Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949

Pdt. Jusak Widjaja Hendra - GPTKK, Malang

Kita akan meneruskan ibadah kita ini dengan maju satu langkah dengan membaca di dalam injil Matius 24: 15-25 --> nubuat tentang antikrist.

Kita membaca terlebih dahulu Matius 24: 15, "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel --para pembaca hendaklah memperhatikannya—

Ayat 15:
  • Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji” --> pembinasa keji itulah antikrist.
  • berdiri di tempat kudus” --> di tempat kudus= di bait ALLAH.
Jadi antikrist ini sudah dinubuatkan di dalam ktb Daniel sebagai pembinasa yang keji --> sudah pembinasa + keji, tidak dapat lagi dikatakan bagaimana dahsyatnya siksaan dan pembunuhan jaman antikrist.

Pembinasa keji dengan sayap kekejian dan sayap itu berbicara tentang kecepatan, itu sebabnya gereja TUHAN juga harus mempunyai sayap. Jangan berlambat-lambat --> datang ke gereja melayani TUHAN, jangan lambat-lambat sebab kalau berlambat-lambat tidak akan mempunyai sayap dan pasti akan kalah.

Sebab pembinasa keji datang dengan sayap kekejian, kita/gereja TUHAN harus memiliki dua sayap burung nazar yang besar dan ini merupakan tandingannya --> saat antikrist datang dengan sayap kekejian, maka gereja TUHAN dengan sayap burung nazar disingkirkan di padang belantara, jauh dari mata antikrist. Ini sudah kita pelajari pada waktu yang lalu.

Sekarang ini kita melihat di dalam srt Tesalonika tentang, tentang antikrist --> 2 Tesalonika 2: 3, 4,
3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
4. yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

Ayat 3:
  • Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad” --> sebelum hari kedatangan YESUS Yang ke dua kali/sebelum kiamat, terlebih dahulu datang kemurtadan.
  • dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa”= siapa dia? Ayat 4.
  • Ayat 4= “Bahkan ia duduk di Bait Allah” --> duduk di bait ALLAH= pembinasa keji di tempat kudus. Ini sangat bertentangan, pembinasa keji tetapi berada ditempat kudus.
Kita harus berhati-hati, sebab memang nanti kalau kita mempelajari tentang antikrist, maka ia berasal dari kita juga= yang ada di bait ALLAH ini.

Jadi, di dalam srt 2 Tesalonika 2, antikrist tampil di tempat kudus/di bait ALLAH sebagai manusia murtad dan durhaka= yang mau disembah sebagai ALLAH. Ini titik beratnya, di Tesalonika berbicara tentang penyembahan/yang mau disembah sebagai ALLAH, sedangkan di ktb Daniel titik beratnya adalah sayap kekejian/kecepatan.

Antikrist tampil sebagai manusia murtad dan durhaka= tampil di tempat kudus sebagai manusia murtad dan durhaka yang mau disembah sebagai ALLAH. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab pada kenyataannya nanti banyak manusia yang terkecoh, dan mereka akan menyembah antikrist termasuk anak-anak TUHAN yang tertinggal dapat menyembah antikrist.

Di dalam ktb Wahyu 13, antikrist dalam bentuk binatang yang di sembah --> Wahyu 13: 8, Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya” --> akan menyembahnya= semua manusia termasuk anak-anak TUHAN, akan menyembahnya. Siapa dia? Mereka yang tidak tertulis namanya dalam kitab kehidupan dan ini yang harus digaris bawahi.

Akibatnya apa? Wahyu 20: 14, 15,
14. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
15. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Akibatnya mereka akan dilemparkan kedalam lautan api dan belerang= kematian kedua itulah neraka. Hati –hati!! ini soal penyembahan, kita jangan sembarangan menyembah, sebab antikrist berada di dalam bait ALLAH juga untuk disembah dan siapa yang menyembah, yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan.

Mari! supaya tidak menyembah antikrist, maka kita berusaha supaya nama kita tertulis dalam kitab kehidiupan, kalau nama tertulis dalam kitab kehidupan: maka kita tidak akan pernah menyembah antikrist, tidak akan pernah terkecoh sampai menyembah antikrist. Nama tertulis --> ini yang kita usahakan sekarang, banyak usaha-usaha kita, perjuangan kita didunia, kaum muda mungkin berjuang supaya nama tertulis di universitas yang terkenal di Indonesia --> boleh! silakan saudaraku atau di luar negeri, silakan! Mungkin ada yang berjuang supaya kedudukan saya naik --> boleh! tetapi jangan lupa satu hal yang lebih dari itu yaitu perjuangkan supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan sebab apapun yang kita miliki didunia ini, tetapi kalau nama tidak tertulis dalam kitab kehidupan itu berarti sia-sia semuanya dan kebinasaan selama-lamanya.

