English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu Sore, 03 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juni 2014)
Tayang: 10 April 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 20 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 21 Mei 2014)
Tayang: 06 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Apirl 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 06 November 2013)
Tayang: 13 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Oktober 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Februari 2014)
Tayang: 05 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 25 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 05 Februari 2014)
Tayang: 28 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Juli 2014)
Tayang: 23 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 23 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 19 Oktober 2011
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 02 November 2011

Kita masih akan membahas Firman TUHAN yang terdapat di dalam injil Matius 26: 47-56 --> dengan judul YESUS ditangkap/penangkapan YESUS.

Kita membahas terlebih dahulu Matius 26: 47-50 --> tampilnya Yudas = dalam suasana Getsemani, Yudas tampil.
47. Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.
48. Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia."
49. Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia.
50. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.

Yudas mencium YESUS, tetapi untuk menyerahkan/menangkap YESUS.

Di dalam terj.lama "Hai teman" = "Hai sahabat" --> Maka kata Yesus kepadanya, "Hai Sahabat, lakukanlah maksud engkau datang ini." Kemudian mereka itu pun menghampiri Dia sambil mendatangkan tangan ke atas-Nya, lalu menangkap Dia.

Yudas adalah sahabat YESUS dan ini diakui sendiri oleh YESUS, tetapi ia menangkap/menyerahkan YESUS. Dari sini kita dapat melihat, bahwa Yudas memiliki sifat kemunafikan/kepura-puraan = ciuman dan sahabat palsu. Yudas memiliki sifat kepalsuan/kemunafikan, sehingga ia tampil sebagai antikrist = menangkap/menyerahkan Kristus/antikristus. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan sifat kemunafikan sebab dapat menjadi sama dengan antikrist.

Di dalam injil Lukas 12, ada lima sifat/tabiat daging yang harus dirobek/tirai harus terobek supaya kita tidak menjadi sama dengan antikrist/seperti Yudas, tetapi menjadi sama dengan YESUS --> ruangan maha suci terlihat = sempurna. Injil Lukas 12, di dalam tabernakel, menunjuk pada pintu tirai.

Kelima sifat/tabiat daging yang harus dirobek:
  1. Lukas 12: 1-3 --> kemunafikan.
    1. Tatkala berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga orang-orang terpijak-pijak satu dengan yang lain, maka mulailah Ia bertutur kepada murid-murid-Nya dahulu, "Jagalah dirimu daripada ragi orang Parisi, yaitu munafik.
    2. Tetapi suatu pun tiada tersembunyi, yang tiada dinyatakan kelak, dan tiadalah rahasia, yang tiada dibukakan kelak.
    3. Sebab itu barang yang kamu katakan di dalam gelap, akan didengar di tengah terang; dan barang yang kamu bisikkan ke telinga orang di dalam bilik, akan diserukan dari atas sotoh rumah.

    Seperti Yudas yang mencium dan menjadi sahabat YESUS, tetapi untuk menyerahkan/menangkap YESUS --> inilah kepalsuan/kepura-puraan/kemunafikan = sifat dari antikrist. Jika sudah ada kemunafikan, maka empat sifat daging yang lain, pasti ada.

  2. Lukas 12: 4-12 --> ketakutan.
    4. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
    5. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
    6. Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah,
    7. bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
    8. Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.
    9. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.
    10. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
    11. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.
    12. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."

  3. Lukas 12: 13-21 --> ketamakan.
    13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
    14. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
    15. Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
    16. Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
    17. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
    18. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
    19. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
    20. Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
    21. Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

  4. Lukas 12: 22-34 --> kekuatiran.
    22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
    23. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
    24. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
    25. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?
    26. Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?
    27. Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
    28. Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!
    29. Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
    30. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.
    31. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
    32. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.
    33. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.
    34. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

  5. Lukas 12: 35-48 --> kelengahan/kelalaian.
    35. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
    36. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
    37. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
    38. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.
    39. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
    40. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."
    41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
    42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
    43. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
    44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
    45. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,
    46. maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.
    47. Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
    48. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
Inilah kelima sifat/tabiat daging yang harus dirobek, sehingga kita tidak menjadi sama dengan Yudas/tidak menjadi sama dengan antikrist, tetapi menjadi sama mulia dengan YESUS.

Kita akan membahas yang pertama: tentang kemunafikan --> Lukas 12: 1-3,
1.Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka
berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
2. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
3. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.

Kemunafikan = kepura-puraan = tidak sungguh-sungguh. Yudas memberi salam kepada YESUS dengan berkata "salam Rabbi". Rabbi ini berarti Guru dan ini berarti menyangkut pengajaran.

