English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Surabaya, 16 Desember 2015 (Rabu Malam)
Puji TUHAN, TUHAN memberkati kita semuanya.

Bangsa kafir di akhir zaman seperti keledai yang ditunggangi oleh Yesus untuk...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Desember 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 29
= keadaan pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan dan...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juli 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budiman Tampubolon Matius 24: 32-33
Kedatangan Yesus kedua kali sudah dekat waktunya dan sudah diambang...

Ibadah Raya Malang, 22 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Februari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 April 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juni 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15

Ibadah Doa Surabaya, 19 September 2012 (Rabu Sore)
Matius 27 dan Matius 28 ini berurutan.

Matius 27 itu menunjuk 7 percikan darah diatas tabut perjanjian. Ini merupakan JALAN SENGSARA/JALAN KEMATIAN.

Matius 28 itu menunjuk...

Ibadah Raya Malang, 12 Desember 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Agustus 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:11-17 tentang Yesus membangkitkan anak muda...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Oktober 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 30 Agustus 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yesus dan Yohanes Pembaptis (Lukas 7:18-35).
Lukas 7...

Ibadah Raya Malang, 30 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah 7 kali percikan...

Ibadah Doa Malang, 14 Juni 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:16
26:16 Dan mulai saat...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 12 Maret 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan bahagia TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita melanjutkan tema Ibadah Persekutuan di Cibubur, Jakarta. Di Jakarta kita melaksanakan ibadah persekutuan tubuh Kristus sekaligus memperingati ulang tahun penggembalaan Gereja Pentakosta Indonesia "Kristus Gembala" Cibubur yang ketiga puluh tahun. Temanya di Kejadian 41: 46.

Kejadian 41: 46
41:46. Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.

Yusuf beruumur tiga puluh tahun saat menghadap Firaun untuk mengghadapi kelaparan yang melanda Mesir.

Bagi kita sekarang, artinya kita juga menghadapi kelaparan di akhir zaman; kita semua bersiap sedia menghadapi kelaparan dobel di akhir zaman: kelaparan jasmani--sudah hebat--, terlebih lagi kelaparan rohani--kelaparan akan firman Allah.

Kejadian 42: 1-2, 5
42:1. Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?"
42:2. Lagi katanya: "Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati."
42:5. Jadi di antara orang yang datang membeli gandum terdapatlah juga anak-anak Israel, sebab
ada kelaparan di tanah Kanaan.

Tadinya, kelaparan hanya ada di Mesir. Mesir gambaran dari dunia. Ini menunjukkan bahwa akan terjadi kelaparan yang dahsyat di dalam dunia akhir zaman, baik kelaparan jasmani maupun rohani (lapar akan firman).
Tetapi di sini kelaparan juga diizinkan TUHAN menimpa saudara-saudara Yusuf yang hidup di tanah Kanaan.

Saudara Yusuf ini gembala-gembala.
Jadi, kelaparan dobel, terutama yang rohani, juga melanda penggembalaan di akhir zaman.
Seharusnya penggembalaan itu tempat makanan, tetapi diizinkan terjadi kelaparan.

Mengapa terjadi demikian--di dalam penggembalaan tetapi terjadi kelaparan jasmani dan terutama kelaparan rohani--?

  1. Yang pertama: kesalahan para gembala, yaitu:


    1. Gembala tidak mendapatkan pembukaan rahasia firman--gembalanya yang kering; gembalanya juga lapar.
    2. Gembala tidak berusaha mendapatkan pembukaan rahasia firman Allah.
      Usaha seorang gembala untuk mencari makanan adalah:


      1. Merendahkan diri di bawah kaki TUHAN untuk:


        • berdoa,
        • membaca alkitab,
        • kalau kurang ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk.


      2. Merendahkan diri untuk berfellowship dengan hamba TUHAN yang dipakai TUHAN dalam pembukaan firman Allah.


  2. Yang kedua: kesalahan pada jemaat, yaitu domba-domba/sidang jemaat tidak mau makan, sekalipun gembalanya sudha benar dan sudah menyediakan makanan.
    Sidang jemaat tidak mau makan firman penggembalaan karena ada sesuatu yang tersimpan/tersembunyi.

    Kalau sudah ada dosa kemudian datang firman apalagi firman yang keras, kita tidak mampu lagi. Seringkali kita berkata: Apa ini? Apa ini?

