English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 29 April 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 April 2008)
Tayang: 17 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 13 November 2007)
Tayang: 31 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 02 Oktober 2007)
Tayang: 16 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 07 Agustus 2007)
Tayang: 20 Juni 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 28 Agustus 2007)
Tayang: 03 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 16 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 20 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 10 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 09 Oktober 2007)
Tayang: 19 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Maret 2008)
Tayang: 12 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 06 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa, 06 November 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 April 2011

Matius 24 : 6-8, nubuat tentang bangsa-bangsa
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Nubuat tentang bangsa-bangsa --> yang akan terjadi kegoncangan -kegoncangan yang akan melanda bangsa- bangsa di dunia sehingga mengakibatkan kepanikan, ketakutan, kegelisahan sehingga hidup manusia tidak tenang sampai pada kematian.

Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
  • peperangan,
  • kelaparan dan
  • gempa bumi.
Ketiga goncangan diatas ini yang mewakili semua kegoncangan-kegoncangan.

Kita masih akan membahas tentang KELAPARAN.
Yang terjadi secara dobel yaitu kelaparan secara jasmani --> tidak ada gandum. Tetapi terlebih lagi akan terjadi kelaparan secara rohani yaitu kelaparan akan Firman ALLAH.

Amos 8 : 11-14
11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
12. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
13. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
14. mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

Kita yang ada di sini harus setia dan sungguh-sungguh mendengarkan Firman, sebab satu waktu tidak ada kesempatan lagi untuk mendengarkan Firman. Akibatnya, kalau orang lapar akan Firman dan tidak ada kesempatan lagi untuk mendengarkan Firman, maka akibatnya akan rebah/jatuh dan tidak bangkit-bangkit lagi.

Jatuh = jatuh dalam dosa/hidup dalam dosa dan tidak dapat bertobat/tidak bangkit-bangkit lagi. Kalau sekarang kita berbuat dosa, kemudian kita mendengarkan Firman dan kita mengaku salah dan dapat diampuni = kita dapat bangkit lagi = dapat bertobat.

Tetapi kalau sudah lapar akan Firman/tidak dapat mendengarkan Firman lagi, kita akan jatuh dalam dosa/rebah, hidup dalam dosa sehingga tidak dapat bertobat = mati rohani dan akan masuk kedalam kematian yang kedua = neraka dan hanya menunggu waktu untuk menerima penghukuman. Ini sungguh-sungguh ngeri.

Manusia termasuk anak-anak TUHAN dapat mengalami kelaparan secara dobel terutama kelaparan yang rohani, mengapa hal ini dapat terjadi?

Jawabannya ada pada hati. Kalau kita makan makanan secara jasmani, maka ada pada lambung dan jika lambung tidak beres, maka manusia tidak dapat makan, bahkan apa yang sudah dimakan pada waktu yang lalu, dapat dikeluarkan lagi --> makan satu sendok yang keluar tiga sendok sehingga menderita kerugian.

Kalau kelaparan secara rohani/kelaparan akan Firman, maka hatinya yang tidak beres/hatinya tidak baik/hatinya jahat = hati nurani yang jahat dengan praktek seperti pada jaman Nuh.

Praktek dari hati nurani yang cenderung jahat/tidak baik adalah:
  1. Amos 8 : 5, dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,

    Efa = timbangan gandum.
    Syikal = timbangan uang.
    Jadi, praktek dari hati yang cenderung jahat adalah mengecilkan efa dan membesarkan syikal.

    Artinya:
    • saya mulai dari dalam gereja terlebih dahulu, yaitu di dalam ibadah tidak mengutamakan Firman, tetapi mengutamakan perkara-perkara jasmani, sehingga gereja akan jatuh ke dalam kelaparan. Itu sebabnya doakan saya sebagai gembala, supaya jangan saya hanya puas/atau mengejar pada perkara-perkara jasmani sampai tidak mengutamakan Firman lagi. Itu pasti cepat atau lambat akan jatuh ke dalam kelaparan. Inilah mengecilkan efa dan membesarkan syikal = hati nurani yang jahat.

