English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 18 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 22 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Mei 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007)
Tayang: 16 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 14 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007)
Tayang: 03 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 23 Maret 2008)
Tayang: 09 Oktober 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 04 November 2007)
Tayang: 15 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 28 Oktober 2007)
Tayang: 04 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 12 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 05 Agustus 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 18 Mei 2010

Kita sudah membahas injil Matius 24 yang secara keseluruhan berbicara tentang penghukuman TUHAN atas dunia yang lazim disebut dengan kiamat. Dunia beserta isinya akan hancur dan lenyap pada saat kedatangan TUHAN YESUS Yang kedua kalinya.

Tetapi bagi kita yang sungguh-sungguh bersama Dia, akan terangkat untuk dipermuliakan bersama YESUS selama-lamanya. Satu-satunya yang tidak hancur pada waktu kedatangan YESUS Yang kedua kalinya/kiamat adalah kehidupan Kristen yang sudah sempurna dan menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang sama mulia dengan TUHAN YESUS. Itu sebabnya kita akan mempelajari injil Matius 24 ini dengan sungguh-sungguh serius supaya kita tidak ikut hancur waktu kiamat, tetapi kita akan dipermuliakan bersama YESUS.

II. Matius 24 : 3-44 --> tentang tujuh nubuat.
Jadi, sebelum kiamat/sebelum kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, ketujuh nubuat ini harus digenapi.

Kita akan mempelajari nubuat yang pertama tentang penyesat-penyesat
Matius 24 : 3-5
3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Jadi, tanda utama dari kedatangan YESUS kembali Yang kedua kalinya, bukanlah peperangan, bencana alam dllnya, tetapi tanda utamanya adalah adanya penyesat-penyesat/pengajaran-pegajaran sesat yang lebih berbahaya dari bencana alam, peperangan maupun dari senjata nuklir sebab kalau bencana alam, peperangan dan juga senjata nuklir hanya membunuh tubuh, tetapi tidak dapat membinasakan roh dan jiwa. Sedangkan ajaran-ajaran sesat membinasakan baik tubuh, jiwa dan roh sampai pada kebinasaan di neraka. Ini kedahsyatan yang sungguh-sungguh hebat.
Kalau ada bencana alam dan ada anak TUHAN yang diijinkan TUHAN ikut menjadi korban yang tewas, tetapi kalau kehidupan itu hidup di dalam iman kepada YESUS dan juga hidup di dalam kebenaran di dalam TUHAN, maka jiwa dan rohnya akan tetap selamat.

Istilah banyak orang yang akan menyesatkan dan banyak orang yang disesatkan = umum, sehingga yang berpegang pada Firman pengajaran yang benar, hanya sedikit = dikhususkan dan ini harus benar-benar diwaspadai sebab banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih. Semoga ini menjadi awasan bagi kita semua.

Siapa penyesat-penyesat dan ini juga termasuk orang yang disesatkan?

2 Yohanes 1 ; 7-11, tetapi kita akan membaca 2 Yohanes 1 : 7, 8
7. Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
8. Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.

Disebutkan lagi kata 'banyak'. Coba saudara perhatikan, di dalam alkitab, kalau berbicara tentang penyesat-penyesat, pasti tertulis kata 'banyak'. Jadi, penyesat-penyesat ini selalu ada dimana-mana sebab mereka sudah ada di seluruh dunia. Tidak akan ada gunanya apa yang sudah kita kerjakan, mulai dari bayi saat diserahkan kepada TUHAN, sampai kita menjadi dewasa dengan melakukan apa saja untuk TUHAN, tetapi kalau disesatkan, maka semuanya tidak akan ada gunanya.

Waktu yang lalu, kita sudah membahas tentang penyesat yang pertama, mereka adalah orang yang tidak mengaku bahwa:
  • YESUS Kristus sudah datang sebagai Manusia/sebagai Daging
  • YESUS sebagai Juruselamat sehingga mereka tidak mau bertobat
  • YESUS sebagai Imam Besar sehingga orang Kristen yang tidak mau berdamai = tidak mau melayani TUHAN
  • YESUS sebagai Mempelai Laki-laki Surga, hubungan Mempelai adalah hubungan di dalam penyembahan. Jadi orang yang tidak mau menyembah TUHAN = penyesat-penyesat/disesatkan.
Sekarang kita akan membahas tentang penyesat yang kedua dengan membaca di dalam 2 Yohanes 1 : 9,
Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