    "Sidang jemaat tidak bisa makan firman kalau menyembunyikan dosa atau kesalahan. Saya selalu mengatakan: kalau kita menyembunyikan dosa, lalu tidak mau ditegor firman, hatinya akan bertambah keras sampai tidak bisa lagi bertobat; sudah enjoy dalam dosa.
    Malam dia menolak firman: Tidak mau aku, datang cuma dosa berdusta, datang terus kena lagi--apalagi yang merokok. Aku tidak mau lagi. Dia tidak bisa terlepas selamanya. Tambah keras, tambah keras, tidak mau, tidak mau, sampai satu waktu tidak bisa bertobat. Ini yang harus kita waspadai!
    "

Inilah, kelaparan terjadi di dalam penggembalaan, tetapi juga terjadi di Kanaan.
Kanaan gambaran dari kegerakan. Artinya: kelaparan rohani juga melanda fellowship-fellowship di akhir zaman.
Mengapa? Karena tidak mengutamakan pembukaan atau pemberitaan firman Allah--firman pengajaran yyang benar--, tetapi hanya menggembar-gemborkan dan mengutamakan perkara jasmani yaitu kemakmuran jasmani--ada tawaran uang, kedudukan dan lain-lain--dan hiburan jasmani, sehingga tetap jatuh dalam kelaparan rohani.

Kejadian 42: 1
42:1. Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?"

Kalau lapar baik di dalam penggembalaan maupun fellowship, akibatnya:

  • 'Mengapa kamu berpandang-pandangan saja'= berpandang-pandangan, artinya saling menyalahkan atau saling menghakimi, sehingga tidak ada kesempatan untuk koreksi diri. Itu berarti dia tetap di dalam dosa.
    Kalau di rumah tangga terjadi seperti itu, itu tandanya sudah terjadi kelaparan rohani.


  • Kejadian 42: 2
    42:2. Lagi katanya: "Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati."

    Akibat kedua: 'jangan mati'= kalau dibiarkan, akan mati rohani--tidak ada gairah lagi dalam perkara rohani (ibadah pelayanan kepada TUHAN dan menyembah TUHAN), sampai enjoy dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa percabulan, nikah yang salah)--tetap dipertahankan. Kaum muda, hati-hati!

    Ini yang membawa pada kematian kedua di neraka, kebinasaan selamanya.

Inilah kelaparan yang akan melanda. Sudah terjadi pada zaman Yusuf, sudah dinubuatkan di zaman nabi Amos dan ditegaskan lagi di Wahyu 6 (nati kita pelajari, ada kuda hitam yang menunjuk pada kelaparan yang akan terjadi).

Kejadian 42: 2
42:2. Lagi katanya: "Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati."

Tapi bersyukur, Yakub memerintahkan saduara-saudara Yusuf membeli gandum di Mesir.
Yakub adalah gambaran dari Allah Roh Kudus; Abraham Allah Bapa, Ishak Allah Anak.

DUA KALI saudara Yusuf membeli gandun: yang pertama, kembali, masih lapar, lalu kembali lagi, baru lengkap, terjadi pertemuan dua belas orang anak Yakub. Sejak itu semuanya pindahke Mesir.

Membeli dua kali--dobel--artinya Roh Kudus mendorong kita hari-hari ini untuk mencari firman Allah secara DOBEL; secara berkelimpahan.

Seringkali kita berkata: Untuk apa? Mungkin waktu Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, pasti banyak komentar juga: Untuk apa? Tidak efisien kamu, nanti busuk dan lain-lain--karena tidak tahu akan terjadi kelaparan. Kecuali kalau terjadi kelaparan dulu, lalu mau mengumpulkan gandum, baru masuk akal. Ini tidak ada apa-apa, tetapi mengumpulkan gandum lebih dulu sampai seperti pasir di laut.

Mungkin sekarang juga begitu: Untuk apa lama-lama di gereja, firman dua jam, satu jam setengan? Untuk apa? Terlalu banyak. Tidak bisa praktik kalau terlalu banyak. Macam-macam!
Ini tidak tahu kalau kita harus mengumpulkan gandum untuk menghadapi kelaparan yang akan datang.
Orang yang tidak baca firman, tidak tahu; yang baca firman, tahu. Sekarang kita menangis lebih dulu--mengumpulkan gandum--, mereka senang, tetapi satu waktu akan terbalik saat kelaparan datang. Sungguh-sungguh!

Roh Kudus mendorong kita untuk mencari firman Allah secara dobel di akhir zaman.
Bukan berarti tidak boleh sekolah atau kerja, silahkan, kita menggunakan waktu untuk tugas kita di dalam dunia, silahkan yang keras dan sungguh-sungguh, tetapi tetap mengutamakan dan mencari firman Allah lebih dari semua. Harus! Boleh kerja keras, sekolah yang keras, saya doakan, tetapi tetap utamakan firman dan waktu untuk mencari firman Allah secara dobel di akhir zaman.

Di mana kita menemukan firman yang dobel di akhir zaman?
Mazmur 23: 1-2, 5
23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:5. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Di sini ada padang yang berumput hijau, air yang tenang, tetapi juga ada hidangan--makanan yang keras. Inilah firman Allah yang dobel.
Jadi, kita bisa menemukan firman Allah yang dobel di dalam kandang penggembalaan.

