English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 12 Maret 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 5-11 adalah tentang kebenaran (Halaman pada...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Juli 2012 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...

Ibadah Doa Malang, 05 November 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran...

Ibadah Natal Surabaya, 19 Desember 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Maret 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31
ay. 31= terjadi tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Februari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 22 April 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan...

Ibadah Raya Malang, 22 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali.

Matius 24:31...

Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 01 September 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 19 November 2015 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Januari 2011 (Senin Sore)
Matius 26= terkena pada buli-buli emas berisi manna.
Matius 26: 1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada...

Ibadah Raya Malang, 14 Agustus 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Raya Surabaya, 09 April 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada dalam kitab Wahyu 3.
Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang Tuhan lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Kelebihan, kehebatan apapun yang kita miliki, kalau ada satu saja cacat cela, semuanya percuma, tidak bisa sempurna dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali/tertinggal saat Yesus datang kedua kali, maka itu berarti kebinasaan.
Perkataan ini bukan kesombongan, tetapi keharusan. Kita harus disucikan sampai tidak bercacat cela.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015).

Wahyu 3: 7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Kita sudah mendengar, ada 3 macam penampilan Tuhan kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. 'Yang Benar' = Halaman Tabernakel.
  2. 'Yang Kudus' = Ruangan Suci.
  3. 'Yang memegang kunci Daud' = ruangan Maha Suci.

Malam ini, kita lanjutkan tentang KUNCI DAUD.
Kunci Daud yang dipegang oleh Daud secara jasmani adalah kunci kerajaan Yehuda (kerajaan Israel) di dunia ini. Daud adalah seorang raja. Kunci Daud merupakan kunci kerajaan.

Di ayat 7, kunci Daud dipegang oleh Yesus. Ini adalah pengertian secara rohani.
Artinya: menunjuk pada kunci kerajaan Sorga, sebab kerajaan Yesus bukan dari bumi ini, tetapi di surga.

Yohanes 18: 36
18:36. Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."

Dalam Wahyu 3 : 7: 'apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka'= Kunci kerajaan Sorga ini untuk membuka pintu kerajaan Sorga yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga, tetapi juga bisa menutup pintu Sorga yang tidak bisa dibuka oleh siapapun kita.
Ini yang harus kita waspadai! Seperti 5 dara yang bodoh, saat kembali, pintu sudah tidak bisa terbuka lagi.

Kita pelajari kunci kerajaan Sorga untuk membuka pintu Sorga. Istilah didalam Alkitab, sama dengan langit terbuka.

3 kali langit terbuka:

  1. Matius 3: 13-17
    3:13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
    3:14. Tetapi
    Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
    3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
    3:16. Sesudah
    dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
    3:17. lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

    Ayat 14 = Yohanes tahu diri, sebab kedudukannya di bawah Yesus.

    Langit terbuka yang pertama: pada waktu Yesus mengalami baptisan air.
    Jadi, kunci kerajaan Sorga adalah BAPTISAN AIR.

    Baptisan air bukan tata cara gereja, tetapi kunci kerajaan Sorga.
    Yesus adalah manusia yang tidak berdosa, sehingga Ia tidak perlu baptisan air. Tetapi, Yesus masuk dalam baptisan air karena:


    • untuk melakukan kehendak Bapa di Sorga (taat dengar-dengaran). Karena itu, Yohanes Pembaptis juga ikut taat (menuruti), sekalipun tadinya ia tidak mau membaptis Yesus.

      Jadi, orang yang dipercaya untuk membaptiskan air adalah orang yang taat dengar-dengaran. Kalau tidak taat, tidak boleh membaptis.
      Masuk baptisan air tidak boleh dicegah (seperti Yohanes yang tadinya mencegah Yesus) dan bukan karena dorongan seseorang, tetapi karena taat dengar-dengaran kepada Firman Allah (melakukan kehendak Bapa), karena ini merupakan perintah Bapa ('pergilah! Baptiskan mereka..').

      Jadi baptisan air tidak sembarangan, baik yang membaptiskan atau yang ikut baptisan, keduanya harus taat dengar-dengaran.


    • Untuk menjadi teladan bagi kita tentang baptisan air yang benar, sehingga kita dibaptis seperti Yesus dibaptis.
      Tadi, bagaimana Yesus dibaptiskan? Ada satu kata kunci saat Yesus dibaptis. Inilah kunci kerajaan Sorga.

