English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Natal Persekutuan III di Batam, 03 Desember 2014 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Maret 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di tangan kanan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Februari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:7-20 adalah kotbah dari Yohanes Pembaptis,...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Agustus 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 12 September 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.
Kalau kita yang berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Juli 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 10 April 2018 (Selasa Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Doa di Medan

Markus 14:37
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 02 Agustus 2017 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:23
25:23 "Lagi haruslah engkau membuat...

Ibadah Persekutuan Kartika Malang V, 02 Juli 2009 (Kamis Sore)
Lukas 23: 43
"KEMBALI KE FIRDAUS"
Tuhan menciptakan manusia, Adam dan Hawa, sama mulia dengan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 Januari 2012 (Sabtu Sore)
Berita Tentang Kelahiran Yesus.

Lukas 1:26-27
1:26 Dalam bulan...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Mei 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Desember 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Ciawi II, 03 Desember 2008 (Rabu Pagi)
Wahyu 21: 5
= Tuhan mau menjadikan manusia jadi sama mulia dengan Tuhan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juli 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Mei 2010 (Sabtu Sore)
disertai dengan Pemberkatan Nikah

Markus 14:12-21 adalah tentang


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 16 Desember 2018 (Minggu Siang)

Dari firman Tuhan ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kidung Agung 2: 15-16
2:15. Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
2:16. Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

Halangan yang merusak kebun anggur yang sedang berbunga adalah rubah-rubah kecil; halangan yang merusak pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sedang berkembang, yang semakin indah, dan yang semakin maju. Hati-hati!

Rubah kecil artinya:

  • Bersungut.
  • Menjadi sandungan dan gampang tersandung.
  • Iri hati, cemburu, kebencian, termasuk memfitnah.
  • Ajaran-ajaran palsu.
  • Kekuatiran.

Siang ini kita belajar tentang kekuatiran.
Matius 6: 25, 27, 34
6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:27. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan
hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Yang dikuatirkan adalah tentang hidup sehari-hari--makan, minum, pakaian--, masa depan, bahkan soal kematian--'kalau mati siapa yang melayani, siapa yang menguburkan?'

'Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?'= kekuatiran dikaitkan dengan sehasta jalan hidup--sehasta artinya satu langkah; satu detak jantung.
Secara jasmani, kekuatiran memang mengurangi detak jantung--hormonnya bekerja tidak bagus, dan penyakit mulai datang.

Secara rohani, hasta adalah ukuran Tabernakel jasmani--sekarang artinya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Jadi kekuatiran secara rohani menghambat pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Matius 6: 31-33
6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32.
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33. Tetapi
carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Kalau tidak kuatir, kita akan mencari kerajaan sorga dan kebenarannya lebih dulu.
Kalau kuatir, akan membuat kita tidak setia, sehingga menghambat pembangunan tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah.

'carilah dahulu Kerajaan Allah'= setia.
'dan kebenarannya'= benar.
kalau tidak kuatir, pasti benar; kalau kuatir, tidak akan bisa benar--tidak setia pasti tidak benar.

'Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah'= orang yang kuatir akan mempertahankan kekafiran--'bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah' menunjuk pada bangsa kafir--, yaitu menghalalkan segala cara yang tidak sesuai dengan firman sehingga menghambat pembangunan tubuh Kristus.

Kalau kita beribadah melayani Tuhan dengan menghalalkan segala cara yang tidak sesuai dengan firman, Tuhan akan berkata: Enyahlah engkau!

Waspada! Kebun anggur yang sedang berbunga (semua indah dan baik)--mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan--jangan lengah, rubah sedang datang. Nikah, penggembalaan, dan fellowship yang mulai indah dan baik akan dirusak oleh rubah-rubah.

Rubah-rubah ini menggerogoti akar kebun anggur yang sedang berbunga, sehingga bunganya rontok, tidak jadi berbuah, sama dengan tidak menjadi sempurna; tidak menjadi mempelai wanita sorga, tetapi ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali.

