English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:33-37 Nubuat ke-7: tentang berjaga-jaga.
Perumpamaan orang yang pergi jauh menunjuk kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Maret 2014 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Sorong.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Januari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita...

Ibadah Paskah Surabaya, 31 Maret 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 30 Maret 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang penglihatan rasul...

Ibadah Raya Surabaya, 25 November 2012 (Minggu Sore)
Tema Ibadah di Ambon

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 03 September 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tabut Perjanjian terbuat dari kayu penaga,...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 20 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8:19-21
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Oktober 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Wahyu 1: 5
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati...

Ibadah Raya Malang, 14 Oktober 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalah kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8 dan 9 menunjuk pada dua loh...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 08 Maret 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Keluaran 3, ada 3 pengalaman utama...

Ibadah Doa Surabaya, 28 September 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita sekalian. Biarlah damai sejahtera dari TUHAN Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, 10 Maret 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 13 Mei 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13 - Keluaran 15:1-21 adalah...

Ibadah Doa Surabaya, 01 April 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 31
= terjadi sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan dan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Juni 2015 (Senin Sore)

Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya sukacita, damai sejahtera dari TUHAN kita Yesus Kristus senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Markus 9: 30-32
9:30. Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
9:31. sebab
Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
9:32.
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

Di dalam Markus 9: 31, Yesus sedang mengajar murid-murid-Nya. Dari pengertian ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa murid-murid adalah kehidupan yang menerima firman pengajaran.

Apa itu firman pengajaran?:
Kolose 3: 16
3:16. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

Firman pengajaran adalah perkataan Kristus sendiri; perkataan Yesus. Perkataan Yesus adalah:

  1. Lewat firman yang tertulis di dalam Alkitab.
  2. Diwahyukan oleh TUHAN, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain di dalam Alkitab.

Isi dari firman pengajaran yang benar, salah satunya adalah menegor.
2 Timotius 4: 2
4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Isi dari firman pengajaran yang benar
, adalah:

  1. Menyatakan apa yang salah.
    Dalam sidang jemaat, kalau firman pengajaran benar diberitakan, maka selalu mengungkapkan dosa-dosa yang ada di dalam sidang jemaat.


  2. Kalau masih tidak mau menerima, maka firman datang dalam bentuk tegoran.
    Tegoran adalah firman yang lebih keras lagi; menunjuk tepat pada hatinya, kekurangannya, dan dosanya.


  3. Kalau sudah menerima tegoran firman dan kembali kepada TUHAN, maka firman menjadi suatu nasihat, supaya kita tidak kembali kepada hidup yang lama/kehidupan yang salah--dosa yang lama, tetapi kita tetap berjalan mengikuti kehendak TUHAN.

Kegunaan
dari firman pengajaran:

  1. Yohanes 1: 1-3
    1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:2. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
    1:3.
    Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

    Kegunaan pertama firman pengajaran yang benar: untuk mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil; di dalam firman pengajaran benar ada kuasa penciptaan.

    Dulu, bumi dengan segala isinya termasuk manusia, tidak ada. Tetapi oleh firman, menjadi ada. 'Jadilah terang', maka terang itu ada, begitu seterusnya sampai hari ke-6, seperti yang kita lihat sekarang ini.

    Jadi, kegunaan firman pengajaran yang pertama adalah:


    • Untuk mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada; dari yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    • Firman pengajaran bukan hanya menciptakan, tetapi juga untuk memperbaiki yang rusak.
      Memang manusia diciptakan segambar dengan Allah, tetapi karena berbuat dosa, maka manusia menjadi rusak. Dalam Kejadian 6, manusia sudah rusak lakunya.

      Kegunaan firman adalah untuk memperbaiki yang rusak. Kehidupan yang sudah jatuh bangun dalam dosa--rusak dalam dosa--bisa diperbaiki kembali oleh pekerjaan firman pengajaran benar.
      Manusia/hamba TUHAN tidak mampu memperbaiki, tetapi hanya firman pengajaran yang benar, yang mampu memperbaiki dan mengembalikan keadaan manusia yang sudah rusak, menjadi seperti ciptaan yang semula.


