English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 14 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 06 April 2008)
Tayang: 08 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 08 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Mei 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 25 November 2007)
Tayang: 25 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 22 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Desember 2007)
Tayang: 20 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 04 November 2007)
Tayang: 15 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 September 2007)
Tayang: 01 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 29 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 15 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 16 Desember 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 02 November 2011

Injil Matius 24: 3-44, berbicara tentang tujuh nubuat/tujuh tanda tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali atau tanda tentang kiamat. Tujuh nubuat/tujuh tanda yang harus digenapi tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali atau tentang kiamat yang akan menimpa bumi ini.

Kita mempelajari injil Matius 24 ini, supaya kita tidak masuk kiamat tetapi kita akan masuk dalam kemuliaan bersama dengan TUHAN.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36-ay 44
Jadi sekali lagi kita mempelajari Matius 24 bukan hanya sebagai pengetahuan tetapi kita mempelajari dan mempraktekkan dengan sungguh-sungguh, supaya kita tidak hancur bersama dunia lewat kiamat. Tetapi justru saat dunia mengalami kehancuran/kiamat kita justru terangkat bersama TUHAN dalam kemuliaan selama-lamanya = kemuliaan Mempelai Wanita Surga selama-lamanya bersama TUHAN.

Inilah maksud TUHAN memberikan Firman lewat Matius 24, agar kita jangan ikut binasa/hancur bersama dunia/kiamat dunia tetapi kita ikut bersama TUHAN terangkat di awan-awan dalam kemuliaan kekal selama-lamanya.

Waktu yang lalu kita sudah mempelajari tentang nubuat yang selanjutnya yaitu nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14

Matius 24: 9 -14
9. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
10. dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
13. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
14. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Jadi inilah saudaraku Matius 24: 9-14 nubuat tentang pencobaan-pencobaan/ ujian yang akan menimpa anak-anak TUHAN. Jadi saya tidak mau membohongi sidang jemaat dengan janji yang "muluk-muluk" dengan mengatakan bahwa kita mulus, enak ikut TUHAN --> tidak!! Tetapi harus melewati badai gelombang, harus mengalami pencobaan-pencobaan/ujian-ujian bagi anak-anak TUHAN.

Di dalam Matius 24: 9-14, titik beratnya di ayat 12 --> "karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin"

Ada dua hal yang menonjol di akhir zaman:
  • kasih menjadi dingin, kasih menjadi dingin sama dengan hujan es. Kasih sudah dingin membeku bagaikan terjadi hujan es di bumi.
  • kedurhakaan/kebencian. Kalau kasih sudah menjadi dingin maka kebencian, kedurhakaan, kejahatan akan bertambah-tambah = nyala api yang menyambar-nyambar.
Kalau secara duniawi, kalau hujan es, tentu tidak akan ada api, tetapi secara rohani akan terjadi dan sudah pernah terjadi di Mesir. Pada waktu yang lalu, kita sudah mendengar ada hujan es dan juga ada api menyambar, ini betul-betul dahsyat.

Jadi kebencian, kedurhakaan, kejahatan akan memuncak dan bertambah-tambah sama dengan api yang menyambar-nyambar. Karena tidak ada kasih, maka yang ada hanyalah kebencian, kedurhakaan dan yang menjadi sasaran dari api yang menyambar-nyambar adalah gereja TUHAN/ anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN/ kita semua.

Ini merupakan salah satu penggenapan dari nubuat-nubuat, api menyambar-nyambar, itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh waspada dihari-hari ini, sebab anak-anak TUHAN yang menjadi sasarannya.

Sampai nanti untuk beribadah-pun kita harus menderita/di-aniaya. Memang untuk masuk surga itu perlu aniaya, harus ada sengsara, tetapi jangankan untuk masuk surga, untuk ibadah saja, kita sudah harus mengalami sengsara, harus mengalami ujian --> 2 Timotius 3: 12, Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

Dengan adanya kasih yang menjadi dingin/hujan es dan kedurhakaan yang sudah membumbung tinggi bagaikan api menyambar, maka ini menarik hukuman TUHAN atas dunia ini yaitu pada waktu yang lalu kita sudah membaca di Wahyu 16, hukuman terakhir terjadi hujan es seberat seratus pon = lima puluh kilogram. Kemudian di dalam srt 2 Petrus, ditambah dengan api yang menyambar sehingga dunia ini benar-benar musnah/kiamat.