      Memang banyak perdebatan tentang baptisan air, tetapi sebenarnya cukup membaca Alkitab saja.
      Salah satu kata kunci baptisan air yang benar adalah 'sesudah dibaptis,Yesus segera keluar dari air'.
      Kalau hanya dibasahi kepalanya, tidak perlu masuk ke dalam air, pakai botol yang diisi air saja sudah cukup.

      Roma 6: 4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Pelaksanaan baptisan air yang benar: kita yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), dikuburkan bersama Yesus di dalam air, sehingga kita bangkit bersama Yesus (keluar dari air) untuk mendapatkan hidup baru, yaitu hidup Sorgawi (langit terbuka; pintu Sorga terbuka). Istilah keluar dari air, itu keluar sejauh mana? Yaiut, dikuburkan.

      Hidup Sorgawi dikaitkan dengan burung merpati turun dari surga (burung merpati gambaran dari Roh Allah), yaitu: memiliki hati seperti merpati (HATI YANG TULUS).
      Hati yang tulus ikhlas, artinya:


      1. tanpa pamrih, tidak mencari keuntungan, tanpa kepahitan, iri hati, dendam dan sebagainya.
        Kalau masih ada iri hati atau dendam, berarti bukan hidup sorga (masih hidup di dunia), langit belum terbuka, pintu Sorga belum terbuka/kita belum dipercaya kunci kerajaan Sorga.

        Daud memegang kerajaan Yehuda dan tidak diberikan pada sembarang orang, tetapi hanya diberikan pada Salomo yang layak menerimanya. Adonia sudah ditahbiskan menjadi raja dan mau merebut, tidak diberikan.

        Yesus juga memberikan kunci kerajaan Sorga kepada orang yang baptisannya benar dan hasilnya juga benar (hati yang tulus).


      2. Arti dari hati yang tulus yang kedua: bisa membedakan dengan tegas (tidak bimbang) antara yang benar dengan tidak benar, terutama mengenai:


        1. pribadi Tuhan yang benar dan tidak (pengajaran yang benar atau tidak benar).
          Kalau tidak tulus, itulah ular. Yesus berkata, 'baptisan Yohanes berasal dari manusia atau surga?' Ahli Taurat (ular-ular) bingung, kalau bilang dari Sorga nanti semuanya ikut Yesus, kalau bilang dari manusia nanti banyak orang yang marah. Akhirnya dijawab, 'tidak tahu atau sama saja'. Itulah hati yang tidak tulus.

          Elia tegas. Di hadapan 450 nabi baal, ia mengumpulkan umat Israel untuk disuruh memilih. Ia tidak memaksa, tetapi menyuruh orang Israel untuk tegas memilih Tuhan atau baal, tidak bisa kedua-duanya.
          Kalau pengajaran benar, mari kita tegas pegang teguh dan ditaati. Kalau tidak benar, kita tegas untuk menolaknya.


        2. Kemudian, kita juga bisa membedakan ibadah pelayanan dan penyembahan yang benar atau tidak benar.


        Pengajaran, ibadah pelayanan dan penyembahan ini menjadi satu. Kalau pengajarannya tidak benar (kepalanya tidak benar), maka gerakannya dan mulutnya juga tidak benar.

        "Sangat disayangkan kalau kami hamba Tuhan dalam pengajaran kabar mempelai tetapi mengatakan 'tidak apa-apa om, kalau penyembahannya tidak benar, asalkan pengajarannya benar'. Ini salah besar, kalau kepalanya tidak sama, masa semuanya sama? Pengajaran (pokoknya) harus benar terlebih dahulu, baru semuanya benar. Bpk Pdt Pong Dongalemba mengatakan, 'ini bukan fanatik bodoh-bodoh', kalau yang salah kita pegang itulah fanatik bodoh-bodoh namanya. Yang benar inilah yang harus dipegang."


      3. Yang terakhir, tulus hati artinya berkata ya di atas ya, tidak di atas tidak.


      Kalau sudah memiliki hati tulus, maka kita menjadi rumah doa dan pintu Sorga terbuka.
      Kalau masih berkata, 'Ya, namun ..., tidak, tetapi ...', itulah ular dan belum memiliki kunci kerajaan Sorga.

      Menjadi rumah doa, artinya: kita bisa beribadah dan melayani Tuhan dengan setia dan benar, kita bisa berdoa kepada Tuhan dan kita bisa merasakan hadirat Tuhan untuk melakukan segala sesuatu yang menjadi keperluan kita.
      Kalau hati kita tulus, Tuhan akan menjawab doa kita.