Jadi saya simpulkan siapa penyesat-penyesat itu yaitu:
  1. orang yang tidak mengaku bahwa YESUS Kristus telah datang sebagai Manusia/Daging
  2. orang yang melangkah keluar/meninggalkan Firman pengajaran yang benar.
Mengapa mereka melangkah keluar/meninggalkan Firman pengajaran yang benar?
sebab mereka tidak merasa puas di dalam penggembalaan yang dibina oleh Firman pengajaran yang benar. Mengapa mereka tidak merasa puas? Ini juga merupakan koreksi bagi saya sebagai seorang gembala dan juga bagi para hamba-hamba TUHAN untuk membenahi diri supaya sidang jemaat merasa puas.

Mengapa sidang jemaat tidak merasa puas?
sidang jemaat merasa tidak puas sebab dibimbangkan oleh suara-suara asing, oleh gosip-gosip yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya sehingga tidak dapat menerima Firman dan juga karena mempertahankan dosa/menolak penyucian. Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua ini akan selalu menusuk dan juga bagaikan palu yang selalu memukul kalau kita mempertahankan dosa. Jika kita tidak mau disucikan dengan mempertahankan dosa, maka kita akan selalu ditusuk dan dipalu; tetapi kalau setiap kali kita ditusuk dan dipalu, kemudian kita melepaskan dosa, maka Firman Yang datang tidak lagi berupa pedang dan palu tetapi berupa nasihat yang baik/nasihat yang lembut dan merupakan jalan keluar bagi hidup kita. Semoga kita dapat mengerti.

Itu sebabnya, mari! dimulai dari saya untuk membenahi diri dalam melayani TUHAN lewat sidang jemaat di Malang dan di Surabaya dengan sungguh-sungguh penuh pengorbanan. Demikian juga bagi saudara, mari! jangan mendengarkan suara asing dan juga jangan mempertahankan dosa sehingga kita dapat bertahan di dalam Firman pengajaran yang benar. Sebab kalau kita keluar dari Firman pengajaran yang benar, kita dapat menjadi penyesat/antikrist.

1 Yohanes 2 ; 18, 19
18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Banyak antikrist sekarang ini, itu sebabnya kita harus berhati-hati; darimana mereka? ada yang menyebut dari negara ini dan itu, tetapi saya tidak berani menyebutnya, sebab nanti kalau negara Indonesia tidak disebut, akan membuat kita menjadi tidak waspada. Bukan dari negara ini dan itu, tetapi alkitab menyebut --> di dalam ay 19, dari antara kita = dari orang Kristen sendiri/playan TUHAN/hamba-hamba TUHAN.

Istilah di dalam terj. baru disebut dengan tidak sungguh-sungguh, tetapi di dalam terj.lama disebut dengan'keluar dari kita' = melangkah keluar dari Firman pengajaran yang benar/dari penggembalaan yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang kita akan mempelajari pengertian dari melangkah keluar/keluar dari kita/dari Firman pengajaran yang benar = antikrist/si penyesat yaitu:
  1. 2 Tesalonika 2 : 1-4
    1. Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
    2. supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
    3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
    4. yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

    Jadi, pengertian dari antikrist yang keluar dari Firman pengajaran yang benar adalah murtad = menjadi manusia durhaka. Kita harus berhati-hati, sebab Firman pengajaran yang benar ini sudah kita alami dan saksikan betapa hebatnya, tetapi mendadak kita tinggalkan. Ini sangat berbahaya sebab itu berari murtad = menjadi manusia durhaka. Semoga kita dapat mengerti.

    Praktek dari manusia durhaka ini adalah tidak sungguh-sungguh/tidak setia di dalam ibadah pelayanan/dalam penggembalaan.

    Ibrani 10 : 25-27
    25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    Kita sudah mengetahui tentang kebenaran, kemudian kita tinggalkan, maka ini merupakan dosa yang tidak terampuni lagi.
    Tidak setia = biasa meninggalkan penggembalaan dan tidak merasa bersalah/berdosa bahkan merasa benar = dosa kebiasaan = tidak tergembala karena sudah merasa bebas. Memang saudaraku! Tergembala itu berarti = kita diberi tali sehingga daging yang merasa tidak bebas tetapi jiwa dan roh yang justru dibebaskan. Sebab jika daging tidak dibendung akan menjadi liar, maka jiwa dan roh akan tertekan oleh daging. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita harus berhati-hati dengan daging ini, sebab jika sudah tidak mau digembalakan lagi, maka selangkah lagi menjadi sengaja meninggalkan ibadah pelayanan sampai satu saat tidak bisa digembalakan lagi dan ini berarti sudah menjadi murtad/durhaka sekali-pun ia adalah seorang hamba TUHAN, seorang gembala, rasul yang hanya menunggu penghukuman dari TUHAN. Ini benar-benar merupakan kengerian sebab akan binasa bersama dunia sampai kekal di neraka.

