English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 13 Mei 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 20 April 2008)
Tayang: 21 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007)
Tayang: 03 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 01 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007)
Tayang: 16 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Maret 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 06 April 2008)
Tayang: 08 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 05 Agustus 2007)
Tayang: 18 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 15 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 19 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 22 Juli 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 09 Mei 2010

Kita masih tetap akan membahas injil Matius 24.
Matius 24 ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
  1. Matius 24 : 1 - 2 = pandangan terhadap ibadah yang tua/yang jasmani.
  2. Matius 24 : 3 - 44 = tentang tujuh nubuat.
  3. Matius 24 : 45 - 51 = tentang hamba-hamba yang setia dan hamba-hamba yang jahat.
Kita sudah selesai membahas bagian yang ke I yaitu tentang pandangan terhadap ibadah yang tua/yang jasmani.

Sekarang kita akan membahas bagian yang ke II tentang tujuh nubuat.
Matius 24 : 3 - 44
Tujuh nubuat ini dibagi menjadi:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat = ay 3 - 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa = ay 6 - 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak Tuhan = ay 9 - 14
  4. nubuat tentang antikris = ay 15 - 25
  5. nubuat tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya = ay 26 - 31
  6. nubuat tentang Israel = ay 32 - 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan Yesus yang keduakalinya = ay 36 - 44
Kita akan mempelajari tentang nubuat pertama tentang penyesat-penyesat/ ajaran-ajaran sesat.

Matius 24 : 3 - 5
3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?”
4. Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Jadi, sangat jelaslah di sini, tanda dari kedatangan Yesus yang kedua/ tanda dari kesudahan dunia/ tanda kiamat yang utama adalah adanya penyesat/ pengajaran sesat. Bukan tanda-tanda yang lain.

2 Petrus 2 : 1
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Dulu sudah pernah terjadi, sekarang terjadi lagi bahkan lebih dahsyat lagi sebab akan membinasakan manusia/ anak-anak Tuhan sampai mengalami penghukuman bersama dunia di neraka selama-lamanya.

Penghukuman bersama dunia = binasa secara tubuh. Kemudian binasa secara jiwa dan roh = binasa selama-lamanya di neraka.
Kekuatan dari bencana alam dan juga dari nuklir hanya membinasakan tubuh, tetapi kalau kehidupan dari anak-anak Tuhan tetap percaya dan menyeru Nama Tuhan, di saat menjadi korban bencana alam dan nuklir, tubuh mati tetapi ia akan dibangkitkan dan selamat.
Kekuatan bencana alam dan nuklir itu kecil, sebab hanya sanggup mematikan tubuh, tetapi pengajaran sesat ini membinasakan baik tubuh, jiwa dan roh sampai pada kebinasaan untuk selama-lamanya di neraka. Itu sebabnya hal ini sangat perlu diperhatikan dihari-hari ini.

Markus 8 : 14 -21
14. Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.
15. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
16. Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti."
17. Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?
18. Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,
19. pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul."
20. "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul."
21. Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

Murid-murid naik ke perahu bersama Yesus = perjalanan hidup kita mengikut Yesus bagaikan menyeberangi danau/ lautan dunia ini untuk mencapai pelabuhan damai sejahtera, yaitu kerajaan seribu tahun damai/ firdaus dan selanjutnya masuk kerajaan surga yang kekal/ Yerusalem Baru.

Tetapi di dalam cerita di atas, ragi pengajaran sesat yaitu ragi orang Parisi dan Herodes berusaha untuk menghalangi supaya kita tidak mencapai tempat yang sudah Tuhan sediakan, tetapi tenggelam dan binasa di lautan dunia = masuk dalam penghukuman bersama dunia/ kiamat sampai tenggelam ke dalam lautan api dan belerang/ neraka yang kekal. Inilah pengajaran sesat yang sungguh-sungguh dahsyat.
Itu sebabnya supaya kita tidak terkena ragi pengajaran sesat ini, maka kita harus bersekutu/masuk dalam persekutuan dengan Yesus sebagai Roti Kehidupan. Jika kita sudah dapat makan/bersekutu dengan Roti Kehidupan, maka ragi-ragi itu tidak dapat masuk dan menghancurkan kehidupan kita. Inilah satu-satunya jalan.

