English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Mei 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 07 Oktober 2007)
Tayang: 15 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 18 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 25 November 2007)
Tayang: 25 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 19 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 15 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juli 2007)
Tayang: 13 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007)
Tayang: 03 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 02 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 16 September 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 26 Januari 2011

Kita masih tetap membahas dalam injil Matius pasal 24 yang secara keseluruhan berbicara tentang penghukuman TUHAN atas dunia yang akan terjadi pada saat kedatangan TUHAN YESUS Yang kedua kali, dunia beserta isinya akan hancur dan lenyap yang lazim disebut kiamat.

Kita mempelajari injil Matius 24 ini, supaya kita tidak masuk kiamat tetapi justru saat kedatangan YESUS Yang ke dua kali, kita akan diangkat bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Kita masih membahas Matius 24 : 3 - 44 tentang tujuh nubuatan, yang harus terjadi sebelum kedatangan YESUS ke dua kali/sebelum kiamat.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36-ay 44
Matius 24 : 3-5, nubuat tentang penyesat-penyesat.
3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Ayat 3:
  • "apakah tanda kedatangan-Mu" --> tanda kedatangan YESUS ke dua kali.
  • "tanda kesudahan dunia?" --> tanda kiamat.
Hati-hati, inilah tanda yang pertama yaitu adanya penyesat-penyesat atau pengajaran sesat; banyak yang mengajarkan ajaran sesat dan juga banyak yang disesatkan/banyak anak TUHAN disesatkan, berarti tinggal sedikit yang berpegang pada Firman pengajaran yang benar, tinggal sedikit gereja yang benar --> banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Mungkin akan dicap sebagai kelompok ekstrim, fanatik, eksklusif sebab memang hanya sedikit. Itu sebabnya kita harus waspada di hari-hari ini.

Kita sudah membaca srt Galatia berpuluh kali, dan juga kita sudah belajar tentang proses penyesatan, siapa penyesat, sekarang ini kita masih belajar tentang bentuk-bentuk penyesatan, yang harus kita ketahui supaya kita tidak menyesatkan dan juga tidak disesatkan.

Galatia 5 : 9
Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

Jadi pengajaran sesat di gambarkan sebagai ragi --> sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan. Itu sebabnya jangan mengatakan hanya beda sedikit, sebab sedikit ragi merupakan kekuatan dari pengajaran sesat. Benar-benar sedikit tetapi dapat menghancurkan seluruh Tubuh Kristus yang di mulai dari nikah yang merupakan kesatuan yang paling kecil.

Ada tiga macam ragi yaitu:
  1. ragi Herodes,
  2. ragi Farisi,
  3. ragi Saduki.
Kita masih akan mempelajari tentang ragi/ajaran Saduki ini dengan membaca di dalam Kisah Para Rasul 23 : 8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Jadi ajaran Saduki/ragi Saduki ini mengajarkan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati, jadi manusia itu mati, sesudah itu habis perkara, seperti binatang yang sudah kita pelajari.

Sekarang kita akan kaitkan dengan ibadah pelayanan yang tidak ada kebangkitan, jadi orang Saduki ini mengajarkan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati, manusia ini sesudah mati ya seperti binatang; kalau ayam jadi ayam goreng, sesudah itu sudah tidak ada/tidak ada kelanjutannya lagi.

1 Korintus 15 : 13, 19
13. Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan
19. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Ayat 13 --> "Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan". Inilah ajaran Saduki yaitu tidak ada kebangkitan orang mati = Kristus tidak bangkit, tidak ada kebangkitan Kristus, tidak percaya kepada kebangkitan Kristus.

Ayat 19:
  • "Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja" --> dalam hidup ini saja = hidup di dunia ini saja.
  • "menaruh pengharapan pada Kristus = beribadah melayani YESUS.
Jadi ajaran Saduki mengajarkan tidak ada kebangkitan orang mati = tidak percaya kebangkitan YESUS/menolak kebangkitan TUHAN YESUS, sehingga menghasilkan ibadah dan pelayanan tanpa kuasa kebangkitan yaitu ibadah pelayanan yang hanya memikirkan dan mencari/menonjolkan perkara-perkara di bumi ini, seperti:
  • makan minum,
  • hanya menonjolkan keuangan dan kedudukan atau
  • datang ke gereja untuk mendapatkan jodoh dlsbnya.
Tetapi ibadah semacam ini tidak akan memberikan kepuasan yang sejati bahkan menimbulkan kekuatiran sebab fokusnya hanya kepada perkara-perkara jasmani. Ini mulai dari saya jangan sampai kami para hamba-hamba TUHAN hanya memfokuskan diri kepada gereja yang besar dengan jumlah sidang jemaat yang banyak, ini berbahaya sebab merupakan ajaran Saduki.

Juga seperti bangsa kafir yang mengatakan beribadah, tetapi tidak mengenal TUHAN sebab hanya mencari perkara-perkara jasmani, sehingga tidak merasa puas dan banyak kekuatiran. Belum mendapatkan apa yang diperlukan, kemudian merasa kuatir; sudah mendapatkan apa yang dibutuhkan, tetapi kuatir sebab masih dapat diambil oleh orang. Merasa kuatir seperti bangsa kafir.

