English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu, 02 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 11 November 2007)
Tayang: 30 Mei 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 29 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Maret 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juli 2007)
Tayang: 13 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 22 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 04 November 2007)
Tayang: 15 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 23 Maret 2008)
Tayang: 09 Oktober 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 07 Oktober 2007)
Tayang: 15 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 15 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 25 November 2007)
Tayang: 25 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 14 Oktober 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 10 Maret 2011

Matius 24, khotbah tentang akhir jaman/penghukuman atas dunia karena dunia sudah menolak kasih TUHAN/dua loh batu, maka dunia beserta isinya akan hancur dan lenyap oleh api yang dari langit pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya dan yang lazim disebut dengan kiamat. Kita mempelajari injil Matius 24 ini, supaya kita tidak masuk dalam kiamat/hancur bersama dunia, tetapi kita justru akan terangkat di awan-awan, untuk berjumpa bersama dengan Dia selama-lamanya.

Kita akan mempelajari Matius 24 : 3 - 44, tentang tujuh nubuat yang harus terjadi menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya/menjelang kiamat akan ada tujuh tanda yang besar.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3 - ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6 - ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9 - ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15 - ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 26 - ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32 - ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36 - ay 44
Kita masih akan mempelajari nubuat yang kedua yaitu nubuat tentang bangsa-bangsa --> Matius 24 : 6 - 8,
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Jadi, menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya/kiamat, ditandai dengan tanda kedua yaitu kegoncangan-kegoncangan yang akan melanda seluruh bangsa di dunia yang akan mengakibatkan kegelisahan, ketakutan --> tidak ada damai lagi sampai pada kebinasaan.

Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
  • peperangan,
  • kelaparan dan,
  • gempa bumi
Ketiga macam kegoncangan ini sudah mewakili seluruh kegoncangan. Semoga kita dapat mengerti.

Kita masih akan mempelajari tentang PEPERANGAN yang terjadi dalam peperangan antar suku, antar bangsa/antar negara yang semakin meningkat dan menjadi semakin membesar sampai pada peperangan yang dahsyat yang akan melibatkan dua ratus juta tentara dari seluruh muka bumi dan menewaskan sepertiga manusia yang ada di bumi.

Wahyu 9 : 13, 15, 16
13. Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,
15. Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.
16. Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.

Inilah saudaraku, mengapa saya mengatakan akan ada peperangan yang besar/terbesar dan dahsyat, sebab dilihat dari jumlah tentara yang terlibat yaitu sebanyak dua puluh ribu laksa.
Ay 16 --> satu laksa terdiri dari sepuluh ribu tentara, jadi dua puluh ribu laksa = dua ratus juta tentara. Dan ini berarti melibatkan seluruh tentara yang ada di dunia.

Akibatnya --> Wahyu 9 : 18, Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.

Jadi, akibatnya adalah membunuh sepertiga manusia yang ada di dunia. Jumlah umat manusia di dunia sekarang ini kira-kira lima/enam miliard jiwa. Jadi sepertiga manusia yang dibunuh berarti dua miliard orang yang mati dan ini belum pernah terjadi.

Bagaimana sikap kita? Di dalam injil Matius 26 --> Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

Jadi, sikap anak TUHAN yang benar adalah jangan ikut-ikutan menjadi gelisah dan goncang, tetapi sikap anak TUHAN yang benar adalah jangan menjadi gelisah = hidup dalam ketenangan/kedamaian.

Ketenangan/kedamaian ini mulai dari dalam rumah tangga, kemudian di dalam gereja, jangan ada perang di dalam gereja --> antar pemain musik berperang, antar gembala dengan domba juga berperang --> jangan ikut-ikutan berperang. Kemudian di kantor dan juga di sekolah, jangan ikut-ikutan berperang, sebab ini akan mengarah kepada perang yang besar.

Sikap gereja TUHAN adalah:
  • tidak ikut berperang,
  • tidak ikut goncang, tetapi hidup di dalam ketenangan/kedamaian.
Dan ketenangan/kedamaian ini akan kita alami jika kita mendapatkan naungan sayap dari TUHAN.