Hujan es ini sudah pernah terjadi dulu di Mesir merupakan hukuman ke tujuh yaitu waktu Israel mau keluar dari Mesir, terjadi hujan es dan juga disertai api yang menyambar ( Kel 9), nanti akan terjadi lagi.

Keluaran 9: 24, Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa.

Sudah pernah terjadi, waktu itu di Mesir dan nanti akan terjadi lagi -->
Wahyu 16: 21, Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

Hujan es ditambah api dari langit akan benar-benar menghukum dunia, dulu saat Israel mau keluar dari Mesir, sekarang saat gereja TUHAN mau terangkat di awan-awan bersama TUHAN/ mau keluar dari dunia dan terangkat di awan-awan maka dunia ini kembali dihajar/dihukum dengan hujan es dan api dari langit sehingga benar-benar musnah/lenyap/ kiamat. Semoga kita dapat mengerti.

Bagaimana jalan keluar supaya kita tidak ikut menjadi dingin hari-hari ini = kasih menjadi dingin? setiap anak TUHAN/hamba TUHAN harus menjaga jangan sampai kasihnya menjadi dingin, maka kita harus tetap memelihara kasih ALLAH hari-hari ini.

Waktu yang lalu, kita sudah mendengar di mana tempat untuk memelihara kasih ALLAH yaitu:
  1. Rumah tangga, dengan susunan yang benar, dan juga tugas-tugas yang benar sebagai suami, istri, anak.
  2. Rumah penggembalaan, tergembala = kandang penggembalaan yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok yang memelihara kasih ALLAH, supaya jangan sampai kita menjadi dingin. Kita dipelihara di dalam ketekunan dalam ibadah raya, ketekunan dalam pendalaman alkitab, ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan. Inilah ruangan suci = kandang penggembalaan tempat untuk memelihara kasih ALLAH.
  3. Di hati kita, sebab rumah TUHAN itu juga merupakan hati kita/ kehidupan kita seperti hati yang lemah lembut, rendah hati dan ini merupakan tempat untuk memelihara kasih ALLAH, sehingga tidak bisa menjadi dingin sebab tetap terpelihara = hangat dalam kasih ALLAH sehingga hukuman tidak akan menimpa kita semua.
Sekarang praktek dari memelihara kasih ALLAH yaitu:
  1. Mazmur 97: 10, Hai orang-orang yang mengasihi, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.

    "Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN" --> memelihara kasih ALLAH = mengasihi ALLAH/mengasihi TUHAN.
    Ini bukan hanya di mulut yang mengatakan bahwa saya mengasihi TUHAN, tetapi tetap berbuat jahat/perbuatan tidak sesuai Firman, baik di rumah tangga, disekolah, di pekerjaan berbuat jahat dengan melakukan korupsi, tidak bayar pajak dan lain-lain.

    Jadi, praktek pertama adalah membenci kejahatan = membenci dosa, bukan hanya tidak mau berbuat dosa, tetapi sampai membenci dosa/membenci kejahatan.

    Amsal 6: 16 -19
    16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya
    17
    (1)mata sombong, (2)lidah dusta, (3)tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah
    18
    (4)hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, (5)kaki yang segera lari menuju kejahatan,
    19 seorang
    (6)saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang (7)menimbulkan pertengkaran saudara.

    mata yang sombong = pandangan mata yang sombong = pandangan yang congkak, sombong. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, jangan menjadi sombong.

    lidah dusta --> dalam terj. lama disebut dengan lidah bercabang yaitu suka berubah-ubah dalam perkataan, nanti bilang A, besok bilang B atau pagi ini berkata A, nanti sore berkata B.

    Terutama kami hamba TUHAN dalam pengajaran, sering kali hamba Tuhan ini lidah bercabang, suka berubah-ubah dalam pengajaran, dulu mengatakan ini pengajaran, tetapi nanti berapa tahun lagi pengajaran sudah berubah-ubah. Lidah bercabang/perkataan yang berubah-ubah, tidak bisa dipertanggung jawabkan.

    Di dalam injil Markus, waktu murid-murid diutus oleh TUHAN, mereka kembali untuk mempertanggung jawabkan. Apa yang dikerjakan dan juga apa yang diajarkan, harus di pertanggung jawabkan kepada TUHAN. Kalau kepada manusia, kita dapat tersenyum-senyum dengan berkata --> iya itu dulu, tetapi sekarang lain. Tetapi dihadapan TUHAN, kita tidak dapat berkata demikian, semua harus dipertanggung jawabkan.