Matius 6 : 31, 32
31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Inilah bangsa kafir/kehidupan Kristen yang kalau beribadah hanya untuk mencari perkara-perkara di bumi ini maka kehidupan Kristen itu akan tetap tinggal dalam kekafiran/tetap mempertahankan ke kafirannya. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab kita ini memang adalah bangsa kafir dan salah satu tabiat dari bangsa kafir, hanya memikirkan perkara-perkara yang di bumi.

Kalau gereja sekarang di fokuskan kepada apa yang di bumi ini, maka ini cocok dengan tabiat dari bangsa kafir. Bangsa kafir memang bangsa yang suka melihat apa yang dibumi, itu sebabnya banyak yang datang ke gereja sebab ibadah hanya memfokuskan pada perkara-perkara jasmani, sehingga tidak melihat yang tidak kelihatan yaitu yang ada di surga sehingga tetap menjadi manusia kafir yang tidak mengenal TUHAN.
Akibatnya, menjadi orang yang paling malang dari segala manusia --> sudah menjadi orang Kristen, sudah menjadi hamba TUHAN/ sudah menjadi pendeta tetapi merupakan orang yang paling malang dari segala manusia, termasuk dari manusia yang tidak mengenal TUHAN.

Arti dari orang yang paling malang dari segala manusia adalah:
  1. menjadi manusia kafir, tetap bertahan pada kekafiran, manusia kafir yang tidak mengenal TUHAN, hanya mengenal apa yang bersifat jasmani.
    Yang tidak mengenal TUHAN berarti (Efesus 2) 'tanpa '=
    • tanpa kesucian,
    • tanpa kasih,
    • tanpa pengharapan,
    • tanpa janji ALLAH/tanpa janji hidup kekal --> begitu malang nasib hidupnya.

  2. tidak mengalami kuasa kebangkitan, tidak mengalami kuasa keubahan sehingga tetap menjadi manusia darah daging yang tidak mewarisi kerajaan surga --> 1 Korintus 15 : 50, Saudara - saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

    Inilah saudaraku, manusia yang paling malang sebab tetap menjadi manusia kafir yang tidak mengenal TUHAN sehingga:
    • tanpa kesucian,
    • tanpa kasih,
    • tanpa pengharapan,
    • tanpa janji di dunia ini,
    • tidak ada ikatan janji dengan TUHAN yaitu janji hidup kekal.

    Menjadi manusia daging yang tidak berubah = manusia darah daging yang tidak boleh mewarisi kerajaan surga, di sebabkan oleh ajaran Saduki. Semoga kita dapat mengerti.

  3. kalau saudara ke gereja dan yang dicari hanya makan minum, jodoh dan juga hanya untuk perkara-perkara keuangan, maka ini justru akan membawa kita masuk ke dalam keadaan akhir zaman = yang akan kembali seperti zaman Nuh, zaman Lot yang dicari manusia hanyalah makan minum dan nanti dapat mengarah kepada kawin-mengawinkan, menjual-membeli dan membangun.

    Jadi yang ketiga, arti dari yang paling malang adalah berkecimpung dalam dosa, sehingga akan mengalami penghukuman api yang dari langit = kiamat sampai api neraka.

    Lukas 17 : 28-30
    28. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
    29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
    30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

    Inilah manusia paling malang, hanya menjadi manusia kafir = tetap bertahan dalam kekafiran yang:
    • tidak mengenal TUHAN sekalipun dia mengatakan beribadah melayani TUHAN, tetapi di hadapan TUHAN, dia tidak mengenal TUHAN
    • kemudian hanya menjadi manusia daging yang tidak berubah = tetap manusia daging/bertabiat daging,
    • tidak berubah sehingga dia tidak mewarisi kerajaan surga,
    • berkecimpung di dalam dosa akhir zaman sehingga mengalami penghukuman api yang dari langit/kiamat didunia ini sampai penghukuman api dan belerang di neraka selama-lamanya/binasa selama-lamanya inilah manusia yang paling malang.

    Inilah dahsyatnya ajaran sesat
    :
    • secara pribadi dirusak, sudah kita pelajari tentang ajaran herodes --> kesombongan, kemudian ajaran Farisi --> kemunafikan.
    • tetapi juga di dalam ibadah pelayanan, juga dirusak oleh ajaran sesat yang membelokkan arah ke bumi sampai mengalami kiamat bersama bumi dan juga sampai binasa di neraka. Ini yang harus kita waspadai dan berhati-hati sebab sedikit ragi, mengkhamirkan/ menghancurkan semuanya.
Mari, sekarang ini kita mobon kepada TUHAN, agar ibadah pelayanan kita merupakan ibadah pelayanan yang benar yaitu ibadah pelayanan yang mengalami kuasa kebangkitan.

Kolose 3 : 1- 2
1.Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Ayat 1 --> "Karena itu, kalau kamu dibangkitkan" = mengalami kuasa kebangkitkan.

Ayat 1 --> "bersama dengan Kristus" = bersama YESUS/kuasa kebangkitan dari YESUS.

Ayat 1 --> "duduk di sebelah kanan Allah" --> tahta di surga.