    Waspada! Kunci kerajaan Sorga bukan hanya bisa membuka, tetapi Tuhan juga bisa menutup pintu yang tidak bisa dibuka. Di dalam rumah Tuhan, banyak penjual merpati, lembu, dan ada meja penukar uang. Inilah yang menutup pintu Sorga.
    Penjual merpati= hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang tidak tulus hatinya, sebab di dalam hatinya ada:


    • roh jual beli (roh antikris), yaitu: sering mengorbankan yang rohani (pengajaran yang benar dan tahbisan) untuk mendapatkan keuntungan jasmani.
      Mari kita sungguh-sungguh hari-hari ini. Kita memang diuji soal uang dan jemaat, supaya meninggalkan pengajaran yang benar.

      "Saya juga diuji di Malang. Mau menikah, tetapi tidak disetujui orang tua. Saya tidak mau memberkati, sebab di Alkitab jelas, 'harus meninggalkan ayah dan ibunya', artinya harus ada restu orang tua. Tetapi setelah dia pulang, saya takut juga, karena keluarganya ada 10 orang lebih di gereja dan saya yakin pasti keluar semua. Tetapi saya ingat perkataan guru dan gembala saya untuk tetap tegas. Akhirnya memang dia keluar, tetapi keluarganya tidak. Inilah dibela oleh Tuhan dan cuma ketakutan sendiri. Ini ujian Tuhan. Kita semua diuji apakah ada roh jual beli dalam diri kita. Kita tulus seperti merpati atau menjual merpati."


    • Matius 21: 14-15
      21:14. Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.
      21:15. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!"
      hati mereka sangat jengkel,

      Matius 21 mulai ayat 12 tentang 'Yesus menyucikan Bait Allah'.

      Yang kedua, tidak tulus hati, karena ada roh jengkel (hati jengkel); iri hati, dan benci tanpa alasan, karena ada orang lain dipakai oleh Tuhan. Saat Yesus mengadakan mujizat (menolong orang lain), imam-imam malah mengamuk.


    Kalau merpati dijual (tidak tulus), maka rumah doa menjadi sarang penyamun dan itu artinya pintu Sorga tertutup dan tidak bisa dibuka oleh siapapun, kebinasaan untuk selama-lamanya.
    Mari kita pertahankan hati yang tulus ikhlas lewat baptisan air.


  2. Maleakhi 3: 10
    3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

    'rumah perbendaharaan' = rumah penggembalaan.
    'apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit' = langit terbuka.

    Langit terbuka yang kedua: pada saat persepuluhan dibawa masuk dalam rumah Tuhan/rumah penggembalaan/rumah perbendaharaan.

    Jadi, PERSEPULUHAN adalah kunci untuk membuka pintu kerajaan Sorga. Kunci itu kecil; hati yang tulus seperti merpati, kemudian sampai yang terkecil yaitu perpuluhan.

    Kita harus memperhatikan persepuluhan. Mulai dari seorang gembala. Kalau gembala mencuri persepuluhan, maka pintu Sorga tertutup bagi dia dan sidang jemaat.
    Sebaliknya, kalau jemaat mencuri persepuluhan, pintu Sorga juga tertutup.
    Kalau sidang jemaat mencuri kepercayaan Tuhan kepada seorang gembala tentang persepuluhan, maka pintu Sorga tertutup bagi semuanya dan binasa.

    Malam ini, serius! Kita harus sungguh-sungguh. Kalau soal uangnya Tuhan sudah salah, maka pintu Sorga tertutup. Bukan berarti Tuhan butuh uangnya, tetapi pengakuannya, itulah kunci kerajaan sorga. Jika kita mengembalikan perpuluhan, itu merupakan tanda bahwa kita milik Tuhan dan kita hidup dari Tuhan.

    Jika ada persepuluhan di rumah Tuhan, maka pintu Sorga terbuka dan Tuhan mengirimkan manna (makanan rohani di rumah Tuhan, yaitu Firman penggembalaan).

    Sebenarnya ada 2 macam makanan rohani dalam rumah Tuhan:
    Ibrani 5: 11-14
    5:11. Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
    5:12. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan
    susu, bukan makanan keras.
    5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
    5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

    'dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras' = dari pembacaan Firman Tuhan ini berarti ada dua makanan rohani.


    • Yang pertama: susu; injil tentang keselamatan= firman penginjilan= kabar baik untuk membawa orang-orang berdosa percaya Yesus, diselamatkan dan diberkati oleh Tuhan. Bayi yang baru lahir memang butuh susu. Tetapi, seiring berjalannya waktu, ada pertumbuhan dari bayi menjadi anak lalu ke arah kedewasaan dan membutuhkan makanan yang kedua.