    Lidah bercabang/perkataan yang berubah-ubah dan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan terutama dimulai dari kami hamba TUHAN dalam hal pengajaran, kami harus mempertanggung jawabkan dihadapan TUHAN; tidak bisa seenaknya berubah-ubah. Semoga kita bisa mengerti.

    tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, Seringkali orang tidak bersalah, tetapi disalahkan, inilah perbuatan-perbuatan, tangan itu perbuatan yang menumpahkan darah orang tidak bersalah, merugikan orang tidak bersalah karena kita memiliki pandangan yang sombong.

    Kalau orang itu adalah orang besar/memiliki harta atau kedudukan tinggi, sekali-pun ia bersalah, kita bela, tetapi kalau dia orang kecil sebab ia hanya menjadi pesuruh di tempat kerjanya, sekali-pun ia benar, tidak kita bela.
    Atau sebagai seorang hamba TUHAN yang memiliki sidang jemaat yang kaya dan juga ada yang miskin, kemudian ada masalah, maka orang yang miskin itu di minta untuk mengalah. Ini berbahaya sebab dibenci oleh TUHAN.

    Ayat 18 --> "hati yang membuat rencana-rencana yang jahat"

    "kaki yang segera lari menuju kejahatan"
    Ayat 19 --> "seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan

    "dan yang menimbulkan pertengkaran saudara" --> dirumah tangga, kita harus berhati-hati jangan sampai bertengkar, biarlah kita mohon kepada TUHAN jika ada masalah besar, diusahakan untuk tidak dibesar-besarkan, tetapi oleh pertolongan TUHAN, dapat menjadi kecil dan masalah kecil dapat di- selesaikan/dianggap tidak ada masalah.

    Juga di dalam gereja, mari kita ciptakan kerukunan dan kedamaian yaitu lewat masalah besar menjadi kecil, masalah kecil menjadi tidak ada lagi masalah.
    Kalau ke tujuh hal ini, sudah betul-betul kita benci, bagaikan angka tujuh dan kita ingat angka tujuh ini menunjuk pada lampu dari pelita emas = kita menjadi terang untuk menghadapi kegelapan/kebencian-kebencian yang ada di dunia. Kita mengasihi TUHAN dengan membenci kejahatan bagaikan kita memiliki sinar terang untuk menghadapi kegelapan di dunia.

    Mazmur 97: 10, Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.

    "Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya" --> sekalipun nanti kita harus menghadapi kebencian, menghadapi kedurhakaan tetapi kalau kita tetap berada di dalam kasih dengan membenci ketujuh kejahatan itu, maka akan ada pemeliharaan TIUHAN.

    Kalau kita mengasihi TUHAN dan tetap membenci ketujuh kejahatan ini, maka hasilnya adalah:
    • kita dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN ketika kita menghadapi kesulitan-kesulitan, kebencian-kebencian kedurhakaan didunia, sebab ada sinar kasih Tuhan melindungi memelihara.
    • kita tetap dilindungi saat kegelapan yang paling gelap itulah jaman antikrist. Kasih TUHAN akan melindungi dan memelihara kita sampai kepada jaman antikrist kalau antikrist berkuasa tiga setengah tahun dibumi ini.

      Kegelapan yang dapat diraba = kegelapan yang menjadi wujud itulah antikrist.
      Gelap biasanya hanya dapat dilihat, tetapi di dalam kitab Keluaran, kegelapan yang dapat diraba itulah antikrist.

      Mari, musim dingin sudah melanda dunia, kasih menjadi dingin, anak TUHAN, hamba TUHAN jangan ikut-ikutan menjadi dingin, tetapi kita tetap memelihara kasih ALLAH dengan praktek kita membenci kejahatan terutama ketujuh kejahatan. Angka tujuh itu juga angka sempurna.

    • kehidupan kita bisa sempurna/tiada bercacat cela = seluruh kehidupan kita menjadi tiada bercacat cela. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Yohanes 14: 15, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    Jadi praktek dari memelihara kasih ALLAH adalah menuruti segala perintah-perintah-Nya = taat dengar-dengaran. Ini saja prakteknya yaitu taat dengar-dengaran = ada kasih. Kita tidak perlu berbicara dengan mengatakan bahwa mengasihi TUHAN.

