English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 09 September 2007)
Tayang: 01 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 04 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007)
Tayang: 03 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 12 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juli 2007)
Tayang: 13 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 11 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 15 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 18 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 25 November 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 25 September 2011

Kita masih tetap membaca di dalam injil Matius 24 yang secara keseluruhan merupakan penghukuman TUHAN atas dunia dan yang lazim disebut dengan kiamat. Pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kali, maka dunia ini akan hancur dan lenyap oleh api yang dari langit. Kita mempelajari injil Matius 24 ini, supaya kita tidak masuk di dalam kehancuran/kiamat, tetapi justru pada saat kedatangan YESUS kembali yang kedua kalinya, kita akan dipermuliakan bersama dengan Dia selama-lamanya.

Matius 24: 3-44 berbicara tentang tujuh nubuatan yang harus terjadi menjelang
kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36-ay 44
Kita masih mempelajari tentang nubuat yang kedua Matius 24: 6-8,
NUBUAT TENTANG BANGSA-BANGSA
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Jadi, inilah nubuat tentang bangsa-bangsa sebagai tanda dari kedatangan YESUS Yang kedua kali/tanda kiamat akan terjadi kegoncangan-kegoncangan yang melanda bangsa-bangsa di dunia termasuk negara adi kuasa yang juga akan mengalami kegoncangan di segala bidang dan akan mengakibatkan kegelisahan-kegelisahan, ketakutan bahkan kebinasaan.

Kalau dikelompokan, maka akan ada tiga macam kegoncangan.

Ke tiga macam kegoncangan itu adalah:
  • peperangan,
  • kelaparan dan
  • gempa bumi.
Kita akan membahas tentang gempa bumi.
Wahyu 6: 12-14
12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
13. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.

Inilah saudaraku! Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat yang akan mengakibatkan gunung-gunung dan pulau-pulau tergeser dari tempatnya. Saya sudah mengatakan, kalau di dalam peta geologi, maka Aceh dan Nias itu sudah tergeser dan ini sudah hebat. Tetapi nanti akan terjadi yang lebih dahsyat lagi sebab gunung-gunung juga akan tergeser dari tempatnya. Kemudian, bintang-bintang juga berguguran dan matahari menjadi hitam. Inilah gempa bumi yang dahsyat yang akan melanda bumi dan juga melanda bangsa-bangsa yang tentu akan menewaskan banyak manusia.

Tetapi yang lebih dahsyat dari ini, adalah gempa secara rohani. Sebab kalau gempa secara jasmani, hanya menewaskan tubuh, tetapi gempa secara rohani adalah pengaruh dunia bagi anak-anak TUHAN/bagi hamba-hamba TUHAN sehingga sungguh-sungguh membinasakan tubuh, jiwa dan roh-nya di neraka. Inilah gempa secara rohani.

Kita sudah beberapa kali mempelajari tentang pengaruh dunia yang dimulai dari keinginan mata dllnya. Tetapi sekarang ini kita masih mempelajari tentang pengaruh dunia di dalam versi yang lain.

Pengaruh dunia dalam versi yang lain yaitu:
  1. Yohanes 15: 18, 25
    18. "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
    25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.

    Jadi pengaruh dunia dalam versi yang lain yang pertama adalah kebencian. Ada tujuh kali disebut kata kebencian, jika saudara menghitungnya mulai ay 18-ay 25. Sampai pada kebencian tanpa alasan. Sebenarnya kebencian ini merupakan pengaruh dari dunia, tetapi karena mempengaruhi kita, maka kebencian ini masuk ke dalam kehidupan dan juga dalam nikah dari anak-anak TUHAN dan hamba-hamba TUHAN dan juga masuk di dalam ibadah pelayanan. Contohnya adalah Kain.

    Kain dan Habel ini merupakan saudara/kakak adik, tetapi dapat saling membenci sampai pada kebencian tanpa alasan = melanda nikah dari anak TUHAN/hamba TUHAN. Tetapi juga melanda pelayanan --> Kain mempersembahkan korban = melayani, Habel juga melayani. Tetapi karena korban/pelayanan Kain belum diterima --> harus diperbaiki supaya dapat diterima.

