English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 06 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 16 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 07 Agustus 2007)
Tayang: 20 Juni 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 01 April 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 April 2008)
Tayang: 12 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 21 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 03 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Desember 2007)
Tayang: 04 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 09 Oktober 2007)
Tayang: 19 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 04 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 13 November 2007)
Tayang: 31 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 13 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Rabu, 26 Desember 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 30 Desember 2011

Dalam penggembalaan di tempat ini kami sedang mempelajari injil Matius pasal yang ke 24,

Injil Matius 24: 3-44, yang berbicara tentang tujuh nubuat/tujuh tanda tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali atau tanda tentang kiamat. Tujuh nubuat/tujuh tanda yang harus digenapi tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali atau tentang kiamat yang akan menimpa bumi ini.

Kita mempelajari injil Matius 24 ini, supaya kita tidak masuk kiamat tetapi kita akan masuk dalam kemuliaan bersama dengan TUHAN.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36-ay 44
Waktu yang lalu kita sudah mempelajari tentang nubuat yang selanjutnya yaitu nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14

Matius 24: 9-14,
9. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
10. dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
13. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
14. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Kalau kita rangkumkan akan ada tiga macam pencobaan yang dihadapi oleh anak-anak TUHAN di akhir zaman ini yaitu:
  1. kebencian ini sama dengan pembunuhan dalam surat Yohanes, ay 9,
  2. kemurtadan ay 10 dan ay 11.
  3. kedurhakaan ay 12.
Yang pertama kebencian dan pembunuhan, pada saat kedatangan TUHAN yang kedua kali, berita natal tadi malam sudah terjadi pada kedatangan TUHAN pertama kali sudah menimpa TUHAN YESUS dimulai:
  • sejak kandungan sudah menghadapi kebencian dan pembunuhan,
  • sesudah Dia lahir menjadi bayi/ anak-anak, juga menghadapi kebencian pembunuhan dan
  • waktu TUHAN YESUS dewasa, IA juga menghadapi kebencian sampai mati di kayu salib. Ini sudah dialami oleh YESUS dan juga akan dialami oleh gereja TUHAN di akhir zaman menjelang kedatangan TUHAN ke dua kali.
Tadi malam kita mendengar jalan keluarnya menghadapi kebencian adalah lewat mimpi/ pembukaan rahasia Firman. Kita mohon kepada TUHAN supaya TUHAN memberikan pembukaan rahasia Firman untuk menghadapi kebencian dan pembunuhan yang akan dan pasti akan terjadi dan mengejar anak-anak TUHAN di akhir zaman, itu sebabnya diperlukan pembukaan rahasia Firman atau Firman pengajaran.

Saya tidak meremehkan Firman penginjilan, tetapi Firman penginjilan itu untuk menarik jiwa-jiwa yang berdosa datang kepada TUHAN, tetapi menghadapi pencobaan-pencobaan tidak mampu hanya dengan Firman penginjilan yang bagaikan susu. Itu sebabnya harus ditingkatkan dalam pembukaan rahasia Firman atau Firman pengajaran. Semoga ini TUHAN karuniakan kepada kita sekalian.

Yang kedua itulah ayat 10 dan 11 kemurtadan, murtad ini akan melanda juga, menjelang kedatangan TUHAN YESUS ke dua kali, ini yang kta pelajari malam ini.

Dan yang ketiga adalah kedurhakaan.

Sekarang ini kita membaca Matius 24: 10, 11, tentang KEMURTADAN.

Ada tiga pengertian tentang kemurtadan yaitu:
  1. 1 Timotius 4: 1, 2
    1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
    2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

    Murtad disini dikaitkan dengan ajaran-ajaran = dikaitkan dengan iman/gugur dari iman. Gugur dari iman berarti tanpa iman = tidak ada seorang pun yang selamat, hilang keselamatan, binasa selamanya. Jadi lebih dari sekedar tidak makan dan lain-lain pencobaan, murtad ini gugur dari iman, berarti hilang keselamatan.

