English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Kamis Sore, 26 Agustus 2010)
Tayang: 24 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Sabtu Pagi, 09 Mei 2015 (Paskah Persekutuan))
Tayang: 28 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 20 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 29 Juli 2008)
Tayang: 31 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Malam, 23 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Malam, 25 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam III-Rabu Sore, 07 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu Paskah Surabaya, 20 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam II-Senin Sore, 05 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam IV-Minggu Sore, 11 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 24 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Paskah Persekutuan-Senin Sore, 15 April 2013)
Tayang: 05 Mei 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 29 Mei 2014 (Kenaikan Tuhan))
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam I-Minggu Sore, 04 November 2012)
Tayang: 28 Desember 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Rabu Sore, 16 November 2011
Tempat: Imperial Inn, Ambon
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 09 Desember 2011

Tema kita di dalam injil Yohanes 10: 10b, Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Atau Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dalam segala kelimpahan.

Kita sudah mendengar dunia ini bagaikan padang gurun yang disebabkan oleh setan yang datang seperti pencuri dan perampok untuk merusak dunia ini menjadi seperti padang gurun sehingga tidak ada kehidupan secara jasmani terlebih kehidupan secara rohani. Itu sebabnya YESUS harus datang ke dunia untuk memberikan hidup dalam kelimpahan sampai hidup kekal selama-lamanya.

'Aku' ini menunjuk pada penampilan dari Pribadi TUHAN YESUS. Tadi malam sudah dibahas penampilan dari Pribadi YESUS dalam Firman pengajaran yang benar. Di mana ada Firman pengajaran yang benar, maka di situ YESUS datang melakukan mujizat-mujizat.

Tadi pagi, kita mendengar di dalam injil Yohanes 10 ada tiga kali penampilan dari Pribadi YESUS untuk memberikan hidup dalam segala kelimpahan yaitu:
  1. Yohanes 10: 9, 'Akulah Pintu' --> YESUS sebagai Pintu. Kalau Pintu tertutup, maka kita tidak dapat mencapai hidup. Itu sebabnya Pintu harus dibuka.
  2. Yohanes 10: 11, 'Akulah Gembala Yang Baik'.
  3. Yohanes 10: 36, 'Akulah Anak ALLAH'.
Inilah tiga kali penampilan dari Pribadi YESUS di dalam injil Yohanes 10, untuk memberikan hidup dalam segala kelimpahan.

Malam ini kita masih tetap melanjutkan Firman TUHAN tentang --> Yohanes 10: 9, 10, 'Akulah Pintu'
9. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Jadi YESUS adalah Pintu masuk atau jalan untuk mendapatkan hidup dalam segala kelimpahan. Tadi pagi, kita juga sudah membaca di dalam injil
Yohanes 14: 6, Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Jadi, YESUS adalah Pintu masuk atau satu-satunya jalan untuk masuk ke dalam kerajaan surga atau jalan menuju Bapa.

Ayat di atas ini sama dengan Yohanes 10: 9,10, yaitu untuk mendapatkan hidup dalam kelimpahan dan salah satu hidup dalam kelimpahan adalah hidup dalam kerajaan surga.

Sekarang kita akan belajar tentang kerajaan surga --> ada dua orang yang sudah melihat kerajaan surga yaitu di dalam ktb perj.lama di gunung Sinai itulah Musa yang melihat kerajaan surga dan ktb perj.baru di p.Patmos itulah rsl Yohanes juga melihat kerajaan surga (ktb Wahyu). Jika diterangkan, tidaklah mungkin kita bahas dihari-hari ini, sebab tema kita tidak sampai ke situ, tetapi apa yang dilihat oleh Musa dan juga yang dilihat oleh rsl Yohanes itu sama.

Musa di gunung Sinai, selain ia mendapatkan dua loh batu, Musa juga menerima perintah TUHAN untuk membuat miniatur kerajaan surga di bumi itulah tabernakel/kemah suci. Inilah kebaikan TUHAN dan kita memiliki TUHAN Yang tidak abstrak. Orang lain menyembah TUHAN tetapi tidak mengetahui di mana TUHAN itu, tetapi kita tidak abstrak/jelas sebab TUHAN datang di dalam Pribadi YESUS.

Kita mempunyai kerajaan surga, sedangkan semua orang bertanya-tanya, yang mana kerajaan surga itu? Kita tidak abstrak, kalau kita membaca di dalam ktb Wahyu dan juga di dalam ktb Keluaran mulai pasal 25, tentang tabernakel, maka itulah kerajaan surga.

Miniatur kerajaan surga itulah tabernakel, sudah dinyatakan oleh TUHAN, dulu lewat Musa. Jadi, mempelajari tentang kerajaan surga = mempelajari tabernakel.
Malam ini, kita pelajari tentang pintunya saja.

Di dalam kerajaan surga/tabernakel ada tiga macam pintu yaitu:
  1. Pintu gerbang, pintu gerbang kebenaran = pintu gerbang keselamatan. Pintu gerbang ini merupakan pintu untuk masuk ke halaman --> Keluaran 27: 16,
    tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya -- tenunan yang berwarna-warna -- dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu.

  2. Pintu kemah, menuju ke ruangan suci --> Keluaran 26: 36, Juga haruslah kaubuat tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna.

  3. Pintu tirai/tabir, untuk masuk ke ruangan maha suci di mana ada tabut perjanjian/kesempurnaan.
Saya masih mau melanjutkan khususnya tentang pintu tirai --> Keluaran 26: 31-33
31. Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun.
32. Haruslah engkau menggantungkannya pada empat tiang dari kayu penaga, yang disalut dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, berdasarkan empat alas perak.
33. Haruslah tabir itu kaugantungkan pada kaitan penyambung tenda itu dan haruslah kaubawa tabut hukum ke sana, ke belakang tabir itu, sehingga tabir itu menjadi pemisah bagimu antara tempat kudus dan tempat maha kudus.