    • kehidupan yang ada di luar, yaitu sudah tidak mau beribadah lagi, sebab mengejar/mengutamakan perkara-perkara jasmani sampai tidak dapat beribadah/tidak dapat mencari Firman lagi/tidak dapat diisi dengan Firman lagi.
      Atau sebaliknya, sudah tidak dapat lagi beribadah/sudah tidak dapat mencari Firman lagi/tidak dapat diisi lagi dengan Firman karena sibuk mencari/mengutamakan perkara-perkara jasmani di dunia.

    Bukannya tidak boleh mencari uang, bersekolah --> silahkan! Tetapi kalau tidak diisi dengan Firman, maka semuanya akan menjadi sia-sia. Sekarang, kesana kemari untuk mencari uang, nanti akan kesana kemari untuk mencari Firman, tetapi tidak mendapatkannya, habislah kita. Itu sebabnya kita jangan sampai ditipu oleh setan dengan berpikir selagi masih muda dan sehat, mari! Pergi kesana kemari untuk mencari uang, mencari ijazah sampai tidak dapat mencari Firman. Satu waktu baru sadar, mau mencari Firman, tetapi Firman sudah tidak ada lagi, tinggal jatuh, masuk dalam kelaparan dan tidak akan bangkit-bangkit lagi. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius. Semoga kita dapat mengerti.

  2. hati yang tidak taat dengar-dengaran pada Firman = kosong dari Firman, sehingga akan jatuh ke dalam kelaparan dan binasa. Orang ini mungkin mendengarkan Firman, tetapi ia tidak taat dan dengar-dengaran pada Firman. Inilah hati nurani yang cenderung jahat sehingga akan jatuh dalam kelaparan = rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.
Bagaimana caranya supaya kita mendapatkan hati nurani yang baik? Satu-satunya cara ada di dalam 1 Petrus 3 : 20, 21,
20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan
bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Ketidak taatan ini, dikaitkan dengan jaman Nuh di mana hati yang jahat itu sampai pada anak-anak kecil. Apa yang menjadi kejahatan dari anak-anak kecil ini, sebab tidak ada seorang anak kecil itu merampok, memfitnah dlsbnya, tetapi kejahatan dari anak-anak kecil itu adalah mereka tidak dapat mendengarkan Firman bahkan mengganggu. Itu sebabnya di sekolah Minggu harus diperhatikan, demikian juga di dalam ibadah-ibadah, harus diperhatikan --> bukan dilarang/dihalangi untuk membawa anak, sebab hal ini menyebabkan TUHAN menjadi marah, tetapi harus dijaga. Ini menjadi tanggung jawab dari orang tua dan boleh keras supaya anak dapat menerima Firman; tetapi guru sekolah Minggu tidak boleh keras, tetapi melatih kesabaran.

Sedangkan bagi orang dewasa jika mendengar lawakan, mereka senang mendengarnya, tetapi kalau mendengar Firman, menjadi marah --> inilah hati yang cenderung jahat. Jadi supaya mendapatkan hati nurani yang baik, hanya lewat baptisan air.

Saya selalu berjanji kepada siswa/i Lempin-El angkatan demi angkatan --> jika saya melihat di gereja dan saudara diberkati TUHAN dengan memiliki anak, saya tidak mau melihat isteri berada di luar menggendong anak sehingga tidak dapat mendengarkan Firman, akan saya tegur dengan keras. Bagi sidang jemaat, saya hanya menghimbau untuk mengusahakan, didoakan dan dididik dengan sungguh-sungguh. Sebab setan itu pandai dengan menggoda di saat beribadah sehingga sia-sia kalau beribadah sebab tidak mendengarkan Firman.

