English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Rabu Pagi, 16 November 2011)
Tayang: 02 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam VII-Minggu Sore, 18 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Pagi, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Malam, 25 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa, 11 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2015)
Tayang: 02 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 24 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 26 Agustus 2010)
Tayang: 11 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Malam, 31 Desember 2013 (Tutup Tahun))
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 24 Agustus 2010)
Tayang: 09 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 08 Mei 2015 (Paskah Persekutuan))
Tayang: 14 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Kamis Sore, 19 April 2012
Tempat: Ciawi-Bogor
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 17 Juni 2012

Tema kita masih terdapat di dalam ktb Wahyu 21: 5, Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Sebenarnya TUHAN sudah menciptakan langit dan bumi beserta isinya bahkan sampai menciptakan manusia yang sama mulia/sempurna dengan Dia, dan manusia yang sama mulia ini ditempatkan di suatu tempat yang bernama taman Eden dan mengalami kebahagiaan bersama dengan TUHAN. Inilah penciptaan yang mula-mula.

Tetapi sayang, manusia berbuat dosa sehingga kehilangan kemuliaan TUHAN dan diusir keluar dari taman Eden ke dalam dunia yang penuh dengan kutukan/penderitaan dan air mata.

Seharusnya manusia harus sadar --> dulu berada di taman Eden, semuanya enak, tetapi setelah diusir kedunia karena berbuat dosa sehingga menjadi tidak enak. Seharusnya manusia berhenti berbuat dosa, tetapi itulah dosa. Itu sebabnya, jangan sekali-kali kita berkata: ‘kali ini saya berbuat dosa, nanti saya akan berhenti’ --> belum tentu bisa! Manusia sudah mengetahui bahwa di taman Eden itu enak, sedangkan di dunia, tidak enak, tetapi manusia tidak dapat berhenti berbuat dosa = manusia tetap berbuat dosa bahkan jatuh bangun dalam dosa sampai pada puncak dosa yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan sehingga menjadi seperti anjing yang menjilat muntah = mengulang-ulang dosa dan babi yang setelah dimandikan, kembali ke kubangan = jatuh bangun dalam dosa = tidak dapat berhenti berbuat dosa bahkan manusia menjadi seperti iblis/setan dan harus dibinasakan selama-lamanya. Kita harus berhati-hati sebab salah satu ciri dari setan adalah berdusta, pembunuh/pembenci dan harus dibinasakan selama-lamanya.

Hal ini terjadi bukan saja menimpa/melanda manusia pada umumnya, tetapi juga melanda hamba-hamba TUHAN seperti Petrus yang pernah TUHAN katakan kepada Petrus --> ‘enyahlah engkau iblis’. Jadi kita harus waspada, banyak kali kita merasa kasihan kepada orang berada di luar YESUS sebab akan binasa. Sebenarnya orang di dalam TUHAN juga harus tetap hati-hati seperti Petrus yang hebat sebagai seorang hamba TUHAN, tetapi karena ia khilaf, maka ia dapat menjadi seperti iblis/enyahlah engkau iblis.

Petrus diusir seperti Adam dan Hawa diusir dari firdaus dan ini berarti menuju pada kebinasaan --> ini yang harus kita sadari termasuk saya. Sekali-pun kita sudah dapat melayani dan membangun gereja yang besar; demikian juga dengan pelayan-pelayan TUHAN yang diberkati --> harus berhati-hati sebab Petrus dapat menjadi sama dengan iblis sehingga ia diusir oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Itu sebabnya ada tema ini yaitu ‘lihatlah, Aku menjadikan/menciptakan semuanya baru’. Karena ciptaan semula sudah dirusak oleh dosa, maka harus ada penciptaan yang baru seperti dituliskan di dalam ktb Wahyu.

TUHAN tidak rela kalau anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN yang diciptakan oleh TUHAN harus binasa untuk selama-lamanya, maka TUHAN menciptakan langit dan bumi yang baru dengan manusia baru yang sama mulia dengan-Nya. Dan manusia baru yang sama mulia dengan-Nya, ditempatkan di langit dan bumi yang baru itulah Yerusalem Baru sehingga mengalami kebahagiaan kekal selama-lamanya = tidak dapat diusir oleh apa-pun.

Proses untuk menciptakan langit dan bumi yang baru dan manusia baru adalah lewat pembaharuan.

Di dalam ktb Wahyu 21, ada empat macam pembaharuan yaitu:
  1. langit dan bumi yang baru --> Wahyu 21: 1,
  2. manusia baru --> Wahyu 21: 2, 3,
  3. suasana baru --> Wahyu 21: 4-8,
  4. Yerusalem Baru --> Wahyu 21: 9-27.
Inilah upaya dari TUHAN Yang dulu sudah menciptakan langit dan bumi yang lama dan juga menciptakan manusia yang lama dan sudah enak berada di dalam taman Eden, tetapi dirusak oleh dosa dan terus menerus bertambah rusak sampai menjadi seperti setan dan harus binasa di neraka. TUHAN tidak rela, sebab itu TUHAN menciptakan langit dan bumi yang baru, menciptkan manusia baru yang sama mulia dengan Dia dan ditempatkan di Yerusalem Baru/kebahagiaan kekal dan tidak dapat diusir dengan proses lewat pembaharuan.

Sekarang ini, kita akan membahas pembaharuan yang pertama yaitu LANGIT DAN BUMI YANG BARU --> Wahyu 21: 1, Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.

