English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 04 September 2007)
Tayang: 14 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Desember 2007)
Tayang: 04 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 11 September 2007)
Tayang: 12 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 31 Juli 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 02 Oktober 2007)
Tayang: 16 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 April 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Maret 2008)
Tayang: 12 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 April 2008)
Tayang: 17 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 03 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 04 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 13 November 2007)
Tayang: 31 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 14 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 27 November 2007)
Tayang: 02 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 06 November 2007)
Tayang: 24 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa, 04 September 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 14 November 2010

Masih injil Matius 24 ayat 3 - 44 yang berbicara tentang tujuh nubuat yang harus terjadi sebelum kedatangan YESUS Yang ke dua kali. Sebelum kiamat/sebelum penghukuman TUHAN atas dunia ini, maka ketujuh nubuat ini harus terjadi.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3 - ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6 - ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9 - ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15 - ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> 26 - ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32 - ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUSYang kedua kalinya --> ay 36 - ay 44
Matius 24 : 3 - 5
3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Jadi nubuat pertama atau tanda pertama adalah nubuat tentang penyesat-penyesat/atau pengajaran sesat. Kita sudah mendengar bentuk-bentuk dari pengajaran sesat/ bentuk-bentuk penyesatan atau pengajaran sesat.

Pengajaran sesat di dalam alkitab digambarkan sebagai ragi (Galatia 5) --> sedikit ragi merusak seluruh adonan, dan ini yang sungguh-sungguh berbahaya sebab menunjuk kedahsyatan dari pengajaran sesat, sebab merusak kesatuan Tubuh Kristus dan dimulai dari merusak nikah manusia. Ini yang harus kita waspadai.

Ada tiga macam ragi yaitu:
  • ragi herodes Markus 8 : 15
  • ragi Parisi
  • ragi orang Saduki Matius 16 : 6
Inilah tiga macam ragi/ pengajaran sesat.  
Kita sudah mempelajari tentang ragi herodes, sekarang kita akan mempelajari tentang RAGI FARISI --> Markus 10 : 1 - 9.
Markus 10 : 1 - 9
1. Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
2. Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
3. Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"
4. Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."
5. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
6. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
7. sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
8. sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
9. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Ayat 1 --> ini adalah pengajaran yang benar dari TUHAN yang selalu ditandingi/yang mau menyusup --> YESUS mengajar Firman Pengajaran benar tetapi ragi itu mau menyusup.

Ayat 2 --> Maka datanglah orang-orang Farisi"? orang-orang Farisi datang, apa yang menjadi ajaran dari mereka?

Ayat 9 -->
  • "Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah" --> ini adalah pengajaran yang benar.
  • "tidak boleh diceraikan manusia" --> tidak boleh diceraikan manusia = pengajaran yang benar.
Jadi, ragi Farisi/ pengajaran Farisi adalah mengijinkan perceraian atau kawin cerai. Kawin cerai ini akan mengarah kepada kawin mengawinkan --> kawin lagi, cerai lagi, kawin lagi = pembentukan tubuh Babel. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dan waspada.

Mengapa terjadi perceraian ? (di dalam kitab perjanjian lama) --> ay 4, Musa memberi ijin untuk bercerai; mengapa terjadi perceraian? jawabannya --> ay 5, "lalu kata YESUS kepada mereka, justru karena ketegaran hatimu lah maka
Musa menuliskan perintah ini untuk kamu".
Perwujudan dari kekerasan hati dari manusia adalah memakai kebenaran diri sendiri/membenarkan diri sendiri dan ini sumber dari terjadinya perceraian.

Ada dua praktek dari kebenaran diri sendiri yaitu:
  1. menyalahkan orang lain untuk membenarkan diri sendiri yang salah, itu praktek dari kebenaran diri sendiri. Sebenarnya diri sendiri yang salah, tetapi untuk membenarkan diri, dia menyalahkan orang.

    Misalnya suami berbuat dosa, dan untuk membenarkan dirinya, dia menyalahkan istri. Saya memberikan contoh yang ekstrim --> mungkin suami sudah berselingkuh dengan wanita lain, kalau ditegor/diingatkan oleh istri, tetapi justru suami menyalahkan isteri dengan berkata : itu terjadi karena kamu tidak memberi perhatian. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab dengan menyalahkan orang lain, maka terjadilah perceraian/putus hubungan dengan sesama.

    Perceraian mulai dari nikah yang mungkin belum ada surat cerai, tetapi sudah terjadi perceraian secara diam-diam yang dimulai tidak sehati/satu hati lagi dan juga sudah mulai ada kepahitan hati.

  2. menyalahkan TUHAN .
    Tadi menyalahkan sesama, sekarang menyalahkan TUHAN untuk membenarkan diri sendiri yang bersalah.

