English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.

Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa menerima talenta,...

Ibadah Raya Malang, 06 November 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 dalam susunan tabernakel terkena kepada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/ tutup...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Maret 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di tangan kanan...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam V

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 November 2019 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan di Jakarta.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu...

Ibadah Doa Malang, 20 Januari 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:29-30 " Keadaan Pada Masa Kedatangan Yesus Ke-2x "
Terjadi badai maut yang...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 18 November 2014 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Doa penyembahan adalah proses perobekan daging...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Mazmur 103: 8-10
103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
103:9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya...

Ibadah Doa Malang, 24 Maret 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Surabaya, 22 April 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Mula pertama saya menyampaikan selamat malam dan salam sejahtera bagi kita sekalian. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 17 Maret 2009 (Selasa Siang)
Keluaran 15:22-27 dalam Tabernakel menunjuk pada Pintu Kemah, yaitu baptisan Roh...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Desember 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat sore, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Desember 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 menunjuk pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian yang menunjuk pada sengsara...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Juni 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada pada tema di dalam kitab Wahyu 1: 17-20 (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014), tetapi kita masih membahas Wahyu 1: 17-18.

Wahyu 1: 17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut

Rasul Yohanes tersungkur di bawah kaki Tuhan = menyembah dengan hancur hati, sehingga mengalami jamahan tangan kanan Tuhan dan rasul Yohanes menerima tiga hal:

  1. 'Jangan takut!' = tidak ada lagi ketakutan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014).
  2. 'Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir' (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Mei 2014).

    "Yang Awal" adalah kasih mula-mula.
    "Yang Akhir" adalah kasih mempelai (puncaknya kasih). Jadi, "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir" = menerima kasih Allah.


  3. [ayat 18] 'Aku Yang Mati dan Yang Hidup' = menerima kuasa kemenangan atas maut (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 25 Mei 2014).

Malam ini, kita masih mempelajari bagian ketiga 'AKU YANG MATI DAN YANG HIDUP'.

'Aku Yang Mati' menunjuk Yesus yang mati di kayu salib.
'Aku Yang Hidup' menunjuk Yesus yang sudah bangkit.

"Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup" = Yesus mati dan bangkit untuk:

  1. mengalahkan maut/menang atas maut = memegang segala kunci kerajaan maut untuk menutup pintu kerajaan maut bagi kita semuanya, supaya kita tidak binasa selamanya.


  2. sekaligus Yesus juga memegang kunci kerajaan surga untuk membuka pintu kerajaan surga kepada kita semuanya (memberikan kunci kerajaan surga bagi kita).

Matius 16: 18-19
16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

"alam maut tidak akan menguasainya" = pintu kerajaan maut sudah dikunci oleh Tuhan, sehingga kita tidak perlu binasa.

"Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga" = Tuhan sudah membuka pintu kerajaan surga dengan kunci kerajaan surga dan memberikannya kepada kita (dulu diberikan kepada Petrus), supaya kita juga bisa membuka pintu surga dan hidup kekal untuk bersama Dia selama-lamanya.

Apa itu kunci kerajaan surga?
Kisah Para rasul 14: 22
14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara

"untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah" = ini berarti memiliki kunci.

Kunci kerajaan surga adalah mengalami sengsara daging bersama Yesus = SALIB.

Sekarang kita akan belajar tentang salib/sengsara daging.

1 Petrus 2: 19-20
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Ada dua macam sengsara daging:

  1. ay. 20= 'menderita pukulan karena kamu berbuat dosa'= pukulan atau hajaran.
    Artinya: sengsara daging karena berbuat dosa.

    Bagaimansa pukulan dan hajaran datang?
    Pada saat Firman Pengajaran diberitakan, tetapi kehidupan itu tetap mempertahankan dosa/menolak Firman Pengajaran yang merupakan tali kasih Allah yang diulurkan pada orang berdosa supaya kembali pada Tuhan.
    Firman pengajaran yang diulang-ulang = tali-tali kasih Allah.
    Sebenarnya tidak perlu dihajar dan sudah cukup lewat Firman.
    Tetapi, kalau tetap ditolak, maka tali-tali akan dipintal menjadi cambuk untuk memukul/menghajar kehidupan yang menolak Firman pengajaran. Kita bisa dihajar dalam bidang apa saja, misalnya ekonomi, kesehatan, dan lain-lain.