Sebenarnya tinggal satu langkah lagi dari bunga indah menjadi berbuah, tetapi di situlah dihantam oleh rubah-rubah.

Akar ini tidak kelihatan--ada di dalam. Iri, kekuatiran tidak kelihatan di luar.
Inilah rubah-rubah kecil.

Kidung Agung 2: 16
2:16. Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

Jalan keluarnya: harus masuk penggembalaan di tengah-tengah bunga bakung.
Yesus adalah bunga bakung, demikian juga kita.
Bunga bakung menunjuk pada mempelai.

Jadi masuk penggembalaan di tengah-tengah bunga bakung sama dengan penggembalaan yang mengarahkan kita pada kesempurnaan; menjadi mempelai wanita sorga. Jangan sampai hanya berbunga saja, tetapi harus sampai berbuah--buah mempelai wanita.

Proses penggembalaan di tengah-tengah bunga bakung--penggembalaan yang menuntun kita untuk menjadi mempelai wanita Tuhan--:

  1. Proses pertama untuk menjadi mempelai wanita Tuhan: harus masuk baptisan air yang benar.
    Baptisan air yang benar ada kaitan dengan bunga bakung. Kalau baptisan airnya tidak benar, jangan harap bisa sampai pada buah mempelai.

    1 Raja-raja 7: 23-26
    7:23. Kemudian dibuatnyalah "laut" tuangan yang sepuluh hasta dari tepi ke tepi, bundar keliling, lima hasta tingginya, dan yang dapat dililit berkeliling oleh tali yang tiga puluh hasta panjangnya.
    7:24. Dan di bawah tepinya ada gambar buah labu yang mengelilinginya sama sekali, sepuluh dalam sehasta, merangkum "laut" itu berkeliling; labu itu dua jajar, dituang setuangan dengan bejana itu.
    7:25. "Laut" itu menumpang di atas
    dua belas lembu, tiga menghadap ke utara dan tiga menghadap ke barat, tiga menghadap ke selatan dan tiga menghadap ke timur; "laut" itu menumpang di atasnya, sedang segala buntut lembu itu menuju ke dalam.
    7:26. Tebal "laut" itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala,
    seperti bunga bakung yang berkembang. "Laut" itu dapat memuat dua ribu bat air.

    '"laut" tuangan'= kolam pembasuhan--menunjuk pada baptisan air yang benar.
    'utara, timur, selatan, barat'= empat penjuru bumi.
    'buntut'= ekor.

    "Laut" tuangan berisi dua ribu bat air, menunjuk pada dua ribu tahun zaman gereja Tuhan.
    Jadi baptisan air yang benar berlaku selama dua ribu tahun, zaman gereja Tuhan, untuk menuju kesempurnaan.
    Sekarang sudah lewat dari tahun dua ribu, itu berarti perpanjangan sabar Tuhan; yang belum masuk baptisan air yang benar masih diberi kesempatan. Jangan keras hati!

    "Laut" tuangan ini terbuat dari tembaga. Tembaga menunjuk pada penghukuman.
    Kalau daging tidak mau dihukum--tetap keras hati--, ia akan masuk penghukuman--langit bagaikan tembaga (Ulangan 28). Bayangkan kalau langit jadi tembaga, tidak ada hujan, mati semua.

    Sekarang adalah waktu perpanjangan sabar Tuhan, supaya yang belum masuk baptisan air yang benar bisa melembut dan masuk baptisan air yang benar--tembaga juga menunjuk pada penghukuman atas daging, supaya bisa melembut dan masuk baptisan air yang benar.