    Kita bisa melihat bagaimana sikapnya terhadap dosa? kalau dia setuju dengan orang berbuat dosa, bahkan tertawa melihat orang berbuat dosa, maka itu berarti kasih itu telah mulai dingin.
    Atau jika ada orang yang berdusta, kita juga ikut-ikutan berkata dusta bahkan merasa lucu, maka itu berarti kasih itu sudah menjadi dingin. Semoga kita dapat mengerti.

    Taat dengar-dengaran menuruti segala perintah-Nya dengan praktek -->
    • Roma 10: 17-21
      17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
      18. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."
      19. Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."
      20. Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."
      21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

      Untuk bisa taat, maka prosesnya adalah kita harus mendengar Firman TUHAN dalam urapan Roh Kudus = Firman yang diurapi. Kalau kita mendengar Firman yang diurapi Roh Kudus, maka Roh Kudus itu tidak terbatas.

      Tanda-tanda dari Roh Kudus yang tidak terbatas adalah:
      1. tidak terbatas oleh waktu. kalau ada orang yang saat mendengarkan Firman dan selalu melihat jam, dan berpikir Firman TUHAN tidak selesai-selesai, maka itu berarti dia mendengarkan Firman bukan dalam urapan Roh.Kudus, tetapi dalam daging. Semoga kita dapat mengerti.
      2. kita mendengar Firman dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan, seperti orang lapar yang membutuhkan makan. Ini sama dengan menikmati Firman = bergemar dalam Firman. Sangat berbahaya selama kita hidup, kita tidak pernah bergemar, tidak pernah menikmati, tidak pernah tersentuh oleh Firman, akan berbahaya, sebab akan menjadi seperti Yudas.

      Mazmur 119: 92, Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku.

      "Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku"
      --> Taurat Mu atau Firman Mu tidak menjadi kegemaranku, bahkan kita mengantuk, bosan dalam mendengar Firman, maka orang semacam itu akan menghadapi sengsara/ kering rohani sampai mati rohani yang membawa kepada kebinasaan/ kematian kedua.

    • Roma 10: 19, Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya?

      Kalau kita sudah mendengar Firman dalam urapan, dengan bergemar, bisa menikmati Firman, mendengar sungguh-sungguh, barulah kita dapat memberi tanggapan yang positif terhadap Firman. Kalau bangsa Israel memberikan tanggapan negatif karena tidak mau mendengar sungguh-sungguh, kita memberikan tanggapan yang positif yaitu:
      1. Mulai dari pikiran memberi tanggapan = pikiran menanggapi Firman sampai mengerti Firman.
      2. Kemudian hati menanggapi, selain pikiran, maka hati menanggapi sampai yakin, percaya kepada Firman = Firman tertulis didalam hati. Sebenarnya yang berhak untuk mendengar Firman hanya bangsa Israel/umat pilihan TUHAN, domba Nya TUHAN, tetapi karena tanggapan mereka negatif = tidak percaya, maka ada kesempatan bagi bangsa kafir untuk dapat mendengarkan Firman sampai bisa menanggapi Firman TUHAN. Sebenarnya kita tidak layak, tetapi kalau kita layak, maka ini kemurahan TUHAN/kepercayaan TUHAN, itu sebabnya kita jangan sombong, tetapi kita menggunakan waktu sebaik-baiknya.

      Kisah rasul 13: 46, Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

      Sebenarnya yang layak/berhak menerima Firman TUHAN hanyalah bangsa Israel/umat pilihan TUHAN, tetapi karena sebagian mereka menolak, keras hati, menanggapi dengan negatif, maka TUHAN membuka kesempatan dan kemurahan bagi bangsa kafir untuk bisa menerima Firman, mendengar sampai percaya dan yakin kepada Firman.

    • Roma 10: 21, Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

      Jadi proses selanjutnya adalah menuruti dan melakukan Firman TUHAN. Kalau kita sudah yakin di hati, maka dengan kekuatan Roh.Kudus, maka kita dapat menuruti dan melakukan Firman TUHAN. Sekali-pun bertentangan dengan pikiran manusia/dengan logika manusia.