    • Makanan keras; cahaya injil tentang kemuliaan Kristus= firman pengajaran benar= firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua= kabar mempelai= untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat, supaya masuk dalam kesempurnaan.


    Sekarang kita sudah lewat dari masa susu dan kita butuh makanan keras hari-hari ini.

    Sikap kita terhadap makanan keras: kita harus bisa makan dan menikmati firman pengajaran yang benar= mendengar dan taat dengar-dengaran terhadap firman pengajaran benar.
    Kalau mengomel, bersungut-sungut, berarti kita tidak makan dan menolak firman pengajaran benar.

    Kalau sikap kita benar, hasilnya:


    • kita mengalami kepuasan sejati dari Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia (kaya, miskin dan sebagainya). Makan itu berarti kenyang dan puas.

      "Salah satu contoh, waktu doa puasa kita seperti tidak punya apa-apa, setetes airpun tidak minum. Tetapi saat-saat mendengar firman, kita menjadi kenyang. Sering kali, badan menjadi lemah. Saat puasa, saya mengeluh kepada istri, 'kali ini saya tidak kuat, setengah hari saja.' Tetapi isteri menguatkan saya, 'ayo, coba dan berdoa lagi', akhirnya sampai kebaktian session ketiga, bahkan sampai jauh malam (ada tamu dan sebagainya) saya malah lupa untuk makan dan minum. Kuat, karena ada kepuasan dan kekuatan dari Sorga."

      Kalau kita mengalami kepuasan Sorga, kita tidak perlu lagi mencari kepuasan di dunia yang membuat kita jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.
      Perhatikan saat-saat mendengar Firman, itulah kepuasan dari Sorga. Kalau suami isteri puas di dalam firman, rumah tangga dan semuanya akan terjamin, tidak akan ada kejatuhan-kejatuhan.

      Jadi, kepuasan sejati ada di dalam firman. Kalau dari yang lain, kepuasan itu akan habis.
      Ini yang harus didoakan di penggembaan di tempat ini.


    • Kita mengalami pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan rohani.
      Efesus 4: 13-14
      4:13. sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
      4:14. sehingga kita
      bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

      Bukti atau tanda kedewasaan rohani: kita tidak bisa diombang ambingkan (dibimbangkan) oleh ajaran-ajaran lain. Kita tegas menolak ajaran lain dan tegas untuk menerima dan mendukung ajaran yang benar (mantap dalam pengajaran yang benar, tidak bisa digoyahkan oleh apapun).

      "Waktu saya masih menjadi guru tahun '80-90 an', kalau dari Polda datang ke sekolah untuk menerangkan tentang narkoba, anak kecil sudah terkena, karena anak-anak tidak mengerti kalau narkoba dimasukkan di dalam gula-gula. Ini karena masih anak kecil. Kalau orang besar, pasti curiga 'gula-gulanya kok gratis dan sebagainya'. Kalau anak kecil, semua gula-gula dianggap sama saja/manis, padahal didalamnya ada sesuatu."

      Kedewasaan rohani juga ditentukan dari mulut, yaitu banyak berdiam diri, mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Kalau ditemukan dosa, kita akui, setelah diampuni, jangan berbuat dosa lagi.


    • 1 Petrus 1: 22
      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      'kebenaran'= firman pengajaran yang benar.
      'Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran' = kalau taat pada firman pengajaran yang benar, maka kita disucikan. Ini hasil yang ketiga.

      Ibrani 5: 14
      5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      Kita mengalami penyucian mulai dari PENYUCIAN PANCAINDERA (hati dan pikiran). Lima indera = pintu hati. Apa yang kita lihat akan masuk dalam hati pikiran.

      Markus 7: 21-23
      7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
      7:22.
      perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
      7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

      Kalau hati suci, maka seluruh hidup kita suci.
      'kebebalan'= tidak bisa dinasihati lagi lewat pemberitaan Firman dan nasihat secara pribadi (empat mata). Di dalam Surat Titus, orang semacam ini ditinggalkan saja, yang penting kita sudah berusaha menolong dia, tetapi dia yang tidak mau dan selalu berbantah-bantah.

      Kalau hati disucikan, maka seluruh kehidupan kita disucikan, sehingga kita bisa mengasihi dengan kasih yang tulus ikhlas, bahkan bisa mengasihi musuh dan berdoa untuk musuh kita (orang yang memusuhi kita), supaya mereka bisa diampuni, diberkati, bahkan dipakai oleh Tuhan.
      Kalau sudah saling mengasihi dengan kasih yang tulus ikhlas, sampai mengasihi musuh, itulah tubuh.