Ay 31 --> di sinilah bedanya antara pintu gerbang/pintu kemah dengan pintu tirai sebab pintu tirai memiliki kerub buatan ahli tenun.

Tadi pagi kita sudah mendengar di dalam ktb Kejadian, sebenarnya pintu itu sudah tertutup --> Kejadian 3: 24, Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Jadi, sejak Adam dan Hawa berbuat dosa yaitu tidak taat --> TUHAN melarang mereka agar jangan makan buah pengetahuan baik dan jahat, tetapi mereka memakannya. Sehingga mereka diusir dari firdaus dan kemudian pintu firdaus/pintu surga ditutup serta dijaga oleh kerub dengan pedang penghukuman yang bernyala-nyala/yang menyambar-nyambar.

Jika manusia berdosa lewat, maka ia akan terkena pedang penghukuman sehingga mati binasa tetapi pintu tetap tidak terbuka. Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, maka semua manusia sudah berbuat dosa = kehilangan kemuliaan ALLAH = telanjang, berarti tidak ada seorang manusia-pun yang mampu membuka pintu firdaus. Pintu tertutup oleh karena dosa. Itu sebabnya ada tema 'Aku datang' itulah YESUS Yang datang sebagai Satu-satunya Manusia Yang tidak berdosa, tetapi Ia harus mati di kayu salib = YESUS terkena pedang penghukuman TUHAN, maka pintu firdaus terbuka karena Yang lewat adalah Manusia Yang tidak berdosa. Pintu gerbang terbuka, pintu kemah terbuka dan pintu tirai juga terbuka.

Malam hari ini kita fokuskan pada pintu tirai dan biarlah Roh Kudus sebagai Guru Besar kita memberikan pengertian tentang ajaran-ajaran ini, sebab saya tidak memiliki kemampuan untuk menerangkan --> Matius 27: 50, 51a,
50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
51. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah

Begitu YESUS mati = menyerahkan Nyawa-Nya, Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah
Terbelah dua = pintu tirai terbuka.

Luar biasa, saat YESUS taat sampai mati di kayu salib, maka tabir bait suci terbelah dua/terbuka = pintu tirai terbuka. Waktu itu secara jasmani, pintu tirai betul-betul terbelah dua.

Pintu tirai ini memiliki kerub, tetapi terbelah dua, maka itu bukti bahwa YESUS sudah melewati kerub-kerub/penjaga yang memegang pedang yang menyambar-nyambar untuk membuka pintu firdaus.

Jika pintu tirai terobek, maka pasti pintu kemah dan juga pintu gerbang juga sudah terbuka. Yang paling akhir dibuka, maka yang dua lainnya juga sudah terbuka. Saya berbahagia membaca ini sebab begitu besar Firman TUHAN; sekali lagi Firman TUHAN ini harus dijelaskan dengan Firman TUHAN --> ayat menerangkan ayat. Firman TUHAN jangan dijelaskan dengan buku-buku yang lain tetapi dengan Firman TUHAN sebab semuanya sudah tersedia. Semoga kita dapat mengerti.

Jika pintu tirai sudah terbuka, maka akan ada jalan yang baru/jalan hidup --> Ibrani 10: 19, 20,
19. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
20. karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Ay 20 --> awalnya semuanya binasa sebab pintu surga sudah tertutup. Tetapi begitu YESUS melewati kerub dengan pedang penghukuman, maka YESUS terkena pedang penghukuman itu, maka pintu terbuka bagi kita = ada jalan baru/jalan yang hidup bagi kita melalui tabir yaitu Diri-Nya Sendiri. YESUS sudah mengalami perobekan daging/tabir terobek = YESUS taat sampai mati di kayu salib.

Jadi, karena pintu tirai/tabir sudah terbuka, maka terbuka jalan baru dan hidup untuk mendapatkan hidup dalam kelimpahan sampai hidup kekal selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Sejak tirai terobek, maka ada tiga macam jalan baru dan hidup yang dibuka oleh ketaatan YESUS sampai Ia mati di kayu salib yaitu:
  1. Keluaran 14: 16, 21, 22
    16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
    22. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

    Bangsa Israel berjalan di tengah laut Terberau di tanah yang kering yang pada saat itu bangsa Israel menghadapi jalan yang buntu = jalan kematian = maut. Jika memakai jalan yang lama = jalan pikiran dan kepandaian dari manusia; seperti tadi malam diterangkan tentang Petrus yang memakai kepandaian dan pengalaman, tetapi ia gagal dan tidak mendapatkan apa-apa/nol. Itu sebabnya harus memakai Firman.

    Kita jangan sombong sekali-pun kita memiliki ijazah yang tinggi dan juga mendapatkan gaji yang besar, sebab satu waktu saudara akan diperhadapkan seperti bangsa Israel yang mengalami jalan buntu = kematian/maut yang tidak dapat ditanggulangi dengan ijazah, dengan gaji yang besar, deposito yang banyak dan juga dengan sidang jemaat yang berjumlah ribuan orang. Itu sebabnya diperlukan jalan yang baru, dan jalan hidup dari TUHAN.

    Apa yang dilakukan? Musa mengangkat tongkat. Seandainya saya menghadapi kepanikan kemudian diperintahkan untuk mengangkat tongkat, belum tentu saya mau. Bagaimana mungkin menghadapi bangsa Israel yang berjumlah jutaan orang itu? Sebab waktu mereka meninggalkan Mesir, kaum laki-laki yang berusia duapuluh tahun berjumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang, belum lagi kaum wanita beserta anak-anak dan mereka berteriak-teriak kepada Musa, dan TUHAN perintahkan kepada Musa untuk mengangkat tongkat. Bagi kita, belum tentu kita mau melakukan itu; inilah ujian ketaatan.