    Itu sebabnya di bagian atas di dalam srt 2 Yohanes 1 dikatakan supaya kita jangan kehilangan upah dan kewaspadaan kita adalah di dalam Mazmur 23 --> TUHAN adalah Gembala-ku yang merupakan pengakuan dari raja Daud. Dihari-hari ini, kita sudah harus mantap di dalam penggembalaan.

    Mazmur 23 : 1
    Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

    TUHAN adalah Gembala-ku = mantap di dalam penggembalaan dan hasilnya takkan kekurangan aku, artinya:
    • kita dipelihara oleh TUHAN di tengah dunia yang penuh dengan kesulitan, bagaikan hidup di padang gurun. Secara jasmani, kita dipelihara oleh TUHAN. Dipelihara secara jiwa dan roh yaitu kita mendapatkan ketenangan, kedamaian dan juga kebahagiaan.

    • Sudah tidak disesatkan lagi dan juga tidak bercacat cela lagi sampai menjadi sempurna seperti YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

  2. 2 Tesalonika 2 : 4
    yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
    Meninggikan diri/sombong yaitu mau mengatur, mau menguasai bahkan mau disembah = antikrist/si penyesat.
    Jadi yang menjadi praktek dari manusia durhaka/melangkah keluar dari Firman pengajaran yang benar:
    • Biasa meninggalkan ibadah
    • Tidak mau digembalakan sampai tidak dapat digembalakan. Kemudian praktek selanjutnya
    • Meninggikan diri/sombong

    Praktek ini sangat berbahaya dan dimulai dari saya agar jangan meninggikan diri/sombong.

    Wahyu 13 : 1, 5, 8
    1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
    5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
    8. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

    Cenderung untuk mau mengatur, mau menguasai bahkan cenderung untuk mau disembah. Memang di dalam penggembalaan masih dibedakan seperti gandum dengan ilalang tetapi kalau sudah berbuah akan kelihatan; gandum/padi jika sudah berbuah akan semakin menunduk/merendahkan diri, tetapi kalau ilalang, jika berbuah, ia akan tumbuh menjadi semakin tinggi/menjadi semakin meninggikan diri/bertambah kencang. Sebab kalau tidak kencang dan angin bertiup, maka akan berterbangan. Inilah manusia yang sombong seperti ilalang, baru dipuji sedikit, sudah lupa diri/tidak tahu diri.

    Bagi kaum wanita, harus berhati-hati, sebab dulu Hawa dan sekarang kembali lagi ke taman Eden yaitu wanita ingin mengatur dan menguasai di mana ada laki-laki = mengajar dan memerintah di mana ada laki-laki. Seharusnya Adam yang menentukan semuanya, tetapi Hawa setelah ia berdialog dengan ular, maka ia yang mengambil keputusan karena menganggap diri mampu = tanpa Adam saya juga bisa. Apalagi demi kebaikan keluarga, sebab setelah makan buah yang dilarang oleh TUHAN, keluarga-ku dapat menjadi sama seperti TUHAN, padahal itu salah. Atau demi sidang jemaat, saya berjuang tetapi salah, sebab yang diterima bukanlah kesempurnaan tetapi kutukan.

    Itu sebabnya bagi kaum wanita, harus berhati-hati, sebab akan kembali ke taman Eden yang mau mengatur, menguasai dan memerintah di dalam rumah tangga dan juga di dalam ibadah pelayanan yang dihadiri oleh laki-laki. Kecuali bagi kaum ibu yang sudah menjadi janda, harus mengatur rumah tangga sebab suami sudah tidak ada lagi.