Ada 3 kali pemecahan roti/ 3 kali kita dapat bersekutu dengan Yesus sebagai Roti Kehidupan, yaitu:
  1. ay 19 = pemecahan roti yang pertama kali dan ini menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan awal.
    Yang dipecahkan 5 roti. Ikan menunjuk pada Roh Kudus. Tetapi sekarang ini yang ditekankan pada lima roti.
    Angka 5 = 5 luka utama dari Yesus untuk menebus dosa/ menyelamatkan manusia berdosa.

    Jadi
    kegerakan Roh Kudus hujan awal adalah kegerakan dalam injil keselamatan/ Firman penginjilan yang memberitakan Yesus yang datang pertama kali, dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Kita bandingkan dengan Markus 6 : 38-39
    38. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang adapadamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
    39. Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.

    Jadi praktek dari kita bersekutu dengan Yesus sebagai Roti Kehidupan adalah kita harus duduk di rumput untuk menerima pemecahan lima roti.

    Arti secara rohani duduk di rumput = kita menerima Firman penginjilan/injil keselamatan sampai membawa kehidupan kita diselamatkan dan dibenarkan dan juga sampai kita digembalakan supaya kita mantap di dalam keselamatan.

    Efesus 1 : 13
    Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Jadi, tanda dari kita diselamatkan adalah:
    1. Percaya kepada Yesus lewat mendengarkan Firman Tuhan
    2. Bertobat/berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan
    3. Masuk dalam baptisan air dan baptisan Roh Kudus = lahir baru.

    Di dalam lahir baru, kita mengalami hidup di dalam kebenaran dan menjadi senjata-senjata kebenaran. Inilah orang yang diselamatkan.

    Orang yang sudah diselamatkan, jangan menganggur, tetapi harus menjadi senjata kebenaran yaitu melayani Tuhan. Sebab kalau tidak melayani Tuhan/ menjadi senjata kebenaran, maka nanti akan dipakai untuk menjadi senjata dosa/ dipakai oleh setan.
    Setelah diselamatkan, masih ada lagi yaitu duduk di rumput.

    Amsal 12 : 26
    Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    Orang benar adalah hidup di dalam kebenaran = senjata kebenaran/pelayan Tuhan, secara otomatis akan mencari tempat penggembalaan. Orang benar menempati penggembalaan = harus tergembala/berada di dalam kandang penggembalaan.

    Sebaliknya,
    mengapa tidak tergembala? yang tidak tergembala akan disesatkan oleh pengajaran-pengajaran sesat dan akan menuju kepada kebinasaan. Inilah praktek bersekutu dengan Yesus sebagai Roti Kehidupan.

    Dulu, untuk menerima pemecahan lima roti, harus duduk di rumput. Untuk sekarang berarti kita menerima injil keselamatan sampai kita dibenarkan = hidup dalam kebenaran dan menjadi senjata kebenaran = selamat. Tetapi sesudah itu harus tergembala.

    Mengapa kita harus tergembala/ hidup dalam penggembalaan? Jawabannya:
    1. Supaya kita tidak disesatkan.
      Dalam penggembalaan, kita memantapkan keselamatan, sehingga kita tidak dapat disesatkan yang di dalam injil Yohanes 10 disebutkan dengan pengajaran-pengajaran asing/ pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan.


    2. Supaya kita terpelihara.
      Dulu dengan 5 ketul roti dapat memberi lima ribu orang laki-laki saja = terpelihara secara tubuh, jiwa dan roh.