    Mana mungkin hanya mengangkat tongkat? Ini seperti ibadah kemarin, Petrus diperintahkan oleh TUHAN untuk menebarkan jala, mana mungkin? Inilah seringkali Firman ini mau dijadikan pengetahuan/logika, tentu tidak akan bisa, sebab Firman TUHAN itu adalah pembukaan rahasia yang diterima dengan iman.

    21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu
    TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    Sedangkan tongkat/kayu sebagai sandaran itu menunjuk pada salib Kristus.
    Angin timur itu menunjuk pada Roh. Kudus. Jadi begitu YESUS mati disalib, Ia mati, bangkit, naik ke surga untuk mencurahkan Roh Kudus; kalau YESUS tidak mati, maka tidak akan ada Roh Kudus.

    Kalau dulu, mengangkat tongkat dan segera angin datang --> ini jangan dipelajari secara ilmu pengetahuan dan mengambil kesimpulan bahwa itu adalah fenomena alam --> bukan!!! Tetapi itu merupakan mujizat dari TUHAN. Itu sebabnya saya tidak mau membaca buku-buku yang mengatakan bahwa itu merupakan fenomena alan, sehingga iman akan gugur = semua hanya pengetahuan sehingga tidak ada iman lagi. Kita harus membaca alkitab saja sehingga timbul iman/percaya bahwa ini dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Dulu mengangkat tongkat, sekarang berarti --> Yohanes 16: 7, Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'Aku pergi' = YESUS mati di kayu salib, bangkit, naik ke surga kemudian Ia mencurahkan Roh Kudus kepada kita semua. Inilah Roh. Kudus yang membuat jalan baru dan jalan yang hidup bagi kita semua. Dulu, angin timur membuat laut terbelah menjadi tanah kering sehingga bangsa Israel berjalan di tanah kering = jalan yang baru. ini merupakan mujizat yang luar biasa dan belum pernah terjadi.

    Untuk sekarang apa yang dimaksud dengan jalan baru dan jalan hidup itu? Jadi, jalan baru dan jalan hidup adalah:
    • perjalanan sesudah baptisan air. Jadi, Israel masuk ke laut Kolsom (1Kor 10), menunjuk pada baptisan air. Perjalanan sesudah baptisan air adalah hidup baru yaitu hidup di dalam kebenaran = hidup di dalam urapan Roh Kudus, ini juga merupakan mujizat. Sebab sekarang ini, untuk dapat hidup benar sangatlah sulit --> kalau kami pulang dari Surabaya ke Malang dan sudah malam, kadang-kadang jam sebelas malam. Saya katakan kepada yang membawa mobil untuk berhenti jika ada lampu merah; kemudian kita melihat ada berapa kendaraan yang berhenti? Ternyata tidak ada yang berhenti, inilah sulit sekali untuk hidup benar, sesulit membelah laut menjadi tanah yang kering.

      Kita terheran-heran membaca laut menjadi tanah yang kering = kalau saudara dan saya hidup benar, maka orang lain akan terheran-heran. Jadi perjalanan sesudah baptisan air, kita hidup benar, hidup baru oleh urapan Roh Kudus; kalau tidak ada Roh Kudus, maka daging ini tidak akan mau menjadi benar. Itu sebabnya secara rohani, kita harus sungguh- sungguh hidup benar dengan berpegang pada pengajaran yang benar yang mungkin kita dianggap sebagai orang yang aneh.

      Seperti Nuh ketika ia membuat bahtera, sudah pasti Nuh akan diolok-olok dan sekarang bagi yang berpegang pada pengajaran yang benar di anggap, kuno, kebenaran diri sendiri, jangan-jangan juga dianggap gila. Kalau kita hidup benar dan berpegang pada pengajaran yang benar, maka ini merupakan mujizat dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

      Kalau kita hidup benar, ajarannya benar, maka orang benar akan selamat dari maut; kekayaan tidak dapat menyelamatkan dan dia tidak pernah kelaparan. Itu sebabnya, kita jangan takut. Amsal 10: 2, 3,
      2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
      3.TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

      Dengan kefasikan = dengan tidak benar, tidak berguna. Apa yang di dapat dari kefasikan/dari ketidak benaran, tidak berguna.
      Mau mendapat apa saja seperti uang, gereja, pekerjaan, tetapi jika tidak disertai dengan kebenaran, sama sekali tidak berguna!!!

      Kalau kita hidup benar, maka kita akan selamat dari maut dan TUHAN akan memelihara secara jasmani = tidak lapar/berkelimpahan. Tidak lapar ini bukan berarti semuanya makan beras --> tidak!! Sebab ada yang makan ubi, tetapi juga kenyang, bedanya hanya sebatas di leher/kerongkongan saja. Sesudah melewati kerongkongan, maka hasilnya semua sama saja. Tidak lapar = dipelihara sampai mengucap syukur.

      Terlebih lagi secara rohani sebab nanti akan ada kelaparan secara rohani yaitu kelaparan akan Firman terutama saat antikrist berkuasa, kita dipelihara oleh TUHAN. Jalan baru dan hidup = hidup dalam kebenaran. Kita diselamatkan dari maut dan dipelihara secara jasmani sampai kita mengucap syukur/tidak kelaparan dan juga secara rohani, kita dipelihara dari kelaparan akan Firman.

    • jalan keluar dari segala masalah sampai pada masalah yang mustahil --> laut terbelah dan ada jalan bagi bangsa Israel = TUHAN membuka jalan = ada jalan yang baru dan hidup. Dulu bangsa Israel berjalan di tanah kering --> semua gentar mendengarnya sebab laut terbelah.

