English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 29 April 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 21 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 08 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 09 Oktober 2007)
Tayang: 19 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 01 April 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 11 September 2007)
Tayang: 12 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 31 Juli 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 13 November 2007)
Tayang: 31 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 20 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 27 November 2007)
Tayang: 02 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 04 September 2007)
Tayang: 14 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 10 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 13 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa Sore, 19 Februari 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 06 Mei 2012

Kita maju selangkah lagi dengan membaca Matius 24: 16, maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

Inilah Matius 24: 15-25, nubuat tentang antikrist. Penampilan antikrist atau antikrist tampil sebagai pembinasa keji untuk memburu, membunuh dan membinasakan anak-anak TUHAN atau hamba-hamba TUHAN.

Tindakan kita sekarang untuk menghadapi antikrist sebagai pembinasa keji adalah kita harus menyingkirkan diri; mulai sekarang kita harus menyingkir dari antikrist sampai nanti penyingkiran secara besar-besaran. Kita akan diberi dua sayap burung nasar yang besar dan akan disingkirkan selama tiga setengah tahun di padang gurun = selama tiga setengah tahun bersama TUHAN/ dipelihara oleh TUHAN/ dilindungi oleh TUHAN.

Tindakan penyingkiran adalah:
ayat 16 yaitu orang di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan artinya meningkatkan kerohanian kita atau sama dengan memantapkan dan meningkatkan keselamatan sampai dengan kesempurnaan.

Yosua 20: 7-9
7. Lalu orang Israel mengkhususkan sebagai kota perlindungan: Kedesh di Galilea, di pegunungan Naftali dan Sikhem, di pegunungan Efraim, dan Kiryat-Arba, itulah Hebron, di pegunungan Yehuda.
8. Dan di seberang sungai Yordan, di sebelah timur Yerikho, mereka menentukan Bezer, di padang gurun, di dataran tinggi, dari suku Ruben; dan Ramot di Gilead dari suku Gad, dan Golan di Basan dari suku Manasye.
9. Itulah kota-kota yang ditetapkan bagi semua orang Israel dan bagi pendatang-pendatang yang ada di tengah-tengah mereka, supaya setiap orang yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana dan jangan mati dibunuh oleh tangan penuntut tebusan darah, sebelum ia dihadapkan kepada rapat jemaah.

Inilah saudaraku, orang Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, ini dikaitkan dengan enam kota perlindungan, salah satunya yaitu kota di pegunungan Yudea, Hebron. Ini arti dari tindakan penyingkiran/meningkatkan rohani = kita bagaikan lari ke enam kota perlindungan.

Seorang pembunuh itu harus dibunuh juga = dihukum mati tetapi kalau lari ke kota perlindungan, maka dia akan selamat. Sekarang berarti pembunuh itu adalah orang berdosa, baik orang Israel maupun orang kafir --> semua manusia berdosa harus dihukum mati/harus binasa, sebab upah dosa adalah maut.

Enam kota perlindungan ini sekarang artinya enam alat di dalam tabernakel, dan dibagi menjadi dua, ke enam kota itu adalah:
  1. tiga kota di tanah datar --> menunjuk pada tiga alat di halaman yaitu:

    • pintu gerbang = percaya YESUS.
    • mezbah bakaran = bertobat.
    • kolam pembasuhan = baptisan air.

    Tiga alat ini, tiga kota disebut daerah halaman/daerah iman/percaya, jadi kita melarikan diri/menyingkir dari antikrist = kita harus masuk daerah iman/ada iman kepada TUHAN.

  2. tiga kota di pegunungan, termasuk di Yudea itulah Hebron dan tiga kota di pegunungan itu menunjuk tiga alat di ruangan suci. Tiga alat di ruangan suci ini, merupakan daerah pengharapan = kita memiliki pengharapan/hidup dalam pengharapan. Salah satunya adalah tekun = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Iman itu = hidup benar, dan pengharapan = ketekunan. Jadi inilah peningkatan kerohanian yaitu dari iman/halaman, meningkat pengharapan/daerah pengharapan.

    Satu syarat lagi, sekalipun ada di kota, kalau dia sembarangan keluar dari kota itu, maka ia juga tetap akan dibunuh. Jadi, ada syaratnya yaitu kalau imam besar sudah mati baru boleh keluar dari kota, jadi kalau seorang pembunuh masuk ke enam kota ini/salah satu dari keenam kota ini, dia harus menunggu sampai imam besar mati, baru dia bebas, bebas keluar kota, bebas dari hukuman, bebas dari kematian = dia selamat.