    Ibrani 12: 10
    12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

    Apa maksud Tuhan mendatangkan pukulan dan hajaran?
    Hajaran adalah kasih karunia Tuhan untuk mengembalikan kita kepada kebenaran dan kesucian. Jika kita sudah kembali pada kebenaran dan kesucian maka hajaran selesai. Kalau belum kembali pada kebenaran dan kesucian, hajaran akan terus datang.

    Contoh: Yunus disuruh pergi ke Niniwe, tetapi malah pergi ke Tarsis. Akhirnya, ia dihajar dan masuk ke laut sampai masuk ke perut ikan. Tetapi ketika dia sadar, maka Yunus dikeluarkan dari perut ikan = hajaran selesai.

    Tetapi, jika hajaran ditolak = tetap mempertahankan dosa, maka kehidupan itu akan dibiarkan oleh Tuhan = sudah berada di bawah hukuman Tuhan dan tinggal tunggu waktu untuk dihukum oleh Tuhan sampai kebinasaan.

    Raja Daud mengatakan "jangan iri kepada orang jahat" , misalnya korupsi tetapi tidak ketahuan, itu artinya sedang dibiarkan oleh Tuhan.

    Kalau kita dihajar, artinya kita masih disayang oleh Tuhan (kasih karunia Tuhan).


  2. 1 Petrus 2: 19
    2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Yang kedua: sengsara karena kehendak Tuhan = sengsara bersama Yesus.
    Ini adalah kasih karunia atau pemberian Tuhan kepada orang yang tidak layak, terutama bangsa kafir (anjing dan babi yang tidak layak dipersembahkan kepada Tuhan).
    Jangankan menjadi mulia seperti Yesus, untuk menderita bersama Yesus pun, bangsa kafir sebenarnya tidak layak.

    Kalau kita mengalami sengsara daging tanpa dosa bersama Yesus, maka itu merupakan kasih karunia Tuhan kepada kita bangsa kafir (kita dilayakkan untuk menderita bersama Yesus). Jangan ragu!

1 Petrus 2: 21
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Sengsara daging bersama Yesus = SALIB = kasih karunia.

Kita sengsara daging bersama Yesus = mengalami salib bersama Yesus, artinya kita sedang mengikuti jejak Yesus yaitu jejak dengan tanda darah = jejak kematian dan kebangkitan.

Praktek mengikuti Yesus dengan jejak kematian dan kebangkitan:

  1. 1 Petrus 2: 22-24
    2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
    mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    Jejak kematian
    adalah mati terhadap dosa.
    Banyak orang mengatakan kalau miskin adalah kematian, orang kaya tidak mengalami kematian. Tetapi kalau miskin berbuat dosa, maka bukan kematian. Yang penting bukan kaya/miskinnya, tetapi mati terhadap dosa.
    Apapun keadaan kita (sakit, sehat, miskin atau kaya), kalau mati terhadap dosa, berarti kita mengalami jejak kematian. Yaitu:


    • tidak berbuat dosa,
    • tidak berdusta,
    • tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan (sengsara daging bersama Yesus).


    1 Petrus 2: 24
    2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
    mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    Jejak kebangkitan
    adalah hidup untuk kebenaran = sesuai Firman Allah.
    Kalau tidak sesuai Alkitab, maka tidak benar, sekalipun seribu orang mengatakan benar.

    Kesimpulan: jejak kematian dan kebangkitan adalah mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran.
    Inilah praktik dari kunci kerajaan Surga.

    Hasilnya: kita mengalami kuasa bilur-bilur Tuhan = kuasa kesembuhan untuk penyakit jasmani dan rohani (penyakit dosa yaitu kenajisan, kejahatan, dendam, kepahitan, sakit hati dan lain-lain).