      1 Petrus 2 : 25
      Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Kalau pengajaran sesat membinasakan tubuh, jiwa dan roh tetapi di dalam penggembalaan terpelihara tubuh, jiwa dan roh sehingga dapat hidup benar dan suci sampai menjadi sempurna. Dan pemeliharaan terakhir adalah sampai di Yerusalem Baru. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Markus 8 : 20
    "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul."

    Jadi pemecahan roti yang kedua menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir dan yang dipecahkan tujuh roti.
    Angka 7 menunjuk pada kesempurnaan. Kalau angka 5 menunjuk pada 5 luka utama Yesus untuk menyelamatkan. Tetapi keselamatan ini belumlah cukup.

    Jadi
    kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam injil tentang kemuliaan Kristus/ Firman pengajaran yang memberitakan tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan sidang jemaat menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

    Praktek dari kita bersekutu dengan Yesus sebagai Roti Kehidupan kalau
    pemecahan lima roti = kita duduk di rumput.

    Markus 6 : 38-39
    38. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
    39. Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.

    Sedangkan pemecahan tujuh roti :
    Markus 8 : 6
    Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.

    Jadi praktek bersekutu dengan Yesus sebagai Roti Kehidupan yang kedua adalah duduk di tanah untuk menerima tujuh roti.

    Arti rohani dari duduk di tanah adalah merendahkan diri serendah- rendahnya sampai mengaku bahwa kita hanyalah bejana tanah liat untuk dapat diisi dengan Firman pengajaran/ cahaya injil tentang kemuliaan Kristus yang sanggup menyucikan dan menyempurnakan. Semoga kita dapat mengerti.

    Orang yang sombong apalagi yang kaya dan pandai, tidak dapat menerima Firman pengajaran. Mungkin mereka dapat menerima Firman penginjilan sebab Yesus menebus dosa sehingga mereka diselamatkan, tetapi untuk Firman pengajaran, orang yang pandai/kaya dan merasa dipakai oleh Tuhan, tidak dapat menerima bahkan dapat menghina Firman pengajaran. Semoga kita dapat mengerti.

    Di dalam srt Ibrani, Firman pengajaran adalah Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan ini amat menyakitkan bagi daging. Itu sebabnya orang yang kaya, yang pandai tidak mau menerima Firman pengajaran sebab sudah merasa enak, untuk apa ditusuk?

    2 Korintus 4 : 7- 9
    7. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
    8. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
    9. kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

    Jika kita merasa sebagai tanah liat, maka kita mau diisi dengan harta.

    Apa arti dari harta yang diisi di dalam bejana tanah liat?
    1 Korintus 4 : 3-4
    3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Harta itu adalah injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah Wujud Allah = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/ Firman pengajaran.

    Inilah harta yang dapat diisi di dalam bejana tanah liat, artinya kalau kehidupan itu mau duduk di tanah, sekalipun memiliki kekayaan, ijazah tetapi kalau mau mengaku bahwa kehidupan itu tidak dapat berbuat apa-apa. Betapa lebih sombongnya kita, jika kita tidak memiliki apa-apa tetapi menolak Firman pengajaran ini atau kita mengantuk di saat mendengarkan Firman dan ini bukanlah tanah liat tetapi batu. Semoga kita dapat mengerti.

    Mari, sekarang ini jangan hanya kegerakan hujan awal: sudah selamat dan hidup benar dan menjadi senjata kebenaran supaya tidak disesatkan dan kita benar-benar terpelihara mulai di dunia sampai di surga

    Sesudah itu masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir dengan merendahkan diri = saya hanyalah tanah liat, tetapi mau diisi dengan harta/ mau menerima Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/ injil tentang kemuliaan Kristus.

    Jika bejana tanah liat ini diisi dengan Firman pengajaran, maka hasilnya:
    1. 2 Korintus 4 : 8-9
      8. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
      9. kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

      = Kita menerima kekuatan yang melimpah-limpah dari Tuhan sehingga kita menjadi kehidupan Kristen yang tahan banting.