      Seperti waktu Petrus semalam-malaman gagal menangkap ikan, siang hari TUHAN datang dan menurut ilmu perikanan/logika manusia, mencari ikan itu pada malam hari. Pada malam saja, Petrus tidak mendapatkan apa-apa, tetapi pada siang hari TUHAN perintahkan untuk menebarkan jala. Ini tidak dapat diterima secara logika/tidak masuk akal, tetapi kalau diurapi oleh Roh Kudus, maka Petrus dapat mempraktekan Firman. Semoga kita dapat mengerti.
      Roh Kudus mengurapi kita sampai kita dapat mempraktekan Firman, sekalipun bertentangan dengan logika, sekalipun harus menanggung resiko apa-pun juga dan TUHAN akan menolong kita.

      Saat kita mempraktekan Firman, maka ada sinar kasih TUHAN (bukan musim dingin dan bukan hukuman) Yang menolong kita apapun resikonya yang harus kita hadapi.

      Ayat 21 "tetapi tentang Israel Ia berkata sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan Ku kepada Bangsa" = saat-saat pemberitaan Firman adalah saat TUHAN mengulurkan Tangan di tengah-tengah kita sekalian. Kalau kita dapat proses ke satu, yaitu menikmati, maka itu berarti kita sudah di jamah oleh TUHAN.

      Saat kita mengulurkan tangan kepada TUHAN, maka dua tangan bertemu, TUHAN mengulurkan Tangan kepada kita, kita mengulurkan tangan kepada TUHAN = kita hidup di dalam Tangan TUHAN.
Mari, nanti jika kita menghadapi kebencian, maka untuk beribadah saja akan sulit, jangankan masuk surga, di dalam Kisah rasul, di katakan bahwa kita harus mengalamai sengsara. Kita tidak perlu membicarakan tentang masuk surga sebab itu masih jauh, tetapi terlebih dahulu untuk masuk gereja saja sudah mengalami sengsara, tetapi kalau kita hidup di dalam Tangan TUHAN, maka TUHAN akan menolong kita.

Jadi mengasihi TUHAN dengan:
  • membenci dosa, sehingga kasih ALLAH menaungi kita, melindungi memelihara sama dengan menaungi kehidupan kita sampai zaman antikrist bahkan kita menjadi sempurna seperti Dia
  • dengar-dengaran mulai dari mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh sampai mempraktekkan Firman = kita mengulurkan tangan, TUHAN juga akan mengulurkan tangan kepada kita = hidup di dalam Tangan TUHAN.
Hasilnya --> Kisah rasul 5: 32, Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

Kalau kita taat dengar-dengaran, maka hasilnya, TUHAN akan mencurahkan Roh Kudus/Roh Kemuliaan dalam kehidupan kita. Kita bukan hanya diurapi, tetapi dicurahkan/ dikaruniakan kepada kita.

Kalau kita taat kepada TUHAN = hidup dalam Tangan TUHAN, Roh Kudus/ Roh Kemuliaan yang untuk sekarang merupakan Dua Tangan TUHAN dicurahkan dalam kehidupan kita.

Untuk menghadapi kebencian/menghadapi api aniaya, maka daging tidak akan mampu, tetapi Roh Kudus yang membuat kita mampu. Semisal: saat kita mau ke gereja kita harus hadapi sengsara. Kalau daging, lebih baik tidur di rumah, sebab untuk datang ke gereja, kita harus babak belur --> lebih baik tidur tetapi kalau ada Roh Kudus, maka kita dapat tahan.

Kegunaan dari Roh.Kudus adalah untuk:
  1. 1 Petrus 4: 12-14
    12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kegunaan Roh Kudus/ Roh Kemuliaan yaitu memberikan kekuatan dan kebahagiaan, saat kita harus menghadapi pencobaan, ujian, siksaan dan aniaya karena Tuhan.

    Roh Kudus:
    • dicurahkan untuk memberikan kekuatan dan kebahagiaan saat kita menghadapi nyala api siksaan, sengsara aniaya tanpa dosa, karena TUHAN.
    • Roh Kudus mengurapi kita, sehingga kita bergemar saat mendengarkan Firman/dapat mendengarkan Firman dengan nikmat.

  2. Roh Kudus = Roh Kemuliaan = Roh penolong yang akan menolong kita ketika kita menghadapi:
    • krisis di dunia ini --> Keluaran 16: 3, dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.