  2. Kegunaan kedua firman pengajaran yang benar: untuk menyucikan kehidupan kita.
    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Menyucikan = memotong dosa. Kalau tangan yang berdosa, maka harus dipotong--disucikan--oleh pekerjaan pedang firman. Tetapi kalau hanya dipotong saja, kita akan menjadi cacat. Oleh sebab itu, ada pekerjaan firman yang ketiga.


  3. Kegunaan ketiga firman pengajaran yang benar: untuk menyucikan dan membaharui kehidupan kita.
    Kolose 3: 10
    3:10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

    Kita disucikan dan dibaharui sampai menjadi sama dengan Yesus; sama dengan Sang Pencipta.

    Apa yang harus disucikan?:
    Kolose 3: 5
    3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan(1), kenajisan(2), hawa nafsu(3), nafsu jahat(4) dan juga keserakahan(5), yang sama dengan penyembahan berhala(6),

    Yang harus disucikan yaitu mulai dari 6 dosa di luar dan 6 dosa di dalam.

    6 dosa di luar, yaitu:


    • percabulan,
    • kenajisan,
    • hawa nafsu,
    • nafsu jahat,
    • keserakahan,
    • penyembahan berhala.


    Kolose 3: 8-9
    3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah(1), geram(2), kejahatan(3), fitnah(4) dan kata-kata kotor(5) yang keluar dari mulutmu.
    3:9. Jangan lagi kamu saling
    mendustai(6), karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

    6 dosa di dalam, meliputi:


    • Marah.
      Bukan berarti tidak boleh marah; boleh marah tetapi marah dengan kasih Allah. Marah yang dimaksud di sini adalah marah yang sudah menjadi sifat/tabiat. Ada masalah maupun tidak ada masalah, marah; bergerak sedikit, marah; memang menjadi pemarah. Ini yang tidak boleh, harus disucikan.


    • Geram,
    • kejahatan,
    • fitnah,
    • kata-kata kotor = kata-kata yang tidak ada faedah/manfaatnya; diucapkan hanya membuat orang lain tersandung.
    • Dusta.


    Kolose 3: 12-14
    3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan(1), kemurahan(2), kerendahan hati(3), kelemahlembutan(4) dan kesabaran(5).
    3:13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan
    ampunilah(6) seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah
    kasih(7), sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Kalau sudah disucikan dari 6 dosa di luar dan 6 dosa di dalam, maka TUHAN akan membaharui dan memperlengkapi kita dengan 7 sifat:


    • belas kasih = tidak menghakimi orang berdosa.
      Orang yang berdosa, harus dibawa kepada TUHAN, bukan untuk dihakimi.


    • kemurahan = dermawan,
    • kerendahan hati = kemampuan untuk mengaku dosa,
    • kelemahlembutan = kemampuan untuk menerima orang lain, baik dalam kelebihan maupun kekurangannya,
    • sabar = sabar dalam menanggung penderitaan dan sabar menunggu waktu TUHAN.
    • pengampunan = mengampuni dosa orang lain, seperti TUHAN sudah mengampuni kita; pengampunan harus menjadi sifat tabiat kita.
    • kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan = mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.


    Angka 7 berarti sempurna.

Jadi, kegunaan firman pengajaran benar adalah untu menyucikan, membaharui sampai menyempurnakan kehidupan kita, artinya kita disempurnakan menjadi mempelai wanita TUHAN yang sempurna; menjadi satu kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.

Efesus 5: 22-25, 32
5:22. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23. karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
5:24. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:32. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah
hubungan Kristus dan jemaat.

Kalau kita sudah dibaharui, maka kita akan menjadi satu dan masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.
Syaratnya adalah dibaharui; kalau tidak dibaharui, maka kita tidak bisa masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna. Kita harus menjaga kesatuan mulai dalam:

  1. nikah rumah tangga,
  2. dalam penggembalaan,
  3. antar penggembalaan.

Bagaimana menjaga kesatuan; terutama dalam nikah rumah tangga?
Apakah kalau suami bisa memberi sesuatu, atau isteri pandai berdandan? Bukan itu.
Untuk menjaga kesatuan dalam nikah rumah tangga yang sesungguhnya yaitu, baik suami maupun isteri harus mengalami pembaharuan, harus memiliki 7 sifat di atas. Kalau 7 sifat ini tidak ada, maka tidak mungkin bisa menjadi satu. Jika satu saja tidak ada, contohnya tidak bisa mengampuni, maka tidak bisa menjadi satu. Suami/isteri mana yang tidak pernah bersalah? Semuanya pernah bersalah, tetapi jika bisa mengampuni, maka bisa kembali menyatu.