'takkan kekurangan aku'= tidak akan mengalami kelapaaran jasmani dan rohani; TUHAN yang menjamin di dalam kandang penggembalaan.

Di dalam kandang penggembalaan kita menemukan makanan rohani yang dobel:

  1. Ayat 2: 'padang yang berumput hijau' dan 'air yang tenang'= firman pengijilan dalam urapan Rho Kudus, untuk membawa orang-orang berdosa percaya Yesus dan diselamatkan.
    Bagi kita yang sudah selamat, mengapa masih ada penginjilan? Seringkali masih diulangi: Ayo percaya Yesus, bertobat, baptisan air. Mengapa? Rumput hijau itu selain sebagai makanan, tetapi juga untuk berbaring--'Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau'--, artinya firman diulang-ulang, supaya kita mantap dalam keselamatan, kebenaran dan ketenangan.

    Ini gunanya penginjilan.
    Kalau berbaring, itu mantap dan menikmati hidup dalam kebenaran--tidak mengomel lagi--, keselamatan dan ketenangan.
    Kalau masih mengomel, misalnya: Di sekolah yang lain menyontek, aku tidak, bagaimana ini?; di kantor yang lain enak-enak korupsi, cuma aku sendiri yang benar. Itu berarti belum mantap; belum menikmati; belum berbaring.
    Kalau sudah mantap, kita tidak mengomel sekalipun yang lain sudah beli mobil, korupsi, tetapi kta masih naik sepeda. Itu namanya sudah mantap dan menikmat kebenaran, keselamatan dan ketenangan di dalam TUHAN.

    "Naik mobil, tahu-tahu bajunya diberi rompi orange (baju tahanan terpidana korupsi). Lebih baik naik sepeda, tenang-tenang. Nanti akan terjadi. Sekarang kita dihina, biar saja, berbaring saja, serahkan pada TUHAN, biar Dia yang menolong kita semua."


  2. Ayat 5: 'hidangan' dan 'mengurapi kepalaku dengan minyak'- hidangan--makanan keras--dan minyak urapan= firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus, untuk menyucikan atau mendewasakan kita sampai sempurna seperti Yesus.

    'takkan kekurangan aku'=> bukan hanya tidak akan kelaparan--kalau ada di kandang TUHAN yang tanggung jawab memberi makan--, tetapi juga sampai sempurna, tidak bercacat cela. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Inilah dua macam makanan yang dibutuhkan di akhir zaman. Untuk menghadapi kelaparan dobel kita harus mencari makanan dobel juga.
Perhatikan kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--! Di sanalah kita mendapatkan makanan dobel. Kita benar-benar makan, sehingga kita tidak mengalami kekurangan/kelaparan, bahkan kita bisa mengalami kesempurnaan--seperti yang diteladankan oleh TUHAN Yesus.

Matius 11: 1
11:1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

Yesus sebagai Gembala Agung memberikan teladan untuk memberitakan firman Allah secara dobel: ada firman penginjilan ('padang yang berumput hijau dan air yang tenang') dan ada firman pengajaran yang keras, yang bisa menyempurnakan ('hidangan').

Jadi gembala-gembala manusia harus meneladan Yesus. Jangan pakai logika sendiri: Kalau menyampaikan pengajaran yang keras, nanti jemaat keluar. Tidak!

"Buktinya, seperti kesaksian tadi: Aku tidak bisa di pengajaran. Tetapi TUHAN tuntun sampai bisa menerima. Itu gunanya penggembalaan, TUHAN yang tuntun entah lewat kesulitan dan sebagainya sampai kita menerima pengajaran."

1 Timotius 5: 17
5:17. Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

Seorang gembala tidak usah minta untuk dihormati dan lain-lain, yang penting tahu tugasnya saja. Gembala tugasnya apa, domba-domba tugasnya apa, itu saja. Yang penting, dalam penggembalaan tidak usah saling menuntut, tetapi lakukan saja tugasnya. Gembala melakukan tugasnya, nanti ada respon dari jemaat--ada tugas jemaat juga yang dilakukan.

'Penatua-penatua yang baik'= gembala-gembala yang baik.
'berkhotbah'= firman penginjilan.
'mengajar'= firman pengajaran.
'berkhotbah dan mengajar'= menyediakan makanan dobel.

Kalau gembala sudah bisa menyediakan makanan dobel bagi sidang jemaat, ia mendapatkan penghormatan DOBEL juga--'patut dihormati dua kali lipat'.
Itu otomatis. Tidak perlu suruh orang menghormati kita gembala. Tugasnya apa? Memberi makan dobel, maka sidang jemaat akan menghormati secara dobel. Terutama bisa menikmati dan mentaati firman penggembalaan, itu merupakan penghormatan pada gembala.

Ini doa kita yaitu yang satu bisa menyiapkan dan yang lain bisa menikmati.

