English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study (Kamis, 04 Oktober 2007)
Tayang: 30 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 18 Oktober 2007)
Tayang: 20 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 23 Agustus 2007)
Tayang: 04 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 06 September 2007)
Tayang: 14 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 22 Mei 2008)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 03 April 2008)
Tayang: 04 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 11 Oktober 2007)
Tayang: 25 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 13 September 2007)
Tayang: 11 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 09 Agustus 2007)
Tayang: 20 Juni 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 10 April 2008)
Tayang: 17 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 15 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis Sore, 21 Februari 2008)
Tayang: 27 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study
Tanggal: Kamis, 29 November 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 14 Oktober 2011

Matius 24, secara keseluruhan merupakan penghukuman TUHAN atas dunia ini dan yang lazim disebut dengan kiamat; dunia beserta isinya akan hancur dan lenyap oleh api yang dari langit. Dan terjadinya hal ini bersamaan dengan kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

Ada tanda/nubuatan tentang kiamat ini, yaitu di dalam Matius 24: 3-44, tentang tujuh nubuatan yaitu:

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36-ay 44
Kita akan tetap mempelajari NUBUAT TENTANG BANGSA-BANGSA --> Matius 24: 6-8
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan.
Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Nubuat tentang bangsa-bangsa yang akan terjadi kegoncangan-kegoncangan yang melanda seluruh bangsa-bangsa di dunia sehingga mengakibatkan ketakutan, kegelisahan bahkan kebinasaan/kematian.

Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
  • peperangan,
  • kelaparan dan
  • gempa bumi.
Ketiga macam kegoncangan di atas ini mewakili seluruh kegoncangan.

Kita akan membahas tentang GEMPA BUMI.
Wahyu 6: 12-14
12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
13. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.

Pada waktu yang lalu kita sudah membaca di dalam Wahyu 6 ini, tentang gempa bumi yang dahsyat dan yang membuat pulau-pulau dan gunung-gunung tergeser dari tempatnya. Sudah pernah terjadi di daerah Aceh dan juga di pulau Nias yang saya baca di koran bahwa kedua daerah ini sudah sedikit bergeser dari tempatnya.

Tetapi saya membaca di dalam ktb Wahyu 16, nanti akan terjadi gempa yang dahsyat dan ini bukan hanya pulau dan gunung yang bergeser, tetapi pulau dan gunung itu lenyap/hilang/tenggelam.

Ada 21 yaitu 3 x 7 penghukuman dan Wahyu 16 ini merupakan penghukuman TUHAN yang terakhir.

Wahyu 16: 17-21
17. Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
18. Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
19. Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.
20. Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung.
21. Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

Inilah gempa dan hujan es, tetapi saya tidak akan berbicara tentang hujan es, tetapi saya berbicara tentang gempa yang dahsyat sebab pulau-pulau dan gunung-gunung akan lenyap/hilang/tenggelam sehingga banyak manusia yang mati secara tubuh.

Gempa secara rohani ini dikaitkan dengan Babel, jadi gempa secara rohani adalah pengaruh dari dosa Babel/anggur Babel yang membuat anak TUHAN/hamba TUHAN tenggelam/lenyap bersama dunia bahkan tenggelam di dalam lautan api dan belerang sehingga tubuh, jiwa dan rohnya binasa di neraka.

Kita memeriksa praktek dari dosa/anggur Babel yaitu:
  1. Wahyu 17: 1, 2, 4, 5
    1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
    2. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."
    4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
    5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

    Jadi, praktek pertama dari dosa/anggur Babel adalah dosa kenajisan/percabulan itulah dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.

  2. pelacur = tidak setia. Kita harus berhati-hati dengan dosa tidak setia; tidak setia di dalam ibadah pelayanan, dan juga tidak setia di dalam nikah. Sebab kalau tidak setia kepada TUHAN, maka dapat tidak setia kepada hal yang lain. Mungkin kita waspada sebab sudah mengetahui tentang dosa percabulan, tetapi seringkali kita lupa dengan dosa tidak setia itu juga sama dengan dosa Babel = pelacur yang besar.