    Contohnya:
    1. Menganggap TUHAN tidak adil dengan berkata saya sudah setia tetapi mengapa saya mengalami ini, sedangkan orang yang tidak setia, pada hal dia sendiri sekali-pun setia, tetapi ia mempertahankan dosa. Kemudian menganggap TUHAN itu kejam.

    2. menolak Firman pengajaran yang benar. Orang yang merasa benar sendiri, akan menolak kebenaran dari TUHAN, sebab dia mempertahankan dosa karena kekerasan hati. Akibatnya putus hubungan dengan TUHAN sehingga .) kerohaniannya menjadi kering .) doanya tidak dijawab oleh TUHAN sebab tidak naik sampai ke hadirat TUHAN .) tidak bisa menyembah TUHAN.
Zakharia 7 : 12, 13
12. Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.
13. "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.

Ayat 12 --> "Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan
mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu" --> tidak mau mendengar, tidak mau dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar.

Ayat 13 --> "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil" --> seperti mereka tidak mau mendengar waktu dipanggil, waktu pemberitaan Firman, TUHAN memanggil kita untuk menolong dan juga untuk memberkati/untuk memberikan sesuatu yang positif, tetapi kalau kita menolak, maka itu berarti putus hubungan dengan TUHAN = terjadi perceraian dengan TUHAN, akibatnya:
  • kerohanian menjadi kering,
  • tidak bisa menyembah TUHAN,
  • tidak bisa mengerti Firman,
  • doanya tidak dijawab oleh TUHAN, sehingga masalah tidak pernah selesai bahkan bertambah-tambah.
Mari bersungguh-sungguh --> inilah kekerasan hati = kebenaran diri sendiri yang membuat kita putus hubungan dengan sesama yang dimulai dari nikah, dengan sesama. Di gereja juga putus hubungan dengan sesama dan juga putus hubungan dengan TUHAN dan ini merupakan suatu penderitaan kalau kita selalu merasa benar sendiri. Salah satu contoh adalah Ayub.  

Mari kita melihat contoh kehidupan yang memakai kebenaran diri sendiri sehingga putus hubungan dengan TUHAN dan dengan sesama -->
Ayub 32 : 1 - 2,
1.Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

Ayub menggunakan kebenaran diri sendiri dengan menyalahkan orang lain sampai menganggap diri lebih dari TUHAN/lebih dari Firman, akibatnya putus hubungan dengan TUHAN dan ia sendiri yang mengaku --> Ayub 19 : 13 - 19,
13. Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku, dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku.
14. Kaum kerabatku menghindar, dan kawan-kawanku melupakan aku.
15. Anak semang dan budak perempuanku menganggap aku orang yang tidak dikenal, aku dipandang mereka orang asing.
16. Kalau aku memanggil budakku, ia tidak menyahut; aku harus membujuknya dengan kata-kata manis.
17. Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku, dan bauku memualkan saudara-saudara sekandungku.
18. Bahkan kanak-kanakpun menghina aku, kalau aku mau berdiri, mereka mengejek aku.
19. Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku

ay 13 "dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku." --> Sesama tidak mau datang, sebab jika mereka datang, mereka dicaci maki.

Ayat 17 --> "Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku" --> sampai pada istrinya = dalam nikah juga terjadi putus hubungan, kalau orang merasa benar sendiri.

Ayub 19 : 7 - 9
7. Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan.
8. Jalanku ditutup-Nya, dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap.
9. Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku.

Ayat 8 --> "Jalanku ditutup-Nya, dengan tembok" --> jalanku ditutup-Nya = tidak ada jalan keluar/doa tidak dijawab.

Inilah contoh di alkitab. TUHAN memberikan kepada kita jangan sampai kita menjadi keras hati sehingga memakai kebenaran sendiri.

Inilah ajaran Farisi/ ragi perceraian mulai dari nikah, kemudian di dalam gereja/ dalam Tubuh Kristus, kalau ada kebenaran diri sendiri/merasa lebih benar dari sesama dengan menyalahkan orang lain, padahal dia yang bersalah. Kemudian merasa lebih benar dari TUHAN = menyalahkan Firman dan contohnya adalah Ayub.

Akibatnya, keadaan Ayub habis-habisan didalam penderitaan = diijinkan penyakit datang bahkan diancam maut.

Ayub 19 : 20
Tulangku melekat pada kulit dan dagingku, dan hanya gusiku yang tinggal padaku.

Betul-betul sudah kurus kering diancam maut yang harus kita waspada ragi Farisi yaitu ragi perceraian/ pemecah belah yang dimulai dalam nikah dan juga dalam gereja/ dalam Tubuh Kristus, jangan ada kebenaran sendiri. Semoga kita dapat mengerti.