      Bejana dari tanah liat ini tidak tahan banting, jangankan dibanting, dijepit saja sudah retak.
      Contoh: bejana tanah liat dihias dengan diberi lukisan yang indah. Lukisan yang indah = ijazah. Kemudian diberi manik-manik = harta yang melimpah. Jadi perhiasan dari tanah liat ini sudahlah lengkap. Kemudian dijatuhkan, tentu akan pecah. Inilah tanah liat yang tidak tahan banting.

      Berapa banyak orang pandai yang bunuh diri. Untuk melawan dosa, berapa banyak orang yang pandai, yang justru berselingkuh. Bejana tanah liat ini tidak tahan banting jika melawan dunia, hanya bejana tanah liat yang diisi dengan Firman pengajaran yang tahan banting, artinya:
      • Tidak merasa kecewa di saat menghadapi pencobaan yang berat
      • Tidak merasa bangga di saat menghadapi keberhasilan.
        Ada orang yang tahan banting ketika ia menghadapi pencobaan. Ia tidak merasa kecewa, tetapi pada waktu ia dipuji, ia jatuh sebab merasa bangga karena merasa hebat.

      • Tidak dapat binasa oleh maut = hidup kekal.

      Inilah kekuatan dari bejana tanah liat yang diisi dengan Firman pengajaran.

      Itu sebabnya, biarlah kita bersekutu dengan Yesus sebagai Roti Kehidupan agar:

      • Kita tergembala sehingga kita dapat hidup benar dan menjadi senjata kebenaran = injil keselamatan
      • Bejana tanah liat harus diisi dengan Firman pengajaran sehingga kita dapat tahan banting dan hasilnya kita mendapatkan kekuatan yang melimpah.

    2. Ibrani 4 : 12 -13
      12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
      13. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

      = Kita mengalami penyucian oleh Firman bagaikan kita ditusuk.
      Istilah menusuk = menyucikan. Dimulai darimana penyucian ini? Tadi dikatakan pertimbangan dan pikiran hati.

      Jadi penyucian ini dimulai dari :
      perut hati yang merupakan sumber dari segala dosa/ gudangnya dosa.

      Hakim-hakim 3 : 16 - 17, 21-22
      16. Dan Ehud membuat pedang yang bermata dua, yang panjangnya hampir sehasta, disandangnyalah itu di bawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya.
      17. Kemudian ia menyampaikan upeti kepada Eglon, raja Moab. Adapun Eglon itu seorang yang sangat gendut.
      21. Kemudian Ehud mengulurkan tangan kirinya, dihunusnya pedang itu dari pangkal paha kanannya dan ditikamkannya ke perut raja,
      22. sehingga hulunya beserta mata pedang itu masuk. Lemak menutupi mata pedang itu, sebab pedang itu tidak dicabutnya dari perut raja. Lalu keluarlah ia melalui pintu belakang.

      Raja Ehud suka upeti/suka uang = terikat akan uang.
      Perut gendut = kehidupan yang terikat akan uang = di dalamnya menyimpan lemak.

      Apa arti dari lemak? Lemak ini milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Imamat 3 : 16 – 17
      16. Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan Tuhan.
      17. Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah.”

      Inilah penyucian hati yang menimbun lemak yang harus ditusuk/ disucikan sehingga kita dapat mengeluarkan lemak/ mengembalikan milik Tuhan. Kita jangan membiarkan lemak ini tersembunyi = jangan dosa mencuri milik Tuhan tersembunyi di dalam perut hati seperti Yudas, sebab satu waktu Yudas menggantung dirinya dan ia terjatuh sehingga perutnya terobek dan isinya terburai keluar = tidak ada pengampunan lagi = binasa.

      Lebih baik sekarang ini dimulai dari saya sebagai gembala, daripada perut gendut akan dirobek dan binasa seperti Yudas, lebih baik sekarang ini kita ditusuk oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua agar kita dapat mengeluarkan lemak/ mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus kepada Tuhan.