Tetapi ada juga gembala yang pandai, ibunya berada di dalam, tetapi pengerjanya yang disuruh berada di luar untuk menggendong anaknya dan untuk ini saya juga tidak berkenan. Sebab seorang pengerja itu bukan untuk menjaga anak, ia melayani pekerjaan TUHAN. Semuanya harus berada di dalam.
Seperti kata-kata dari alm.bpk.pdt Totijs yang paling menekan hati saya --> 'tidak ada kata maaf saat mendengarkan Firman'. Kalau untuk hal lain masih dapat dimaafkan. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, sebab kita menghadapi kelaparan dihari-hari ini.

Inilah hati nurani yang baik lewat baptisan air. Jadi dalam baptisan air terjadi pembaharuan yaitu dari hati nurani yang cenderung jahat/tidak baik menjadi hati nurani yang baik/hati nurani yang taat dengar-dengaran dengan praktek dapat/suka mendengarkan Firman sampai dengar-dengaran/taat dengar-dengaran kepada Firman. Itulah hati nurani yang baik.

Bukan hanya anak kecil yang tidak selamat, sebab anak remaja juga tidak ada yang selamat; bagi orang tua yang memiliki anak remaja, saudara jangan membiarkan jika anak-anak itu tidak mau ke gereja tetapi harus dihimbau, harus dididik, sebab kalau tidak, akan masuk dalam kelaparan, maka saudara tidak dapat menolong. Harta dan kepandaian saudara tidak dapat menolong, sebab kalau anak itu sudah jatuh di dalam dosa sehingga tidak mau lagi mendengarkan Firman, maka anak itu tidak dapat ditolong lagi. Selagi sekarang ini anak saudara masih belum mau mendengarkan Firman tetapi belum jatuh ke dalam dosa, mari dituntun untuk datang beribadah di gereja. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah yang dicari, ketika menghadapi kelaparan yaitu kesetiaan, sebab perhatian TUHAN kepada orang yang setia --> tiga hari tiga malam mengikut TUHAN. Bukan kalau bisa, baru kita mengikut TUHAN, kalau tidak bisa, tidak mengikut TUHAN. Sekarang ditambah dengan taat dengar-dengaran.

Jadi menghadapi kelaparan harus:
  • setia dengan teruji --> sekali-pun tidak ada gembala/tidak ada sidang jemaat, tetap setia.
  • Taat.
Posisi dari orang yang taat --> Roma 10 : 16, 17, 21,
16. Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"
17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

Ay 16 --> Tidak semua orang mau mendengarkan pemberitaan Firman, sebab kalau hati nuraninya jahat, sekali-pun sudah diterangkan dengan jelas, orang itu tetap tidak mau mendengarkan Firman.

Ay 17 --> kalau hati nuraninya baik, sehingga mendengarkan Firman juga baik/suka mendengarkan Firman, maka itu dapat menjadi iman.

Ay 21 --> ini yang negatif, tetapi kita yang positif. Jadi saat-saat pemberitaan Firman, itu merupakan saat di mana TUHAN mengulurkan Tangan kepada kita sekalian. Sebaliknya di pihak kita, kalau kita dapat mendengarkan Firman dengan baik, mengerti, percaya sampai kita mempraktekkan Firman, maka itu juga berarti kita mengulurkan tangan kepada TUHAN, kita dipegang oleh TUHAN = hidup dalam Tangan kasih karunia TUHAN.

Nuh masuk kedalam bahtera karena ia mendapatkan kasih karunia TUHAN, sebab semua manusia mati, hanya Nuh --> empat orang laki-laki dengan isteri-isteri mereka = empat pasang mempelai, karena kasih karunia masuk dalam baptisan air. Jadi, kalau saudara masuk dalam baptisan air, maka itu hanya karena kasih karunia = dapat taat dengar-dengaran = kasih karunia.

Posisi kita berada di dalam Tangan kasih karunia TUHAN dan kita tidak mungkin dapat jatuh/rebah dan ini sudah jelas. Kalau dipegang oleh saya, saudara dapat jatuh/rebah, apalagi kalau yang dipegang badannya lebih besar. Tetapi kalau dipegang oleh Tangan TUHAN, tidak mungkin dapat jatuh.