Lukas 13: 34, Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Ini yang harus kita sadari, apa-pun kehebatan, kepandaian, kekayaan kita, tetapi TUHAN menunjuk posisi kita di dunia ini, hanya seperti anak ayam. Posisi gereja TUHAN/anak TUHAN hanyalah seperti anak ayam --> inilah pengakuan TUHAN. Apalagi yang tidak pandai, yang tidak kaya, juga sama seperti anak ayam. yang dibutuhkan/kebutuhan pokok dari anak ayam adalah naungan sayap induk ayam.

Pada waktu yang lalu, Firman TUHAN mengatakan bahwa seringkali kita ini ditipu --> memilih induk ayam atau memilih beras/cacing dan seringkali anak ayam memilih cacing/beras = kehilangan induknya, sehingga matilah anak ayam itu akibat gelisah/stress. Inilah, seringkali kita diumpan oleh setan dengan beras/cacing sehingga kita kehilangan induk ayam/naungan sayap induk ayam. Kalau anak ayam berada di bawah naungan sayap induknya, maka semuanya telah ia terima dan akan hidup di dalam ketenangan. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian pertanyaannya, di mana kita mendapatkan naungan sayap TUHAN? di sini TUHAN mengatakan: 'seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya' istilah mengumpulkan berarti menjadi satu = penggembalaan. Jadi, kita mendapatkan naungan sayap TUHAN di dalam sistim penggembalaan. Dan ini berarti kita harus tergembala di hari-hari ini yaitu di dalam persatuan tubuh Kristus. Di sinilah kita mendapatkan naungan sayap dari TUHAN.

Jadi, kita menerima naungan sayap dari TUHAN:
  • di dalam penggembalaan dan juga
  • di dalam persekutuan tubuh Kristus.
Itu sebabnya dihari-hari ini, kita harus menjadi kehidupan Kristen yang tergembala, jangan beredar-edar yang di dalam srt 1 Petrus 5, jelas di katakan, jika beredar-edar maka akan bertemu dengan singa, sebab singa juga beredar-edar. Itu sebabnya kita harus tergembala.

Di dalam penggembalaan, TUHAN katakan di dalam injil Yohanes 15 --> 'Aku-lah Pokok Anggur Yang Benar'. Jadi, di dalam penggembalaan, harus memperhatikan Pokok/Induk itulah YESUS = Firman pengajaran yang benar. Jangan sembarangan tergembala, sebab sekarang ini ada banyak penyesatan. Jadi harus kembali kepada Firman pengajaran yaitu:
  • yang tertulis di dalam alkitab, bukan tertulis di dalam buku-buku yang lain semisal buku-buku filsafat dllnya,
  • diwahyukan/diilhamkan oleh TUHAN yaitu dibukakan rahasianya --> ayat menerangkan ayat.
Waktu YESUS menghadapi pencobaan, YESUS selalu mengatakan --> 'ada tertulis' = kembali ke alkitab.

Kemudian sikap kita di dalam penggembalaan --> seperti carang yang melekat pada Pokok/Firman pengajaran yang benar/Pribadi YESUS. Jadi di dalam penggembalaan, kita harus memperhatikan Pokok, jangan yang sesat sebab kita akan menjadi hancur. Kemudian yang kedua yang harus diperhatikan adalah carang harus melekat pada Pokok = setia di dalam penggembalaan.

Setia di dalam penggembalaan ini, di mulai dari saya sebagai gembala harus setia memberi makan domba-domba, sebab kalau gembala tidak setia di dalam penggembalaan, maka domba- domba akan tercerai berai/tidak dapat makan Firman. Inilah, kita mendapatkan naungan sayap dari TUHAN/kita mendapatkan ketenangan. Sementara dunia diancam dengan peperangan yang di mulai di dalam rumah tangga dan juga di dalam gereja terjadi peperangan --> perang tentang uang, tentang kedudukan. Untuk ini mari! Kita tergembala dengan baik sehingga berada di dalam naungan sayap TUHAN.

Wahyu 9 : 18, Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.

Senjata yang digunakan pada saat peperangan secara jasmani adalah:
api --> senjata api yang sudah digunakan pada perang dunia yang pertama dan ini sudah banyak membunuh manusia, tetapi masih tetap digunakan sampai sekarang.

asap --> yang digunakan untuk mengakhiri perang dunia yang kedua itulah bom atom yang digunakan untuk menghancurkan kota Hiroshima dan kota Nagasaki sehingga menimbulkan asap yang besar yang naik membumbung ke udara bagaikan cendawan raksasa dan sudah menewaskan banyak orang di sana dan juga kesengsaraan sampai saat ini di kota Hiroshima dan juga di kota Nagasaki. Semoga kita dapat mengerti.

belerang --> saya masih belum tahu, tetapi kita tetap berdoa supaya TUHAN menunjuk artinya. Mungkin menunjuk pada senjata kimia yang sangat ditakuti. Inilah senjata-senjata secara jasmani yang sekali-pun sangat dahsyat, tetapi hanya dapat membunuh tubuh manusia.