    Tetapi kalau tetap keras hati--melawan perintah Tuhan--, ia akan mengalami tembaga sebagai penghukuman dan kutukan Tuhan sampai langit menjadi seperti tembaga. Di dunia sulit--jasmani dan rohani kering--, naiknya juga tidak bisa--kalau langitnya tembaga mana bisa menembus untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali?--, berarti tidak bisa menjadi mempelai wanita Tuhan; ketinggalan saat Yesus datang kembali dan binasa selamanya.

    Tetapi kalau tembaga menghukum daging/hati yang keras, maka hati bisa melembut untuk menerima perintah Tuhan dan masuk baptisan yang benar, kita bisa menjadi bunga bakung, mempelai Tuhan.

    Kemudian, laut tuangan dipikul oleh dua belas lembu yang menghadap ke keempat penjuru bumi, artinya baptisan air menjadi tanggung jawab dari dua belas rasul hujan awal untuk diberitakan ke seluruh penjuru dunia, tinggal kita mau atau tidak; keras hati atau melembut. Kalau melembut, daging yang dihukum, dan sungguh-sungguh kita bisa menjadi bunga bakung--mempelai wanita Tuhan--, kalau keras hati kehidupan itu yang dihukum sehingga langit menjadi seperti tembaga.

    Syarat masuk baptisan air yang benar: 'buntut lembu itu menuju ke dalam'; sama dengan ekor tidak kelihatan lagi, artinya bertobat, berhenti berbuat dosa.
    Ekor menunjuk pada:


    • Wahyu 12: 4
      12:4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

      Ini adalah ekor naga yang menyeret sepertiga bintang.

      Yang pertama: di ekor naga (permisi) ada alat reproduksi, menunjuk pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa.
      Ekor tidak kelihatan lagi artinya bertobat dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.


    • Yesaya 9: 14
      9:14. Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.

      Yang kedua: ajaran palsu.
      Ekor tidak kelihatan lagi artinya bertobat dari ajaran-ajaran palsu.

      Baptisan ini banyak dipalsukan--tidak ada di alkitab. Kita harus hati-hati.


    Orang yang sudah bertobat harus dikuburkan dalam air bersama Yesus untuk bangkit dalam hidup yang baru, yaitu kita memiliki hati nurani yang baik, itulah bunga bakung/mempelai wanita Tuhan.

    1 Raja-raja 7: 26
    7:26. Tebal "laut" itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. "Laut" itu dapat memuat dua ribu bat air.

    Hati nurani yang baik= hati yang tulus ikhlas, sehingga tidak mungkin salah pilih, tetapi selalu memilih yang benar. hasilnya: kita bisa hidup dalam kebenaran.
    Mau bekerja, menikah, melayani, apa saja, pilih yang benar, sehingga kita selamat dan diberkati Tuhan sampai ke anak cucu.

    Kalau hati tidak tulus, akan banyak pertimbangan, sehingga salah pilih, dan tidak bisa benar selamanya.


  2. Lukas 12: 22-24, 27-28
    12:22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
    12:23. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
    12:24. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
    12:27. Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
    12:28. Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!

    Proses kedua untuk menjadi mempelai wanita Tuhan: harus belajar pada tiga hal:


    • Belajar pada burung-burung di udara yang tidak menabur dan menuai, tetapi diberi makan oleh Bapa di sorga. Kita lebih dari burung.
      Artinya: kita harus masuk dalam kegiatan menabur dan menuai secara rohani.

      Syarat untuk menabur dan menuai: tanah hati harus baik.
      Tanah hati yang baik artinya hanya ditaburi satu jenis benih, itulah benih firman pengajaran yang benar.

      Imamat 19: 19
      19:19. Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

      Firman pengajaran yang benar= tertulis di alkitab, diwahyukan oleh Tuhan, artinya dibukakan rahasianya oleh Tuhan yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain di dalam alkitab.

      Menabur dan menuai secara rohani kita alami lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
      Hasilnya:


      1. Kenyang secara jasmani--kita dipelihara.
      2. Kenyang secara rohani--mengalami damai; kepuasan, enak, ringan, dan selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
      3. Sehat secara tubuh, rohani, ekonomi, dan nikah--benih firman mampu menghancurkan virus-virus penyakit dan lain-lain. Yakinlah!