YESUS mengajar kepada murid-murid-Nya untuk mewaspadai ragi orang Farisi yaitu kemunafikan. Jadi, terutama kemunafikan/kepura-puraan/tidak sungguh-sungguh dalam menerima Firman pengajaran yang benar.

Itu sebabnya dalam hal pengajaran, kita harus bersungguh-sungguh dan berhati-hatis, sebab banyak hamba TUHAN/anak TUHAN yang munafik, justru mereka yang berada di dalam Firman pengajaran/ya Rabbi/Kabar Mempelai, sebab banyak kali memandang figur manusia.

Matius 26: 23, 25
23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
25. Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

Bukan aku ya Rabbi --> Firman sudah menunjuk dia, tetapi Yudas mengatakan 'bukan aku'. Inilah sikap pura-pura/tidak sungguh-sungguh/munafik dalam menerima Firman pengajaran yang benar yaitu Yudas selalu mengelak dari Firman pengajaran yang benar = perut hatinya tidak pernah terkena/tersentuh oleh pedang Firman sehingga Yudas tetap menyembunyikan sesuatu/dosa. Sekali-pun ia memuji-muji, tetapi sebenarnya ia tidak pernah terkena/tersentuh Firman dan ini berarti hanya memuji-muji orangnya/pendetanya. Inilah ciri dari orang munafik dalam persoalan pengajaran dengan bukti ia tidak pernah terlepas dari apa yang tersembunyi sebab ia tidak pernah tersentuh oleh Firman dan ini sangat berbahaya.

Itu sebabnya ini merupakan koreksi bagi saya sendiri, saya mohon maaf kalau dianggap sombong, tetapi saya sangat bersyukur kepada TUHAN sebab saya dapat mendengarkan pengajaran ini. Kalau sekian tahun, saya masih menyembunyikan sesuatu/dosa, maka itu berarti munafik/pura-pura. Itu sebabnya sudah saya katakan --> justru orang yang berada di dalam Firman pengajaran/Kabar Mempelai ini, nanti akan ada banyak orang yang munafik --> 'ya Rabbi', bukan 'ya penginjil' dan mencium.

Itu sebabnya saya harus berhati-hati dan bapak ibu sekalian juga harus berhati-hati, sebab sudah di Firman-kan oleh YESUS untuk berhati-hati terhadap ragi orang Farisi. Kita dapat antusias terhadap Firman, tetapi jika kita masih menyembunyikan sesuatu/dosa = munafik/pura-pura/tidak sungguh-sungguh.

Akibatnya: Yudas mencium YESUS/kelihatan baik, tetapi untuk menyerahkan/menangkap YESUS. Yudas sahabat YESUS, tetapi untuk menyerahkan/menangkap YESUS. Hidupnya betul-betul munafik. Jika di dalam Firman, munafik, maka seluruh hidupnya juga munafik.

Kita harus berhati-hati, sebab justru di dalam pengajaran ini, jika berkata sahabat dan saudara --> mencium dan berkata mengasihi, tetapi kalau ada sesuatu yang tersembunyi/dia tidak pernah terkena Firman, maka itu berarti suatu kemunafikan. Jadi, Yudas memiliki sifat/tabiat munafik = menjadi sama dengan antikrist.

Doa penyembahan merupakan proses perobekan daging yang munafik, sehingga kita dapat sungguh-sungguh dalam menerima Firman pengajaran yang benar. Ini maksud dari doa penyembahan sekarang ini.

Sungguh-sungguh =
  • Berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar. Kalau orang yang munafik tidak dapat berpegang teguh. Contoh: dulu dapat berpegang teguh pada Firman pengajaran sebab ada seseorang yang dapat ia andalkan atau seseorang yang ia pandang sehingga ia dapat berpegang teguh. Tetapi jika orang itu sudah tidak ada lagi karena pindah, maka kehidupan itu mulai goyah. Ini sama dengan munafik, sebab melihat pada figur manusia bukan pada Firman pengajaran.

  • Taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar sehingga kita mengalami penyucian demi penyucian dan terus menerus dari perut hati yang banyak menyembunyikan dosa-dosa sampai kita menjadi sempurna/tidak bercacat cela seperti YESUS. Semoga kita dapat mengerti.
Inilah sifat dari Yudas yang pertama yaitu kemunafikan. Kita harus berhati-hati, sebab justru di dalam pengajaran/Kabar Mempelai ini, terjadi banyak kemunafikan. Di mulai dari menerima Firman, kehidupan itu hanya melihat figur dllnya, supaya dekat dengan orang itu = menjadi sahabat, supaya terlihat baik/mencium YESUS, tetapi pada akhirnya, ia munafik dan mengkhianati YESUS, menjadi antikristus sebab menjual dan menyerahkan YESUS.