Tetapi sekali lagi, setan ini tidak begitu cara kerjanya yang hanya ingin membunuh tubuh manusia, tetapi setan juga ingin membinasakan jiwa dan roh manusia sampai ke neraka untuk selama-lamanya. Sebab itu setan juga menggunakan senjata-senjata dalam arti rohani.

Waktu yang lalu kita sudah mendengar, bahwa senjata api dalam arti rohani adalah lidah yang bukan hanya membinasakan tubuh, tetapi juga membinasakan jiwa dan roh sampai di neraka.

Yakobus 3 : 6, Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Jika sudah sampai di neraka, barulah setan merasa puas, kalau masih membunuh tubuh, setan belum merasa puas, itu sebabnya ada senjata secara rohani. Kalau senjata api di Indonesia ini sangat di batasi, tetapi kalau lidah, semua orang mempunyai lidah sehingga dapat terjadinya peperangan yang sangat dahsyat untuk membinasakan jiwa dan roh sampai di neraka.

SENJATA ASAP. Secara jasmani, menunjuk pada bom atom yang dahsyat, sebab masih menimbulkan masalah ke anak cucu sampai sekarang.

Wahyu 9 : 1, 2
1. Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.

Ay 2 --> matahari dan angkasa menjadi gelap, sebab asap sudah naik ke atas seperti asap dari bom atom yang juga membumbung ke angkasa.
Ay 2 --> asap yang keluar dari lubang bagaikan tanur besar = asap maut/sengat maut yang mematikan.

Apa yang dimaksud dengan sengat maut?
1 Korintus 15 : 55 ,56
55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
56. Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Jadi, senjata secara rohani selanjutnya adalah dosa yang mematikan.

Mari saudaraku! Sekarang ini kita sungguh-sungguh dikoreksi; kita harus menyelesaikan dosa, sebab itu adalah sengat maut yang membinasakan tubuh, jiwa dan roh manusia sampai di neraka/masuk dalam penghukuman TUHAN di neraka. Itu sebabnya YESUS rela mati di kayu salib dan sebelum mati, YESUS meminum anggur asam bercampur empedu, sesudah itu YESUS berkata 'sudah selesai', kemudian YESUS mati.

Anggur asam bercampur empedu = dosa yang pahit getir dan yang membinasakan. Dan YESUS berkata 'sudah selesai' untuk menyelesaikan segala dosa-dosa, sehingga manusia jangan ditelan oleh maut, tetapi selamat bahkan menjadi sempurna sama seperti Dia. Itu sebabnya kita jangan menyimpan dosa, tetapi harus diselesaikan sekarang ini sebab TUHAN sudah menyediakan jalan keluarnya.

Yohanes 19 : 28 - 30
28. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!"
29. Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Inilah saudaraku! YESUS harus menderita di atas kayu salib dan meminum anggur asam/menanggung segala dosa manusia yang membawa pahit getir di dalam hidup sampai kepada maut --> YESUS menyelesaikan dosa manusia di atas kayu salib.

Itu sebabnya, biarlah kita menggunakan Korban Kristus untuk menyelesaikan dosa dihari-hari ini = hari-hari ini jangan menambah dosa. Sebab kalau dosa bertambah = membumbung ke atas.

Bagaimana caranya untuk menyelesaikan dosa? kita mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama, jika di ampuni, jangan berbuat dosa lagi. Ini cara untuk menyelesaikan dosa, supaya dosa tidak membumbung tinggi seperti asap sebab itu berarti sudah membawa maut/membawa kebinasaan tubuh, jiwa dan roh sampai di neraka.