    Kita harus ingat, sekarang ini ada banyak penyakit "merasa", kadang kita sudah merasa hebat, merasa dipakai --> TUHAN, saya sudah bernubuat, saya sudah ...., tetapi TUHAN katakan: enyahlah!! Tidak semua pelayanan diterima karena belum berkenan seperti Kain.

    Pelayanan Habel berkenan, sehingga kebencian Kain membumbung kepada Habel. Inilah kenyataannya; nanti di dalam rumah tangga antara suami dengan istri, kakak dengan adik, menantu dengan mertua akan saling membenci --> inilah pengaruh dunia/gempa secara rohani yang menggoncang rumah tangga dari orang-orang Kristen dan juga ibadah dan pelayanan dari orang-orang Kristen.

    Itu sebabnya kita harus berhati-hati, kalau sudah mulai ada perasaan tidak suka sehingga keluar perkataan dari suami/istri yang berkata 'tidak senang dengan kamu', mari, dicabut, jangan dibiarkan. Di gereja juga begitu, jika ada perasaan tidak suka, mari, dicabut. Sebab kalau tidak dicabut, nanti akan berkembang.

    Tetapi kalau sudah timbul kebencian, berarti kasih itu sudah bergeser = sudah tidak ada kasih TUHAN lagi. Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Yohanes 16: 33, Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

    Pengaruh dunia yang kedua dengan versi lain adalah penganiayaan. Penganiayaan-penganiaayaan dan kesukaran-kesukaran di dunia membuat anak-anak TUHAN kecewa, tidak kuat hati, putus asa sehingga tidak mau beribadah dan melayani lagi sampai meninggalkan TUHAN = tidak ada kasih.

  3. 2 Timotius 4: 10, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.

    Pengaruh dunia selanjutnya adalah kesukaan dunia. Kesukaan dunia ini meliputi kekayaan, kedudukan di dunia sehingga mengakibatkan kasih bergeser.

    Demas ini adalah seorang hamba TUHAN, tetapi ia meninggalkan Paulus = meninggalkan pelayanan. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab ada kebencian, penganiayaan di dunia ini tetapi juga ada godaan itulah kesukaan dunia yang dapat menggeser kasih ALLAH.
Jadi, saya simpulkan gempa secara rohani adalah pengaruh dunia bagi anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN yang terdiri dari:
  1. Kebencian,
  2. Penganiayaan dan
  3. Kesukaan dunia.
Sehingga hamba TUHAN/anak TUHAN bergeser dari kasih ALLAH. Gempa secara jasmani membuat gunung bergeser, ini sudah sangat dahsyat, sebab bagaimana bentuknya dari gunung yang bergeser itu. Juga pulau dapat bergeser dan ini juga dahsyat. Tetapi lebih dahsyat dari ini semua ini adalah kalau bergeser dari kasih ALLAH, sebab ini akan mengakibatkan kebinasaan tubuh, jiwa dan roh bersama dengan dunia.

Kalau gunung dan pulau, maka tubuh itu dapat mati, tetapi kalau ia tetap berada di dalam kasih ALLAH, maka jiwa dan rohnya selamat. Tetapi kalau bergeser dari kasih ALLAH, sekali-pun tubuh mungkin memiliki banyak uang dllnya, tetapi nanti ia akan binasa baik tubuh, jiwa dan rohnya bersama dengan dunia. Semoga kita dapat mengerti.

Supaya kita dapat tahan menghadapi gempa terutama secara rohani = tidak bergeser dari kasih ALLAH, maka kita harus menjaga tiga hal/tiga hal yang tidak boleh bergeser yaitu:
  1. Tutup dada tidak boleh bergeser dari baju efod --> ini sudah kita pelajari.
    Keluaran 28: 28 --> tidak boleh bergeser dari salib = berpegang pada salib TUHAN.

  2. Jangan bergeser dari injil/Firman pengajaran yang benar, yang sudah kita terima dan yang sudah kita yakini --> Kolose 1: 3. Ini juga sudah kita pelajari.