  3. Yesaya 14: 23, "Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan," demikianlah firman TUHAN semesta alam.

    Inilah dosa Babel yang bagaikan rawa-rawa. Rawa ini bukan seperti sungai, sebab kalau sungai itu menerima air dari mata air, kemudian dialirkan, tetapi kalau rawa, airnya tidak dapat mengalir, hanya menerima air saja dari mana-mana. Jadi rawa ini menunjuk pada dosa egois/mementingkan diri sendiri. Rawa ini bukanlah kehidupan yang biasa, atau kehidupan yang tidak berguna, sekali-pun merupakan kehidupan yang menerima berkat TUHAN/kehidupan yang diberkati oleh TUHAN, tetapi tidak dapat menjadi berkat bagi orang lain = Babel.

    Itu sebabnya, mari! kalau kita diberkati, baik secara rohani mau-pun secara jasmani, kita harus ingat kepada orang lain yang dimulai dari:
    • rumah tangga kita/sesama di dalam rumah tangga = menjadi berkat di dalam rumah tangga --> kaum muda, jangan melupakan orang tua kita.
    • di gereja/di penggembalaan --> kita harus ingat, sebab banyak anggauta sidang yang membutuhkan.
    • antar penggembalaan --> TUHAN mempercayakan kita dengan melakukan ibadah kunjungan, baik di Jawa, mau-pun ke luar pulau. Sebab banyak anggauta tubuh Kristus dimana-mana yang membutuhkan berkat Firman yang sudah kita terima. Mari, kita sungguh-sungguh perhatikan supaya kita jangan menjadi rawa, tetapi kita menyalurkan berkat yang TUHAN berikan kepada kita.

    Orang yang egois/mementingkan diri sendiri, karena ia terikat oleh uang dan ini merupakan kejahatan sebab ia menjadi kikir/tidak dapat memberi. Itu sebabnya saudaraku, mari! TUHAN selalu mengulang-ulang dosa ini yaitu dosa egois/dosa mementingkan diri sendiri. Kita mohon kepada TUHAN, supaya kita yang sudah diberkati oleh TUHAN, dapat menjadi berkat bagi orang lain, sebab kalau tidak, maka kita akan menjadi rawa = Babel yang akan dibinasakan. Semoga kita dapat mengerti.

  4. Wahyu 18: 21, Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    Dosa apa ini, yaitu Babel yang dikaitkan dengan batu kilangan? Matius 18, 'siapa yang menyandung' = dosa sandungan.
    Banyak yang mengetahui bahwa dosa Babel itu adalah:
    • dosa percabulan.
    • tidak setia.
    • egois/mementingkan diri sendiri = diberkati, tetapi tidak menjadi berkat bagi orang lain = tidak dapat memberi.
    • dosa sandungan.

    Matius 18: 6, "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

    Bahasa asli dari menyesatkan adalah menyandung/skandalon.

    Dosa sandungan adalah:
    • menjadi sandungan bagi orang lain,
    • mudah tersandung dan tersinggung.
Inilah gempa secara rohani yaitu anggur/dosa Babel yang paling dahsyat yang melanda dunia dan juga melanda gereja TUHAN yaitu dosa kenajisan, dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan yang tidak memandang bulu/menghantam manusia di dunia termasuk anak-anak TUHAN dan hamba-hamba TUHAN.

Supaya tidak terseret dan tenggelam oleh gempa yang dahsyat/dosa Babel/anggur Babel, maka kita harus memperhatikan tiga kali kata 'sudah genap/sudah selesai/sudah terlaksana' yaitu:
  1. Yohanes 19: 28-30
    28. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!"
    29. Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
    30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

    Ay 29, anggur asam = anggur Babel yang pahit.

    Perkataan 'sudah selesai' yang pertama terjadi di kayu salib. Ini yang harus kita perhatikan ketika menghadapi gempa yang dahsyat/penghukuman TUHAN yang terakhir sebab akan menenggelamkan manusia di dunia ini sampai di lautan api belerang/neraka.

