English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 13 November 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Jika kita tidak bersaksi tentang Tuhan, kita akan menyangkal Tuhan,...

Ibadah Ciawi V, 04 Desember 2008 (Kamis Sore)
Wahyu 21: 5-6
'semuanya sudah terjadi'= sudahlah genap (terjemahan lama).

Ibadah Kaum Muda Remaja, 03 Maret 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:39-45
1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:21
14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Doa Malang, 22 Desember 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di Laodikia....

Ibadah Raya Surabaya, 14 Agustus 2016 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat...

Ibadah Kunjungan Medan V, 31 Oktober 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Maret 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Matius 5 : 8
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Hati suci bisa melihat Tuhan = bisa...

Ibadah Raya Malang, 26 April 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

1 Petrus 1:3
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Oktober 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11: 37-54 => Yesus mengecam orang-orang Farisi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Oktober 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 47-56= PENANGKAPAN YESUS.
Malam ini, kita pelajari ayat 47-50 dengan titik berat di ayat 50.

Matius 26: 47-50
26:47. Waktu Yesus masih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Agustus 2015 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Baptisan Air.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:18-19
9:18 Pada suatu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Januari 2011 (Sabtu Sore)
Ada 7 hal yang kena-mengena dengan sengsara Yesus di kayu salib:
Markus 15:22-23 = sengsara...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Juli 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari
suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.


Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).
Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel.

Tetapi kalau kita baca secara keseluruhan, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan, dan digantikan oleh suku Manasye, anak dari Yusuf; cucu Yakub (ayat 6):

  1. Mengapa suku Dan tidak dimeteraikan oleh Allah? Karena suku Dan berubah dari keturunan Abraham--secara jasmani--menjadi keturunan ular beludak (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2018).

    Kejadian 49: 17
    49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.


  2. Mengapa suku Dan digantikan oleh suku Manasye? Karena ada pengangkatan dari Yakub terhadap Manasye dan Efraim dari cucu menjadi anak sama seperti Ruben dan Simeon (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2018). Ini menyangkut hak kesulungan--Ruben anak sulung dari Yakub, dan Manasye anak sulung dari Yusuf.

    Kejadian 48: 5
    48:5. Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang empunya mereka; akulah yang akan empunya Efraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon.

    Manasye lahir di Mesir. Mesir menunjuk pada bangsa kafir.

    Manasye dan Efraim diangkat dari cucu menjadi anak, sekarang bagi kita artinya: diangkat menjadi anak sulung= menerima hak sulung, yaitu:


    1. Hak untuk menikah; menjadi mempelai wanita sorga.
    2. Hak waris; mewarisi kerajaan sorga.

Praktik anak sulung
:

  1. Keluaran 13: 13
    13:13. Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.

    Praktik pertama anak sulung: mengalami penebusan, dulu oleh darah anak domba, sekarang darah Yesus.

    Keledai menunjuk pada bangsa kafir (Manasye yang lahir di Mesir); 'mengenai manusia' menunjuk pada bangsa Israel.

    Jadi bangsa kafir juga mendapat pengangkatan menjadi anak sulung, sehingga bangsa kafir juga harus mengalami penebusan oleh darah Yesus, supaya tidak dipatahkan batang lehernya dan mati (tidak binasa selamanya, tetapi bisa hidup kekal). Kalau keledai lahir dan tidak ditebus, ia hanya lahir untuk dipatahkan batang lehernya.

    Keluaran 13: 16
    13:16. Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir."

    TANDA DARAH harus ada di dahi--tadi seratus empat puluh empat ribu orang dimeteraikan di dahi.
    Jadi tanda darah/penebusan harus menjadi meterai di dahi (pikiran; hati) dan tangan (perbuatan)--lahir dan batin.

    Bangsa kafir harus mengalami penebusan oleh darah Yesus dari tujuh dosa lahir dan batin yang mengikat tubuh, jiwa, dan roh.
    Sama seperti Manasye, kita bangsa kafir sebenarnya tidak ada kesempatan untuk dimeteraikan, tetapi ada kemurahan Tuhan sehingga bangsa kafir bisa mendapatkan meterai darah, artinya: ditebus dari tujuh dosa lahir dan batin.