      Jemaah Israel menghadapi krisis. Kalau di Mesir ada roti, ada daging, tetapi di padang gurun dari mana ini roti dan daging? Krisis! ayo saudaraku, saat-saat ini mungkin kita menghadapi krisis, seringkali ketika menghadapi krisis, kita tidak taat. Seperti Petrus, yang semalam-malaman tidak menangkap apa-apa = krisis. TUHAN perintahkan untuk menebarkan jala dan ber- untung, Petrus taat. Saat-saat krisis, mari taat kepada Firman sehingga Dua Tangan TUHAN/Roh Kemuliaan/Roh Kudus turun mengatasi krisis.

      Keluaran 16: 7, 8
      7. Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"
      8. Lagi kata Musa: "Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya—apalah kami ini ? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN."

      Di padang gurun, mereka makan daging juga makan roti oleh kemuliaan TUHAN. Di padang gurun mau darimana saudaraku, apakah mau menanam gandum? tidak bisa, sebab membutuhkan waktu berapa bulan?inilah krisis.
      Kalau kita taat dengar-dengaran, maka Roh Kudus akan dicurahkan memenuhi dan meluap-luap dalam hidup kita. Dan kegunaannya adalah untuk memberikan kekuatan dan kebahagiaan, sehingga kita tidak menjadi putus asa di saat menghadapi ujian dan lain-lain.
      Mari, kalau ada yang kecewa dan putus asa, mohon kepada TUHAN untuk menyentuh saudara dengan Roh Kudus, sehingga saudara akan betul-betul merasa bahagia dalam penderitaan bersama TUHAN.

      Selanjutnya, Roh Kudus adalah Roh penolong, untuk menolong kita menghadapi krisis ekonomi, krisis apapun, Roh Kudus/Roh Kemuliaan mampu menciptakan yang tidak ada menjadi ada. Mampu memberikan yang tidak ada di padang gurun yaitu daging dan roti yang diciptakan oleh TUHAN, untuk memelihara kehidupan kita, menghadapi krisis ekonomi didunia.

      Memang sekarang ini ada banyak keluhan-keluhan bahwa keadaan semakin sulit --> dulu pekerjaan maju, sekarang sudah tersendat-sendat.

      Mari, mau melawan dengan apa?
      1. dengan modal, boleh, silakan, tetapi orang lain memiliki modal yang lebih banyak.
      2. dengan pengalaman, orang lain lebih hebat sebab mereka mendatangkan pakar-pakar dan lain-lain.

      Hanya dapat dihadapi dengan ketaatan kepada TUHAN apapun resikonya. Orang lain menjual barang palsu, tetapi mereka mengatakan bahwa itu adalah barang asli. Saudara menjual barang asli, tidak laku, sebab harganya lebih mahal, logika! Tetapi harus taat dengar-dengaran sehingga ada Roh Kemuliaan untuk mengatasi krisis yaitu dari tidak ada menjadi ada.

      Tetapi kalau kita ikut dunia, maka kita akan ditelan oleh dunia dan akan habis bersama dunia. Inilah kesalahan kita disini, sering kali kita ikut-ikut dunia sampai pelayanan TUHAN-pun ikut-ikut dunia yang tidak sesuai dengan Firman. Semoga kita dapat mengerti.

    • penyakit --> Matius 17: 14,15,18,
      14. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
      15. katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
      18. Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.

      Ini Roh Kemuliaan yang menghadapi penyakit ayan. YESUS turun dari gunung dengan Roh Kemuliaan menghadapi/menyelesaikan penyakit/ menolong seseorang yang menderita penyakit ayan.

      Penyakit ayan ini: Gambaran penyakit jasmani, ayo! Jika ada penyakit-penyakit jasmani, kalau ada Roh Kemuliaan bagaikan Dua Tangan TUHAN Yang di ulurkan dan menjamah kita, maka kita akan disembuhkan.
      Juga penyakit rohani, ayan itu kambuh lagi, kambuh lagi = jatuh bangun dalam dosa, sampai pada puncak dosa. Penyakit ayan dalam terjemahan lama disebut dengan gila babi = kenajisan/dosa seks dan dosa makan minum. Tetapi kalau dijamah oleh Roh. Kemuliaan, maka penyakit ayan rohani ini dapat di-sembuhkan.

      Penyakit nikah dan buah nikah, betapa sedihnya orang tua yang memiliki anak yang mungkin terjerat dengan narkoba, dan juga mengalami kehancuran nikah tetapi kalau sekarang ini, kita dijamah oleh Roh Kemuliaan/Tangan TUHAN, maka akan terjadi pemulihan/pertolongan TUHAN untuk menghadapi krisis, menghadapi penyakit jasmani dan rohani.