Inilah ibadah pelayanan yang benar yaitu ibadah pelayanan yang mengalami kuasa kebangkitan TUHAN yaitu ?) ibadah pelayanan yang dikaitkan dengan YESUS sebagai Imam Besar Yang duduk disebelah kanan ALLAH Bapa, ?) ibadah pelayanan yang memikir dan mencari tahta kerajaan surga = ibadah pelayanan yang dikaitkan dengan tahta kerajaan surga. Jangan dikaitkan sedikitpun dengan yang dibumi ini.
Jadi, ibadah yang benar adalah ibadah yang dikaitkan dengan YESUS sebagai Imam Besar/ibadah yang dilayani oleh YESUS sebagai Imam Besar atau ibadah yang dikaitkan dengan tahta kerajaan surga/YESUS duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa.

Saya dikoreksi terlebih dahulu --> untuk apa saya menjadi pendeta/menjadi hamba TUHAN? Bagi calon siswa-siswi Lempin- El yang dahulu bekerja, sekarang saudara datang disini, untuk apa? kalau masih dikaitkan dengan yang dibumi, maka saudara akan rugi sebab saudara menjadi orang yang paling malang.

Itu sebabnya sebagai seorang hamba TUHAN dan juga sebagai sidang jemaat, jangan ada kaitan sedikitpun dengan bumi = jangan bicara masalah jasmani di gereja, harus sepenuhnya ibadah yang benar dengan tanda kebangkitan dari YESUS adalah ibadah yang dikaitkan dengan YESUS sebagai Imam Besar/ di layani oleh Imam Besar. Kemudian ibadah yang dikaitkan dengan Tahta Kerajaan Surga. Semoga kita dapat mengerti.

Untuk dapat masuk Kerajaan Surga, bahkan sampai dapat berada di Tahta Kerajaan Surga, ada langkah-langkahnya yaitu:
  1. Matius 6 : 33
    Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Langkah pertama : mencari, --> 'carilah dahulu Kerajaan Surga dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan' .

    Jadi, salah besar kalau ke gereja hanya untuk mencari perkara-perkara yang jasmani sebab akan tersesat/salah arah. Bukan mengarah ke surga, tetapi mengarah ke neraka. Carilah dahulu Kerajaan ALLAH dan kebenarannya --> ini langkah pertama datang ke gereja/ibadah pelayanan.

    Mari, saudara datang ke gereja untuk mencari Kerajaan Surga dan kebenarannya atau bahasa yang mudah untuk dimengerti : mencari terlebih dahulu Kerajaan Surga = mencari terlebih dahulu kebenaran-Nya sebab ini yang menentukan, apakah kita sampai ke Tahta Kerajaan Surga atau kita binasa.

    Apa yang di maksud dengan kebenaran? Kebenaran adalah :
    • Firman pengajaran yang benar, yaitu:
      1. Firman yang tertulis di dalam alkitab. Kita jangan membaca buku-buku yang lain.
      2. Kemudian Firman pengajaran yang benar diwahyukan, diilhamkan (bukan diilmiahkan) dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain. Ini yang menumbuhkan/meneguhkan iman kita.

      Sebaliknya kalau Firman ALLAH diilmiahkan/dibuat pengetahuan, mengakibatkan kita menyimpang dari iman, seperti nasihat dari rasul Paulus kepada Timotius, 'jangan kamu berbantah - bantah dengan orang yang membawa pengetahuan', sebab akan menyesatkan = menyimpang dari iman = menggugurkan iman. Semoga kita dapat mengerti.

    • Yohanes 17 : 17
      Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

      kebenaran itu sesuatu yang menyucikan/menguduskan "firman-Mu adalah kebenaran" --> kebenaran adalah Firman, jadi kalau digabung maka kebenaran adalah Firman yang menguduskan/Firman yang menyucikan.

      Firman yang menyucikan/menguduskan = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua --> ini yang diutamakan.
      Contoh seperti Maria dan Marta, Marta terlihat melayani TUHAN, sedangkan Maria duduk mendengar perkataan TUHAN = Firman yang dibukakan rahasianya.

      Kalau secara logika/secara pikiran manusia, maka Marta yang hebat dan untuk ini kita banyak yang terkecoh. Kita berpikir bahwa dia itu hebat, padahal diukur oleh TUHAN, "Marta kuatir" dengan perkara-perkara dibumi. Kuatir, susah, tetapi Maria di puji oleh TUHAN, sebab mengutamakan Firman pengajaran yang benar/mengutamakan kebenaran = Firman pengajaran yang benar = Firman yang menyucikan = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Mari saudaraku! Inilah langkah pertama ke tahta surga, kita beribadah melayani TUHAN, kita sedang dibawa ke tahta surga, seperti YESUS Imam Besar/ Mempelai Pria Yang ada di Tahta surga, kita sedang dibawa kesana, dengan langkah kita harus mencari terlebih dahulu Kerajaan Surga = mencari terlebih dahulu kebenaran.

    Bagi kaum muda, jika saudara sudah lulus dan akan ke luar kota/ keluar negeri, saudara mencari gereja dengan mengutamakan kebenaran terlebih dahulu, jangan melihat gedungnya, temannya, tetapi lihat kebenarannya/Firman pengajaran yang benar/Firman penyucian/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua sebab arahnya ke Tahta Surga sebab dilayani oleh Imam Besar.