Untunglah saudaraku, disaat dalam keadaan habis-habisan, Ayub dapat merendahkan diri. Mari! kalau kita merasa di dalam rumah tangga sudah terasa tawar, mungkin belum ada surat cerai tetapi sudah tidak merasakan apa-apa lagi, bahkan menderita dalam rumah tangga; mungkin ada yang habis-habisan --> TUHAN ijinkan supaya kita dapat merendahkan diri. Akhirnya Ayub dapat merendahkan diri dan dalam keadaan habis-habisan/penderitaan yang
diancam oleh maut, Ayub merendahkan diri dihadapan TUHAN dan ini yang harus kita tiru sekarang ini. Jangan keras hati tetapi melembut, merendahkan diri, jangan pertahankan kekerasan hati.

Ayub 42 : 5, 6
5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Ayat 5 --> "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau" --> ini berbahaya, orang Kristen semacam ini berbahaya. Awalnya, Ayub adalah orang yang saleh, secara rohani dia diberkati, saleh dan jujur; sedangkan secara jasmani, ia diberkati dan merupakan orang yang terkaya. Ini berbahaya, sebab sering kali kehidupan dari anak- anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN, dalam keadaan diberkati secara rohani dan jasmani tetapi tidak memiliki pengalaman secara pribadi dengan TUHAN. tidak memiliki pengalaman pribadi sebab semua berjalan normal-normal saja, tidak ada pengalaman yang mencekam secara pribadi dengan TUHAN seperti Ayub.

Aku mendengar dari orang --> hanya mendengar apa yang disaksikan oleh orang, tetapi diri sendiri sepertinya hampir tidak ada kesaksian. Semua dianggap biasa karena dia memiliki semuanya. Seandainya orang tidak memiliki uang, kemudian ia mendapatkan uang, maka ia akan berkata bahwa TUHAN itu luar biasa.

Ada seorang ibu yang tidak memiliki beras, kemudian secara tidak sadar gereja mengirim beras ke rumahnya, kemudian dia bersaksi pada hari Minggu --> oooh YESUS terima kasih! dan ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Tetapi kalau kita sudah diberkati dan beras datang, berapa kwintal-pun, maka kita merasa biasa saja, sehingga tidak ada pengalaman pribadi dengan TUHAN/tidak ada pengakuan terhadap TUHAN.

Saya juga seringkali dijinkan oleh TUHAN menghadapi sesuatu yang merosot, dan kalau di saat merosot, kita sudah menjadi sadar --> ya cukup! tetapi kalau tidak sadar, maka TUHAN ijinkan sampai habis-habisan semuanya seperti Ayub. Dalam nikah habis-habisan, dalam ekonomi habis-habisan, barulah Ayub sadar. Kita tidak perlu sampai menjadi seperti itu.

Begitulah saudaraku! Mari! kalau kita diijinkan sesuatu menjadi merosot --> didalam nikah sudah tidak seperti dahulu lagi --> cepat berbenah diri. Jangan menyalahkan orang, dan juga jangan menunggu menjadi seperti Ayub sampai habis semua, sebab terlalu berat harga yang harus dibayar. Itu sebabnya, biarlah kita peka terhadap Firman dihari-hari ini dan kalau Firman sudah menunjuk sesuatu yang merosot, jangan menyalahkan orang, tetapi cepat periksa diri seperti Ayub yang cepat melembut.

Sering kali TUHAN mengijinkan sesuatu yang luar biasa terjadi, seperti kita tidak memiliki uang sama sekali --> supaya kita dapat memiliki pengalaman pribadi dengan TUHAN sehingga dapat berkata --> oooo! mataku dapat melihat TUHAN.

Ay 6 --> Ayub mulai melembut sehingga ia dapat mengaku bahwa ia hanyalah debu tanah liat. Tidak layak dan tidak mampu sebab memang tanah liat itu hanya untuk diinjak-injak. Karena kita tidak layak dan tidak mampu = banyak cacat cela dan tidak berdaya sehingga kita .) hanya memandang dan menyembah TUHAN .) mengulurkan tangan kepada TUHAN .) menyerah sepenuh kepada TUHAN.

Hanya itu yang dilakukan Ayub dan ini yang ditunggu oleh TUHAN, kita jangan berusaha untuk berbuat hal yang lain. Saya tidak melarang saudara jika saudara jatuh dalam berusaha, sebab saya juga tidak mengerti soal ekonomi, saudara akan menyuntik modal --> terserah! Tetapi jalan utama dari TUHAN bukanlah menyuntik modal terlebih dahulu, tetapi jalan utama dari TUHAN adalah sampai kita dapat melembut, dan mengaku bahwa kita hanyalah tanah liat =
  • tidak layak,
  • banyak salah dan kekurangan,
  • tidak mampu dan,
  • tidak dapat berbuat apa-apa.
'mataku hanya memandang TUHAN' --> yang kita lakukan hanyalah menyembah TUHAN = menyerahkan segenap hidup kepada TUHAN = mengulurkan tangan kepada TUHAN.