      Mengembalikan milik Tuhan yaitu memberikan persepuluhan dan persembahan khusus dan ini bagaikan kita membakar lemak dan akan menghasilkan bau yang menyenangkan di hadapan Tuhan sehingga kita menyenangkan Tuhan. Inilah adalah rumus kerajaan surga yang tidak dapat diganggu gugat.

      Kalau kita menyenangkan Hati Tuhan, maka Tuhan pasti akan menyenangkan hati kita sebab tidaklah mungkin Tuhan akan menyengsarakan kita. Jangan seperti Yudas dan Eglon yang lemaknya juga keluar tetapi mereka sudah binasa sebab selama itu, mereka menimbun lemak sehingga berbau busuk. Kita jangan menimbun lemak, sebab kalau menimbun, maka itu berarti kita terikat akan uang = pencuri. Semoga kita dapat mengerti.

      Mari kita merendahkan diri, sebab kalau persoalan persepuluhan, kita tidak dapat merendahkan diri, maka kita tidak dapat memberikan kembali kepada Tuhan. Saya selalu mengatakan, kalau saudara mendengarkan Firman Tuhan dan berkata bahwa persepuluhan itu tidak dapat saudara lakukan, sebab gaji yang saudara dapatkan itu karena saudara bersekolah yang tinggi, itu sebabnya saudara mendapatkan gaji yang besar. Untuk ini, maafkan kalau saya katakan, lebih baik saudara jangan memberikan persepuluhan, sebab Tuhan tidak membutuhkan uangnya, tetapi Tuhan membutuhkan pengakuan dari kita bahwa:
      • Kita hidup dari kemurahan Tuhan
      • Kita menjadi milik Tuhan. Ini saja yang Tuhan butuhkan, supaya kita tidak disesatkan dan menjadi milik dari yang lain.

      Maafkan juga bagi yang menghasilkan pendapatan yang haram/yang tidak sesuai dengan Firman. Pendapatan saudara itu jangan saudara perpuluhkan, sebab itu bukan merupakan lemak yang berbau harum = yang mengotori milik Tuhan dan tidak akan diterima oleh Tuhan. Sekali lagi, Tuhan tidak membutuhkan uangnya, tetapi penyuciannya demi kehidupan kita sendiri.

      mulut
      Penyucian dimulai dari hati/akar, sedangkan buahnya ada di mulut.

      Mazmur 149 : 1, 6
      1. Haleluya! Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
      6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

      Kalau ada pedang bermata dua di tangan, maka terjadi penyucian pada kerongkongan/ mulut/ lidah. Hati/ akar sudah disucikan dari keterikatan akan uang sehingga kita dapat menyembahkan lemak yang berbau harum dan menyenangkan Hati Tuhan dan Tuhan juga akan menyenangkan hati kita.

      Tetapi penyucian ini terus berlanjut sampai pada buah yaitu penyucian di kerongkongan. Kalau ada pedang di tangan/ dipraktekkan, maka pasti kerongkongan disucikan.

      Penyucian mulut ini dimulai dari tidak ada dusta sampai mulut tidak salah dalam perkataan. Yakobus 3 : 2
      Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      Berarti seluruh hidupnya sudah sempurna.
      Coba kita bandingkan tubuh kita ini, bagian mana yang paling berdosa? Tangan berdosa karena menampar dlsbnya, tetapi jika dibandingkan dengan mulut, maka lebih banyak mulut yang berdosa. Itu sebabnya mulut ini harus ditusuk sehingga tidak salah lagi dalam perkataan, berarti seluruh tubuh sudah tidak ada salah lagi = sempurna.

      Tidak salah dalam perkataan ini ditulis di dalam Mazmur 149 maupun di dalam ktb Wahyu sebab hanya mengeluarkan satu bahasa.

      Mazmur 149 : 1, 9
      1. Haleluya! Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
      9. untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

      Jika Yesus datang, benar-benar serentak seperti suara desau air bah yang berseru Haleluya.