    Kalau membalas kejahatan dengan kejahatan, maka hatinya luka terus, belum sembuh. Tetapi kalau bisa membalas kejahatan dengan kebaikan maka hati kita sembuh (mulai dengan mendoakan orang yang menyakiti kita).

    Selama kita membalas kejahatan dengan kejahatan, maka belum sembuh dan rohani kita kering. Tetapi kalau membalas kebaikan dengan kejahatan = setan.


  2. 1 Petrus 2: 25
    2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Praktek kedua mengikuti Yesus dengan jejak kematian dan kebangkitan adalah tergembala dengan benar dan baik. Artinya:


    • tergembala pada Firman Pengajaran yang benar = pribadi Yesus sebagai Gembala Agung (pokok anggur yang benar).
    • masuk dalam kandang penggembalaan = masuk Ruangan Suci yang berisi tiga macam alat yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia-Nya = domba-domba diberi minum air kehidupan.


      • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman pengajaran dan kurban Kristus = domba-domba diberi makan roti kehidupan.


      • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya = kita bisa bernafas dengan baik/ada sirkulasi udara yang baik.


    Dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita bersekutu erat/bergaul erat dengan Allah Tritunggal, sehingga tidak ada tempat bagi setan untuk menjamah kita, buktinya:


    • kita bisa hidup dalam ketenangan = hidup damai sejahtera.
    • kita mengalami pertumbuhan rohani sampai pada kesempurnaan.
      Kalau sudah tenang dan tidak ada angin ribut, tumbuhan bisa bertunas, berbunga dan berbuah. Artinya: kalau sudah tenang, kita bisa mengalami buah-buah yang manis (hidup kita mulai manis) sampai buah kesempurnaan yaitu buah mempelai.


    Kita harus memperhatikan penggembalaan, mulai dari anak-anak muda harus memperhatikan penggembalaan. Sekalipun hidupnya Yusuf penuh liku, bahkan sampai dipenjara, tetapi kuasa penggembalaan tidak salah dan hidupnya tetap indah. Yusuf tetap berbuah manis sampai kesempurnaan.

    Kalau dalam penggembalaan kita diberi racun, maka rohani kita pasti lemah, sakit dan mati.
    Tugas seorang gembala (jabatan gembala dalam Tabernakel terkena pada Meja Roti Sajian) adalah mempunyai karunia untuk menimbang/membedakan Roh = bisa membedakan pengajaran yang benar dengan pengajaran yang tidak benar (= makanan benar dan racun). Jadi, gembala tidak boleh mengatakan semua pengajaran sama saja.

    Mengapa kita harus tergembala dengan benar dan baik?:


    • untuk memantapkan kebenaran, kesucian dan kesempurnaan = tidak jatuh bangun dalam dosa (daging dibendung).
      Domba yang keluar dari kandang, bukan disebut domba liar tetapi kuda liar. Kalau sudah dikandangkan, maka daging ini dibendung = kita tidak jatuh bangun dalam dosa dan dosa-dosa mulai ditinggalkan.

      Kesaksian:
      "Kemarin saya berbincang-bincang dengan seorang muda. Dia mengatakan sejak masuk di sini, dia takut untuk berbuat dosa. Ini namanya sudah dikandangkan. Daging mulai dibendung, dosa-dosa sudah mulai berkurang."

      Semoga ini menjadi pengalaman kita semuanya, supaya kita tidak sia-sia hanya keluar masuk gereja, tetapi malah loncat-loncat = berbuat dosa. Tidak ada artinya.


    • supaya tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat, sebab kedatangan Yesus kedua kali ditandai dengan adanya penyesatan.

      Matius 24: 3-5, 11, 24
      24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
      24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya
      jangan ada orang yang menyesatkan kamu(1)!
      24:5 Sebab
      banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang(2).
      24:11
      Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang(3).
      24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka
      menyesatkan orang-orang pilihan juga(4).