    Perkataan 'sudah selesai yang terjadi di kayu salib', menunjuk pada pekerjaan penebusan dosa oleh YESUS. YESUS Yang tidak berdosa = tidak berbuat dosa = tidak mengenal dosa, rela untuk meminum anggur asam (di dalam injil yang lain disebut dengan anggur bercampur empedu = kecut dan getir/pahit). Ini menunjuk pada dosa-dosa sampai pada puncak dosa Babel/anggur Babel agar dapat memberikan anggur yang manis kepada kita/kepada kehidupan yang sudah ditebus.
    Itu sebabnya kita jangan sampai ditipu oleh setan yang mengatakan bahwa berbuat dosa itu enak apalagi kalau dikaitkan dengan dosa sex, dosa makan minum dan narkoba yang akan membuat manusia melayang-layang --> tidak!! Sebab sesungguhnya dosa itu merupakan anggur asam yang pahit dan membuat hidup itu getir dan pahit dan ini yang diminum oleh TUHAN YESUS supaya YESUS dapat memberikan anggur yang manis/kebahagiaan surga kepada kita yang sudah ditebus.

    Jadi, supaya kita tidak terseret dan tenggelam oleh dosa Babel/gempa yang paling besar, maka kita harus memperhatikan kalimat/kata 'sudah selesai' yang untuk sekarang berarti, kita harus memperhatikan penebusan.

    Proses mengalami penebusan dosa sampai 'selesai' yaitu:
    • percaya kepada YESUS, ini mutlak, sebab YESUS Yang sudah menanggung anggur yang pahit/dosa Babel sudah YESUS minum saat Ia berada di atas kayu salib. Itu sebabnya kita harus percaya/iman kepada YESUS lewat mendengarkan Firman dan juga membaca Firman sehingga akan menimbulkan iman. Semoga kita dapat mengerti.

    • bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Bagaimana caranya agar dapat bertobat? Di mulai dengan mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama. Saat kita mengaku dosa = meng-aku = aku yang bersalah. Jangan menyalahkan orang lain. Jadi, aku yang bersalah = memberi minum anggur asam kepada YESUS. Diatas kayu salib YESUS berteriak 'Aku haus' = YESUS belum puas sebelum meneguk/menanggung anggur asam = dosa manusia terutama dosa Babel = anggur Babel = puncak dosa dan setelah meminum ini, barulah YESUS merasa puas.
      Jikalau kita memberi YESUS minum = mengaku dosa, kita akan diampuni oleh Darah YESUS dan jangan berbuat dosa lagi = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN = bertobat. Inilah proses mengalami penebusan dosa.

      Darimana kita mulai mengaku dosa ini?
      1 Korintus 5: 7, 8, 11
      7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
      8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
      11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang (1)cabul, (2)kikir, (3)penyembah berhala, (4)pemfitnah, (5)pemabuk atau (6)penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

      Bertobat dari enam dosa yang mengikat tubuh, jiwa dan roh manusia.

      Dosa yang mengikat tubuh yaitu: cabul = dosa kawin mengawinkan, kemudian mabuk = dosa makan minum.
      Dosa yang mengikat tubuh/daging ini tidak dapat terlepas, kalau kita tidak sungguh-sungguh mendengarkan Firman = percaya kepada YESUS lewat mendengarkan Firman. Kemudian kita mengaku dosa dan oleh Darah YESUS kita diampuni dan bertobat secara radikal supaya jangan disentuh lagi oleh dosa-dosa itu.
      Dosa yang mengikat jiwa sehingga menjadi tabiat yaitu: pemfitnah, penipu dan kikir. Pemfitnah dan penipu = dosa sandungan --> katanya ke gereja, tetapi menipu saya, sehingga ia menjadi tersandung. Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Sesungguhnya saya merasa senang kalau ada anak TUHAN yang bekerja sama dengan sesama anak TUHAN apalagi satu gereja. Tetapi banyak kali bekerja sama ini justru menjadi sandungan sebab menipu dan memfitnah. Inilah dosa yang mengikat jiwa sehingga menjadi karakter/sifat/tabiat.

      Kemudian kikir = egois = terikat akan uang. Ini juga mengikat jiwa sehingga harus terlepas.

      Dosa yang mengikat roh = penyembahan berhala. Satu saat, banyak anak TUHAN/hamba TUHAN akan menyembah uang sehingga menjadi serakah = merampas hak orang lain terutama hak dari TUHAN, terutama bagi kami para hamba-hamba TUHAN, mari jangan merampas hak TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus sehingga kami menjadi penyembah berhala = menyembah uang.