    Pada waktu ibadah fellow-ship yang lalu, Firman TUHAN tentang mak mertua Petrus yang sakit demam. Mak mertua Petrus ini yang menyiapkan mempelai wanita/istri Petrus yang merupakan gambaran dari hamba-hamba TUHAN yang mengabarkan Kabar Mempelai. Mak mertua Petrus ini sudah tua --> banyak hamba-hamba TUHAN yang sudah tua/sudah lama dalam Kabar Mempelai menjadi demam. Menjadi demam terhadap Kabar Mempelai = mau dicampur dengan ini dan dengan itu, seperti theologia. Ini betul-betul berbahaya.

  3. Sekarang ini, kita akan mempelajari puncak dari jangan bergeser dan merupakan persoalan kasih yaitu tutup pendamaian tidak boleh bergeser dari peti perjanjian.

    Memang tidak ditulis secara hurufiah istilah bergeser, tetapi tersirat ada bingkai di dalam ktb Keluaran 25: 10, 11,
    10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
    11. Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
Jadi, tabut perjanjian terdiri dari dua bagian yaitu:
Tutup, tutup ini terbuat dari emas murni --> Keluaran 25: 17,
17. Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.

Emas murni ini menunjuk pada ke Ilahian/sifat Ilahi. Jadi Tutup = YESUS/Anak ALLAH. Dengan dua kerub --> kerub pertama menunjuk pada ALLAH Bapa = TUHAN; kemudian Tutup = Anak ALLAH = YESUS; kerub kedua = ALLAH Roh.Kudus = Kristus. Jadi TUHAN YESUS Kristus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga.

Sedangkan petinya, terbuat dari kayu, tetapi disalut dengan emas. Kayu ini menunjuk pada manusia daging dan darah yang banyak dosa kesalahan, tetapi disalut dengan emas bagian luar dan dalam/disalut dengan zat Ilahi luar dan dalam sehingga kayu tidak terlihat lagi. Ini menunjuk pada gereja TUHAN yang terdiri dari manusia darah daging tetapi disalut oleh emas murni/sifat ke Ilahian sehingga menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS, gereja TUHAN menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Kita sebagai Mempelai Wanita dan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.

YESUS juga disebut sebagai Tabib dan juga sebagai Juruselamat, tetapi puncaknya, YESUS adalah Raja di atas segala raja dan sebagai Mempelai Pria Surga. Ini bagaikan Tutupnya, dan kita sebagai Mempelai Wanita/kayu yang disalut dengan emas.

Kemudian pada peti, terdapat bingkai, supaya apa? kalau ditutup, maka tutupan itu tidak dapat bergeser = tutup tidak boleh bergeser dari peti perjanjian. Jadi, supaya tutup tidak bergeser dari peti, maka pada peti itu harus ada bingkai dari emas.

Tutup dengan peti, menjadi satu dan supaya terjadi hubungan yang erat antara YESUS Mempelai Pria Surga dengan Mempelai Wanita/sidang jemaat, maka harus ada bingkai emas pada peti perjanjian/pada sidang jemaat, artinya pada sidang jemaat, harus ada kerinduan untuk bersekutu dengan TUHAN/untuk menyatu dengan TUHAN. TUHAN merindu, supaya Tutup tidak terlepas, tetapi sidang jemaat juga harus merindu, sebab bingkai itu ada pada sidang jemaat. TUHAN pasti tidak mau terlepas dari kita, tetapi kita ini yang seringkali ditutup, tetapi karena tidak ada bingkai, maka Tutup itu terlepas. Begitu dipikul, langsung terlepas.

Jadi, supaya ada hubungan yang erat antara Tutup/Mempelai Pria Surga dengan sidang jemaat/Mempelai Wanita, maka kita harus memiliki bingkai emas = kerinduan untuk selalu bersekutu/menyatu dengan TUHAN.

Harus ada kerinduan dihari-hari ini, baik lewat ibadah pelayanan di gereja/sistim penggembalaan = tiga macam ibadah pokok, juga ibadah secara pribadi lewat
membaca Firman TUHAN di rumah, dan juga berdoa. Mari! pasang bingkai dihari-hari ini = kerinduan yang menyala-nyala untuk selalu dekat dengan YESUS Mempelai Pria Surga lewat ketekunan di dalam tiga macam ibadah/sistim penggembalaan dan + dengan ibadah secara pribadi di rumah. Semoga kita dapat mengerti.