Jadi, jika TUHAN menciptakan langit dan bumi yang baru, berarti langit dan bumi yang lama sudah hancur/musnah. Mungkin bumi yang lama ini penuh dengan harta benda atau penuh dengan kemiskinan atau dengan apa saja, menjadi hancur atau musnah. Itu sebabnya kita semua/hamba-hamba TUHAN dan anak-anak TUHAN mutlak harus mengalami pembaharuan supaya dapat beralih dari langit dan bumi yang lama, kepada langit dan bumi yang baru yaitu Yerusalem Baru, supaya kita tidak hancur dan binasa bersama dengan dunia.

Jika kita pindah dari kota Jakarta ke kota Medan, kita dapat memakai pesawat udara, kapal atau bis, tetapi kalau pindah/beralih dari langit dan bumi yang lama ke langit dan bumi yang baru/Yerusalem Baru, jalannya hanya satu yaitu lewat pembaharuan. Semoga kita dapat mengerti.

Pertanyaannya, apa yang harus dibaharui supaya kita tidak hancur/berlalu bersama langit dan bumi yang lama ini?
1 Korintus 7: 29-32,
29. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
30. dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
31. pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
32. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

Ay 29, ‘waktu telah singkat’ --> kita harus segera beralih kepada langit dan bumi yang baru sebab yang lama ini akan berlalu. Itu sebabnya kita jangan merasa bangga kalau dapat membangun gereja yang besar sebab itu akan hancur, dan juga jangan kecewa kalau belum mempunyai gereja, saya juga belum memiliki gereja di Surabaya. Yang penting kita dapat beribadah/dapat melayani TUHAN; jangan kecewa dan bangga dengan apa yang lama, sebab semuanya akan hancur.
orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; --> ini merupakan perkataan yang memiliki arti yang dalam. Bukan berarti, mari kita beramai-ramai mengusir isteri --> bukan seperti ini, tetap dengan istri, demikian juga tetap dengan suami. Tetapi seolah-olah tidak beristeri/bersuami = tidak mau terhalangi untuk pindah ke langit dan bumi yang baru. Demikian juga anak/orang tua jangan menjadi halangan, apalagi perkara-perkara dunia seperti pekerjaan atau studi.

Ay 30, dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; orang-orang yang miskin/menderita --> menangis. Tetapi seolah-olah tidak menangis/jangan menangis dan berputus asa.

orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya = jangan terikat pada perkara-perkara dunia.

Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu. Akan berlalu = akan hancur/musnah. Jadi, kita jangan kecewa dan juga jangan bangga.

Ay 32, ‘aku ingin’, kata rasul Paulus. Menghadapi dunia yang akan hancur dan binasa ini, kita harus pindah kelangit dan bumi yang baru lewat pembaharuan.

Jadi, yang harus dibaharui adalah perasaan/hati tanpa kekuatiran = jangan ada kekuatiran = HIDUP TANPA KEKUATIRAN. Kekuatiran ini merupakan kesulitan bagi kita, sebab kekuatiran ini adalah sifat/tabiat dari bangsa kafir dan kita termasuk bangsa kafir. Inilah kesulitan kita, kita tidak mau merasa kuatir karena mau pindah ke langit dan bumi yang baru/tidak mau hancur bersama bumi yang lama. Tetapi kita harus ingat, kekuatiran ini merupakan tabiat dari bangsa kafir = sudah mendarah daging dalam bangsa kafir.

Lukas 12: 29-31,
29. Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
30. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.
31. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

Di dalam injil Matius dituliskan --> kerajaan ALLAH dan kebenaran-Nya, maka semua itu akan ditambahkan kepadamu.

Kekuatiran ini tentang apa? kekuatiran tentang:
  • Kehidupan sehari-hari --> apa yang dimakan, diminum dan apa yang dipakai
  • Kebutuhan untuk masa depan --> termasuk jodoh, terutama bagi kaum muda harus berhati-hati, sebab banyak yang ngawur soal jodoh. Jika saudara ngawur soal jodoh, maka saudara tidak berpindah ke Yerusalem Baru.

  • Kekuatiran tentang kematian --> ini yang banyak melanda manusia termasuk saya juga sering dilanda tentang hal ini.
Jika merasa kuatir, maka akibatnya apa? di bagian atas dikatakan --> carilah dahulu kerajaan surga dan kebenaran-Nya. Jadi, jika kita kuatir, maka kita tidak dapat mencari kerajaan surga = tidak dapat mengutamakan ibadah pelayanan = tidak setia dalam ibadah pelayanan = terkutuklah orang yang tidak setia.

Inilah kekuatiran karena takut tidak mendapatkan keuntungan secara jasmani sebab harus menutup usaha pekerjaannya dan ini termasuk kami hamba-hamba TUHAN. Mau berkhotbah di gereja sendiri, tetapi karena jemaat hanya dua orang, sehingga tidak cukup untuk membayar uang spp anak, sehingga pergi kesana dan ke sini untuk mencari uang. Inilah kekuatiran dari hamba TUHAN, ia merasa kuatir karena hidup dari uang, bukan dari TUHAN = tidak dapat setia di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

Kemudian ‘dan kebenaran-Nya’ = ??tidak dapat hidup benar = tidak dapat taat. Tidak benar dan tidak taat dalam masalah apa saja. Kami para hamba TUHAN juga, ketika diminta untuk memberkati pernikahan, sekali-pun salah, tetapi karena kuatir nanti seluruh keluarga akan keluar, jadi hamba TUHAN itu memberkati nikah itu sekali-pun tidak benar/salah. Ini berarti, hamba TUHAN itu bersama-sama dengan yang diberkati, tetap di situ sampai dunia menjadi hancur = tidak dapat pindah ke Yerusalem Baru.