      Inilah proses mengalami penebusan dari dosa sampai nanti 'sudah selesai' yang dimulai dari:
      • percaya lewat mendengarkan Firman,
      • bertobat dari enam dosa yang mengikat tubuh, jiwa dan roh --> semua ini merupakan anggur percabulan/anggur Babel/enam dosa. Jika kita terlepas dari dosa-dosa ini, pasti kita akan terlepas dari dosa-dosa lainnya, sebab dosa Babel ini merupakan puncak dari dosa. Selain menyembah uang, maka penyembahan berhala juga merupakan sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi TUHAN/untuk setia kepada TUHAN. Itu sebabnya, jika ada berhala, kita menjadi tidak setia kepada TUHAN. Berhala ini dapat berupa pekerjaan kita, kuliah, pacar dllnya sehingga membuat kita tidak setia kepada TUHAN.

    • baptisan air dan baptisan Roh Kudus, dilahirkan dari air dan Roh. Baptisan air dan baptisan Roh Kudus, akan menghasilkan hidup baru (1 Korintus 5: 8). Ini betul-betul mengalami kelepasan dari dosa.

      1 Korintus 5: 8, Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

      Jadi, hidup baru adalah hidup di dalam kemurnian dan kebenaran = menerima kata sudah selesai = dosa itu sudah selesai.
      Contoh: si A memiliki dosa mencuri, kemudian dosa itu ditunjuk oleh Firman atau dosa cabul, kemudian ia mengaku dosa dan bertobat sehingga ia dapat hidup benar dan hidup murni sebab tidak mengulangi dosa-dosa itu lagi = mendengar Suara YESUS Yang berkata 'sudah selesai penebusan'. Terus sampai pada dosa z, terus diakui, bertobat dan dapat hidup benar dan murni, maka tidak ada dosa lagi = 'sudah selesai'. Sehingga dapat hidup benar seperti YESUS Benar.

      Jika kita sudah mendengar 'sudah selesai penebusan', maka kita tidak akan mendengar 'sudah selesai penghukuman'. Itu sebabnya mulai sekarang kita mendengar kata 'sudah selesai penebusan' yaitu menyelasaikan dosa a sampai dengan dosa z sehingga kita dapat hidup dalam kebenaran dan kemurnian. Ini berarti kita berpesta = minum air anggur yang manis dari TUHAN = kebahagiaan surga. Air anggur yang pahit sudah diakui dan juga sudah diminum oleh YESUS.
      Bagi kaum muda, sekali lagi, saudara jangan ditipu sebab sekarang ini, ada istilah pesta narkoba, pesta sex --> ini bukanlah pesta, tetapi kepahitan yang membawa kepada kehancuran. Yang benar-benar pesta adalah kebenaran dan kemurnian = anggur yang manis. Semoga kita dapat mengerti.

      Mari! kuasa dari: baptisan air dan urapan Roh Kudus membuat kita dapat hidup benar dan murni.

  2. Wahyu 21: 5, 6
    5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

    Ay 6 --> Semuanya telah terjadi = sudah selesai = sudah genap = sudah sempurna = Yerusalem Baru. Pekerjaan penyempurnaan sudah selesai yang terdengar di Yerusalem Baru.

    Proses pekerjaan penyempurnaan ini lewat ' Aku menjadikan segala sesuatu baru' = lewat proses pembaharuan. Jadi, proses penyempurnaan = proses pembaharuan = keubahan hidup.
    Sesudah penebusan, kita hidup benar dan suci, harus diteruskan untuk mendengarkan suara sudah selesai itulah proses pembaharuan = proses penyempurnaan.
    Apa yang harus dibaharui? Di dalam Wahyu 21 ini, pembaharuan ini ditunjukkan dengan kata 'tidak ada lagi'. Jadi, pembaharuan itu = tidak ada lagi yang lama.

    Jadi yang harus dibaharui adalah:
    • Wahyu 21: 1, Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.