Kalau sidang jemaat bisa menghormati-- menikmati dan mentaati firman yang dobel (bisa makan dan praktik firman)--, sidang jemaat dapat juga.
Kalau tadi, gembala menyediakan makanan dobel, ia akan dihormati. Kalau jemaat menghormati--menikmati dan mentaati--firman penggembalaan, akan dapat juga.

Ibrani 13: 17
13:17. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Kalau jemaat menghormati gembala dalam arti menikmati dan mentaati firman, itu lebih dari sekedar ucapan: Selamat pagi, mari. Boleh saja, silahkan, tetapi lebih dari itu, mungkin kita tidak sempat ketemu, tidak sempat salaman, tetapi bisa menikmati dan mentaati, itu lebih dari bersalaman; seperti berpelukan, tidak bisa dipisah.

"Saya pengalaman waktu dulu digembalakan oleh Pdt In Juwono. Selama tiga tahun saya hanya bersalaman dua kali. Yang pertama jam empat pagi, saat saya membantu di Johor untuk menulis nama pembicara di BTFI I. Satu kali lagi, saya lupa. Tetapi begitu beliau meninggal, saya merasa kehilangan. Itu namanya menghormati, yaitu menikmati dan taat. Itu lebih dari hanya berssalaman; hubungannya benar-benar erat."

Kalau jemaat sudah menghormati gembala dalam arti menikmati dan mempraktikkan firman penggembalaan yang dobel, sidang jemaat juga akan menerima dua hal yang DOBEL:

  1. Ayat 17: 'berjaga-jaga atas jiwamu'= gembala menaikkan doa sebagai tudung bagi sidang jemaat. Ini adalah tudung perlindungan dan keselamatan dari doa penyahutan seorang gembala di dunia.
    Ditambah lagi tudung perlindungan dan keselamatan dai Yesus Gembala Agung.

    Ini dobel. Dari gembala menaikkan doa penyahutan: TUHAN, tolong sidang jemaat. Sidang jemaat dilindungi dari dosa, celaka marabahaya; ada tudung keselamatan. Dan Gembala Agung yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa juga berdoa di sorga untuk kita. Tudung perlindungan dan keselamatannya DOBEL!


  2. Mazmur 23: 1
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

    'takkan kekurangan aku'=> DOBEL juga, yaitu


    1. Pemeliharaan secara jasmani. Kita dipelihara dengan berlimpah-limpah--sampai mengucap syukur pada TUHAN.
      Kelimpahan itu bukan berapa juta, tetapi sampai mengucap syukur kepada TUHAN. Tidak pernah mengomel; menerima berkat, lalu mengucap syukur. Berapapun berkat yang diterima, tetap mengucap syukur, itulah berkelimpahan.

      Mungkin dipandang manusia jumlahnya sedikit, tetapi kalau mengucap syukur, itu berkelimpahan. TUHAN yang memelihara.
      Dari pada gajinya banyak sekali, tetapi masih demo--masih merasa kurang. Itu berarti belum berkelimpahan.

      "Saya sudah bersaksi waktu awal-awal diterjunkan menjadi hamba TUHAN, dari kolekte untuk ongkos saja tidak cukup. Tetapi kok bisa, saya tidak minta, tidak hutang--karena saya hamba TUHAN sepenuh. TUHAN tolong saya. Itu namanya 'takkan kekurangan aku'. Memang, kalau di dompet, jangankan untuk naik bis, masuk peronnya saja masih menghitung, ada atau tidak. Tetapi ayat ini berlaku: 'takkan kekurangan aku.'"


    2. Pemeliharaan scrcara rohani yaitu sampai kita sempurna seperti Yesus.

Jadi, dobel semua:

  • Tudungnya dobel.
  • Pemeliharaannya juga dobel.

Ini firman yang dobel. Mari kita cari firman yang dobel di akhir zaman untuk menghadapi kelaparan dobel! TUHAN sudah memberikan tudung dan pemeliharaan secara dobel. Betul-betul luar biasa!

Siapa yang harus tergembala?


  1. Semua jabatan pelayanan harus tergembala, mulai dari seorang gembala, guru, rasul, nabi, penginjil, pemain musik dan lain-lain, sampai domba-domba. Harus tergembala, supaya tidak jatuh dalam kelaparan! Kalau lapar, akan rebah, tidak kuat lagi. Semua harus tergembala.

    "Banyak penginjil hebat yang tidak tergembala. Sudah hebat lalu hilang karena lapar dan diterkam binatang buas. Kalau sudah lapar--tidak puas--, akan diterkam binatang buas. Tidak bisa! Harus tergembala, termasuk gembala!"


  2. Yang kedua: yang harus tergembala adalah orang Israel dan bangsa kafir.
    Matius 15: 24-26
    15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
    15:25. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "TUHAN, tolonglah aku."
    15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan
    melemparkannya kepada anjing."