    Amsal 6: 16-19
    6:16. Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
    6:17. mata sombong
    (1; pandangan daging, hanya memandang perkara jasmani, tidak ada yang rohani), lidah dusta(2), tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah(3; perbuatan),
    6:18.
    hati yang membuat rencana-rencana yang jahat(4; hati yang jahat dan najis), kaki yang segera lari menuju kejahatan(5; perjalanan hidup),
    6:19. seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan
    (6) dan yang menimbulkan pertengkaran saudara(7; kebenaran sendiri--menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan, tidak pernah koreksi diri--).

    (terjemahan lama)
    6:17. mata yang angkuh, dan
    lidah yang bercabang, dan tangan yang menumpahkan darah orang yang tiada bersalah,

    Lidah bercabang= berkata: ya...tidak; perkataannya berubah-ubah.

    Dosa yang keempat--tepat di tengah-tengah--, yaitu hati, inilah sumbernya. Sama seperti pelita emas, yang di tengah-tengah (pokoknya) adalah hati, baru menentukan tiga cabang ke kiri dan tiga cabang ke kanan. Hati harus ditebus, tidak boleh jahat dan najis, sehingga enam cabang yang lain juga menjadi baik--hati sudah diberi tanda darah, maka semuanya akan diberi tanda darah.

    Kalau bangsa kafir terlepas dari tujuh dosa, dahi dan tangannya akan dimeteraikan oleh darah Yesus--seperti Manasye seharusnya tidak dapat meterai, tetapi oleh kemurahan Tuhan bisa dapat. Begitu juga kita.

    Mari, mulai dari hati ditetesi darah, supaya menjadi HATI NURANI YANG BAIK, sehingga enam cabang yang lain juga menjadi baik.
    Kita bisa hidup dalam kebenaran dan menjadi saksi Tuhan, seperti TUJUH LAMPU PADA PELITA yang menyala.

    Hasilnya:


    • Kita mampu menembusi kegelapan di dunia, terutama:


      1. Kegelapan gantang=


        1. Masalah/kesulitan ekonomi. Kalau kita benar, kita bisa menghadapi ekonomi yang sulit di dunia.
        2. Dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba).


        Kita menjadi saksi Tuhan.


      2. Kegelapan tempat tidur=


        1. Dosa kawin mengawinkan.
        2. Kehancuran nikah dan buah nikah.


        Kalau kita hidup dalam terang; ada kebenaran--dahi, tangan, dan seluruh hidup dimeterai darah Yesus--nikah dan buah nikah akan berbahagia


    • Kita dilindungi dari tujuh malapetaka yang akan melanda bumi; kita selamat dan diberkati Tuhan.
      Ayub 5: 19-26
      5:19. Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka.
      5:20. Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang
      (1).
      5:21. Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang
      (2; dilindungi dari kiamat).
      5:22. Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti
      (3; tidak ada ketakutan dan kekuatiran sehingga kita tertawa bahagia).
      5:23. Karena antara engkau dan batu-batu di padang akan ada perjanjian, dan binatang liar akan berdamai dengan engkau
      (4; ada damai sejahtera di tengah kegoncangan dunia).
      5:24. Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa
      (5; ada perlindungan dan keamanan).
      5:25. Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah
      (6; berkat sampai ke anak cucu).
      5:26. Dalam usia tinggi engkau akan turun ke dalam kubur, seperti berkas gandum dibawa masuk pada waktunya
      (7; panjang umur).

      Ayat 20= krisis ekonomi dan keamanan.


    Inilah kehidupan yang dimeteraikan dengan darah Yesus. Tadinya bangsa kafir hanya seperti keledai--anjing dan babi--, tetapi kalau mau dimeteraikan--terlepas dari tujuh dosa dan menjadi pelita yang bercahaya--kita benar-benar bisa menembusi kegelapan di bumi, dan kita dilindungi dari tujuh malapetaka yang akan menghancurkan dunia.


  2. Keluaran 4: 22-23
    4:22. Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
    4:23. sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

    Praktik kedua anak sulung: 'Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku'= mengutamakan atau menyulungkan ibadah pelayanan kepada Tuhan lebih dari segala perkara di dunia= setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Boleh bekerja dan sekolah yang keras, tetapi tetap utamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di dunia; tidak mau dan tidak bisa dihalangi oleh apapun juga.