Bagi kaum muda perhatikan:
  • puji TUHAN, sudah TUHAN ijinkan untuk kuliah untuk menyelesaikan dosa, jangan untuk menambah dosa dengan menyontek.
  • di beri pekerjaan oleh TUHAN, jangan untuk menambah dosa dengan menipu orang dan juga berdusta. Sebab akan rugi, karena itu akan menjadi asap yang membumbung dan menghasilkan maut/neraka.
  • di beri pacar, jangan di masa pacaran untuk berbuat dosa --> salah!!!!
Mari sungguh-sungguh serius di hari-hari ini. Setiap aktifitas kita secara jasmani di bumi ini, bahkan sampai pada aktifitas ibadah pelayanan jangan untuk menambah dosa, tetapi untuk menyelesaikan dosa.

Jika pada saat beribadah mendengarkan Firman kita:
  • mengantuk,
  • bercakap-cakap,
  • mengirim sms
Hal itu akan menambah dosa.
Kita harus berjanji di dalam hati, di saat akhir jaman ini, bukan untuk menambah dosa tetapi untuk menyelesaikan dosa. Semoga kita dapat mengerti.

Sekecil apa-pun dosa itu, tetapi kalau tidak diselesaikan/ditutup oleh Darah YESUS/tidak diperdamaikan, maka akan ditutup oleh dosa-dosa yang lain --> terus menerus ditutup oleh dosa-dosa lain, sampai menggunung/sampai membumbung tinggi ke angkasa dan satu waktu akan meledak seperti ledakan dari bom atom.

Yeremia 9 : 3 - 9
3. Mereka melenturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri; sungguh, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, tetapi TUHAN tidaklah mereka kenal.
4. Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara mana pun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah.
5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
6. Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.
7. Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: "Sesungguhnya, Aku mau melebur dan menguji mereka, sebab apakah lagi yang dapat Kulakukan terhadap puteri umat-Ku?
8. Lidah mereka adalah anak panah yang membunuh, perkataan dari mulutnya adalah tipu; mereka berbicara damai dengan temannya, tetapi dalam hatinya mereka merancang pengadangan terhadapnya.
9. Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini?

Sekali lagi, dosa sekecil apa-pun, kalau di sembunyikan/tidak ditutup oleh Darah YESUS/tidak diselesaikan oleh Darah YESUS, maka akan ditutup oleh dosa, ditutup lagi oleh dosa sampai akan menjadi asap yang membumbung tinggi ke angkasa = memiliki kekuatan seperti bom atom yang meledak dan membinasakan tubuh, jiwa dan roh kita sampai di neraka = sampai menarik penghukuman TUHAN yang meledak/kebinasaan dalam penghukuman TUHAN yang terakhir, itulah di neraka.

Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius untuk tidak meremehkan dosa sekecil apa-pun, tetapi harus diselesaikan lewat mengaku dosa/berdamai di hari-hari ini, sebab tidak ada satu kekuatan-pun yang dapat menjinakkan bom atom dosa kecuali oleh Darah YESUS.

Jika di dunia ini ada kekuatan lain seperti kekuatan kekayaan, kekuatan kepandaian untuk menyelesaikan dosa, maka YESUS tidak perlu datang. Atau ada nabi/rasul yang tidak berdosa, (dapat disebutkan namanya di dalam alkitab) dapat menyelesaikan dosa, maka YESUS tidak perlu datang. Tetapi karena semua manusia berdosa, sehingga tidak ada yang dapat menyelesaikan dosa. Hanya YESUS, ALLAH Yang menjadi Manusia Yang tidak berdosa dapat menghentikan kedahsyatan bom atom dosa lewat Darah-Nya. Semoga kita dapat mengerti.

Semuanya ini sudah pernah terjadi yaitu dosa yang membumbung tinggi sampai di angkasa sehingga menarik penghukuman TUHAN yaitu di jaman Lot yaitu di Sodom dan Gomora.

Kejadian 18 : 20, 21
20. Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
21. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."

Keluh kesah tentang dosa Sodom dan Gomora sudah naik sampai ke hadapan TUHAN/sudah membumbung tinggi bagaikan asap cendawan raksasa yang meledak dan menghasilkan maut/mendatangkan penghukuman TUHAN yaitu berupa api dan belerang yang turun di Sodom dan Gomora.

Kejadian 19 : 24, 25
24. Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
25. dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.