Tanda kesatuan dalam nikah adalah sehati sepikir--bagaikan kepala dengan tubuh--tetapi kalau tidak sehati sepikir, berarti belum menyatu. Yang biasa terjadi yaitu mudah salah paham, mudah dendam, mudah timbul kebencian sampai timbul kekerasan dalam nikah rumah tangga. Ini tanda-tanda bahwa nikah belum menyatu.

Supaya nikah bisa menyatu, maka kita harus mengalami pekerjaan firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Suami dan isteri, sama-sama diubahkan, sehingga nikah bisa menyatu.

Lebih luas lagi, yaitu dalam penggembalaan. Jika gembala dan sidang jemaat sama-sama mengalami pembaharuan, pasti menjadi satu.
Lebih membesar lagi, yaitu antar penggembalaan dibaharui, sehingga menjadi satu; sampai nanti Israel dengan kafir sama-sama dibaharui, dan masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.

Jadi, tanpa firman pengajaran yang benar, kita tidak mungkin dibaharui sampai sempurna. Oleh sebab itu, ini pentingnya firman pengajaran benar disampaikan dalam sidang jemaat.

Sampai kapan TUHAN menunggu kita untuk dibaharui?
TUHAN menunggu kita untuk dibaharui sampai garis akhir. Ini keadilan TUHAN.
2 macam garis akhir:

  • Sampai meninggal dunia.
    Contoh: penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus.
    Awalnya dia mengolok-olok Yesus terus. Tetapi di langkah yang terakhir, dia sadar--'orang ini tidak bersalah, kita memang bersalah; Yesus, ingatlah akan daku apabila Engkau datang sebagai Raja'--, sehingga TUHAN berkata, 'hari ini juga, engkau bersama Aku berada di Firdaus'.

    Kalau ada yang binasa karena tidak mau berubah, sebenarnya bukan salah TUHAN. TUHAN masih terus memberikan kesempatan, sampai garis akhir.

    Sejahat apapun kehidupan itu, mungkin dulunya penjahat yang terkutuk, tetapi masih TUHAN tunggu. Sudah mendekati garis akhir, mari berubah! Kalau sudah berubah, maka 'hari ini juga, engkau berada di Firdaus'; kehidupan kita masuk dalam kemuliaan.


  • Saat kedatangan Yesus kedua kali.
    Pada saat kedatangan Yesus kedua kali, yang diperdengarkan adalah suara Anak Allah/suara sangkakala. Kalau selama hidupnya tidak pernah mengalami keubahan oleh suara Anak Allah/suara sangkakala, nanti akan bingung saat mendengar suara sangkakala yang terakhir. Akibatnya tertinggal dan binasa selamanya.

    Yohanes 5: 25
    5:25. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

    1 Korintus 15: 52
    15:52. dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

    Pada saat suara Anak Allah/suara sangkakala yang terakhir diperdengarkan, maka yang mati akan dibangkitan dan yang hidup akan diubahkan; menjadi satu dengan TUHAN selama-lamanya.

    Baik yang diizinkan meninggal maupun tetap hidup sampai TUHAN datang, kuncinya adalah sekarang. Apakah sekarang kita mengalami keubahan hidup atau tidak oleh pekerjaan firman?
    Kalau sekarang tidak mau diubahkan, nanti juga tidak akan diubahkan. Tetapi kalau sekarang mau diubahkan, maka satu kali waktu pada saat bunyi nafiri yang terakhir, kita akan menjadi sama sempurna dengan Yesus.

Kalau ada firman pengajaran, maka ada mujizat rohani, itulah pembaharuan sampai kita menjadi sempurna.
Kalau mujizat rohani terjadi, maka pasti diikuti oleh mujizat yang jasmani. Kalau yang rohani saja TUHAN beri, tidak mungkin yang jasmani tidak TUHAN berikan.