    Inilah bangsa kafir yang mendapat TANDA DARAH di tangan dan dahi--seperti dulu rumah-rumah orang Israel ada tanda darah.
    Jadi setiap kita beribadah, dahi dan tangan kita sedang dimeteraikan oleh darah Yesus.

    Karena itu jangan mau terhalang, jangan mau dihalangi, sampai tidak bisa dihalangi. Kalau sengaja mencari halangan, sangat bahaya, ia akan kehilangan tanda darah. Waktu itu rumah orang Mesir hebat, tetapi karena tidak ada tanda darah, maka terjadi tangisan yang dahsyat karena kematian anak sulung.

    Kematian anak sulung artinya: segala sesuatu yang disayangi, diharapkan, dan dibanggakan hilang semua, dicabut oleh Tuhan--anak sulung adalah kehidupan yang paling disayangi, diharapkan, dan dibanggakan. Hilang semua dan diganti tangisan yang dahsyat. Jangan main-main dalam ibadah, karena ibadah ini seharga darah Yesus!

    Sudah beribadah, bagus, tetapi masih ada ibadah palsu dan ibadah sejati. Hati-hati!
    Roma 12: 1
    12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

    Ibadah pelayanan yang sejati ditandai dengan persembahan, bukan mencari. Kalau mencari sesuatu dalam ibadah, salah. Dulu bangsa Israel mempersembahkan binatang korban yang tidak ada cacatnya, sekarang bagi kita dimulai dengan mengembalikan milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, kemudian mempersembahkan waktu, tenaga, uang, sampai seluruh hidup kita. Tetapi masih ada syaratnya lagi. Karena itu jangan menggampang-gampangkan ibadah! Di dunia saja tidak boleh sembarangan kalau bekerja, apalagi ibadah pelayanan, sungguh-sungguh.

    Syarat mempersembahkan tubuh:


    • Tubuh yang hidup= dikuasai Roh Kudus--'Rohlah yang memberi hidup, daging mati'--, terutama lewat ketekunan dalam ibadah raya (pelita emas). Di situ kita diurapi dan dikuasai Roh Kudus, bukan daging lagi.
      Buktinya: hidup dalam kebenaran dan kesetiaan. Kalau daging, mati, tidak aktif.


    • Tubuh yang kudus= dikuasai oleh firman pengajaran yang benar, terutama lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci (meja roti sajian).
      Kita sepenuhnya dikuasai oleh firman; banyak mendengar firman sehingga bisa hidup suci; bahkan kita mengalami penyucian dobel lewat firman dan perjamuan suci: penyucian lahir dan batin.

      Tanpa firman penyucian, tidak akan ada kesucian.


    • Tubuh yang berkenan pada Allah= dikuasai kasih Allah--'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan'--, terutama lewat ketekunan dalam ibadah doa (mezbah dupa emas), sehingga bisa hidup kekal karena kasih Allah kekal.


    Inilah ibadah sejati, yaitu sistem penggembalaan--ruangan suci--, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    Dulu, untuk membawa binatang korban yang tidak ada celanya, susah kalau beli di pasar--ibadah pasaran, sistem jual beli--, karena itu digembalakan--orang Israel gembala semuanya, binatang untuk persembahan dipelihara sendiri sampai tidak bercacat cela untuk bisa dibawa kepada Tuhan.

    Sekarang banyak ibadah sistem pasar--Yesus mencambuk pedagang-pedagang di Bait Allah. Ibadah pasar artinya terserah kualitasnya bagaimana, yang penting uang. Bahaya! Tidak akan bisa menemukan yang tidak ada cacat celanya.
    Kalau ibadah kita sistem pasar--cari yang murah, gampang, ramai-ramai, tidak ada penyucian--, bahaya, semua boleh melayani tidak peduli siapa dia, orang tidak berimanpun boleh melayani asalkan pintar dan hebat. Bahaya! Tidak akan sampai pada kesempurnaan. Kalau penggembalaan, sampai tidak bercacat cela.
    Di sini bedanya.

    Yesus bertanya pada Petrus tiga kali tentang penggembalaan sampai sedih hatinya.
    Yohanes 21: 15-17
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Di dalam kandang penggembalaan kita mengalami penyucian secara terus menerus sampai hati kita sedih, artinya sampai mendapatkan HATI YANG LEMAH LEMBUT. Selama ini Petrus keras hati: ada orang mau menangkap Yesus, dia main pedang sehingga kena telinganya Malkhus, waktu Yesus bicara soal salib, dia langsung menarik Yesus, sampai dia menyangkal Yesus karena begitu kerasnya Petrus.
    Hati keras artinya: tidak mau melembut, tidak mau mengaku dosa, dan selalu merasa benar.

