English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 16 November 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5 yaitu tentang kedatangan Yesus yang kedua kali.

Ibadah Raya Surabaya, 04 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:57-68 tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada dua...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan III, 24 April 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...

Ibadah Raya Malang, 05 Februari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Ciawi II, 03 Desember 2008 (Rabu Pagi)
Wahyu 21: 5
= Tuhan mau menjadikan manusia jadi sama mulia dengan Tuhan...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang IV, 27 Oktober 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2012 (Senin Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea (sudah diterangkan mulai...

Ibadah Raya Malang, 22 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali.

Matius 24:31...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Januari 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 58-59; perikop: menilai zaman
12:58. Sebab, jikalau engkau...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Maret 2018 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2016 (Senin Sore)
Dari Rekaman Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN Yesus Kristus. Selamat mendengarkan Firman TUHAN,...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 16 November 2010 (Selasa Malam)
Keluaran 1: 22
1:22. Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi...

Ibadah Doa Malang, 12 Juli 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti...

Ibadah Kunjungan di Manokwari I, 20 Maret 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 10:45
10:45 Karena Anak Manusia juga...

Ibadah Doa Malang, 27 Juni 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Agustus 2019 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 34
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Yesus berkali-kali rindu mengumpulkan orang-orang Yerusalem--kita semua gereja Tuhan--; sama dengan melindungi dan memelihara kita dari serangan setan tritunggal yang ingin membinasakan kita lewat penggembalaan dan persekutuan tubuh Kristus yang sempurna--seperti anak ayam di bawah sayap induknya.

Tetapi gereja Tuhan tidak mau karena kekerasan hati.
Akibatnya: rumah menjadi sunyi.
Lukas 13: 35
13:35. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

Rumah menunjuk pada kehidupan kita.
Matius 12: 43-45
12:43. "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
12:44. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan
mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur.
12:45. Lalu ia keluar dan
mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

(terjemahan lama)
12:44. Lalu katanya: Aku hendak pulang ke rumahku, yaitu daripada tempat yang aku sudah keluar; maka apabila ia tiba, didapatinya tempat itu kosong dan tersapu serta
terhias.

Rumah menjadi sunyi sama dengan rumah yang kosong, tersapu, dan terhias. Ini yang menjadi takhtanya setan.
Siapa rumah ini? Kehidupan kita.

Sebenarnya kehidupan kita sudah ditebus dan diselamatkan oleh darah Yesus sehingga sudah ditinggalkan oleh setan--roh jahat dan roh najis--(ayat 43).
Buktinya:

  • Percaya/iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
    Iman adalah rem untuk tidak berbuat dosa, bukan hanya pengakuan di mulut.


  • Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa terutama dari delapan dosa yang menenggelamkan kita ke lautan api dan belerang.
    Wahyu 21: 8
    21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    'Penakut'= takut pada 'sesuatu' di dunia sampai melawan Tuhan.
    Contoh: takut nilainya jelek lalu menyontek--melawan Tuhan--; takut soal jodoh lalu melawan Tuhan; takut pada pimpinan lalu korupsi. Ini yang menenggelamkan ke neraka.
    Kalau sudah melawan Tuhan, hidup itu akan semakin tenggelam. Kita harus hati-hati.

    'Tidak percaya'= bimbang.
    'Keji'= jahat.
    'Pembunuh'= kebencian tanpa alasan. Kalau ada dosa ini berarti ada setan di dalam dia karena setan adalah bapa pembunuh.
    'Persundalan'= kenajisan.
    'Tukang sihir'= ramalan, dukun, jimat.
    'Penyembah berhala'= mengutamakan sesuatu di dunia sampai mengabaikan Tuhan/ibadah; mengasihi sesuatu lebih dari Tuhan.

    Kita harus bertobat!


  • Baptisan air.
    Kolose 2: 12
    2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

    Orang mati harus dikubur, tidak bisa tidak.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap delapan dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu baptisan/urapan Roh Kudus.
    Hasilnya: kita hidup dalam kebenaran.

Inilah bukti setan sudah lari dari kita, yaitu kita bisa hidup dalam kebenaran--kita selamat dan diberkati Tuhan.
Matius 12: 43-44
12:43. "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
12:44. Lalu ia berkata:
Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur.

Setelah selamat dan diberkati Tuhan, hati-hati, karena sebelum dibinasakan, setan masih terus kembali untuk 'mengintip' kehidupan kita. Kalau keadaannya kosong--tidak ada Tuhan--, tersapu, dan terhias, ia senang.
Banyak orang yang sudah selamat dan diberkati tidak mau beribadah, sehingga setan kembali, malah mengajak tujuh setan yang lebih jahat sehingga ia kembali menjadi rumah setan.