    Mengapa terjadi kemurtadan?
    Jawaban pertama disini disebut, "tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa diwaktu-waktu kemudian ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh penyesat dan ajaran setan oleh tipu daya pendusta"

    Di sini tegas, Roh dengan tegas, jadi orang murtad itu tidak tegas, mengapa terjadi kemurtadan:
    • karena tidak tegas/ tidak diurapi Roh Kudus. Tidak tegas soal pengajaran/soal firman TUHAN.
      Apa arti tidak tegas? tidak tegas untuk menolak Firman pengajaran yang salah, yang palsu, semua dianggap sama saja dan ini berarti sudah melangkah menuju kepada kesesatan. "Sesepuh kita" bpk pendeta Totaijs alm dan juga ibu Totaijs alm waktu itu bersama di Batu seringkali menasihati: kita bukan fanatik bodoh-bodoh, tetapi kalau kita sudah mengatakan bahwa semua pengajaran itu sama, maka itu sudah merupakan awal dari kesesatan.

      Tidak tegas dalam menolak pengajaran lain/pengajaran palsu dan tidak tegas untuk berpegang teguh pada satu pengajaran yang benar. Inilah awal dari penyesatan.

    • Lukas 8: 13, Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

      Mengapa terjadi kemurtadan? sebab tidak mempraktekan Firman/tidak yakin pada Firman. Tidak mempraktekan Firman = Firman tidak berakar dalam hidup. hanya di otak.

      Kalau tumbuh-tumbuhan tidak berakar, kemudian terkena panas/terkena pencobaan akan menjadi layu, kemudian akan murtad. Hati-hati saudaraku, sebab banyak pencobaan yang akan kita hadapi, termasuk gempa bumi, peperangan dan macam-macam, sampai kepada kebencian. Kalau Firman tidak berakar di dalam hidup kita, begitu pencobaan datang/begitu menghadapi pencobaan seperti tanaman yang tanpa akar terkena matahari yang terik akan mati dan langsung murtad/ gugur dari iman. Semoga kita dapat mengerti.

      Tapi kalau dihari-hari ini kita tegas dalam hal pengajaran Firman dan sampai praktek Firman, maka iman kita tidak akan gugur, tetapi akan bertambah teguh bahkan sampai iman yang permanen/ buli-buli emas/kesempurnaan.

  2. 1 Timotius 5: 8, Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.

    Luar biasa!! Sebab orang yang murtad itu lebih buruk dari orang yang tidak beriman kepada YESUS. Itu sebabnya kita jangan sekali-sekali atau sedikit-sedikit berkata: kasihan orang diluar YESUS, sebab nanti lupa kepada diri sendiri karena merasa sudah di dalam YESUS, dan merasa hebat, padahal dalam YESUS bisa lebih buruk dari orang yang tidak beriman ini.

    Mengapa? "tetapi jika ada orang yang tidak memelihara sanak saudaranya apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman",

    Jadi pengertian murtad yang kedua adalah tidak mengasihi sesama terutama di mulai dalam nikah, sanak saudara dalam seisi rumah.

    Inilah murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman kepada YESUS = tidak mengasihi sesama terutama di dalam nikah. Kalau suami istri tidak bisa saling mengasihi = murtad. Sekalipun orang mengatakan dia hebat tetapi murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.
    Kalau kita tidak mengasihi sesama --> hati-hati, kalau tidak mengasihi sesama mulai dalam nikah, nanti akan jatuh dalam kebencian-kebencian dan akan saling menyerahkan.

    Matius 10: 21, Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

    Ini kalau tidak mengasihi pasti akan timbul kebencian dan saling membunuh. Itu sebabnya kita mohon kepada TUHAN supaya kita kembali kepada rumah tangga yang memiliki kasih ALLAH dengan praktek:
    • Mulai dari suami yang mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar. Itu sebabnya suami harus berhati-hati termasuk saya, kalau berlaku kasar kepada istri/tidak mengasihi istri = murtad = tidak memelihara sesama. Pemeliharaan itu bukan hanya soal uang, tetapi pemeliharaan dalam arti yang rohani yaitu mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar terhadap istri.