    Karena itu penyucian harus berulang-ulang--pertanyaan pertama dan kedua Petrus belum sadar, setelah yang ketiga baru ia sedih.

    Penggembalaan ini soal hati. Musa yang pintar dan hebat mau melayani dua orang--melayani dengan hati keras--, akhirnya ia membunuh yang satu. Bukan melayani! Tetapi begitu ia pergi ke Midian dan menjadi gembala, saat dikata-katai ia hanya berlutut--hati lemah lembut.

    Hati lemah lembut, artinya:


    • Kalau salah, kita bisa mengaku dosa. Itu gunanya penggembalaan, jangan bertahan pada yang salah, tetapi bisa mengaku dosa pada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.


    • Kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan sampai berkorban nyawa; menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan sampai rela mati apapun pengorbanannya.
      Yohanes 21: 1-18-19
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
      Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Di dalam penggembalaan terjadi pertumbuhan rohani. Orang yang punya hati lemah lembut berarti sudah dewasa rohani. Orang bisa mengaku dosa dan banyak berdiam diri, itulah kehidupan yang dewasa rohani.


    • Mendapatkan hikmat sorga.
      Hikmat dunia paling maksimal S3--kepandaian--, kalau hikmat sorga sampai S7--hati lemah lembut.
      Yakobus 3: 13, 17
      3:13. Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
      3:17. Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni
      (1), selanjutnya pendamai(2), peramah(3), penurut(4), penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik(5), tidak memihak(6) dan tidak munafik(7).

      'murni'= murni sampai dalam hati, tidak munafik. Dalam pengajaran tidak munafik: salah katakan: salah, benar katakan: benar dan praktikkan.
      'tidak memihak'= hanya memihak Tuhan/pengajaran yang benar. Kalau memihak manusia, satu waktu akan kecewa sekalipun mungkin sekarang jadi idola kita.

      "Saya mungkin juga terlalu mengidolakan Pdt In Juwono, jangan-jangan sampai mengkultuskan beliau. Saya baru pulang dari daerah lalu ke kamar mandi, ada seorang, saya tanya: 'Kok susah, pak?': 'Iya, om Yo dipanggil Tuhan.' Saya marah, saya pegang dia, dan saya dorong: 'Jangan main-main!': 'Betul.' Saya susah, malamnya ke Johor, saya melihat jenazah beliau, Tuhan bicara: Hanya begini manusia sekalipun ia hebat. Jangan memihak manusia, tetapi Tuhan/pengajaran yang benar, tidak akan pernah kecewa selamanya. Kalau waktu itu Tuhan tidak bicara, setelah pergantian ke om Pong dan saya mendengar gosip empat jam, mungkin saya bisa marah pada om Pong karena membela om Yo. Padahal gosipnya tidak benar. Saya katakan pada orang itu: 'Saya memihak pengajaran, saya bisa menerima, pengajarannya sama.'"

      Tidak munafik= tulus/jujur.

      Hikmat dari sorga ada tujuh. Ini yang disebut dengan TUJUH TIANG. Kalau kita sudah mempunyai hikmat sorga, kita akan dipakai membangun rumah dengan tujuh tiang.
      Amsal 9: 1-2
      9:1. Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,
      9:2. memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.

      Tadi tujuh pelita, ada meterai darah di dahi dan tangan. Mari, lepas dari tujuh dosa yang dibenci Tuhan dan merupakan kekejian. Hati mulai ditetesi darah menjadi hati yang baik. Di situlah pelita menyala dan sanggup menembusi kegelapan, sampai nikah dan buah nikah berbahagia.

      Sekarang hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya, artinya: kalau digembalakan, disucikan, dan ada hikmat dari sorga, kita akan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/kegerakan Roh Kudus hujan akhir; menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna.