      Di dalam tubuh kita, semuanya mengasihi dengan tulus. Manusia bisa berpura-pura, tetapi kasih di dalam tubuh Kristus benar-benar tulus.

      "Kalau kita mau membersihkan mata, maka dibersihkan dengan tulus, tidak pura-pura. Karena itu saya ajarkan pada Lempin-El supaya mengepel dengan tulus. Kalau lantainya ada lemarinya, digeser lemarinya atau lantainya yang diraba, jangan bilang 'ini karena tidak kelihatan'. Tidak ada hubungan memang. Kalau saya mengepel, saat ada bagian-bagian yang sulit, saya geser lemarinya, kalau tidak kuat menggeser, saya tetap bersihkan dengan meraba. Inilah belajar ketulusan. Jangan karena orang lain tidak tahu, lalu tidak dipel lantainya. Jika demikian ini namanya tidak tulus. "

      Kalau sudah tulus, kita bisa saling mengasihi seperti diri sendiri, bahkan bisa mengasihi musuh. Seperti dalam tubuh kita, saat tergigit oleh gigi, tidak mungkin dipotong giginya, tetapi gigi yang jahat malah dibersihkan juga.

      Kalau sudah suci sampai tulus, maka kita akan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

      "Ada yang bilang ke saya, 'om, kalau tidak ada gelarnya, tidak bisa khotbah di kota'. Saya tertawa, saya katakan, 'Bpk Pdt In Juwono juga tidak ada gelarnya, tapi dipakai bukan hanya di kota, tetapi sampai ke luar negeri khotbahnya'. Silahkan saja punya gelar atau tidak punya gelar. Untuk dipakai Tuhan yang penting adalah 'S' (suci) dan 'T' (tulus)."

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Jika kita mau disucikan, hati suci, seluruh hidup suci, sampai memiliki kasih yang tulus ikhlas, saling mengasihi sampai mengasihi musuh, maka kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna= menempatkan Yesus sebagai Kepala.
      Ini semuanya berasal dari perpuluhan.

      Ayat 11= 5 jabatan pokok yang bisa dijabarkan menjadi pelayanan lainnya (pemain musik dan sebagainya).


    Kalau Yesus menjadi kepala atas hidup kita (Dia sebagai kepala yang bertanggung jawab atas hidup kita), maka pintu Sorga terbuka bagi kita dan hasilnya: sekalipun kita hidup di dunia, tetapi kita hidup dalam siklus kerajaan Sorga (sistem kerajaan Sorga) yang tidak bisa dipotong oleh apapun.

    Maleakhi 3: 10-12
    3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan
    3:11. Aku akan
    menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
    3:12. Maka segala bangsa akan menyebut kamu
    berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

    'apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit '= Yesus yang membuka pintu Sorga, bukan kita.
    Jika kita sudah masuk dalam pembangunan tubuh Kristus--mulai dari dalam nikah (nikah suci dan saling mengasihi), dalam penggembalaan suci dan saling mengasihi, antar penggembalaan suci dan saling mengasihi, sampai terbentuk tubuh yang sempurna--, itu berarti menempatkan Yesus sebagai kepala dan Yesus lah yang membuka pintu Soirga. Dia sebagai kepala bertanggung jawab sampai mati di bukit Golgota untuk membuka pintu kerajaan Sorga, supaya sekalipun kita hidup di dunia, tetapi hidup dalam sistem kerajaan sorga (siklus kerajaan Sorga) yang tidak bisa diganggu gugat oleh krisis apapun di dunia ini.

    Ayat 11 = musuh-musuh yang merusak akan dihalau oleh Tuhan.
    ayat 12 = mengalami kebahagiaan.



    Siklus sorga:
    Ada perpuluhan => ada makanan di rumah Tuhan (Firman) => kita menikmati dan makan Firman penggembalaan (mendengar dan melakukan Firman atau taat dengar-dengaran) => kita disucikan dan dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus (menempatkan Yesus sebagai kepala) => Tuhan membuka pintu tingkap-tingkap langit untuk: mencurahkan berkat, perlindungan ('dibatasi') dan kebahagiaan. Inilah yang kita terima dari Tuhan. Ada pengakuan, 'ini semua saya terima dari Sorga, bukan dari gelar, gaji, toko, semuanya hanya sarana saja', lalu kita perpuluhan lagi. Demikian siklus ini akan berlanjut terus dan tidak bisa diganggu gugat oleh krisis apapun.