      Untuk sekarang, bagi hamba TUHAN/anak TUHAN yang hidup benar dengan berpegang pada pengajaran yang benar, maka semua akan heran seperti jalan di laut yang menjadi tanah kering dan TUHAN akan menampakan keheranan yang lebih sebab kita diselamatkan dan dipelihara dan juga ada jalan keluar dari segala masalah sampai pada masalah yang mustahil diselesaikan oleh TUHAN. TUHAN selalu menolong tepat pada waktunya. Inilah jalan hidup dan baru yang pertama.

    Di bagian atas adalah awal dari perjalanan bangsa Israel yaitu jalan hidup dan baru yaitu melalui laut. Sekarang etape yang terakhir waktu mau masuk ke Kanaan, juga melewati jalan yang baru yaitu melewati sungai Yordan.

  2. Yosua 3: 2-4
    2. Setelah lewat tiga hari, para pengatur pasukan menjalani seluruh perkemahan,
    3. dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya --
    4. hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya -- maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."

    Jalan yang belum pernah kamu lalui dahulu = jalan baru. Mungkin ada jalan dari kafilah perdagangan, tetapi TUHAN tidak mau, itu sebabnya TUHAN memakai jalan yang baru. Lewat kematian YESUS/tabir terbelah menjadi dua/tirai terobek/pintu surga terbuka, maka ada jalan baru dan hidup bagi kita di mulai di bumi, sampai di surga, ada jalan hidup dan baru.

    TUHAN tidak mau meniru jalan dari perdagangan, itu sebabnya di dalam pelayanan, kita jangan meniru-niru orang dunia. Untuk ibadah kaum muda di gereja, harus memakai lampu seperti di diskotik supaya kaum muda merasa senang. Jangan tiru-tiru, sebab itu bukanlah jalan ke surga tetapi jalan lama/jalan dari manusia/jalan yang tua dan akan hancur. Langit dan bumi yang lama akan hancur; sedangkan kita jalan yang baru akan menuju langit dan bumi yang baru itulah Yerusalem Baru. Cara bermain musik dan juga cara berkhotbah jangan meniru-niru dari dunia, semuanya harus jalan baru yaitu jalan dari TUHAN.

    Tadi malam kita sudah mendengar cara YESUS mengajar di kapal, Ia duduk, inilah jalan dari YESUS Yang harus ditiru. Sekarang ini kalau orang duduk akan dimarahi, padahal YESUS duduk; sedangkan yang lari sini lari sana itu yang benar, bagaimana ini? Itu sebabnya kita mau jalan yang mana? Biarlah sekali-pun tinggal satu, kita tetap di sana dan kita tetap mempertahankan jalan yang baru itu.

    Yosua 3: 14-16
    14. Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.
    15. Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu -- sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai
    16. maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.

    Inilah akhir perjalanan menuju Kanaan. Jadi, bangsa Israel berjalan ditengah-tengah sungai Yordan di tanah kering untuk menuju Kanaan. Arti dari Kanaan untuk sekarang ini adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir = etape terakhir. Kalau dari Mesir adalah etape pertama/hujan awal. Etape terakhir ini berbicara dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan yang dipimpin oleh tabut perjanjian = Kabar Mempelai.

    Kalau etape pertama, kegerakan itu dipimpin oleh penginjilan/injil keselamatan. Mari! orang berdosa di bawa mulai dari Yerusalem sampai ke ujung bumi, mari dibawa kepada TUHAN agar dapat percaya dan selamat. Tetapi gerakan akhir, maka tabut perjanjian/Kabar Mempelai yang berada di depan.
    Kabar Mempelai ini bukanlah milik dari satu organisasi atau milik perorangan dengan mengatakan bahwa saya ini pewaris --> tidak ada!! Kabar Mempelai ini milik dari semua gereja karena ada di dalam alkitab. Tidak ada pewaris sebab semuanya sama dan hanya melanjutkan. Semua berhak bagi orang yang mau mempelajari Kabar Mempelai. Semoga kita dapat mengerti.

    Pemimpin kita bukanlah manusia siapa-pun dia, bukan ketua organisasi, bukan sekretaris, kita jangan melihat figur sebab nanti akan kecewa. Tetapi lihat/pandang Kabar Mempelai/lihat pengajaran yang benar sebab ini yang menjadi Pemimpin kita. Jadi, pemimpin Roh. Kudus hujan akhir adalah Kabar Mempelai/Pengajaran Mempelai itulah Pribadi YESUS sebagai Mempelai Pria Surga = kegerakan pembangunan tubuh Kristus/Mempelai Wanita TUHAN. Inilah etape yang terakhir yaitu harus menjadi tubuh Kristus yang sempurna/harus menjadi Mempelai Wanita. Kita sebagai tubuh dan YESUS sebagai Kepala.

    Tubuh itu Mempelai, jadi kalau tidak menjadi Mempelai, maka tidak akan menjadi Tubuh. Itu sebabnya harus menjadi Tubuh Kristus yang sempurna agar dapat menerima YESUS sebagai Kepala/sebagai Mempelai Pria Surga. Seperti tabut dengan Tutup menjadi satu = Mempelai Pria Yang bersanding dengan Mempelai Wanita. Semoga kita dapat mengerti.

    Dulu, Yosua dengan tabut perjanjian menyebak sungai Yordan, mereka berangkat ke Kanaan = kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Sekarang YESUS mati di kayu salib = Ia turun ke dunia yang paling bawah untuk memberikan jabatan-jabatan dan juga karunia-karunia kepada kita supaya kita dapat melayani pembangunan tubuh Kristus.