Bingkai terbuat dari emas, emas ini selain berarti sifat Ilahi, emas ini juga berarti kesucian Roh.Kudus.

Bagaimana caranya supaya kita dapat menerima kesucian Roh.Kudus, sebab terutama kita sebagai bangsa kafir adalah manusia daging? Ada prosesnya -->
Kisah rasul 19: 2-6,
2. Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
3. Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
4. Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
5. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
6. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Ay 2 --> bagaimana kita dapat bergaul dengan TUHAN kalau kita tidak mengerti tentang Roh.Kudus?

Ay 3 --> baptisan Yohanes = baptisan air.

Inilah proses untuk menerima Roh.Kudus supaya kita memiliki bingkai emas; kita memang adalah manusia daging, tetapi kita harus memiliki bingkai emas agar hubungan kita dengan TUHAN tidak tergeser.

Jadi, proses untuk menerima Roh. Kudus dimulai dari:
  • Percaya kepada YESUS lewat mendengarkan Firman TUHAN. Iman yang benar dimulai dari mendengarkan Firman. Jadi, jika saudara berkata bahwa saya merindukan Roh.Kudus, tetapi saudara tidak mau mendengarkan Firman, tidak mungkin dan tidak bisa menerima Roh.Kudus. Sebab di mana ada Roh. Kudus, maka di situ ada Firman.

  • Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Jadi, Firman merupakan rem/penahan agar kita tidak mengulangi dosa, sebab jika kita sungguh-sungguh mendengarkan Firman, maka kita dapat bertobat dan ini dapat terjadi secara tidak sadar. Misalnya dahulu kita suka memaki-maki orang, tetapi karena kita selalu mau mendengarkan Firman, satu saat, kita mau memaki orang, tetapi kita tidak dapat berbuat itu lagi. Inilah bertobat yang dapat dilakukan hanya oleh Firman. Jika tidak mendengarkan Firman, tidak mungkin kita dapat bertobat; sebaik-baiknya manusia, tetapi kalau kehidupan itu tidak mendengarkan Firman, maka kehidupan itu tidak dapat bertobat. Tetapi sejahat-jahatnya dan senajis-najisnya kehidupan itu, tetapi kalau masih mau mendengarkan Firman, pasti! Dapat bertobat.

  • Baptisan air = orang mati harus dikuburkan (Roma 6: 4) = kita dikuburkan bersama YESUS sehingga bangkit dalam hidup yang baru = hidup dalam kebenaran/semuanya harus benar. Semoga kita dapat mengerti.

  • Baptisan Roh.Kudus, kita memperoleh Roh.Kudus supaya kita memiliki bingkai emas.
Inilah prosesnya bagaimana kita dapat memperoleh Roh.Kudus yaitu:
  • Percaya,
  • Mendengarkan Firman dan bertobat,
  • Masuk dalam baptisan air yang benar yaitu dikuburkan bersama YESUS, sehingga kita dapat hidup benar. Baru TUHAN akan
  • Membaptiskan/mengurapi kita dengan Roh.Kudus sehingga kita memiliki emas di dalam hidup kita. Semoga kita dapat mengerti.
Kita kembali pada hubungan supaya Tutup tidak bergeser dari peti, maka harus ada bingkai dari emas yaitu kerinduan yang menyala-nyala dari sidang jemaat = tetap bersekutu/bergaul erat/menyatu dengan YESUS Mempelai Pria Surga.

Pengertian dari bingkai emas ialah:
  1. kesucian Roh.Kudus/emas, 1 Petrus 1: 2, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

    Kesucian Roh.Kudus = ketaatan di hari-hari ini. Jika kita taat, maka akan ada persekutuan dengan TUHAN --> Tutup tidak dapat bergeser dari peti sebab ada bingkai. Kita disucikan oleh Roh.Kudus sampai kita dapat menjadi taat dengar-dengaran kepada TUHAN.

