Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian--menunjuk pada sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk menaungi/menudungi gereja Tuhan, seperti tutup terhadap peti; sama dengan melindungi, memelihara gereja Tuhan sampai menyempurnakannya.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2)dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Ayat 1-3= tujuh kali percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan--penampilan pribadi Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan--(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).

  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).

  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).

  4. Kakinya bagaikan tiang api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2019).

  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ini menunjuk pada pembukaan rahasia firman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Oktober 2019).

  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi. Ini menunjuk pada kewibawaan dan kuasa Tuhan untuk mengalahkan antikris, binatang buas yang keluar dari dalam laut, dan nabi palsu, binatang buas yang keluar dari dalam bumi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Oktober 2019sampai Ibadah Doa Surabaya, 25 Oktober 2019).

  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Oktober 2019).

AD. 7: IA BERSERU DENGAN SUARA NYARING SAMA SEPERTI SINGA YANG MENGAUM
Amos 3: 7-8
3:7. Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
3:8.
Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

Suara singa mengaum untuk mengimbangi suara Setan sama dengan firman nubuat/pembukaan rahasia firman Allahyang mengungkapkan apa yang belum terjadi tetapi pasti terjadi di akhir zaman, terutama tentang dua hal:

  1. Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai. Ini yang disebut dengan kabar mempelai; firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Kabar baik/penginjilan mengungkapkan tentang kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib dan menebus dosa kita.
    Penginjilan, penting, tetapi kalau sudah selamat, harus ditingkatkan pada pengajaran untuk menyucikan kita sampai sempurna seperti Dia; menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Yesus mau datang kembali, apa yang harus kita lakukan sekarang? Percaya Yesus, selamat, dan diberkati, baik, tetapi harus dilanjutkan yaitu kita harus disucikan oleh pedang firman secara terus menerus sampai sempurna seperti Yesus.

  2. Penghukuman yang akan melanda dunia, yaitu tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal, kiamat, sampai neraka.
    Kalau mau disucikan kita tidak usah menghadapi penghukuman, tetapi kalau tidak mau disucikan, akan menghadapi penghukuman.

"Sekarang banyak hamba Tuhan menyampaikan firman nubuat (mohon maaf) seperti peramal. Mau kerja tambang, lalu panggil hamba Tuhan, ditunjukkan tempatnya. Memang betul, tetapi itu ramalan, bukan nubuat."

Firman nubuat adalah untuk masalah rohani, tidak ada kaitan dengan perkara jasmani; kerajaan sorga bukan soal makan dan minum. Jangan salah!
Firman nubuat justru terkait dengan kedatangan Tuhan dan penghukuman.

Kalau kita bisa menerima firman nubuat, itu merupakan kemurahan Tuhan, karena Dia tidak berbuat sesuatu sebelum diberitahukan kepada hamba-hamba-Nya. Demikian juga sekarang, sebelumDia menghukum dunia, Dia terlebih dulu menyatakan pembukaan rahasia firmanyang mengungkapkan tentang jalan keluar dari hukuman sekaligus tempat perlindungannya.

Ini gunanya firman nubuat, yaitu bukan untuk mencari pekerjaan dan lain-lain, tetapi hanya untuk yang rohani--ada kaitan dengan sorga--, kalau dikaitkan dengan perkara jasmani, itu berarti ramalan.

Kita sudah mempelajari mengenai penyucian (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Oktober 2019).
Siang ini kita belajar mengenai penghukuman; sebelum menghukum dunia, Tuhan memberikan jalan keluar dan tempat perlindungannya.

Contoh:

  • Waktu zaman Nuh, sebelum Tuhan menghukum dunia dengan air bah, Dia memberi jalan keluar kepada Nuh dan tempat perlindungannya yaitu bahtera Nuh.
  • Lot sekeluarga diberitahukan akan adanya penghukuman, dan jalan keluarnya, yaitu lari ke pegunungan, tetapi sayang isterinya menoleh ke belakang dan jadi tiang garam.