      Jadi pembaharuan yang pertama adalah laut tidak ada lagi. Jika kita mau menjadi sempurna = masuk dalam proses penyempurnaan = pembaharuan/tidak ada lagi yang lama adalah laut tidak ada lagi = laut yang harus dibaharui.

      Apa arti dari laut?
      Yakobus 1: 6-8
      6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
      7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
      8. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
      Jadi arti secara rohani dari laut tidak ada lagi adalah tidak boleh lagi ada hati yang bimbang. Seperti Petrus yang senior saja, hatinya bimbang, sehingga ia tenggelam, apalagi kita yang junior. Jika kita tidak ingin tenggelam bersama Babel, maka kita harus mengalami pembaharuan hati = tidak boleh ada lagi hati yang bimbang dan ini mutlak.

      Angin =
      • angin pencobaan; bimbang saat menghadapi pencobaan,
      • angin pengajaran-pengajaran palsu

      Akibatnya
      :
      • hidupnya tidak tenang, sebab ia mendua hati.
      • tidak mendapatkan apa-apa dari TUHAN = tidak mendapatkan pertolongan bahkan tenggelam.

      Itu sebabnya mari, kita memperhatikan 'sudah selesai' dan dimulai dengan menyelesaikan dosa terutama dari enam dosa yang harus diakui dan jangan berbuat dosa lagi sehingga dapat hidup benar dan murni. Kemudian 'sudah selesai' --> kita minum air anggur yang manis/pesta.

      Jika hati sudah dibaharui, maka akan menjadi kuat dan teguh hati = hanya berharap YESUS di saat kita menghadapi pencobaan dan hanya berpegang teguh pada satu Firman pengajaran yang benar, yang sudah kita terima, yang sudah kita yakini.

      Seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus --> sekali-pun itu adalah malaikat, tetapi jika yang diajarkan adalah pengajaran yang lain, maka kita jangan mau menerimanya. Bahkan rasul Paulus mengatakan 'terkutuklah ia'. Ini betul-betul sudah kuat dan teguh hati.

      Mari, mulai dari saya sebagai gembala dan juga bagi rekan-rekan gembala, sidang jemaat mau dibawa kemana, kalau gembalanya sendiri seperti angin yang diombang-ambingkan ke sana dan ke sini, maka jemaat semuanya akan tenggelam. Itu sebabnya kami para gembala yang bertanggung jawab kalau banyak jemaat yang tenggelam. Itu sebabnya para gembala harus tegas dengan berpegang teguh pada satu pengajaran yang benar = kuat dan teguh hati = tidak bimbang. Ini yang akan masuk dalam penyempurnaan = 'sudah selesai'.

      Selama kita bimbang, maka semuanya belumlah selesai sehingga hidup kita tidak tenang dan kita tidak mendapatkan apa-apa. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab lewat media apa-pun kita mendengarkan Firman, jangan mendua hati. Bukannya saya melarang tidak boleh ini dan itu --> bukan! Tetapi kita harus mengingat perkataan dari YESUS Sendiri yang mengatakan akan 'banyak penyesat-penyesat dihari-hari ini'. Itulah sebabnya saya selalu menganjurkan untuk hanya membaca alkitab sebab ini merupakan hal yang paling bagus dan baik, mengingat akan ada banyaknya penyesatan.

      Kita tidak sadar sehingga mengatakan bahwa saya dapat memilah-milah; kita harus belajar dari Salomo yang hebat dan dahsyat, tetapi pada akhirnya ia terperosok dengan mengikuti ilah-ilah dari istri-istrinya itu. Itu sebabnya kita jangan merasa mampu tetapi sungguh-sungguh serius dihari-hari ini.

    • Wahyu 21: 4, Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

      Maut tidak akan ada lagi. Laut = hati bimbang tidak boleh ada lagi, tetapi harus kuat hati/teguh hati.

      Apa yang dimaksud dengan maut? 1 Yohanes 3: 14, Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

      • Tidak mengasihi = membenci saudara = tetap di dalam maut. Jadi maut tidak boleh ada lagi, berarti tidak boleh ada lagi kebencian = marah sampai membenci. Tidak boleh marah dengan emosi sampai membenci; kalau kamu marah, jangan sampai matahari terbenam --> marah dengan emosi sampai membenci.