Proses supaya nama tertulis di dalam kitab kehidupan? Sebab tentu ada prosesnya, yaitu:
  1. Filipi 4: 3, Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

    Jadi, proses pertama adalah berjuang dalam pekabaran injil, lebih dari segala sesuatu.

    Pekabaran injil yang diperjuangkan adalah:

    • injil keselamatan/Firman penginjilan yaitu Firman yang memberitakan kedatangan YESUS Yang pertama kali mati di kayu salib untuk menyelamatkan orang berdosa. Jadi, ini ditujukan/diberitakan untuk orang-orang yang belum percaya YESUS/diluar YESUS supaya percaya dan diselamatkan (Ef 1: 13).

    • injil tentang kemuliaan Kristus/Firman pengajaran,(2 Korintus 4: 3- 4) yang memberitakan kedatangan YESUS yang ke dua kali untuk menyempurnakan anak-anak TUHAN/ gereja TUHAN/sidang jemaat yang sudah selamat perlu ditingkatkan untuk disempurnakan seperti YESUS sehingga boleh/layak mewarisi kerajaan surga.

    Jadi dua pemberitaan Firman, yaitu Firman penginjilan= susu, jadi harus ditingkatkan dengan Firman pengajaran/makanan keras ini untuk mendewasakan, menyempurnakan kehidupan rohani kita, inilah yang mereka perjuangkan, dulu mereka berjuang untuk pekabaran injil baik injil keselamatan= kabar baik, dan juga injil kemuliaan= Firman pengajaran/kabar Mempelai menjadikan kita sempurna= menjadi Mempelai Wanita TUHAN= mereka berjuang sampai nama tertulis dalam kitab kehidupan.

    Sekarang apa artinya kepada kita? kalau dulu mereka berjuang untuk pekabaran injil, sekarang artinya berjuang lebih dari segala perkara/aktivitas lain di dunia ini. Bukan tidak boleh bekerja, tidak boleh kuliah silakan! sekuat tenaga, tetapi jangan sampai mengorbankan ibadah. Ini maksud dari memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala aktivitas apapun didunia ini. Semoga kita dapat mengerti.

    Kisah rasul 20: 24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Jadi inilah orang dewasa rohani, bukan hanya demi ibadah pelayanan, bukan hanya mengesampingkan pekerjaan, kuliah dan lain-lainnya bahkan sampai tidak menghiraukan nyawa. Jadi sampai disitu, yaitu sampai tidak menghiraukan nyawa. Inilah yang dimaksud dengan nama tertulis di dalam ktb kehidupan yaitu memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari perkara lain= menyelesaikan pelayanan sampai garis akhir.

    Ada dua macam garis akhir dari manusia yaitu:

    • Sampai mati, garis akhir pertama mati/meninggal dunia dan dikuburkan. Mari, saudaraku, kita terus melayani sampai garis akhir dan kalau diijinkan meninggal dunia, kita tetap berada di dalam pelayanan.

    • Garis akhir kedua yaitu kalau kita diberi panjang umur/hidup sampai TUHAN YESUS datang kedua kalinya, kita tetap berada di dalam pelayanan. Semoga kita dapat mengerti ini.

    Mari hari-hari ini, kita memperjuangkan ibadah pelayanan dengan pelayanan yang benar --> Yohanes 4: 34, Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    Menyelesaikan pekerjaan - Nya= menyelesaikan pelayanan sampai garis akhir. Kita mulai belajar disaat-saat kebaktian, kita harus sampai pada doa pemberkatan= sampai selesai ibadah. Inilah pelayanan yang benar, menyelesaikan pelayanan sampai garis akhir.

    Kemudian melakukan kehendak TUHAN. Melakukan kehendak TUHAN= melakukan kehendak sesuai Firman, sebab kehendak TUHAN itu adalah Firman. Bukan melayani seenaknya sendiri/menurut kemauannya sendiri. Itu sebabnya dituntut dari seorang pelayan TUHAN, ia harus mendengarkan Firman, kalau tidak mendengar Firman, apa yang mau dikerjakan?

    Contoh seperti Marta dan Maria, Marta berpikir bahwa dia hebat, tetapi ia bekerja sesuai dengan kehendaknya sendiri, sehingga TUHAN mengatakan: “Marta, Marta kamu kuatir/susah, tetapi Maria memilih yang terbaik”. Maria mulai dengan mendengarkan Firman, sebab pelayanan yang benar melakukan kehendak TUHAN sesuai Firman ALLAH.

    Kalau kedua tanda pelayanan yang benar ini ada yaitu:

    • menyelesaikan pelayanan sampai garis akhir, sampai selesai dengan setia.