    • Kemudian istri yang memiliki kasih = tunduk kepada suami dalam segala sesuatu. Kalau istri suka melawan = murtad, lebih buruk dari orang yang tidak beriman; ini betul-betul hal yang luar biasa tajamnya pedang Firman. Kita yang sudah berada di dalam TUHAN, seringkali kita sudah merasa di atas angin/segala-galanya hebat, tetapi di koreksi dari nikah, istri tidak pernah tunduk kepada suami, ini sudah murtad bahkan lebih buruk dari orang tidak beriman.

    • Anak-anak yang memiliki kasih ALLAH, harus taat dengar-dengaran kepada orang tua, kalau kita tidak dengar-dengaran/menyakitkan hati orang tua = sudah murtad. Banyak kali kalau melakukan kunjungan maupun diundang dimana saja, saya lihat kaum muda begitu semangat melayani TUHAN, hati ku bergetar senang, tetapi sangat kecewa kalau mendengar --> kalau di rumah dia menyakiti hati orang tua --> ini banyak terjadi --> kelihatannya hebat dipakai TUHAN, tetapi diperiksa dalam rumah tangga/seisi rumah, ternyata terjadi kemurtadan, lebih buruk dari orang tidak beriman.

      Orang tua juga, di dalam Kolose, dikatakan orang tua juga jangan membuat tawar hati anak-anak --> Kolose 3: 21, Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

    Mari! jaga supaya kita kembali kepada nikah yang memiliki kasih ALLAH/ dengan dasar kasih ALLAH, jangan membuat tawar hati. Ini jangan diartikan tidak boleh marah --> bukan saudaraku, bahkan di dalam Amsal di katakan kalau tidak memukul dengan rotan = tidak menyayangi anak. Maksudnya adalah jangan orang tua memaksakan kehendaknya kepada anak dan anak juga jangan memaksakan kehendaknya kepada orang tua, tetapi mari kita sama-sama berdoa, semua sesuai dengan kehendak TUHAN. Jangan saling memaksa kehendak sebab nanti anak bisa memberontak, dan orang tua bisa membuat tawar hati anak, tapi serahkan setiap masalah kepada TUHAN dan biarlah kehendak TUHAN saja yang jadi. Ini yang paling baik.

  3. Ibrani 6: 4-6
    4. Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
    5. dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
    6. namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

    "tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat"
    --> binasa selamanya.

    Pengertian murtad yang ketiga adalah kembali/bertahan dalam hidup yang lama, tidak mengalami pembaharuan. Sudah menerima Firman/sudah melayani/sudah mengecap semua kebaikan TUHAN, tetapi tetap bertahan/ mempertahankan atau kembali kepada hidup yang lama/tidak mengalami pembaharuan hidup/tidak mengalami keubahan = ini betul-betul murtad.

    Mari, kita diperiksa mulai saya sebagai seorang gembala/seorang hamba TUHAN bukan hanya melayani, bukan hanya mengecap kebaikan TUHAN, tapi diperiksa apakah ada pembaharuan hidup/keubahan hidup, kalau tidak ada pembaharuan hidup/keubahan hidup = murtad.

    Roma 1: 21, Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

    "mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya"
    --> tidak bisa mengucap syukur/tidak bisa menyembah TUHAN = itulah orang yang tidak berubah hidupnya, terutama hati pikirannya masih lama.
    Ini hidup lama, mulai hati dan pikiran yang lama, hati yang bodoh, pikiran yang sia-sia yang terkutuk, ini hidup lama/tidak pernah dibaharui sehingga tidak bisa mengucap syukur, tidak bisa memuliakan dan menyembah TUHAN, yang ada hanya bersungut-sungut, mengomel terus seperti bangsa Israel di padang gurun.

    Mereka lupa sudah menyeberang laut Kolsom/sudah ditolong oleh TUHAN kalau tidak mereka sudah mati dibunuh oleh firaun; baru kekurangan air sedikit saja sudah mengomel, sudah makan manna, tetapi tidak ada dagingnya, sudah mengomel.

    Inilah orang yang hati dan pikirannya lama, hatinya bodoh dan pikirannya terkutuk; biarpun manusia ini pandai dan hebat, tetapi kalau tidak dibaharui = hatinya bodoh, pikirannya terkutuk, maka semuanya akan sia-sia. Manusia lama itu tidak bisa mengucap syukur kepada TUHAN, tidak bisa menyembah TUHAN, yang bisa hanyalah mengomel/bersungut-sungut kepada TUHAN.