Demikian juga dengan pekerjaan yang mengandung korupsi, tetapi kalau saya tidak mau melakukan, bagaimana dengan keuangan saya? Sehingga mau melakukan pekerjaan itu. Ini berarti tidak akan pindah ke Yerusalem Baru.

Juga dengan pelajar yang harus mengikuti ujian akhir, karena yang lainnya mencontek sedangkan saya sendiri tidak mencontek sehingga saya seorang diri yang tidak lulus, sehingga ikut mencontek. Ini tidak benar dan tidak taat sehingga tidak dapat pindah ke Yerusalem Baru.

Hanya sedikit yang saya ungkapkan, semoga Roh.Kudus yang mengungkapkan masing-masing sebagai seorang hamba TUHAN, sebagai pedagang dan juga sebagai pelajar. Ini benar-benar ngeri; kekuatiran ini terlihat sepele, tetapi sudah mendarah daging sehingga sulit dan ini memang merupakan tabiat dari bangsa kafir.

Kemudian Amsal 12: 25 a, Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,
Membungkukkan orang = bungkuk rohani = cacat cela secara rohani = tidak dapat menjadi sempurna. Orang kuatir = bungkuk, sebab hanya memandang bagian bawah saja/perkara-perkara di bawah saja sehingga tidak dapat memandang TUHAN.

Sekarang, kita akan melihat siapa juga yang merasa kuatir? Lukas 13: 10,11,
10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

Setelah YESUS mengajar, maka perempuan bungkuk itu menjadi sembuh, berarti gereja itu tidak memiliki pengajaran sehingga membutuhkan pengajaran. Jadi, orang yang bungkuk itu bukanlah orang yang berada di luar gereja. Perempuan bungkuk itu aktif di dalam gereja sebab sudah delapan belas tahun. Jadi yang bungkuk secara rohani adalah hamba-hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak-anak TUHAN yang tidak memiliki pengajaran yang benar. Berkumpul di gereja, tetapi tanpa pengajaran, kerohaniannya menjadi bungkuk.

Semoga kita dapat mengerti pentingnya Firman pengajaran; ada Firman penginjilan. Dulu kita berada di luar YESUS terutama saya sangat merasa, kalau yang menjadi Kristen keturunan, kadang-kadang kurang merasakan sebab dari kecil sudah menjadi orang Kristen --> sudah berada di gereja dan juga sudah dibaptis. Tetapi berbeda dengan saya yang dari kecil berada di kuburan-kuburan untuk mencari keselamatan; sudah besar baru saya berada di gereja dan mendengar Firman penginjilan. Jadi, pemberitaan Firman penginjilan ini untuk membawa orang berdosa datang kepada YESUS = masuk ibadah dan melayani TUHAN --> sudah bagus!

Tetapi kalau tidak ada pengajaran, hanya penginjilan saja sekali-pun penginjilan itu penting sebab membawa orang untuk masuk ke dalam gereja. Tidak ada penginjilan, maka gereja menjadi kosong, siapa yang mau diajar? yang ada hanyalah bangku-bangku yang kosong.

Tetapi kalau hanya sampai di penginjilan --> sudah melayani, tetapi tanpa pengajaran, maka semuanya menjadi bungkuk rohani = hidup dalam kekuatiran. Itu sebabnya Firman pengajaran diperlukan, demikian juga Firman penginjilan diperlukan. Semoga kita dapat mengerti.

Apa yang menjadi praktek dari bungkuk rohani itu?
  1. Lukas 13: 15, 16,
    15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
    16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

    Jadi, pada waktu itu, YESUS menyembuhkan perempuan bungkuk itu pada hari Sabat sehingga banyak yang protes. Tetapi YESUS menjawab: jika kamu memiliki lembu dan domba apakah ternak itu tidak dilepaskan pada hari Sabat untuk diberi minum? Jika tidak diberi minum akan haus. Berarti perempuan ini = lembu dan domba yang diikat sehingga tidak dapat minum. Perempuan/orang bungkuk/kuatir tidak pernah merasa puas. Jadi, praktek pertama adalah hidupnya tidak pernah merasa puas/kerohaniannya kering = tidak mengalami kepuasan surga.

    Kering rohani/tidak puas ini dapat dideteksi dari mulutnya kering --> perkataannya hanya bersungut-sungut, perkataannya berdusta, sia-sia sehingga tidak menjadi berkat bagi orang lain.
    Tidak puas/tidak mengalami kepuasan rohani di dalam ibadah pelayanan, kita harus berhati-hati sebab nikah dapat menjadi tidak puas = semuanya menjadi tidak puas dan dapat mencari kepuasan-kepuasan di dunia sehingga jatuh bangun dalam dosa. Mencari kepuasan hanya dalam perkara jasmani = hanya hal yang jasmani saja yang ditonjolkan dan ini juga terjadi di dalam gereja TUHAN untuk menutupi kekeringannya. Dan celakanya, kepuasan di dunia di bawa ke dalam gereja supaya kaum muda tidak pergi kemana-mana seperti ke diskotik, maka suasana gereja diciptakan menjadi seperti suasana di diskotik. Gereja benar-benar berada seperti suasana duniawi. Inilah tanda dari bungkuk/kuatir/dalam kekuatiran.

  2. tidak dapat memuliakan TUHAN. Orang bungkuk tidak dapat menengadah = tidak dapat memuliakan TUHAN bahkan memalukan dan memilukan Hati TUHAN sekali-pun kehidupan itu beribadah dan melayani TUHAN.
    Contoh di jaman Nuh yang memilukan Hati TUHAN karena adanya kawin campur, kawin cerai yang terjadi di antara anak-anak TUHAN yang mengambil anak-anak manusia, kemudian kawin mengawinkan dan ini berarti orang-orang yang beribadah melayani TUHAN tetapi tidak dapat memuliakan TUHAN.