    Saya berbicara di dalam penggembalaan yaitu:
    • Di dalam rumah tangga, maka suamilah yang menjadi kepala dan yang mengatur rumah tangga berdasarkan Firman TUHAN. Sedangkan
    • Di dalam penggembalaan, yang boleh mengatur sidang jemaat di dalam suatu penggembalaan adalah gembala lewat Firman penggembalaan/tongkat penggembalaan/bunyi sangkakala. Seperti dulu, bangsa Israel diatur dengan sangkakala. Tidak perlu dipanggil satu persatu, cukup dengan meniupkan sangkakala, maka semua sudah datang untuk berkumpul. Itu sebabnya, doakan saya supaya saya tidak perlu memanggil satu demi satu, tetapi cukup dengan Firman penggembalaan. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika seorang gembala sudah tidak dipercaya lagi untuk mengatur sidang jemaat lewat Firman penggembalaan (mis: dalam menyampaikan Firman, dalam hal keuangan dllnya, tetapi diatur oleh tua-tua), permisi berbicara! Maka sidang jemaat sedang menuju/mengarah ke antikrist. Firman TUHAN mengatakan hal ini dengan sungguh-sungguh serius.

    Jika gembala mengatur sidang jemaat bukan berdasarkan Firman penggembalaan, tetapi dengan kekuasaan/sebagai diktator, maka sidang jemaat juga menuju ke antikrist/penyesatan. Ini sungguh-sungguh serius, itu sebabnya jangan ada ilalang di antara kita dan ini di mulai dari saya, jangan merasa hebat karena saya menjadi gembala sehingga saya dapat berbuat seenaknya.

    Ada beberapa hamba TUHAN yang bertanya kepada saya mengenai keuangan/persepuluhan dllnya, saya katakan kepada mereka --> yang dipertahankan bukan uangnya. Dulu saudara bekerja/tidak? Mereka menjawab bahwa mereka bekerja. Kemudian saya berkata: kalau begitu mengapa saudara mau menjadi pendeta? Bekerja saja terus sambil melayani di paduan suara, melayani sekolah Minggu sebab itu sama. Tetapi setelah menjadi pendeta, masih mau mencari uang/mempertahankan uang, untuk apa?

    Yang dipertahankan oleh seorang gembala itu bukan uangnya, tetapi kepercayaan TUHAN. Apalagi mengenai persepuluhan, sebab ada kaitan dengan makanan, sebab ini merupakan tanggung jawab dari seorang gembala. Semoga kita dapat mengerti.

    Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan jangan melangkah keluar yang sekali-pun terlihat bagus tetapi arahnya sudah lain yaitu mengarah kepada antikrist/penyesatan.

    Mari! jangan ada yang menjadi ilalang sebab itu berarti:
    • Murtad
    • Tidak mau tergembala sampai tidak bisa tergembala
    • Mau mengatur dan mau menguasai sekali-pun tidak sesuai dengan tempat/kedudukan sebab ini sangat berbahaya. Semoga kita dapat mengerti.

  3. 1 Timotius 4 : 1, 2
    1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
    2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

    Murtad = gugur dari iman = melangkah keluar dari Firman pengajaran yang benar.

    Praktek gugur dari iman adalah:
    • tidak percaya lagi kepada YESUS sebab tidak tahan menghadapi pencobaan sehingga menjadi kecewa dan putus asa dan juga tidak tahan dari godaan setan. Bagi kaum muda, mungkin karena digoda oleh si A, si B sehingga tidak percaya lagi kepada YESUS. Juga di dalam pekerjaan dlsbnya.

    • bimbang sampai meninggalkan pengajaran yang benar dan mengikuti pengajaran-pengajaran setan/pengajaran-pengajaran sesat. Mulai bimbang = melangkah keluar.
      Salah satu Firman TUHAN yang dibawakan oleh alm.bpk.pdt Pong yang saya catat --> 'kita harus waspada kepada seseorang yang sudah mulai goyah terhadap Firman pengajaran tabernakel dan Mempelai'. Jika seseorang itu sudah meninggalkan Firman pengajaran yang benar, pasti akan menerima pengajaran yang sesat. Di dalam 1 Timotius 4 dikatakan ajaran setan-setan.

    Jangan saudara meninggalkan Firman pengajaran yang benar sekali-pun Firman pengajaran yang diberitakan itu, sudah menyucikan tetapi karena saudara terbentur pada sesuatu, kemudian saudara tinggalkan --> jangan saudara lakukan.
    Demikian juga bagi para hamba-hamba TUHAN yang terbentur dengan jumlah sidang jemaat, sebab jika saudara memberitakan Firman TUHAN dengan keras, maka sidang jemaat datang dan kemudian mereka pergi. Tidaklah mengapa jika terjadi seperti itu, sebab itu berarti belum waktunya --> biarkan saja. Jangan karena melihat jumlah sidang jemaat, kemudian saudara mengurangi pengajaran --> jangan saudara lakukan!