    • melakukan kehendak TUHAN/sesuai Firman, pelayanan sesuai Firman, maka pelayanan itu bagaikan memberi makan YESUS. “makanan Ku”, Ku besar itu YESUS. Mari saudaraku, kalau pelayanan kita benar dengan dua tanda ini maka pelayanan kita bagaikan memberi makan kepada TUHAN= mengenyangkan TUHAN= memuaskan TUHAN= memuliakan TUHAN.

    Hasilnya, TUHAN tidak pernah menipu kita, kalau kita memuaskan TUHAN= memberi makan TUHAN, maka:

    • TUHAN akan memuaskan kita dan memberi kita makan/ memelihara kita secara ajaib di tengah dunia yang sudah sulit. Ini urusan kita dihari-hari ini, yaitu melayani TUHAN sampai selesai dengan setia sampai garis akhir, dan melakukan kehendak Bapa sesuai Firman= taat dengar-dengaran= bagaikan memberi makan YESUS/memuaskan dan memuliakan TUHAN

      Lukas 10: 17-19
      17. Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
      18. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
      19. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

    • kita mengalami kuasa kemenangan dari TUHAN untuk mengatasi segala halangan/rintangan sehingga kita bisa tetap melayani TUHAN. Inilah kuasa kemenangan, dan kuasa kemenangan ini penting, sebab seringkali kita sudah kalah dengan hujan, tidak ada ongkos jalan kita sudah kalah sebab tidak ke gereja.

      Tapi belum cukup kalau hanya diberi kepuasan, kebahagiaan, dipelihara TUHAN dan juga diberi kuasa kemenangan --> ini sudah baik, tetapi belum cukup, masih ada satu lagi hasilnya -->

    • Lukas 10: 20, Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

      “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu”=
      jangan bersuka cita --> banyak kita salah disini, sudah diberkati yang jasmani --> TUHAN luar biasa!! belum cukup sampai disini, tetapi harus sampai nama terdaftar di surga.

    Pelayanan
    yang benar:

    • memperjuangkan pelayanan sampai garis akhir/setia sampai garis akhir, ditambah
    • taat= melakukan kehendak ALLAH dan TUHAN tidak menipu kita, kita benar-benar ditolong oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Nama terdaftar di surga= tertulis dalam ktb kehidupan.

    Wahyu 3: 4, 5
    4. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
    5. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

    Ay 4 --> “Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya” --> beberapa= sedikit.

    Ay 5 --> “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan” --> kalau memiliki pakaian putih, maka nama tidak dihapus, berarti nama tertulis. kalau pakaian kita kotor, maka nama akan terhapus, apalagi kalau telanjang seperti Adam dan Hawa, maka akan diusir dari firdaus.

    Jadi ini proses kedua yaitu proses supaya nama kita tertulis dalam ktb kehidupan yaitu harus memiliki pakaian putih. Proses pertama memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu sampai garis akhir, setia taat sampai garis akhir, proses yang kedua yaitu harus memiliki pakaian putih.

    Mengenakan pakaian putih ini ada kelanjutannya yaitu di dalam kitab Pengkhotbah --> Pengkhotbah 9: 8, Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.

    Ada minyak di kepala, dan mengenakan pakaian putih= hidup dalam kesucian. Minyak di kepala= dalam urapan Roh Kudus. Jadi sesudah kita melayani TUHAN, kita masih dituntut yang kedua, yaitu harus mempunyai pakaian putih, dan juga harus ada minyak dikepala/minyak urapan= hidup dalam urapan Roh Kudus.

    Lalu dimana kita dapat mendapatkan hidup semacam ini/dimana kita dapat mendapatkan pakaian putih= hidup suci dan selalu berada dalam urapan Roh Kudus? Imamat 21: 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Sangat jelas, ‘janganlah ia keluar dari tempat kudus supaya tidak dilanggar kekudusan’. Tidak dilanggar/ tidak keluar dari tempat kekudusan berarti hidup suci= pakaian putih dan ada minyak urapan ALLAH dikepalanya. Kalau kita mau mengenakan pakaian putih dan minyak urapan ada di kepala, maka setiap imam harus berada di tempat kudus/ruangan suci.

    Jangan kalah dengan antikrist, sebab antikrist saja mau tinggal ditempat kudus --> dalam Matius 24 “pembinasa keji ditempat kudus”. Bagaimana kalau imam-imam/pelayan –pelayan TUHAN/anak-anak TUHAN tidak mau berada di tempat kudus/ruangan suci dalam tabenakel= kerajaan surga? dulu Musa dibawa naik ke gunung Sinai oleh TUHAN untuk menerima dua hal, tetapi gereja TUHAN hanya mengetahui satu hal, padahal ada dua hal, yaitu Musa menerima dua loh batu. Kalau Musa hanya menerima satu hal yaitu dua loh batu, maka ke dua loh batu itu akan diletakan dimana? Tetapi Musa diperintahkan oleh TUHAN membuat tabernakel di bumi yang merupakan tempat beribadah bagi orang Israel. Membuat kerajaan surga dibumi dengan ukuran-ukuran dari TUHAN itulah tabernakel, tempat ibadah bangsa Israel, sekarang tabernakel rohani yang merupakan tempat ibadah dari Israel rohani/ anak-anak TUHAN/ pelayan-pelayan TUHAN.