    • Belajar dari rumput.
      Lukas 12: 28
      12:28. Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!

      Rumput hanya dibuang ke dalam api tetapi didandani Allah. Kita lebih dari rumput.
      Artinya: kita harus aktif dalam kegiatan mendandani secara rohani lewat ketekunan dalam ibadah doa.

      Jadi ibadah doa penyembahan adalah proses untuk membaharui--mendandani--manusia daging yang kering menjadi manusia rohani seperti Yesus yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

      Hasilnya: pintu sorga terbuka; kita menjadi kehidupan yang berhasil.
      Matius 7: 21
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

      Hati-hati! Kalau hanya seperti tanaman rumput--fokus pada perkara jasmani--, kita akan kering. Biar hebat, sebentar lagi kering/layu dan gugur.
      1 Petrus 1: 24-25
      1:24. Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
      1:25. tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

      Rumput menunjuk pada hamba/pelayan Tuhan yang hanya fokus pada perkara jasmani, bahkan menghalalkan segala cara di luar firman, sampai ibadah pelayanannyapun juga hanya mengejar perkara jasmani.

      Akibatnya: kering rohani--tidak bergairah dalam perkara rohani--, kering jasmani, sampai binasa.

      "Kami hamba Tuhan yang salah. Kami mengajar: Ayo datang, diberkati. Kami yang salah, mengajak orang berbuat salah. Ibadah menjadi sama seperti bertapa, bukan beribadah. Kalau bertapa dapat ini itu, tetapi beribadah bukan begitu. Beribadah justru mempersembahkan kehidupan kepada Tuhan."


    • Belajar dari bunga bakung.
      Lukas 12: 27
      12:27. Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

      Bunga bakung tidak memintal dan menenun. Kita lebih dari bunga bakung.
      Artinya: kita harus aktif dalam kegiatan memintal dan menenun secara rohani lewat ketekunan dalam ibadah raya--persekutuan dengan Roh Kudus.

      Roh Kudus memberikan karunia-karunia-Nya yang menentukan jabatan pelayanan. Kalau ada jabatan, akan ada karunianya, begitu juga sebaliknya--karunia bermain musik jabatannya pemain musik; karunia menimbang roh jabatannya gembala; karunia mujizat jabatannya penginjil.
      Karunia dan jabatan sama dengan jubah maha indah--memintal dan menenun untuk membuat pakaian.

      Di atas kayu salib jubah Yesus tidak dirobek, tetapi diundi, tidak semua orang mendapatkannya. Kalau pakaian-Nya--keselamatan--dibagi menjadi empat.
      Jadi kalau kita mendapatkan jubah pelayanan itu sama seperti kita mendapat undi, artinya kita mendapat kemurahan dan kesempatan dari Tuhan. Tidak semua orang mendapatkannya.


    Jadi lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok kita mendapatkan jubah berwarna-warni seperti warna pada bunga bakung yang indah--hidup kita mulai indah.

    Dalam pembangunan tubuh Kristus kita menghadapi rubah-rubah. Mari masuk penggembalaan. Siapkan hati! Masuk baptisan air yang benar, kemudian berada dalam kandang penggembalaan, sampai mendapatkan jubah yang indah seperti warna bunga bakung yang indah.


  3. Proses ketiga untuk menjadi mempelai wanita Tuhan: jubah yang indah harus dicelup dalam darah.
    Mengapa demikian?


    • Supaya jubah indah tidak direbut oleh setan sehingga kita tidak ditelanjangi setan, tetapi kita tetap setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan karunia dan jabatan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali--; tidak berhenti di tengah jalan. Dan jubah maha indah akan meningkat menjadi jubah putih berkilau-kilauan. Inilah jubah mempelai wanita.