    Demikian juga dengan sidang jemaat yang merasa pemberitaan Firman pengajaran memakan waktu yang lama, kemudian saudara tinggalkan --> jangan saudara lakukan, sebab kalau saudara sudah merasakan berkat dan sudah mengaku bahwa pengajaran ini benar dan sudah menyucikan serta sudah menolong kehidupan saudara --> jangan saudara tinggalkan pengajaran yang benar ini sebab pasti saudara akan lari kepada pengajaran yang sesat/ajaran-ajaran setan-setan. Semoga kita dapat mengerti.
    Pengajaran sesat di ay 2 --> oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. jadi, pengajaran/ajaran sesat/ajaran setan ini memiliki stempel/cap/meterai yang akan dimeteraikan pada hati nurani bagi orang yang memberi kesempatan untuk mendengar dan kalau sudah diberi meterai/cap akan sulit untuk dicabut/dihapus.

    Istilah dari meterai di dalam bahasa aslinya adalah diselar dengan besi panas. Seperti sapi yang diselar dengan besi panas pada bulu/kulitnya sehingga sulit untuk dihapus. Apalagi kalau diselar di dalam hati --> siapa yang dapat mencabut/menghapusnya? Ini saya katakan dengan sungguh-sungguh serius dan dengan kasih --> 'jangan memberi kesempatan untuk mendengarkan pengajaran yang sesat'. Sebab jika saudara satu kali saja mendengarkan, maka itu berarti saudara sudah dicap/dimeterai dan akan sulit untuk dihapus. Kalau saudara tidak mendapatkan kemurahan Hati dari TUHAN, maka seumur hidup saudara, saudara tidak dapat terlepas dari cap itu.

    Apa yang menjadi bukti kalau hati nurani kita sudah dicap dengan ajaran-ajaran sesat? Salah satu bukti adalah kalau kita sudah merasa benar sendiri/kebenaran diri sendiri. Kebenaran diri sendiri adalah orang berdosa yang tidak mau mengaku dosa, tetapi cenderung menyalahkan orang lain bahkan sampai menyalahkan TUHAN/menyalahkan Firman pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

    Kewaspadaan kita menghadapi meterai --> Filipi 3 : 1b, 2,
    1b. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
    2. Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,

    Menuliskan hal ini lagi = mengulangi hal ini lagi
    Tidaklah berat = tidak gengsi
    Kepastian = keteguhan iman

    Mari! dihari-hari ini kita banyak bertekun di dalam Firman penggembalaan/Firman yang diulang-ulang/Firman yang disampaikan secara terus menerus oleh seorang gembala dengan setia dan secara berurutan dan diulang-ulang. Ini untuk memberikan keteguhan hati/keteguhan iman bagi kita untuk menolak yang lain = Firman sudah mendarah daging. Semoga kita dapat mengerti.

  4. 2 Timotius 3 : 1-5
    1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri (1) dan menjadi hamba uang (2). Mereka akan membual (3) dan menyombongkan diri (4), mereka akan menjadi pemfitnah (5), mereka akan berontak terhadap orang (6) tua dan tidak tahu berterima kasih (7), tidak mempedulikan agama (8),
    3. tidak tahu mengasihi (9), tidak mau berdamai (10), suka menjelekkan orang (11), tidak dapat mengekang diri (12), garang (13), tidak suka yang baik (14),
    4. suka mengkhianat (15), tidak berpikir panjang (16), berlagak tahu (17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah (18).
    5.
    Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Jadi, pengertian dari melangkah keluar berarti tidak mengalami keubahan hidup. Sekali-pun diajar bagaimana-pun, tetapi jika tetap mempertahankan cara hidup yang lama, maka pasti dengan sendirinya akan tersingkir. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dan dimulai dari saya, sebab kalau saya sebagai seorang gembala tidak berubah dan terus berkhotbah, maka dengan sendirinya saya akan tersingkir. Tidak perlu diusir.

    Demikian juga dengan imam-imam, jika tidak berubah, maka dengan sendirinya akan tersingkir, tidak perlu dipecat.