    Tabernakel ini terdiri dari:

    • halaman yang terdapat pintu gerbang= percaya kepada YESUS= bertobat dan mezbah korban bakaran= selamat.
    • ruangan suci terdapat: pelita emas/ketekunan di dalam ibadah raya , meja roti sajian/ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab dan mezbah dupa emas/ketekunan di dalam ibadah doa.
    • ruangan maha suci.

    Inilah supaya kita mendapat pakaian putih dan minyak urapan, maka kita jangan keluar dari tempat kudus= harus berada di ruangan suci.

    Di sinilah saudaraku! imam-imam harus berada di tempat kudus/ruangan suci/ kandang penggembalaan dan juga ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, itu yang menjamin pelayan TUHAN= imam-imam mendapat pakaian putih, hidup dalam kesucian dan selalu dalam urapan Roh Kudus, supaya tidak kering rohaninya, supaya tidak kotor pakaiannya.

    Di luar ruangan suci/diluar penggembalaan akan berbahaya sebab pakaian dapat menjadi kotor= hidup dalam dosa bahkan telanjang= jatuh dalam dosa/ selalu jatuh dalam dosa. Tanpa Firman, akan jatuh dalam dosa dan kalau dilanjutkan menjadi telanjang dan tidak dapat kembali lagi.

    Di luar penggembalaan/di luar ruangan suci, pakaian menjadi kotor dan minyak urapan habis, kering rohani sampai mati rohani. Mati rohani itu berarti kematian yang kedua= neraka. Semoga kita dapat mengerti ini.

    Sebaliknya kalau kita hidup diruangan suci, kita menjadi imam-imam yang tergembala, pelayan-pelayan TUHAN yang tergembala, hidup suci, hidup dalam urapan Roh Kudus, maka TUHAN akan memberikan dan menetapkan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus kepada kita.

    Efesus 4: 11,12
    11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau kita melayani dalam ruangan suci, pelayan-pelayan TUHAN hidup di ruangan suci, ada pakaian putih, maka hasil pertama, TUHAN akan memberikan dan menetapkan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus/ kemampuan ajaib dari TUHAN untuk kita dapat melayani TUHAN sesuai dengan jabatan yang TUHAN berikan dan tetapkan, sehingga kita tidak akan pernah meninggalkan jabatan pelayanan. Sebab meninggalkan jabatan pelayanan= membuka jubah= telanjang= menyangkal TUHAN/tidak mengaku TUHAN seperti Yudas.

    Yudas itu hanya digoda oleh keinginan akan uang, sehingga Yudas meninggalkan jabatan pelayanan. Sekali lagi! bukan tidak boleh bekerja, tidak boleh kuliah, tetapi jangan sampai meninggalkan jabatan pelayanan/ jangan sampai telanjang. Semoga kita dapat mengerti ini.

    Contohnya adalah Yudas --> Kisah Para Rasul 1: 16-18, 20,
    16. "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
    17. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
    18. --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
    20. "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

    Jabatannya di ambil oleh Matias/di ambil oleh orang lain sehingga dia tidak dapat kembali kesana. Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Supaya kita tetap berada di dalam ruangan suci, tetap berpakaian putih/hidup suci dan dalam urapan Roh.Kudus, maka TUHAN akan memberikan dan menetapkan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sehingga kita tidak pernah meninggalkan jabatan pelayanan itu= mengaku nama YESUS.

    Hasilnya: nama tertulis di dalam kitab kehidupan seperti jemaat Sardis. Nama tertulis dalam kitab kehidupan= TUHAN mengakui kita, dan ini luar biasa sebab kita benar-benar disertai oleh TUHAN sampai kita diakui oleh Bapa. Diakui sebagai Mempelai wanita- Nya= sebagai Istri- Nya yang terakhir= kita tidak akan berpisah dari TUHAN.

    Tetapi sebaliknya, kalau kita meninggalkan jabatan pelayanan, maka kita akan betul-betul telanjang, menyangkal TUHAN seperti Yudas, dan dia juga akan disangkal oleh TUHAN= namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan= di ganti oleh Matias berarti binasa untuk selama-lamanya.

    Mari! Kita sungguh-sungguh berpakaian putih:

    • memperjuangkan pelayanan dengan setia dan taat dalam pelayanan,
    • minyak urapan dijaga agar nama tertulis dalam kitab kehidupan, dimana kita harus berada di ruangan suci/penggembalaan, sehingga disitu kita disucikan, kita diurapi dan tidak akan pernah meninggalkan jabatan pelayanan.