    Tugas dari seorang hamba TUHAN sebenarnya adalah memuliakan TUHAN di mana saja kita berada. Tetapi karena bungkuk sebab tidak memiliki pengajaran yang benar, hanya melayani TUHAN dengan menggebu-gebu, tetapi sesungguhnya hanya memalukan dan memilukan Hati TUHAN.

    Belum dalam pelayanan tetapi sudah berkata --> ‘aku sudah bernubuat dllnya’ tetapi TUHAN berkata --> ‘enyahlah engkau’, karena tidak sesuai dengan pengajaran yang benar sehingga memalukan dan memilukan Hati TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

  3. hidupnya tidak berubah = tidak mengalami pembaharun = tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat/tabiat daging/delapan belas tahun bungkuk.

    2 Timotius 3: 1-5,
    1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    2. Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan (2)menjadi hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
    3. (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
    4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
    5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Ay 1 --> ‘masa yang sukar’ = sukar untuk mengalami pembaharuan/keubahan hidup. Seperti cerita di atas, sudah masuk gereja/sudah aktif melayani tetapi masih bungkuk/tidak berubah, karena tidak memiliki pengajaran/pengajaran ditolak, apalagi yang berada di luar gereja. Ada nyanyian, ada musik, berkorban --> semua ada, hanya satu yang tidak ada sebab ditolak itulah pengajaran sehingga menjadi bungkuk. Buktinya, waktu YESUS mengajar --> wanita bungkuk itu menjadi sembuh, berarti selama ini di dalam gereja itu tidak memiliki pengajaran. Semoga kita dapat mengerti.

    Ay 2 --> ‘memberontak kepada orang tua’ --> hati-hati bagi kaum muda, di gereja saudara melayani TUHAN dan dipuji sebagai aktivis, tetapi di rumah, saudara melawan bahkan memaki-maki orang tua. Ini yang namanya bungkuk.
    tidak memperdulikan agama’, ini bukan berarti kehidupan itu seorang atheis, sebab kalau atheis maka ia tidak akan berada di dalam gereja, tetapi kehidupan itu mencampur adukan agama = mempelajari semua agama = bungkuk. Ia tidak melihat YESUS Satu-satunya sebab menganggap semua pengajaran itu sama, sampai nanti satu waktu menganggap semua agama itu sama.

    Ay 4 --> lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah’ = tidak dengar-dengaran sebab lebih menuruti daging daripada menuruti TUHAN. Menuruti ALLAH = dengar-dengaran.

    Delapan belas dosa ini merupakan lawan dari sifat YESUS sebab sifat YESUS sampai Ia meninggalkan surga dlsbnya sampai Ia taat dan mati di kayu salib. Tidak taat ini lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti kehendak ALLAH dan ini jelas melawan kehendak ALLAH = tidak taat, tidak dengar-dengaran pada Firman pengajaran.

    Ay 5 --> ‘mereka menjalankan ibadah’ --> ini bukan orang yang berada di luar TUHAN, tetapi mereka beribadah, melayani TUHAN/hamba TUHAN semacam saya dan saudara.
    memungkiri kekuatan ibadah’, apa yang dimaksud dengan kekuatan ibadah? Kekuatan ibadah adalah pengajaran yang benar = Kepala. Jika tidak ada Kepala, jangankan kuat, untuk hidup-pun tidak bisa. Jadi salah, kalau kekuatan ibadah itu berupa nyanyian dllnya, sebab kekuatan ibadah itu adalah YESUS sebagai Kepala/pengajaran yang benar. Kalau tidak ada Kepala, kita tidak dapat menyanyi. Jadi, kekuatan ibadah itu berada di dalam Firman pengajaran.
Sekali lagi, penginjilan itu penting, sebab kalau tidak ada penginjilan, maka saya tidak berada di sini. Tetapi setelah berada di dalam gereja, terlebih yang sudah lama, harus di ajar/ada pengajaran yang benar. Inilah kekuatan ibadah yang ditolak sehingga kerohanian mereka menjadi bungkuk. Semoga kita dapat mengerti.

Tetap mempertahankan delapan belas tabiat daging --> 6.6.6 = dicap oleh antikrist = menjadi sama dengan antikrist dan akan dibinasakan untuk selama-lamanya. Inilah nasib bagi orang yang bungkuk/orang yang kuatir.

Orang bungkuk adalah orang yang:
  • Tidak setia,
  • Tidak dapat mengutamakan TUHAN,
  • Tidak puas/tidak mengalami kepuasan rohani sampai akhirnya,
  • Tidak berubah/tidak mengalami keubahan/pembaharuan sehingga tidak dapat berpindah ke Yerusalem Baru, sebab menjadi sama dengan antikrist = dicap dengan angka 6.6.6/binasa bersama antikrist/bersama dengan bumi ini. Semoga kita dapat mengerti.
Kemudian bagaimana jalan keluarnya? TUHAN menunjukkan di dalam injil Lukas 12 supaya kita tidak kuatir.

Lukas 12: 22-24, 27, 28,
22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
23. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
24. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
27. Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
28. Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!

Ay 24 --> burung gagak ini juga merupakan gambaran dari bangsa kafir.

Ay 28 --> kuatir = kurang percaya.