      = maksudnya, yang penting bukan tanda-tanda dunia, tetapi tanda rohani.
      Kalau rohani kita aman, biar dunia goncang maka Tuhan pasti melindungi kita. Tidak perlu kita mengurus adanya peperangan, krisis dan lain-lain. Yang penting rohani kita aman dulu. Sekalipun dunia lenyap, maka kita tidak akan lenyap.
      Tetapi kalau rohani kita goncang, sekalipun dunia tenang, maka kita akan hancur. Apalagi kalau rohani goncang dan dunia goncang, maka kita akan habis lenyap.

      'banyak orang' = banyak yang disesatkan, hanya sedikit yang bertahan.

      Kesaksian:
      "Jangan mengatakan "masa satu gereja mati semua ?". Itu ajaran guru saya dulu. Kalau seorang gembala berzinah, sidang jemaat tidak berbuat, maka hanya gembalanya yang binasa. Tetapi kalau gembala mengajarkan ajaran palsu, maka seluruh sidang jemaat binasa. Satu dunia saja mati pada zaman Nuh.
      Sampai terakhir catatan saya, Opa Totaijs, sesepuh kita berkotbah bahwa orang-orang pilihan adalah orang-orang dalam Kabar Mempelai akan disesatkan juga.
      "

      'orang-orang pilihan' = orang-orang dalam Kabar Mempelai.

      Jadi, tanda utama kedatangan Yesus kedua kali adalah munculnya banyak penyesatan yang melanda:


      • empat penjuru bumi (empat kali penyesatan), dimanapun terjadi penyesatan termasuk di Indonesia.
      • orang-orang pilihan/orang-orang Kabar Mempelai.


      Siapa yang dapat disesatkan?:


      • orang-orang yang tidak tergembala dengan benar dan baik.
      • orang-orang yang keras hati = tergembala dengan baik tetapi menolak Firman pengajaran benar, seperti Yudas.
        Yudas, gembalanya adalah Yesus = tergembala dengan sempurna. Tetapi Yudas keras hati/menolak, sehingga disesatkan oleh imam-imam kepala.


      Banyak yang menolak firman pengajaran benar karena mempertahankan "sesuatu" yang bertentangan dengan Firman pengajaran benar.

      Kesaksian:
      "Dulu pertanyaan guru saya "Mengapa banyak hamba Tuhan yang tidak mengerti Firman pengajaran benar?" Saya bingung, kenapa bisa begitu? Sebab saya hanya satu kali mendengar pengajaran benar langsung mengerti dan saya kerja Firman pengajaran tersebut. Jadi, saya berpikir "Oh, mungkin bodoh/tidak bisa". Bukan itu maksudnya. Anak kecil saja bisa mengerti. Tetapi penyebabnya karena keras hati, mempertahankan sesuatu yang tidak benar yaitu dosa, tahbisan yang salah, nikah yang salah. Jadi, ia akan menolak yang benar dan pergi pada yang tidak benar."

      2 Timotius 4: 2-4
      4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
      4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
      4:4 Mereka akan
      memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

      Akibatnya meninggalkan pengajaran benar dan beralih pada dongeng.

      1 Timotius 4: 7
      4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

      Jadi, kehidupan yang mempertahankan sesuatu yang bertentangan dengan pengajaran benar akan meninggalkan pengajaran benar dan beralih pada dongeng nenek-nenek tua.

      Ada dua nenek:


      • wanita Izebel = tahbisan dan ibadah pelayanan yang palsu.
        Wahyu 2: 19-20
        2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
        2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

        Anak-anak Tuhan kalau mau beribadah akan dihalangi oleh setan. Kalau tidak bisa dihalangi, maka ibadah pelayanannya yang dipalsukan.

        Ajaran Izebel yaitu:


        1. ajaran palsu yang memperbolehkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki, sehingga Yesus tidak menjadi kepala, tetapi setan (serigala dan burung = roh jahat dan roh najis = antikris dan nabi palsu) yang menjadi kepala.