  3. Bilangan 35: 28, sebab pembunuh itu wajib tinggal di kota perlindungan sampai matinya imam besar, tetapi sesudah matinya imam besar bolehlah pembunuh itu kembali ke tanah kepunyaannya sendiri.

    Dengan matinya imam besar --> dulu imam besar Harun satu satunya orang yang boleh masuk ke dalam ruangan maha suci; kalau imam besar mati, baru boleh orang itu keluar dari kota perlindungan. Mati ini kasih, imam besar mati, sekarang mununjuk Imam Besar YESUS Yang mati di kayu salib. Daerah dari ruangan maha suci, adalah kasih.
Jadi dapat disimpulkan, orang Yudea lari ke pegunungan = kita harus meningkatkan kerohanian kita, supaya tidak terkejar oleh antikrist/menyingkir dari antikrist = memantapkan/meningkatkan keselamatan sampai kesempurnaan. Sekarang kita hidup dalam iman/halaman, pengharapan/ruangan suci, kasih = hidup dalam iman, pengharapan dan kasih = tindakan penyingkiran.

Matius 17: 1-3
1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
3. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

Ayat 1:
  • Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya” --> Petrus, Yakobus, dan Yohanes itu mewakili iman pengharapan dan kasih, Yakobus itu iman, Petrus itu pengharapan, Yohanes itu kasih.

  • Di situ mereka sendiri saja” --> tiga murid yang diajak naik ke gunung, yang lain dibawah gunung, sembilan murid yang lain dibawah gunung, hanya Yakobus, Petrus dan Yohanes = orang Kristen yang meningkat kerohaniannya hidup dalam iman/kebenaran, pengharapan/ketekunan dan kasih yang boleh naik gunung/ yang diajak naik gunung. Di luar ini, yang tidak mau meningkat = dibawah saja, sembilan murid berada dibawah gunung.
Jadi inilah saudaraku, tindakan penyingkiran yaitu kita hidup dalam iman/ kebenaran, pengharapan/ketekunan dan kasih. Dan kehidupan Kristen yang memiliki iman, pengharapan dan kasih itu dapat menyembah TUHAN, kalau kerohanian kita tidak meningkat, maka kita:
  • tidak bisa menyembah,
  • tidak suka menyembah.
Penyembahan adalah proses perobekan daging sampai mencapai ukurannya yaitu sampai daging tidak bersuara.

Sekarang ini kita bersyukur sebab kita terpilih --> tidak semua orang dapat masuk kebaktian doa penyembahan; coba lihat di gereja-gereja di mana-pun, tidak semua orang dapat masuk. Kalau kebaktian Minggu banyak yang datang/ke duabelas murid semuanya ikut, pemecahan roti semuanya ikut, tetapi coba kebaktian doa/naik ke gunung, hanya tiga orang murid yang ikut.

Itu sebabnya, mari saudaraku! Kita menjadi orang Kristen yang meningkat, puji syukur kalau kebaktian penyembahan, kita bisa datang, luar biasa, sebab kita bagaikan tiga murid yang dipilih, yang kesembilan murid, semuanya berada dibawah = tidak dapat menyembah/tidak dapat naik ke gunung/tidak dapat meningkat kerohaniannya.

Inilah sekali lagi, penyembahan ini, memang tidak enak bagi daging, sebab merupakan proses penyaliban/perobekan daging sampai daging tidak bersuara lagi. Penyembahan ini merupakan puncak dari ibadah pelayanan, dan diukur oleh TUHAN. Kalau tidak memenuhi ukuran, nanti akan dianiaya oleh antikrist. Sudah menjadi orang Kristen, tetapi hanya Kristen umum = tidak mau meningkat = tidak mau menyembah, akan menjadi sasaran antikrist.

Wahyu 11: 1, 2
1.Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur
rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci
Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Ukuran penyembahan adalah daging tidak bersuara lagi = pintu tirai terobek, dan satu-satunya yang sudah merobek tirai itulah TUHAN YESUS, dan sekarang kita mengikuti Jejak-Nya, lewat penyembahan sampai tirai terobek/ daging tidak bersuara lagi.