Tanah liat di dalam alkitab, memiliki keistimewaan, sebab berada di dalam Tangan TUHAN. Tanah liat tidak diinjak oleh TUHAN, tetapi seperti di dalam ktb Kejadian, tanah liat itu diambil oleh TUHAN untuk menciptakan manusia.

Yesaya 64 : 8
Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.

Ayat 8 -->"dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu" --> Buatan tanganMu = berada di dalam Tangan TUHAN.

Saat kita mengaku tanah liat = menyembah TUHAN = mengulurkan tangan kepada TUHAN dengan mengaku bahwa sayalah yang bersalah --> bukan TUHAN, bukan sesama yang bersalah, maka di saat itu-lah TUHAN mengulurkan Tangan dengan kuasa penciptaan untuk memulihkan kita seperti Ayub yang dipulihkan dua kali lipat. Sekarang untuk kita, TUHAN akan mengulurkan Tangan dengan kuasa penciptaan untuk memulihkan kita secara double secara jasmani --> nikah rumah tangga dan buah nikah akan dipulihkan oleh TUHAN.
Nikah yang sudah porak poranda/tercerai berai akan dipulihkan oleh TUHAN, penyakit disembuhkan dan juga masa depan kita dipulihkan.

Awalnya Ayub tidak memiliki masa depan --> semua meninggalkan dia = tidak ada masa depan, tetapi dia duduk di atas debu = banyak menyembah TUHAN sehingga TUHAN memulihkannya secara jasmani maupun secara rohani.

Memulihkan yang rohani = mengubahkan/menciptakan kembali/membaharui tanah liat diubahkan menjadi kehidupan rohani seperti TUHAN, sebab tanah liat/daging dan darah tidak mewarisi kerajaan surga = binasa. Itu sebabnya kita perlu banyak merendahkan diri, dan melembut agar dapat dibentuk oleh TUHAN seperti dulu TUHAN membentuk manusia pertama.

Apa yang harus dibaharui?
Wahyu 21 : 8
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

"Tetapi orang-orang penakut" --> penakut merupakan sifat tanah liat, daging darah itu penakut terutama takut untuk berkorban untuk TUHAN sehingga mengorbankan TUHAN seperti Yudas yang takut berkorban untuk TUHAN --> dia mencuri milik TUHAN, mengorbankan TUHAN dengan menjual TUHAN.

"orang-orang yang tidak percaya" --> tidak percaya, bimbang, ragu, kuatir.

"orang-orang pembunuh" --> benci.

"tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala" --> ramalan-ramalan, tukang sihir. Hati-hati, sebab masih banyak yang mempercayai ramalan ini, ramalan itu, mimpi ini dan mimpi itu = tanah liat.

Penyembahan berhala itu sesuatu yang mengikat kita sehingga tidak bisa mengasihi TUHAN/ sesuatu yang lebih dikasihi dari pada mengasihi TUHAN. Kita harus berhati-hati, sebab penyembahan berhala itu dapat berupa televisi, pacar, pekerjaan, bisa apa saja yang lebih dikasihi dari pada mengasihi TUHAN.

"dan semua pendusta" --> penutupnya dusta. Tetapi kalau dusta sudah diubahkan, maka yang tujuh lain bisa diubahkan. Tetapi selama kita masih berdusta, maka yang ketujuh dosa lain pasti ada disitu. Dan ini sudah delapan dosa dan sudah lengkap ada di dalam hidup/tanah liat. Jangan ada dusta, tetapi jujur. Alm.bpk pdt Totaijs selalu mengatakan, bahwa kejujuran itu merupakan jalan yang paling singkat untuk ditolong oleh TUHAN/diangkat oleh TUHAN dari ketenggelaman di dalam lautan api dan belerang.

Apalagi di dunia ini, TUHAN mampu mengangkat kita dan pada saat YESUS datang kembali Yang ke dua kalinya, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS, kita akan terangkat, bukan binasa bersama dunia/kiamat, tetapi kita terangkat bersama Dia untuk selama-lamanya.

Mari! dihari-hari ini, kita jangan ragu-ragu untuk:
  • memandang TUHAN/menyembah Dia,
  • mengangkat dua tangan kepada Dia/menyerah kepada Dia dan berseru --> 'saya hanyalah tanah liat --> banyak salah dan tidak mampu, dan TUHAN akan mengulurkan Tangan penciptaan dengan kuasa-Nya untuk memulihkan secara double --> jasmani dipulihkan, rohani juga dipulihkan sampai menjadi sempurna.
TUHAN memberkati kita semua.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top