        2. Wahyu 2: 24
          2:24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

          = mempelajari tentang seluk-beluk iblis sampai mempelajari rumah setan (neraka).
          Tanpa ayat-ayat, ini yang justru disenangi orang.
          Kalau pengajaran Tabernakel yang ada ayatnya malah tidak disukai.
          Mempelajari tentang seluk-beluk iblis = menentang pengajaran Tabernakel (seluk-beluk Tuhan, Rumah Tuhan).


      • wanita Babel.
        Wahyu 17: 4-5
        17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
        17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.

        Ajaran Babel yaitu ajaran palsu yang hanya mengajarkan tentang kemakmuran daging (berkat jasmani) dan hiburan daging tetapi tanpa penyucian (Firman pengajaran benar), sehingga dikuasai roh percabulan yang merusak nikah hamba Tuhan dan anak Tuhan = menentang Pengajaran Mempelai.

        Hati-hati! Pelayanan semacam ini kalau tanpa Firman dan penyucian akan berbahaya.

        "Banyak kesaksian-kesaksian sudah melayani sana sini, tapi tahu-tahu jatuh dalam dosa antar sesama pelayan. Saya ingat pada Hofni dan Pinehas. Kita harus hati-hati. Saya mendengar kesaksian langsung dari orangnya. Orangnya giat luar biasa. Tetapi akhirnya, ujung-ujungnya juga jatuh (nikahnya rusak)."

Di sini, kita harus sadar pentingnya penggembalaan karena kita menghadapi dosa dan pengajaran palsu di akhir zaman.
Kalau belum masuk kandang, berarti belum ikut jejakNya Yesus dan masih ikut jejak daging.

Tuhan memberikan contoh betapa pentingnya penggembalaan dalam:
Lukas 2: 6-7
2:6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

'tidak ada tempat penginapan' = yang ada hanya rumah yang ada palungannya, yaitu di kandang.
'palungan' = tempat makan binatang.

Jadi, Yesus lahir di kandang untuk menunjukkan kepada kita tentang pentingnya penggembalaan yang benar dan baik. Sebab, hari-hari ini kita banyak menghadapi binatang buas = ajaran palsu, dosa-dosa, kesulitan, dan lain-lain.
Yesus lahir di kandang bukan untuk mengentas kemiskinan. Kalau hanya untuk mengentas kemiskinan, Yesus tidak perlu lahir ke dunia tetapi cukup melemparkan emas dari Surga.

Yesus lahir di kandang juga menunjukkan kepada kita bahwa Dia sebagai Gembala yang Baik.

Tugas Yesus sebagai Gembala yang Baik:

  1. Matius 2: 6
    2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

    Tugas pertama Gembala yang baik: menggembalakan domba-domba Israel (umat Tuhan).
    Bangsa kafir tidak mendapat kesempatan karena bangsa kafir adalah anjing dan babi.


  2. karena Tuhan punya tugas yang kedua, maka bangsa kafir mendapat kesempatan.
    Ini cerita tentang perempuan Kanaan = bangsa kafir. Di sini ada kesempatan selubang jarum bagi bangsa kafir, karena perempuan ini ditolak terus (wanita ini berseru 'tolonglah aku', tetapi Tuhan menjawab 'tidak patut.....').

    Matius 15: 24
    15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

    Tugas kedua Gembala yang Baik: mencari domba Israel yang hilang.
    Di sinilah terbuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk ditolong, karena sebagian Israel keras hati, sehingga menolak Yesus = tetap terhilang sekalipun sudah dicari-cari dan tempatnya itulah yang digantikan oleh bangsa kafir.

    Roma 11: 25
    11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

    Karena sebagian domba Israel keras hati =menolak Yesus sehingga tetap terhilang, maka terbuka kesempatan dan kemurahan bagi bangsa kafir untuk diangkat dari anjing dan babi menjadi domba-Nya Tuhan. Dengan demikian, Israel dan kafir menjadi satu kawanan domba yang digembalakan oleh Yesus sendiri.