Jadi, supaya kita tidak kuatir/menjadi sama dengan setan/sama dengan antikrist, maka TUHAN menunjukkan tiga hal kepada kita dan kita harus memperhatikan ketiga hal tersebut yaitu:
  1. ay 24 --> burung gagak, yang tidak menabur, tidak menuai, tetapi dipelihara oleh Bapa di surga. Kita lebih dari burung gagak sebab manusia merupakan ciptaan TUHAN yang paling mulia/lebih dari semua ciptaan dan juga yang paling lengkap = melebihi malaikat, sebab malaikat hanya memiliki roh, sedangkan manusia memiliki tubuh, jiwa dan roh.

    Karena kita lebih dari burung gagak, itu sebabnya kita harus dapat menabur dan menuai = kita harus masuk di dalam kegiatan menabur dan menuai terutama secara rohani = menabur dan menuai benih Firman ALLAH/Firman pengajaran. Kita jangan hanya berpangku tangan, tetapi harus masuk kegiatan menabur dan menuai benih Firman pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

    Syaratnya:

    • Imamat 19: 19, Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

      Jika kita mau menabur dan berhasil menuai sampai masuk di lumbung, maka kita harus berpegang pada ketetapan TUHAN, jangan berpegang pada ketetapan manusia sebab dapat salah.
      Jadi, syarat menabur itu harus dari satu jenis benih. Tidak boleh dari dua benih sekali-pun hanya berbeda sedikit, tetap tidak boleh. Apakah ada orang yang ahli beras di sini? Kalau ahli, tentu dapat membedakan beras yang satu dengan yang lain, tetapi kalau orang yang tidak mengerti soal beras, tentunya tidak akan tahu/sulit perbedaannya sehingga menganggap beras itu sama saja.

      Jadi, syarat menabur itu harus dari satu jenis benih = menabur Benih Firman harus benar/satu benih Firman pengajaran yang benar.
      Pengajaran yang benar adalah pengajaran yang tertulis di dalam alkitab = dibukakan rahasianya yaitu ayat menerangkan ayat yang terdapat di dalam alkitab.

      Itu sebabnya ayat di dalam alkitab ini jangan ditambah/dikurang; seringkali kita menambah dengan perasaan dan juga mengurang dan ini yang membuat perbedaan. Alkitabnya sama, tetapi mengapa berbeda? Sebab di tambah dan dikurang, seperti Hawa yang menambah kata ‘raba’ --> TUHAN mengatakan ‘jangan kamu makan’. Tetapi Hawa menambah --> ‘jangan kamu makan dan raba’ dan ini merupakan suara ular.

      Ada contoh lain seperti: ada orang yang bercerai, kemudian tidak boleh menikah lagi. Kemudian kehidupan itu mengatakan ‘seandainya pendeta yang mengalami sendiri, saya ingin tahu’. Kehidupan ini malah menghakimi = sudah salah, tetapi menghakimi. Ini celaka! Mengapa si A tidak boleh, tetapi si B boleh --> ditambah dan dikurangi. Seandainya semua membaca alkitab, semua hal pasti sama.
      Tetapi karena ditambah dengan pengetahuan, dengan lawakan sehingga semuanya menjadi tidak satu/tidak sama. Jadi syarat menabur yang pertama, harus dari satu benih, sebab jika dari dua benih, akan menjadi najis/tidak suci. Semoga kita dapat mengerti.

    • tanah hatinya. Sekali-pun benihnya bagus, tetapi kita harus berhati-hati dengan tanah hati.
      Tanah hati harus baik adalah:

      1. Rendah hati --> saat-saat penaburan, mari lihat benihnya --> ladangku ini jangan ditaburi dengan sembarangan benih sebab akan rugi. Tetapi lihat jenis benih yang terbaik/benih yang benar/satu pengajaran yang benar yang tertulis di dalam alkitab.

      2. Lemah lembut, sehingga dapat menerima pengajaran yang benar sekeras apa-pun/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua dapat diterima.

    Kemudian, di mana kegiatan dari menabur dan menuai ini? Di dalam tabernakel, terkena di meja roti sajian dan untuk sekarang berarti ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Jika saya sebagai gembala dan saudara sebagai domba, merasa lebih dari burung gagak yang tidak dapat menabur, maka saya harus bisa. Jika kita merasa lebih dari burung gagak, maka kita harus membuktikan dengan tekun/ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab dan disertai dengan perjamuan suci.

    Inilah kita lebih dari burung gagak; bukan hanya menyanyi dan teori --> kita lebih dari semua/kita lebih dari pemenang. Ibadah pendalaman alkitab saja, kita tidak berani/menabur dan menuai saja, kita tidak berani --> bagaimana?
    Mari, semoga semuanya tergugah, mulai dari kami para gembala-gembala, jika gembalanya tergugah, maka sidang jemaat juga akan tergugah. Semoga kita dapat mengerti.

    Ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab, akan ada Roti Surga = kita diberi makan Roti Surga --> Roti = Firman dari surga dan juga Roti perjamuan dari surga
    Berapa harga Roti dari surga? TUHAN dapat memberi Roti Surga di dalam ibadah pendalaman alkitab/saat kita menabur dan menuai, masakan TUHAN tidak dapat memberi roti di dunia ini yang harganya paling mahal, apalagi nasi pecel, TUHAN tidak dapat memberi? Tidak mungkin!!!!! Jika TUHAN sanggup memelihara kita secara rohani dengan memberi Roti Surga, maka TUHAN juga sanggup memelihara kita secara jasmani dengan berkelimpahan dan ini pasti.