    Efesus 4: 8-12
    8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
    9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
    10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
    11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau dulu jalan baru, Yosua menuju ke Kanaan dan ini adalah gambaran dari kegerakan pembangunan tubuh Kristus. Sekarang YESUS mati/turun ke alam maut/bagian dunia yang paling bawah untuk memberikan jabatan pelayanan kepada kita + karunia Roh Kudus supaya kita dapat dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus/kegerakan hujan akhir.

    Saudara lihat tubuh kita ini, semua ada gunanya = ada jabatan dan karunia. Jika tidak ada gunanya, maka akan dipotong seperti kuku atau rambut yang sudah tidak berguna, akan dipotong seperti rambut saya ini yang sudah agak panjang, nanti kalau saya pulang akan saya potong sebab sudah tidak berguna lagi.

    Ada lima jabatan pokok dan dapat dijabarkan menjadi jabatan yang lain seperti pemain musik, paduan suara, penerima tamu mau-pun pembersih gereja yang akan dipakai di dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Inilah jalan baru dan hidup.
    Tadi saya mengatakan, untuk memberikan jabatan dan karunia. Karunia adalah kemampuan ajaib (yang lebih dari ijazah atau apa-pun) dari Roh Kudus supaya kita dapat melayani sesuai dengan jabatan.

    Bagi para gembala, saudara jangan takut sebab fondasi dari pelayanan kita itu kokoh sebab YESUS sudah turun ke dunia yang paling bawah = seharga Korban Kristus. Jangankan roboh, goyah-pun tidak.

    Bagi anggauta paduan suara, saudara jangan menyanyi, tidak menyanyi sebab ini berarti saudara goyah; kemudian bagi para gembala, saudara jangan meninggalkan pelayanan, demikian juga dengan para penginjil jangan tinggalkan pelayanan, tetapi harus tetap kokoh. Kalau benar-benar dari TUHAN, maka akan kokoh, lain kalau bukan dari TUHAN, pasti di tengah jalan ia akan berhenti. Semoga kita dapat mengerti.

    Jabatan dan karunia adalah jubah yang maha indah seperti jubah milik Yusuf; jadi kalau kita mendapat kemurahan dan diberi kepercayaan untuk melayani TUHAN sebagai apa-pun, ini bukan kita disiksa, tetapi kita mendapatkan jubah maha indah = hidup kita sedang diperindah oleh TUHAN. Sehebat apa-pun manusia/anak TUHAN di dunia ini, sebelum ia mendapatkan jubah indah, hidupnya belum-lah indah di tengah dunia yang bengkok apalagi yang tidak hebat.

    Sekali-pun ia adalah orang yang hebat atau tidak hebat, tetapi kalau ia memiliki jubah indah, maka hidupnya mulai diperindah oleh TUHAN. Tidak tergantung hebat dan tidak hebatnya tetapi tergantung apakah kita memiliki jubah atau tidak sebab inilah keindahan hidup kita. Melepas jubah berarti telanjang/tidak indah sebab dipermalukan. Semoga kita dapat mengerti.

    Apa yang menjadi syarat untuk kita menerima jubah? Di bagian atas di ay 11 = jubah = memberi jabatan-jabatan; ay 12, untuk memperlengkapi orang kudus, jadi, syarat untuk menerima jubah indah adalah kesucian, bukan kepandaian, bukan kekayaan dllnya.
    Sekarang ini banyak yang salah, kalau ada orang kaya yang datang, langsung diminta untuk berkhotbah = diberi jubah. Orang kaya itu mau melakukan apa saja --> mau jungkir balik, dipersilahkan, asal kehidupan itu menjadi anggauta di gereja itu. Ini merupakan kesalahan yang besar.

    Juga ada orang tua yang mengatakan untuk menitipkan anaknya agar anaknya diberi kesempatan untuk bermain musik supaya ia bertobat --> salah besar!! Harus betobat terlebih dahulu, baru dapat melayani TUHAN. Itu sebabnya jangan dibolak balik, harus membaca alkitab.

    Bagaimana agar kita dapat menjadi suci/dengan apa kita disucikan? Jelas di dalam injil Yohanes 15: 3, Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Ku- katakan kepadamu = harus ada Firman yang dikatakan oleh YESUS. Bagaimana dapat terjadi, sebab sekarang ini pdt Widjaja yang berkata-kata, padahal dikatakan YESUS Yang berkata-kata? Kalau di ibaratkan, maka saya ini hanya sebagai pengeras suara saja/mikrophone, jadi yang berdiri adalah YESUS Yang berkata-kata sedangkan saya hanya pengeras suara/mikrophone. Jadi kalau YESUS berkata 'a', maka saya juga berkata 'a', bagaimana mungkin dapat terjadi seperti itu? Sebab perkataan YESUS adalah Firman Yang dibukakan rahasianya yaitu ayat menerangkan ayat yang ada di dalam alkitab.

    Saya ingin bertanya --> ayat-ayat di dalam alkitab merupakan perkataan YESUS, tentunya saudara setuju, diterangkan dengan ayat yang juga merupakan perkataan dari YESUS,berarti seluruh Firman merupakan perkataan YESUS dan ini yang dapat menyucikan kita.
    Kalau ayat diterangkan dengan lawakan, dengan ilmu pengetahuan dan ini mungkin lebih menarik dan orang lebih senang mendengarnya, tetapi tidak menyucikan. Di sini letak perbedaannya yaitu tidak menyucikan. Kita keluar masuk gereja, tetapi kita tetap menjadi seperti yang dulu. Kalau ayat diterangkan dengan ayat = perkataan YESUS diterangkan dengan perkataan YESUS yaitu Firman yang merupakan perkataan YESUS, ini yang membersihkan/menyucikan kita. Semoga kita dapat mengerti.