Tetapi sayang, dalam Markus 9, murid-murid tidak mengerti, artinya:

  1. Arti yang pertama 'murid-murid tidak mengerti': tidak mampu mendengar firman pengajaran yang benar.
    Sudah ada pemberitaan firman pengajaran yang benar, tetapi tidak mampu untuk mendengar firman pengajaran yang benar.

    2 Timotius 4: 3-4
    4:3. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
    4:4. Mereka akan
    memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

    '
    tidak dapat lagi menerima ajaran sehat'= tidak mengerti firman pengajaran benar, sehingga memalingkan telinga dari pengajaran dan membuka telinga bagi dongeng-dongeng.
    Dongeng artinya:


    • Sesuatu yang tidak benar; hanya berupa lawakan, ilustrasi dan lain-lain.
    • Ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran firman; tidak tertulis dalam Alkitab; tidak bisa dipertanggung-jawabkan, bukan ayat menerangkan ayat. Mungkin ayat diterangkan dengan lawakan, logika, ilmu pengetahuan, filsafat, adat-istiadat dan lain-lain.


    Apa bahayanya?
    'akan datang waktunya' = waktu-waktu yang terakhir.
    Adanya penyesatan, orang-orang yang tidak mau mengerti firman, justru terjadi pada garis akhir, yaitu menjelang kedatangan TUHAN kembali kedua kali.

    Disebutkan 'banyak', kalau Alkitab menuliskan 'banyak', berarti memang lebih BANYAK orang yang membuka telinganya bagi dongeng dari pada orang yang mau mendengar yang benar.

    Akibatnya: kalau yang didengar tidak benar, pasti tersesat. Tidak mungkin tidak.

    "Kalau ajarannya salah/sesat, tidak mungkin berkata: 'Sekalipun ajarannya tidak benar, beda sedikit, tetapi tujuannya pasti sama'. Jelas tidak mungkin sama. Kalau sudah beda/menjauh dari kebenaran, bertentangan dengan firman, maka tujuannya pasti tidak sama."

    Dalam Matius 24:3-4, kedatangan TUHAN menunjuk pada waktu-waktu yang terakhir. Murid-murid bertanya: apa tanda kedatangan TUHAN? Salah satu yang TUHAN ingatkan--sebelum terjadi gempa, peperangan dan lain-lain--, adalah hati-hati tentang penyesatan.

    Matius 24: 3-4
    24:3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
    24:4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya
    jangan ada orang yang menyesatkan(1) kamu!

    Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, banyak yang tidak mengerti, sehingga tersesat.

    Matius 24: 5, 11, 24
    24:5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan
    menyesatkan(2) banyak orang.
    24:11. Banyak nabi palsu akan muncul dan
    menyesatkan(3) banyak orang.
    24:24. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka
    menyesatkan(4) orang-orang pilihan juga.

    Waspada tentang penyesatan dituliskan sampai 4 kali, sebab di akhir zaman orang sudah tidak bisa mendengar yang benar, sehingga tersesat.

    Ada 2 jenis ajaran yang tidak benar, yang membawa kepada penyesatan:


    • Jenis ajaran tidak benar yang pertama: AJARAN MANUSIA.
      Ajaran manusia yaitu:


      1. Ajaran adat-istiadat.
        Matius 15: 3-6
        15:3. Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
        15:4. Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
        15:5. Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
        15:6. orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian
        firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.

        Ayat 3-4 = firman pengajaran yang benar.
        Ayat 5-6 = ajaran adat-istiadat.

        Boleh menggunakan adat istiadat, tetapi jangan sampai bertentangan dengan firman. Firman TUHAN yaitu: 'Hormatilah ayahmu dan ibumu'. Adat istiadat mengatakan: kalau apa yang ada pada kita sudah digunakan oleh orang tua kita untuk persembahan kepada Allah, maka sudah tidak wajib lagi menghormati orang tua; sehingga firman dinyatakan tidak berlaku karena adat istiadat.


      2. Ajaran farisi.
        Matius 19: 3
        19:3. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"

        Ajaran Farisi adalah ajaran yang memperbolehkan kawin-cerai, dengan alasan apa saja. Kawin-cerai maksudnya, kawin lalu cerai, lalu menikah lagi dengan yang lain. Ajaran manusia memperbolehkan, tetapi sesungguhnya sesat dan tidak ada gunanya.