      Ayat 2= kita bersuasana pesta sorga. Dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus--mulai dari dalam nikah--bukan disiksa. Kalau kita benar-benar digembalakan, disucikan, dan ada hikmat sorga, pelayanan pembangunan tubuh Kristus benar-benar suasana minum anggur manis--kebahagiaan sorga--, bukan empedu--pahit getir. Empedu sudah diminum oleh Yesus; tidak ada lagi empedu.

      "Nanti fellowship tanggal 29-30 Mei, kalau kita sudah benar-benar merasakan suasana pesta, saat mereka pulang, kita akan merasakan kehilangan. Saat mereka baru datang, rasanya senang sekali. Itu yang saya rasakan."

      Sampai di sana pelayanan kita, ada air anggur untuk mencapai perjamuan kawin Anak Domba.
      Melayani di dalam nikah dengan hati lemah lembut sampai merasa minum anggur manis, sekalipun mungkin baru satu sendok--isteri berubah dari perkataan kasar jadi baik, sudah enak. Di dalam nikah saling melayani. Di dalam penggembalaan juga melayani dengan hati lemah lembut sampai merasa minum anggur.

      Jangan sampai melayani dengan terpaksa! Itu belum melayani dengan hati yang lembut, tetapi masih keras. Kalau keras hati, berarti masih minum empedu, pahit getir nanti hidupnya. Tuhan tolong kita.

      "Di dalam fellowship juga, hamba Tuhan jangan dimarah-marahi, ya. Memang ada yang aneh-aneh, tetapi harus kita layani. Minum anggur. Semakin aneh hamba Tuhannya, semakin manis anggurnya. Kita diutus kepada orang yang tidak mau dilayani.
      Saya juga pernah mengalami. Ada ibu pendeta telepon saya: 'Sudah dekat, pak': 'Oya.' Sambil saya periksa firman dan berdoa, tidak apa-apa karena dia tahu nomor telepon saya, jadi saya layani. Sepuluh menit lagi dia telepon: 'Pak..anu....': 'Oiya.' Saya masih sabar. Telepon lagi, saya marah. Sebelum berkhotbah saya minta ampun di depan sidang jemaat, waktu itu di Kartika Graha. Harus belajar untuk minum air anggur, kalau tidak, percuma."

      Yang penting hati lembut, bukan otak atau kaya.
      Tadi hati nurani yang baik--tidak jahat dan najis--, kita bisa bercahaya seperti pelita emas. Sekarang hati lembut, jangan keras. Kalah salah, mengaku.

      Kalau itu ada, kita bisa mengangkat tangan kepada Tuhan dan menerima hikmat, sehingga bisa dipakai Tuhan. Musa hebat tetapi tidak bisa melayani dua orang, setelah dia lembut baru bisa dipakai, dan dia mencicipi air anggur yang manis.


    Inilah praktik anak sulung. Tadinya Manasye adalah cucu, tetapi bisa diangkat. Bersyukur. Kita bangsa kafir juga bisa diangkat menjadi anak sulungnya Tuhan.


  3. Yakobus 1: 18
    1:18. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

    'firman kebenaran'= firman pengajaran yang benar.

    Praktik ketiga anak sulung: mengalami kuasa penciptaan/pembaharuan oleh pekerjaan firman kebenaran/firman pengajaran yang benar--kita DIMETERAIKAN DENGAN FIRMAN di dahi dan tangan.

    Tadi, kita dimeteraikan dengan darah Yesus, soal ibadah juga dimeteraikan darah. Meterai darah Yesus sama dengan meterai nama Yesus. Sekarang kita dimeteraikan firman pengajaran yang benar lewat mendengar, mengerti sampai praktik firman.

    Ulangan 6: 4-8
    6:4. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
    6:5. Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
    6:6. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
    6:7. haruslah engkau
    mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
    6:8. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai
    tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,

    Hati-hati saat kita berbicara di rumah, apa yang dibicarakan, nanti akan kita tuai. Bahaya besar! Hati-hati!

    'mengajarkannya berulang-ulang'= firman pengajaran itu diulang-ulang karena dimeteraikan sama dengan diukirkan. Tidak mungkin mengukir hanya satu kali selesai, karena itu diulang-ulang.