Ketika mengajar siswa/i Lempin-El, saya selalu mengatakan kepada mereka: jika kalian tidak bersungguh-sungguh ketika amendengarkan Firman, belajar taat sekarang ini,perhatikan dengan baik-baik! Maka kalian-lah yang nomor satu akan memusuhi saya. Dan ini benar, sebab sudah banyak yang langsung memusuhi saya/mengambil tindakan yang frontal, ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius.

Saya tidak menerangkan kelimanya, tetapi saya hanya mengambil dua saja yaitu yang keempat: tentang kekuatiran --> Lukas 12: 22-34,
22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
29. Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
30. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.
31. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
32. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Kekuatiran ini juga membuat orang menjadi sama dengan antikristus. Kekuatiran ini ada dua yaitu:
  • kekuatiran untuk hidup sehari-hari dan juga
  • kekuatiran untuk masa depan.
Jika keduanya ini disimpulkan, maka ini berarti kekuatiran tentang perkara-perkara dunia.

Akibatnya:
  • pandangannya hanya tertuju pada perkara-perkara dunia, sehingga tidak dapat mengutamakan perkara-perkara rohani lebih dari perkara-perkara jasmani = sering mengorbankan perkara-perkara rohani untuk mendapatkan perkara jasmani seperti Esau yang menukar hak kesulungan dengan sepiring kacang merah, akhirnya hidupnya betul-betul membabi buta = mengorbankan perkara yang rohani dengan perkara yang jasmani sehingga hidupnya betul-betul ngawur.
  • orang semacam ini tidak dapat hidup benar
  • tidak dapat tergembala pada Pokok Anggur Yang Benar/tidak dapat tergembala pada Firman pengajaran yang benar.
Kehidupan Kristen/hamba TUHAN yang kuatir bagaikan perempuan yang bungkuk selama delapan belas tahun di dalam bait ALLAH = ada di dalam bait ALLAH, tetapi bungkuk = ada cacat cela/tidak sempurna.

Amsal 12: 25, Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Jadi, saya ulangi, seorang hamba TUHAN/anak TUHAN yang kuatir tentang sesuatu = perempuan yang bungkuk di dalam bait ALLAH/bukan berada di luar. Ada ibadah, ada pelayanan, tetapi bungkuk/ada cacat cela.

Delapan belas tahun = dicap dengan angka 6.6.6 = antikrist. Hidupnya tidak pernah berubah, tetap manusia daging. Jika orang beribadah dan melayani TUHAN tetapi selalu kuatir, hidupnya tidak pernah berubah = tetap manusia darah daging seperti Yudas sehingga kehidupan itu dicap dengan angka 6.6.6. --> tubuhnya daging, jiwanya daging dan rohnya juga daging dan ini betul-betul manusia darah daging seperti binatang buas, menjadi sama dengan antikrist. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, doa penyembahan adalah proses perobekkan daging yang kuatir sehingga kita dapat percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN = menyerah sepenuh kepada TUHAN.

Itu sebabnya, mari saudaraku! Kita tidak perlu merasa takut kalau itu karena TUHAN, kalau kita mendahulukan TUHAN, mendahulukan yang rohani, mendahulukan Firman. Sebab ketakutan itu seperti suara singa.

Praktek dari orang yang tidak memiliki kekuatiran lagi adalah:
  1. 1 Petrus 5: 7, Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

    Jadi, kalau kita sudah tidak kuatir lagi sebab sudah percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN, maka praktek sehari-hari dari orang yang menyerah sepenuh, maka kita menjadi kehidupan yang tergembala pada Firman pengajaran yang benar/carang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar. Kita harus yakin benar dengan hal ini yaitu hanya pada satu Pokok Anggur Yang Benar, sebab kalau ada dua atau tiga, itu berarti kita tidak yakin. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita dapat tergembala, seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar, artinya ketekunan dalam tiga macam ibadah = ketekunan dalam kandang penggembalaan = taat dengar-dengaran pada Suara Gembala/pengajaran yang benar.

    'serahkanlah kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia Yang memelihara kamu'

    Hasilnya:
    • Tangan Gembala Agung Yang memelihara kehidupan kita secara jasmani, tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Sekali-pun pohon anggur itu tumbuh di mana-pun, mungkin air di dalam tanah itu dalam sekali, maka Pokok itu yang berusaha menyerap air, bukan kita. Sekali-pun sekarang ini keadaan sudah semakin sulit, tetapi kalau kita memiliki Pokok, maka Pokok ini yang berusaha, bukan carangnya. Itu sebabnya saya selalu berkata: mengapa anak TUHAN/hamba TUHAN susah dan sulit, untuk bertumbuh-pun sulit? Sebab belum memiliki Satu Pokok yang benar.