    Ini cerita tentang perempuan Kanaan--bangsa kafir. Anaknya dirasuk setan dan ia datang pada TUHAN minta disembuhkan, tetapi Yesus menjawab: 'Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel'.
    Domba-domba itu hanya Israel sedangkan kita bangsa kafir adalah anjing--'melemparkannya kepada anjing'.
    Akhirnya anak ibu ini disembuhkan.

    Jadi, siapa yang harus digembalakan? Semua jabatan pelayanan, dan yang kedua: orang Israel dan bangsa kafir.
    TUHAN mencari Israel, domba yang hilang untuk ditemukan, dan di saat itu ada kesempatan bagi bangsa kafir, untuk digembalakan--diangkat menjadi domba.

    Karena sebagian Israel menolak Yesus; tidak mau jadi dombanya TUHAN--keras hati--, terbuka kesempatan bagi bangsa kafir, sehingga menjadi Israel rohani yang terdiri dari bangsa Israel asli dan bangsa kafir.



    Jika Israel dan kafir tergembala, dua-duanya menjadi domba yang tergembala--bangsa kafir bukan anjing lagi tetapi domba; Israel adalah domba terhilang yang sudah ditemukan dan digembalakan--, maka Israel dan kafir masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempruna; mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Mari sungguh-sungguh!

Jangan pernah meragukan kekuatan firman yang dobel--friamn penggembalaan--, yang sanggup menyatukan! Hanya ada di penggembalaan, yaitu firman penginjilan dan pengajaran! Kalau bukan gembala, tidak bisa.
Kalau Israel dan kafir yang sekarang terus berperang, bisa jadi satu, apalagi suami isteri, pasti bisa jadi satu. Yakin! Suami isteri jadi satu, anak orang tua juga jadi satu. Yang penting dibawa pada penggembalaan. Menghadapi suami atau isteri yang bagaimanapun, bawa ke penggembalaan!

Kalau mau dikerjakan oleh firman penggembalaan yang dobel, kita akan mencapai kesatuan. Kita disatukan dan dibahagiakan mulai dari nikah, menyatu dalam penggembalaan--lebih bahagia--, antar penggembalaan--lebih bahagia lagi--, sampai tubuh Kristus yang sempurna, yang siap menyambut kedatangan TUHAN kedua kali di awan-awan--menyatu dan berbahagia.

Ini kekuatan firman yang DOBEL:

  • Tadi, memberikan perlindungan dan pemeliharaan secara dobel.
  • Sekarang, membuat kita menyatu dan berbahagia sampai tubuh Kristus yang sempurna; kebahagiaan di perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai. Ini adalah puncak kebahagiaan, sampai masuk Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir.

Sebaliknya, posisi orang yang tidak tergebmala:

  1. Kalau Israel tidak tergembala, ia seperti domba yang terhilang. Bagaimana nasibnya?
    Biar dia rasul, nabi, guru, penginjil, penyanyi, lihat saja penyanyi, sudah hebat, tiba-tiba hilang kena narkoba.

    Kalau tidak tergembala, belajar dari Israel: seperti domba yang terhilang.
    Kita ingat pada anak terhilang. Kalau tidak digembalakan, akan terhilang dari ladang bapa dan berada di lanang babi.


  2. Kalau belajar dari bangsa kafir--tadi masih sama seperti anjing, bukan domba yang tergembala--, kalua tidak tergembala, akibatnya:


    • Sangat menderita dalam nikah dan buah nikahnya--perempuan tadi datang sendirian, suaminya tidak tahu di mana ditambah anaknya kerasukan setan, tidak bisa disembuhkan.
      Di luar penggembalaan, mau hebat bagaimana? Bangsa Israel hebat, tetapi terhilang--seperti anak bungsu--; bangsa kafir mau hebat bagaimana, hanya seperti perempuan Kanaan yang nikah dan buah nikahnya berada dalam penderitaan yang berat.

      Tidak ada tempat yang lebih bahagia dari pada nikah yang diberkati TUHAN dan berkenan pada TUHAN. Tetapi tidak ada tempat yang lebih menderita dari pada nikah yang gagal; sangat menderita. Kalau berhasil, serasa di sorga; yang gagal di neraka.

      Kita berjuang dan berdoa hari-hari ini. Kita mohon kekuatan dari TUHAN, kita digembalakan terus. Yang sudah mengalami kegagalan nikah, mari masuk penggembalaan dan serahkan pada TUHAN, biar Dia yang menuntun, jangan sesuai keinginan sendiri, tetapi TUHAN, supaya mencapai perjamuan kawin Anak Domba.


    • Yang kedua: kalau tidak tergembala, bangsa kafir hanya senilai anjing dan babi, sampai terhilang untuk selamanya; binasa selamanya.
      Anjing= buas lidahnya.
      Babi= buas nafsunya.