      3. Ajaran Saduki, yaitu ajaran yang tidak mengakui adanya kebangkitan.
        1 Korintus 15: 32
        15:32. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".

        Karena tidak percaya pada kebangkitan, maka kehidupan itu akan jatuh bangun dalam dosa, sampai pada puncaknya dosa.

        Ajaran Saduki = menghalalkan dosa. 'Oh, ini dosa putih, dusta untuk melindungi'. Namanya dosa, tetap dosa.

        "Sudah dilarang pun, seringkali masih coba-coba. Apalagi kalau dikatakan boleh, pasti semua melakukan dosa. Coba kalau disuruh melakukan yang baik, malah susah. Ini kecenderungan kita."


      4. Ajaran Izebel.
        Wahyu 2: 20
        2:20. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

        Ajaran Izebel adalah:


        1. Ajaran yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki, baik dalam ibadah maupun nikah rumah tangga.
          Ini ajaran tidak benar yang dihembuskan. Oleh sebab itu, diingatkan sampai 4 kali, karena penyesatan begitu luar biasa.
          Mungkin dikatakan: bagus, emansipasi, bisa memenangkan lebih banyak jiwa, tetapi tidak sampai kepada tujuan yang benar dan tersesat.


        2. Ajaran tentang seluk-beluk iblis; mempelajari tentang seluk-beluk setan, termasuk rumahnya iblis, jenis-jenis setan dan lain-lain.


      5. Ajaran Babel, yaitu ajaran yang hanya menekankan kemakmuran dan hiburan secara jasmani, tanpa penyucian.
        Dosa tetap dosa, tidak apa-apa, yang penting kalau di dunia hidupnya sudah enak, itulah sorga; inilah ajaran Babel.

        Ini seiring/mirip dengan ajaran Bileam, yang hanya mengejar upah secara jasmani.


    • Jenis ajaran tidak benar yang kedua: AJARAN SETAN.
      1 Timotius 4: 1
      4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

      Kalau tadi, manusia mengajar dengan ajaran yang bertentangan dengan firman; setan pun juga ikut mengajar.

      Bagaimana ajaran setan-setan? Kita belajar dari zaman penciptaan, yaitu Adam dan Hawa.
      Kejadian 2: 16-17 => ajaran yang benar.
      2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
      2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
      janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

      Kejadian 3: 2-5
      => ajaran setan.
      3:2. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
      3:3. tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman:
      Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
      3:4. Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
      3:5. tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan
      kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

      Ajaran setan yaitu:


      1. Ajaran setan yang pertama: ajaran yang memutar-balikkan firman, sehingga bertentangan dengan firman itu sendiri.

        Setan mengajar untuk menjadikan manusia sama dengan Allah, tetapi dengan cara melawan/memutar-balikkan firman. Firman mengatakan: tidak boleh, tetapi setan mengatakan: boleh. Ini pintarnya setan, nanti setan akan menyamar sebagai malaikat terang dan mengajar juga.
        Tetapi malam hari ini, kita tahu apa ajaran setan.

        "Satu kali waktu, ketika saya masih menempuh pendidikan di sekolah Alkitab. Diterangkan dengan sesama siswa, 'Sebenarnya wanita boleh mengajar, ini ada bukunya'. Untuk apa membaca buku seperti ini? Satu ayat sudah jelas mengatakan: tidak boleh. 'Tapi kalau hanya dibaca sekian, apakah menjadi boleh?' Tetap tidak boleh, kalau kita mau berpegang teguh pada firman. Tetapi kalau mengikuti ajaran setan, akan menjadi boleh. Satu hal lagi yang saya kaget, 'Ini Rasul Paulus yang salah tulis'. Bagaimana? Jadi firman yang salah."


      2. Lukas 4: 3
        4:3. Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."

        Ajaran setan yang kedua adalah ajaran tanpa ayat-ayat pendukung dalam Alkitab.
        Yang lebih berbahaya di dalam gereja TUHAN adalah mengatakan, 'Ini wahyu', tetapi tidak tertulis dalam Alkitab; tidak bisa dijelaskan dengan Alkitab.


      3. Lukas 4: 9-11
        4:9. Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
        4:10.
        sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
        4:11. dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."