      Inilah penyucian:
      • Kita diisi dengan Firman pengajaran sehingga ada kekuatan/ kita tahan banting sampai tidak binasa/ tidak dikuasai oleh maut
      • Penyucian hati = lemak harus dikeluarkan
      • Mulut disucikan sampai hanya berseru Haleluya = menyembah Tuhan = tidak salah dalam perkataan.

      Wahyu 19 : 6 – 7
      6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Inilah kegerakan Roh Kudus hujan akhir dengan tiga kali pemecahan roti.
    • Pemecahan roti yang pertama --> lima roti = Firman penginjilan. Kita selamat tetapi harus tergembala supaya tidak disesatkan.
    • Pemecahan roti yang kedua --> tujuh roti = kita menerima Firman pengajaran yang benar/ Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan perut hati kita sampai pada kerongkongan/ mulut tidak salah dalam perkataan = sempurna dan tidak disesatkan oleh apapun juga.
  1. Markus 8 : 14
    Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.

    Dari pemecahan lima roti, kemudian tujuh roti dan yang ketiga pemecahan satu roti. Satu roti yang dipecah-pecahkan,menunjuk pada perjamuan suci.
Jadi, sudahlah lengkap:
  • Ada Firman penginjilan = kita bersekutu dengan Yesus.
  • Ada Firman pengajaran
  • Perjamuan suci.
1 Korintus 10 : 16 - 17
16. Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
17. Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Jadi praktek dari bersekutu dengan Yesus sebagai Roti Kehidupan yaitu lewat perjamuan suci. Jika kita sudah menjadi sempurna dan menjadi Mempelai Wanita, tidak akan ada gunanya jika kita tidak bertemu dengan Mempelai Pria Surga. Inilah kegunaan dari perjamuan suci.

Apa yang menjadi hasil dari perjamuan suci?
  1. Ay 17 = kita dapat menjadi satu tubuh.
    Ada banyak suku, bahasa, status sosial, pandai, bodoh dll, tetapi lewat perjamuan suci, kita dapat menjadi satu tubuh/tidak tercerai berai, dan dimulai:
    • Nikah/ suami dan isteri lewat perjamua suci, menjadi satu tubuh. Jangan suami dan isteri di gereja menikmati perjamuan suci, tetapi di rumah bertengkar.
    • Dalam penggembalaan, sekalipun kita berbeda-beda, tetapi lewat perjamuan suci, kita dapat menjadi satu tubuh.

    Jika kehidupan kita benar-benar:

    • menerima injil keselamatan,
    • hidup benar sehingga menjadi senjata kebenaran
    • digembalakan dan menerima pengajaran
    • disucikan

    maka tidaklah sulit untuk menjadi satu tubuh = menjadi sempurna.

    • Antar penggembalaan, sampai nanti
    • Kesatuan tubuh secara internasional, yaitu Israel dan kafir menjadi satu tubuh = sempurna.

    Inilah perjamuan suci yang menyatukan Tubuh Kristus.
    Efesus 2 : 13 – 16
    13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
    16. dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    Salib = Darah Yesus yang ampuh sebab dapat merobohkan tembok pemisah/ tembok perseteruan antara Israel dengan kafir menjadi satu tubuh. Apalagi kesatuan di dalam nikah, bagaimana mungkin Darah Yesus tidak dapat menyatukan? Kalau tidak dapat menyatukan, itu karena kekerasan hati.

    Apa yang menjadi tembok pemisah/ perseteruan? yang menjadi tembok pemisah/perseteruan adalah kebenaran diri sendiri dan ini yang harus dirobohkan di hari-hari ini, sebab ini merupakan tembok pemisah yang sangat kuat. Orang berdosa membenarkan diri sendiri dengan cara menyalahkan orang lain sampai menyalahkan Tuhan.