Penghukuman api dan belerang ini, sudah merupakan gambaran dari neraka/lautan api dan belerang.
Secara rohani, penghukuman lautan api dan belerang itu lebih dahsyat sebab itu menunjuk pada neraka. Secara jasmani kota Sodom dan Gomora ini menjadi laut Mati dan di laut Mati ini, secara fisik, tidak ada kehidupan/satu bakteri-pun yang dapat hidup di laut itu, kita dapat membayangkan hal itu.

Kalau dosa kita sudah membumbung tinggi, maka akan sulit untuk hidup/pontang - panting sebab bagaikan hidup di laut Mati, apa yang dapat diusahakan?

Maafkan! Tetapi ini harus saya katakan: bagi kaum muda, jangan sampai di masa muda, hidup kalian sudah pontang - panting, disebabkan oleh dosa yang sudah membumbung tinggi.

Jadi, penghukuman TUHAN dengan api dan belerang ini, sudah pernah terjadi dan ini bukanlah dongeng dan akan terjadi lagi dan ini yang namanya nubuat yaitu pembukaan Firman yang mengungkapkan sesuatu yang akan terjadi dan pasti terjadi.

Di akhir jaman, menjelang kedatangan TUHAN kembali, bom atom akan meledak lagi yang lebih dahsyat dari Hiroshima dan Nagasaki, sebab di kedua kota ini masih ada manusia yang hidup. Tetapi bom atom dosa yang sudah pernah meledak di Sodom dan Gomora, tidak ada yang dapat hidup sebab sudah menjadi laut Mati.

Ledakan bom atom dosa ini akan terjadi lagi --> Lukas 17 : 28 - 30, 32,
28. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
32. Ingatlah akan isteri Lot!

Sudah jelas! Asap dosa Sodom dan Gomora, akan membumbung kembali untuk menarik penghukuman TUHAN/maut atas dunia bahkan penghukuman neraka.

Menghadapi keadaan jaman yang akan kembali seperti Sodom dan Gomora, ada peringatan dari TUHAN yaitu 'ingatlah akan isteri Lot'. Jadi, dosa Sodom dan Gomora ini ada pada isteri Lot yaitu isteri Lot menoleh ke belakang.

Kejadian 19 : 26, Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Ingatlah akan isteri Lot = isteri Lot menoleh kebelakang = terikat oleh dosa Sodom dan Gomora.

Sebenarnya isteri Lot ini sudah lari dari Sodom = sudah terlepas dari api dan belerang, tetapi di tengah jalan, ia menoleh kebelakang = terikat oleh dosa Sodom = tidak mau terlepas/tidak mau menyelesaikan dosa.

Kita harus ingat! Semakin jauh kita mengikut TUHAN, semakin jauh kita meninggalkan ibadah pelayanan = semakin terasa ikatan dosa itu.
Contoh:
Isteri Lot di beri tali sepanjang seratus meter, ia baru mengikut TUHAN, ia tidak merasakan ikatan itu. Kemudian ia berjalan, semakin hari, semakin jauh, mulai terasa ada ikatan, sampai satu waktu akan sangat terasa ikatan itu sebab sudah seratus meter,sehingga ia tersentak dan pasti ia akan menoleh ke belakang = kembali ke Sodom. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab sekali-pun kita sudah beribadah melayani TUHAN, bukan menjadi jaminan bahwa kita sudah bebas dari dosa, tetapi justru harus menjadi kewaspadaan. Sebab seringkali, semakin lama kita mengikut TUHAN di dalam pelayanan dan juga tambah dipakai oleh TUHAN, kita bertambah terikat oleh dosa. Ini betul-betul berbahaya sebab akan sampai pada dosa Sodom dan Gomora.

Apa yang dimaksud dengan dosa Sodom dan Gomora?
  1. dosa kenajisan = dosa sex. Di dalam ibadah kaum muda, sudah saya terangkan dan sekarang ini juga diungkapkan bukan untuk menerangkan hal yang bersifat porno, tetapi untuk menjaga kita dari dosa sex ini yaitu persetubuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan pasangan suami isteri yang sah. Kemudian kaum homo sex dan juga lesbian sampai sex pada diri sendiri. Inilah maksud dari dosa Sodom dan Gomora yang pertama yaitu dosa kenajisan dan kejahatan.