Siang ini kita belajar tentang hukuman berupa kelaparan--sebelum Tuhan menghukum dunia dengan kelaparan, Dia sudah memberitahukan jalan keluar dan tempat perlindungan bagi hamba-hamba-Nya--:

  1. Pada waktu kelaparan melanda Mesir dan Kanaan.
    Kejadian 41: 25-32
    41:25.Lalu kata Yusuf kepada Firaun: "Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
    41:26.Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama.
    41:27.Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan.
    41:28.Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
    41:29.Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahandi seluruh tanah Mesir.
    41:30.Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.
    41:31.Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya kelaparan itu.
    41:32.Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segeramelakukannya.

    'memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya'= suara singa yang mengaum untuk memberikan peringatan akan adanya penghukuman Tuhan.
    Sebelum terjadi kelaparan selama tujuh tahun di Mesir, Tuhan lebih dulu menyatakan keputusan-Nya kepada Yusuf; Yusuf mendapat KASIH KARUNIA DAN HIKMATdari Tuhan untuk mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya, sehingga dapat melepaskan Mesir dan Kanaan dari kelaparan. inilah jalan keluarnya untuk menghadapi kelaparan.

    Kisah Rasul 7: 9-10
    7:9.Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
    7:10.dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.

    Mungkin saat mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya Yusuf diejek banyak orang. Kita juga. Kita mendengar firman tiga kali seminggu, mungkin diejek, bahkan oleh orang kristen sendiri.

    "Saya kemarin baru mendengar dari seorang kaum muda. Untuk minta izin supaya bisa beribadah, malah dimarahi, padahal direkturnya orang di dalam Tuhan. Dia tidak diizinkan. Itu yang terjadi, diejek: Untuk apa ibadah dua tiga jam? Di satu daerah saya menyampaikan firman satu jam, ketuanya langsung bersaksi: Saudara tahu, satu jam lho kita mendengar firman. Terus selama ini berapa lama mendengar firman? Banyak diejek."

    Kalau bisa mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya, itu justru hikmat dan karunia dari Tuhan yang bukan hanya melepaskan dari kelaparan/penghukuman, tetapi lebih dari itu Yusuf dipermuliakan--dia menjadi perdana menteri. Perhatikan! Kita ibadah untuk mendengar firman, itu yang membebaskan kita dari hukuman, dan kita pasti dipermuliakan Tuhan. Inilah kekuatan firman. Ijazah dan kekayaan belum tentu menaikkan kita, tetapi hikmat dan karunia Tuhan pasti bisa. Itu yang harus jadi pegangan kita.

    Kejadian 41: 49
    41:49.Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.

    Mari, firman sudah harus menjadi kasih karunia dan hikmat dalam hidup kita, itu yang melindungi dan mengangkat hidup kita.

    Siapa yang dilanda kelaparan?


    • Secara umum: kelaparan melanda Mesir; gambaran dari dunia yang akan mengalami kelaparan secara jasmani dan rohani, sampai zaman antikris berkuasa di bumi. Semua akan dikuasai antikris, dan mereka akan menyembah antikris.

    • Secara khusus: kelaparan juga melanda Kanaan; gambaran dari gereja Tuhan yang berada dalam kegerakan rohani--Kanaan menunjuk pada kegerakan rohani.
      Artinya: gereja Tuhan bisa mengalami kelaparan rohani sampai jatuh bahkan enjoydalam dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan)--rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi; tidak bisa bertobat lagi, berarti binasa selamanya. Kalau tidak ada firman, tidak akan bisa bertobat.

    Mengapagereja Tuhan yang berada dalam kegerakan rohani bisa mengalami kelaparan? Karena banyak kegerakan rohanitetapi isinya hanya yang jasmani yaitu hiburan dan kemakmuran jasmani, tetapi tidak mengutamakan firman Tuhan.
    Amos 8: 11-14
    8:11."Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparanakan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
    8:12.Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
    8:13.Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
    8:14.mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

    Namanya kegerakan rohani tetapi firman Tuhan diberi waktu yang paling sedikit.
    Misalnya mendatangkan public figureyang pintar menyanyi, gembalanya dapat waktu berapa lama, penyanyinya dapat waktu berapa lama dalam satu kebaktian? Penyanyinya dapat waktu seluas-luasnya, tetapi gembala atau pendetanya yang berkhotbah diberi waktu sedikit mungkin.
    Ini sama dengan neraca palsu--lebih memberatkan syikal; untuk yang jasmani begitu berat, tetapi untuk yang rohani diberi sedikit saja.