Penggembalaan itu penting! Ada perlindungan dobel dari doa penyahutan gembala di dunia dan doa syafaat TUHAN Yesus, ada pemeliharaan dobel--jasmani dan rohani--dari TUHAN sampai 'takkan kekurangan aku,' ada kesatuan dan kebahagiaan. Kurang apa lagi? Tinggal makan. Tidak usah cari-cari. Domba kalau ada di kandang, tinggal tunggu gembalanya.
Tenang saja! Mari, tinggal merendahkan diri--digembalakan oleh TUHAN.

Kalau tidak mau digembalakan, penderitaan tanpa firman penggembalaan adalah penderitaan maut, bukan hanya menderita di udnia, tetapi sampai binasa sslaamnya.

Kegunaan dari firman penggembalaan yang dobel--seperti dua kali pemecahan roti: lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang, kemudian tujuh roti dan beberapa ikan untuk empat ribu orang--:

  1. Kegunaan pertama firman penggembalaan yang dobel: untuk menghadapi KELAPARAN DOBEL di akhir zaman, baik jasmani maupun rohani, yang memuncak pada zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Memang dipersulit oleh antikris supaya manusia menyembah antikris.
    Itu taktiknya antikris.

    Setan ini menipu hamba TUHAN/anak TUHAN secara DBOEL juga. Kalau tidak tergembala dobel, nanti ditipu dobel oleh setan.
    Amos 8: 11-14
    8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
    8:12. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
    8:13. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
    8:14. mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

    Ayat 13= kaum muda ini gambaran dari kekuatan yang hebat, tetapi rebah kalau tidak ada firman. Harus ada firman!

    Setan menipu hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN secara dobel:


    • Sekarang, setan menipu hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN, supaya mengembara untuk mencari uang.
      Bukan tidak boleh kerja, tetapi ini mencari ualng sampai lupa makan firman; lupa atau terhalang untuk mengumpulkan gandum--makan firman penggembalaan. Ini yang tidak boleh!
      Silahkan kerja, tetapi jangan sampai lupa atau terhambat untuk makan firman penggembalaan. Jangan!

      Kalau sampai lupa atua terhambat makan firman penggembalaan, akibatnya: masuk kelaparan rohani: tidak puas, bersungut-sungut, mengomel dan mencari kepuasan semu di dunia sampai jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa yang membinasakan. Berapa banyak sekarang ini yang terjadi. Mohon maaf, kita melayani berkhotbah, main musik, pulang ibadah tidak tahu ke mana, mencari kepuasan di mana. Jangan-jangan di gedung bioskop, diskotik. Karena tidak ada firman; bukan mencari firman.

      Ini juga. Setan mau seperti ini. Kita bekerja dan lain-lain, bagus, tetapi sampai tidak makan firman. Mulai lapar: tidak puas, bersungut, mengomel, menyalahkan orang dan TUHAN, dan mencari kepuasan semu di dunai sampai jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa.

      Itu tipuan setan yang pertama di saat sekarang: Ayo, kalau firman, gampang itu, tetapi pekerjaan ini tidak bisa, kapan lagi kamu? Tenang. Ayo sana...sini.... Akhirnya sudah terlambat, sudah lapar.
      Sesudah itu ditipu lagi.


    • Tipuan setan yang kedua: manusia mengembara lagi untuk mencari firman, tetapi tidak mendapatkannya. Sekarang agak rohani, disuruh cari firman, tetapi tidak mendapatkannya.
      Setan menipu hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN yang sudah lapar untuk mengembara lagi.

      Tadi dalam keadaan kuat, disuruh mengembara, tetapi lama-lama tidak kuat, dan jatuh.
      Sekarang, bayangkan, dalam keadaan lapar disuruh mengembara lagi ke mana-mana. Akibatnya: rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi.


    Ini tipuan setan! Sekarang banyak kelimpahan firman, ditipu untuk tidak mencari firman. Saat tidak ada firman, disuruh cari firman. sudah lapar, tidak ada firman, disuruh mengembara lagi, sampai benar-benar rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi--binasa untuk selamanya.

    Jadi, setan itu menipu supaya kita tidak tergembala, tetapi mengembara sampai jatuh dan tidak bangkit-bangkit lagi--binasa. Tidak ada kemampuan untuk bangkit dan bertobat lagi!

    Kaum muda, sungguh-sungguh hari -hari in! Apa yang salah jangan diteruskan! Mungkin kebiasaan mengantuk atau ngobrol saat mendengar firman, jangan! Itu akan berdampak negatif, nanti baru menangis tetapi sudah tidak ada lagi! Gunakan waktu sungguh-sungguh, mungkin satu jam atau satu jam lebih!

    "Di pesawat saja bisa mematikan HP tiga jam. Masak di gereja hanya satu-dua jam tidak mampu? Matikan: Sekarang untuk TUHAN, untuk mendengarkan firman TUHAN."