    Mari saudaraku! Mungkin dosa kenajisan ini tidak dalam bentuk perbuatan, tetapi sudah dalam bentuk pikiran. Itu sebabnya, mari! Jangan sampai terlalu jauh/jangan sampai ditimbun karena mengira bahwa itu merupakan hal yang biasa saja sebab masih dalam bentuk pandangan --> jangan!! Sebab kalau itu terus dan terus, maka akan membumbung tinggi dan pasti akan menoleh kebelakang. Pada saat menoleh kebelakang, maka akan terkena hukuman.

    Isteri Lot menjadi tiang garam dan itu berarti ia tidak dapat lari lagi dari api dan belerang. Isteri Lot ini merupakan gambaran dari kehidupan Kristen yang sudah selamat sebab ia sudah berlomba/sudah berlari/sudah dipakai oleh TUHAN tetapi justru semakin terasa ada ikatan-ikatan dosa. Itu sebabnya kita jangan menjadi sombong kalau dipakai TUHAN, tetapi justru harus berhati-hati dengan mengingat akan isteri Lot. Sebab peringatan dari TUHAN ini bukan untuk orang dunia, tetapi merupakan peringatan bagi orang Kristen/hamba-hamba TUHAN yang dipakai oleh TUHAN. Sudah ikut berlomba dan juga sudah lari, tetapi justru makin terasa ikatan dari dosa kenajisan dan juga termasuk dosa makan minum yang juga termasuk merokok sampai memakai narkoba, mabuk dllnya. Semoga kita dapat mengerti.

    Kemudian dosa kejahatan. Akar segala kejahatan adalah cinta akan uang/ikatan akan uang. Inilah dosa Sodom dan Gomora yang sedikit demi sedikit mengikat kita. Justru makin jauh kita melayani TUHAN terutama kami para hamba-hamba TUHAN sebab sekarang ini di dalam gereja yang dipersoalkan di dalam gereja bagaimana Firman TUHAN, tetapi berapa uangnya? Semoga kita malu berbicara tentang uang di gereja dan ini dimulai dari saya yang harus berbicara Firman di dalam gereja, sebab di dalam gereja, tidaklah pantas berbicara tentang uang.

    Apa yang menjadi praktek dari terikat akan uang? Yaitu meninggalkan ibadah pelayanan untuk mencari uang. Seringkali kita melakukannya dan ini bukan berarti tidak boleh mencari uang --> tidak, silahkan!

    Saudara boleh bekerja berapa jam-pun, silahkan! Tetapi jangan meninggalkan ibadah dan pelayanan untuk mencari uang sebab itu berarti saudara sudah terikat akan uang. Semoga kita dapat mengerti.

    Atau sebaliknya, beribadah dan melayani TUHAN hanya untuk mencari dan mendapatkan uang. Contoh: untuk berkhotbah selama satu jam, seorang hamba TUHAN itu dibayar berapa? Untuk bermain musik selama satu jam dibayar berapa? Pelayanan bagian komputer selama satu dibayar berapa? Ini juga sama, terikat akan uang sebab semuanya dihitung dengan uang.

    Atau:
    • mendapatkan uang dengan cara yang tidak halal/haram, sehingga membuat orang mendapatkan kerugian, tidak diperdulikan, yang penting saya diberkati oleh TUHAN --> oh tidak! Sebab kalau orang lain mendapatkan kerugian, maka itu berarti kita tidak diberkati, tetapi kita menipu.

    • kita berhutang, tetapi kita tidak membayar kembali; tetapi kalau ditagih, kita menjadi marah bahkan yang memberi pinjaman dijadikan musuh dengan berbicara jahat tentang diri orang itu. Inilah Sodom dan Gomora --> dosa kejahatan. Sampai

    • mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    Inilah ikatan Sodom dan Gomora seperti isteri Lot. Semakin jauh ia berlari/berlomba dalam melayani TUHAN, harus berhati-hati sebab dapat terkena api dan belerang.

  2. dosa tidak dengar-dengaran. TUHAN sudah memerintahkan untuk berlari ke pegunungan dan jangan menoleh ke belakang, tetapi isteri Lot menoleh kebelakang = tidak taat dengar-dengaran. Kita jangan menjadikan Firman sesuai/cocok dengan kehendak kita, tetapi kita-lah yang harus cocok dengan Firman dan ini yang benar. Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Supaya kita tidak terikat oleh tali Sodom dan Gomora, maka kita memerlukan penyucian oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Ada dua pemberitaan Firman yaitu yang pertama adalah Firman penginjilan/susu untuk percaya kepada YESUS supaya selamat dan percaya supaya diberkati. Ini baik. Tetapi sesudah selamat seperti isteri Lot, mau kemana, sebab kalau masih terikat pada Sodom dan Gomora, apa gunanya? Sebab itu diperlukan pemberitaan Firman yang kedua yaitu Firman pengajaran/makanan keras/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Ibrani 4 : 12, 13
    12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    13. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Inilah diperlukan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran yang menyucikan kita dari hati yang merupakan sumber dari dosa/gudang tempat persembunyian dosa. Semoga kita dapat mengerti.