    Bagi kaum muda, taat dengar-dengaran kepada orang tua secara jasmani/halaman, kemudian taat dengar-dengaran kepada orang tua rohani/gembala/ruangan suci, dan taat dengar-dengaran kepada Orang Tua Surgawi/kepada YESUS/kepada Firman/ruangan maha suci. Inilah hubungan yang erat = ada bingkai sehingga tidak dapat bergeser.

    Kaum muda! Jika engkau tidak taat kepada orang tua, maka pergaulan dengan TUHAN juga akan terganggu sebab Tutup sudah bergeser/bingkai sudah tidak ada lagi. Demikian juga jika tidak taat kepada gembala dan gembala jika tidak taat kepada Gembala Agung, maka hubungannya juga akan terganggu. Semoga kita dapat mengerti.

    Orang yang taat itu mengasihi TUHAN --> 'siapa mengasihi Aku, ia menuruti Firman-Ku' = tidak dapat bergeser. Tetapi begitu kita tidak taat, maka akan bergeser = tidak ada lagi Tutup sehingga tidak dapat bergaul erat dengan TUHAN. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius. Semoga kita dapat mengerti.

  2. menerima percikkan Darah, percikkan Darah = sengsara tanpa dosa ini berguna untuk memurnikan kita.

    Kesucian Roh.Kudus/emas:
    • Ketaatan,
    • Kesucian/kemurnian hati. Bukan hanya suci di luar, tetapi sampai di dalam hati. Jika kita mau berhubungan dengan TUHAN harus ada kemurnian yaitu tidak ada iri hati, dendam, kebencian, tidak ada kepahitan dan juga tidak ada kemunafikan. Semoga kita dapat mengerti.

    • Kejujuran --> Amsal 3: 32, karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.

      Jujur dalam hal apa? memang kejujuran ini di dalam segala hal, tetapi dimulai dari:
      1. pengajaran. Pengajaran yang benar, harus diakui --> Jika tidak jujur dalam hal pengajaran, maka tidak akan jujur di dalam segala hal.
      2. kemudian jujur dalam nikah.
      3. juga jujur dalam hal keuangan.

      Ini merupakan doa saya bersama dengan sidang jemaat pada saat ibadah doa puasa, saya doakan supaya di dalam organisasi GPT, para pengurusnya untuk jujur di dalam pengajaran, jujur dalam nikah dan juga jujur dalam hal keuangan.

      Ketiga hal di atas ini merupakan awal dari kejujuran, sebab kalau ada kejujuran, maka TUHAN bergaul erat dan tidaklah sulit kalau TUHAN sudah bergaul erat. Sehingga ada pembukaan Firman dan doa juga dijawab dan juga ada pertolongan.

    Amsal 15: 8
    , Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

    Bagi rekan-rekan hamba TUHAN jika kita jujur, maka doa yang pertama adalah untuk pembukaan Firman dan juga bagi sidang jemaat, kalau kita jujur, maka kita dapat mengerti Firman = doa di jawab. Di mana ada pembukaan Firman, maka di situ ada pembukaan jalan bagi segala masalah.

    Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, saudara datang untuk ibadah persekutuan/berfellow-ship, apa yang saudara cari? Jika tidak ada pembukaan Firman, untuk apa? tidak ada gunanya. Demikian juga bagi sidang jemaat, saudara datang beribadah di gereja, apa yang saudara cari? Bukannya saya meremehkan menyanyi dllnya --> silahkan! Tetapi yang terpenting adalah pembukaan Firman = pembukaan jalan bagi kita semua untuk segala masalah. Semoga kita dapat mengerti.

  3. kasih ALLAH, ini merupakan puncak dari emas itulah kasih ALLAH. Jadi,
    • Ketaatan.
    • Kesucian.
    • Kemurnian.
    • kejujuran, akan meningkat sampai pada
    • Kasih ALLAH --> merupakan puncak dari hubungan yang paling erat adalah hubungan kasih antara Mempelai Pria Surga/kasih dari YESUS = kasih Agape = pergaulan yang paling erat antara Tutup dengan peti. Semoga kita dapat mengerti.