    Dengan apa kita disucikan? Itu sebabnya harus ada alatnya terlebih dahulu. Itu sebabnya di dalam gereja TUHAN harus ada penginjilan supaya jiwa-jiwa baru dapat masuk, tetapi juga harus ditambah dengan Firman pengajaran. Ini mutlak supaya kita dapat dipakai oleh TUHAN.

    Di mana tempat untuk menyucikan kita? Jika kita mau menjadi suci, maka tempatnya harus jelas yaitu di dalam ruangan suci/kandang penggembalaan. Di dalam ruangan suci terdapat tiga macam alat = tiga macam ibadah pokok kita sekarang ini.

    Pelita emas = ibadah raya.
    Meja roti sajian = ibadah pendalaman alkitab di sertai dengan perjamuan suci.
    Mezbah dupa emas = ibadah doa penyembahan.

    Ketiga macam ibadah ini harus tekun = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Jika tidak tekun --> datang, tidak datang, datang, tidak datang dan ini seperti pakaian yang berlubang-lubang, dan ini tidak indah. Sekali-pun harga dari pakaian itu jutaan, tetapi kalau ada lubangnya, maka akan sayang sekali; semakin mahal pakaian itu, maka sayangnya akan menjadi semakin keras.
    Pakaian itu tidak kotor, tetapi berlubang --> kehidupan ini sudah memiliki Firman pengajaran, puji TUHAN sebab dibersihkan dengan sabun tukang penatu/Firman pengajaran, tetapi pakaiannya itu berlubang-lubang --> jangan-jangan lubang itu akibat rokok.

    Jadi, jalan baru dan hidup adalah:
    • Baptisan air/laut Kolsom = hidup benar dan ini merupakan mujizat sehingga segala masalah di selesaikan,
    • Yosua melewati sungai Yordan yang kering menuju Kanaan --> YESUS turun = mati di kayu salib untuk memberikan jabatan supaya kita dipakai di dalam pembangunan tubuh Kristus.

    Jadi jalan baru dan hidup = jalan pemakaian TUHAN dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus. Kita tidak mungkin tersesat, itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh disucikan sebab ini merupakan syarat. Kalau kita sungguh-sungguh disucikan, maka gerakannya benar oleh Kabar Mempelai/oleh Firman pengajaran yang benar; jangan digerakan oleh manusia tetapi oleh Firman/bunyi sangkakala. Sebab kalau sidang jemaat terus menerus mendengarkan suara manusia/suara gembalanya, maka nanti jika bunyi sangkakala, sidang jemaat menjadi bingung dan bertanya-tanya --> bunyi apa ini? Sekarang ia aktif melayani TUHAN, tetapi karena suara manusia; jika satu waktu sangkakala terakhir berbunyi, maka ia akan bingung dan akibatnya ia akan ketinggalan. Ini sungguh-sungguh merupakan hal yang serius, kegerakan harus dipimpin oleh tabut perjanjian/Kabar Mempelai/bunyi sangkakala. Sebab tabut perjanjian yang membuat jalan yang baru.

    Mari! bagi para sidang jemaat, perhatian saudara jangan kepada suara manusia, tetapi pada suara Firman/bunyi sangkakala sebab ini adalah kegerakan yang benar = jalan baru dan hidup. Kalau suara manusia, seperti jalan baru tetapi mati. Inilah jalan baru dan hidup adalah jalan pemakaian TUHAN dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

    Yohanes 4: 34, Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    Kalau kita melayani pembangunan tubuh Kristus hanya untuk memberi makan = memuaskan = kita melayani pembangunan tubuh Kristus hanya untuk memuaskan = menyenangkan TUHAN = memberi makan TUHAN. Kita melayani bukan untuk mencari makan, sebab ini salah!
    Mohon maaf kepada para hamba-hamba TUHAN --> karena saya tidak dapat bekerja, maka saya masuk sekolah alkitab supaya saya dapat mencari makan --> salah!! Atau saya mau main musik di gereja untuk mencari makan --> jangan, ini salah!! Tetapi kita melayani, untuk memberi makan TUHAN = menyenangkan TUHAN = memuaskan TUHAN. Rumusnya, kalau TUHAN dipuaskan, maka pasti TUHAN akan memuaskan kita.

    Syaratnya, "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    Melakukan kehendak Dia = taat dengar-dengaran.
    Menyelesaikan pekerjaan-Nya = setia sampai akhir.

    Jadi syaratnya adalah taat dan setia sampai akhir = memberi TUHAN makan dan TUHAN akan memberi kita makan baik secara jasmani mau-pun secara rohani = TUHAN akan memuaskan kita. TUHAN tidak pernah menipu kita.

    Itu sebabnya kita jangan terlebih dahulu mencari makan, sebab ini salah. Kalau mencari makan, maka kita harus bekerja di bank, di kantor dllnya dan ini tidak salah. Tetapi jangan bekerja untuk TUHAN, tetapi untuk mencari makan, ini salah. Tetapi kita bekerja untuk memberi TUHAN makan dan TUHAN akan bertanggung jawab dengan memberi kita makan + semua akan menjadi indah pada waktunya. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah jalan baru yaitu:
    • Waktu bangsa Israel berada di laut Kolsom/baptisan air = jalan kebenaran. Kita hidup benar dan diurapi oleh Roh Kudus. Ini merupakan suatu mujizat yang luar biasa seperti laut Kolsom yang terbelah = kita berpegang pada pengajaran yang benar sehingga ada jalan keluar dari segala masalah = pertolongan TUHAN tepat pada waktunya.