    • kita diaku oleh TUHAN --> di dunia ini kita diakui oleh TUHAN/disertai oleh TUHAN sampai di depan Bapa, kita diakui sebagai Mempelai Wanita TUHAN= tidak terpisah lagi dari TUHAN.

  3. Wahyu 21: 27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

    Nama tertulis di dalam kitab kehidupan berarti tidak boleh ada dosa lagi dan ini namanya mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar. Mengalami pelayanan pendamaian dari dosa-dosa= mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar dan ini berarti semuanya harus damai= tidak ada dosa-dosa lagi sebab semuanya sudah diperdamaikan.

    Dalam perjanjian lama= hukum taurat, pelayanan pendamaian itu dilakukan oleh imam besar Harun, setahun sekali masuk ke dalam ruangan maha suci. Hanya Harun yang boleh masuk ke dalam ruangan maha suci dan membawa darah lembu dan juga membawa dupa.

    Mezbah dupa itu memiliki ukupan --> membawa darah dan juga membawa dupa, lalu sampai di ruangan maha suci, kemudian dia percikan darah dua kali tujuh di atas tabut perjanjian, kemudian di bawah dan di depannya tujuh kali, sehingga terjadi sinar kemuliaan/ shekinah glory. Kalau itu terjadi, berarti dosa bangsa Israel dari suku apapun, apapun bentuk dosanya sudah diampuni oleh TUHAN.

    Imamat 16: 11,12, 14, 16
    11. Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya; ia harus menyembelih lembu jantan itu.
    12. Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
    14. Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
    16. Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

    Ini pelayanan pendamaian untuk menghapus dosa-dosa kenajisan-kenajisan; dulu dilakukan oleh imam besar Harun dari suku Lewi dan ini hanya untuk bangsa Israel, sedangkan bangsa kafir tidak mendapatkan apa-apa.

    Sekarang bagaimana dengan kita sebagai bangsa kafir? dalam perjanjian baru pelayanan pendamaian dilakukan oleh TUHAN YESUS yang duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa= ruangan maha suci= tahta ALLAH Bapa. Tetapi ada bedanya antara YESUS Yang juga membawa dupa dan darah dengan imam besar Harun.

    YESUS membawa Darah- Nya sendiri, bukan lagi darah binatang sebab kalau darah binatang hanya untuk Israel. Kalau Darah YESUS untuk semua bangsa di dunia; jadi YESUS juga membawa Darah-Nya sendiri dan dupa.
YESUS membawa dupa= 1 Yohanes 2: 1, 2,
1. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
2. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

Terj.lama --> 1. Hai anak-anakku, inilah kusuratkan kepadamu supaya jangan kamu berbuat dosa. Dan jikalau barang seorang berbuat dosa, maka kita ada seorang Juru Syafaat kepada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar itu,

Istilah pengantara dalam terjemahan lama adalah Juru Syafaat/doa syafaat. Inilah YESUS Yang duduk disebelah kanan ALLAH Bapa= ruangan maha suci/kesempurnaan, YESUS sedang membawa dupa= YESUS sedang berdoa syafaat bagi kita semua untuk:
  • Pengampunan dosa kita kalau kita jatuh dalam dosa/doa syafaat untuk pengampunan dosa-dosa kita.
  • Tapi doa syafaat juga supaya kita tidak jatuh lagi dalam dosa. Inilah YESUS Gembala Agung Imam Besar Yang duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa.
YESUS membawa Darah-Nya Sendiri = Ibrani 9: 11,12,
11. Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
12. dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.

Membawa Darah-Nya Sendiri/Darah YESUS untuk mendamaikan dosa seluruh umat manusia di dunia. Darah lembu hanya untuk bangsa Israel, tetapi Darah YESUS untuk semua bangsa yang ada di dunia ini. Semoga kita dapat mengerti ini.

Percikan darah ini sengsara/perobekan daging dan memiliki dua tingkatan yaitu:
  1. 1 Petrus 4: 1, 2
    1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Ay 1= “kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian” --> kamupun harus begitu= kalau YESUS sudah menderita penderitan badani/disalib kamu pun harus begitu.

    Inilah tingkatan pertama, yaitu sengsara daging untuk kita berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN.

    ayat 2 ini, berhenti berbuat dosa dan melakukan kehendak TUHAN/kembali kepada TUHAN. Tidak bisa kedua-duanya, dengan berkata bahwa saya tetap berbuat dosa, tetapi saya melakukan kehendak TUHAN --> tidak mungkin itu. Kalau kita sudah berbuat dosa, itu berarti kita sudah berada diluar kehendak TUHAN.