    Amos 8: 5
    8:5.dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,

    'efa'= timbangan gandum--perkara rohani; gandum menunjuk pada firman.
    'syikal'= timbangan emas--perkara jasmani.

    'mengecilkan efa, membesarkan syikal'= ada kegerakan rohani tetapi titik beratnya pada perkara jasmani. Ini sering terjadi, dan selalu firmannya yang dikurangi.

    Akibatnya: rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi; segala perayaan akan menjadi ratapan dan kertak gigi selama-lamanya.
    Amos 8: 10
    8:10.Aku akan mengubah perayaan-perayaanmumenjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih."

    'perayaan-perayaanmu'= kegerakan rohani.

    Mari gunakan hikmat dan kasih karunia Tuhan! Ini yang menyelamatkan kita dari penghukuman. Kalau mengecilkan firman, justru akan membawa pada penghukuman.
    Jangan main-main!

    Setan cerdik, ia menghalangi orang untuk beribadah, kalau tidak bisa, sampai di gereja, ia membuat pendetanya tidak menyampaikan firman tetapi hanya bercanda sehingga tidak ada gandum Yusuf, atau pendetanya sudah benar tetapi jemaat dibuat mengantuk, berbicara dan lain-lain. Itu saja tujuan Setan, yaitu jangan sampai mendengar firman, karena selama kita masih bisa mendengar firman, sehancur dan senajis apapun kita masih bisa diperbaiki. Tetapi sehebat apapun kita kalau tidak mau mendengar firman, pasti rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi. Tuhan tolong kita semua.

    Hidup dalam hikmat dan kasih karunia Tuhan seperti Yusuf, artinya: BERGAIRAH UNTUK MENGUMPULKAN GANDUM FIRMAN--TERUTAMA FIRMAN PENGAJARAN--SEBANYAK-BANYAKNYA.
    Kita ingat tentang mimpi Yusuf, yaitu gandumnya tegak, dan gandum saudara-saudaranya tunduk pada gandumnya.
    Artinya: semua pemberitaan firman akan meningkat pada firman pengajaran; memuncak pada kabar mempelai--'Lihat mempelai datang, songsonglah dia!'
    Yang di luar pengajaran sekarang ini sedang mau meningkat pada pengajaran. Karena itu yang sudah di dalam pengajaran, jangan mundur lagi, nanti tidak bisa kembali lagi.

    Di akhir zaman kita harus mengumpulkan firman pengajaran secara dobel--nanti ketekunan dalam tiga macam ibadah akan ditingkatkan sampai setiap hari beribadah karena mengingat kelaparan yang dahsyat.
    Kita mengumpulkan gandum firman secara dobel sama seperti kakak-kakak Yusuf membeli gandum ke Mesir dua kali:

    • Kejadian 42:
      Perikop: Saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir.

      Saudara Yusuf membeli gandum ke Mesir, tetapi lama-lama habis, dan lapar lagi.
      Artinya: mencari firman pengajaran hanya untuk menyelesaikan masalah dan mendapat pemeliharaan serta pertolongan Tuhan.
      Banyak orang seperti ini. Memang benar, tetapi kalau berhenti sampai di sini, masih akan masuk kelaparan yang akan datang; masih mengalami penghukuman Tuhan.

    • Kejadian 43:
      Perikop: Saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk kedua kalinya

      Saudara Yusuf membeli gandum sampai bertemu dengan Yusuf, sehingga dua belas suku Israel menjadi satu--Benyamin ikut dibawa.
      Artinya: mencari firman pengajaran sampai masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna; menempatkan Yesus sebagai kepala. Kita tidak akan masuk kelaparan, dan semua persoalan selesai.

      Karena itu kita tidak egois, kita mendapat firman, mari kita bagikan. Memang harus berkorban waktu, tenaga dan lain-lain, tetapi semua itu untuk bisa masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, supaya bukan hanya masalah yang selesai, tertolong, dan terpelihara, tetapi sampai dosa selesai bahkan sempurna.

      Karena itu ibadah persekutuan, penting, kalau salah, hancur semua, kalau ada persekutuan yang benar tetapi kita tidak mau, hancur juga, kalau ada persekutuan yang salah dan kita masuk, hancur juga. Harus sungguh-sungguh!