    Proses untuk mencari dan memperoleh Firman pengajaran yang benar adalah:
    • mendengar Firman dengan sungguh-sungguh = mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus dengan sungguh-sungguh dan dengan kebutuhann. Bukan dengan kebosanan dan lain-lainnya sehingga sedikit-sedikit melihat jam; seandainya saudara makan dan sedikit-sedikit saudara melihat jam. Sudah ada masakan yang enak, tetapi baru satu sendok, sudah bertanya jam berapa? Tentu tidak nikmat, tetapi harus pelan- pelan, dengan sungguh - sungguh dan suatu kebautuhan = dalam urapan Roh Kudus sehingga kita dapat mengerti Firman.

      Ibrani 10 : 16
      sebab setelah Ia berfirman : "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,

      Ayat 16 --> "menuliskannya dalam akal budi mereka" = di dahi.
      Saat kita mengerti Firman, maka Firman ditulis di dahi dan di dalam kitab Wahyu, Nama TUHAN juga ditulis di dahi. Jadi Nama TUHAN ditulis di dahi = kita diingat oleh TUHAN = kita mengingat TUHAN dan orang yang mengerti Firman tidak dapat diganggu gugat orang.

    • setelah mengerti, percaya dan yakin kepada Firman pengajaran yang benar, berarti Firman ditulis di dalam hati menjadi iman. Di bagian atas "Aku akan menaruh hukum Ku di dalam hati dan menulis dalam akal budi mereka". Mengerti Firman itu di akal budi, percaya yakin kepada Firman berarti Firman ditulis di dalam hati menjadi iman, kalau hati percaya = ditulis dalam hati, sehingga hati terkena Firman/ orang itu terkena Firman.

    Setelah hati percaya, maka mulut akan mengaku dosa - dosa kita. Saat Firman ditulis di dalam hati dan kita terkena Firman yang menunjukkan segala keadaan dan kekurangan kita, maka kita akan mendapatkan pengampunan dosa.

    Ibrani 10 : 17
    dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."

    Kita dibenarkan = dosa - dosa kita diampuni oleh TUHAN/oleh Darah YESUS dan hidup dalam kebenaran = orang yang ditulis dengan Firman di dahi/di akal budi dan di hati, sehingga dia bisa mengaku dan percaya kepada Firman, kepada kebenaran dan mengaku dosa. Saat itu dosanya diampuni oleh Darah YESUS, dia dibenarkan oleh TUHAN dan hidup dalam kebenaran.

    Sebaliknya kalau kita mendengar Firman lalu kita mengantuk, mendengar Firman kita mengejek Firman = kita menambah dosa. Bagi calon siswa-siswi Lempin- El perhatikan! nanti saudara mendengarkan Firman minimal satu hari selama 4-5 jam dan ini bisa dua kali. Saudara harus berhati-hati, sebab kalau saat mendengar Firman mengantuk, mengkritik = menambah dosa, dan menambah kefasikan.

    Itu sebabnya sekarang ini, kita datang ke gereja apa yang kita cari? Carilah Kerajaan Surga, cari Firman/utamakan Firman pengajaran yang benar sampai mengerti, sampai dapat percaya dan yakin di dalam hati sehingga mulut mengaku/kita terkena Firman sehingga kita diampuni, kita dibenarkan dan hidup dalam kebenaran. Kalau kita sudah hidup dalam kebenaran, maka semuanya akan ditambahkan", makan, minum semua akan ditambahkan kepadamu.

    Kesalahan kita, kita mencari makan-minum tetapi kita tidak mau Firman/mengurangi Firman sehingga semuanya habis, minus. Kita ke gereja hanya melihat gedungnya, melihat uang dlsbnya, tetapi tidak melihat Firmannya, bahkan Firman dikurangi = minus sampai habis lenyap bersama dunia.

    Tetapi kalau kita mengutamakan Firman sampai kita dapat mengaku dosa, terkena Firman, kita dibenarkan sampai dapat hidup dalam kebenaran, kita dibenarkan, maka semuanya akan ditambahkan. Itu sebabnya penting untuk mencari kebenaran terlebih dahulu, jangan datang ke gereja untuk mencari yang lain sehingga kebenaran sudah tidak dianggap lagi --> Firman TUHAN benar atau tidak benar --> terserah! Yang penting aku ke gereja mendapatkan kedudukan, mendapat jodoh --> ini berbahaya besar sebab akan dikurangi dan lenyap bersama dunia Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius.

    Mazmur 37 : 25, 26
    25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
    26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

    Ayat 25 "Dahulu aku muda" --> orang muda perhatikan, mungkin takut/ kuatir akan masa depan.

    "sekarang telah menjadi tua" -->
    dari muda sampai tua = ke masa depan.

    "tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan" --> tidak pernah ku lihat orang benar = orang yang di benarkan dan hidup dalam kebenaran karena Firman, orang yang mendengar Firman, mengerti percaya Firman, mulutnya mengaku, tinggalkan dosa --> belum pernah kulihat orang benar ditinggalkan.