        Ajaran setan yang ketiga: menggunakan ayat, tetapi ditafsirkan/dilogikakan; bukan ayat menerangkan ayat. Ini yang harus diwaspadai.


    Inilah keadaan murid-murid yang sudah menerima pengajaran tetapi tidak mengerti. Akibatnya: akan memalingkan telinganya dari kebenaran, sehingga mencari yang tidak benar dan tersesat; baik itu ajaran setan maupun ajaran manusia.


  2. Arti yang kedua 'murid-murid tidak mengerti': ada pengajaran, tetapi tidak mengerti = kehidupan tanpa firman pengajaran.

    Apa penyebab tidak mengerti?:
    Nomor satu yang diperiksa adalah yang menyampaikan.

    "Seperti saya pada malam hari ini. 'Memang yang menyampaikan berbelit-belit, tidak karuan sehingga yang mendengar tidak mengerti'. Ya sudah, berarti salah saya, salah yang menyampaikan."

    Tetapi jika disampaikan dan kira-kira 25% saja yang mengerti, itu sudah sesuai dengan kehendak TUHAN. Kalau kita ingat tentang penaburan benih, ada empat macam tanah, tetapi hanya satu yang berhasil.
    Jadi, jika hanya 25% saja yang mengerti, itu berarti penyampaian firman yang berhasil--menurut ukuran firman.

    Sebenarnya, 25% itu sedikit sekali.
    Kalau ada 100 orang, berarti hanya 25 orang. Kalau ada 12 orang, hanya 3 orang. Itu sudah sesuai firman. Oleh sebab itu, malam hari ini, kita jangan merasa cukup hanya 25% saja, tetapi kita harus berusaha supaya kita semua bisa mengerti firman.

    Jadi, penyebab tidak mengerti firman adalah KEKERASAN HATI.

    Sebenarnya firman itu mudah, sudah dijelaskan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain. Dalam pembacaan tadi, Yesus berkata, 'Aku akan mati, lalu pada hari yang ke-3 bangkit'. Tetapi murid-murid tidak mengerti. Firman masih diulang lagi; injil Markus 9 tadi adalah pengulangan yang kedua. Masih tetap tidak mengerti. Mengapa? Karena keras hati.

    "Bapak Pdt. Widjaja Hendra ketika mengajar di Lempin-EL, seringkali mengatakan, 'Mengapa sekalipun sudah hamba TUHAN tetapi tidak bisa mengerti/menerima firman?' Pemikiran beliau saat dulu ditanya hal yang sama oleh gurunya: 'mungkin karena kurang pandai dan lain-lain.' Tetapi sesunguuhnya bukan itu. Bukan karena tidak pandai, tetapi karena keras hati. Kalau sudah keras hati/hatinya menebal, tidak mungkin bisa mengerti firman TUHAN."

    Markus 6: 34
    6:34. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

    Sebelum Yesus mengajar--tanpa firman pengajaran benar--keadaannya bagaikan domba tanpa gembala.

    Matius 9: 36
    9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

    Bagaimana keadaan domba yang tidak bergembala?
    Keadaan domba tanpa gembala/tanpa firman pengajaran adalah lelah dan terlantar.

    LELAH = letih lesu, capek, beban berat dan lain-lain; sehingga sering kali tidak beribadah dan melayani TUHAN.
    Firman adalah bagaikan makanan. Kalau kita makin melayani, tetapi tanpa makan; mungkin sehari masih kuat melayani, tetapi dua hari sudah mulai lemas. Tiga hari, jangankan melayani; untuk mengangkat tubuhnya sendiri saja tidak kuat.

    "Pengalaman saya dulu di Lempin-El, pernah berpuasa 3 hari dan harus berjalan kaki mulai dari gereja sampai ke asrama. Hari pertama, masih bisa sambil bernyanyi-nyanyi. Hari kedua, semua sudah tutup mulut. Hari ketiga, jangankan mau berjalan ke asrama, berjalan saja lutut saya gemetaran. Saya hanya berdoa saja, 'TUHAN tolong.'"

    Ini hanya baru 3 hari tidak makan, coba kalau lebih dari itu, apanya yang mau diharapkan? Tidak bisa. Melayani hebat, apanya yang hebat kalau gemetaran?