Kalau kita dipegang oleh Tangan kasih karunia, maka hasilnya:
  1. 1 Raja-raja 17 : 12, 13, 15
    12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
    13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
    15. Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

    Ay 12, Aku lagi, aku lagi = egois = mati.
    Ay 13, bagi = Ku = untuk TUHAN.

    Inilah janda di Sarfat, yang taat dengar-dengaran sehingga ia hidup di dalam Tangan kasih karunia TUHAN.

    Taat dengar-dengaran = mengorbankan kepentingan diri sendiri --> seperti janda di Sarfat --> untuk-ku, untuk anak-ku sehingga akan mati. Semoga kita dapat mengerti.

    Hasilnya: Tangan kasih karunia TUHAN memelihara kita secara jasmani dan juga secara rohani sehingga kita tidak masuk dalam kelaparan sampai pada jaman antikrist.

    Beberapa waktu lamanya --> kalau kita baca di dalam srt Yakobus, itu selama tiga setengah tahun = sampai jaman antikrist yang merupakan puncak dari kelaparan jasmani dan rohani.

    Tangan kasih karunia TUHAN mampu memelihara janda di Sarfat yang hanya memiliki persediaan segenggam tepung/sedikit sekali = sangat terbatas --> modal terbatas, ijazah terbatas, tetapi kalau taat dengar-dengaran maka Tangan kasih karunia mampu memelihara. Dulu, janda di Sarfat, bahkan hamba TUHAN juga harus taat dengar-dengaran sebab seorang hamba TUHAN itu tidak tergantung pada jemaa't, tetapi bergantung pada ketaatan dan dengar-dengaran, maka TUHAN akan memelihara secara jasmani dan juga secara rohani, sehingga kita tidak jatuh ke dalam kelaparan bahkan sampai pada jaman antikrist.

  2. Yohanes 21 : 3, 6
    3.Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
    6. Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

    Di dalam terj.lama lebih jelas --> Maka kata Simon Petrus kepada mereka itu, "Aku hendak pergi menangkap ikan."

    Hendak = kehendak diri sendiri. Pada hal TUHAN sudah mengatakan kepada Petrus, bahwa mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia, bukan penjala ikan lagi --> ini merupakan kehendak TUHAN. Tetapi kata Petrus 'aku hendak', jadi yang harus dikorbankan adalah kehendak diri sendiri.

    Kita harus berhati-hati, sebab kalau tidak taat/tidak sesuai Firman akan ada banyak pendukungnya. Seperti Petrus yang hendak menangkap ikan = tidak sesuai Firman, sebab Firman mengatakan bahwa Petrus menjadi penjala manusia. Tetapi karena Petrus seorang senior/Petrus yang dituakan/Petrus yang hebat, maka semua dengan satu suara, murid-murid yang lain berkata --> kami juga ikut.

    Tetapi YESUS Yang taat sampai mati, siapa yang mau ikut? Semua lari termasuk murid-murid juga ikut lari. Itu sebabnya kita harus berhati-hati di akhir jaman ini.

    Jadi, taat dengar-dengaran yang kedua adalah harus mengorbankan kehendak diri sendiri. Kita harus menerima kehendak Firman/kehendak TUHAN sekali-pun bertentangan dengan kita.

    Kalau kita memaksakan kehendak diri sendiri seperti Petrus dkk = yang tidak cocok dengan kehendak Firman, maka akibatnya kita tidak akan menangkap apa-apa = gagal dan telanjang. Demikian juga di dalam ibadah pelayanan, di dalam nikah, juga untuk bekerja --> mari! Kita bertanya apa yang menjadi kehendak TUHAN. Saya sangat sedih kalau ada saudara yang mencari pekerjaan, kemudian baru melapor setelah mendapatkan pekerjaan --> jangan! Saudara harus bertanya kepada TUHAN terlebih dahulu, jangan kehendak kita sendiri.