    Jangan sampai bangsa kafir keras hati/menolak penggembalaan, sebab kesempatannya hanya selubang jarum. Kalau menolak, maka tidak akan ada kesempatan lagi dan terhilang selamanya.

    Biarlah kita gunakan kesempatan hari-hari ini untuk tergembala dengan benar dan baik.

Tadi, ada kaitan antara Yesus dengan palungan.
Yesaya 1: 3
1:3 Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya."

'keledai'= bangsa kafir.
'keledai mengenal palungan' = bangsa kafir mengenal palungan (tempat makanan), sehingga bisa menjadi domba-Nya Tuhan.
Dari tadi, yang ditekankan adalah makanannya, bukan orangnya.

Sebagian Israel tidak mengenal palungan, sehingga terhilang dan digantikan oleh bangsa kafir.

'Palungan' = tempat makanan domba.
.
Yesus lahir di kandang dan dibaringkan di palungan, artinya, Yesus siap menjadi makanan bagi domba-domba (baik Israel maupun kafir).

Ada dua macam makanan domba:

  1. makanan Firman pengajaran benar (pribadi Yesus).
    Yesus adalah Firman pengajaran yang lahir menjadi manusia.

    Ibrani 8: 10-12
    8:10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
    8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
    8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

    ay. 12= Tuhan sebagai Imam Besar dan Gembala Agung yang berbelas kasihan.

    Kalau kita makan Firman pengajaran yang benar = mendengar dan dengar-dengaran, maka Firman pengajaran yang benar ditulis/diukirkan dalam seluruh kehidupan kita, yaitu:


    • ditulis/diukir di akal budi (pikiran), sehingga menjadi pengertian.
      Pengertian berbeda dengan pengetahuan. Kalau pengetahuan tidak menjadi iman, sedangkan pengertian menjadi iman.


    • ditulis/diukir di hati menjadi iman (kita percaya/yakin pada pengajaran benar).
    • Ulangan 30: 14
      30:14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

      = ditulis/diukir di mulut = menjadi perkataan hikmat yang menentukan keberhasilan kita.


    • ditulis/diukir di tangan = dilakukan/dipraktekkan, sehingga terjadi mujizat.
      Seperti Petrus dan kawan-kawan semalaman tidak dapat menangkap ikan. Lalu Tuhan perintahkan "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu", Petrus melakukannya dan terjadi mujizat.


    Kalau firman pengajaran benar sudah ditulis dalam seluruh kehidupan kita (diukir di pikiran, hati, mulut dan tangan), maka kita MENGENAL pribadi Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung yang berbelas kasihan ('Kenallah Tuhan!').

    Ibrani 8: 10-12
    8:10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
    8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
    8:12 Sebab Aku akan
    menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

    'semua, besar kecil akan mengenal Aku' = ini tugas guru-guru sekolah Minggu yaitu:


    • supaya murid-murid/anak kecil datang ke gereja. Orang tua juga bertanggung jawab, mau ditulisi apa anak ini. Banyak orang mengatakan anak kecil seperti lembaran kertas putih. Orang tua harus mengarahkan mau ditulisi apa kertas putih ini. Kalau tidak ditulisi Firman, maka gawat karena ditulisi yang lain. Lebih baik sekarang orang tua susah payah membawa anak ke gereja daripada nanti kalau ditulisi dosa akan menjadi susah sekali.


    • berdoa supaya anak-anak bisa mendengar Firman.


    Kesaksian:
    "Bapak Pdt. In Juwono (alm.) berkata kalau sudah sekolah Lempin-El, berkotbah itu mudah. Yang penting pembentukan menjadi hamba Tuhan. Kalau menjadi hamba Tuhan, disuruh mengajar sekolah Minggu dulu, sebab susah mengajar sekolah Minggu. Kalau sudah bisa mengajar sekolah Minggu, nanti mudah saat berkotbah."

    Ibrani 2: 17-18
    2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    Kalau sudah diukir dengan Firman, maka dosa-dosa kita mulai diperdamaikan/dosa-dosa mulai disingkirkan. Jangan dosa yang diukir, sebab kalau dosa diukir maka tidak bisa disingkirkan.
    Kita tinggal pilih, mau diukir Firman dan dosa tersingkir atau diukir dosa dan Firman yang tersingkir.