    TERLANTAR = terabaikan, terlupakan, tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang memperdulikan; baik secara jasmani maupun rohani.
    Kita sering kali merasa iba melihat orang-orang/anak-anak terlantar. Tetapi lebih kasihan lagi kita. Kalau kita tidak mau menerima firman. Kita sendiri menjadi orang terlantar.

    Kalau lelah dan terlantar dibiarkan, maka akan rebah/jatuh.
    Maafkan, ini bukan bermaksud menghakimi. Kalau dulu ada teman/saudara kita yang dulunya satu angkatan dalam pelayanan, dan lain-lain; ke mana sekarang? 'Oh, sudah tidak melayani lagi'.
    Coba kalau dicek, sudah mulai melepaskan pengajaran benar. Kalau sudah melepaskan yang benar, maka lama-lama mulai lelah dan terlantar; pasti rebah, jatuh dan tidak bangkit-bangkit lagi.

    Matius 15: 7-9
    15:7. Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
    15:8. Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
    15:9.
    Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

    Keadaan lelah dan terlantar--tanpa pengajaran-- jika dipaksa, masih bisa beribadah dan melayani TUHAN. Mungkin secara jasmani, pelayanannya hebat, tetapi sesungguhnya TUHAN mengatakan, 'Percuma'.

    Ayat ini sama dengan Matius7: 23
    7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    Sudah melayani TUHAN, tetapi tidak melakukan kehendak TUHAN.
    Kehendak TUHAN ada di dalam firman pengajaran. Tanpa firman pengajaran, maka TUHAN berkata, 'Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!'

Oleh sebab itu, malam hari ini, sikap yang benar yaitu jangan seperti murid-murid, tetapi biarlah kita mendengar firman, mengerti sampai dengan mempraktikkan firman.

Malam hari ini, mungkin ada kehidupan yang sudah lelah dan terlantar.
Dalam hidup sudah merasa lelah, sudah diambang keputusasaan, seolah-olah sudah tidak ada yang memperhatikan lagi.
Kalau itu orang tua, 'Kok, anak-anak tidak ada yang memperhatikan?' Kalau itu suami/isteri, suami/isteri sudah tidak memperhatikan; dan lain-lain.

Malam hari ini, TUHAN mengundang supaya kita bisa menerima firman pengajaran yang benar. Setiap pemberitaan firman, jangan ditolak! Mungkin firman disampaikan dengan keras, mari terima. Mungkin tentang nikah, 'Waduh, aku belum bisa menerima', mari terima.
Kalau kita belum bisa menerima, jangan menyalahkan firman, jangan menyalahkan yang menyampaikan! Kalau belum mampu, kita harus berdoa, 'TUHAN, tolong'.

TUHAN mau mengangkat kita, terutama kehidupan yang sudah lelah dan terlantar, letih lesu dan berbeban berat. Lewat firman pengajaran yang benar, TUHAN akan memberikan kelegaan, sehingga semua menjadi enak dan ringan.

Tadi, kita bagaikan domba yang tidak tergembala. Yesus mengajar, artinya Yesus tampil sebagai Gembala.
Jadi, harga yang harus dibayar oleh TUHAN untuk membuat kita menjadi enak dan ringan adalah Yesus sebagai Gembala yang Baik harus mati di kayu salib--menyerahkan nyawa bagi domba-domba-Nya.
Ini harga yang harus dibayar TUHAN untuk mempedulikan kita.

Malam hari ini, jangan ada kehidupan yang ogah-ogahan! Diperhatikan oleh TUHAN, tetapi malah berkata: 'Saya tidak mau, TUHAN'. Jangan!
Panjang sabar TUHAN seperti karet, sekarang bisa diulur, tetapi tetap ada batasnya.

Apapun keadaan kita, sore malam hari ini, Yesus sudah rela mati di kayu salib, sehingga kita tidak perlu lagi merasa lelah, capek, berbeban berat dan lain-lain. Sebab semua sudah ditanggung oleh TUHAN.

Kalau hamba TUHAN merasa lelah dan putus asa melayani, sudah diambang keputusasaan, malam hari ini TUHAN mengulurkan tangan untuk menolong kita semua. TUHAN memperdulikan dan memperhatikan kita. Kita menangkat tangan untuk menyambut uluran tangan TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top