    Jadi firman penggembalaan yang dobel adalah uluran tangan anugerah TUHAN yang besar untuk memelihara kita sampai 'takkan kekurangan aku'--secara jasmani: berkelimpahan, sampai mengucap syukur, dan secara rohani: sampai sempurna. Ini yang harus kita kejar!

    Sekarng, jangan sampai mencari yagn lain lalu tinggalkan firman. Nanti semua itu akan sia-sia, tidak terpakai, rebah dan binasa; mau cari firman, sudah tidak ada lagi.
    Sekarang, mari kumpulkan firman! Pasti ada jaminan yang dobel: ada perlindungan dobel, kebahagiaan; ada semuanya dalam penggembalaan.


  2. Matius 14: 24, 29-31
    14:24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan
    mulai tenggelam lalu berteriak: "TUHAN, tolonglah aku!"
    14:31. Segera
    Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

    Cerita ini ada di antara dua pemecahan roti; antara Matius 14 sampai Matius 15, ada dua kali pemecahan roti, di antaranya ada cerita-cerita. Ini kegunaan firman yang dobel.
    Tadi, lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang (Matius 14) dan pemechan tujuh roti (Matius 15). Di antara ini ada kisah-kisah, di situlah kegunaan firman yang dobel, salah satunya yang kita baca saat ini.

    Tadi, ada firman yang dobel, supaya kita mengalami pemeliharaan dan kebahagiaan dari TUHAN.

    Kegunaan kedua firman penggembalaan yang dobel: untuk menghadapi angin dan gelombang di lautan dunia.

    'diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal'= di ayat yang lain dituliskan: 'sekonyong-konyong.' Tidak bisa diprediksi. Baru bilang: Enak sekarang, tiba-tiba: Kok sulit lagi? Ini berarti gelombang datang. Memang begitu, kita tidak bisa menggunakan kehebatan dan pengalaman.

    "Tadi pujian koor kaum muda, saya senang: Kalau susah, aku menyembah-Mu, kalau ini itu, aku menyembah-Mu. Itu rumusnya. Mau apa saja katakan: Aku menyembah-Mu."

    Menghadapi badai lautan, mau apa lagi? Tidak ada, tinggal: Aku menyembah-Mu--mengulurkan tangan pada TUHAN.
    Tadi, kita makan firman, TUHAN mengulurkan tangan untuk memelihara ktia. Sekarang, menghadapi angin dan gelombang.

    Angin dan gelombang ini serangan DOBEL juga di lautan dunia. Sebab itu perlu firman yang dobel juga. Tadi, untuk pemeliharaan dobel: jasmani dan rohani dipelihara. Ada firman penggembalaan, kita ulurkan tangan dan TUHAN ulukran tangan; jasmani dan rohani kita terpelihara.
    Sekarang menghadapi serangan dobel di lautan dunia, yaitu angin dan badai:


    • Angin= ajaran palsu: gosip-gosip; roh dusta.
    • Gelombang= masalah-masalah di segala bidang, termasuk dosa-dosa sampai puncaknya dosa.


    Ini serangan dobel yang menghantam baik pribadi kita maupun nikah kita.

    Jadi, angin dan gelombang ini ditiupkan setan dengan kuasa maut di dalamnya, untuk menenggelamkan hidup jasmani kita--supaya kita gagal total--dan hidup rohani kita--rohani merosot, berbuat dosa dan lain-lain--, sampai tenggelam di lautan api dan belerang--binasa selamanya.

    Apa yang kita butuhkan? Saat menghadapi angin dan gelombang, kita hanya mengulurkan tangan pada TUHAN. Petrus sudah tenggelam. Orang tenggelam otomatis mengulurkan tangan.

    Biarlah firman ini mendorong kita untuk menyembah TUHAN; kita mengulurkan tangan kepada TUHAN apapun yang kita hadapi--menyeru nama Yesus--, dan Dia akan mengulurkan tangan yang dobel untuk mengangkat kita dari segala ketenggelaman:


    • Secara jasmani: yang gagal menjadi berhasil dan indah.
    • Secara rohani: yang sudah jatuh dipulihkan lagi, sampai sempurna seperti Dia--daingkat sampai di awan-awan.


    Ada kuasa pemeliharaan dan ada kuasa pengangkatan dari ketenggelaman/kemerosotan. TUHAN tolong.


  3. Matius 14: 35-36
    14:35. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.
    14:36. Mereka memohon supaya diperkenankan
    menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

    Firman penggembalaan itu bagaikan jumbai jubah TUHAN.

    Kegunaan ketiga firman penggembalaan yang dobel: untuk menghadapi penyakit yang DOBEL: baik jasmani maupun rohani. Tadi menghadapi kelaparan jasmani dan rohani, angin dan gelombang, sekarang menghadapi penyakit jasmani dan rohani.