    Ditambahkan surplus, hidup tidak meminjam tetapi surplus/diberkati/ ditambahkan oleh TUHAN dengan berkat jasmani dan rohani dan menjadi berkat bagi orang lain, tidak ada kekurangan, meminjam pun tidak.

    Bagi siswa-siswi Lempin - El perhatikan! salah satu ajaran yang tertanam di hatiku, salah satunya adalah, hamba TUHAN sepenuh jangan berhutang, jangan meminjam, meminta apalagi mencuri --> jangan!!!!

    Saya di proses di jalan Johor, dulu Lempin-El angkatan 18 --> sikat cap tangan, shampo cap tangan, kakak saya juga beribadah di gereja yang sama, anak-anaknya oom Pong mereka murid- murid saya di sekolah dan saya bisa saja mengeluh, tetapi saya tidak mau, saya diam dan hanya memakai cap tangan, yang di maksud dengan cap tangan, maksudnya ya tangan ini. Sikat gigi sudah rusak tidak ada pasta gigi, ya tangan saja yang masuk untuk membersihkan gigi. Shamponya juga memakai tangan --> semuanya ini di ijinkan oleh TUHAN beberapa waktu, untuk membuktikan bahwa orang benar itu tidak meminta-minta, tidak meminjam, tetapi orang benar itu diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain.

    Inilah kunci hidup! dengan mencari terlebih dahulu Kerajaan Surga, cari kebenaran terlebih dahulu, jangan mencari yang dibawah --> gedungnya bagus, kita diberkati karena mendapat uang, dapat kedudukan. Banyak pertimbangan yang jasmani, sebab kalau masuk gereja bisa berbisnis --> ini berbahaya, cari kebenaran, barulah dari kebenaran itu, semua ditambahkan oleh TUHAN kepada kita. Semoga kita dapat mengerti.

    Ini langkah pertama, jangan salah saudaraku! cari kebenaran/utamakan Firman/ pembukaan Firman, sebab itu adalah ibadah yang menuju Tahta dan yang di Imami oleh Iman Besar, bukan ibadah Saduki.

  2. Markus 12 : 30-34
    30. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
    31. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
    32. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
    33. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
    34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Ayat 34:
    • "Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya" = sudah mencari.
    • "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" = dekat dengan Kerajaan Surga = bersuasana Kerajaan Surga.

    Sudah jelas, kalau dicari akan semakin dekat, tetapi mencarinya harus yang benar yaitu mencari Kerajaan Surga = itu kebenaran, mencari pembukaan Firman/Firman pengajaran yang benar sampai mengerti, sampai percaya, sampai bisa mengaku. Setiap kali Firman diberitakan, kita terkena Firman, Firman menyentuh hati, kita percaya dan mengaku kekurangan kita, kita dibenarkan dan diampuni.

    Jadi langkah kedua adalah dekat dengan Kerajaan Surga = bersuasana Kerajaan Surga. Semoga kita dapat mengerti.
    Apa itu, ibadah yang bagaimana? Yaitu ibadah pelayanan yang ditandai dengan kasih --> ini dekat dengan Kerajaan Surga.

    Tadi di bagian atas ditandai dengan Firman/kebenaran. Kita sudah mencari Kerajaan Surga dan ini sudah tepat arahnya sampai dekat surga. Bagaimana dekat dengan Kerajaan Surga, bersuasana surga? Yaitu ibadah dan pelayanan yang di- tandai dengan mengasihi TUHAN dan juga dengan mengasihi sesama.

    Tanda kasih, kepada TUHAN maupun kepada sesama = tanda salib, yang untuk sekarang berarti perobekan daging. Kita sudah mempelajari, bahwa sekarang ini diberitakan YESUS tanpa salib. Di dunia sudah sulit mencari uang sengsara, mencari kerja, mencari sekolah juga sengsara, kemudian di gereja diajarkan tentang salib sehingga susah lagi.

    Tanpa salib = jauh dari Kerajaan Surga; tanpa kasih kepada TUHAN dan juga kasih kepada sesama = jauh dari Kerajaan Surga sehingga akan tersesat dan terhilang. Semoga kita dapat mengerti.

    Sekarang kasih kepada TUHAN --> ay 30, yaitu mengasihi TUHAN dengan segenap tubuh, jiwa, roh. Kekuatan = tubuh, jiwa dan roh; akal budi = roh.

    Apa yang menjadi praktek dari mengasihi TUHAN?
    Banyak kita mengasihi TUHAN, kemudian kita berkorban sesuatu --> belum tentu! banyak orang di gereja termasuk saya, memberi dengan pamrih supaya diketehui jemaat dan mengatakan gembalanya hebat atau jemaat memberi sehingga dikatakan hebat. Semua ini bisa saja, tetapi bukan ini tanda utamanya dari mengasihi TUHAN dengan tubuh, jiwa dan roh. Tanda utamanya adalah taat dengar-dengaran kepada kebenaran/pada Firman pengajaran yang benar.

    Harus ada tanda salib sekalipun berkorban, mengorbankan apapun.