Saya lanjutkan saudaraku, kalau penyembahan kita tidak memenuhi ukuran/ kalau orang Kristen tidak mau menyembah atau penyembahannya tidak memenuhi ukuran sampai daging tidak bersuara = dagingnya masih suka “mengomel” suka ini, masih suka itu maka ia akan diberikan kepada antikrist/menjadi mangsa dari antikrist yang akan berkuasa dibumi tiga setengah tahun dan akan disiksa sampai dipancung kepalanya. Kalau tidak tahan akan siksaan, maka kehidupan itu akan menyangkal YESUS.

Hasil dari penyembahan memenuhi ukuran yaitu sampai daging tidak bersuara adalah:
  1. Matius 17: 2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    Kalau penyembahan memenuhi ukuran sampai daging tidak bersuara/pintu tirai terobek, maka hasilnya terjadi keubahan hidup/kemuliaan.

    Kalau tirai terobek = sudah masuk ruangan maha suci/ruangan kemuliaan. Apa arti kemuliaan itu bagi kita sekarang? bukan gereja yang besar, itu masih kecil dibanding dengan kemuliaan dunia --> gereja besar dibanding dengan plaza, masih lebih besar plaza, itu sebabnya gereja besar itu masih kurang kemuliaannya. Kemuliaan yang sesungguhnya adalah keubahan hidup.

    Jadi, keubahan hidup adalah kemuliaan = mujizat terbesar terjadi yang setan tidak dapat lakukan. Kalau sakit jadi sembuh --> setan dapat melakukan, miskin jadi kaya --> setan juga dapat melakukan. Tetapi kalau manusia jahat dapat menjadi baik --> setan tidak dapat melakukan. Keubahan hidup dari manusia jasmani/manusia daging menjadi manusia rohani, ini mujizat terbesar, yang tidak dapat ditiru oleh setan.

    Apa yang berubah? Wajah YESUS berubah.
    Wajah ini, juga menunjuk pada hatinya berubah/keubahan dari hati, ini yang merupakan sumber kehidupan rohani kita. Sebab wajah itu = hati; kalau hatinya takut, wajahnya pucat. Dari kedua belas murid-murid, yang diajak naik dan yang melihat keubahan hati itu hanya tiga murid. Tiga dari duabelas = satu banding empat.

    Kita ingat perumpamaan penaburan benih di tanah hati --> ini perubahan hati; dalam penyembahan terjadi keubahan hidup, mujizat terbesar di mulai dengan hati kita diubahkan menjadi seperti Hati YESUS. Tiga orang murid mereka ini mengalami keubahan hati, sebenarnya ada dua belas murid, tetapi hanya tiga yang mengalami keubahan hati = penaburan benih di empat tempat. Empat tanah, tetapi hanya satu yang baik/yang mengalami keubahan hidup.

    Mari keubahan hati ini, kita bandingkan dengan penaburan benih = 3 9.

    • Matius 13: 4, 19
      4. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
      19. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

      Ayat 4= “Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan” --> ini hati bagaikan pinggir jalan, jalan-jalan, banyak persimpangan, hati bagaikan jalan = hati yang bimbang, tidak diajak naik. Kalau hati bimbang, tidak dapat meningkat, terutama bimbang dalam pengajaran dan ini yang terutama, dan jika mengalami pencobaan, hati juga menjadi bimbang.

      Jadi, nomer satu hati seperti jalan = bimbang, dan orang yang bimbang tidak mendapatkan apa-apa.

      Bimbang =

      1. tidak mengerti Firman, jangankan bertumbuh, apalagi sampai berbuah, sebab tidak ada kesempatan untuk bertumbuh, karena Benih Firman itu diambil oleh burung.

      2. tidak mendapatkan apa-apa sampai tidak mendapatkan Firman.

    • Matius 13: 5, 6, 20, 21
      5. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
      6. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
      20. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
      21. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.

      Hati yang keras:

      1. hati yang penuh dengan emosi, orang ini kalau sudah senang dengan pemberitaan Firman --> luar biasa, tetapi kalau sudah tidak senang, sama sekali menolak/sudah tidak mau.

      2. Firman tidak lagi menjadi iman, sehingga ia menjadi murtad.

    • Matius 13: 7, 22
      7. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
      22. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

      Hati yang kuatir, ini bagaikan kesembilan murid, hati mereka yang bimbang, hati yang keras dan juga hati yang kuatir --> ini yang harus diubahkan lewat doa penyembahan menjadi hati seperti tiga murid, Petrus, Yakobus dan Yohanes --> ini hati yang baik.