    • Yosua dengan tabut perjanjian menyeberangi sungai Yordan menuju ke Kanaan = jalan pemakaian TUHAN dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Mari! kita melayani dengan taat dan setia = memberi makan TUHAN dan TUHAN tidak menipu kita, tetapi TUHAN akan memuaskan kita dan TUHAN menjadikan semua indah pada waktunya. Ini sungguh-sungguh luar biasa.

  3. Ibrani 10: 19, 20
    19. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
    20. karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

    Jadi, di sini, jalan baru dan hidup adalah jalan dibalik tirai bait suci. Tirai ini memisahkan ruang suci dengan ruangan maha suci, jadi dibalik tirai adalah ruangan maha suci = jalan kesempurnaan.

    Biarlah malam ini kita mendapatkan jalan baru karena YESUS sudah melewati dua kerub yang memegang pedang = tirai terobek = ada jalan baru yaitu:
    • Jalan kebenaran, mari kita sungguh-sungguh hidup benar sehingga TUHAN akan memberkati kita dan semua masalah menjadi selesai.
    • Jalan pemakaian, mari! kita jangan menganggur sebab TUHAN mau memakai kita, kita harus sungguh-sungguh taat dan setia sampai akhir dan juga memuaskan TUHAN.
    • Jalan dibalik tirai = jalan kesempurnaan.

    Efesus 5: 25-27
    25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    YESUS mati di kayu salib untuk memandikan kita sebanyak dua kali yaitu:
    • Dengan air = baptisan air, kita diselamkan/dimandikan = dikuburkan dalam baptisan air. Inilah penyucian pertama. Sesudah itu, kita dimandikan
    • Dengan air hujan = Firman pengajaran. Di dalam Ul 32, Firman pengajaran itu bagaikan embun, bagaikan hujan rintik-rintik. Saudara yang berada di dalam Firman pengajaran merasa hanya sedikit yang datang, saudara tenang saja sebab pengajaran ini masih seperti embun. Kalau embun jarang orang yang tahu, apalagi hamba TUHAN tidak pernah tahu kalau ada embun. Dulu karena saya bermain sepak bola, maka saya selalu lari pagi sehingga tahu ada embun, tetapi sekarang karena saya sudah menjadi seorang hamba TUHAN, maka saya tidak lari pagi lagi tetapi doa pagi. Kalau tahu embun, berarti tidak berdoa. Nanti kalau sudah mulai hujan rintik-rintik, baru ada orang yang mulai mencari payung, tetapi kalau sudah hujan lebat, tinggal membuka pintu gereja dan semua orang akan masuk = mencari pengajaran. Tenang-tenang saja, jangan berpikir karena jemaat sedikit, kemudian mau pindah ke yang lain. Jangan! Kita dipercayakan Firman pengajaran, mari! tekunilah persekutuan yang kecil-kecil. Satu waktu kita akan mengarah kepada kegerakan hujan akhir, itu sebabnya sekarang ini kita harus bersabar terlebih dahulu, jangan meniru-niru orang lain. Kita memiliki pengajaran dan kita tunjukkan bahwa ini dibutuhkan di akhir jaman. Semoga kita dapat mengerti.

    TUHAN, membasuh/memandikan kita sebanyak dua kali yaitu dengan membaptis dengan air = kita diselamkan di dalam air. Kemudian kita dimandikan lagi di dalam air Firman pengajaran yang benar. Itu sebabnya setelah kita menyelam di dalam baptisan air, kita juga harus menyelam di dalam Firman terutama dalam ibadah pendalaman alkitab. Menyelam itu di tempat yang dalam = mendalam di dalam Firman pengajaran terutama di dalam ibadah pendalaman alkitab.
    Kemudian dimandikan, apa yang dimaksud dengan dimandikan? Penyakit kusta.

    Imamat 14: 8, 9
    8. Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
    9. Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

    Di bagian atas dibasuh dengan air (1x), ia diijinkan untuk masuk ke perkemahan, tetapi tidak diijinkan masuk ke dalam rumah --> orang yang sakit kusta, jika ia baru satu kali dimandikan, ia boleh masuk ke perkemahan, tetapi belum diijinkan masuk ke dalam rumahnya sendiri, masih terpisah. Apa enaknya tidak diijinkan masuk ke dalam rumah = tidak boleh bertemu dengan istri dan anak-anaknya? Jadi, harus dimandikan lagi untuk kedua kalinya.
    Penyucian secara dobel ini untuk menyucikan penyakit kusta. Kusta ini berbicara tentang kenajisan --> orang sakit kusta, jika bertemu dengan orang lain akan menutup wajahnya dan berteriak-teriak --> najis, najis = kenajisan. Kita harus berhati-hati dengan kenajisan sebab dihari-hari ini, kembali ke jaman Nuh/jalan lama yang sudah pernah terjadi, tetapi akan terjadi lagi yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Itu sebabnya gereja jangan mengikuti dunia/jalan lama = semua menuju ke jaman Nuh. Tetapi kita memakai jalan yang baru.

    Kusta ini juga berbicara tentang kebenaran diri sendiri. Putih tetapi kusta. Kebenaran diri sendiri sering tidak disadari. Kalau kenajisan, seringkali orang sadar. Semoga kita dapat mengerti.

    Kebenaran diri sendiri adalah:
    • Suka menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain --> dia yang berdosa, tetapi menyalahkan orang lain = tirai/daging belum terobek.
    • Suka menutupi dosa dengan cara menyalahkan TUHAN/menyalahkan pengajaran yang benar.
    • Suka menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik --> mungkin suaminya baru pulang dari luar negeri dengan membawa berlian, tetapi istrinya tidak dibawa, yang dibawa istri yang kedua. Istri pertamanya mengatakan bahwa suaminya sebagai seorang suami yang baik, padahal suami sudah memiliki dua orang istri.