    Mari, pelayanan kita di evaluasi, dan juga diperiksa dan di mulai dari saya sebagai gembala, bagaimana? Apakah terus bersungut-sungut? tua-tua, guru sekolah minggu. Apalagi soal yang jasmani kita bersungut-sungut dan ini sama dengan bangsa Israel.
Akibatnya --> Roma 1: 24-32,
24. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
25. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
26. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
27. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
28. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
29. penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
30. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
31. tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
32. Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

 Ayat 24: "Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran" --> inilah hati yang bodoh.

"sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka" --> akibatnya, hati yang bodoh ini hanya mencemarkan tubuh.

Ayat 26 --> "Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan" --> ini hati yang bodoh, mencemarkan tubuh = hawa nafsu yang memalukan.

"sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar" --> sampai homoseks dan lesbian.

Ayat 27 -->
Jadi, praktek dari hati yang bodoh adalah: mencemarkan tubuh dengan perbuatan-perbuatan dosa seks, kawin mengawinkan, makan minum sampai, homosex, lesbian, kalau hati tidak dibaharui, hati yang bodoh. Bagaimana kita dapat mengetahui hati yang bodoh itu ? ya dari mulut ini, kalau mulut ini selalu bersungut soal yang jasmani bersungut, ini berbahaya, sebab itu adalah manusia yang belum dibaharui, terus bersungut sehingga tidak pernah mengucap syukur kepada TUHAN.

Ayat 28
Pikiran terkutuk/pikiran yang lama
"Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah" --> tidak mengkui Allah, tidak memuliakan TUHAN = tidak mengucap syukur.

"maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk" --> Ya prakteknya :
Ayat 29:
  • "perselisihan" --> itu kebencian,
  • "tipu muslihat" --> pikiran terkutuk.
Ayat 31:
"tidak setia" --> tidak setia = tidak berkobar-kobar. Ini berbahaya, sebab tidak setia = pikiran terkutuk, tidak berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, dan nanti akan menyala-nyala dalam birahi, ini merupakan awasan bagi saya, awasan bagi seorang hamba TUHAN, kalau tidak menyala-nyala lagi dalam berdoa dan dalam melayani akan berbahaya sebab dapat menyala dalam birahi, hati-hati, perhatikan di tahun-tahun mendatang dengan sungguh-sungguh.

Ayat 32:
"mereka bukan saja melakukannya sendiri" --> tidak takut hukuman TUHAN sebab mereka melakukan.
Dan juga"tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya" --> setuju, setuju dengan orang yang berbohong = tidak tegas.

Inilah manusia lama yaitu,
  • hati pikiran yang lama,
  • hati yang bodoh = pikiran terkutuk,
  • tidak bisa mengucap syukur, tetapi yang ada hanyalah bersungut-sungut.
Mari sekarang ini kita mohon biarlah kita mengalami pembaharuan hati dan pikiran sampai memiliki Pikiran dan Perasaan dari YESUS. Sekarang ini di penghujung tahun ini, menghadapi tahun yang baru, biarlah TUHAN mengubahkan jangan sampai kita menjadi murtad tetapi ubahkanlah hati pikiran menjadi seperti YESUS.

Filipi 2: 5-8
5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Sebenarnya pikiran dan perasaan YESUS ada tujuh, tetapi puncaknya adalah merendahkan diri/ rendah hati, dan taat ini puncaknya.

 Mari banyak itu macam-macam seperti mengosongkan diri, tidak mempertahankan sesuatu, tetapi kita ambil yang puncaknya yaitu merendahkan diri, rendah hati dan taat. Itu sebabnya kita mohon sekarang ini supaya perasaan/hati dan pikiran, diubahkan menjadi hati pikiran seperti YESUS yaitu merendahkan diri/rendah hati dan taat.
  • Merendahkan diri/rendah hati ini adalah kemampuan untuk mengaku dosa. Kalau seseorang merasa banyak dosa-dosa dan ia diampuni, maka dia akan mengucap syukur kepada TUHAN = kemampuan untuk mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama. Kita jangan menghakimi.