    Inilah percikan darah tingkat pertama yaitu kita harus sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada ALLAH dan juga untuk melakukan kehendak ALLAH. Mungkin kita harus menanggung kerugian apa saja seperti kerugian secara materi sebab harus meninggalkan dusta= sengsara untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN dan melakukan kehendak TUHAN.

    Wahyu 21: 27, Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis,atau dusta,

    “orang yang melakukan kekejian atau dusta” --> ini yang harus dibuang= bertobat= berhenti berbuat dosa dan melakukan kehendak ALLAH. Prosesnya adalah dengan berdamai= mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi.

    Saya ulangi, percikan darah tingkat pertama= sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan melakukan kehendak ALLAH dan kembali kepada ALLAH dengan langkah berdamai= mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    Inilah pelayanan pendamaian= nama ditulis dalam kitab kehidupan.

    Mengaku dosa di mulai dari dosa apa? Wahyu 22: 27 ‘tetapi tidak akan masuk didalamnya sesuatu yang najis’. Kenajisan atau orang yang melakukan kekejian, kejahatan atau dusta’ dan kalau dijabarkan= Wahyu 21: 8 --> dosa-dosa yang membawa ke neraka.

    Wahyu 21: 8, Tetapi (1)orang-orang penakut, (2)orang-orang yang tidak percaya, (3)orang-orang keji, (4)orang-orang pembunuh, (5)orang-orang sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan (8)semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Mari! mulai bertobat dari delapan dosa, sebab ini yang langsung membawa manusia ke neraka= namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan= menyembah antikrist.

    Tidak menyembah patung, tetapi kalau penakut, dan biasanya takutnya ini adalah takut untuk berkorban/selalu takut untuk berkorban, sedangkan TUHAN sudah berkorban bagi kita. Mari! lepaskan ke delapan dosa ini dan biarlah percikan darah/sengsara bagi daging kita alami dengan mengaku dosa sampai sampai pada dosa dusta, sebab dusta ini penutup dari dosa.
    Selama masih ada dusta, berarti kedelapan dosa itu masih ada= nama masih belum tertulis di dalam kitab kehidupan, termasuk kami hamba TUHAN/ gembala-gembala biar-pun memiliki gereja yang besar dengan sidang jemaat yang ribuan dan lain-lain, tetapi kalau ada dusta= nama belum tertulis dalam kitab kehidupan= kebinasaan selama-lamanya.

    Mari, kita bersungguh-sungguh, dan di mulai dari saya, maafkan sekali lagi dan minta ampun kalau saya berjanji lalu lupa, bukan sengaja, tetapi karena kesibukan yang membuat saya lupa untuk mendoakan penyerahan anak, mendoakan pembukaan toko. Ini bukan saya berdusta, sebab kalau masih ada dusta yang merupakan penutup dosa dan ini berarti belum diperdamaikan dari dosa-dosa= nama belum tertulis di dalam kitab kehidupan. Semoga kita dapat mengerti.

  2. 1 Petrus 4: 12-14
    12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu
    13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Percikan darah menghasilkan sinar kemuliaan/Shekinah Glory= sengsara daging tanpa dosa. Tidak salah dicaci, tidak salah disalahkan; sudah tidak berbuat dosa tapi masih sengsara untuk TUHAN/sengsara bersama Dia. Hasilnya ada Roh Kemuliaan/sinar kemuliaan untuk mengubahkan kehidupan kita, membaharui hidup kita dari manusia daging/manusia hina menjadi manusia rohani/manusia yang mulia seperti YESUS. Inilah perlunya percikan darah, sebab akan ada Roh Kemuliaan/Shekina Glory untuk merubah/membaharui hidup kita dari manusia daging yang hina itu, menjadi manusia rohani yang mulia seperti YESUS. Sebab selama masih ada dusta= belum berubah/tidak bisa berubah.
Kolose 3: 9,10, 12-14
9. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya
10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah (1)belas kasihan, (2)kemurahan, (3)kerendahan hati, (4)kelemahlembutan dan (5)kesabaran.
13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan (6)ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
14. Dan di atas semuanya itu: (7)kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Ay 9 --> selama ada dusta= masih manusia lama/manusia daging, tetapi kalau sudah dusta dibuang, mulai ada keubahan= manusia baru.

Kolose 3: 15, Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Hati damai= pelayanan pendamaian, dan hati damai ini sebagai bukti nama tertulis dalam kitab kehidupan.

Kalau saudara ingin tahu apakah hari ini nama saya masih tertulis di dalam kitab kehidupan? raba hati, kalau hatiku/hatimu merasa damai, tidak merasa bimbang, tidak ada kuatir, tidak ada pahit hati, tidak ada apa-apa= nama kita sedang tertulis dalam kitab kehidupan. Sebab kalau ada kepahitan dan hati merasa berdebar-debar dan berkata: apakah ada dosa atau tidak? Ini berarti nama belum tertulis di dalam kitab kehidupan.