        Seperti Petrus yang hatinya bimbang, sehingga Petrus juga emosi/membenci waktu ia berada di taman Getsemani dan orang-orang mau menangkap YESUS, Petrus segera mengangkat pedang dan memotong telinga sehingga telinga Malkhus putus --> inilah tanda dari kebencian/emosi = maut.

      • Yesaya 28: 15, Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

        Tidak boleh ada dusta kalau kita mau masuk dalam kesempurnaan/Yerusalem Baru. Jadi, tidak boleh membenci dan juga tidak boleh berdusta. Setan itu adalah bapak pembunuh/membenci dan juga bapak pendusta. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

        Petrus juga berdusta dengan mengatakan bahwa ia tidak mengenal YESUS. Itu sebabnya kalau hati bimbang akan berbahaya = laut masih ada, berarti maut pasti masih ada = perkabungan masih ada.

    • Wahyu 22: 3, Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

      Kalau laut sudah tidak ada = maut juga sudah tidak ada lagi = tidak ada lagi kutukan/laknat. Inilah penyempurnaan = Yerusalem Baru.
      Kutukan/laknat ini disangkut pautkan dengan ibadah pelayanan. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

      Apa yang dimaksud dengan kutukan?
      Tidak setia --> Yeremia 48: 10a, Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai,

      Laknat/kutukan ini dikaitkan dengan ibadah.
      Melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai = masih melayani/tidak meninggalkan pelayanan, tetapi lalai/tidak setia. Selalu terhalang = lalai/tidak setia = kutukan. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius.

      Itu sebabnya bagi kaum muda/koor kaum muda, pemain musik termasuk saya, jangan sampai kita menjadi lalai/tidak setia di dalam ibadah pelayanan sebab itu berarti kita berada di dalam suasana kutukan. Kutukan ini, waktu TUHAN mengutuk manusia di taman Eden yaitu manusia akan dengan susah payah/duri-duri = suasana kutukan = suasana susah payah.

      Kita menjadi tidak setia karena mengejar sesuatu yang dari dunia --> ini tidak bagus, tetapi susah payah sebab akan menuai duri/kepedihan-kepedihan. Banyak kali kita salah seperti Esau yang meninggalkan kemah sebab ia suka berburu daging --> ia mendapatkan, tetapi ia tidak dapat menikmati apa yang ia dapatkan bahkan ia mencucurkan air mata. Suasana kutukan = suasana air mata = suasana kutukan = duri-duri = suasana tidak setia. Cobalah kita mempraktekan dengan setia, maka TUHAN akan menghapuskan air mata kita. Semoga kita dapat mengerti.

      Kita harus berhati-hati dengan halangan-halangan, sebab secara tidak sadar, membuat kita menjadi tidak setia, sehingga mendorong kita di dalam suasana kutukan.

      Petrus juga tidak setia, waktu YESUS dibawa, Petrus mengikuti YESUS dari kejauhan. Hati-hati, karena mengikuti YESUS dari jauh, maka ia tersangkut/salah arah. Petrus tersangkut pada saat ia berdiang di api dunia.

      Lukas 22: 54, 55
      54. Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
      55. Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.

      Ay 54 --> Mengikut dari jauh = tidak setia --> masih mengikuti YESUS dan masih melayani, tetapi dari jarak jauh. Kita harus berhati-hati, sebab mengikuti dari jarak jauh, tidak akan sampai pada tujuan. Ini berbahaya, itu sebabnya kita harus mengikut dari jarak dekat = setia.

      Ay 55 --> Petrus juga duduk ditengah-tengah mereka = pada akhirnya Petrus menyangkal YESUS.

      Mari! tidak boleh lagi:
      • ada laknat,
      • ada roh yang tidak setia di dalam ibadah pelayanan,
      • tidak setia, sebab kesetiaan itu menutupi segala kelemahan-kelemahan kita.

      Mungkin sebagai seorang hamba TUHAN, kita tidak memiilki ijazah, tetapi kalau kita setia, maka kesetiaan itu menutupi segala kelemahan-kelemahan. Semoga kita dapat mengerti.