    Berkelimpahan ini bukannya jumlah yang berjuta-juta, tetapi mengucap syukur. Ada orang yang menerima sepuluh juta, tetapi tidak mengucap syukur, sebab berkata --> hanya sekian; ada orang yang menerima lima ribu rupiah, tetapi ia mengucap syukur = inilah berkelimpahan.
    Saya kemarin bersaksi di jalan W.R Supratman di Surabaya --> pada satu waktu oom Pong masuk ke ruangan komputer tempat saya bekerja di jalan Johor dan beliau berkata: pak Wi, oom mau memberitahu, kamu dulu bekerja dan uang lima ribu rupiah yang kamu terima waktu itu dengan sekarang lima ribu yang kamu dapatkan sebagai full-timer berbeda dan bedanya itu karena kamu berada di dalam kemurahan TUHAN. Oom Pong mengerti, sebagai seorang full-timer, berkat secara keuangan jauh/kecil dari berkat yang saya terima waktu saya masih bekerja di luar.

    Dulu saya tidak mengerti, tetapi sekarang saya mengerti, di suruh pergi kemana saja, saya tidak pernah diberi ongkos, tetapi selalu ada. Inilah kemurahan TUHAN.
    Seringkali mengapa kita tidak mau menabur dan menuai? Karena kita merasa kita hidup dari uang. Waktu lima ribu orang harus makan, apa yang ditanya oleh TUHAN? TUHAN tidak bertanya berapa uang yang kamu miliki? Tetapi sesungguhnya TUHAN bertanya: berapa roti yang ada pada-mu?

    Mari, jika hendak mengadakan k.k.r --> berapa roti yang ada pada-mu? Ini sudah memelihara kita secara berkelimpahan. Mari, kita memperhatikan ibadah pendalaman alkitab di gereja masing-masing. Semoga kita dapat mengerti.

  2. ay 27 --> bunga bakung, di bagian atas sudah diterangkan bahwa makanan/ibadah pendalaman alkitab di sediakan --> tidak perlu kuatir apa yang kamu makan, sebab kita sudah dipelihara dengan makanan dari surga. Sekarang tentang pakaian --> kita juga tidak perlu merasa kuatir dengan apa yang kita pakai, sebab Salomo yang kaya raya-pun tidak memiliki pakaian yang seindah bunga bakung. Bunga bakung tidak dapat memintal dan menenun, tetapi TUHAN menjadikan sangat indah.

    Kita lebih dari bunga bakung, itu sebabnya kita harus masuk kegiatan memintal dan menenun secara rohani agar dapat menghasilkan pakaian rohani yang indah. Kegiatannya ada di mana? Di pelita emas dan untuk sekarang adalah ketekunan di dalam ibadah raya/ibadah umum dan ini juga termasuk persekutuan di dalam ibadah persekutuan yang benar. Itu sebabnya kita harus berhati-hati bersekutu, sebab persekutuan yang benar itu bukannya berdasarkan orang, tetapi berdasarkan pada pengajaran yang benar. Di dalam ibadah ini seperti yang dikatakan oleh alm.bpk pdt van Gessel merupakan tempat persemaian.

    Di dalam ibadah raya:

    • Roh Kudus mencurahkan karunia-karunia yaitu kemampuan ajaib dari TUHAN sehingga kita dapat melayani TUHAN sesuai dengan jabatan masing-masing. Kemampuan ajaib ini melebihi ijazah, melebihi uang, melebihi apa saja agar kita dapat melayani TUHAN sesuai dengan jabatan masing-masing.

    • Dan, Roh Kudus juga mengurapi kita supaya kita menjadi setia dan berkobar-kobar dalam pelayanan/melayani TUHAN sesuai karunia dan jabatan yang TUHAN berikan sampai garis akhir, pelita tetap menyala. Kita harus berhati-hati, sebab kalau kita tidak sampai garis akhir, maka pelita dapat padam menjadi seperti lima perawan yang bodoh sebab pelitanya padam sehingga tidak dapat menyambut kedatangan YESUS. Itu sebabnya bagi rekan- rekan hamba TUHAN, jangan coba-coba untuk meletakan jabatan di tengah jalan tetapi sungguh-sungguh jabatan yang benar sesuai pengajaran yang benar dari TUHAN --> kita melayani TUHAN sampai garis akhir = pelita tetap menyala sampai YESUS datang kedua kalinya.

      Karunia dan jabatan adalah jubah Yusuf yang maha indah; jadi di dalam ketekunan di dalam ibadah raya, Roh.Kudus sedang memintal dan menenun hidup kita untuk memberikan pakaian yang indah kepada kita. Hidup yang indah, lebih tua lebih melayani TUHAN, seharusnya lebih indah, bukan lebih sengsara. Hidup kita indah = semua menjadi indah. Inilah belajar pada bunga bakung.

  3. ay 28 --> rumput kering, rumput, hari ini ada, besok sudah menjadi kering dan dibuang ke dalam api, tetapi dihiasi oleh TUHAN. Kita belajar pada rumput yang umurnya hanya sehari --> bagus, tiba-tiba menjadi kering dan dilempar ke dalam api. Tetapi rumput ini memiliki bunga yang bagus sebab didandani oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita lebih dari rumput kering yaitu, kita harus masuk dalam kegiatan mendandani/menghiasi secara rohani --> rumput itu dihiasi sebab rumput tidak dapat menghiasi diri sendiri sehingga TUHAN Yang menghiasinya. Karena kita lebih dari rumput, itu sebabnya kita harus menghiasi/mendandani diri secara rohani lewat medzbah dupa emas dan kegiatannya di dalam ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan. Semoga kita dapat mengerti.