Waspada! Setelah kehidupan kita ditinggalkan oleh setan, ia akan meninjau kembali kehidupan kita. Kalau roh kita kosong, jiwa/pikiran tersapu dari perkara rohani--tidak ada perkara rohani sama sekali--, dan tubuhnya terhias--hanya tubuhnya yang terhias tetapi rohaninya hancur-hancuran--, setan senang sekali karena cocok dengan dia. Setan ada alasan untuk kembali pada kehidupan itu dengan mengajak tujuh roh jahat yang lain, sehingga keadaannya lebih buruk dari pada keadaan sebelum mengenal Yesus; ia menjadi lebih jahat dan najis, lebih menderita, sampai pada kebinasaan.

Banyak orang berkata: Aku lebih menderita dari pada sebelum ikut Yesus. Hati-hati! Itu karena rohnya kosong, jiwanya kosong dari perkara rohani--tidak memikirkan perkara rohani--, dan hanya tubuhnya yang dihiasi.

Oleh sebab itu sesudah selamat dan diberkati Tuhan, maka kita harus selalu berusaha supaya:

  1. Roh kita jangan kosong, tetapi diisi dengan iman, pengharapan dan kasih.
    1 Korintus 13: 13
    13:13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

    Bagaimana mengisi roh kita dengan iman, pengharapan, dan kasih?
    Roma 10: 17

    10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

    Dimulai dari mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab (firman pengajaran).

    Kalau tidak mau mendengar firman, hidup itu akan kosong dan menjadi tempatnya setan.

    Cara mendengar firman juga harus benar yaitu diurapi Roh Kudus, supaya kita bisa mendengar dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan--seperti anjing menjilat remah-remah roti; selalu merasa kurang--sampai bisa menikmati, kemudian Roh Kudus menolong kita untuk mengerti firman, percaya pada firman (menjadi iman di dalam hati), dan mempraktikkan firman (taat dengar-dengaran pada firman).

    Begitu kita yakin pada firman, saat itu hidup kita diisi dengan iman.
    1 Petrus 1: 22
    1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Kalau taat, kita akan suci dan punya pengharapan untuk menjadi seperti Tuhan--pengharapan tertinggi--, berarti hidup kita diisi dengan pengharapan.
    Kalau tidak suci, tidak ada pengharapan--binasa--, akan menjadi tempatnya setan.

    Kalau taat, hidup kita juga diisi kasih Allah sehingga bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi musuh--membalas kejahatan dengan kebaikan--, sampai mengasihi/mengutamakan Tuhan lebih dari semua.

    Di sinilah kita menjadi rumah Tuhan--setan tidak bisa masuk.


  2. Jiwa/pikiran kita jangan tersapu dari perkara rohani.
    Kita jaga jangan hanya memiliki pikiran duniawi/daging.
    Salah satu pikiran daging yang menonjol adalah hikmat dunia (kepandaian), tetapi tanpa pikiran rohani/hikmat sorga/firman Allah, bahaya, kehidupan itu akan tersapu dari pikiran rohani, ia hanya mengandalkan hikmat dunia, dan menjadi sasaran setan.

    Roma 1: 21-31
    1:21. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
    1:22. Mereka berbuat
    seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
    1:23. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
    1:24. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
    1:25. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
    1:26. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada
    hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
    1:27. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
    1:28. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada
    pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
    1:29. penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
    1:30. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
    1:31. tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.

    Kalau pikiran hanya berisi pikiran daging termasuk keinginan daging tetapi tanpa firman Allah, akibatnya:


    • Berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin lari, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).
      Hati-hati dalam masa berteman, berkenalan, pacaran, tunangan!


    • Roma 1: 32
      1:32. Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

      Yang kedua: jatuh dalam pergaulan yang buruk--pergaulan dosa (istilah setuju berarti bergaul).


    Inilah yang menjadi rumah setan yang akan hancur, lebih jahat dan najis, lebih menderita, sampai binasa.

    Oleh sebab itu biarlah kita meningkatkan pergaulan dengan Tuhan. Kita memiliki pikiran rohani sehingga memiliki pergaulan rohani dengan Tuhan lewat penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--, supaya kita disucikan sampai sempurna.
    Tiga macam ibadah pokok:


    • Ibadah raya, termasuk ibadah kaum muda.
    • Ibadah pendalaman alkitab.
    • Ibadah doa.


    Kita menjadi rumah doa sampai sempurna seperti Dia.


  3. Jangan sampai hanya tubuh kita yang dihiasi; tanpa perhiasan rohani.
    Tubuh dihiasi lewat mode. Hati-hati dengan mode rambut dan sebagainya. Yang tidak boleh adalah hanya menonjolkan daging/perkara duniawi.
    Mode yang baik, silakan, tetapi yang tidak boleh adalah hanya menonjolkan daging.

    Menonjolkan daging artinya menonjol dari yang sewajarnya.
    Contoh mode rambut: masih umur 17 tetapi rambutnya putih semua. Menonjol, tapi hanya duniawi. Ini yang tidak boleh!
    Harus sesuai dengan orang beribadah, apalagi bagi seorang hamba Tuhan. Itu ukuran rohaninya: Apakah aku pantas beribadah dengan mode rambut begini? Kalau tidak pantas tetapi melakukan itu, berarti ingin menonjol dari pada yang lain; hanya daging yang ditonjolkan.