    Darimana kasih itu?
    Dari pihak TUHAN --> Ia sudah rela menyatakan kasih-Nya di atas kayu salib. Jadi, dari pihak TUHAN, maka kasih itu dari kayu salib = YESUS rela mati untuk memberikan kasih-Nya kepada kita. Sebab di dunia ini tidak ada kasih, yang ada hanyalah kebencian, penganiayaan, itu sebabnya YESUS harus turun dari surga, kalau YESUS tidak turun dari surga, maka tidak akan ada kasih di dunia ini. YESUS harus mati di kayu salib untuk memberikan kasih Mempelai kepada gereja TUHAN/manusia daging.

    Bagaimana dari pihak manusia? untuk dapat menerima kasih TUHAN, mari! banyak menyembah TUHAN. Sebab manusia ini hanyalah darah dan daging dan nomor satu Widjaja dan yang ada di dalam darah dan daging ini hanyalah emosi, ambisi, keinginan dan juga hawa nafsu sehingga tidak ada kasih. Lalu bagaimana manusia mendapatkan kasih dari ALLAH? Lewat menyembah/perobekkan daging = daging dengan segala keinginannya dirobek, maka kasih dicurahkan; semakin daging dirobek, semakin kasih itu dicurahkan.

    Itu sebabnya kita harus memanfaatkan doa puasa, doa semalam suntuk, sebab itu akan mempercepat perobekkan daging. Semakin daging itu dirobek, maka semakin banyak kasih ALLAH yang kita nikmati, sehingga betul - betul terjadi hubungan yang paling erat/hubungan yang tertinggi/yang paling tinggi antara Mempelai Wanita/gereja dengan Mempelai Pria Surga/TUHAN YESUS.

    Mari, bagi suami dan istri di dunia ini harus ada hubungan kasih dihari-hari ini; bukan hubungan karena ia seorang yang pandai, karena ia memiliki harta yang banyak, karena ia memiliki wajah yang tampan/yang cantik --> jangan! Sebab berapa lama ketampanan/kecantikan itu dapat bertahan? Tetapi kalau berdasarkan kasih, maka kasih itu kekal, maka nikah itu juga akan kekal. Semoga kita dapat mengerti.
Jadi, kasih ini penting, sebab posisi kita di dunia sebagai domba sembelihan = tidak berdaya dihari-hari ini di saat menghadapi kebencian, menghadapi penganiayaan = setiap saat menghadapi maut. Untuk ini, kita membutuhkan kasih TUHAN. Itu sebabnya jika saya dan saudara merasa semakin lemah/makin merasa tidak berdaya --> mari! semakin banyak menyembah TUHAN = semakin banyak meresap kasih ALLAH. Inilah posisi kita seperti domba sembelihan = yang siap untuk disembelih dan yang kita butuhkan adalah kasih Mempelai.

Dimulai dari:
  • Kesucian,
  • Kemurnian/ketaatan,
  • Kejujuran, sampai
  • Kasih Mempelai.
Jika kita memiliki hubungan yang erat, pasti ada hasilnya --> Roma 8: 31-37,
31. Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
33. Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
34. Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga
duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
37. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Ay 31 --> ALLAH dipihak kita = tutup itu berada di atas peti = menutupi peti = ada hubungan kasih/hubungan erat yang tidak dapat digeser oleh gempa yang dahsyat.

Dulu, tabut perjanjian di naikkan di atas pedati --> ini merupakan cara baru. Banyak pekabar Kabar Mempelai mencoba dengan memakai cara baru supaya lebih cepat, tetapi hal ini justru memecah belah. Karena lembu pada pedati itu tergelincir, maka Uza memegang tabut itu, maka matilah ia. Perpecahan --> peres- Uza. Kita jangan memakai cara-cara baru, pakai saja cara lama itulah cara dari alkitab yaitu tabut dipikul.

Pedati itu, begitu lembu tergelincir, maka tutup itu tidak akan terlepas, sehingga sebenarnya tidak perlu dipegang. Sampai gempa yang dahsyat-pun, Tutup dengan peti, tidak dapat terlepas, jika ada emas, yaitu:
  • Kesucian,
  • Ketaatan,
  • Kemurnian --> tidak ada kemunafikan, tidak ada iri hati,
  • Kejujuran dan juga ada
  • Kasih Mempelai.
Baik gempa secara jasmani mau-pun gempa secara rohani berupa pengaruh-pengaruh dunia apa saja, tidak dapat menggeser Tutup dari peti. ALLAH dipihak kita = Tutup dengan peti menjadi satu.