    Tetapi kita harus waspada! Ada juga yang menutup pintu kerajaan Sorga (penjual merpati). Ada yang sudah membawa persepuluhan, tetapi ada juga yang malah mencuri.
    Sementara ada kegerakan pembangunan tubuh Kristus (Roh Kudus hujan akhir), ada juga yang mencuri seperti Akhan.
    Yosua masuk Kanaan dengan menghancurkan Yerikho, inilah gambaran kegerakan Roh Kudus hujan akhir yang tidak bisa dihalangi oleh apapun. Yerikho yang hebat bisa hancur karena ada Yesus sebagai kepala. Tetapi, sayang, Akhan mencuri milik Tuhan, sehingga langit tidak terbuka, tetapi bumi yang terbuka menjadi lembah. Lembah itu tanah datar yang terbuka.

    Yosua 7: 1, 20-21
    7:1. Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.
    7:20. Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar,
    akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
    7:21. aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal
    perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

    'semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku' = Ini salah, seharusnya emas dan perak diletakkan di dalam rumah perbendaharaan.

    Yosua 6: 24
    6:24. Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

    Dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (Yosua menuju Kanaan), maka Akhan mencuri milik Tuhan. Barang-barang yang dikhususkan--yang seharusnya diletakkan di dalam rumah perbendaharaan--, ini sekarang menunjuk pada persepuluhan.

    Akibatnya: Akhan ditaruh di lembah Akor. Bukan langit yang terbuka, tetapi bumi yang terbuka, sehingga semakin ke bawah.

    Yosua 7: 25-26
    7:25. Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.
    7:26. Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor.

    Sekarang, dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, banyak hamba Tuhan/anak Tuhan mencuri persepuluhan milik Tuhan, sehingga nasibnya seperti Akhan yang masuk dalam lembah Akhor.
    Lembah Akhor= lembah kesukaraan dan pintu Sorga tertutup, hidupnya sukar terus, tidak ada pintu terbuka (pintu tertutup terus), sampai binasa selama-lamanya.

    Kita sungguh-sungguh supaya pintu Sorga terbuka. Kita pertahankan hati yang tulus dan jangan jual merpati. Dan kita hati-hati soal persepuluhan, sekalipun kita dalam kekurangan. Malam ini, biarlah kunci kerajaan Sorga diberikan kepada kita semua (orang pilihan-Nya), bukan kepada orang lain.

    "Saya dulu di tes juga soal persepuluhan. Bangunan gereja belum selesai, persepuluhannya bagaimana? Saya dites juga, saat mau diberikan persepuluhan yang banyak tetapi tidak benar. Kalau salah dalam persepuluhan, masuk lembah Akhor, pelayanan menjadi sukar karena pintu Sorga tertutup. Mungkin ada jiwa masuk lima, sepuluh jiwa keluar gereja. Ini rugi."


  3. Matius 24: 30-32
    24:30. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
    24:31. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
    24:32. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya
    melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

    Langit terbuka yang ketiga: pintu Sorga terbuka saat YESUS DATANG KEMBALI KEDUA KALI di awan-awan yang permai.

    Kedatangan Yesus kedua kali identik dengan MELEMBUT. Inilah kunci kerajaan Sorga.
    Sejak dulu pohon ara di taman Eden sudah keras, tidak berbuah dan hanya berdaun saja (daun ara dipakai cawat oleh Adam dan Hawa). Sampai Yesus sudah datang ke dunia pertama kali (sudah 4000 tahun), pohon ara juga tidak berbuah, masih keras. Zaman Adam sampai Abraham 2000 tahun, dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali 2000 tahun, jadi sudah 4000 tahun.
    Sekarang sudah 6000 tahun, sudah terakhir, harus melembut.
    Kalau tidak berbuah, berarti sudah gagal.
    Jangan putus asa kalau kita gagal! Pohon ara gagal 4000 tahun masih ditolong oleh Tuhan.

    Inilah kunci kerajaan Sorga yang kecil-kecil, yaitu hati tulus seperti merpati (berapa harganya merpati?), persepuluhan (yang paling kecil) dan melembut.

    Melembut= terjadi pembaharuan dari hati yang keras menjadi rendah hati dan lemah lembut.
    Yeremia 17: 1
    17:1. "Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka

    Hati-hati! Kalau tidak mau melembut, hati keras (tetap mempertahankan yang salah), itulah yang menutup pintu Sorga.
    Ayat 1= dosa Yehuda adalah kekerasan hati.