    Dosa adalah beban terberat, kalau dosa diselesaikan maka pencobaan juga selesai ('menolong mereka yang dicobai').

    Tugas Imam Besar adalah mengadakan pendamaian atas dosa-dosa kita semua.

    Jadi, kehidupan yang tergembala/mengenal palungan (mau makan Firman pengajaran, taat dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran) adalah kehidupan yang suka berdamai. Artinya:


    • mengaku dosa pada Tuhan dan sesama. Kalau diampuni jangan berbuat lagi.
    • mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.


    Hasilnya: darah Yesus mengampuni dosa kita, menyelesaikan dosa kita dan kita mengalami damai sejahtera.
    Kalau hati sudah ada damai sejahtera, maka semua menjadi enak dan ringan, semua selesai = Imam Besar dan Gembala Agung sanggup menolong menyelesaikan segala masalah/pencobaan kita sampai yang mustahil.

    Jadi, kehidupan yang mengenal palungan (makan Firman pengajaran dan taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran) adalah kehidupan yang suka berdamai, bukan suka cari gara-gara, bergosip, bertengkar dan lain-lain. Kalau suka cari gara-gara, bergosip, bertengkar = kehidupan yang kosong dan sebentar lagi ditulisi dengan dosa-dosa dan tidak pernah mengalami pelayanan Imam Besar.


  2. makanan kurban Kristus = perjamuan suci.
    Yohanes 6: 55-56
    6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
    6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

    Saat kita makan-minum perjamuan suci, kita tinggal di dalam Yesus dan Yesus tinggal di dalam kita = MENYATU dengan pribadi Yesus (kalau lewat Firman pengajaran, kita mengenal pribadi Yesus).
    Ini sama seperti Yohanes bersandar di dada Yesus saat perjamuan suci = berada dalam pelukan tangan kasih Tuhan. Kita perlu berada dalam pelukan tangan kasih Tuhan, sebab kita adalah domba-domba sembelihan yang tidak berdaya.

    Roma 8: 35-37
    8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
    8:37 Tetapi dalam semuanya itu
    kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Sehebat apapun hamba Tuhan/anak Tuhan/pelayan Tuhanm, hanyalah seperti domba sembelihan (tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa) dan jaraknya hanya selangkah (satu detak jantung) dengan maut, baik maut dosa (secara rohani), maut secara jasmani (penyakit, kecelakaan, bencana alam dan lain-lain) sampai maut neraka (kematian kedua).
    Oleh sebab itu kita membutuhkan pelukan tangan kasih Gembala Agung.

    Hasilnya:


    • Roma 8: 35
      8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

      Tangan kasih Tuhan memberikan kekuatan extra pada kita, sehingga kita tidak kecewa, putus asa, tinggalkan Tuhan (tidak terpisah dari Tuhan) , dan bangga menghadapi apapun. Tetapi kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tetap percaya dan berharap/menyembah Tuhan, seperti bayi yang hanya menangis kepada Tuhan.


    • Roma 8: 37
      8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

      Tangan kasih Tuhan sanggup menjadikan kita lebih dari pemenang. Artinya, kita tidak berdaya tetapi bisa menang atas musuh-musuh yang lebih kuat dari kita.
      Secara jasmani: menghapus segala kemustahilan (seperti saat Daud melawan Goliat).
      Secara rohani: mungkin kita sudah terpuruk, najis, jahat dan kotor, berada dalam keadaan putus asa, tetapi tangan kasih-Nya sanggup untuk mengangkat, menyucikan dan mengubahkan kita, membuat semua menjadi indah dan berhasil pada waktu-Nya, sampai kita duduk di tahta Tuhan seperti jemaat Laodikia.

      Jemaat Laodikia adalah jemaat yang paling terpuruk/paling najis (seperti muntah), tetapi bisa diangkat sampai yang paling tinggi ke tahta Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top