    Yohanes 14:15
    "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintahku", taat dengar-dengaran = menuruti Firman pengajaran = mempraktekkan. Kita sudah mendengar, mengerti, percaya dan yakin pada Firman = kebenaran --> kita dibenarkan, hidup dalam kebenaran, tetapi iman tanpa perbuatan itu mati. Jadi sesudah itu, harus mempraktekkan Firman dan ini berarti kita sudah dekat dengan Kerajaan Surga.

    Di bagian atas diterangkan kita mencari dimana Kerajaan Surga itu, yaitu kita mengerti Firman, percaya dan yakin kepada Firman. Sesudah itu bagaimana dekat/bersuasana Kerajaan Surga itu? Yaitu, kita harus mempraktekan Firman = mengasihi TUHAN = sudah dekat Kerajaan Surga, dengan praktek: kita taat dengar-dengaran kepada Firman dan menuruti atau mempraktekkan Firman sekalipun harus berkorban apa saja, misalnya berkorban waktu, tenaga, uang, mungkin harus melayani tiga macam ibadah seperti yang tertulis di dalam kitab Imamat bahwa imam-imam harus berada di ruangan suci.

    Untuk tiga macam ibadah, dibutuhkan waktu, tenaga --> dari kantor harus kebaktian bible study/pendalaman alkitab, kemudian harus kebaktian penyembahan = taat! ini dekat surga, tidak taat berarti jauh dari surga. Firman ini sebenarnya mudah saja, tidak perlu bingung untuk dipelajari. Tetapi harus taat dengar-dengaran seperti YESUS sampai mati di kayu salib. Semoga kita dapat mengerti.

    Mengasihi sesama = mengasihi TUHAN --> 1 Petrus 1 : 22, Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    "Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran" --> taat kepada kebenaran akan menghasilkan kesucian/ hidup dalam kesucian = ini dekat dengan Kerajaan Surga.

    Kasih yang sungguh-sungguh berasal dari kesucian --> mengasihi TUHAN dengan segenap tubuh, jiwa, roh dengan prektek taat dengar-dengaran pada kebenaran/kepada Firman pengajaran yang benar, kalau kita taat kepada Firman pengajaran yang benar kita mengalami penyucian dari hati , perkataan, perbuatan disucikan sehingga kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas = mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Kita harus berhati-hati sebab kasih tanpa kesucian bukanlah kasih, tetapi hawa nafsu. Sering kali saya katakan kepada kaum muda remaja, kalau dimasa pacaran lalu salah satu mengatakan aku mengasihimu lalu minta yang najis --> ini kasih gombal, sebab kesucian terlebih dahulu, baru ada kasih.

    Kasih yang sungguh-sungguh yaitu kasih yang tulus ikhlas/kasih dari kayu salib; bagi kaum muda masa-masa pacaran harus sungguh-sungguh serius, harus diisi dengan Firman yaitu taat dengar-dengaran, kalau tidak, pasti arahnya kepada kenajisan, saya tidak menghakimi, tetapi kalau tidak mau diisi Firman, mengantuk saat mendengar Firman, tidak mengerti, tidak yakin, tidak praktek pasti, akan menuju kepada kenajisan. Ijazah semakin tinggi, tetapi ijazah belum menghentikan kenajisan, semakin banyak uang, semakin tidak dapat meng-hentikan kenajisan.

    Apa yang menjadi praktek dari mengasihi sesama seperti diri sendiri?
    • Kita berbuat baik kepada sesama, melakukan perbuatan-perbuatan baik kepada sesama seperti yang kita inginkan dari sesama lakukan kepada kita/orang lain lakukan kepada kita.

      Seumpama sesama adalah suami istri ?
      1. suami tidak tahan kalau istri bicara keras, maka suami jangan keras kepada istri.
      2. tidak tahan kalau disinggung --> jangan menyinggung.

    • Sampai membalas kejahatan dengan kebaikan = mengasihi sesama seperti diri sendiri.
    • Roma 13 : 8
      Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

      Jangan berhutang apa-apa secara jasmani --> jangan merugikan sesama, kalau ada hutang, mari diselesaikan dengan baik, jangan ketika ditagih, menjadi marah/ mengamuk --> ini salah besar. Kalau belum bisa membayar, dirembuk dengan baik, dan juga jangan tidak menyapa bahkan lari, tetapi hadapi dengan tulus.Ini mengasihi sesama seperti diri sendiri.

      Juga terutama hutang yang rohani : hutang dosa, jangan berbuat dosa dihari-hari ini, jangan menambah dosa kepada sesama, justru dihari-hari ini mari! kita mencabut dosa, apa yang sudah kita katakan, kita perbuat kepada sesama yang salah, mari kita cabut, kita selesaikan. Mengasihi sesama seperti diri sendiri, jangan berhutang secara jasmani terlebih secara rohani yaitu hutang dosa yang tidak bisa dibayar kecuali lewat pendamaian oleh Darah YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

      Inilah ibadah pelayanan yang benar yaitu ada kuasa kebangkitan yang ditandai dengan kasih, taat dan kesucian. Ketaatan dan kesucian itu sama dengan kasih. Tadi di bagian atas hidup benar saja sudah ditambahi oleh TUHAN dengan berkat-berkat sampai ke anak cucu diberkati.