      Matius 13: 8, 23
      8. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
      23. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

    Jadi inilah saudaraku, lewat doa penyembahan = merobek tirai.
    Hasilnya: terjadi keubahan hidup, dari manusia daging menjadi manusia rohani/kemuliaan. Keubahan ini dimulai dari hati yang ada empat macam hati yaitu:

    • hati yang bimbang,
    • hati yang keras,
    • hati yang kuatir, harus diubah, menjadi empat hati yang baik yaitu: hati yang lembut/yang taat dengar-dengaran, seperti tiga murid yang diajak naik, sedangkan kesembilan murid berada dibawah, sebab hati mereka bimbang, keras, dan juga kuatir, harus diubahkan menjadi tanah hati yang baik, hati yang lembut, hati yang taat dengar-dengaran = kemuliaan, seperti tiga murid yang menyaksikan kemuliaan.

    Itu sebabnya, mohon kepada TUHAN supaya kita menjadi seperti tiga murid, yang merupakan gambaran dari hati yang lembut/taat dengar-dengaran, sehingga ada harapan kita akan terus diubahkan, dan berbuah tiga puluh, enam puluh sampai seratus /sempurna = sama mulia seperti YESUS waktu YESUS datang kembali kedua kali.

    Filipi 3: 20, 21
    20. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
    21. yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

    Saat YESUS datang kembali ke dua kalinya, kita akan mengalami keubahan hidup/segenap hidup kita --> tubuh kita diubahkan menjadi sempurna sama mulia dengan Dia = Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS Yang ke dua kali. Antikrist tidak dapat menjamah kita, sebelum YESUS datang kita disingkirkan terlebih dahulu, baru kita diubahkan sampai menjadi sempurna = sama mulia seperti Dia.

  2. mujizat yang jasmani juga akan terjadi, tadi mujizat besar/mujizat yang rohani itu keubahan hidup, tapi juga terjadi mujizat secara jasmani. Kita harus terlebih dahulu mengejar hal yang rohani, jangan mengejar yang jasmani, sebab kalau kita mengejar hal yang jasmani --> memang disana ada mujizat tetapi kita dapat menyembah antikrist, sebab antikrist dapat menurunkan api dari langit.

    Mujizat kedua ini, kita tinjau dari Musa= Matius 17: 3, Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

    Gunung ini terletak di tanah Kanaan; jadi YESUS berada tiga setengah tahun itu di tanah Kanaan/di tanah perjanjian, YESUS berkeliling. Musa karena ia tidak mneghormati kekudusan TUHAN, maka ia divonis tidak dapat menginjakkan kakinya di tanah Kanaan.

    Bilangan 20: 8, 11,12
    8. "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."
    11. Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
    12. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."

    Seharusnya Musa hanya tinggal berkata kepada bukit batu untuk mengeluarkan air, tetapi karena hatinya jengkel dengan umat Israel/dengan sidang jemaat, sebagai gembala, Musa berkeluh kesah tentang jemaat, sampai ia terpancing emosinya sehingga bukannya Musa berseru kepada bukit batu, tetapi ia memukul bukit batu itu.

    Ayat 11 --> “lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali” --> karena sangat jengkel, Musa memukul bukit batu itu sampai dua kali = karena jemaat selalu membuat Musa/gembala berkeluh kesah. Kita harus berhati-hati, sebab sama-sama rugi, Musa rugi tidak diijinkan masuk ke Kanaan, jemaat juga rugi tidak masuk ke Kanaan.

    Tetapi Musa masih mendapatkan korting/gembala masih mendapatkan korting, lewat penyembahan, Musa akhirnya sampai juga di Kanaan, sedangkan jemaat yang membuat gembala berkeluh kesah, semuanya mati/tidak sampai di Kanaan = binasa. Jadi, sama-sama rugi kalau terjadi pertentangan antara gembala dengan jemaat, sama-sama rugi; kalau gembala terpancing emosinya, rugi, tapi karena gembala banyak menaikkan doa, maka gembala masih mendapatkan korting/masih mendapatkan mujizat yaitu Musa dapat menginjakkan kaki di Kanaan, sedangkan jemaat, semuanya mati konyol.