    Di saat kita mengangkat perjamuan suci/ makan minum perjamuan suci, mari kita bertekad dan dimulai dari saya untuk memeriksa diri (jangan memeriksa orang lain) kalau masih ada tembok pemisah di dalam nikah, di dalam penggembalaan, di dalam antar penggembalaan, kita mengaku bahwa kitalah yang bersalah, maka kita dapat menyatu sebab kita sudah merobohkan kebenaran diri sendiri. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Yohanes 6 : 56
    Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

    Satu roti yang dipecah-pecahkan untuk menjadikan kita menjadi satu tubuh dengan Yesus yaitu menjadi satu tubuh dengan Yesus sebagai Kepala = penyembahan/ leher. Di dalam perjamuan suci, kalau kita tidak keras hati tetapi sungguh-sungguh melihat dosa kita, melihat Yesus di atas kayu salib sehingga hati kita melembut dengan berkata bahwa ‘diriku-lah yang bersalah’ maka langsung ada hubungan dengan Kepala = langsung dapat menyembah Tuhan.

    Tetapi selama kita keras hati, maka kita tidak dapat menyembah Tuhan sebab kering. Seperti perempuan Kanani waktu anaknya sakit, tetapi ia berkata kepada Tuhan : ‘tolonglah aku’, bukan ‘tolonglah anakku’. Anakku menjadi seperti ini, sebab akulah yang bersalah. Inilah hubungan dengan Yesus sebagai Kepala dan pastilah kita dapat menyembah Tuhan.

    1 Petrus 5 : 6
    Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Penyembahan = kita mengulurkan tangan kepada Tangan Tuhan yang Kuat dan Tuhan juga akan mengulurkan Tangan-Nya yang Kuat dan penuh kuasa untuk menjamah/memegang kita.
Matius 8 : 14
Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.

Demam
:
  • Penyakit secara jasmani. Kalau saudara menderita penyakit jasmani, Tuhan siap menjamah.
  • Tidak panas tetapi juga tidak dingin = suam-suam dan ini merupakan penyakit secara rohani yang lebih berbahaya daripada penyakit secara jasmani.
Keadaan suam-suam ini seperti keadaan dari jemaat Laodikia yang berarti tidak setia dan juga tidak berkobar-kobar lagi di dalam pelayanan dan ini seperti muntah di hadapan Tuhan = jatuh dalam kenajisan. Demam ini terjadi karena ada infeksi/ ada sesuatu yang tidak beres.

Mari! Sekarang ini mungkin saudara mengalami infeksi secara keuangan, infeksi di dalam nikah dan buah nikah, tetapi lewat pemecahan roti yang pertama, kedua dan ketiga khususnya perjamuan suci, akan ada uluran Tangan Tuhan untuk membereskan semua yang tidak beres.

1 Petrus 5 : 6
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Tuhan mengulurkan Tangan yang Kuat untuk mengangkat/ meninggikan kita. apa yang sudah merosot/ yang sudah tenggelam seperti Petrus yang menulis tentang dirinya sendiri yang pernah tenggelam, tetapi ia beruntung sebab ia ditarik oleh Tuhan.

Sekalipun sekarang ini kita masih berada di bawah, tetapi kita harus terus menerus berada dalam:
  • Pemecahan roti yang pertama = kita selamat, hidup benar dan menjadi senjata kebenaran, kita tergembala.
  • Pemecahan roti yang kedua = penyucian sampai mulut hanya dapat berseru Haleluya.
  • Pemecahan roti yang ketiga = penyembahan = kesatuan tubuh dengan Kepala --> kita ditinggikan bukan hanya di dunia tetapi nanti satu waktu jika Yesus datang kembali yang kedua kalinya, kita akan ditinggikan bersama dengan Dia di awan-awan yang permai. Masuk dalam pelabuhan damai/kerajaan seribu tahun damai kemudian masuk kerajaan surga yang kekal. Tidak ada yang tenggelam di lautan dunia dan juga tidak ada yang tenggelam di lautan neraka sebab kita semua dipegang oleh Tangan Tuhan.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top