Hati –hati!! mari, hati damai= nama tertulis di dalam kitab kehidupan, ini lebih dari harta berjumlah miliaran rupiah. Sebab kalau hati damai, maka tidak sulit bagi Imam Besar untuk mengulurkan Tangan --> Imam Besar dengan pelayanan pendamaian mengulurkan Tangan untuk dapat menolong kita tepat pada waktunya.

Ibrani 2: 17, 18
17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa
18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia
dapat menolong mereka yang dicobai.

Kalau hati tidak damai, maka TUHAN akan mengangkat Tangan, tetapi kalau hati kita damai, maka TUHAN Yang akan turun Tangan. Dia Imam Besar, Gembala Agung, mengulurkan Tangan Yang setia dan berbelas kasihan untuk dapat dan tepat menolong kita pada waktunya.

Dapat itu tidak bisa dibatasi oleh masalah apapun, Dia dapat menolong kita dan tepat waktu= tidak terlalu lama dan juga tidak terlalu cepat.

Salah satu demonstrasi pelayanan pendamaian yang didemonstrasikan oleh TUHAN dengan kuasa dan pelayanan pendamaian, asal ada hati yang damai, maka kita dapat menyeru Nama TUHAN --> Matius 14: 23, Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

YESUS naik ke bukit dan berdoa, doa ini dupa= ini YESUS tampil sebagai Imam Besar Gembala Agung, berdoa itu membawa dupa, naik ke bukit itu menggambarkan bukit Golgota= darah dan dupa

Matius 14: 24, 27
24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
27. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!
  1. YESUS sebagai Imam Besar dan Gembala Agung dengan dupa dan darah= dengan doa dan percikan darah menghadapi perahu murid-murid yang ditimbus oleh gelombang, begitu terombang ambing mau tenggelam.

    Inilah saudaraku, YESUS dengan Darah dan Dupa= pelayanan pendamaian --> Imam Besar sedang mengulurkan Tangan, untuk apa ? membuat lautan yang bergelora menjadi tenang; hati menjadi tenang berarti lautan bergelora menjadi tenang. Mungkin ekonomi sedang diombang-ambing dan lain-lain, akan menjadi tenang.

    Matius 14: 29 -32
    29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Inilah pelayanan Imam Besar, yang pertama untuk menenangkan semua yang sedang bergelombang, yang sedang dihantam oleh angin gelombang terutama mulai dari hati kita.

  2. yang kedua untuk mengangkat Petrus dari ketenggelaman= mengangkat yang sudah tenggelam. Yang sudah tenggelam-pun masih dapat ditolong asal kita menyeru Nama TUHAN --> TUHAN tolonglah aku seperti Petrus.
Bukan hanya menenangkan lautan yang bergelora/keadaan kita yang sedang bergelombang hari-hari ini, yang sedang tidak tenang, yang sedang kacau, dan mungkin sudah hancur --> mulai dari hati kita ditenangkan oleh TUHAN, maka semuanya akan menjadi tenang.

Yang kedua sampai pun sudah tenggelam, kalau kita mau mengulurkan tangan dan berseru kepada TUHAN= menyeru Nama YESUS, maka Tangan TUHAN diulurkan untuk mengangkat kehidupan kita, bukan hanya sampai disitu saja tetapi apa yang bergelombang menjadi tenang, yang tenggelam akan diangkat/ditolong sampai Tangan itu juga akan menuliskan nama kita dalam kitab kehidupan.

Keluaran 32: 30, 32, 33
30. Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
32. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu --dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
33. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

Ayat 30 --> "Kamu ini telah berbuat dosa besar” --> dosa besar= menyembah berhala.

Pelayanan pendamaian --> dulu Israel menyembah lembu emas= dosa besar, dan TUHAN hendak menghapuskan nama mereka dari kitab kehidupan, tetapi ada Musa yang tampil; Musa ini menunjuk Gembala Agung/TUHAN YESUS Yang sekarang duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa Yang sedang berdoa.

Kalau ada nama-nama yang hendak dihapus, Dia sedang berdoa menaikkan doa syafaat= pendamaian, dan Musa itu juga merupakan gambaran dari gembala di dunia/gembala manusia/gembala yang dipercaya oleh TUHAN di dunia, yang juga memiliki tugas yang sama yaitu menaikkan doa, supaya jangan sampai ada nama yang dihapus dari kitab kehidupan.