    • Wahyu 22: 5, Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

      Malam tidak boleh ada lagi. Malam ini berkaitan dengan sandungan, sebab pada malam hari, banyak kali kita terantuk/tersandung. Itu sebabnya malam tidak boleh ada lagi = tidak boleh ada sandungan = tersandung, gampang tersandung, menjadi sandungan. Sebab kalau ada malam, maka Yerusalem Baru tidak akan ada = tidak ada kesempurnaan.

      Yohanes 11: 10, Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

      Jadi dosa sandungan tidak boleh ada lagi. Petrus menjadi sandungan, pada hal ia baru dipuji oleh TUHAN --> 'engkau batu karang, di atasmu ini, gereja TUHAN akan dibangun'. Tetapi di ayat di bawahnya, TUHAN berkata kepada Petrus 'enyahlah iblis, engkau batu sandungan bagi-Ku'. Ini, karena Petrus menolak salib.
      Inilah contoh bagi kita, itu sebabnya kita memerlukan penebusan dan penyempurnaan yaitu:
      • sudah selesai --> di kayu salib = penebusan --> membuag dosa-dosa, kita hidup benar dan murni sehingga kita minum anggur yang manis/bahagia = kita berpesta sampai pada pesta nikah Anak Domba.
      • sudah selesai, semua menjadi baru = pembaharuan dan ini ada pada Petrus yang dipakai oleh TUHAN sehingga ia dapat berjalan di atas air, Petrus hebat, tetapi berbahaya sebab ia belum sampai pada kesempurnaan, bahkan ia hendak ditelan oleh Babel/tenggelam. Dengan keadaan yang lama, Petrus tenggelam. Sekarang bagi kita, jika masih ada keadaan yang lama dan gempa datang = arus Babel = anggur Babel datang, maka kita akan tenggelam, sebab kita tidak memiliki kemampuan apa-apa. Petrus saja tidak mampu, apalagi Widjaja dan kita semuanya.

      Matius 16: 18
      , Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

      Luar biasa Petrus ini, sebab YESUS Sendiri Yang mengatakan. Tetapi YESUS Sendiri Yang juga mengatakan --> 'engkau batu sandungan'.

      Matius 16: 21-23
      21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
      22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
      23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

      YESUS memberitakan tentang salib. Inilah saudaraku, mengapa kita sering tersandung, tersinggung? Sebab kita tidak mau salib/tidak mau penyaliban daging, kita hanya mau yang enak-enak saja = mau disanjung = Babel.

      Dari sini kita melihat pembaharuan dari empat hal dan ini harus dialami oleh Petrus, sebab kalau tidak, Petrus akan tenggelam di dalam api dan belerang. Sekali-pun ia sudah mengalami mujizat dengan dapat berjalan di atas air.

      Sebagai seorang hamba TUHAN, dapat membangun gereja yang besar, sebagai sidang jemaat, diberkati, tetapi begitu hati menjadi bimbang, ia akan tenggelam di dunia, ia juga akan tenggelam di dalam lautan api dan belerang.

      Saudara melihat di dalam ktb Wahyu 21: 8, ada delapan dosa yang akan masuk dalam lautan api. Nomor satu adalah penakut/tidak percaya/bimbang; sekali-pun sudah hebat, tetapi kalau bimbang, akan tenggelam.
Matius 14: 28-32
28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
32. Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.

Petrus sebagai contoh dari seorang hamba TUHAN yang dipakai oleh TUHAN, tetapi ia dapat tenggelam; tetapi beruntunglah, di saat ia tenggelam, ia mengulurkan tangan dan menyeru Nama TUHAN --> 'YESUS, TUHAN, tolonglah aku', dan segeralah TUHAN mengulurkan Tangan-Nya untuk mengangkat Petrus dari ketenggelaman.

Sekarang ini, saya tidak mengetahui keadaan saudara, tetapi saya hanya tahu keadaan dari saya sendiri dan saudara juga hanya mengetahui keadaan saudara sendiri. Mungkin ada yang tenggelam, mari periksa penebusan, apakah dosa-dosa sudah diselesaikan? Sebab dosa-dosa itu yang membuat kita tenggelam.