    2 Timotius 3 : 5
    Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Ada di antara kita = ada di dalam Firman pengajaran, tetapi tidak mau berubah seperti Yudas. Sekali-pun TUHAN YESUS Yang menjadi Gembala, tidaklah mungkin YESUS bersalah, tetapi mengapa Yudas dapat keluar? Karena Yudas tidak berubah.
Bagi kaum muda, harus berhati-hati. Pada waktu Firman pengajaran disampaikan, saudara jangan:
  • Bercakap-cakap
  • Bergurau
  • Mengirim SMS
Sebab ini berarti saudara tidak mau berubah dan ini sangat berbahaya. Di mulai dari egois/mencintai diri sendiri sampai pada puncak dosa yaitu tidak dengar-dengaran = orang yang melangkah keluar.

Jika tidak dengar-dengaran:
  • Yang dimulai dari dalam rumah tangga = melangkah keluar, kemudian
  • Di gereja/di dalam penggembalaan = melangkah keluar, demikian juga di dalam
  • Tubuh Kristus = akan keluar dari tubuh Kristus sehingga menjadi penyesat.
Jadi, tekanan untuk kita sekarang ini supaya tidak melangkah keluar, kita harus dengar-dengaran.

Tidak dengar-dengaran = melangkah keluar = pendusta -->
1 Yohanes 2 : 4
Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
Sudah melangkah keluar = sudah tidak menjadi satu lagi/sudah tidak menyatu lagi.

Proses dari dengar-dengaran ialah:
  1. Roma 10 : 17, 18
    17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
    18. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."

    Jadi, proses dari dengar-dengaran dimulai dari mendengarkan Firman Kristus = mendengarkan Firman dalam urapan Roh.Kudus. Memberitakan Firman maupun mendengarkan Firman jangan berdasarkan kepandaian. Jika kita mendengarkan Firman dalam urapan Roh.Kudus, maka hasilnya Roh.Kudus akan mendorong kita untuk menghargai kasih karunia TUHAN.

    Di dalam ay 18, dituliskan 'mendengarkan Firman sampai ke ujung bumi'. Seharusnya Firman TUHAN ini hanya untuk bangsa Israel, tetapi karena mereka menolak, maka Firman TUHAN itu sampai ke Yudea, ke Samaria dan sampai ke ujung bumi. Itu sebabnya sebagai bangsa kafir, kalau kita dapat mendengarkan Firman, maka itu adalah kasih karunia TUHAN.

    Kisah rasul 13 : 46
    Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

    Jadi, kalau kita dapat mendengarkan Firman TUHAN dalam urapan Roh.Kudus, bukan karena kepandaian dan kehebatan kita, maka kita akan menghargai Firman sebagai kasih karunia TUHAN. Itu sebabnya kita harus memiliki sikap penghargaan kepada kasih karunia TUHAN kepada orang yang sesungguhnya tidak layak. Betapa sombongnya, kalau sikap bangsa kafir di saat mendengarkan Firman, mengantuk, bermain-main/tidak serius dan juga tidak menghargai korban Kristus/kasih karunia.

  2. mendengarkan Firman dengan suatu kebutuhan.
    Di saat kita mendengarkan Firman TUHAN dengan suatu kebutuhan, maka Roh.Kudus yang akan menggairahkan kita sehingga kita tidak akan pernah merasa bosan. Seperti orang yang makan nasi setiap hari sebanyak tiga kali, tetapi kita tidak pernah merasa bosan sebab nasi itu merupakan suatu kebutuhan. Sekali-pun Firman TUHAN di sampaikan dengan diulang-ulang dan terus menerus, tetapi kalau Firman itu merupakan suatu kebutuhan, maka kita dapat makan dan menikmati.

  3. Jika ada urapan Roh.Kudus, maka
    1. akan ada kemampuan yang tidak terbatas sehingga kita dapat menerima Firman TUHAN. Sekali-pun kita tidak lulus dari sekolah dasar atau pun lulus menjadi seorang sarjana --> tidaklah penting dan juga tidak ada pengaruhnya kalau kita berada di dalam urapan Roh.Kudus yang memberikan kemampuan kepada kita dengan tidak terbatas oleh apa-pun. Inilah proses agar kita dapat dengar-dengaran yaitu kita mendengarkan Firman dalam urapan Roh.Kudus --> jangan berdasarkan kepandaian.