    Dua belas suku Israel merupakan inti dari mempelai wanita.
    Wahyu 14: 1-5
    14:1.Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orangdan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
    14:2.Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
    14:3.Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
    14:4.Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
    14:5.Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

    'seratus empat puluh empat ribu orang'= dua belas suku Israel, masing-masing suku dua belas ribu.
    'tidak terdapat dusta'= kesempurnaan ditentukan dari lidah.
    Jaga mulutyaitu mulai dengan berkata benar, jujur, bersaksi, dan menyembah Tuhan, sampai tidak salah dalam perkataan, kita menjadi mempelai wanita Tuhan.

    Jadi, mengumpulkan firman adalah hikmat dan karunia Tuhan bagi kita untuk menghadapi kelaparan. kalau datang ibadah hanya senang saat menyanyi tetapi malas saat mendengar firman, bahaya, nyanyian akan menjadi ratapan dan kertak gigi. Sangat berbahaya, senang saat menyanyi belum tentu dari sorga!
    Sekarang arahkan, di dalam ibadah kita bahagia karena apa? Kalau kebahagiaan itu dari sorga kita akan berbahagia saat mendengar pemberitaan firman--'Wahyu 1:3.Berbahagialahia yang membacakan dan mereka yang mendengarkankata-kata nubuatini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.'

    Tingkatkan ibadah kita! Jangan ditipu oleh Setan, jangan ada neraca palsu!

  2. Kelaparan pada zaman perjanjian baru; zaman kaisar Klaudius.
    Kisah Rasul 11: 28
    11:28.Seorang dari mereka yang bernama Agabusbangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius.

    Hukuman Tuhan pada zaman Klaudius sudah diungkapkan Tuhan lebih dulu lewat nabi Agabus.
    Untuk apa Tuhan izinkan terjadi kelaparan? Tadi Tuhan izinkan terjadi kelaparan, supaya kita hidup dari kasih karunia dan hikmat Tuhan yaitu mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya--mendengar firman supaya disucikan terutama penyucian mulut--, sampai tidak bercacat cela.

    Kisah Rasul 18: 1-3
    18:1.Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
    18:2.Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudiustelah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.
    18:3.Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.

    'orang Yahudi meninggalkan Roma'= karena kelaparan melanda, semua diusir dari Roma.
    'bekerja bersama-sama'= kalau kita mendengar firman, tidak mungkin bertengkar, tetapi justru bekerjasama.
    Di sini orang lain bisa bekerjasama, masakan di dalam rumah tangga bertengkar terus?

    Bagaimana bisa bekerjasama?Kalau firman sudah menjadi tabiat: rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Karena itu suami dan isteri harus diisi dengan firman yang sama, baru bisa kerjasama. Kalau lain, tidak akan bisa.

    Jadi, di sini firman bisa MENUNTUN KITA UNTUK BEKERJASAMA.
    Efesus 4: 1-2
    4:1. Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
    4:2.Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

    'saling membantu'= bekerjasama.
    Jadi, firman Tuhan bukan hanya didengar saja tetapi sudah harus dipraktikkan dalam hidup kita, sehingga mendarah-daging; menjadi tabiat dalam hidup kita, yaitu:

    • Rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      Pengajaran bukan untuk membuat kita sombong, tetapi kalau kita bersalah kita mengaku, tidak ada masalah; mengaku tidak hebat tetapi dipermuliakan.
      Kalau bertengkar, justru membuka air bah.

    • Lemah lembut=

      1. Kemampuan untuk mengampuni orang lain.
      2. Kemampuan untuk menerima firman pengajaran yang benar, yang keras, yang lama, dan lebih tajam dari pedang bermata dua--bisa menerima pribadi Tuhan.

      3. Kemampuan untuk menerima sesama yang dalam kekurangan.
        Kalau sudah bisa menerima Tuhan pasti bisa menerima sesama yang dalam kekurangan untuk diampuni, dan sesama yang dalam kelebihan untuk diteladani.

        "Karena itu kaum muda sudah dinasihati: Kalau bawa pacar atau kenalan ke gereja lalu ia berkata: Aduh, lama firmannya. Ekstra berdoa. Jangan dipaksakan, karena dia belum menerima pribadi Tuhan, jangan pikir bisa menerima pribadimu dalam kekurangan dan kelebihanmu. Ini bukan mengancam, tetapi serius."