    Kekerasan hati yaitu tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan (menyalahkan Firman pengajaran yang benar). Ini yang gawat!

    "Ada orang datang kepada saya. Dia sadar akan salahnya, tetapi dia merasa tidak mampu. Tetapi setelah mampu, ia mau mengaku dan bisa tertolong. Tetapi kalau malah menantang (sudah tahu dosa, malah menantang, 'mau apa?'), sudah tidak bisa tertolong lagi."

    Kalau hati keras, berarti dosa terukir di dalam hati, tidak bisa terhapus dan terukir pada tanduk-tanduk mezbah.
    Dulu, ada alat yang namanya Mezbah Korban Bakaran. Kalau ada orang yang berbuat dosa dengan tidak sengaja (contohnya, membunuh dengan tidak sengaja), ia bisa lari pada kota-kota perlindungan dan memegang tanduk Mezbah Korban Bakaran, sehingga ia diampuni dan tidak boleh dibunuh (mendapat kuasa pengampunan).

    Tetapi, kalau dosa ditulis di hati dan tanduk mezbah, berarti tidak ada pengampunan lagi= binasa selamanya dan pintu Sorga tertutup, tertinggal saat Yesus datang kembali.
    Serius malam ini! Seperti 5 gadis yang bodoh tidak bisa masuk lagi (ketinggalan) dan Tuhan berkata, 'Enyahlah! Aku tidak mengenal engkau'.

    Malam ini bicara tentang langit terbuka, ini merupakan kesempatan bagi kita. Pintu Sorga terbuka merupakan kesempatan yang luas bagi kita, orang najis, siapa saja bisa masuk. Asal mau masuk baptisan (hati tulus), ada persepuluhan/kita mengalami penyucian (selama ada Firman kita masih bisa disucikan) dan melembut, maka pintu Sorga bisa terbuka bagi kita. Kalau hati keras berarti menutup pintu Sorga.

    Jangan seperti Akhan! Sudah dipakai oleh Tuhan, tetapi malah menutup pintu Sorga gara-gara ikatan uang.
    Dalam Perjanjian Baru, Yudas semula dipakai Tuhan, tetapi gara-gara ikatan uang, dia habis.

    Melembut artinya


    • pembaharuan menjadi rendah hati dan lemah lembut. Biarlah kita belajar untuk rendah hati dan lemah lembut.

      Rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan seujujur-jujurnya. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      Lemah lembut= kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dengan setulus-tulusnya dan melupakannya.

      Sering kali, kita tidak tulus, kita berkata sudah mengampuni tetapi masih ingat terus.

      Kalau kita saling mengaku dan mengampuni, maka darah Yesus menghapus segala dosa kita, sehingga kita mengalami perhentian (kelegaan), semua enak dan ringan, ada damai sejahtera. Inilah tanda pintu Sorga terbuka bagi kita.

      Kalau takut, stres, berarti pintu Sorga tertutup.
      Kalau ada damai sejahtera, kita merasa enak dan ringan, itu sama dengan kita sedang terangkat ke atas dan tidak akan ketinggalan saat Yesus datang kembali. Semakin dosa diselesaikan, maka kita semakin ringan dan terangkat, dan tahu-tahu sudah bertemu Tuhan muka dengan muka (paling enak dan ringan, sampai kita di awan-awan.


    • Lidah keras diubahkan menjadi lidah lembut (dari hati keluar ke lidah).
      Lidah keras= perkataan sia-sia (dusta, gosip, kata-kata jenaka), sampai menghujat Tuhan = menghujat pengajaran benar= mendukung yang salah (menolak pengajaran yang benar dan menerima yang salah). Ini yang harus diubahkan.

      Kalau sudah tahu mana yang benar, tetapi menolak pengajaran benar dan menerima ajaran lain, itu sudah benar-benar menghujat Tuhan.
      Kita harus hati-hati dengan mulut kita.

      Amsal 15: 4a
      15:4a. Lidah lembut adalah pohon kehidupan,

      = lidah lembut menentukan kehidupan kita di dunia sampai hidup kekal di sorga.

      Praktik lidah lembut:


      1. 1 Petrus 3: 10
        3:10. "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

        Kalau mau melihat hari-hari yang baik (kuliah baik, pekerjaan baik, pelayanan yang baik), jaga lidah ini!

        Praktik lidah lembut yang pertama: perkataan yang benar (tidak ada dusta) dan baik (menjadi berkat bagi orang lain).
        Kalau lidah baik, kita bisa melihat hari-hari baik, artinya Tuhan akan menjadikan semuanya baik.