Ay 32 --> ALLAH lebih menyayangi saya dan saudara daripada Anak-Nya Sendiri = Anak- Nya dikorbankan untuk kita.

Ay 36 --> mungkin keadaan kita untuk berteriak-pun sudah tidak mampu. Mari! bahasa air mata kalau domba itu memiliki:
  • Kejujuran.
  • Kemurnian.
  • Ketaatan dan
  • Kasih.
Tidak perlu berteriak, tetapi hanya dengan bahasa air mata, maka TUHAN sudah mengetahui keadaan kita. Tetapi kalau tidak taat dan tidak jujur, sekali-pun ia berteriak, TUHAN tidak akan mendengar.

Jadi hasilnya adalah:
  1. ay 32 --> pemeliharaan TUHAN atas hidup kita. TUHAN mampu memberikan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan hidup kita lewat Korban Kristus.
  2. ay 34 --> Pembela/Pelindung/melindungi kita dari gempa jasmani mau-pun gempa secara rohani.

    Inilah pembelaan, pemeliharaan dan perlindungan TUHAN secara ajaib yang pernah dialami oleh Rut sebagai bangsa kafir ketika ia menemukan Boas, Rut mengatakan --> 'kembangkanlah sayapmu'. Tadi di atas Tutup perjanjian ada kerub dengan dua sayap yang dikembangkan. Inilah Rut sebagai bangsa kafir, menikmati sayap perlindungan dan pemeliharaan TUHAN sampai tengah malam/sampai jaman antikrist berkuasa.

    Tengah malam merupakan waktu yang paling gelap, sebab antikrist berkuasa selama tiga setengah tahun dan di saat itu anak-anak TUHAN akan berteriak sebab ijazahnya tidak berarti apa-apa/tidak laku, depositonya tidak laku, tokonya juga tidak laku = semuanya tidak berlaku.

    Sekarang banyak yang tidak percaya, sebab berpikir bahwa saya hebat, toko saya hebat dllnya, tetapi satu waktu pada jaman antikrist, semuanya itu tidak berarti apa-apa lagi. Untuk mendapatkan sesuap nasi saja, harus menyembah antikrist terlebih dahulu sehingga akan kehilangan keselamatan/kehilangan surga.

    Rut 3: 8, 9
    8. Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
    9. Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

    Rut ini keturunan Moab/keturunan bangsa kafir yang najis sebab berasal dari hubungan antara ayah dengan anaknya yaitu dari Lot dengan anaknya.

    Ay 8 --> tengah malam = waktu yang paling gelap = antikrist berkuasa.

    Ay 9 --> kembangkanlah kiranya sayapmu = bagaikan Tutup peti ada sayap yang dikembangkan. Menutupi peti, itulah gereja dari bangsa kafir.

    Inilah Tutup yang menyatu dengan peti = ada hubungan yang erat/ada hubungan kasih dan hasilnya:
    • Ada pemeliharaan --> TUHAN mampu memberikan segala kebutuhan kita.
    • Ada pembelaan dan perlindungan dan penebusan oleh TUHAN seperti yang dialami oleh Rut = melepaskan kita dari dosa = keselamatan sampai jaman antikrist. Mata ular/antikrist jangankan memandang kita, menjamah kita saja tidak bisa.

  3. Roma 8: 37, Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Kita lebih dari pemenang. Kemenangan yang ajaib. Kalau pemenang itu biasanya yang kuat menang melawan yang lemah; tetapi ini adalah domba sembelihan yang tidak memiliki kemampuan apa-apa, tetapi menang melawan musuh yang lebih kuat. Inilah yang disebut dengan lebih dari pemenang, sebab sekali-pun kita tidak berdaya, tetapi kita dapat menang atas musuh yang kuat/pencobaan dan masalah yang kuat sebab kasih ALLAH Yang berperang ganti kita. TUHAN YESUS Yang berperang ganti kita.