    • bangkai --> Yohanes 11: 39,40,
      39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      Kemuliaan ALLAH mampu membangkitkan Lazarus yang sudah menjadi bangkai. Roh Kemuliaan/ Roh Kudus mampu membuat yang mustahil menjadi tidak mustahil, bangkai bisa bangkit kembali.

      Mari, sekarang ini biar kita, dengan dua point ini saja yaitu:
      1. buang dosa = bencilah dosa = tetap mengasihi TUHAN, hidup dalam kasih sehingga ada sinar kasih TUHAN Yang melindungi dan memelihara kita di zaman yang sulit,
      2. taat dengar-dengaran ada kasih TUHAN = ada Roh Kemuliaan yang dicurahkan, untuk memberikan kekuatan kepada kita, kebahagiaan ketika kita menghadapi ujian-ujian yang harus kita hadapi, sehingga kita tidak putus asa, tidak kecewa. Yang putus asa dan kecewa mohon disentuh, sehingga TUHAN kuatkan kembali.
      3. Roh Kudus = Roh Penolong menolong dari krisis, dari penyakit, dan juga dari kemustahilan.

  3. Roh Kemuliaan akan mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani. Sebab manusia darah daging tidak dapat mewarisi surga, kalau kita tetap manusia daging/tabiat daging saat YESUS datang, kita tidak dapat terangkat bersama-Nya, tetapi mengalami kiamat bersama dunia.

    Tetapi mari, sekarang ini Roh Kemuliaan itu akan mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti dalam cerita Yohanes 11, keluarga Martha dan Maria ini mengasihi TUHAN dan juga dikasihi oleh TUHAN. Tetapi mengapa mereka diijinkan sampai harus menghadapi bangkai Lazarus yang merupakan problem sangat berat ini? maksud TUHAN bukan untuk menghancurkan keluarga yang dikasihi, tetapi TUHAN ingin mengirimkan Roh Kemuliaan untuk mengubahkan mereka. Sebab ternyata di dalam keluarga itu, ada batu/hati yang keras yaitu Martha yang selalu bimbang, kuatir, dan tidak percaya.
    Di dalam injil Lukas 10, Maria duduk di bawah Kaki TUHAN untuk mendengarkan Firman, Martha melayani tapi kuatir --> Martha, Martha engkau banyak kekuatiran seperti Yang dikatakan oleh TUHAN.

    Ternyata masih ada batu, manusia keras, manusia daging yang harus diubahkan yaitu tabiat keras hati, tabiat tidak percaya, bimbang, kuatir harus diubahkan menjadi percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN.
    Kalau kita tidak percaya, bimbang, itu berarti dalam tabernakel belum masuk pintu gerbang; jangankan mau ke surga, masuk pintu gerbangnya saja belum, itu berarti masih berada di luar pintu gerbang.

    Itu sebabnya, biarlah sekarang ini hati kita diperiksa oleh TUHAN, sebab seringkali memang hati ini masih bimbang dan kalau bimbang itu berat sebab = hidup sengsara, kuatir itu sengsara.

    Kaum muda perhatikan! Jika saudara bimbang dan kuatir, maka saudara dapat bertindak yang aneh-aneh = bertindak di luar Firman. Tetapi mari sekarang ini, biarlah batu-batu itu akan diubahkan oleh TUHAN, hati yang bimbang menjadi percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN = masuk pintu gerbang.

    Kehidupan yang sudah percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN akan terus diubahkan oleh Roh Kemuliaan sampai keubahan terakhir waktu YESUS datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, tidak masuk kiamat tapi justru kita diangkat bersama Dia dalam kemuliaan selama-lamanya.
Mari, Roh Kemuliaan/Roh Kudus ada ditengah kita, kalau kita mau berubah sehingga hati menjadi percaya, pasti kekuatan dan kebahagiaan akan terjadi dan juga pertolongan terjadi. Di mulai dulu dari keubahan hati seperti keluarga Maria dan Martha; hati Martha diubahkan, sehingga terjadi pertolongan TUHAN, sebab kalau Martha tidak percaya, tidak akan terjadi kemuliaan.

Mari! hati kita percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN, sehingga Roh Kemuliaan akan bekerja yang di tengah kita dengan tidak terbatas oleh apapun juga.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top