampai Tuhan mengulurkan tangan belas kasih-Nya.

    Hasilnya: Tuhan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita untuk turut bekerja--berperang ganti kita.
    Roma 8: 27-28
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa
    Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Sehebat apapun kita, apa yang kita lakukan hanya sehasta, tidak bisa lagi. Satu hasta sama dengan satu detak jantung. Hanya itu saja, tidak bisa lebih.
    Kalau kita bisa hancur hati dan menyerah kepada Tuhan, tangan belas kasih Tuhan akan turut bekerja, tidak terbatas oleh apapun. Dia bisa mendatangkan kebaikan; menjadikan semua baik pada waktunya. Yang hancur jadi baik. Serahkan semua kepada Tuhan!

    Jangan saling menyalahkan jika di dalam nikah terjadi kehancuran ekonomi dan sebagainya. Datang kepada Tuhan, hancur hati, dan serahkan kepada Dia. Biar tangan-Nya turut bekerja--berperang ganti kita untuk mendatangkan kebaikan. Semua berhasil dan indah pada waktunya. Kita tinggal menunggu waktu Tuhan.

    Kaum muda, mungkin merasa tidak mungkin, tidak ada biaya, ijazah kurang, mau marah pada siapa? Kalau marah, tambah habis. Jangan marah dan salahkan orang tua, tetapi hancur hati kepada Tuhan, mengaku tidak layak. Serahkan semua kepada Tuhan. Semua akan baik, semuanya berhasil dan indah, dan masalah yang mustahil selesai pada waktunya.

    Sampai terakhir, kalau Yesus datang, semua menjadi sempurna seperti Dia, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan permai.

Kita berperang melawan belalang. Kita butuh tergembala sungguh-sungguh, tetapi kita juga butuh berdoa dalam urapan Roh Kudus. Minta Roh Kudus malam ini. Ada roh jahat, tetapi ada Roh Kudus. Tangan Roh Kudus berperang ganti kita. Menghadapi apapun yang mustahil, teruskan berdoa, jangan putus asa dan kecewa atau mengandalkan yang lain, tetapi hanya andalkan kuasa Tuhan. Tangan Roh Kudus yang berperang ganti kita, sampai kita sempurna dan layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.
Biar kita dijamah oleh Roh Kudus sampai hancur hati dan bisa menyembah Tuhan; menyerahkan semua dalam tangan Tuhan. Apa yang tidak bisa dipikir dan dilakukan, serahkan kepada Dia.

Kita tidak mampu sendiri. Kita tidak layak. Kita butuh Roh Kudus, supaya bisa menyembah Dia; menyerah sepenuh kepada Dia.
Semakin banyak masalah dan dosa, semakin banyak belalang menguasai kita, kita butuh Roh Kudus untuk mengusir semuanya. Kita terbatas, tidak bisa apa-apa, tetapi Roh Kudus tak terbatas oleh apapun. Biar tangan-Nya yang berperang ganti kita untuk mendatangkan kebaikan; semua berhasil dan indah, semua selesai. Yakinlah! Jangan berharap yang lain!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top