    Terutama bagi kita bangsa kafir, sebab di dalam alkitab, bangsa kafir ini disebutkan sebagai binatang haram yang tidak patut untuk dipersembahkan kepada TUHAN dan juga tidak patut untuk beribadah karena dosa. Ini yang perlu disembelih/perlu ditusuk dengan pedang.
Kalau hati sudah disucikan dari dosa Sodom dan Gomora yaitu dari dosa kenajisan dan kejahatan dan juga dari dosa ketidak taatan oleh penyucian Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka akan menjadi lain, sebab kita dapat membumbungkan asap yang berbau harum bagi TUHAN, sekali-pun kita ini bangsa kafir. Contoh seperti Kornelius.

Kisah rasul 10 : 1 - 4
1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
2. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
3. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
4. Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

Ay 1, pasukan Italia = bangsa kafir.
Ay 2, saleh = mengalami penyucian takut kepada ALLAH = taat dengar-dengaran senantiasa berdoa kepada TUHAN = asap yang berbau harum.

Ay 4, malaikat ALLAH masuk rumahnya = sebab ia suci = mau menerima Firman pengajaran.
Semua doa dan sedekahmu telah naik ke hadirat ALLAH = bagaikan asap yang berbau harum di hadapan ALLAH.

Kalau asap dosa yang naik, maka neraka yang akan turun, tetapi kalau asap yang berbau harum, maka TUHAN mengingat engkau = kasih setia TUHAN yang turun.

Inilah Kornelius/bangsa kafir yang mengalami penyucian hati lewat pekerjaan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sehingga:
  • ia dapat memberi sedekah = memberi kepada kehidupan/sesama anggauta tubuh Kristus yang membutuhkan. Memberi sedekah merupakan penyucian, itu sebabnya jangan jemu-jemu untuk berbuat baik. Selain memberi sedekah dalam bentuk uang/finansial, beras, tetapi sedekah ini juga berarti perbuatan baik kepada sesama bahkan satu waktu dapat membalas kejahatan dengan kebaikan.

  • doa/doa penyembahan --> ibadah pelayanan sampai memuncak pada doa penyembahan.
Jadi, kita harus:
  • setia dalam bersedekah.
  • setia dalam ibadah pelayanan sampai
  • doa penyembahan/menyembah kepada TUHAN.
Kita harus memperhatikan ibadah doa penyembahan sebab itu merupakan puncak dari ibadah pelayanan. Kalau kita setia melakukan, ini bagaikan mengangkat dua tangan/tangan penyembahan diangkat.

Perbuatan baik ditutup dengan perbuatan baik sampai ke hadirat TUHAN bagaikan asap yang berbau harum di hadapan TUHAN. Dan ini akan menghasilkan --> 'TUHAN mengingat engkau' = TUHAN tidak pernah lupa = TUHAN menurunkan kasih setia. Sekarang kasih di dunia ini sudah bergeser, tetapi kasih setia TUHAN tinggal tetap.

Yesaya 49 : 14 - 16
14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Inilah saudaraku! TUHAN mengingat Kornelius dan TUHAN juga mengingat kita dan ini berarti kita mengalami kasih setia TUHAN, tidak pernah kita di lupakan. Biar seorang ibu dapat melupakan bayi dari kandungannya, tetapi TUHAN tidak pernah melupakan, dan posisi kita bagaikan bayi dalam gendongan Tangan kasih setia. Inilah posisi dari kehidupan yang mau disucikan, yang mau bersedekah dan juga kehidupan yang mau berdoa dan menyembah TUHAN. Yusuf pernah mengalami dimasukkan ke dalam penjara/pintu tertutup = semuanya terbatas dan ia bagaikan bayi yang tidak berdaya, tetapi ia mendapatkan kasih setia TUHAN --> ini yang kita butuhkan. Jangan dosa yang naik ke atas sehingga akan meledak seperti bom atom = neraka yang turun.