      Ini rahasia yang banyak orang tidak mengetahui dan mereka mengejek dengan berkata --> satu Pokok, satu bahtera --> terserah! Sebab ini yang dikatakan oleh TUHAN: 'Aku-lah Pokok dan memang hanya Satu dan kita tinggal menerima semuanya yang sudah beres.

    • Tangan Gembala Agung memelihara secara rohani = ada ketenangan, ada kedamaian/damai sejahtera. Jika kita belum merasa tenang dan damai, maka itu berarti kita belum tergembala, sebab tenang dan damai merupakan bukti bahwa kita hidup di dalam Tangan dari Gembala Agung. Jangan seperti Esau yang selalu berburu sehingga hidupnya tidak tenang sebab belum tergembala dan juga jangan seperti Yudas yang memaksa dirinya untuk tergembala. semoga kita dapat mengerti.

  2. Roma 6: 13, 14
    13. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
    14. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

    Sudah diterangkan di bagian atas untuk menyerahkan segala kekuatiranmu sehingga dapat tergembala pada Pokok Anggur yang benar/pada satu pengajaran yang benar sehingga kita berada di dalam Tangan dari Gembala Agung yang memelihara kita secara jasmani dan juga secara rohani.

    Jadi yang kedua ini adalah menyerahkan diri sepenuh kepada TUHAN untuk dipakai sebagai senjata kebenaran.

    Artinya:
    • hidup di dalam kebenaran. Senjata ini memiliki peluru, peluru itu = hidup di dalam kebenaran.
    • melayani TUHAN di dalam tahbisan yang benar/pelayanan yang benar. senjatanya benar, pelayanannya benar dan juga pelurunya juga benar = hidupnya benar.

    Kalau seorang hamba TUHAN berkhotbah dengan senjata kebenaran, maka sidang jemaat yang datang dengan dosa dan ditembak dengan peluru kebenaran, lama kelamaan akan menjadi benar.
    Demikian juga dengan paduan suara yang bernyanyi = menembak dengan kata-kata dan kalau saudara menembak dengan peluru kebenaran --> hidup benar, pelayanannya juga benar, maka sidang jemaat yang mendengar, dapat bertobat.

    Tetapi kalau kita berkhotbah dan masih mempertahankan dosa, maka sidang jemaat yang benar datang dan ditembak dengan dosa, maka pulang ia menjadi berdosa. Itu sebabnya, kita harus berhati-hati jika berfellow-ship dengan memperhatikan siapa yang menjadi pembicara. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika kita hidup benar, maka hasilnya:
    • kita tidak dikuasai oleh dosa/maut = terlepas dari dosa-dosa.
    • kita terlepas dari kutukan/hukuman dosa yaitu letih lesu dan beban berat sehingga kita bersuasanakan kasih karunia yaitu semuanya menjadi enak dan ringan di dalam Tangan Gembala Agung.

  3. Mazmur 31: 6, Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

    Kita dapat menyerahkan seluruh hidup/nyawa kita ke dalam Tangan Gembala Agung. Artinya, kita menyembah TUHAN = seperti bayi yang menangis di hadapan TUHAN. Kita tidak dapat berbuat apa-apa, seperti bayi Musa yang selalau menjadi contoh bagi kita.

    Keluaran 2: 6, Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

    Bayi Musa yang sampai ke tangan puteri firaun; kalau bayi laki-laki dari orang Ibrani, harus mati.

    Bayi Musa yang sudah dibuang ke sungai Nil, merupakan gambaran dari:
    • orang yang tidak berdaya,
    • tidak memiliki harapan,
    • tidak memiliki masa depan. Tetapi untunglah Musa menangis dan untuk sekarang berarti menyembah TUHAN.