      Hasilnya --> Markus 12 : 34, Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

      Tidak ada pertanyaan lagi. Kalau dekat dengan Kerajaan Surga/kalau taat dan hidup suci, maka tidak akan ada pertanyaan lagi = semua masalah diselesaikan oleh TUHAN.
      Bagi kaum muda, mungkin terlalu banyak pertanyaan --> sesudah ini saya harus apa? Demikian juga bapak ibu --> bagaimana dengan anak saya?

      Bagaimana dengan perusahaan saya? terlalu banyak pertanyaan = jauh dari surga, sekalipun dia mungkin beribadah melayani TUHAN, mungkin aktif di gereja, tetapi jauh dari surga sebab terlalu banyak pertanyaan. Itu sebabnya, mari! semakin kita taat, semakin kita suci, semakin hidup dalam kasih = semakin dekat dengan surga. Semakin pertanyaan-pertanyaan dijawab oleh TUHAN, semakin sedikit pertanyaan. Yang ada bukan pertanyaan yang bengkok-bengkok, tetapi yang ada tanda seru yaitu kepastian mengikut TUHAN/ makin pasti mengikut TUHAN. Masalah-masalah dihapus = tidak ada air mata lagi.

  3. Wahyu 22 : 3, 4
    3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

    Inilah ibadah dan pelayanan di Tahta Surga sampai benar - benar masuk, jadi apa yang kita lakukan sekarang ini, nanti akan sampai di surga, ibadah pelayanan merupakan satu-satunya aktivitas manusia yang di mulai di bumi sampai di surga/ di Tahta Kerajaan Surga.

    Kalau kuliah sampai S1, S2, S3 ini hanya sampai di dunia ini dan juga sampai di liang kubur, kalau tidak dikaitkan dengan ibadah pelayanan. Jadi orang kaya hanya sampai di liang kubur, apapun aktivitasnya seperti menjadi raja, menjadi apa saja, hanya sampai di liang kubur. Tetapi kalau ibadah pelayanan yang benar itu sampai di Tahta Kerajaan Surga.

    Kita memang belum masuk sampai di Tahta, tetapi sekarang harus ada suasana ke Tahta, ibadah di Tahta, dan latihan mulai dari sekarang. Jadi apa yang di maksud dengan ibadah di Tahta? yaitu memandang Wajah TUHAN. 'beribadah kepada- Nya dan mereka akan melihat Wajah-Nya'.

    Mari! biar sekarang ini sampai kita:
    • bisa mencari Kerajaan Surga,
    • sampai mengutamakan Firman --> percaya, mengerti, hidup benar, sehingga semuanya ditambahkan secara jasmani.
      Kemudian langkah ke dua : dekat dengan surga, kita.
    • taat, suci = ada kasih kepada TUHAN dan sesama sehingga air mata dihapus.

    Yang ketiga ibadah pelayanan di Tahta Surga yaitu melihat Wajah TUHAN. dan kita harus latihan mulai sekarang.
    Apa arti dari melihat Wajah TUHAN? yaitu kita menyembah TUHAN. Kalau kita mengutamakan kebenaran, pasti ibadah kita akan sampai kepada penyembahan yang benar. Melihat Wajah TUHAN dan berkata-kata kepada TUHAN = menyembah TUHAN.

    Yohanes 4 : 23
    Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran

    Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus = penyembahan yang benar. Saya katakan kepada kaum muda, waktu mendengarkan Firman saudara mengantuk, tetapi waktu menyembah, saudara dapat berseru-seru dan menangis, darimana penyembahan itu? bisa karena emosi saja, karena ingat akan sesuatu yang membuat hati galau, sehingga kesempatan untuk menangis. Kalau menangis di rumah, merasa malu, di gereja di anggap tempat yang paling aman. Tetapi bukan karena Firman, maka tidak akan sampai di Tahta, sebab di Tahta itu tidak ada kesusahan lagi.

    Itu sebabnya, mari koreksi penyembahan kita --> didorong oleh apa? Sebab penyembahan yang benar itu didorong oleh kebenaran dan Roh = Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus. Semoga kita dapat mengerti.

    Memandang Wajah YESUS, menghasilkan keubahan hidup ( waktu YESUS naik keatas gunung, Wajah-Nya bersinar/berubah, pakaian-Nya berubah) ada keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Keubahan hidup = kuasa kebangkitan/mengalami kuasa kebangkitan.
Kalau kita berubah, maka kita terlepas dari kutukan, 'maka tidak ada lagi laknat' (Wahyu 22). Setiap kita diubahkan, disitu kita terlepas dari kutukan. Manusia darah daging seperti Adam dan Hawa tetap dalam kutukan sebab memang sudah dikutuk oleh TUHAN, tetapi kapan kutukan itu lenyap? kalau kita berubah dari manusia daging menjadi manusia rohani, maka di situlah kutukan di tiadakan, sebab saat kita berubah, maka Nama TUHAN ditulis di dahi. Ini sungguh merupakan hal yang luar biasa.

Itu sebabnya, mari penyembahan kita sekarang ini bukan hanya suaranya tetapi sungguh-sungguh sampai mengalami keubahan dari manusia daging menjadi manusia rohani.