    Musa terpancing emosinya, sehingga dia memukul batu itu dua kali, dan memang keluar air --> kita harus berhati-hati, jangan hanya mujizat secara jasmani --> air keluar sekalipun tidak sesuai dengan Firman TUHAN. Sekarang ini banyak orang yang sakit menjadi sembuh, tetapi tidak sesuai dengan Firman, sebab setan yang melakukan mujizat itu. Memang dapat sembuh sekali-pun tidak sesuai dengan Firman, tetapi arahnya kekuburan --> mujizat!! tetapi arahnya kepada kebinasaan.

    Itu sebabnya, jangan mengejar mujizat secara jasmani terlebih dahulu, tetapi kejar yang rohani terlebih dahulu = dengar-dengaran di dalam ibadah, baru nanti akan diikuti dengan mujizat secara jasmani.

    Musa divonis kamu tidak akan menginjakkan kaki ke Kanaan, hati-hati!! saya ulangi --> jangan sampai terjadi pertentangan antara gembala dengan sidang jemaat, sehingga gembala berkeluh kesah, sebab dua-duanya akan rugi. Kalau gembala terpancing, dua-duanya akan rugi, tetapi gembala masih mendapat kesempatan dari TUHAN seperti Musa yang masih mengalami mujizat, sedangkan jemaat tidak ada ceritanya lagi --> bahaya!!

    Saya diingatkan oleh Firman Yang juga mengingatkan siswa-siswi Lempin-El, mungkin dari antara saudara ada yang dipakai menjadi gembala, bahwa tidak semua jemaat yang merasa senang dengan gembalanya --> tidak semua, tetapi gembala tidak boleh membenci dan juga tidak boleh terpancing. Sebab ini memang risiko menjadi seorang gembala yaitu:

    • tidak boleh membenci, tetapi harus mengasihi dan
    • harus mendoakan
Itu sebabnya saya berusaha meminta tolong kepada saudara, dan juga mohon didoakan, supaya TUHAN menolong saya agar saya tidak terpancing, sebab kalau gembala/saya terpancing, maka dua-duanya akan rugi, sebab akan divonis oleh TUHAN. Itu sebabnya kita saling mendoakan dan juga saling menjaga dihari-hari ini.

Musa sudah divonis tidak boleh masuk Kanaan dan dia meninggal dunia, tetapi lewat doa penyembahan (Matius 17) terjadi mujizat --> Musa bisa menginjakkan kaki di tanah Kanaan, ini mujizat secara jasmani. Apa yang sudah mustahil bisa menjadi tidak mustahil lewat doa penyembahan yang merobek daging/doa penyembahan yang memenuhi ukuran daging tidak bersuara. Mari, sekarang ini mujizat secara rohani terlebih dahulu yaitu terjadi keubahan hidup, baru diikuti mujizat secara jasmani. Kalau saudara sudah mendapatkan mujizat secara jasmani sebelum mujizat yang rohani, maka
saudara dapat terjerumus kepada antikrist, hanya melihat tanda yang ajaib; mujizat secara jasmani saja = antikrist.

Tetapi kalau TUHAN belum berbuat yang jasmani, TUHAN menunggu yang rohani terlebih dahulu yaitu berubah/keubahan hidup, melembutlah sekarang ini.

Itu sebabnya, sekarang ini:
  • jangan menolak Firman, tetapi menjadi tanah hati yang baik dengan
  • menerima Firman, sebab ini yang ditunggu oleh TUHAN dan juga
  • hati yang taat dengar-dengaran/yang lembut --> kalau ini ada, tidak mungkin tidak terjadi mujizat secara jasmani --> pasti terjadi! Kalau ada tiga orang murid, maka Musa juga ada di situ = ada keubahan hidup dan juga ada mujizat yang jasmani.
Mari, kalau masih ada pertanyaan --> mengapa saya tidak pernah mengalami pertolongan/mengalami mujizat? Jangan menyalahkan TUHAN, tetapi jawabannya hanya satu yaitu TUHAN sayang kepada kita, Dia tidak rela kalau kita hanya mengejar yang jasmani, sehingga terperosok kepada antikrist, itu sebabnya secepatnya kita berubah/mujizat rohani secepatnya terjadi, dan juga mujizat jasmani juga secepatnya akan terjadi.

TUHAN memberkati kita sekalian.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top