Hasilnya:
  1. Kejadian 39 : 20, 21, 23
    20. Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
    21. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
    23. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

    Yusuf menghadapi penjara, ia bagaikan bayi = tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi karena ia berada di dalam gendongan Tangan kasih setia, maka Tangan kasih setia itu membuat Jusuf menjadi berhasil dan bahagia = ada keberhasilan dan kebahagiaan.

    Yusuf sampai berhasil menjadi perdana menteri; dapat dibayangkan, orang yang berada di dalam penjara sehingga tidak dapat bersekolah, tetapi ia dapat menjadi perdana menteri.

    Mungkin sekarang ini ada yang berada di dalam keterbatasan karena tidak memiliki modal yang banyak dan juga tidak memiliki ijazah sebab orang tua tidak mampu = bagaikan di penjara. Secara manusia, hidupnya mungkin hanya 2 x 2 atau 1 x 1 = berada di dalam penjara/liang tutupan, tetapi kalau kehidupan itu dapat menaikkan asap yang berbau harum, maka kasih setia TUHAN akan turun dan mampu membuat kita berhasil dan berbahagia.

    Apalagi yang memiliki ijazah, mari naikkan asap yang berbau harum; jangan menaikkan asap dosa sebab nanti akan meledak. TUHAN mengetahui keterbatasan dan ketidak mampuan kita yang hanya seperti bayi, tetapi IA membuat semuanya dapat berhasil dan berbahagia.

  2. Mazmur 17 : 7-8
    7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
    8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Kita hidup di padang gurun dunia/menghadapi padang pasir sehingga kita tidak dapat menabur dan menuai/kesulitan dan banyak masalah/ banyak dosa seperti pasir. Begitu ada angin, maka semua terkena pasir. Tetapi kalau kita mendapatkan kasih setia TUHAN = kita berada di dalam gendongan Tangan TUHAN = bagaikan Biji Mata TUHAN = kita dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN sampai tidak diijinkan sebutir pasir-pun masuk.

    Jadi, pemeliharaan dan perlindungan TUHAN seperti biji mata, merupakan sesuatu yang luar biasa.

  3. Lukas 23 : 40 - 43
    40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
    41. Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
    42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
    43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

    Bukan hanya diingat di dunia, tetapi sampai waktu YESUS datang kembali, tetap diingat = orang yang hidup di dalam kasih setia TUHAN = TUHAN menggendong kita di dalam kasih setia sampai IA datang kembali dan akan membawa kita ke firdaus.

    Sekali-pun orang ini adalah seorang penjahat yang disalibkan dan betul-betul tidak berdaya, tinggal beberapa detik saja akan mati. Tetapi waktu ia mengaku dosa dan ini bagaikan doa penyembahan --> YESUS tidak layak dihukum, sebab IA tidak bersalah, tetapi aku yang layak untuk dihukum, sebab aku memang bersalah = menaikkan asap yang berbau harum yang menarik kasih setia TUHAN.

    Sedangkan penjahat yang satunya bahkan menjadi marah dan mengatakan kepada YESUS untuk turun dan menyelamatkan diri-MU = seringkali di dalam penderitaan kita menyalahkan TUHAN.

    Mari saudaraku! Mungkin sekarang ini saya dan saudara datang dengan dosa bagaikan penjahat yang tinggal menunggu waktu untuk mati dan masuk ke neraka. Tetapi kalau sekarang ini kita bisa mengaku dosa dengan mengatakan bahwa saya yang bersalah. Mungkin ada rumah tangga yang hancur, ekonomi hancur bagaikan disalib/tidak ada harapan lagi. Bagi kaum muda, saudara mungkin sudah tidak memiliki harapan --> selama ini selalu menyalahkan orang tua --> mari! Sekarang ini TUHAN mau mendengar penyembahan kita/mengaku bahwa saya yang bersalah. Ini yang akan menarik kasih setia TUHAN untuk mengingat kita sampai YESUS datang, kita dibawa ke firdaus. Mulai hari ini, memang kita belum dibawa ke firdaus, tetapi hari suasana firdaus sudah kita alami. Suasana penderitaan/suasana tanpa pengharapan oleh kasih setia TUHAN akan diganti dengan suasana firdaus.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top