        Kita pasti menuai kalau kata-kata kita salah! Kalau ada kata-kata yang salah, harus dicabut seperti Ayub. Ayub dulu banyak mengomel, lalu Ayub duduk di debu mencabut perkatannya. Setelah itu Ayub dipulihkan dua kali lipat. Selama tidak dicabut, pasti susah.

        "Makanya, mencabut perakatan itu susah. Bpk Pdt Totaijs mengatakan, itu seperti membawa bantal yang isinya kapuk ke lantai 7, dan sobek dengan pisau dan sebarkan di jendela. Setelah itu, pungut itu semua dan kalau kembali utuh, itu berarti sudah mencabut perkataan. Ini pesan supaya kita tidak banyak salah dalam perkataan. Tuhan tolong kita."

        Kalau semua kata-kata yang tidak baik dicabut, maka semua akan menjadi baik (hidup menjadi baik, pelayanan, nikah, dan ekonomi menjadi baik). Lidah itu bagaikan pohon kehidupan.


      2. Roma 8: 26
        8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

        Praktik lidah lembut yang pertama yang kedua: lidah yang dikuasai oleh Roh Kudus, sehingga kita bisa menyembah Tuhan dengan keluhan yang tak terucapkan (dengan hancur hati).
        Menyembah Tuhan dengan hancur hati, bisa dengan bahasa Roh (sesuai yang diajarkan oleh Roh Kudus) atau dengan tangisan seperti bayi yang menangis (bayi menangis dengan sepenuh hati, tidak dengan pura-pura). Inilah yang bisa menarik belas kasihan Tuhan atas hidup kita.

        Seperti yang dialami oleh Musa dan raja Hizkia. Saat Hizkia divonis mati oleh Tuhan, ia menangis dan belas kasih Tuhan turun, sehingga ia masih hidup 15 tahun lagi.

        Jika menyembah Tuhan seperti bayi menangis, maka tangan belas kasih Tuhan, tangan kemurahan Tuhan diulurkan kepada kita.

        Keluaran 2: 6, 10
        2:6. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."
        2:10. Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."

        Kalau bayi menangis seperti Musa, hasilnya:


        1. tangan belas kasih Tuhan mengangkat Musa dari air (Musa diselamatkan):


          • Tuhan menyelamatkan kita dari pengaruh dunia (dari sungai Nil dan tangan puteri Firaun) dan dari pengaruh dosa-dosa sampai puncaknya dosa, sehingga kita bisa hidup benar di dalam Tuhan.


          • Tuhan menolong atau menyelesaikan segala masalah-masalah kita, sampai masalah yang mustahil.


          Kalau kita disadarkan oleh Tuhan bahwa kita orang yang paling najis, paling berdosa seperti Rasul Paulus, mari kita menangis untuk minta ampun (sadar dan meninggalkan dosa-dosa), sehingga kita diselamatkan dan sungguh-sungguh mau hidup benar di dalam Tuhan.


        2. Kalau sudah hidup benar, maka kita seperti Musa yang diangkat dari anak budak menjadi anak raja:


          • Arti secara rohani: tangan belas kasih Tuhan mengangkat kita menjadi iman-imam dan raja-raja (dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus).


          • Arti secara jasmani: ada masa depan yang berhasil dan indah pada waktu-Nya.
            Hati melembut ini sampai pada puncaknya, yaitu seperti bayi yang hanya menangis.


        3. Musa diangkat Tuhan ke Sorga. Musa meninggal dan dikuburkan, tetapi tidak ada kuburannya lagi.
          Bagi kita sekarang, jika Yesus datang kembali ke dua kali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia dan kita diangkat ke awan-awan yang permai.


    Puncak melembut adalah menjadi seperti bayi. Kalau sudah tidak bisa apa-apa, pandanglah Tuhan, menangislah kepada Tuhan saja.
    Bayi ini tidak bisa apa-apa, kalau gatal, tidak ada makanan pasti menangis, bahkan bayi tidak bisa membuang kotorannya sendiri. Mungkin kita sudah berkecimpung dalam dosa (tidak bisa bersih), tidak bisa lepas dari dosa, terus berkubang dalam dosa, kita menangis saja dan Tuhan yang akan membersihkan. Sampai nanti di awan-awan, tangisan kita akan berubah menjadi sorak sorai "Haleluya, Yesus" dan kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Kita sebagai bayi, cukup menangis saja hari-hari ini.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top