    Di dalam doa penyembahan, kita merasakan kasih ALLAH. Ketika YESUS naik kegunung untuk berdoa, tiba-tiba IA bersinar bagaikan matahari, itulah kasih ALLAH Yang disinarkan yang mendandani kita = mengubahkan/membaharui hidup kita dari manusia daging yang fana menjadi manusia rohani yang kekal seperti YESUS. Di saat kita menyembah, maka kita disinari dengan kasih ALLAH/kasih matahari yang sanggup mendandani/menghiasi/membaharui kehidupan kita dari manusia daging yang hina dan fana menjadi manusia rohani/mulia dan kekal seperti YESUS. Semoga kita dapat mengerti.
Inilah tiga pelajaran yang harus kita pelajari supaya kita tidak kuatir dan supaya kita tidak kuatir, maka kita harus tekun di dalam tiga macam ibadah pokok = tekun di dalam kandang penggembalaan = tergembala pada pengajaran yang benar seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar.

Kita jangan seperti orang bungkuk yang sekali-pun sudah berada di dalam gereja dan mungkin sudah tergembala, tetapi tidak memiliki pengajaran sehingga selalu merasa kuatir. Kalau kita tergembala, kita tidak akan merasa kuatir, justru kita dapat menyerahkan kekuatiran --> 1 Petrus 5: 7,
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Bukti dari kita tergembala adalah kita dapat menyerahkan segala kekuatiran kepada TUHAN.

Lukas 12: 32, Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Bukan hanya makan dan minum, tetapi sampai diberikan kerajaan surga. Itu sebabnya kita harus memantapkan diri di dalam penggembalaan = duduk di atas rumput, jangan jalan-jalan.
Duduk = sungguh-sungguh tergembala = mantap dalam penggembalaan = kita hidup di dalam Tangan TUHAN dan biarkan Tangan Gembala Agung Yang bekerja melakukan semuanya tepat pada waktunya, bukan kita yang bekerja --> kita hanya duduk sehingga mujizat-mujizat akan terjadi. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita sudah duduk = berada di dalam Tangan Gembala Agung, kita menyerahkan segala kekuatiran dan ketakutan, kita menjadi diam dan tenang/damai sejahtera sekali-pun kita hanyalah kawanan yang kecil tetapi dapat menyerah, percaya dan mempercayakan diri hanya kepada Gembala Agung. Biar Dia Yang bekerja tepat pada waktunya.

Bagi kaum muda, saudara jangan bekerja sendiri tetapi biarlah Tangan Gembala Agung Yang bekerja. Tugas kita hanyalah duduk dihari-hari ini = kita sungguh-sungguh tergembala pada satu pengajaran yang benar.

Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, TUHAN hanya menunggu saudara duduk dan kalau saudara sudah duduk, maka TUHAN Yang bekerja. Kalau saudara belum duduk, maka silahkan bekerja sendiri dan TUHAN Yang duduk. Mana yang saudara pilih? Ini sungguh-sungguh serius. Semoga kita dapat mengerti.

Hasilnya:
  • Imamat 21: 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Kita dikhususkan, orang tergembala --> dikhususkan oleh TUHAN, ada di dalam Tangan Gembala Agung --> dikhususkan oleh TUHAN. Disucikan dan diurapi = dikhususkan oleh TUHAN. Jangan keluar, sebab kesucian itu akan hilang/urapan akan hilang kalau kita keluar. Jika gembala tidak tekun, maka urapan dan kesucian akan hilang, demikian juga dengan domba-domba jika tidak tekun di dalam kandang/mau beredar-edar, akan hilang kesucian dan urapan, sebab hanya di dalam kandang terdapat kesucian dan urapan.
    Dikhususkan = dipakai oleh TUHAN untuk masuk dalam kegerakan Roh.Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Seperti rasul Paulus yang dikhususkan, waktu ia hendak berkhotbah di dalam bait ALLAH --> jadi, orang yang berada di dalam bait ALLAH berarti mereka adalah orang-orang Kristen; rsl Paulus berkhotbah di situ = pembangunan Tubuh Kristus/bukan penginjilan. Sebab penginjilan itu membawa jiwa-jiwa masuk ke dalam bait ALLAH dan sesudah berada di dalam bait ALLAH, harus ada pengajaran.

    Kisah.rsl 13: 1, 2, 5,
    1. Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
    2. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    5.Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

    Ay 5, di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi, untuk sekarang adalah kegerakan pembangunan Tubuh Kristus lewat Firman pengajaran.
    Bagi rekan-rekan hamba TUHAN yang sudah di percaya Firman pengajaran, jangan kita tinggalkan sebab kita ini adalah orang yang dikhususkan, sekali-pun kecil, tetapi kita khusus. Kita jangan mundur hanya karena uang, hanya karena jumlah jemaat yang sedikit sebab kita dikhususkan dan ini merupakan tanggung jawab sekali-pun masih kecil.

    Kemudian apa arti dari dikhususkan?
    Imamat 27: 28, 29,
    28. Akan tetapi segala yang sudah dikhususkan oleh seseorang bagi TUHAN dari segala miliknya, baik manusia atau hewan, maupun ladang miliknya, tidak boleh dijual dan tidak boleh ditebus, karena segala yang dikhususkan adalah maha kudus bagi TUHAN.
    29. Setiap orang yang dikhususkan, yang harus ditumpas di antara manusia, tidak boleh ditebus, pastilah ia dihukum mati.