    Tangan kasih karunia TUHAN menciptakan yang tidak ada menjadi ada; yang mustahil menjadi tidak mustahil. Kemustahilan yang tertinggi adalah menciptakan manusia tanah liat menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS/menjadi Mempelai Wanita TUHAN/Manusia yang sempurna.

    Seperti pada waktu penciptaan mula-mula --> marilah kita menciptakan manusia sesuai dengan Gambar TUHAN. Demikian juga sekarang, sekali-pun kita gagal dan telanjang, tetapi kalau kita mau kembali taat, maka dari yang tidak ada menjadi ada = kuasa penciptaan, tetapi juga dari yang mustahil menjadi tidak mustahil, dari gagal menjadi berhasil.

    Kita manusia jahat dan najis tetapi kalau masih mau mendengarkan Firman seperti puteri firaun sekali-pun jahat, tetapi ia masih ingin mandi. Orang jahat tetapi masih ingin mendengarkan Firman, maka ia masih dapat tertolong.

  3. Filipi 2 : 8-11
    8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
    11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Jadi, untuk dapat taat dengar- dengaran seperti YESUS di puncak ketaatan-Nya yaitu taat sampai mati/sampai daging tak bersuara yaitu harus mengorbankan diri sendiri = mengorbankan seluruh kehidupan kita. Sebab kalau kita tidak mau berkorban, maka kita tidak akan dapat taat.

    Jadi ketaatan itu adalah:
    • mengorbankan kepentingan diri sendiri,
    • mengorbankan kehendak diri sendiri,
    • sampai mengorbankan diri sendiri = seluruh kehidupan kita, barulah
    • taat sampai mati/sampai daging tidak bersuara lagi = puncak ketaatan.

    Hasilnya
    : Tangan kasih karunia TUHAN memberikan kuasa kemenangan --> segala yang di langit, di bumi dan di bawah bumi bertekuk lutut = kemenangan.

    Tangan kasih karunia TUHAN memberikan kemenangan atas musuh-musuh, berarti kemenangan atas segala masalah, segala penyakit = segala masalah selesai. Inilah hasil dari kita hidup di dalam Tangan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Tidaklah cukup sampai di sini, tetapi --> Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Tangan kasih karunia TUHAN mengangkat kita sampai di awan-awan saat YESUS datang kembali kedua kalinya sehingga segala lidah mengaku bahwa YESUS adalah TUHAN = menyembah haleluyah untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

    Wahyu 19 : 6, 7
    6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Kalau kita hidup di dalam Tangan TUHAN, maka lidah hanya mengaku mulai sekarang sampai nanti diawan-awan kita hanya menyembah TUHAN.

    Himpunan besar orang banyak = dari empat penjuru dunia. Sementara empat penjuru bumi berguncang, tetapi nanti di angkasa ada guncangan yang lain yaitu suara penyembahan yang dahsyat dan kita masuk dalam pesta Nikah Anak Domba = kebahagiaan dan kemuliaan yang kekal. Kita tidak masuk dalam kiamat, tetapi masuk dalam kebahagiaan dan kemuliaan yang kekal bersama dengan TUHAN.

    Itu sebabnya kita hidup di dalam Tangan TUHAN:
    • sekali-pun ada bencana, tetapi TUHAN memegang tangan kita.
    • demikian juga kita memiliki hati nurani yang baik dengan tidak menolak Firman tetapi suka mendengarkan Firman dan juga mempraktekkan Firman yaitu hidup benar sehingga kita jauh dari kelaparan seperti janda di Sarfat yang dipelihara oleh TUHAN sampai jaman antikrist.
    • dari tidak ada menjadi ada, dari gagal menjadi berhasil = kita diciptakan menjadi sempurna.
    • kemudian kita diberi kemenangan dan kita akan diangkat bersama dengan TUHAN = hidup bersama TUHAN.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top