Inilah tugas dari Musa yang luar biasa, dia rela berkorban, dan ini merupakan pelajaran bagi saya, seringkali jika saya membaca ayat ini saudaraku, saya merasa malu. Musa rela mempertaruhkan namanya sendiri dengan meminta agar TUHAN mencoret namanya dari kitab kehidupan. Ini pembelaan yang betul-betul dari seorang gembala; itu sebabnya doakan saya untuk dapat menaikkan tugas seperti Musa, jangan sampai kebalikannya yaitu menyengsarakan jemaat dan lain-lainnya --> jangan sampai!! tetapi betul-betul di doakan, lewat pelayanan pendamaian dari Gembala Agung, dan juga dari gembala manusia agar jemaat sungguh-sungguh aman sampai namanya tertulis di dalam kitab kehidupan sekalipun sudah berbuat dosa besar, tetapi lewat pelayanan pendamaian masih ada kesempatan untuk nama tertulis dalam kitab kehidupan= Tangan itu masih menulis.

Sekarang ini mari! apapun gelombang yang kita hadapi, ketenggelaman apa saja, sudah dosa besar, najis, tetapi masih ada YESUS Gembala Agung/ada doa dari YESUS/ada doa dari gembala manusia. Masih ada kesempatan, kemurahan untuk nama kita ditulis, kita ditolong agar nama tertulis dalam kitab kehidupan.

TUHAN memberkati kita.1



Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
    ... makanan firman Allah dengan sungguh-sungguh dengan rasa lapar. Ini sama dengan mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar sehingga kita mengalami penyucian hati dan seluruh kehidupan kita. Tetapi orang Farisi dan ahli Taurat hanya memperhatikan perkara luar atau perkara jasmani sehingga tidak mengutamakan firman. Ini berarti tidak mau disucikan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 September 2018 (Rabu Sore)
    ... kamu jangan lagi menuruti keinginannya. . Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang dahulu mati tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. . Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 14 Oktober 2018 (Minggu Siang)
    ... berkenan kepada-Nya dengan hormat dan takut. Praktik pertama kehidupan yang tidak tergoncangkan 'marilah kita mengucap syukur' mengucap syukur tidak kecewa putus asa dan meninggalkan Tuhan apapun yang sedang terjadi. Praktik kedua kehidupan yang tidak tergoncangkan 'beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya' beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya ...
  • Ibadah Raya Malang, 08 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
    ... pada kehidupan Kristen yang aktif dan siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Jadi kita harus aktif dan siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai supaya kita bebas dari tiga macam maut. Jika ketinggalan saat Yesus datang kedua kali maka kita akan ...
  • Ibadah Doa Malang, 10 November 2015 (Selasa Sore)
    ... Tuhan yang tidak mengalami keubahan hidup pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani tetap mempertahankan manusia darah daging dengan sifat tabiat daging seperti orang Etiopia tidak bisa mengganti kulitnya atau macan tutul tidak bisa mengubah belangnya. Orang Etiopia sama dengan bangsa kafir. Macan tutul menunjuk antikris. Wahyu - Lalu aku ...
  • Ibadah Doa Malang, 05 April 2011 (Selasa Sore)
    ... busuk memulihkan buli-buli tanah liat yang sudah hancur dalam dosa. Mencurahkan Roh Kudus supaya buli-buli tidak hancur kembali. Yohanes . Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu Adalah lebih berguna bagi kamu jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi Penghibur itu tidak akan datang kepadamu tetapi jikalau Aku pergi Aku akan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Juli 2016 (Senin Sore)
    ... akan tetap menjadi ular beludak. Ayat hati nurani yang tidak baik adalah seperti ular bukan seperti merpati --ini untuk bangsa Israel 'orang Farisi dan orang Saduki' . Ayat 'batu' hati nurani yang tidak baik--ini adalah bangsa kafir. Kalau bangsa Israel--keturunan Abraham--memiliki hati nurani yang tidak baik tetap menjadi ular beludak. Kalau bangsa kafir ...
  • Ibadah Persekutuan V di Tentena-Poso, 25 September 2014 (Kamis Malam)
    ... kerusakan yang sangat dahsyat. Pemain musik zangkoor maju melayani padahal 'maaf' seperti anjing dan babi telanjang tetapi tidak tahu malu. Inilah yang terjadi sekarang ini. Karena telanjang dan malu Adam dan Hawa berusaha menutupi ketelanjangannya dengan daun pohon ara. Kejadian . Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu bahwa mereka telanjang lalu ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 04 September 2019 (Rabu Sore)
    ... dan keturunannya gambaran dari gereja Tuhan--yang kualitas rohaninya seperti anak kecil tidak dewasa secara rohani. Wahyu - . Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air sebesar sungai ke arah perempuan itu supaya ia dihanyutkan sungai itu. . Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya dan menelan sungai yang disemburkan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Februari 2011 (Kamis Sore)
    ... diisi dengan firman penggembalaan. Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar yang dipercayakan Tuhan pada seorang gembala hanya karena kasih karunia Tuhan untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia dan berulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat untuk mendewasakan kerohanian sidang jemaat sampai dengan dewasa penuh sempurna dan sama mulia ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.