      Kalau kita melayani dengan tanda darah, itu sudah benar. jubah dicelup darah tidak bisa dilepaskan oleh setan.


    • Lukas 12: 32
      12:32. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

      Orang dalam kandang penggembalaan adalah kawanan kecil. Tidak boleh kita berbangga, semakin gemukpun, semakin tidak bisa lari.

      Yang kedua: kita mengalami sengsara daging karena Yesus dalam bentuk berpuasa, doa semalam suntuk, ibadah pelayanan yang membutuhkan waktu dan lain-lain, difitnah, supaya kita mengalami keubahan hidup--di balik percikan darah ada shekinah glory.

      Dalam penggembalaan, keubahan ini yang kita harapkan. Apa itu? 'hai kamu kawanan kecil!'= keubahan hidup sampai kita merasa kecil, tidak mampu apa-apa, tetapi hanya mengangkat tangan kepada Imam Besar dan Gembala Agung; hanya bergantung pada belas kasih yang besar dari Imam Besar dan Gembala Agung.


    Inilah kehidupan yang digembalakan, yaitu sampai mengangkat tangan--merasa kecil. Yang besar harus bergumul untuk merasa kecil, apalagi yang kecil, sudah tinggal mengangkat tangan, tetap bergantung pada belas kasihan yang besar dari Yesus Imam Besar dan Gembala Agung.

    Kita mengangkat tangan, dan Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita. Semakin kita mengecil, kita akan semakin merasakan besarnya belas kasihan Tuhan.
    Hasilnya:


    • Yohanes 10: 28
      10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

      Hasil pertama:


      1. Ada jaminan kepastian untuk hidup sekarang sampai hidup kekal.
      2. 'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'= tangan belas kasih Tuhan memberikan kemenangan kepada kita atas setan tritunggal, sehingga kita bisa hidup benar dan suci--setan sumbernya dosa--, masalah yang mustahil selesai--setan sumber masalah.

        Kalau hidup dalam tangan setan, kita akan hancur-hancuran, seperti orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho.


    • Wahyu 7: 17
      7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

      Hasil kedua: kita dituntun ke kandang penggembalaan terakhir, yaitu Yerusalem baru.
      Artinya: kita mengalami penyucian dan pembaharuan secara terus menerus.

      Buktinya: tidak ada dusta; jujur hari-hari ini.
      Tadi bukti kita ada dalam tangan Tuhan adalah kita hidup benar dan suci, sampai mengecil. Jangan berbuat dosa! Kalau berbuat dosa, kita akan berada dalam tangan setan. Kelihatan enak sebentar, setelah itu dirampok habis-habisan, hidup itu setengah mati.

      Tuhan pasti bertanggung jawab, asalkan hati nurani kita tulus--baptisan air harus benar--, kemudian masuk dalam ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, sampai mengecil.

      Kalau jujur, masa depan akan terang--berhasil dan indah. Air mata dihapuskan dan kebahagiaan bertambah. Kalau berdusta, akan dituntun tangan setan untuk dibanting-banting.

      Kita dituntun Tuhan sampai kalau Dia datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan. Kita menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali dengan sorak sorai: Haleluya. Kita bersama Dia selamanya, sampai di Yerusalem baru.

Paling enak adalah mengecil, merasa tidak apa-apa--seperti bayi atau domba kecil. Kita hanya bergantung pada tangan belas kasih Imam Besar. Ada apapun, berseru kepada Dia!
Mungkin sudah mustahil, seperti Daud melawan Goliat, masih ada tangan dengan belas kasih yang besar. Serahkan kepada Dia! Suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, kesempatan bagi kita. Kalau tahu, jangan berharap. Kalau mereka hebat, tetap jangan berharap, tetapi berharap Tuhan.

Kaum muda, penting untuk hidup masa depan. Mengecil! Andalkan Tuhan Imam Besar! Utamakan Dia!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top