    Kemudian mode pakaian juga hati-hati. Jangan menonjolkan daging karena ingin lebih menonjol dari pada yang lain!
    Jangan hanya menonjolkan diri/daging apalagi dalam tempat ibadah! Kita ke mana-mana saja kalau sudah menjadi orang yang beribadah harus berpikir cocok atau tidak sebagai orang beribadah.

    Jangan sembunyi-sembunyi, di dalam gereja bagus, tetapi begitu di luar, pakaiannya (maaf) lebih sedikit dari pada dagingnya. Tidak cocok!
    Memang sakit bagi daging, tetapi nanti ada perhiasan rohani. Tuhan tolong kita semua.

    Kemudian menghiasi tubuh dengan banyak kerja, kuliah, olahraga. Yang tidak boleh adalah jangan mengganggu ibadah.

    Tadi mode boleh tetapi jangan sampai tidak pantas sebagai orang beribadah.
    Sekarang bekerja, kuliah, olahraga dan sebagainya, jangan sampai mengabaikan ibadah--tidak ada nilai rohaninya sama sekali. Ini yang disukai oleh setan dan akan menjadi rumahnya, sehingga hancur.

    Oleh sebab itu kita berusaha untuk dapat perhiasan rohani.
    1 Petrus 3: 3-6
    3:3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    3:4. tetapi
    perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
    tunduk kepada suaminya,
    3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

    Kalau memiliki perhiasan rohani, akan lebih menarik dan berharga, bahkan berguna bagi diri sendiri.
    Ciri perhiasan rohani, yaitu:


    • Lemah lembut= bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakan, berarti juga bisa mengaku dosa.
    • Pendiam= banyak mengoreksi diri, bukan menyalahkan orang dan Tuhan.
    • Penurut= taat dengar-dengaran kepada Tuhan dan orang tua; isteri tunduk pada suami.


    Ini yang dicari hari-hari ini!
    Sekalipun pintu rahim Sarah tertutup, ia bisa memiliki anak; sekalipun kaum muda tidak punya apa-apa, tetapi kalau ada perhiasan yang rohani, Tuhan akan menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada.

    Kita tidak menjadi rumah setan tetapi rumah Tuhan; tempatnya Roh Kudus, bukan roh jahat apalagi tujuh roh jahat.
    1 Korintus 3: 16
    3:16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

    Kegunaan Roh Kudus:


    • Mengadakan mujizat bagi kita semua.
      Titus 3: 5
      3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Kaum muda memang serba terbatas, tetapi kalau ada Roh Kudus, kita akan mengalami mujizat--menjadi tidak terbatas.
      Roh Kudus mampu membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini adalah mujizat terbesar.

      Pembaharuan dimulai dari jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar. Kita kembali seperti bayi. Kita menjadi rumah doa, kita hanya mengakui kelemahan dan kekurangan kepada Tuhan baik secara rohani maupun jasmani.

      Jangan mengandalkan kekayaan orang tua karena membuat kita tidak akan pernah jadi bayi. Tetap berharap pada belas kasih Tuhan. Mohon belas kasih Tuhan! Hidup kita bukan dari orang tua tetapi belas kasih Tuhan yang melebihi semuanya. Jangan mengandalkan sesuatu di dunia!

      "Dulu saya ingat, kami ada toko, tetapi satu sore saya tertegun melihat papa saya menurunkan nama toko. Saya masih kecil. Ternyata kami bangkrut sehingga sempat berjualan es. Dalam sekejap habis. Kita hanya bergantung pada belas kasih Tuhan yang tidak pernah habis; tidak terukur oleh apapun; tidak pernah berubah. Di mana ada bayi menangis, di situ ada belas kasih."


    • Roh Kudus mampu mengadakan mujizat jasmani: yang mustahil jadi tidak mustahil; hancur jadi baik; gagal jadi berhasil dan indah. Dalam sekejap bisa selesai.
      Apa kekurangan kita secara rohani? Serahkan pada Tuhan! Jangan jadi rumah setan, tetapi rumah Tuhan.

      Dengar firman sungguh-sungguh, jangan kosong!
      Kemudian, jangan ada pikiran jasmani, tetapi pikiran rohani, kita bergaul dengan Tuhan, sungguh-sungguh tergembala sampai disucikan.
      Terakhir, jangan hanya perhiasan jasmani. Tuhan tolong kita semua.

      Ada Roh Kudus yang mengubahkan kita, mulai dari jujur. Tangan Roh Kudus mampu mengadakan mujizat jasmani, sampai terakhir kalau Yesus datang kembali dalam sekejap mata kita akan diubahkan jadi sempurna untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali, sampai berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Kita bersama Dia selama-lamanya.

      Lukas 13: 35
      13:35. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top