    Firman dimeteraikan di dahi dan tangan, buktinya: kita suka bicara tentang firman; bersaksi tentang firman pengajaran yang benar. Mulai di rumah. Hati-hati! Satu hari tidak bertemu anak, lalu bertemu kita bicara gosip. Bahaya. Kita tidak sadar, satu waktu kita bingung: Anakku kok jadi begini? Karena penaburannya yang salah, sebab gosip--lalang--itu bertumbuh, berakar, dan berbuah. Firman juga bertumbuh, berakar, dan berbuah. Tinggal mana yang nanti kita tuai.

    "Karena itu kalau kami berbicara dengan orang untuk membahas sesuatu dan mencari jalan keluarnya, kalau ada anak, saya suruh pergi. Atau kalau ada orang menghadap, saya suruh pergi semua, termasuk anak saya. Jangan mendengar yang tidak baik, bahaya besar."

    Mari, kita banyak bicara tentang firman pengajaran yang benar; banyak bersaksi tentang firman pengajaran yang benar. Itu buktinya kita mendengar sampai praktik firman--dimeteraikan firman.

    Efesus 4: 21-24
    4:21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
    4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus
    menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
    4:23. supaya kamu
    dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah
    diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

    Kalau dahi dan tangan dimeteraikan firman, kita akan MENGALAMI PEMBAHARUAN dari manusia darah daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari:


    • Tidak berdusta= jujur.
      Efesus 4: 25
      4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

      Jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.


    • Marah dengan kasih, bukan emosi yang membuat pertengkaran
      Efesus 4: 26
      4:26. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

      Marah dengan kasih untuk menolong dan mengangkat orang yang kita marahi. Kalau anak salah, jangan didiamkan, nanti anak jadi monster. Harus kita marahi, tetapi dengan kasih untuk menolong dia.


    • Jangan beri kesempatan pada iblis= jangan beri kesempatan untuk berbuat dosa.
      Efesus 4: 27
      4:27. dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

      Sudah tahu tempat-tempat yang menyerempet dosa, jangan ke sana. Kalau datang ke sana, mungkin mau melihat-lihat saja, bahaya, itu memberi kesempatan pada setan untuk menjatuhkan kita.
      Dalam pergaulan laki-laki dengan perempuan, atau perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki, hati-hati, jangan memberi kesempatan pada setan!


    • Tidak mencuri tetapi memberi.
      Efesus 4: 28
      4:28. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.


    • Perkataan yang membangun= bersaksi.
      Efesus 4: 29
      4:29. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

      Jangan dibalik! Orang sudah senang beribadah dan mendengar firman, lalu kita ajak bergosip, sampai akhirnya dia lemah. Dua-duanya salah, baik yang bicara maupun yang mendengar--sudah senang firman tetapi terpengaruh omongan orang, salahnya sendiri.

      "Seperti saya saksikan, tidak peduli utang budi. Saya berhutang budi karena sudah dibentuk dan diajari jadi hamba Tuhan, tetapi tidak mau ditukar dengan perkara rohani. Sampai hari ini saya ingat sudah berhutang budi, dan saya tetap ingat bagaimana harus membalas budi, tetapi soal pengajaran, jangan. Mungkin ada yang berkata: Oh iya, sudah pacaran dengan anaknya om Pong. Belum. Saat itu saya masih guru, belum sekolah alkitab, setelah lulus sekolah alkitab baru pacaran."


    • Jangan mendukakan Roh Kudus lewat kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah. Ini yang mendukakan Roh Kudus sampai kita kering rohani.
      Yang benar adalah kita ramah, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, supaya kita tetap dalam urapan Roh Kudus.

      Efesus 4: 30-32
      4:30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
      4:31. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
      4:32. Tetapi hendaklah kamu
      ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.


    • Taat.
      Efesus 5: 1-2
      5:1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
      5:2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan
      korban yang harum bagi Allah.


    Inilah pembaharuan dengan TUJUH TANDA PEMBAHARUAN: mulai dari tidak berdusta, dan terakhir: taat sampai daging tidak bersuara.
    Kalau ada dusta, pasti tidak taat. Kalau tidak berdusta, nanti pasti taat. Belajar taat!
    Kalau ada tujuh tanda ini kita akan menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan Tuhan.

    Tadi tujuh pelita menyala, kemudian tujuh tiang--hikmat; tiang penopang dalam rumah Allah--, sekarang tujuh tanda pembaharuan--kita berbau harum di hadapan Tuhan.