    Sekarang ini jika ada kehidupan yang tanpa harapan, tidak berdaya, mungkin semuanya sudah gagal, mari! kita dapat menangis di hadapan TUHAN = menyembah TUHAN/menyerahkan nyawa kepada TUHAN/percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN/Tangan kemurahan dan anugerah TUHAN.
Tangan Gembala Agung/belas kasih/anugerah diulurkan untuk:
  • menolong kita tepat pada waktunya --> Musa ditolong mulai di air/di tangan putri firaun dan seharusnya ia mati. Tepat pada waktunya = jika selisih sedikit saja, akan mati. Itu sebabnya kita jangan ragu-ragu, tetapi mantap; jangan seperti Yudas yang munafik.
  • selain menolong, Musa juga dipakai untuk menolong bangsa Israel keluar dari Mesir dan untuk sekarang, Tangan Gembala Agung memakai kita dalam kegerakkan pembangunan Tubuh Kristus/gerakkan hujan akhir. Sekali-pun kita tidak berdaya, tetapi kalau dihari-hari ini, kita banyak menyembah TUHAN sehingga:
    • kita tergembala dengan baik,
    • kita menjadi senjata kebenaran dan juga
    • kita banyak menyembah TUHAN, maka kita akan dipakai di dalam kegerakkan hujan akhir. Siapa-pun kita, apakah kita memiliki ijazah atau tidak, seperti bayi Musa yang tidak memiliki apa-apa, tetapi Musa dapat dipakai.

  • mengangkat/Musa ini berarti diangkat dari air. Tangan Gembala Agung mengangkat kita di dunia/memuliakan kita di dunia, seperti Musa yang mendapatkan masa depan yang indah yaitu ia diangkat menjadi anak raja. Ini merupakan hal yang mustahil, sebab ia anak dari seorang budak. Tidak ada jalan lain, sebab anak budak tetap anak budak; tetapi Musa dapat diangkat menjadi anak raja dan ini merupakan pengangkatan oleh TUHAN.

  • diangkat diawan-awan yang permai, artinya:
    • disucikan.
    • diubahkan sampai menjadi sempurna seperti YESUS.

    Ulangan 34: 5, 6
    5. Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
    6. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

    Musa mati dan dikuburkan, tetapi tidak ada orang yang tahu kuburannya ada di mana, artinya Musa dibangkitkan dan diangkat oleh TUHAN. Ada empat orang yang diangkat ke surga oleh TUHAN dan salah satunya adalah Musa. Ada yang diangkat hidup-hidup seperti Henokh, tetapi yang diangkat ke surga setelah mati dan dibangkitkan itulah Musa.

    Inilah kekuatan dari Tangan Gembala Agung/Tangan kasih karunia Yang bukan saja berhasil mengangkat Musa dari budak menjadi anak raja, tetapi sampai mengangkat diawan-awan dan kuburnya tidak ada orang yang tahu.

    Di sinilah pentingnya kita tergembala sebab setan itu mengejar orang bukan hanya waktu orang itu masih hidup, tetapi sampai mati-pun, mayat Musa ini diperebutkan. Jika Musa tidak mantap berada di dalam Tangan TUHAN, maka habislah Musa; demikian juga dengan kita, jika kita dihari-hari ini tidak mantap di dalam penggembalaan, kalau terjadi apa-apa dengan kita, siapa yang mau bertanggung jawab.

    Yudas 1: 9, Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

    Itu sebabnya harus mantap di dalam Tangan TUHAN/mantap di dalam Tangan Gembala Agung = sungguh-sungguh dengar- dengaran, sebab hanya TUHAN Yang bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan kita. Sedikit-pun kita jangan melawan, jika kita meninggal dunia, ada yang bertanggung jawab. Jika TUHAN datang dan kita masih hidup, ada yang bertanggung jawab sehingga kita tidak terlantar.

    Yohanes 10: 27, 28
    27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    Ay 27 --> domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku = domba-domba dengar-dengaran.

    Dan Aku mengenal mereka = kalau dengar-dengaran, maka dikenal oleh TUHAN. Jadi kalau iblis mau memperebutkan kita, maka TUHAN akan membela dan berkata bahwa kita adalah milik- Nya, sebab kita dikenal oleh TUHAN. Jika kita memberontak, maka kita tidak akan dikenal oleh TUHAN.

    Kalau kita mantap dalam penggembalaan = taat dengar-dengaran, maka TUHAN juga akan memberikan jaminan kepastian bahwa kita hidup di dalam Tangan TUHAN. Mulai di dunia ini, TUHAN membela dan memelihara kita sampai hidup kekal --> sampai meninggal dunia dan juga sampai TUHAN datang, tetap TUHAN bela dan TUHAN pegang dan tidak akan melepaskan kita.

    Saya berbahagia menyampaikan Firman TUHAN ini, sebab dimulai dari saya, harus betul-betul tergembala = mantap di dalam penggembalaan. Itu sebabnya kalau tidak mantap di dalam penggembalaan, akan berbahaya, sebab kalau meninggal dunia, maka mayatnya dapat dipegang oleh setan dan akan ketinggalan kalau TUHAN datang sebab dipegang/digandoli oleh setan.
TUHAN memberkati kita sekalian.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top