    • Sabar=

      1. Kemampuan untuk menderita demi menolong orang lain.
      2. Kemampuan untuk menunggu waktu Tuhan. Jangan mencari jalan sendiri!

    Kalau ini terjadi, maka kita bisa bekerjasama satu dengan yang lain.
    Dua macam kerjasama:

    • Kerjasama dengan sesama, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, sampai antar penggembalaan.
    • Kerjasama dengan Tuhan, yang menghasilkan mujizat.
      Yohanes 9: 5-7
      9:5. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
      9:6. Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludahke tanah, dan mengadukludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannyapada mata orang butatadi
      9:7. dan berkata kepadanya: "
      Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

      Di sini Tuhan bekerjasama dengan orang buta sejak lahir.
      Jadi, kalau Tuhan mau bekerjasama dengan kita, tidak ada untungnya bagi Dia, tetapi semua keuntungan dan kepentingannya untuk kita. Tidak usah ragu! Bahkan dengan orang tidak bergunapun Dia mau bekerjasama.

      Kapan Tuhan bekerjasama?Saat pemberitaan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Dulu Yesus meludah, mengaduk, dan mengoleskan, sekarang artinya firman pengajaran yang benar menunjukkan dosa, keadaan, dan kelemahan kita.

      Sikap kita: sabar menunggu waktu Tuhan--tidak mencari jalan sendiri--, rendah hati, dan lemah lembut, yang mendorong kita untuk taat dengar-dengaran--'Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam'.

      SABAR DAN TAATsama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan-Nya kepada kita.
      Hasilnya: buta jadi melek--gelap jadi terang.
      Artinya: mujizat terjadi:

      1. Secara rohani: hidup dalam dosa dipulihkan menjadi hidup dalam terang kebenaran dan kesucian; kita bisa menjadi saksi Tuhan. Mari tinggalkan dosa!

      2. Secara jasmani: yang mustahil menjadi tidak mustahil, ada masa depan berhasil dan indah.
        Mari kerjasama dengan Tuhan!

        Memang ada penghukuman yaitu kelaparan akan melanda dunia sampai zaman antikris, tetapi Tuhan sudah menyatakan firman nubuat-Nya.
        Mari kita terima hikmat dan karunia Tuhan untuk mengumpulkan gandum seperti Yusuf. Dengar satu firman pengajaran saja--gandum Yusuf--, bukan yang lainnya. Ini yang mampu menyucikan kita. Jaga mulut; kita hanya berkata benar, bersaksi, dan menyembah Tuhan.
        Kemudian, kita bekerjasama dengan Tuhan, bentuknya: sabar, taat, dan mulut berseru-berserah kepada Tuhan.

      3. Kalau Tuhan datang kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.

Banyak pencobaan dan masalah, datang kepada Tuhan--seperti hikmatnya Yusuf dan kerjasamanya rasul Paulus: rendah hati, lemah lembut, dan taat.
Sabar menunggu waktu Tuhan, ditambah dengan taat!

Jangan kecewa dan putus asa! Selama masih ada firman, masih ada pertolongan. Jangan bangga dengan sesuatu, karena pada zaman antikris semua itu tidak berlaku! Tetap hidup dari firman Tuhan!