    • Kalau kita belajar dari Naaman, maka Naaman gusar kepada nabi Elisa yang memerintahkannya untuk mandi di sungai, Naaman menjadi gusar sebab nabi tidak mengindahkannya. Jadi suka gusar seperti saya juga yang suka gusar, suka marah dan kasar. Saya periksa-periksa diri dan sadar bahwa saya ini masih kasar dihari-hari ini, sejak ada asrama Lempin-El di gereja dan karena tidak semua orang baik, maka setiap hari saya agak berteriak-teriak sehingga terikut terus dan saya disadarkan bahwa saya masih suka gusar. Jadi saya juga diperiksa oleh TUHAN.

    • Dan juga ada Gehazi yang suka akan uang. Begitu Naaman disembuhkan, ia mau memberi uang kepada nabi Elisa tetapi nabi menolaknya. Gehazi berpikir bahwa nabi/gembalaku terlalu sungkan, tetapi Gehazi tidak segan/tidak sungkan. Itu sebabnya sekarang ini kita harus berhati-hati sebab ada banyak sidang jemaat dan tua-tua yang suka akan uang dan tidak segan kepada gembalanya terutama soal persepuluhan yang mau dikuasai oleh tua-tua dan juga oleh sidang jemaat. Padahal persepuluhan itu merupakan kepercayaan TUHAN kepada seorang gembala. Bagi rekan-rekan gembala, bukan uangnya yang kita pertahankan, tetapi kepercayaan TUHAN yang kita pertahankan, sebab di balik persepuluhan ada makanan bagi sidang jemaat. Sekarang ini banyak orang yang tidak segan dengan suka akan uang = kebenaran diri sendiri dan harus dibasuh sebanyak dua kali.

    Kita harus berhati-hati, sebab seringkali di saat kita diberkati, kita terkena kusta dan contohnya adalah Ayub sekali-pun ia seorang yang kaya sebab ia diberkati, ia jujur, saleh dlsbnya (Ayub 1: 1-3) tetapi Ayub memiliki kebenaran diri sendiri.

    Ayub 32: 1, 2
    1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
    2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

    Lebih benar dari pada ALLAH = menyalahkan pengajaran yang benar = menyalahkan TUHAN = kebenaran diri sendiri.

    Kebenaran diri sendiri juga berarti suka merasa bangga seperti Naaman yang merasa bangga karena memiliki kedudukan, mengapa nabi tidak mau keluar untuk menyambutnya? Ayub dan Naaman suka bangga karena kedudukan dllnya.
    Bukan hanya orang yang diberkati yang dapat menjadi kusta, orang yang telanjang seperti Adam dan Hawa di taman Eden juga dapat menjadi kusta. Ketika TUHAN bertanya kepada Adam, apakah engkau memakan buah yang Ku- larang: tetapi Adam menjawab bahwa istri yang Kau --> TUHAN juga disalahkan. Dalam keadaan telanjang/habis-habisan, banyak juga orang yang memiliki kebenaran diri sendiri = keras hati = kaku.

    Ayub harus melewati ujian habis-habisan. Mari! mungkin kita berada dalam keadaan ujian habis-habisan, maka itu merupakan kesempatan untuk duduk di tanah dan hanya mengaku bahwa kita hanyalah tanah liat.

    Ayub 42: 5, 6
    5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

    Mari, TUHAN ijinkan bagi hamba-hamba TUHAN yang pelayanannya sudah kacau dan semuanya sudah hancur --> ujian habis-habisan mungkin di bidang jasmani, ekonomi dan juga kesehatan dlsbnya. Maksud TUHAN itu bukan hendak membinasakan tetapi supaya kita duduk di bawah Kaki TUHAN dan hanya mengaku bahwa kita ini hanyalah debu tanah liat yang tidak memiliki kebanggaan.

    Debu tanah liat:
    • hanya mengaku bahwa saya-lah yang bersalah.
    • mudah retak --> saya yang retak/saya yang salah, bukan istri-ku, bukan anak-ku, bukan jemaat yang salah.
    • tidak mampu --> tanah liat tidak dapat berbuat apa-apa.
    • dan aku bukan siapa-siapa = tidak ada kebanggaan.
    • hanya untuk diinjak-injak --> aku bukan siapa-siapa sehingga layak diinjak-injak. Mau naik tingkatnya, maka tanah liat hanya menjadi genting/atap rumah yang pada akhirnya juga diinjak-injak. Kalau ada atap yang bocor, maka tanah liat itu juga diinjak-injak. Mau apa tanah liat ini? Kalau diinjak-injak, maka itu cocok buat diri-ku, sebab kalau dipuji-puji, tidaklah cocok, sebab yang dipuji adalah batu marmer atau mutiara. Tetapi kalau kita mengaku bahwa kita hanyalah sebagai tanah liat, maka kita berada di dalam Tangan Sang Mempelai/Sang Penjunan Yang dapat membuat jalan baru dan hidup, Dia dapat membenarkan dan memberkati, Dia dapat memakai hidup kita sekali-pun sudah hancur, tetapi dapat diperbaharui sedikit demi sedikit. Dan Dia juga dapat menyempurnakan. Dulu manusia dari tanah liat, diciptakan menjadi sama mulia dengan TUHAN. Kalau sekarang ini kita kembali menjadi tanah liat, jalan kesempurnaan, maka kita diciptakan menjadi sempurna seperti TUHAN/Mempelai Wanita TUHAN yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Pintu firdaus terbuka dan juga pintu Yerusalem Baru terbuka bagi kita.

    Mari, serahkan hidup ini sebab tanah liat ini hanya percaya dan mempercayakan diri di Tangan Mempelai Pria Surga/di Tangan Sang Penjunan sehingga belas kasih TUHAN mampu membuat jalan hidup dan jalan baru di dalam hidup kita sekalian.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top