    Inilah kemurahan Tuhan yang mengangkat bangsa kafir menjadi anak sulung:


    • Buang tujuh dosa yang merupakan kejijikan bagi Tuhan, sehingga ada tujuh pelita menyala; mulai dari hati nurani yang baik.
    • Mengutamakan ibadah--hati lembut--sehingga ada hikmat dari Tuhan--tujuh tiang. Kita benar-benar bersuasana pesta sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba.


    • Kita mengalami pembaharuan lewat firman pengajaran yang benar--dimeteraikan firman. Ada tujuh tandanya, dan kita berbau harum di hadapan Tuhan.


    Kalau sudah berbau harum, hasilnya:


    • Kejadian 8: 20-22
      8:20. Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
      8:21. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
      8:22. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

      Hasil pertama: tidak ada kutukan dan hukuman; Tuhan berhadirat di tengah-tengah kita untuk membebaskan kita dari kutukan: letih lesu dan beban berat, hukuman, kiamat, sampai neraka sehingga kita hidup dalam damai sejahtera, semua enak dan ringan--seperti asap berbau harum naik ke atas.

      Mari berusaha! Buang dosa dulu! Kalau dosa tidak dibuang, yang kedua dan ketiga tidak akan ada. Buang dosa dulu sampai menjadi pelita(1), baru perbaiki ibadah pelayanan/menyulungkan ibadah pelayanan(2)--kalau pelita menyala di ruangan suci, pasti ingat ada alat yang lain--, bisa tergembala dengan baik, sampai punya hikmat, bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus; ada tujuh tiang yang kokoh sampai sempurna. Kita mulai mencicipi air anggur yang manis. Sungguh-sungguh! Tuhan tolong kita semua. Yang terakhir dimeteraikan firman(3). Dengar firman sungguh-sungguh! Bicarakan firman, sehingga terjadi pembaharuan--tujuh tanda manusia baru. Kita berbau harum di hadapan Tuhan.

      Kalau sudah berbau harum, mau tidak mau Tuhan harus hadir di tengah-tengah kita, tidak bisa tidak, Dia tidak akan mengingkari janji-Nya.


    • Filipi 4: 18-19
      4:18. Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.
      4:19. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

      Di sini, bau harum lewat persembahan kita kepada Tuhan--tetapi jangan dengan emosi--untuk pekerjaan Tuhan, terutama pembangunan tubuh Kristus.

      Hasil kedua: Tuhan akan hadir untuk memelihara hidup kita secara berkelimpahan, ajaib--sampai kita bisa mengucap syukur pada Tuhan--, dan sampai hidup kekal.

      'memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya'= setelah dipelihara oleh Tuhan, kita mengucap syukur, dan semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan.


    • Keluaran 29: 24-25
      29:24. Haruslah kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kaupersembahkan semuanya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
      29:25. Kemudian haruslah kauambil semuanya dari tangan mereka dan kaubakar di atas mezbah, yaitu di atas korban bakaran, sebagai
      persembahan yang harum di hadapan TUHAN; itulah suatu korban api-apian bagi TUHAN.

      (terjemahan lama)
      29:24. Taruhlah dia di atas tangan Harun dan di atas tangan anak-anaknya laki-laki, maka hendaklah kautimangkan dia bagai
      korban timangan di hadapan hadirat Tuhan,

      Di sini persembahan berbau harum adalah korban timangan/korban unjukan.

      Hasil ketiga: kita menjadi seperti bayi yang digendong/ditimang oleh Tuhan. Kita tidak berdaya tetapi digendong oleh tangan anugerah Tuhan yang besar.

      Kalau bayi digendong, berarti Tuhan yang memperhatikan dan mempedulikan.
      Tugas kita sekarang adalah berbau harum.

      Bebaskan dari dosa, ada pelita, jadi terang sampai terang dunia. Jangan gelap, kalau gelap, kita akan binasa dilanda kegelapan gantang dan tempat tidur. Kemudian beribadah sungguh-sungguh sampai penggembalaan, dan bisa dipakai Tuhan, kita punya hikmat untuk membangun rumah dengan ketujuh tiangnya--pembangunan tubuh Kristus. Kita minum anggur--suasana pesta sorga sampai perjamuan kawin Anak Domba. Yang terakhir kita dimeteraikan dengan firman, kita diubahkan; diciptakan kembali sampai berbau harum di hadapan Tuhan.