    Jadi, dikhususkan berarti tidak boleh dijual = tidak boleh diganggu gugat sampai maha kudus = sampai sempurna. Tidak boleh diganggu gugat seperti Biji Mata TUHAN; jangankan sebutir pasir itu menjamah, mau melempar sebutir pasir-pun tidak boleh. Luar biasa kehidupan yang dikhususkan dalam penggembalaan.
    Tetapi kalau kita tidak tergembala/beredar-edar, maka kita akan dikhususkan untuk ditumpas. Tidak boleh diapa-apakan, harus ditumpas karena ia selalu merasa kuatir dan beredar-edar. Sedangkan bagi kehidupan yang digembalakan memiliki tudung yang berlapis empat sehingga:

    • Tidak dapat diganggu gugat,
    • Tidak dapat dihalangi,
    • Tidak dapat ditiru, tetapi sampai menjadi maha kudus = sampai menjadi sempurna.

  • kita dihitung, Yehezkiel 20: 37, Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

    Bagi rekan-rekan gembala, tugas kita bukan untuk beranak domba, sebab kalau tugas kita beranak domba, maka itu adalah gembala yang ajaib --> jangan-jangan mencuri domba. Tetapi tugas dari seorang gembala adalah memasukkan domba ke dalam kandang.

    Ibadah pada hari Minggu berapa ribu jemaat yang hadir di dalam ibadah, kemudian ibadah pendalaman alkitab, tinggal berapa? Ibadah doa penyembahan, tinggal berapa? Ini tugas kita termasuk saya untuk memasukkan domba ke dalam kandang supaya dihitung dan dikhususkan oleh TUHAN. Sekali-pun memiliki ribuan jemaat, tetapi berapa yang dikhususkan dan berapa yang dihitung? Berapa yang dikhususkan/dikandang oleh TUHAN? Berapa yang dihitung oleh TUHAN? Apakah hanya yang umum saja? Kita harus bersungguh-sungguh, sebab ini merupakan tanggung jawab dari gembala = gembala berhutang darah.
    Bagi pelayan-pelayan TUHAN, bantu doa bagi gembala-gembala, sebab gembala-gembala tidak mungkin mengunjungi satu demi satu jemaat yang sakit sendirian, tetapi mari, saling bekerja sama supaya semuanya dikhususkan dan dihitung oleh TUHAN. Sampai sehelai rambut-pun yang tidak berdaya, tetap dihitung oleh TUHAN.

    Matius 10: 30, Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.

    Mari, sekalipun kita hanya seperti sehelai rambut, tetapi kita dihitung oleh TUHAN = sehelai/satu rambut-pun tidak akan jatuh, sebab dihitung oleh Gembala Agung.

    Kisah.rsl 27: 34, Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorang pun di antara kamu akan kehilangan sehelai pun dari rambut kepalanya."

    Di tengah badai-pun, kita tetap dihitung oleh TUHAN. Mari, kawanan kecil janganlah takut; jangankan kawanan kecil sehelai rambut-pun, janganlah takut sekali-pun tidak ada yang memperhatikan kita, sebab kita berada jauh di bawah.

    Sehelai rambut tidak berdaya,

    • Ekonomi tidak bisa,
    • Di dalam pelayanan, juga tidak bisa, sebab untuk berkhotbah-pun terasa sulit,
    • Memenangkan jiwa juga tidak bisa,
    • Mencari pekerjaan juga sulit sekarang ini, sebab seperti sehelai rambut yang berada di tengah badai/krisis.

    Tetapi sehelai rambut dihitung oleh TUHAN, artinya, diperdulikan/dimengerti oleh TUHAN, orang lain tidak mau mengerti. Mungkin istri/suami tidak mau mengerti sehingga berkata kepada suaminya/istrinya “harus begini, harus begitu” --> aduh! Saya sebagai suami/istri sudah seperti sehelai rambut di tengah badai, kapal di tengah badai saja banyak yang tenggelam. Suami/istri tidak mau mengerti, tetapi TUHAN Yang mengerti --> Ia yang bergumul, perduli, memperhatikan kita = dihitung oleh TUHAN sampai kita mencapai kemenangan. Kita jangan sombong kalau banyak orang yang memperhatikan kita, sebab akan sangat berbahaya sebelum TUHAN Yang memperhatikan kita. Jangan kecewa jika tidak diperhatikan di ibadah persekutuan ini; saya pernah menghadiri ibadah persekutuan dan sebanyak tiga kali saya dipindah dan ternyata pengalaman dari oom Pong juga seperti itu yaitu tidak dianggap dan disuruh berpindah-pindah. Dan dipindah bukan ketempat yang enak, sebab sudah berada di depan, disuruh pindah lagi --> bagaimana ini? Lagipula keadaan itu di shooting sehingga terlihat jelas gambarnya besar-besar.Tidaklah mengapa, yang terpenting adalah TUHAN Yang memperhatikan kita dan sebelum TUHAN memperhatikan, kita jangan bangga.

    Rambut sampai menjadi beruban memberi masa depan yang indah= Amsal 20: 29, Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.

    Rambut diperhatikan sampai menjadi uban. Bagi bapak-bapak, mari! bukannya semakin tua, semakin hancur, tetapi harus semakin indah. Kalau semakin tua, pelayanan kita semakin hancur, kita harus memeriksa apakah kita tergembala atau tidak?
    Siapa-pun kita termasuk Widjaja --> semakin lama melayani, tetapi mengapa semakin hancur --> periksa! Apakah:

    • kita tergembala atau tidak?
    • Mantap atau tidak?
    • Kita berada di dalam Tangan Gembala Agung atau tidak?
    • Di hitung atau tidak oleh TUHAN? Semoga kita dapat mengerti.

    Satu helai rambut tidak jatuh = utuh/sempurna seperti TUHAN. Kita disucikan dan diubahkan sampai menjadi sempurna seperti TUHAN dan layak menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top