Enam dosa yang membuat kita tenggelam, mari periksa pembaharuan dan dimulai dari hati, sebab selama hati bimbang, kita tetap tenggelam/tetap dibawah permukaan air dan orang semacam itu tidak akan dapat naik.

Bukan itu saja, Petrus memang memiliki pengalaman tenggelam dan mengulurkan tangan kepada TUHAN karena ia takut mati, tetapi kerohanian Petrus bertumbuh di dalam penggembalaan, sampai ia dapat mengulurkan tangan kepada TUHAN dan ia rela mati untuk TUHAN.

Mungkin sekarang ini kita masih mengulurkan/mengangkat tangan karena kita takut mati --> boleh saja, tetapi masih harus dilanjutkan agar kerohanian kita bertumbuh ke arah kesempurnaan dan dapat mengulurkan tangan untuk rela mati bagi TUHAN.

Inilah proses penebusan dan penyempurnaan. Orang yang mengalami proses penebusan dan penyempurnaan dalam sistim penggembalaan, kerohaniannya akan bertumbuh kearah kesempurnaan. Petrus bukan saja berteriak dan mengulurkan tangan karena ia tenggelam, tetapi ia mengulurkan tangan, karena ia mengasihi TUHAN. Ini yang dicari oleh TUHAN.

Yohanes 21: 18, 19
18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Awalnya Petrus takut mati, sekarang ia rela mati bagi TUHAN --> inilah orang yang ditebus dan dibaharui dan disempurnakan oleh TUHAN. Di dalam sistim penggembalaan, kita mengalami penebusan dan pembaharuan = pekerjaan penebusan dan pekerjaan kesempurnaan.

Sebanyak tiga kali YESUS mengatakan kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba = dalam sistim penggembalaan/ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok, Petrus mengalami pekerjaan penebusan --> 'sudah selesai' dan juga pekerjaan keubahan/penyempurnaan --> 'sudah selesai' sehingga ia dapat mengulurkan tangan bukan karena ia tenggelam, tetapi ia mengulurkan tangan karena ia mengasihi TUHAN = karena ia taat dengar-dengaran. Petrus rela mati disalib dengan kepala di bawah, Petrus tidak mau kepalanya di atas sebab ia merasa tidak layak mati dengan kepala di atas. Dan nama Petrus tertulis di Yerusalem Baru. Nama dari kedua belas rasul Anak Domba tertulis di Yerusalem Baru.

Wahyu 21: 14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

Mari kepada kita, mungkin nasib kita seperti Petrus dulu yang tenggelam, kalau sekarang ini masih ada yang tenggelam, jangan kita terus tenggelam ke lautan api dan belerang. Mungkin secara ekonomi kita tenggelam, mari! kita masih diijinkan oleh TUHAN untuk mengulurkan tangan dan menyeru Nama YESUS dan TUHAN akan mengulurkan Tangan untuk menolong kita.

Tiga kali TUHAN bertanya kepada Petrus dan sekarang bagi kita adalah tiga kali ibadah pokok/ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok sehingga kita mengalami terus menerus proses/pekerjaan penebusan dan juga terus menerus mengalami pekerjaan pembaharuan sampai kita dapat mengulurkan tangan bukan karena tenggelam, tetapi karena:
  • aku mengasihi Engkau TUHAN,
  • aku taat kepada-Mu,
  • rela mengorbankan segala sesuatu sehingga kita akan dibaharui dan menjadi sempurna = menjadi sama mulia dan sungguh-sungguh waktu YESUS datang kembali kedua kalinya, Tangan-Nya diulurkan untuk mengangkat kita diawan-awan, kita masuk kerajaan seribu tahun damai, kita masuk pesta nikah Anak Domba ALLAH/air anggur yang paling manis sampai kita masuk Yerusalem Baru = kerajaan surga yang kekal.
Kalau kita tidak mau ditebus dan diubahkan, maka akan terkena gempa = hancur bersama dunia = 'sudah terlaksana = sudah selesai' yang negatif --> Wahyu 16: 17,
17. Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."

Sudah selesai/sudah terlaksana, artinya penggenapan penghukuman TUHAN atas dunia ini sampai di neraka. Orang yang tidak mau menerima penebusan dan pembaharuan, ia akan masuk ke dalam penghukuman untuk selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top