    Kalau tidak mau mengaku dosa = membenarkan diri sehingga tidak pernah mengucap syukur, tidak pernah menyembah, tidak bisa menyembah. Tetapi kalau kita merasa banyak kekurangan kemudian kita diampuni oleh TUHAN, maka tidak akan terlalu sulit untuk mengucap syukur, untuk menyembah TUHAN.

    Mungkin sudah menjadi pengalaman dari saudara-saudara sekalian, saat kita mengaku dosa --> belum apa-apa, air mata sudah turun, kita mengucap syukur dan menyembah TUHAN, tetapi di saat kita menghakimi orang lain, maka semuanya menjadi kering --> hati kering, air mata kering, semuanya menjadi kering. Mari, rendah hati, YESUS dari atas kayu salib mengakui segala dosa kita, kita sekarang mengaku dosa sendiri, kemampuan untuk mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama, kalau diampuni jangan berbuat dosa itu yang mendorong kita mengucap syukur.

  • rendah hati = selalu mengucap syukur kepada TUHAN. Kalau bersungut = sudah merasa benar, sudah merasa lebih tinggi dari orang lain/sudah merasa lebih hebat. Tetapi kalau kita rendah hati kita bisa mengucap syukur kepada TUHAN, kalau kita merasa tinggi, bukannya mengucap syukur tetapi bersungut/berbantah.

    1 Tesalonika 5: 18, Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

    YESUS memberi contoh yaitu waktu perjamuan suci, Ia mengucap syukur, ini Orang rendah hati. Dia sudah tahu inilah Tubuh Ku, inilah Darah Ku, Dia mau masuk dalam sengsara/dalam salib, tetapi TUHAN mengucap syukur dan memecah-mecahkan roti, Ia tidak mengomel.

    Mari, saya juga belajar untuk selalu mengucap syukur dan taat dengar-dengaran kepada TUHAN.
Proses agar dapat taat kepada Firman adalah:
  1. Mazmur 119: 15, Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.

    Ini proses untuk taat kepada Firman pertama saudaraku kita mendengar Firman sampai mengerti, merenungkan firman.

    Mazmur 119: 11, Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

  2. kita percayai yakin kepada Firman. Ini menyimpan Firman dalam hati dan disaat itu ada kekuatan untuk tidak berbuat dosa selamanya --> supaya aku tidak berbuat dosa.

    Jadi pertama --> aku merenungkan titah Mu = mendengar Firman sampai mengerti Firman, merenungkan Firman.

    kedua yaitu, supaya aku jangan berdosa, kita percaya yakin kepada Firman = menyimpan Firman dalam hati, sehingga ada kekuatan untuk menolak dosa/ ada rem untuk tidak berbuat dosa.

  3. Mazmur 119: 18, Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

    Praktek Firman yang ketiga adalah, mata terbuka = kita bisa mempraktekan Firman dan kita bisa melihat keajaiban-keajaiban TUHAN.

    Mari, sekarang ini biarlah jangan dalam kemurtadan, tetapi mari, sampai kita:
    • memiliki pikiran perasaan TUHAN,
    • kita akan melihat keajaiban-keajaiban TUHAN/keajaiban Firman yang mampu menciptakan yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Keajaiban yang pertama itulah keubahan hidup, yaitu dari manusia daging menjadi manusia rohani = mengubah kita sampai menjadi sama dengan TUHAN, kalau hati pikiran sudah sama dengan TUHAN, nanti kita akan diubahkan sampai menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS, kita akan terangkat bersama-sama dengan Dia.

    Tetapi juga keajaiban-keajaiban di dunia ini akan kita lihat. Tahun-tahun mendatang kalau:
    • kita sungguh-sungguh tidak murtad,
    • kita bertahan dalam Firman, maka kita akan sungguh-sungguh melihat keajaiban TUHAN. Apa yang tidak bisa dipikirkan oleh manusia/yang mustahil akan menjadi tidak mustahil, kita pegang janji TUHAN ini, dan kita mengucap syukur kepada TUHAN.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top