Jika ada kesulitan--seperti menghadapi kelaparan--, Tuhan bukan mau menghancurkan kita, tetapi supaya kita bergantung pada hikmat dan kasih karunia-Nya, bukan bergantung pada dunia.
Kumpulkan gandum untuk menyucikan kita. Setelah itu firman sudah harus menjadi tabiat: rendah hati, lemah lembut, dan sabar; sama dengan sabar dan taat. Kita hanya mengulurkan tangan, berseru kepada Tuhan, dan Dia akan turun tangan untuk membuat semua indah pada waktunya.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Agustus 2012 (Kamis Sore)
    ... sempurna sama mulia dengan Yesus. Ukuran tabut perjanjian yaitu panjang hasta lebar hasta dan tinggi hasta. Luas alas dasar peti panjang x lebar x x x . empat injil yaitu Matius Markus Lukas Yohanes. lima luka Yesus di kayu salib korban Kristus . Allah Tri Tunggal Allah Bapa Allah Anak dan ...
  • Ibadah Persekutuan Ciawi I, 24 Juni 2009 (Rabu Sore)
    ... berdosa tidak menjadi binatang buas yang akan dibinasakan itu maka Tuhan menciptakan manusia baru. Dan manusia baru ini sama mulia dengan Tuhan bahkan Tuhan juga akan menciptakan langit dan bumi yang baru untuk kita. Proses untuk menciptakan manusia baru yang sama dengan Tuhan untuk ditempatkan di langit dan bumi baru disebut ...
  • Ibadah Raya Malang, 18 April 2021 (Minggu Pagi)
    ... menenggelamkan Petrus bimbang terhadap firman pengajaran benar perkataan Yesus yang keras yang tegas karena menghadapi angin pencobaan angin ajaran palsu sehingga mulai tenggelam. Matius - Kata Yesus Datanglah Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin takutlah ia dan mulai tenggelam lalu ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 April 2016 (Sabtu Sore)
    ... yaitu mau mengikuti proses besar menjadi kecil. Artinya kita menjadi anak kecil merendahkan diri serendah-rendahnya. Hasilnya adalah ditinggikan setinggi-tingginya sampai di tahta Tuhan. Proses besar menjadi kecil kita harus belajar pada Yesus di kayu salib sudah diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Malang April . Tempat mengalami proses besar menjadi kecil kita ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 01 Juli 2015 (Rabu Sore)
    ... Maret sampai Ibadah Doa Surabaya Juni . sidang jemaat di LAODIKIA Wahyu - . Setelah pengalaman kematian dan kebangkitan seharusnya jemaat Laodikia dalam tanda kemuliaan. Tapi kenyataannya jemaat Laodikia berada dalam keadaan suam-suam rohani diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya Juni . Wahyu - . Aku tahu segala pekerjaanmu engkau tidak ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Mei 2010 (Senin Sore)
    ... menunjuk pada kabarnya kabar mempelai saat ini karena untuk pernikahannya masih belum terjadi. Dulu kita adalah manusia berdosa yang harus dihukum mati. Tetapi kita sudah menerima injil keselamatan sehingga kita percaya Yesus dan tidak dihukum tapi diselamatkan. Tetapi setelah selamat banyak yang tidur rohani. Ini yang bahaya Karena bisa membuat ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Agustus 2011 (Senin Sore)
    ... Pokok anggur yang benar tergembala pada Firman pengajaran yang benar Pribadi Yesus . Kalau sudah tergembala pada Firman pengajaran yang benar carang melekat pada Pokok anggur yang benar cepat atau lambat pasti berbuah manis. Kita mengalami kebahagiaan Surga ditengah dunia yang terkutuk. SEMUA DITATA RAPI OLEH TUHAN. ay. setan mau mengganggu sistem ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Oktober 2017 (Kamis Sore)
    ... mati . Akibatnya adalah manusia tampil seperti binatang buas yang hanya menuruti naluri hawa nafsu daging sehingga berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan sampai binasa di neraka. Nikah juga untuk melampiaskan hawa nafsu daging nikah yang salah. Matius - Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa ...
  • Ibadah Raya Suragbaya, 26 Januari 2020 (Minggu Siang)
    ... ini bukan berarti Tuhan jahat karena kalau tidak ada jalan terakhir ia akan binasa. Justru jalan terakhir ini untuk membuktikan bahwa ia mau sungguh-sungguh kepada Tuhan tetapi lewat darahnya sendiri. Sekarang bisa sungguh-sungguh lewat darah Yesus tidak mau--ibadah main-main-- akibatnya nanti harus menunjukkan kesungguhannya sampai memenuhi ukuran kerohanian lewat dipancung artinya ...
  • Ibadah Raya Malang, 19 Juli 2020 (Minggu Pagi)
    ... Ini sama dengan kita hidup menurut kehendak Tuhan. Ini yang harus kita doakan dan praktikkan. Jika kita hidup dalam kehendak Tuhan sekalipun sakit bagi daging dan tidak cocok dengan kehendak kita segala kebutuhan jasmani dan rohani akan menjadi urusan Tuhan sampai nanti kita benar-benar masuk Firdaus dan kerajaan Sorga yang kekal. Kalau ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.