    Mari kita mengulurkan tangan pada TUHAN; menjamah ujung jubah-Nya. Kita menikmati firman penggembalaan dan taat dengar-dengaran. Itu saja. Itu sama dengan menyembah TUHAN.

    Kalau melawan firman penggembalaan kita akan bersungut dan mengeluh. Tetapi kalau kita menikkmati dan taat dengar-dengaran, kita bisa menyembah TUHAN apapun yang dihadapi:


    • Menghadapi kekurangan yang dobel, kita mengangkat tangan dan Dia akan memberikan pemeliharaan yang dobel.
    • Menghadapi angin dan gelombang--serangan dobel di lautan dunia--yang mau menenggelamkan kita, kita menikmati dan taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan. Itu sama dengan mengulurkan tangan pada TUHAN--menyembah TUHAN. Itu saja yang bisa kita lakukan.


    • Menghadapi penyakit yang dobel: jasmani dan rohani, masih ada jalan. Tinggal mengulurkan tangan--menikmati dan mempraktikkan firman penggembalaan. Itu sama dengan menjamah ujung jubah TUHAN--mengulurkan tangan dan menyeru nama TUHAN--, dan Dia akan menyembuhkan.

      Mujizat akan terjadi secara DOBEL juga:


      1. Secara jasmani: masalah selesai, penyakit disembuhkan baik sakit tubuh, ekonomi, di sekolah dan sebagainya. Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN.

        "Ada anak yang minta doa khusus pada saya saat dia masih SMA. Dia datang dan menangis: 'Om, nilai saya merosot, tidak bisa lagi.': 'Sungguh-sungguh datang pada TUHAN ya.' Saya doakan. Puji TUHAN, ia bisa ranking di SMA dan sekarang sudah menjadi dokter."

        Bisa, tidak ada yang mustahil.

        "Lagu pujian kaum muda sungguh menyentuh saya: Apa saja, aku menyembah-Mu."

        Apapun yang kita hadapi, kita hanya menyembah TUHAN. Kita sabar saja. Yang penting setia dan percaya, jangan kecewa, putus asa dan menyerah! Itu saja. Doa pada TUHAN, pasti Dia tolong!


      2. Secara rohani: kita mengalami penyucian dan pembaharuan dari TUHAN, yaitu jujur di hadapan TUHAN.
        Dalam surat Efesus, manusia baru itu tidak ada dusta--jujur.

        Kita jujur mengakui segala keadaan kita dan jujur dalam segala hal. Itu saja. Kejujuran ini yang penting.
        Rumah doa itu kejujuran. Kita jujur mengaku segala keadaan dan dosa kita. Lalu jujur dalam segala hal; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak.


      Ini pembaharuan, kita mengangkat tangan, terjadi penyucian dan mujizat-mujizat. Langkah-langkah kita adalah langkah-langkah mujizat, sampai langkah terakhir kita menjadi sempurna seperti Yesus saat Dia datang kembali kedua kali, untuk layak menyambut kedatagnan-Nya yang kedua kali di awan-awan yang permai.

Inilah, memang kita harus menghadapi kelaparan dobel. Tetapi tidak usah takut!
Yang penting sekarang ini, di mana kita mendapatkan makanan yang dobel? Di kandang penggembalaan. Lakukan! Nikmati dan praktikkan! Itu saja. Itu sama dengan hanya menyembah TUHAN; mengangkat tangan pada TUHAN.

Jangan putus asa dan kecewa kalau masih dalam keadaan berkekurangan, tetapi terus nikmati dan praktikkan firman. itu sama dengan mengulurkan tangan; menyembah TUHAN:

  • Tangan yang dobel juga satu waktu akan memelihara kita.
  • Dihantam gelombang, yang tenggelam akan diangkat.
  • Yang terakhir, menghadapi penyakit apapun, akan ditolong TUHAN.

Jangan pikirkan yang tidak bisa dipikirkan! TUHAN tolong kita semua.
Yang belum ditolong, tinggal tunggu waktu TUHAN, jangan berputus asa! Yang sudah ditolong, sudah berhasil, jangan sombong tetapi mengucap syukur: Pegang saya, TUHAN!

Kaum muda, jangan menyerah pada keadaan, apalagi pada dosa! Di mana keadaan kita? Dalam kekurangan jasmani dan rohani? Di tengah badai gelombang? Menghadapi penyakit jasmani, rumah tangga dan lain-lain? Kita tidak mampu. Serahkan pada TUHAN!
Kaum muda, menghadapi penyakit masa depan, sudah tidak bisa lagi, serahkan pada TUHAN!

Tinggal tunggu waktu TUHAN. Tugas kita hanya menyembah. Seperti orang tenggelam, tidak mungkin dibiarkan, tetapi tepat waktunya untuk ditolong.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top