  4. Roma 8: 35, Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

    Inilah gempa secara rohani yang kita alami, dulu hanya lembu yang tergelincir, bangsa Israel sudah merasa bingung, sekarang di akhir jaman, lebih berat dari jaman dulu, sebab akan menghadapi gempa berupa penindasan, kesesakan, bagaimana kita dapat bertahan? Jadi yang ke-empat adalah kuat dan teguh hati. Sekali-pun banyak gempa-gempa yang menggoyang kita, kita tetap mengasihi TUHAN.

    Mungkin hari-hari ini, belum terjadi gempa yang besar, tetapi baru sedikit-sedikit, tetapi kita sudah mulai bergeser/Tutup sudah bergeser = bergeser dari kasih ALLAH dengan berkata 'percuma ke gereja'. Kita jangan berkata begitu, sebab apa-pun yang kita hadapi, kita jangan sampai terpisah dari TUHAN, tetapi tetap kuat hati/tabah hati dengan tetap mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu. Semoga kita dapat mengerti.

    Sekarang ini, mungkin saudara dan juga saya sudah banyak mengomel dan berkata 'percuma datang ke gereja', mari! kembalilah untuk kuat dan teguh hati dan ini tidaklah sia-sia.

    1 Tawarikh 19: 13, Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    Kalau kita kuat hati, maka Tutup tidak akan bergeser dari peti dan TUHAN mampu melakukan apa yang baik di Mata-Nya/TUHAN mampu menjadikan semuanya baik di dalam hidup kita. Sebab kalau kita mengomel, maka semuanya akan hancur, tetapi kalau kita kuat hati/teguh hati, maka bukan kita, tetapi TUHAN Yang mampu menjadikan semuanya baik di Mata-Nya.

    Bagi kaum muda, perhatikan dengan sungguh-sungguh dan juga bagi rekan-rekan hamba TUHAN dan juga saya yang mungkin kita sudah banyak mengalami hempasan di dalam pelayanan sehingga rasanya sudah tidak mungkin lagi, tetapi kalau kita kuat hati/teguh hati dengan hanya mengasihi TUHAN dan berharap hanya kepada TUHAN, maka TUHAN mampu melakukan segalanya menjadi baik di Mata TUHAN. Kita tetap bergumul, tidak menyerah dan TUHAN tidak akan membiarkan kita = Tutup tetap melekat pada peti --> tidak akan bergeser sedikit-pun.
TUHAN:
  • Memelihara,
  • Melindungi,
  • Memberikan kemenangan, tetapi kalau kita tetap
  • Kuat/teguh hati, maka TUHAN akan
  • Bergumul bersama dengan kita, TUHAN menyelesaikan semua masalah dan IA menjadikan semuanya baik di Mata-Nya.
1 Tawarikh 28: 20, Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

Selama Tutup berada pada peti, maka kita tidak akan dibiarkan untuk bergumul sendiri.

Salomo membuat rumah ALLAH itu sangat dahsyat dan juga berat, tetapi bukan Salomo, tetapi TUHAN Yang menyelesaikan segala sesuatu. Dulu, pembangunan rumah TUHAN secara jasmani, sekarang pembangunan Tubuh Kristus sampai menjadi sempurna.

Mari! kalau kita kuat hati/bergumul, maka kita tidak dibiarkan bergumul sendiri, tetapi TUHAN bergumul bersama dengan kita sampai TUHAN menyelesaikan segala sesuatu tepat pada waktunya dan juga yang terakhir adalah menyelesaikan Tubuh Kristus yang sempurna. Kita dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita yang sungguh-sungguh siap untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Dan sungguh-sungguh tidak terpisah lagi untuk selama-lamanya = Tutup tidak dapat bergeser sedikit-pun untuk selama-lamanya.

Mulai sekarang ini kita bergumul bersama dengan YESUS:
  • jangan menjadi lemah,
  • jangan tawar hati, tetap
  • kuat dan teguh hati, sampai TUHAN
  • menyelesaikan segala masalah tepat pada waktunya, bahkan
  • TUHAN mampu menyelesaikan pembangunan kerohanian kita sampai kita menjadi rumah ALLAH yang sempurna = Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali dan kita akan bersama dengan Dia selama-lamanya.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top