      Setelah itu Dia akan turun untuk membebaskan kita dari kutukan--ada damai--, memelihara kita sesuai dengan kekayaan dan kemuliaan-Nya, dan jadi korban timangan--kita digendong oleh tangan anugerah Tuhan yang besar.

      Tuhan sedang memperhatikan, mempedulikan, mengerti keadaan kita, dan bergumul untuk kita semua. Kita tinggal menangis, Tuhan yang bekerja:


      1. Yang matipun bisa Dia bangkitkan.
      2. Tuhan yang menentukan hidup mati kita.
      3. Tangan anugerah Tuhan menentukan masa depan kita menjadi berhasil dan indah.
      4. Tuhan yang menanggung segala kelemahan dan kekurangan kita secara jasmani (ekonomi, studi, penyakit, jalan buntu), dan rohani (jatuh dalam dosa, tidak mampu menghadapi dosa).
        Serahkan malam ini pada Tuhan!

        Kita bergumul bersama Tuhan, dan Dia bergumul untuk membasuh kita semua.
        Semua disucikan dan dipulihkan oleh Tuhan. Jangan ragu-ragu!

        Atau mungkin kita mengalami percikan darah, serahkan juga kepada Tuhan, jangan membela diri. Dia yang akan menolong kita.


      5. Bahkan Dia bergumul untuk kita sampai kita sempurna seperti Dia--kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus--, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita menjadi JEMAAT ANAK-ANAK SULUNG--Yerusalem baru; mempelai wanita sorga.

        Ibrani 12: 22-23
        12:22. Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
        12:23. dan kepada
        jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

Malam ini, tanda kesulungan yang penting:

  1. Buang tujuh dosa, supaya menjadi pelita emas. Kita hidup dalam terang hari -hari ini.
  2. Ibadah sungguh-sungguh sampai dapat tujuh tiang. Kita dipakai dalam kegerakan hujan akhir. Kita akan minum anggur.
  3. Terakhir, kita dimeteraikan dengan firman. Terima firman pengajaran yang benar! Kita diubahkan sampai ada tujuh tanda manusia baru. Kita berbau harum dan Tuhan akan turun untuk memperhatikan dan bergumul bagi kita.

Serahkan semua kepada Tuhan! Kita hanya bayi yang menangis. Dia sudah menanggung semuanya di kayu salib. Tuhan tolong kita semua.

Inilah yang bisa kita lakukan: jadi terang, tiang, dan berbau harum. Itulah anak sulung, dan nanti akan menjadi jemaat anak-anak sulung, sempurna seperti Dia.

Jangan berharap orang, kita akan kecewa! Mungkin suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, bukan kebetulan, tetapi kesempatan untuk menjadi pelita yang bercahaya, menjadi tiang yang kokoh, dan menjadi korban timangan, berbau harum di hadapan Tuhan. Itulah kehidupan anak sulung; bangsa kafir yang terpilih.

Seperti bayi-bayi yang hanya menangis: Kenapa bisa begini Tuhan? Serahkan kepada Tuhan. Mungkin tidak salah; kita menghadapi percikan darah, jangan melawan tetapi serahkan kepada Tuhan! Kelemahan jasmani dan rohani, termasuk rumah tangga, mungkin berulang-ulang gagal, serahkan kepada Tuhan!

Yang sudah berhasil, tetaplah dalam gendongan tangan Tuhan, karena gelombang bisa datangnya sekonyong-konyong, apalagi yang dalam kelemahan, kekurangan, kehancuran, kegagalan.
Kaum muda, jangan putus asa, kecewa atau bangga dengan sesuatu! Biarlah kita digendong tangan Tuhan.

Kesempatan malam ini kita menjadi korban timangan. Apa yang tidak bisa dipikir dan dilakukan, serahkan kepada Dia! Asal ada tujuh lampu, tujuh tiang, dan bau harum malam ini, Dia tidak bisa menahan dirinya, Dia harus berhadirat di tengah-tengah kita untuk memeluk setiap kehidupan kita. Dia tidak pernah menipu kita.
Yang hancur, buruk, gagal, jahat, najis, gelap, rubuh, bau busuk sudah Tuhan tanggung semua di kayu salib, dan Dia mampu memberikan yang terang, kokoh, dan harum bagi kita, sampai kita sempurna.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top