Apa arti terlepas dari kutukan?
  1. Yeremia 48 : 10
    Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai

    Kalau kita lalai, terkutuk! Itu sebabnya, mari berubah, dengan memandang Wajah YESUS, dan juga menyembah Dia. Kalau sering lalai/tidak setia dalam ibadah pelayanan, tetapi jika kita memandang Wajah YESUS, maka kita diubahkan menjadi setia seperti YESUS Yang setia sampai mati di kayu salib. Setia itu bebas dari kutukan, sehingga Nama TUHAN ditulis didahi.

  2. Maleakhi 3 : 8, 9
    8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
    9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

    Jangan menipu tetapi jujur, yang mulai dari persepuluhan dan persembahan khusus. Jujur = berubah, sehingga kutukan diambil dan Nama TUHAN ditulis di dahi.

  3. Egois. Domba berada di sebelah kanan, kambing di sebelah kiri (Matius 25). Mengapa menjadi kambing? 'ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan, ketika Aku dipenjara kamu tidak mengunjungi Aku, kapan TUHAN? 'Apa yang kau lakukan kepada sesama yang hina, itu kau lakukan untuk Aku'

    'Enyahlah ke tempat yang terkutuk' --> egois = terkutuk. Itulah kambing (Matius 25) masuk tempat kutukan.
    Praktek dari tidak egois itu : memberi dan mengunjungi. Itu sebabnya mari berubah --> dari egois menjadi mengasihi dengan memberi dan mengunjungi.

    Memberi dan mengunjungi:
    • Mulai di rumah tangga --> masih mempunyai orang tua, ayo! anak-anak memberi dan mengunjungi orang tua.
    • Di sidang jemaat, kalau ada yang sakit, mari memberi dan mengunjungi. Mungkin kita memberi dalam bentuk uang, dalam bentuk nasihat, dalam bentuk doa.
    • Dalam penggembalaan.
    • Antar penggembalaan --> kita di percaya oleh TUHAN = diberi kepercayaan oleh TUHAN. Bpk. pdt Pong alm, selalu mengatakan --> jangan sampai kepercayaan ini dialihkan kepada orang lain. Ini yang selalu saya garis bawahi sampai hari ini.

    Inilah kita diubahkan dan dilepaskan dari kutukan sehingga Nama TUHAN ditulis di dahi dan kita dapat menyeru Nama TUHAN = Nama TUHAN dipercayakan kepada kita/ kita dapat menyeru Nama TUHAN.
Menyembah, ini selain melihat Wajah TUHAN, kita juga dapat berkata-kata dan menyeru Nama TUHAN.

Nama TUHAN, Nama Yang indah --> Ibrani 1 : 4 jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Nama yang indah, kalau kita dapat menyembah Dia, kita berubah sehingga dapat menyeru Nama Yang indah = hidup kita akan dijadikan indah oleh TUHAN = masa depan akan dijadikan indah.

Mari saudaraku! Kita berubah, jangan egois, jangan menipu dan juga jangan lalai dalam ibadah pelayanan. Mari berubah dihari-hari ini, sebab ini sudah cukup karena kita sudah dapat menyeru Nama TUHAN, Nama Yang indah Yang dapat memperindah kehidupan kita, nikah kita, dan juga masa depan kita menjadi indah.

Nama Yang berkuasa mengalahkan binatang yang dilangit, yang didarat dan dilaut = setan tri tunggal. Kalau kita menyeru Nama Yang berkuasa, maka akan ada kuasa pertolongan TUHAN = kuasa kemenangan dari TUHAN untuk menolong kita dari segala masalah.

Dan satu lagi kalau Nama ditulis di dahi, ini berarti kepemilikan yang tidak dapat diganggu gugat; saat kita menyembah TUHAN, maka sungguh-sungguh kita dimiliki oleh TUHAN, sampai satu waktu, waktu sangkakala berbunyi (dalam 1 Korintus 15) maka yang mati akan dibangkitkan, sedangkan yang hidup akan diubahkan untuk terangkat bersama TUHAN, kita tidak masuk dalam kiamat, tetapi kita akan terangkat bersama TUHAN, masuk kerajaan seribu tahun sampai masuk tahta. Kita sungguh-sungguh berada di Tahta Surga bersama TUHAN selamanya/kita berada di Tahta Surga selamanya.

Mari saudaraku! Kita memeriksa ibadah untuk terlebih dahulu dengan:
  • mencari Kerajaan Surga/ kebenaran dulu, kemudian
  • hidup benar, taat, suci = dekat surga dan
  • menyembah TUHAN --> hidup kita jangan tetap manusia daging, tetapiberubah sehingga
  • kita dapat memandang Wajah- Nya, kita dapat menyeru Nama-Nya, Nama Yang indah/memperindah.
Nama Yang berkuasa untuk:
  • memberikan kemenangan,
  • menyelesaikan masalah,
  • memberi pertolongan,
  • mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Semua ini dapat dilakukan.
  • menulis Nama itu adalah Nama Mempelai = kepemilikan. Kita menjadi Mempelai Wanita saat Dia datang, kita diubahkan menjadi Mempelai bersama Dia selamanya.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top