    2. Roma 10 : 19
      Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."

      Bebal = tidak menanggapi Firman.
      Bangsa Israel tidak mau menanggapi Firman/tidak mau merespon Firman, maka kita sebagai bangsa kafirlah yang merespon Firman dan dimulai dari:
      • pikiran/akal budi menanggapi Firman sampai mengerti Firman
      • hati menanggapi Firman sehingga dapat percaya kepada Firman dan menjadi iman di dalam hati kita. Iman itu akan menghasilkan sesuatu bagi bangsa kafir = dengan iman kepada YESUS, maka bangsa mendapatkan:
        • Pembukaan rahasia Firman tentang tabernakel/tentang pembangunan Tubuh Kristus
        • Keselamatan sampai pada kesempurnaan
        • Berkat-berkat jasmani. Ini semua akan membuat bangsa Israel menjadi cemburu. Tugas kita belumlah cukup sampai pada berkat secara jasmani, tetapi berita ini harus dibawa ke Israel agar mereka dapat percaya kepada YESUS Yang akan datang kembali sebagai Raja di atas segala raja. Jika bangsa Israel sudah percaya, maka akan terjadi kesatuan Tubuh Kristus --> Israel dan kafir akan menjadi satu tubuh.

      • Roma 10 : 20, 21
        20. Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."
        21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

        Setiap pemberitaan Firman, maka ada hadirat TUHAN dan juga ada uluran Tangan TUHAN sekali-pun itu adalah bangsa kafir, tetapi karena mau mendengarkan Firman. Sesudah menjadi iman, maka praktek Firman adalah taat dengar-dengaran

        Di saat pemberitaan Firman, maka YESUS hadir dengan mengulurkan Tangan kepada kita dan di saat kita mendengarkan Firman, kita menjadi mengerti, percaya dan mempraktekan Firman = kita mengulurkan tangan kepada TUHAN. Kita benar-benar berada di dalam Tangan TUHAN Yang melebihi segala apa yang menjadi rencana kita.
Yeremia 29 : 11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Jika kita hidup di dalam Rencana/Rancangan TUHAN, maka kita akan mendapatkan:
  • Damai sejahtera
  • Kebahagiaan
  • Kita aman dan sentausa sebab tidak ada ancaman dan kecelakaan
  • Rencana masa depan yang indah dan tepat pada waktunya.
Kalau hidup kita belumlah indah, maka kita harus memeriksa diri, apakah kita sudah dengar-dengaran atau belum dan apakah masih ada dusta? Jika semua ini masih ada, maka hidup ini menjadi tidak indah bahkan apa yang indah akan menjadi hancur.Kemudian bagi yang memiliki potensi yang hebat, tetapi jika tidak dengar- dengaran dan masih berdusta, juga akan hancur.
Bagi yang tidak memiliki potensi apa-apa, tetapi kalau dengar-dengaran, maka hidup itu akan menjadi indah di dalam Tangan TUHAN.

Pengkhotbah 3 : 11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Masa depan yang indah bukan hanya di dunia ini saja, tetapi sampai pada yang kekal. Saat YESUS datang kembali Yang kedua kalinya. Kita akan masuk pada pesta nikah Anak Domba dan kita akan selama-lamanya bersama dengan YESUS.

Inilah kepastian, sebab di atas kayu salib TUHAN sudah menjamin. Itu sebabnya kita jangan ragu, Manusia kalau berjanji, banyak tidak menepati janjinya, tetapi kalau TUHAN Yang berjanji dengan satu jaminan yaitu IA rela menjadi buruk seperti bukan manusia lagi bahkan lebih buruk dari segala sesuatu untuk menjadikan kita indah pada waktunya.

Yesaya 52 : 13, 14
13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia -- begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi --

Ay 13 --> YESUS adalah Hamba TUHAN Yang berhasil, tetapi IA rela menjadi seperti gagal di atas kayu salib, supaya kita menjadi berhasil. Inilah TUHAN kita.
Ay 14 --> YESUS menjadi buruk seperti bukan Manusia lagi untuk menjadikan kita berhasil tepat pada waktunya.

Mari! kita:
  • Jangan melangkah keluar agar kita tetap berada di dalam Tangan TUHAN
  • Ulurkan tangan/taat dengar-dengaran sehingga hidup kita menjadi indah dan berhasil.
Semuanya sudah ada di depan kita, tinggal menunggu waktu dari TUHAN.

TUHAN memberkati kita sekalian.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top